Tag Archives: pendidikan

Pandu Sjahrir Bicara Pilihan Anak Muda Lanjut S2 Atau Beli Rumah, Ini Katanya



Jakarta

Di usia muda dan sudah berpenghasilan terkadang kita dihadapkan pada beberapa pilihan. Misalnya ingin melanjutkan pendidikan atau menabung untuk miliki hunian sendiri agar lebih mandiri.

Dua pilihan ini sama-sama menguntungkan di masa depan, tetapi tentu masih bisa dipertimbangkan dari skala prioritas masing-masing.

Bagi kalian yang masih bingung, Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Pandu Patria Sjahrir, memberikan sedikit pandangannya tentang dua pilihan tersebut.


Ia mengaku pertama kali membeli rumah pada usia 40 tahun. Namun sebelum membelikan untuk dirinya sendiri, Pandu telah menghadiahkan sebuah rumah untuk ibunya di usia 34 tahun dengan sistem pembayaran KPR atau cicilan.

Keponakan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ini menambahkan rumah pertama untuk ibunya yang dia beli sekitar tahun 2013 masih tergolong murah pada saat itu.

“Jadi buat anak-anak muda masih ada waktu lah, yang penting Anda investasi. Kalau misalkan Anda baru lulus sekolah, bagaimana nabung untuk nanti bisa S2 karena saya sangat percaya pada education (pendidikan),” katanya, dikutip dari akun Instagramnya @pandusjahrir, Jumat (29/3/2024).

Meskipun pandangannya ini tidak bisa dipukul rata, sebab setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Menurutnya yang terpenting adalah memiliki tujuan dalam hidup termasuk soal keuangan.

Salah satu cara untuk mencapai keuangan yang stabil dalam 10 tahun ke depan adalah dengan mulai membeli saham-saham blue chip. Sebagai informasi, mengutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saham blue chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi yang kuat, jejak keuangan yang stabil, dan sejarah pertumbuhan yang konsisten.

“Jangan naikin kualitas hidup untuk spending, untuk membeli barang atau apa. Kalau Anda bisa investasi di pasar modal, beli saham-saham blue chip, Anda beli aja koleksi, beli bond. Karena pendapatan pasti akan naik,” ujar Pandu.

Setelah itu utamakan untuk melanjutkan pendidikan, bagi yang baru lulus SMA lanjut kuliah S1 atau setelah S1 lanjut S2. Menurutnya pendidikan dapat membuat diri seseorang lebih kaya dan memiliki nilai tambah.

Baru di akhir mencoba membeli rumah untuk hunian dan investasi. Sebab, target pasar properti Indonesia ada perbedaan perlakuan. Bagi masyarakat kelas menengah ke atas tentu, pilihannya adalah membeli rumah komersial yang harganya cukup tinggi sehingga membutuhkan modal yang besar.

Sementara untuk masyarakat menengah ke bawah banyak mendapatkan bantuan. Salah satunya adalah adanya bantuan rumah subsidi dari pemerintah dengan harga di bawah Rp 400 juta dengan jumlah unit terbatas.

“Karena menurut saya, pasar Indonesia untuk kelas menengah atas tidak kondusif. Beda ya kalau menengah bawah, kalau menengah bawah sangat dibantu. Jadi kalau Anda ingin membeli rumah dan baru menengah bawah, fine (boleh). Jadi tergantung Anda tinggal di mana, hidup di mana, jadi lihat sisi income dari rumah tersebut opportunity cost-nya apa. Tapi buat yang muda, invest diri kalian dulu deh, sebelum pikir untuk beli rumah,” pungkas Pandu.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Begini Cara Cegah dan Hilangkan Karat pada Pagar Besi


Jakarta

Pagar dari besi merupakan salah satu jenis material pagar yang banyak dipakai selain kayu, beton, atau aluminium. Hal ini dikarenakan besi cukup kokoh, mudah untuk digeser, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, ada satu kekurangan dari besi yakni mudah berkarat.

Besi yang berkarat biasanya disebabkan oleh air dan perubahan suhu. Dikutip dari Modul Biologi Kelas XII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat.

Lalu pagar yang biasanya di luar, tentu rentan terkena air hujan, di dalam air hujan ini terdapat elektrolit yakni asam yang dapat menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga muncul karat.


Saat ini telah terdapat banyak inovasi untuk mencegah besi berkarat lebih cepat. Dengan begitu, besi akan tetap tampak baru, tidak keropos, dan tidak memudar warnanya. Salah satu caranya adalah dengan melapisinya dengan cat khusus untuk pagar yang bisa memberikan perlindungan anti karat.

Dilansir Aberdeen Gate, berikut cara mencegah pagar berkarat.

1. Bersihkan Permukaan Pagar Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

Besi sebelum dilapisi dengan cat sebaiknya dikikis atau diampelas tersebut lebih dahulu. Siapkan alat sikat kawat dan kikir untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas.

Siapkan pula roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

2. Menghilangkan Karat pada Besi

Apabila pagar yang hendak dicat adalah pagar yang sudah berkarat, besi tersebut masih bisa ditolong. Caranya dengan menyiapkan cairan kimia seperti asam fosfat yang dioleskan pada permukaan besi yang berkarat, lalu didiamkan selama 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker untuk mencegah menghirup uap cat tersebut yang mungkin mengandung timbal.

3. Cat Permukaan Besi

Setelah permukaan besi bersih, sekarang besi siap untuk dicat. Untuk mengecatnya, perlu menyiapkan dua jenis cat yakni cat primer sebagai dasar dan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini.

Pastikan pemilik pagar memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

Sebagai catatan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Pameran Seni Budaya China yang Menawan di Galeri Nasional



Jakarta

Pameran seni China digeber di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta mulai 6 September hingga 7 Oktober 2024. Beragam karya seni dipamerkan di sana.

Pameran seni tradisional China itu diselenggarakan oleh Shanghai Art Collection Museum bersama Indonesia Heritage Agency (IHA), Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Pameran itu bertajuk ‘Irama Baru Jalur Sutra Maritim’. Sebanyak kurang lebih 80 karya dari sekitar 50 seniman asal China ambil bagian dalam pameran tersebut.


detikTravel menilik satu per satu karya tersebut pada Rabu (11/9/2024). Karya seni yang dipajang di galeri itu bukan hanya lukisan, tetapi juga terdapat karya seperti patung, paper cut hingga kerajinan sulam.

Gallery sitter, Divan, menjelaskan pameran di Galeri Nasional itu menjadi titik keempat yang disinggahi Shanghai Art Collection Museum. Dia mengatakan pameran itu untuk memperkenalkan lebih luas lagi seni asli yang berangkat dari tradisi di sana.

“(Tujuannya) untuk mengenalkan seni rupa China kepada dunia terutama yang berangkat dari kerajinan atau keahlian asli dari China itu sendiri, terutama di Shanghai. Ini adalah pameran stop keempat setelah sebelumnya merek dari Mesir, Turki, dan Slovakia jadi ini adalah sebuah tur global besar,” ujarnya kepada detikTravel.

Pameran Seni Budaya China di Galeri NasionalPameran Seni Budaya China di Galeri Nasional (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Sebanyak 80 karya yang dipamerkan di sana terbagi menjadi empat bagian. Divan menerangkan dari empat bagian tersebut memiliki keunikannya masing-masing, salah satunya distrik di Shanghai yang bernama Jinzhan.

Warga di sana memiliki kebiasaan untuk melukis sehingga karya dari warga distrik tersebut mempunyai ciri khas tersendiri.

“Bagian pertama ada karya-karya yang berangkat dari kerajinan China secara keseluruhan, kemudian karya dari Shanghai secara spesifik. Ada yang terinspirasi dari Peking Opera, dan karya dari salah satu distrik di Shanghai yaitu Jinzhan, di mana para petani di sana memiliki kebiasaan atau culture melukis,” kata dia.

Pameran Seni Budaya China di Galeri NasionalPameran Seni Budaya China di Galeri Nasional (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Sembari berkeliling terdapat salah satu karya yang sangat indah dan berbeda, dari jauh terlihat seperti lukisan biasa. Namun ketika ditelisik lebih dekat lukisan itu tak menggunakan cat, melainkan disulam menggunakan benang di medium kertas.

Divan menerangkan karya tersebut juga jadi satu dari beberapa favoritnya di pameran ini. Karya yang bergambar bunga teratai itu merupakan hasil tangan seniman bernama Gu Yuchun dan Gu Zipeng.

“Menurut saya yang paling berkesan itu adalah karya berjudul ‘Bunga Teratai dan Embun’ karya Gu Yuchun dan Gu Zipeng, itu adalah keluarga marga Gu yang mengembangkan teknik menyulam di atas kertas,” ujarnya.

“Jadi kertasnya mereka sudah buat sendiri dan mereka sudah tahu keahlian khusus yang dibutuhkan untuk membuat karya yang benar-benar masif dan berimbas,” dia menambahkan.

Pameran seni tradisional China ini berlangsung sejak 6 September hingga 7 Oktober 2024 mendatang. Buka setiap hari dari jam 09.00 sampai 19.00 WIB. Untuk bisa menyaksikan pameran ini, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 per orang.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mau Museum Date di Kebumen? Ini Hidden Gem yang Patut Didatangi



Kebumen

Traveler mau museum date di Kebumen? Tempat satu ini patut untuk didatangi karena bisa dibilang Hidden Gem. Penasaran?

Di Kebumen, ada Roemah Martha Tilaar yang cocok dijadikan sebagai lokasi museum date. Seperti namanya, Roemah Martha Tilaar diambil dari sosok bernama Martha Tilaar yang merupakan pengusaha di bidang kecantikan yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Roemah Martha Tilaar merupakan sebuah bangunan yang berwujud museum dan berisikan galeri hingga ruang terbuka yang bisa diakses oleh para pengunjung. Tidak hanya itu saja, ada berbagai daya tarik yang dapat ditemukan oleh pengunjung.


Sejarah Roemah Martha Tilaar

Dikutip dari laman resmi Museum Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Roemah Martha Tilaar pertama kali diresmikan pada 6 Desember 2014.

Museum tersebut dimiliki oleh Martha Tilaar Group. Namun demikian, pengelolaan Roemah Martha Tilaar melibatkan Yayasan Warisan Budaya Gombong.

Sebelum dijadikan sebagai museum yang berisikan galeri hingga ruang terbuka, Roemah Martha Tilaar merupakan kediaman milik keluarga besar Liam Siaw Law yang telah dibangun sejak tahun 1920 silam.

Keluarga Liam Siaw Law atau yang lebih dikenal sebagai Baba Solam merupakan orang-orang yang menekuni bidang usaha. Bahkan keluarga tersebut dikenal sebagai pengusaha Tionghoa yang berhasil di wilayah Gombong, Kebumen.

Rumah ini pun menjadi saksi Martha Tilaar untuk tumbuh sebagai pengusaha yang bergerak di bidang kecantikan. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga dapat melihat lebih dekat berbagai pernak-pernik dan benda antik yang dipajang dengan kondisi baik di dalam museum ini.

Memiliki Arsitektur Eropa

Roemah Martha Tilaar menampilkan arsitektur Eropa yang kental yang dipadukan dengan gaya Jawa sekaligus Tionghoa. Inilah yang membuat Roemah Martha Tilaar terlihat sangat artistik dan klasik yang sangat cocok untuk diabadikan di dalam sebuah jepretan foto.

Saat masuk ke dalam bangunan museum, mata pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai pernak-pernik hingga barang antik yang masih terjaga dengan baik.

Sebut saja tempat tidur, lemari rias, toilet, hingga alat musik gramophone yang digunakan pada zaman dahulu. Tidak hanya itu saja, pada beberapa sudut ruangan juga dipajang beberapa foto keluarga Martha Tilaar dari masa ke masa.

Ingin menikmati keindahan Roemah Martha Tilaar sembari makan maupun minum? Pengunjung tidak perlu khawatir karena terdapat beberapa kafe yang dapat dijumpai di dalam bangunan ini.

Oleh karena itu, pengunjung dapat berlama-lama untuk menikmati berbagai daya tarik yang ditawarkan oleh Roemah Martha Tilaar sembari menikmati minuman maupun makanan yang dapat dipesan di kafe.

Harga Tiket dan Jam Buka Roemah Martha Tilaar

Untuk mengunjungi Roemah Martha Tilaar, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Roemah Martha Tilaar tidak buka setiap hari.

Museum ini buka pada hari Selasa hingga Minggu saja, sehingga hari Senin tutup. Jam buka Roemah Martha Tilaar mulai dari pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 16.00 WIB.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Tiga Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928


Jakarta

Ikrar Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 menjadi bagian dari perjuangan bangsa Indonesia untuk menumbuhkan semangat persatuan melawan kolonialisme. Ikrar ini merupakan rumusan hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di tiga tempat berbeda.

Kongres Pemuda II diketahui dibagi menjadi tiga kali rapat, yang masing-masingnya digelar di lokasi berbeda di Jakarta. Di mana saja itu?

3 Lokasi Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Mengutip buku Sejarah Pergerakan Nasional oleh Fajriudin Muttaqin dan Wahyu Iryana, berikut tempat bersejarah lahirnya Sumpah Pemuda


1. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB)

Sidang pertama Kongres Pemuda II dilangsungkan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 silam. Lokasi rapatnya digelar di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein Noord. Kini, gedung yang terletak di kawasan Lapangan Banteng tersebut difungsikan sebagai Sekolah Santa Ursula.

Kala itu, rapat dibuka oleh ketua kongres yaitu Sugondo Djojopospito dengan menjelaskan sejarah pergerakan bangsa Indonesia. Mulai dari kemunculan organisasi Budi Utomo hingga perkumpulan pemuda yang bersifat kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan Jong Ambon.

2. Gedung Oost Java Bioscoop

Tempat sidang kedua pada 28 Oktober 1928 yaitu Gedung Oost Java Bioscoop, Koningsplein Noord. Isi rapatnya membahas soal pendidikan Indonesia yang masih harus diperbaiki dan memiliki sistem tersendiri.

Gedung tersebut dahulu lokasinya berada di Jalan Medan Merdeka Utara atau sekitaran Istana Negara dan Mahkamah Agung. Sayangnya, gedung bersejarah ini sekarang sudah tidak berdiri lagi.

3. Gedung Indonesische Clubgebouw

Lokasi ketiga pertemuan Kongres Pemuda II adalah Gedung Indonesische Clubgebouw. Di sidang terakhir ini, hasil rumusan yang berupa ikrar Sumpah Pemuda diumumkan.

Gedung Indonesische Clubgebouw terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat. Kini gedungnya dialihfungsikan menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Dilansir situs Kemdikbud, gedung tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada 10 Januari 1972. Gedung Indonesische Clubgebouw diberi pemugaran dan diresmikan pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda.

Hingga akhirnya, gedung tersebut ditetapkan sebagai Museum Sumpah Pemuda pada 7 Februari 1983 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di museum ini, traveler dapat melihat berbagai koleksi bersejarah yang berkaitan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda. Mulai dari catatan hasil Kongres Pemuda, Monumen Persatuan Pemuda, hingga patung para tokoh perumus ikrar ini. Biola milik WR Soepratman yang digunakan untuk memainkan lagu Indonesia Raya pertama kalinya saat penutupan Kongres Pemuda II juga dapat dilihat di sana.

Jika tertarik berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda, detikers dapat datang di hari Selasa-Minggu dari jam 08.00-16.00 WIB. Tiket masuknya juga sangat terjangkau, Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Daftar Perpustakaan di Jakarta, Bakal Buka Sampai Malam


Jakarta

Perpustakaan di Jakarta buka sampai malam mendapat sorotan masyarakat. Kebijakan ini disambut hangat warga, yang berharap punya tempat healing baru usai bekerja.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan, perpustakaan akan buka hingga pukul 23.00 WIB. Jadwal buka ini lebih panjang dari sebelumnya, yang hanya tersedia hingga pukul 17.00 WIB.

Daftar Perpustakaan di Jakarta

Dikutip dari situs Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jakarta, tersedia ratusan perpustakaan di wilayah ini. Sebagian besar dikelola sekolah, petugas ruang publik, atau fasilitas umum lain.


Sementara beberapa perpustakaan lain dikelola langsung pemerintah provinsi dan suku dinas. Berikut daftarnya dikutip dari media sosial dan situs perpustakaan terkait

1. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-15.00.

Alamat:

  • Jl. Gandaria Tengah V/3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

2. Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin

Jadwal buka:

  • Senin-Kamis: 09.00-17.00
  • Jumat: 09.00-20.00 dengan jadwal check-in tutup sementara jam 11.30-13.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-22.00.

Alamat:

  • Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya Nomor 73, RT 08/RW 02, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

3. Perpustakaan Jakarta Pusat

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00.

Alamat:

  • Jl. Tanah Abang I Nomor 1, RT 11/RW 08, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

4. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

Alamat:

  • Jl. Raya Gereja Tugu Nomor 21, RT 07/RW 06, Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

5. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Barat

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

Alamat:

  • Jl. Tanjung Duren Barat Nomor 36, Jakarta Barat.

6. Perpustakaan Jakarta Timur

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

Alamat:

  • Jl. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga, Jakarta Timur.

7. Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

Jadwal buka:

Alamat:

  • JL. Perintis Kemerdekaan Nomor 1, Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Terkait jadwal buka perpustakaan di Jakarta sampai malam, travelers bisa update informasi terbaru di media sosial atau situs layanan terkait. Termasuk ketersediaan semua fasilitas di perpustakaan tersebut.

Selain menjadi tempat refreshing, layanan perpustakaan sampai malam diharapkan bisa memberi lebih banyak akses pendidikan. Khususnya siswa yang perlu buku, internet, dan sumber pustaka lainnya.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kisah ‘Kampung Dayak’ di Sukabumi, Hidup Nomaden Ikuti Pasang Surut Air Laut



Sukabumi

Di Sukabumi, ada kampung unik yang disebut ‘Kampung Dayak’. Jangan traveler bayangkan Dayak yang di Kalimantan ya. Istilah Dayak di sini lebih menunjukkan kehidupan warga nomaden mengikuti pasang surut air laut.

Kampung Dayak ini berada tidak jauh dari pesisir Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Disebut Kampung Dayak, karena dahulunya bermula dari kehidupan warga yang kerap berpindah-pindah tempat tinggal sementara, ketika air laut pasang.

Ketika air laut pasang, memaksa mereka meninggalkan rumah dan mencari tempat tinggal yang lebih aman.


“Sudah 23 tahun tinggal di sini, jadi merasakan enak dan tidak enaknya selama tinggal. Dahulu, air itu naik ke atas sampai masuk ke perkampungan. Kalau sudah begitu, akhirnya keluarga dibawa dulu mengungsi, ke rumah saudara atau ke tempat yang aman,” kata Lukman (65), warga Kampung Dayak saat berjumpa dengan tim detikcom tahun lalu.

Dayak di sini bukanlah istilah yang sama dengan salah satu suku di Kalimantan. Istilah kampung dayak berasal dari pola tinggal yang berpindah ketika situasi kampung tidak aman saat ditinggali. Nama kampung yang sebenarnya adalah Kampung Talanca.

“Sering pindah lalu balik lagi, makanya disebut Kampung Dayak mungkin ya,” kata Lukman seraya terkekeh.

Warga kampung ini menjalani kehidupan yang tidak mudah. Mayoritas dari mereka menggantungkan hidup pada hasil laut. Ketika musim ikan tiba, mereka berbondong-bondong melaut, menangkap ikan yang menjadi sumber penghidupan utama. Laut bagi mereka adalah sahabat yang penuh misteri.

Kadang ia murah hati memberikan hasil tangkapan melimpah. Namun di waktu lain, ia berubah menjadi lautan yang sunyi tanpa ikan.

“Kalau dulu iya ngambil ikan, ke laut pakai perahu congkreng. Kalau sekarang sudah enggak kuat, selain ikan sudah jarang sekarang lebih banyak mulung sampah saja. Hasilnya lumayan, walau usia sudah enggak muda lagi tapi buat nambah-nambah penghasilan,” tuturnya.

“Tinggal di sini dengan keluarga, asli Citereup Desa Loji, tinggal di sini sama anak-anak, cucu 10, kalau cicit 4. Soal pendidikan alhamdulillah pada sekolah semua,” sambungnya.

Kisah serupa juga dikisahkan Tami (65). Ia bercerita ketika ikan sulit didapat, warga kampung tidak tinggal diam. Mereka banting setir menjadi pemulung, mengais rezeki dari tumpukan rongsokan yang terbawa arus dan terdampar di pesisir Loji.

Di antara sampah yang terkumpul di pantai, mereka mencari barang-barang yang bisa dijual kembali, mulai dari logam hingga plastik, apapun yang bisa menghasilkan sedikit uang untuk menyambung hidup.

“Kalau misalkan tidak ada ikan, musim lagi jelek itu saya kepompong ngumpulin aqua botol gelas, mulung kayu. Sehari dapat kalau plastik bisa sampai berapa puluh kilogram. Nanti ada yang ngangkut,” kata Tami.

Tami menceritakan dia masih kuat melaut, kalau musim ikan dia bisa sampai semalaman mencari ikan.

“Masih kuat, cari ikannya kalau dapat macam-macam lah ada Layur, Selayang macam-macam,” lirihnya.

Meski kehidupan terombang-ambing oleh alam, Tami dan warga kampung lainnya tetap gigih dan tangguh. Mereka telah terbiasa dengan kerasnya kehidupan di pesisir, menerima perubahan musim dan pasang surut laut sebagai bagian dari kehidupan mereka yang sederhana.

“Kalau harapan, setiap hari kehidupan bisa lebih stabil dan sejahtera. Kami tetap yakin mungkin besok akan membawa keberuntungan yang lebih baik,” pungkasnya.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com