Tag Archives: pendakian gunung

Tahukah Kamu, Pegunungan Anjasmoro Punya 40 Puncak, tapi Tak Boleh Didaki



Mojokerto

Anjasmoro merupakan pegunungan yang berada di Jawa Timur. Tahukah kamu jika pegunungan ini memiliki 40 puncak, tapi tidak boleh didaki oleh para pendaki.

Pegunungan Anjasmoro terdiri dari gunung-gunung dalam satu gugusan. Pegunungan ini memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak orang tahu.

Gunung setinggi 2.282 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masuk ke dalam lima wilayah kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Jombang, Kediri, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.


Lokasi Gunung Anjasmoro masih satu klaster dengan Gunung Argowayang dan berdekatan dengan Gunung Arjuno-Welirang. Berikut fakta-fakta tentang gunung Anjasmoro:

1. Tidak Boleh Didaki

Gunung Anjasmoro memiliki kawasan hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan hutan ericaceous atau hutan gunung. Pepohonan di gunung ini sangat lebat dan vegetasinya masih alami.

Pada 1992, Kementerian Kehutanan menetapkan pegunungan Anjasmoro sebagai kawasan konservasi. Di mana, Gunung Anjasmoro masuk ke dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang berada di bawah Dinas Kehutanan Jawa Timur.

Di gunung Anjasmoro tidak boleh ada aktivitas pendakian. Tahura Raden Soerjo menutup pendakian gunung ini. Bahkan, pendakian di sini memang tidak pernah dibuka sejak zaman dahulu.

2. Jalur Pendakiannya Ekstrem

Selain karena masuk kawasan konservasi, jalur pendakian di gunung Anjasmoro juga masih sangat asing. Meski ada beberapa jalur pendakian, namun medannya ekstrem, super licin, masih asri, dan sepi pendaki.

Masih belum banyak penanda yang jelas di setiap titik sepanjang pendakian gunung Anjasmoro. Ditambah lagi, jalur pendakian yang harus menerobos semak-semak dalam dan basah.

Topografi gunung Anjasmoro yang curam dan terjal juga membahayakan keselamatan pendaki. Itulah alasan mengapa pendakian di gunung Anjasmoro dilarang.

3. Punya 40 Puncak

Gunung Anjasmoro memiliki 40 puncak. Puncaknya pun belum banyak yang menaklukkan, karena memang gunung ini tidak boleh didaki. Puluhan puncak itu terbagi dalam tiga kota dengan titik tertingginya masing-masing.

Di antaranya, ada Top Anjasmoro, Gunung Biru yang berada di ketinggian 2.277 mdpl. Puncak ini terletak di Kota Batu, dengan jalur pendakian via Cangar, Pabrik Jamur. Lalu di Mojokerto ada Puncak Kukusan.

Puncak ini ada di ketinggian 1.950 mdpl dengan jalur pendakian melalui Nawangan dan Rejosari. Selanjutnya, Puncak Cemorosewu di Jombang yang berada 1.800 mdpl dengan jalur pendakian via Carangwulung, Wonosalam.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cara Booking Pendakian Gunung Gede: Kuota dan Biayanya 2024


Jakarta

Gunung Gede adalah salah satu tujuan pendakian favorit di Jawa Barat yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Untuk melakukan pendakian di sana, kita perlu mengikuti prosedur booking yang benar.

Hall tersebut juga penting, karena untuk memastikan kamu bisa memesan slot pendakian. Terlebih, saat ini kita bisa booking pendakian Gunung Gede secara online dengan lebih mudah.

Cara Booking Pendakian Gunung Gede

Berikut adalah langkah-langkah booking online pendakian Gunung Gede:


  • Buka situs resmi TNGGP melalui booking.gedepangrango.org
  • Pilih menu “Pendaftaran Pendakian”
  • Pastikan kamu membaca dan memahami ketentuan dan peraturan pendakian. Jika sudah, klik tombol “Next”.
  • Pilih Tanggal Pendakian. Informasi tentang kuota beserta jalur pendakian juga akan tertampil.
  • Isi form pendakian secara lengkap (tujuan pendakian, tanggal dan pintu masuk beserta tanggal dan pintu keluar, no HP, dan email aktif.
  • Klik “Simpan dan Lanjutkan”
  • Isi Data Pendaki dan biodata anggota tim, dengan ketentuan peserta pendakian minimal 1 ketua dan 2 anggota (maksimal 10 pendaki).
  • Melakukan pembayaran.
  • Unduh dan cetak bukti pendaftaran booking pendakian Gunung Gede.

Jalur dan Kuota Pendakian Gunung Gede

Pendakian Gunung Gede memiliki 3 jalur yakni via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 300 kuota pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, 100 via Selabintana.

Harga Tiket Pendakian Gunung Gede 2024

Dikutip pada website resmi TNGPP (05/09/2024), berikut adalah rincian harga simaksi Gunung Gede Pangrango:

Senin – Jumat

  • Warga Negara Indonesia (WNI): Rp 29.000 per orang.
  • Pelajar WNI: Rp 17.500 (Harus disertai dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa dan minimal rombongan berjumlah 10 orang).
  • Warga Negara Asing (WNA): Rp 320.000 per orang.
  • Pelajar WN Asing: Rp 211.500 per orang.

Weekend/Hari Libur

  • WNI: Rp 34.000 per orang.
  • Pelajar WNI: Rp 20.500 per orang.
  • WNA: Rp 470.000 per orang.
  • Pelajar WN Asing: Rp 311.500 per orang.

Daftar biaya untuk naik Gunung Gede tiket di atas sudah termasuk asuransi untuk setiap orang, dengan pendakian selama 2 hari 1 malam. Pembelian tiket Tektok dilakukan on the spot (di tempat).

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Eksotis juga Mistis Jalur Pendakian Gunung Catur Bali



Jakarta

Bali memiliki begitu banyak gunung yang bisa didaki oleh para traveler. Salah satu yang mengandung banyak misteri saat kabut turun yakni Gunung Catur.

Jalur pendakian Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Banjar Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, memiliki keunikan tersendiri. Jalur yang jarang dikunjungi pendaki itu menyuguhkan pemandangan yang eksotis dan mistis.

“Jalur itu untuk persembahyangan ke pura. Jadi, dijaga betul oleh warga,” kata Jero Bendesa Agung Pucak Mangu I Made Sujana kepada detikBali, Sabtu (19/10).


detikBali sempat mendaki ke Pura Pucak Mangu, beberapa waktu lalu. Jalur pendakian dimulai di areal parkir atas Pura Pucak Mangu. Sekitar pukul 07.10 Wita, detikBali mulai mendaki bersama dua pendaki lain.

Saat itu, suasana di sana masih cukup sepi. Selain detikBali, hanya empat orang yang mendaki ke Pura Pucak Mangu saat itu. Meski sepi, jalur pendakian masih terlihat jelas.

Jalan hutan yang tertata dan dilapisi lempengan batu, membuat jalur pendakian tidak terlalu sulit untuk ditelusuri. Hanya, penataan lempengan batu yang dibuat berundak-undak seperti tangga, terasa berat, apalagi bagi pendaki pemula.

Semakin masuk ke dalam, hutan yang lebat menyuguhkan pemandangan eksotis di sepanjang jalur. Kabut saat pagi hari dan rimbunan pohon di kiri dan kanan jalan menambah aura mistis bak film horor yang berlatar belakang tempat di hutan.

Beberapa pohon terlihat dililit kain putih dan kuning, dengan tumpukan canang di bawahnya. Di situ, tempat warga atau pendaki yang beragama Hindu berdoa memohon keselamatan sebelum tiba di Pura Pucak Mangu di ketinggian 2096 MDPL.

Tak hanya pepohonan, kabut, dan suara binatang yang terlihat dan terdengar di sepanjang jalur pendakian. Ada juga rambu atau papan tanda ketinggian meter di atas permukaan laut (mdpl) dan empat papan tanda pos yang terpampang di sepanjang jalur pendakian.

Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali, Senin (9/10/2024). (Aryo Mahendro/detikBali)Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

Sekitar dua jam mendaki, di ketinggian sekitar 1.700 MDPL, detikBali akhirnya sampai di Pura Pesiraman. Selain tempat sembahyang, pura itu juga jadi sumber mata air bagi warga atau pendaki yang kehausan.

“Itu Pura Pesiraman. Tempat sumber air ada di sana. Tapi, karena sekarang musim kemarau (airnya) habis,” kata Sujana.

Meski menyuguhkan pemandangan eksotis nan mistis, banyak papan tanda ketinggian mdpl yang terpasang di sepanjang jalur itu rusak. Mulai papan tanda 100 mdpl hingga 1.850 mdpl, terlihat rusak dan banyak coretan sehingga tak terbaca.

Sujana mengatakan wajar bila rambu tanpa ketinggian itu kondisinya rusak. Jalur pendakian itu memang ramai oleh warga yang mendaki ke Pura Pucak Mangu hanya saat perayaan keagamaan Hindu atau upacara adat lain.

“Karena sebenarnya, jalur itu disakralkan. Bukan untuk pendaki. Boleh mendaki, tapi harus ada izin pariwisatanya. Tapi memang baru sedikit (pengunjungnya),” kata Sujana.’

Meski tidak sepenuhnya tertutup untuk umum, warga atau wisatawan, masih diperbolehkan mendaki dan berkunjung ke Pura Pucak Mangu. Sujana mengingatkan warga atau wisatawan wajib lapor ke bendesa adat setempat sebelum melakukan pendakian.

“Karena kalau nggak izin, khawatir orangnya nggak selamat. Jadi, untuk keamanan bersama, pendaki harus izin. Nanti kami sediakan pemandu khusus supaya nggak tersesat,” jelasnya.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Bertualang Mendaki Gunung Egon yang Menakjubkan



Sikka

Terletak di Sikka, NTT ada sebuah gunung yang menanti untuk ditaklukkan. Gunung Egon namanya. Pemandangan gunung ini begitu menakjubkan. Sudah pernah ke sini?

Gunung Egon berdiri kokoh dengan ketinggian 1.703 meter di atas permukaan laut. Sebagai salah satu gunung berapi aktif di Pulau Flores, gunung Egon menarik perhatian pendaki dan wisatawan yang ingin menikmati petualangan alam yang menantang dan pemandangan menakjubkan.

Gunung Egon berjarak sekitar tiga puluh kilometer dari pusat kota Maumere, menjadikannya cukup mudah dijangkau, meskipun tidak ada transportasi umum langsung menuju base camp.


Pengunjung biasanya menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan untuk mencapai kaki gunung. Dari Maumere, perjalanan menuju basecamp di Waigete membutuhkan waktu sekitar satu jam melalui jalan utama ke arah Larantuka.

Jalur Pendakian Gunung Egon

Gunung Egon menawarkan dua jalur pendakian utama: jalur Desa Blindit dan jalur Inerie.

· Jalur Desa Blindit

Jalur ini cocok bagi Anda yang siap menghadapi tantangan fisik yang cukup berat. Pendakian dimulai dengan melalui jalan setapak di hutan, diikuti oleh jalur berbatu yang cukup terjal. Pendakian melalui Desa Blindit membutuhkan stamina ekstra, namun sepadan dengan suasana alami yang menenangkan sepanjang jalan.

· Jalur Inerie

Alternatif lain adalah jalur Inerie, yang meskipun lebih panjang, menawarkan lintasan zig-zag yang lebih bersahabat bagi pendaki pemula. Jalur ini memungkinkan Anda menikmati pemandangan indah dan sedikit lebih aman karena tidak terlalu curam seperti jalur Desa Blindit.

Kedua jalur itu akan membawa para pendaki melewati lereng-lereng berbatu dan area keramat yang dijaga dan dihormati oleh penduduk setempat.

Disambut Kekayaan Flora Fauna Gunung Egon

Di sekitar kawah Gunung Egon, Anda akan menemukan tanaman khas seperti santigi gunung (Vaccinium varingifolium), tumbuhan perdu yang tumbuh pada ketinggian di atas 1.000 meter.

Dengan daun kecil dan pucuk berwarna merah muda hingga merah, tanaman ini menambah keindahan alam sekitar bebatuan dan kawah. Selama perjalanan, kicauan burung dan angin sejuk yang berhembus akan menemani pendakian, memberi semangat ekstra bagi para pendaki.

Pemandangan Menakjubkan Kawah Gunung Egon

Setibanya di puncak, pendaki akan disuguhi panorama luar biasa dari Teluk Maumere dan pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitarnya. Aroma belerang mulai tercium ketika Anda semakin dekat dengan kawah, yang memperlihatkan kepulan asap hasil aktivitas vulkanik.

Kawah besar yang terbentuk akibat letusan masa lalu ini dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi, menambah kesan megah dari pemandangan alam yang ditawarkan Gunung Egon.

Tips Mendaki Gunung Egon

Pendakian ke puncak tertinggi gunung Egon disarankan bagi mereka yang telah memiliki dasar dalam mendaki gunung atau pengalaman climbing, karena rute menuju puncak cukup terjal dan mengharuskan pendaki untuk memanjat batuan.

Pemandu lokal biasanya akan mengingatkan pengunjung untuk menghormati area-area tertentu yang dianggap keramat, serta mengikuti jalur yang aman guna menjaga keselamatan selama pendakian.

Namun karena situasi gunung Lewotobi Laki-laki yang sedang erupsi, sebaiknya traveler menunda untuk mendaki gunung Egon sampai situasi dirasa aman ya.

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango Naik, Ini Daftar Rinciannya


Jakarta

Biaya pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) naik per 30 Oktober 2024 kemarin. Penetapan tarif barunya berlaku untuk pendakian, wisata alam, hingga berkemah.

Pembaruan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2024, SK Kepala BBTNGGP nomor SK.276/BBTNGGP/tek/B/10/2024.

Informasi penyesuaian tarif tersebut dibagikan oleh akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango @bbtn_gn_gedepangrango pada (30/10/2024). Berikut rinciannya.


1. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Cibodas & Gunung Putri)

Senin-Jumat (Weekday)

Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 22 ribu

Warga Negara Asing (WNA)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari) : Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp32 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp12 ribu

Sabtu – Minggu (Weekend)

WNI

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 92 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 32 ribu

WNA

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 62 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
  • Wisata alam (1 hari): 17 ribu

2. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Selabintana)

Senin-Jumat (Weekday)

WNI

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 32 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 12 ribu

WNA

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 315 ribu
  • Wisata alam (1 hari) : Rp 155 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 22 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 7 ribu

Sabtu – Minggu (Weekend)

WNI

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 92 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 17 ribu

WNA

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 62 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 27 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 9,5 ribu

3. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Mandalawangi & Resort Situgunung)

Senin-Jumat (Weekday)

WNI

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 22 ribu

WNA

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari) : Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 32 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 12 ribu

Sabtu – Minggu (Weekend)

WNI

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 32 ribu

WNA

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 17 ribu

Harga yang tertera di atas sudah termasuk tiket masuk, pungutan kemah/pendakian, dan asuransi. Sementara, untuk pungutan penggunaan atau menerbangkan drone berada di tarif Rp 2 juta per unit/per hari.

Biaya Parkir Kendaraan Gunung Gede Pangrango

  • Kendaraan roda dua : rp 5 ribu per hari
  • Kendaraan roda empat: Rp 10 ribu per hari
  • Kendaraan roda enam/bus: Rp 50 ribu per hari
  • Sepeda: Rp 2 ribu per hari.

Jalur Pendakian Gunung Gede

Terdapat 3 jalur pendakian Gunung Gede, yaitu via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Dengan pembagian kuota 300 untuk pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, dan 100 via Selabintana.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Cara Booking Online Pendakian Gunung Gede TNGGP


Jakarta

Prosedur pendakian Gunung Gede diawali dengan booking online untuk menjamin keselamatan pendaki hingga puncak. Booking juga memastikan pendaki tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Pendakian Gunung Gede dibuka kembali sejak 22 April 2025, setelah sebelumnya ditutup akibat peningkatan gempa vulkanik di lokasi tersebut. Tentunya, pendaki wajib taat aturan untuk menjamin keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Cara Booking Online Pendakian Gunung Gede

Dikutip dari laman resminya, tahapan booking online terdiri dari:


  1. Klik menu Pendaftaran Pendakian di situs resmi TNGGP
  2. Pahami ketentuan, kewajiban, dan larangan bagi setiap pendaki
  3. Klik form ketentuan sanksi sebagai bukti persetujuan atas syarat tersebut
  4. Pilih hari dan tanggal pendakian serta pintu masuknya
  5. Pastikan kuota di tanggal dan pintu masuk pilihan belum penuh
  6. Isi form pendakian dengan jujur dan lengkap (tujuan, tanggal dan pintu masuk serta keluar, nomor HP dan email aktif penerima data tiket)
  7. Klik Simpan dan Lanjutkan
  8. Lengkapi data pendaki dan biodata anggota tim, dengan satu kelompok minimal terdiri dari 3 orang dan maksimal 10 pendaki
  9. Bayar tiket sesuai aturan yang berlaku
  10. Download dan cetak bukti pendaftaran booking online pendakian Gunung Gede.

Tiket Pendakian Gunung Gede

Harga tiket pendakian Gunung Gede adalah:

  • WNI di hari kerja: Rp 72 ribu
  • WNI di hari libur: Rp 92 ribu
  • Pelajar WNI di hari kerja: Rp 52 ribu
  • Pelajar WNI di hari libur: Rp 62 ribu
  • WNA di hari kerja: Rp 435 ribu
  • WNA di hari libur: Rp 435 ribu.

Tarif tiket sudah termasuk asuransi dan tidak dapat dikembalikan jika sudah dibayar.

Sebelum membayar, para calon pendaki wajib menyelesaikan proses pendaftaran dan menyertakan identitas legal. Identitas yang dilengkapi nomor ID ini bisa berupa KTP, paspor, atau KK bagi yang berusia kurang dari 17 tahun.

Kuota Pintu Masuk dan Keluar Pendakian Gunung Gede

Jalur masuk dan keluar Gunung Gede terdiri dari:

  • Pintu Cibodas: kuota 300.
  • Pintu Gunung Putri: kuota 200.
  • Pintu Selabintana: kuota 100.

Pendaki Gunung Gede wajib lapor pada petugas di pintu masuk sebelum melakukan naik paling lambat pukul 14.00 di hari kerja dan 16.00 saat libur. Setelah berada di pintu keluar, pendaki harus kembali lapor petugas paling lambat pukul 16.00 di hari kerja dan 18.00 saat libur.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Selo, Gerbang Pendakian ke Gunung Merapi



Boyolali

Selo di Boyolali dikenal sebagai pintu gerbang pendakian ke gunung Merapi. Mari mengenal lebih dekat jalur pendakian ini:

Selo adalah nama salah satu kecamatan di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bagi para pendaki, Selo adalah pintu gerbang pendakian ke beberapa gunung sekaligus, mulai dari gunung Merbabu hingga Merapi.

Di Selo, ada basecamp yang kerap disambangi para pendaki sebelum mulai mendaki gunung Merapi. Meski saat ini pendakian gunung Merapi masih ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tapi tidak ada salahnya mengenal jalur pendakian Selo.


Jalur pendakian gunung Merapi via Selo dikenal memiliki lintasan terpendek. Trek awal yang harus pendaki lalui adalah jalan aspal yang tidak begitu panjang, tapi cukup menguras tenaga.

Setelah melewati gardu pandang New Selo, para pendaki akan memasuki jalur pendakian yang didominasi oleh ladang penduduk. Saat sampai batas ladang, kalian akan disambut oleh gerbang pendakian gunung Merapi.

Traveler harus melanjutkan perjalanan sampai ke Patok 1 atau Pos 1 Merapi. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Pos Joglo II di atas desa Plalangan.

Jalur ini punya medan yang terus menanjak dan hanya dapat dilalui oleh satu orang pendaki saja. Di pos 2, para pendaki bisa mendirikan tenda untuk beristirahat.

Selepas pos 2, para pendaki akan sampai di batas vegetasi. Artinya, kalian tidak bisa menjumpai pepohonan, yang ada hanya bebatuan besar. Itu tandanya kalian sudah dekat dengan pos berikutnya yaitu Pasar Bubrah.

Di Pasar Bubrah, para pendaki bisa melihat Puncak Gunung Merapi yang menjulang tinggi. Di pos inilah batas aman pendakian Gunung Merapi. Setelah pasar Bubrah, pendaki akan mendaki sampai ke puncak.

Pendakian ke puncak gunung Merapi saat ini masih dilarang untuk dilakukan. Gunung Merapi sampai saat ini adalah siaga (level III).

Pada level ini, potensi bahayanya antara lain guguran lava dan awan panas, meliputi Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km; Sungai Woro maksimal 3 km; dan Sungai Gendol 5 km.

Di samping itu, lontaran material vulkanik dapat menjangkau sejauh 3 km dari puncak jika ada letusan eksplosif.

Pihak Taman Nasional Gunung Merapi pun sudah memasang papan larangan pendakian di pintu masuk pendakian Selo, serta mengecek berkala jalur pendakian.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com