Tag Archives: pengembangan

Mending Beli Rumah Second Lalu Renovasi atau Beli Baru? Ini Pertimbangannya



Jakarta

Rumah tapak bisa dimiliki dengan berbagai cara, seperti dengan membeli baru dari pengembang atau membangun sendiri dari nol. Namun, ada opsi lain yakni membeli rumah second, lalu merenovasinya.

Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Ia menjelaskan penjual biasanya ingin menjual rumah dengan cepat sehingga mematok harga di bawah pasaran.

“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).


Selain itu, rumah second biasanya memiliki kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lama. Sedangkan rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Lokasi rumah yang strategis dan fasilitas yang lengkap tentu akan menguntungkan pemilik rumah. Dengan membeli rumah second akan disertai akses dan fasilitas yang lebih mendukung juga.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

Namun, pastikan memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Bila struktur bangunan rusak sampai perlu merobohkan rumah, maka sama saja dengan membangun rumah dari awal.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Menimbang Untung Rugi Beli Rumah Bekas atau Baru



Jakarta

Rumah merupakan salah satu kebutuhan bagi hampir seluruh orang. Namun, kendalanya tidak semua orang dapat membeli rumah terutama rumah baru. Alhasil ada yang memutuskan untuk mencari rumah bekas yang harganya lebih murah kemudian merenovasinya.

Namun, sebelum kamu memutuskan membeli rumah bekas atau menabung untuk membeli rumah baru, pertimbangkan dahulu dengan matang untung rugi keduanya. Kira-kira apakah membeli rumah bekas lalu merenovasinya akan lebih untung atau lebih baik membeli rumah baru?

Steve Sudijanto, Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management mengatakan dari segi harga membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Alasannya bukan karena rumah bekas atau telah dipakai, melainkan biasanya pemilik rumah ingin menjual rumah dengan cepat.


“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Kelebihan lainnya membeli rumah second biasanya lokasinya berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lebih lama. Misalnya sudah banyak tempat komersial, lalu lintas lebih ramai karena sudah banyak yang tinggal di sana, dan tersedia fasilitas umum yang lebih mudah dijangkau.

Kondisi ini mungkin akan berbeda dengan rumah baru. Biasanya rumah-rumah baru masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Namun, kondisi lingkungan di sekitar rumah ini bisa berbeda-beda, tergantung di mana kamu ingin tinggal. Maka, kamu perlu mencari lokasi yang strategis saat mencari rumah second ataupun baru agar saat mempertimbangkannya tetap mendapat pilihan terbaik.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

Pertimbangan selanjutnya adalah kamu harus memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Dengan begitu kamu dapat mempertimbangkan apakah rumah tersebut harus direnovasi atau tidak. Jika rumah second sudah murah dan tidak perlu direnovasi maka pengeluaranmu tidak banyak.

Hal yang sama juga berlaku untuk rumah baru. Meski biasanya memang memiliki ketahanan yang bagus karena baru selesai dibangun, tetapi kamu tetap harus mengeceknya seperti kondisi atap bocor atau tidak, kondisi airnya, pada siang hari panas atau tidak, cek potensi jamur dan rayap, dan kondisi saluran pembuangan.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Perbedaan Kompor Listrik dan Induksi, Mending yang Mana?


Jakarta

Saat ini, semakin banyak orang yang beralih dari kompor gas ke kompor listrik atau induksi karena alasan efisiensi dan keamanan. Keduanya memang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas, tetapi cara kerja dan efisiensinya berbeda.

Kompor listrik bekerja dengan memanaskan elemen pemanas yang kemudian menghantarkan panas ke peralatan masak. Sementara itu, kompor induksi menggunakan teknologi elektromagnetik yang langsung memanaskan wadah masak tanpa membuat permukaannya panas. Perbedaan ini berpengaruh pada konsumsi energi, kecepatan memasak, dan jenis peralatan masak yang bisa digunakan.

Meski sekilas keduanya terlihat sama, ternyata prinsip dan cara kerja kompor listrik maupun induksi berbeda. Lalu, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah tangga masa kini?


Pengertian dan Cara Kerja Kompor Listrik

Disadur dari berbagai laman perusahaan merek peralatan rumah tangga, kompor listrik bekerja dengan mengalirkan arus listrik melalui kumparan logam yang terletak di bawah permukaan kaca atau keramik sebagai perantara.

Arus listrik tersebut menghasilkan panas akibat hambatan listrik dalam kumparan, kemudian panas tersebut ditransfer ke peralatan masak menggunakan teknologi infra merah. Anita Rahmatia dan Putri Dwimirnani menjelaskan dalam buku Menata Dapur Minimalis, kompor listrik menggunakan tenaga listrik sebagai sumber utama untuk menghasilkan panas.

Seperti kompor gas, kompor listrik juga berfungsi untuk memasak, tetapi memiliki keunggulan dalam efisiensi energi dan keamanan karena tidak menghasilkan api terbuka. Permukaannya tetap dingin kecuali pada bagian piringan pemanas.

Buku tersebut juga menyebutkan bahwa kompor listrik pertama kali diciptakan pada tahun 1892 dan diperkenalkan dalam sebuah pameran di Ottawa. Dibandingkan dengan kompor gas, kompor listrik lebih unggul dalam hal kemudahan perawatan, karena materialnya yang halus membuatnya lebih mudah dibersihkan.

Pengertian dan Cara Kerja Kompor Induksi

Saat ini, kompor induksi juga semakin banyak digunakan di dapur rumah tangga. Berbeda dari kompor listrik, kompor induksi memanfaatkan elektromagnet sebagai sumber panasnya, bukan kumparan logam.

Arus listrik yang mengalir melalui cincin elektromagnetik akan menghasilkan medan magnet, yang kemudian secara langsung memanaskan panci atau wajan tanpa memerlukan perantara. Panas dihasilkan melalui induksi gelombang elektromagnetik, sehingga kompor ini hanya dapat berfungsi dengan peralatan memasak yang memiliki lapisan feromagnetik di bagian bawahnya.

Karena sistem pemanasannya yang unik, kompor induksi memerlukan peralatan masak khusus agar dapat bekerja secara optimal. Panci atau wajan yang digunakan harus memiliki dasar datar dan mengandung bahan magnetik sebagai penghantar panas. Wajan biasa tidak dapat digunakan pada kompor induksi karena tidak memiliki lapisan magnet yang diperlukan untuk mengkonduksi panas.

Menurut laman CNet, cara kerja kompor listrik dan induksi memiliki perbedaan mendasar. Kompor listrik mentransfer panas dari elemen pemanas ke panci melalui konduksi, sedangkan kompor induksi menggunakan elemen magnetik yang langsung memberikan energi panas ke peralatan masak berbahan logam. Hal ini memungkinkan panas menyebar lebih merata ke seluruh permukaan panci atau wajan.

Perbedaan Kompor Listrik dan Kompor Induksi

Meskipun kompor induksi masih dipandang sebagai kompor eksklusif, kompor listrik sudah digunakan sejak lama dan tetap menjadi pilihan banyak orang. Tapi agar lebih yakin lagi, berikut perbedaan kompor listrik dan induksi dirangkum dari laman Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, CNet, dan buku karya Anita Rahmatia:

1. Harga dan Kemudahan Pemasangan

Kompor listrik umumnya lebih terjangkau dibandingkan kompor induksi. Selain itu, penggunaannya juga lebih fleksibel karena bisa digunakan dengan berbagai jenis peralatan masak, termasuk panci dan wajan yang biasa digunakan pada kompor gas.

Keunggulan utama dari kompor ini adalah kesederhanaannya serta kemudahan dalam pemasangan. Kamu tidak perlu membeli peralatan khusus atau khawatir dengan biaya yang terlalu tinggi. Namun, penggunaan kompor listrik bisa lebih boros listrik karena membutuhkan daya yang lebih besar.

2. Efektivitas Panas

Perbedaan utama antara kompor listrik dan induksi terletak pada cara menghantarkan panas. Kompor listrik memanaskan alat masak melalui elemen pemanas yang dialiri listrik, sedangkan kompor induksi menggunakan medan elektromagnetik untuk langsung memanaskan panci atau wajan tanpa perantara.

Kemampuan kompor listrik memanfaatkan panas sisa, menjadi kelebihannya. Setelah dimatikan, permukaan kompor listrik masih tetap hangat, sehingga bisa digunakan untuk menjaga suhu makanan atau menyelesaikan proses memasak tanpa harus menyalakannya kembali.

Di lain sisi, kompor induksi lebih efisien dibandingkan kompor listrik karena menghasilkan panas yang lebih merata di seluruh permukaan alat masak. Selain itu, kompor induksi memiliki respons yang lebih cepat terhadap perubahan suhu, sehingga memasak menjadi lebih efektif.

3. Efisiensi Energi

Kompor induksi lebih efisien karena panas yang dihasilkan langsung ditransfer ke peralatan masak, dengan tingkat efisiensi mencapai 80-90%. Sebaliknya, kompor listrik hanya memiliki efisiensi sekitar 70% karena proses pemanasannya tidak langsung. Bahkan, kompor induksi bisa mendidihkan air dua kali lebih cepat dibandingkan kompor gas.

4. Keamanan

Keamanan juga menjadi salah satu keunggulan utama kompor induksi. Permukaannya tidak menjadi panas saat digunakan, kecuali panas sisa dari panci atau wajan. Selain itu, kompor ini hanya akan menyala jika ada peralatan masak berbahan logam di atasnya, sehingga risiko kecelakaan lebih kecil.

Kompor induksi lebih aman karena permukaannya tidak panas saat disentuh, sehingga mengurangi risiko luka bakar. Selain itu, beberapa model dilengkapi fitur otomatis yang dapat mengatur durasi memasak. Namun secara umum, kedua jenis kompor lebih aman dibandingkan kompor gas karena tidak menggunakan api terbuka.

5. Suhu Maksimal

Kompor listrik dapat mencapai suhu yang lebih tinggi, yakni sekitar 393°C, sementara kompor induksi memiliki suhu maksimal sekitar 351°C. Namun, kompor induksi lebih cepat dalam menurunkan suhu setelah digunakan, sementara kompor listrik membutuhkan waktu lebih lama untuk mendingin.

Hal ini mempengaruhi kemudahan perawatannya, sebab kompor induksi lebih mudah dibersihkan karena tidak perlu menunggu dingin terlebih dahulu. Sebaliknya, kompor listrik perlu didiamkan hingga dingin sebelum bisa dibersihkan untuk menghindari risiko luka bakar.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang perbedaan kompor listrik dan kompor induksi. Kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhanmu sehari-hari, ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Desa Cikaso, Potret Sukses Desa BRILiaN yang Bangkit dari Sawah hingga Wisata



Jakarta

Berada di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Desa Cikaso memiliki pesona tersembunyi dan segudang potensi alam dengan hamparan sawah yang memanjakan mata. Cek di sini destinasi wisata yang bisa disinggahi.

Berada di wilayah dataran rendah yaitu sekitar 500 mdpl, Desa Cikaso memiliki lahan subur yang banyak dimanfaatkan masyarakat menjadi lahan pertanian. Di bawah naungan BUMDesa Sangga Emas, Desa Cikaso memiliki sederet unit usaha masyarakat unggulan yang membuatnya menjadi desa mandiri.

Berbekal potensi utama lahan pertanian seluas 107 hektare dan lahan hortikultura seluas 42,5 hektare, warga pun berupaya melakukan pengolahan berbagai hasil bumi.


Desa itu juga sudah memiliki pabrik untuk menggoreng bawang dan pabrik pengolahan padi. Pabrik itu sejalan dengan program untuk menciptakan ketahanan pangan dari pemerintah sehingga kebutuhan beras untuk warga bisa diproduksi sendiri hingga 6 ton per bulan di lumbung desa.

Pertanian bawang juga menjadi salah satu hasil bumi unggulan yang berhasil dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Tanaman bawang diolah menjadi bawang goreng dipasarkan ke toko-toko setempat, pasar, dan secara online.

Desa Cikaso juga memiliki budi daya jamur tiram juga menjadi hasil pertanian unggulan di Desa Cikaso. Dikelola oleh kelompok usaha para petani yang juga di bawah naungan BUMDesa, hasil panen jamur tiram ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kuningan saja, tapi juga dikirim hingga ke kota lain seperti Brebes dan Jakarta.

Banyaknya warga Desa Cikaso yang mayoritas hidupnya berasal dari sektor pertanian membuat kebutuhan akan pupuk pertanian jadi hal yang sangat penting. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kelompok tani memproduksi pupuk hayati secara mandiri.

Selain hasil pertanian, BUMDesa Sangga Emas dengan cerdik menangkap peluang sektor pariwisata yang ada di Desa Cikaso. Sawah Lope menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat di sekitar.

Destinasi itu dikembangkan justru saat wabah Covid-19 melanda, yakni pada 2019. Saat itu, mobilitas warga desa terbatas dan ada imbauan untuk berjemur. Nah, kebutuhan itu dipenuhi dengan membentuk Sawah Lope.

Sawah Lope dibuat dengan konsep wisata pertanian yang dekat dengan alam. Dalam prosesnya Sawah Lope itu berkembang dengan memiliki membangun gazebo, restoran, permainan anak, dan kolam renang.

Seluruh potensi, potensi pertanian dan wisata yang dibangun warga tak hanya bermanfaat bagi desa, namun juga berhasil mendapatkan prestasi luar biasa. Salah satunya adalah Desa Cikaso berhasil menjadi runner-up Nugraha Karya Desa Brilian 2023.

Saat menerima penghargaan Ketua BUMDesa Sangga Emas Saparudin mengatakan bantuan dari BRI berperan penting dalam pengembangan dan pembangunan Desa Cikaso yang lebih maju. Apresiasi pengembangan desa dari BRI sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk mengembangkan bumi perkemahan seperti membangun villa dan gazebo, serta pembuatan kolam renang di Sawah Lope.

“Sampai saat ini kami juga tetap mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari BRI untuk menambah ilmu. Bagi saya, ini merupakan bantuan yang tak ternilai,” kata Saparudin.

Selain itu, ada juga bantuan sarana prasarana dari BRI untuk pengembangan BUMDesa dan klaster usaha di desa. Berkat seluruh bantuan ini, Desa Cikaso sudah mulai bertransformasi dalam dunia digital dengan membuat website desa CIKASO.GODESA.ID. Digitalisasi dalam keuangan juga didukung penuh oleh BRI dengan kehadiran agen BRILink dan agen UMi yang membantu transaksi keuangan warga.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

(fem/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Taman Benyamin Sueb, Tinggalan Cornelis Senen, Diresmikan Anis Baswedan



Jakarta

Nama dan pamor seniman asli Betawi Benyamin Sueb atau Bang Ben tak perlu diragukan lagi. Untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya dibuatlah Taman Benyamin Sueb yang terletak di Jatinegara, Jakarta Timur.

Taman Benyamin Sueb itu diresmikan pada 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan. Tujuan utama dari adanya taman ini tentunya bentuk apresiasi kepada Benyamin Sueb dan juga sebagai pusat pelestarian seni dan kebudayaan, wabil khusus budaya Betawi.

Bangunan Taman Benyamin Sueb ini dulunya merupakan bangunan peninggalan milik Meester Cornelis van Senen sekitar tahun 1625 hingga 1661. Saat Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda bekas kediaman Meester Cornelis itu didirikan tiga bangunan utama yang masih kokoh hingga saat ini.


“Awal mula bangunan ini adalah lahan seluas 6.500 meter persegi milik Meester Cornelis Senen dia seorang penginjil yang taat hingga dia dipercaya oleh Pemerintah Belanda untuk mengembangkan wilayah sini pada tahun 1625 kurang lebih. Setelah itu Cornelis meninggal, sekitar 200 tahun kemudian datang Daendels dan bangunan ini dibangun sekitar 1811,” kata pengelola Gedung Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kemudian dibangun ada tiga gedung yang pertama ini gedung tengah yang biasa kita sebut gedung A, kemudian gedung B untuk sekretariat PNS, kemudian gedung C dimanfaatkan untuk kantin saat ini. Dulu tempat ini digunakan untuk villa, tempat tinggal, untuk transit pedagang-pedagang pada zaman Daendels,” kata Sri saat kami berbincang di Gedung A.

Saat pendudukan Jepang, bangunan itu digunakan oleh tentara Jepang, mulai dari 1942-1950. Kemudian, nama kawasan yang asalnya beranama Meester Cornelis itu diganti menjadi Jatinegara karena dianggap terlalu kental dengan unsur Belanda.

“Bangunan ini dulu (era Jepang) dipakai sebagai markas tentara Jepang,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dilanjut tahun 1950-an bangunan itu menjadi markas Komando Militer Kota Jatinegara atau Komando Militer Kota Jakarta Raya 0505 Jatinegara. Dan berjalannya waktu, lanjut Heni bangunan eks Kodim 0505 ini di tahun 2018 menjadi Taman Benyamin Sueb.

Kini kawasan Taman Benyamin Sueb bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk mengenang jejak sang legenda Betawi tersebut. Seperti yang disebut di awal tadi, inisiasi adanya Gedung Taman Benyamin Sueb ini sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Betawi serta budaya daerah lainnya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja, dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” katanya.

Di kawasan ini juga terdapat museum yang menampilkan beberapa penghargaan yang diraih oleh Bang Ben dan juga beberapa peninggalan beliau seperti rilisan musik hingga wardrobe yang pernah ia kenakan dulu kala. Kemudian bangunan lainnya di area Taman Benyamin Sueb ini juga kerap dipakai untuk latihan oleh berbagai sanggar di Jakarta.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat detikTravel berkunjung ke Taman Benyamin Sueb ini terdapat sanggar tari yang tengah berlatih. Walaupun namanya taman tapi tak seperti taman-taman lainnya yang terdapat permainan untuk anak atau arena rekreasi, melainkan taman yang dimaksud di sini sebagai wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

Masyarakat yang ingin berkunjung ke museum di Taman Benyamin Sueb ini bisa dengan mudah menikmatinya tanpa dipungut biaya. Terletak tak jauh dari Stasiun Jatinegara di Jalan Jatinegara Timur Nomor 76, Jatinegara, Jakarta Timur dan buka mulai dari hari Selasa hingga Minggu sedari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB, tutup di hari Senin serta libur keagamaan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Benyamin Sueb Bekas Markas Kodim untuk Mengenang Legenda Betawi



Jakarta

Sebagai apresiasi terhadap pengaruh besar Benyamin Sueb, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap bekas Kodim 0505 Jatinegara menjadi Taman Benyamin Sueb. Kini, tempat tersebut menjadi tujuan wisata sekaligus menyimpan jejak-jejak karya Benyamin Sueb.

Jauh sebelum menjadi Taman Benyamin Sueb, atau pada 1625, bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Meester Cornelis Senen. Dia utusan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan yang ini dikenal sebagai Jatinegara.

Kemudian pada 1950-an bangunan itu menjadi markas Kodim 0505 Jatinegara. Kemudian, oleh Pemprov DKi saat dipimpin Anies Baswedan bangunan itu diresmikan sebagai Taman Benyamin Sueb, tepatnya pada 2018.


Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, menjelaskan selain sebagai apresiasi kepada sang seniman, taman itu juga menjadi keinginan Bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb. Dia pernah menyatakan keinginannya agar Jakarta memiliki wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja. Dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” kata Heni kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady)

Di Taman Benyamin Sueb itu bukan hanya terdiri dari area terbuka layaknya sebuah taman, tetapi juga terdapat kurang lebih enam bangunan. Yakni, Museum Benyamin Sueb, tiga bangunan yang merupakan peninggalan zaman dulu yang terletak di belakang museum dan juga di kanan-kiri museum. Kemudian, terdapat bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.

Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb. Ada penghargaan-penghargaan yang sempat ia peroleh dari segala bidang, lalu rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Heni mengatakan arsip dan foto-foto yang ada di museum itu merupakan mengatakan peninggalan Benyamin Sueb. Benda-benda yang ada di sana juga merupakan barang asli yang pernah dipakai oleh sang seniman.

Heni juga membeberkan museum itu baru saja mendapatkan koleksi teranyar, yakni sepeda ontel. Walaupun bukan sepeda yang pernah dipakai bang Ben, tapi sepeda tersebut serupa dengan yang pernah dipakai oleh Benyamin.

“Ya ini yang di Museum Benyamin Sueb itu barang-barang milik almarhum semua. Semuanya kita dapat dari Yayasan Benyamin Sueb, kita dapat juga dari sahabat-sahabat beliau. Nah, yang belum lama kita dapat sepeda juga kita dapat hibah dari Komunitas Sepeda Ontel tapi itu sepeda zamannya beliau,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati (Muhammad Lugas Pribady)

Dalam kesempatan berkunjung ke Taman Benyamin Sueb, detikTravel melihat beberapa orang yang tengah berlatih tari di bangunan Rumah Betawi. Heni juga mengatakan ada beberapa sanggar yang kerap berlatih di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa.

“Contohnya ini sedang ada latihan dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ini dia rutin menggunakan gedung kami setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Heni.

detikTravel pun penasaran untuk melihat latihan tersebut. Ketua Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, Teguh Hari Santoso, menjelaskan sanggar yang ia kelola merupakan sanggar tari yang mencakup berbagai tarian di seluruh Indonesia. Dan Sanggar SBK sudah rutin berlatih di Taman Benyamin Sueb sejak lima tahun yang lalu.

“Alhamdulilah di sini tuh sudah hampir empat atau lima tahun ya, kita latihan seminggu dua kali. Kalau untuk diklatnya itu hari Selasa dari jam 15.00 sampai jam 20.00 WIB. Terus di hari Jumat itu pembekalan anak-anak yang sudah mahir,” kata Teguh..

Teguh juga menyampaikan dengan hadirnya Taman Benyamin Sueb sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sangat membantu sanggarnya untuk mengeksplorasi tarian. Dan ia menjelaskan di sanggar besutannya itu tari Betawi merupakan gerbang untuk menguasai berbagai tarian Indonesia lainnya.

“Wah alhamdulillah dengan adanya Taman Benyamin Sueb ini kami selaku sanggar yang ada di Jakarta Timur terbantu sekali dengan adanya Taman Benyamin Sueb jadi kita bisa latihan dan eksplorasi gerak di Taman Benyamin Sueb ini,” katanya.

“Justru pengenalan awalnya itu (tari) Betawi gitu, setelah itu akan meningkat ke Bali, Sumatera, Sulawesi gitu. Ya jadi untuk pertama kali masuk di sanggar ini pasti kita kasihnya tari Betawi yang dasar, biasanya kita kasih tari cokek terus sama tari ragam dasar Betawi,” ujar dia.

Taman Benyamin Sueb ini dibuka untuk umum jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Sementara itu, untuk area Taman Benyamin Sueb seperti Rumah Betawi yang dijadikan tempat latihan oleh sanggar, pengelola membatasi waktu kegiatan hingga pukul 21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nongkrong di Kafe Betawi Jadul Tanah Abang, Tempatnya Fotogenik



Jakarta

Waroeng Daon Lontar, sebuah kafe bernuansa Betawi jadul, yang berada di Jl. Lontar Raya, Tanah Abang, Jakarta. Tempatnya nyaman dan harga makanan terjangkau.

Kafe yang baru merayakan ulang tahun pertamanya itu dibangun berdasarkan rekomendasi dari orang tuanya yang sangat menyukai nuansa jadul dan barang antik.

“Orang tua saya memang sangat menyukai barang-barang antik dan desain vintage. Mereka merekomendasikan untuk membuka kafe dengan tema ala jaman dahulu,” kata Waroeng Daon Lontar, Putera, saat berbincang dengan detikTravel, Minggu (15/9/2024).


Putera menceritakan bahwa desain kafe itu benar-benar dipengaruhi oleh selera dan keinginan orang tuanya.

“Desainnya pun merupakan ide dari orang tua saya. Orang tua saya benar-benar ingin menciptakan suasana yang membawa nuansa jadul,” kata Putera.

Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

Urusan menu makanan, Putera sempat berencana menyajikan makanan khas Betawi di kafe itu, seperti soto dan kerak telor. Tetapi, setelah mempertimbangkan waktu dan proses penyajiannya, ia memutuskan untuk menyediakan menu yang lebih umum dan praktis.

“Saya memang ingin menyajikan menu Betawi awalnya, tetapi proses penyajiannya memerlukan waktu yang lama. Jadi, saya memilih untuk menyajikan menu yang lebih sesuai dengan konsep kafe pada umumnya,” kata Putera.

Waroeng Daon Lontar pada mulanya dibuka untuk melayani tamu-tamu dari kantor advokat milik orang tua Putera.

“Awalnya, kafe itu hanya dibuat untuk melayani tamu kantor orang tua saya. Namun, semakin lama semakin banyak pengunjung, ditambah lagi banyak yang merekam video dan menjadi viral di FYP. Dari situ, saya mulai berinovasi untuk meningkatkan kualitas kafe ini,” ujar Putera.

Itu mencerminkan bahwa kafe tersebut tidak hanya menjadi tempat bersantap, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan bisnis keluarga mereka.

Perjalanan kafe ini tidak selalu mulus. Putera menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kafe ini dari sekadar tempat untuk tamu kantor menjadi destinasi populer di Tanah Abang.

“Saya tidak menyangka bahwa kafe ini akan berkembang seperti sekarang. Awalnya, kami hanya berencana untuk melayani kebutuhan tamu kantor. Namun, kami berhasil mengembangkan kafe ini dan kini mulai ramai dikunjungi,” kata Putera.

Tanggal 7 Agustus 2024 menandai satu tahun perayaan Waroeng Daon Lontar sejak grand opening pada 7 Agustus 2023.

Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

“Pada 7 Agustus bulan kemarin, Kami baru saja merayakan satu tahun kafe kami,” ujar Putera. Perayaan ini menjadi kesempatan untuk refleksi dan perencanaan masa depan kafe.

Dalam satu tahun terakhir, Putera berharap agar kafe ini terus ramai dikunjungi dan menjadi berkah. Putera juga berharap agar kafe ini dapat bertahan dan terus berkembang di masa depan.

“Saya berharap kafe ini tidak hanya ramai, tetapi juga membawa berkah. Semoga konsep Betawi jadul ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar dia.

Dengan suasana vintage yang kental dan desain yang unik, Waroeng Daon Lontar menjadi tempat yang menarik untuk menikmati makanan dan merasakan nostalgia masa lalu.

“Kafe ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari tempat makan lainnya. Kami ingin pengunjung merasakan suasana yang nyaman dan membawa pengunjung kembali ke masa lalu,” kata Putera.

Putera juga menekankan bahwa meskipun harga menu terjangkau, kualitas tetap menjadi prioritas utama.

“Kami ingin memastikan bahwa semua orang bisa menikmati makanan dengan harga yang wajar tanpa mengurangi kualitas dan suasana,” kata dia.

Itu menunjukkan komitmen Putera untuk menjaga standar pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Seiring dengan perkembangan zaman, Waroeng Daon Lontar berusaha untuk tetap relevan dengan menyesuaikan konsep kafe tanpa mengorbankan esensi Betawi jadul yang diusung.

“Meskipun zaman terus berkembang, kami berusaha untuk mempertahankan konsep Betawi jadul yang menjadi ciri khas kafe ini,” kata Putera.

Waroeng Daon Lontar menawarkan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan di tengah kesibukan Jakarta.

“Kami ingin pengunjung merasa seperti berada di masa lalu yang penuh kenangan, sambil menikmati makanan dan suasana yang nyaman di era modern,” kata Putera.

Itu menjadi kombinasi yang menarik antara nostalgia dan kenyamanan. Soal harga juga tak menguras kantong. Makanan dibanderol antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Meskipun harga dapat berubah sewaktu-waktu, kafe ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pengunjung.

Bagi anda yang ingin merasakan suasana Betawi jadul dan menikmati makanan dengan harga terjangkau, Waroeng Daon Lontar adalah pilihan yang tepat.

“Jika Anda ingin menikmati pengalaman makan yang unik dan merasakan nuansa masa lalu, Waroeng Daon Lontar adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi,” ujar Putera.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Waroeng Daon Lontar dan merasakan keunikan kafe ini. Dengan desain yang menarik dan konsep yang khas, kafe ini menawarkan pengalaman bersantap sambil bernostalgia di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Penampakan Gua Terawang di Blora yang Punya Wajah Baru



Blora

Blora di Jawa Tengah punya destinasi wisata alam gua Terawang yang kini tampil dengan wajah baru. Pastinya wisatawan akan dibuat betah.

Gua Terawang merupakan salah satu ikon wisata yang berada di wilayah Kabupaten Blora. Gua ini enawarkan keindahan pemandangan alam yang patut diperhitungkan sebagai opsi untuk berakhir pekan bareng keluarga, pacar, atau teman.

Gua Terawang berada di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Baru-baru ini, gua itu menarik perhatian wisatawan karena memiliki wajah baru.


Tak hanya punya bebatuan yang berlumuran air serapan, gua itu kini disulap menjadi eco park yang sangat memanjakan mata.

Gua Terawang sekarang sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang mempercantik suasana, tempat duduk dan kafe yang menyediakan kopi lokal blora, sehingga diharapkan membuat pengunjung menjadi nyaman dan betah di sini.

Gua ini berada dalam kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Blora. Disebut sebagai gua Terawang karena di dalam gua kita bisa melihat cahaya matahari yang tembus dari luar.

Cahaya matahari yang menembus gua ini menambah keindahan dan cocok untuk berswafoto. Salah satu pengunjung dari Kabupaten Grobogan, Nikmatul Khoiriyah, sengaja menyempatkan diri berkunjung ke gua ini.

Dia mengaku baru pertama kali mengunjungi gua Terawang yang dia tahu dari sosial media. Menurut dia, gua Terawang mempertahankan keaslian dari goa. Sehingga tampak asri.

“Di sini jalan-jalan aja sih, mas mumpung lagi liburan. Emm, tempatnya bagus, tahu informasi di sini dari FYP TikTok,” ucapnya di sela menikmati keindahan dari dalam gua pada Minggu (19/1/2025).

Pengunjung menikmati suasana di dalam Goa Terawang, Blora, Minggu (19/1/2025).Pengunjung menikmati suasana di dalam Goa Terawang, Blora Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

“Gua Terawang bagus sih. Dari Purwodadi (Grobogan, red) ke sini kan lumayan dekat, worth it kalau mau jalan-jalan biasa,” ungkap wanita yang kerap disapa Nikmah.

Oh iya, pengunjung mesti hati-hati ya, karena di sekitar gua banyak monyet-monyet liar yang terkadang meminta makan pengunjung. Namun, satwa monyet akan ramah ketika tidak diganggu.

Keberadaan monyet-monyet itu juga dinilai menjadi salah satu daya tarik objek wisata tersebut. Kebanyakan monyet itu memang hanya berada di area pohon-pohon jati, kadang juga turun ke bawah.

Nikmah mengaku sempat kaget dengan keberadaan monyet yang berkeliaran di sekitar goa. Menurutnya banyak tempat bagus yang cocok digunakan untuk berfoto.

“Dapat foto-foto, ada kafenya juga. Nyaman sih. Ada lumayan banyak monyet, tapi monyetnya baik-baik,” terangnya.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Blora Yeni Ernaningsih menjelaskan gua Terawang telah dikembangkan menjadi Gua Terawang Eco Park yang dikerjasamakan dengan mitra.

“Ini adalah wana wisata yang dimiliki oleh Perum Perhutani KPH Blora berupa gua dengan buffer zone (zona penyangga) yang ada di sekelilingnya berupa tegakan tanamam jati. Saat ini kita lakukan pengembangan baru menjadi Gua Terawang Eco Park namanya. Untuk di dalam goa sendiri insyaallah masih asri,” jelasnya.

Keseruan di dalam Goa Terawang Eco Park yang telah disulap menjadi ramah bagi pengunjung, Minggu (19/1/2025).Goa Terawang Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

Pihaknya akan terus mengembangkan destinasi wisata ini. Nantinya pihaknya akan menggaet pelaku UMKM untuk mendisplay produk UMKM di sekitar area.

“Memang di bawah (dalam gua) kita perkeras, tapi itu hanya untuk jalan, untuk pengunjung sehingga lebih aman dan tidak licin. Sedangkan untuk yang di sekitarnya kita nanti ada playground, kemudian resto, dan nanti ada lapak lapak yang dipakai untuk UMKM,” jelasnya.

Yeni menjelaskan kondisi gua yang sebelumnya belum ada pengembangan. Hanya mengelola dan memanfaatkan kondisi yang ada. Sebelumnya juga terkendala masalah anggaran. Dia berharap Goa Terawang tetap menjadi icon destinasi wisata alam Blora.

“Jadi dengan nama eco park ini adalah kayak wajah baru dari Goa Terawang yang menjadi icon wisata di Kabupaten Blora ini,” jelasnya.

Cara Menuju ke Gua Terawang

Lokasi Gua Terawang berada di tepi jalan. Jaraknya sekitar 33 kilometer dari jantung kota Blora atau sekitar 107 dari Kota Semarang. Menuju lokasi jalannya cukup mulus, dalam perjalanan menuju goa ini mata kita diperlihatkan pemandangan hamparan hutan jati.

Jika dari arah Semarang, pengunjung di pertigaan Gagakan depan Puskesmas Kunduran ambil arah kanan, terus sejauh 12 kilometer.

Ketika dari arah Blora, bisa juga melewati jalan Ngawen-Japah-Todanan sejauh kurang lebih 25 kilometer. Pengunjung kalau dari Kudus dan sekitarnya bisa melewati Jalan Pucakwangi, Kabupaten Pati.

Tiket Masuk dan Jam Buka

Pengunjung bisa menikmati pemandangan di dalam gua Terawang dengan membeli harga tiket Rp 10 ribu per orang. Wisata alam tersebut buka setiap hari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

Gua Terawang belum dibuka untuk kunjungan di malam hari. Meski demikian, pihaknya telah merencanakan untuk buka di malam hari.

“Untuk jam buka pengunjung mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Untuk malam hari tidak kami perkenankan untuk di dalam gua. Tetapi nanti apabila pengembangan sudah jadi, kemungkinan yang di luar akan kami buka, terutama untuk restonya sehingga bisa menikmati makan malam di dalam gua di malam hari,” imbuh dia.

Besar harapannya gua Terawang yang berada di Blora bagian barat ini dapat berkontribusi positif bagi sektor pariwisata Blora.

“Di mana menjadikan Blora barat sekarang menjadi ramai dengan adanya kunjungan wisata di Gua Terawang. Dan berharap Gua Terawang masih tetap menjadi ikon Kabupaten Blora dengan suasana eksotik dalam gua yang masih terjaga kondisinya,” pungkas Yeni.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



Jakarta

Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


“Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

“Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

“Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

“BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Tempat-Tempat yang Bikin Tenang Total



Jakarta

Healing bisa makin maksimal saat dilakukan di tempat wisata yang tenang, apalagi tanpa sinyal. Di mana saja?

Liburan tanpa gangguan bisa terlaksana dengan banyak pilihan. Salah satunya, menjauhkan HP dari genggaman.

Tetapi, kini HP sudah menjadi salah satu perangkat untuk menjadi kamera sekaligus. Nah, akan lebih maksimal andai traveler memilih destinasi tanpa sinyal. HP dibuat mode flight atau memang menuju destinasi tanpa sinyal seluler.


Tempat healing tenang total tanpa sinyal:

1. Pantai Pasir Perawan

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (16/12). Hamparan pasir yang lembut akan ditawarkan oleh 'Pantai Pasir Perawan' yang ada di Pulau Pari. File/detikFoto.Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu (Agung Pambudhy)

Pantai Pasir Perawan berlokasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seperti namanya, pantai ini memiliki pasir putih yang sangat cantik, hutang mangrove yang masih alami, air lautnya sebening kaca dan cocok untuk berenang karena berarus tenang.

Tak begitu jauh dari Jakarta, namun melipir ke pantai ini membuat sinyal ponselmu hilang dari peredaran dan kamu bisa liburan tanpa gangguan!

2. Kampung Adat Baduy Dalam

Kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Lebak, Banten resmi menjadi wilayah blank spot internet sejak September 2023. Pemutusan sinyal internet ini adalah permintaan dari para tetua adat Baduy dan dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Saat itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong, membenarkan bahwa sinyal internet di Baduy Dalam sudah diputus. Pemutusan sinyal internet dilakukan pertengahan bulan September.

Saat itu, tetua adat Baduy Dalam meminta agar wilayahnya dijadikan titik tanpa sinyal internet atau blank spot. Tetua adat tak ingin masyarakat Baduy terpengaruh oleh konten negatif dari internet.

Permintaan itu dilayangkan melalui surat kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Suratnya berisi dua permintaan yaitu Pertama, menghapus sinyal atau mengalihkan sinyal internet di wilayah tanah Ulayat Baduy. Kedua, permintaan membatasi atau menutup aplikasi yang berisi konten negatif yang bisa mempengaruhi moral dan akhlak generasi muda Baduy.

3. Trekking di Sentul

Cover Gif Curug Ciburial, Sentul, BogorCover Gif Curug Ciburial, Sentul, Bogor (Rachman_punyaFOTO)

Trekking di Sentul bisa menjadi pilihan untuk sepi tanpa sinyal seharian. Banyak pilihan rute dan curug yang bisa dituju. Operator tur juga tersedia cukup banyak.

Di sini, traveler bisa trekking di dalam hutan dengan sebagian jalur sawah. Juga, melintasi sungai.

Destinasi yang dituju bisa ke Curug Leuwi Asih, Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk, Curug Putri Kencana, Curug Cibingbin, Bukit Paniisan, Goa Garunggang, Curug Leuwi Asih, Curug Cibaliung dll.

4. Hutan Mangrove PIK

Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran.Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. (Pradita Utama)

Taman Wisata Angke (TWA) memperkenalkan Hutan Mangrove PIK sebagai salah satu tempat wisata asri di pinggir ibu kota. Hutan mangrove memang tidak memiliki sinyal telekomunikasi yang baik karena tempatnya yang terpencil dan vegetasi yang lebat.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Hutan Mangrove adalah hunting foto, belajar menanam mangrove, menikmati sunset dari menara pandang dan menyusuri rimbunnya bakau dengan perahu. Tiket masuknya mulai dari Rp 30 ribu di hari biasa dan Rp 35 ribu di akhir pekan.

5. Kebun Teh Gambung Ciwidey

Kebun Teh CiwideyKebun Teh Ciwidey (Muhammad Iqbal/detikTravel)

Kebun teh Gambung di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu wisata perkebun teh antimainstream. Cantik dan mempesona, kebun teh ini belum seramai di Rancabali.

Kebun Teh Gambung juga terkenal sebagai pusat pengembangan teh, sehingga suasanannya tenang karena menjadi area penelitian. Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang mau mencari suasana tenang dan sunyi.

6. Telaga Sunyi

telagaTelaga Sunyi Baturaden (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Tempat wisata ini terkenal dengan suasana sunyi dan pemandangan indah. Ya, Telaga Sunyi di Baturradem, Banyumas, Jawa Tengah. Destinasi ini berada di area pegunungan yang dikelilingi oleh hutan pinus.

Berjarak dari 2,5 km dari pusat wisata Baturraden, wisatawan bisa menjangkaunya dengan mudah. Aktivitas di sini tentu saja berenang, berfoto, bersantai dan menikmati keindahan alam. Harga tiketnya Rp 10.000-15.000 per orang.

7. Taman Literasi Martha Tiahahu

Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

Kalau yang lainnya berada di alam, yang satu ini bisa ditemukan di tengah kota, Taman Literasi Martha Tiahahu. Berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan, Taman Literasi menjadi salah satu tempat wisata tenang, cocok bagi si kutu buku.

Masuk ke perpustakaannya, pengunjung akan diminta tenang tanpa boleh berbicara selama berada di sana. Tak perlu khawatir lapar, taman ini dikelilingi dengan taman yang menyediakan kawasan kuliner pilihan.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker