Tag Archives: penggunaan

7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang di Rumah


Jakarta

Rumput jepang atau nama lainnya Zoysia japonica merupakan salah satu jenis rumput yang banyak dipilih orang untuk halaman rumah. Soalnya, rumput ini bikin halaman terlihat lebih hijau dan nyaman dipandang.

Dilansir situs The Spruce, Jumat (30/5/2025), rumput jepang mulai dikembangkan sekitar 1950-an. Seiring waktu, rumput ini semakin populer dan banyak dipakai di halaman rumah.

Jika tertarik menanamnya di halaman rumah, sebaiknya cari tahu dulu informasi soal rumput jepang, mulai dari penggunaan pupuk hingga cara merawatnya. Apabila detikers tak paham cara mengelola rumput jepang, maka siap-siap saja bakal cepat layu.


7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang

Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menanam rumput jepang. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Punya Tekstur yang Tajam

Rumput jepang punya tekstur yang tajam sehingga disebut juga sebagai rumput jarum. Saat kulit menyentuh rumput, rasanya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum kecil.

Apabila kamu berencana ingin membuat halaman yang bisa digunakan untuk duduk santai, sebaiknya jangan pilih rumput jepang. Namun, kamu masih bisa mengakalinya dengan pakai alas yang tebal agar tidak terasa sakit di kulit.

2. Butuh Sinar Matahari

Agar bisa tumbuh subur, rumput jepang harus mendapatkan sinar matahari langsung setidaknya selama enam jam per hari. Apabila kekurangan sinar matahari, rumput jepang bisa menipis sehingga menjadi layu.

3. Dapat Melawan Gulma

Salah satu keunggulan dari rumput jepang adalah mampu melawan gulma (rumput liar). Namun, rumput jepang juga butuh dukungan sinar matahari yang cukup setiap hari. Jika tidak, gulma dapat menyerang rumput jepang sehingga menjadi kering dan layu.

4. Siram Secara Rutin

Rumput jepang perlu disiram secara rutin setiap hari. Selain membuat rumput lebih subur dan hijau, hal ini agar akar rumput semakin kuat dan dapat bertahan hidup ketika udara kering.

Disarankan untuk menyiram rumput jepang saat pagi hari agar rumput lebih cepat kering sekaligus meminimalisir tumbuhnya jamur.

5. Cocok Ditanam di Cuaca Hangat

Rumput jepang dapat hidup pada kondisi cuaca yang hangat hingga panas dengan suhu di atas 26 derajat Celcius. Cuaca tersebut membuat rumput jepang tumbuh subur sehingga terlihat cantik untuk halaman rumah.

Namun, pastikan kamu memangkas rumput jepang setiap dua kali dalam sebulan supaya rumput tidak tumbuh terlalu tinggi.

6. Jangan Memberi Banyak Pupuk

Merawat rumput jepang sebenarnya terbilang mudah. Selain rutin disiram saat pagi hari, rumput ini juga perlu dipupuk satu kali dalam sebulan. Sebagai catatan, jangan terlalu banyak memberi pupuk pada rumput jepang karena bisa menyebabkan akar dan batang jadi membusuk.

7. Harga yang Murah

Alasan lain mengapa rumput jepang banyak dipilih masyarakat karena harganya yang murah. Dari pantauan detikProperti di berbagai marketplace, harga rumput jepang ukuran 1 x 1 meter berkisar Rp 26.000-40.000 tergantung lokasi penjualan.

Jika ingin harga yang lebih murah, kamu bisa membeli bibit rumput jepang dengan harga sekitar Rp 15.000 per bungkus untuk luas lahan 0,5 meter.

Itulah tujuh hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam rumput jepang di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Tukang Harian VS Borongan, Mana yang Lebih Cocok buat Proyek Kita?


Jakarta

Saat membangun rumah, pasti membutuhkan tukang untuk mengerjakannya. Namun, masih banyak yang bingung untuk memilih antara tukang harian dan borongan.

Jika melihat dari sebutannya, kedua kelompok tukang ini dibedakan dari cara penghitungan upahnya. Menurut unggahan media sosial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tukang harian merupakan pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja atau harian. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang dan per tugas.

Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang telah disepakati di awal.


Dari pengertiannya sudah tergambar jelas apabila tukang harian pemberian upahnya sesuai dengan lama kerjanya dan sesuai tugas. Semakin lama waktu pengerjaannya, upah yang harus diberikan juga semakin banyak. Sementara itu, tukang borongan telah memiliki ketentuan yang jelas yakni besar upah dan lama pengerjaannya.

Perbedaan lagi di antaranya keduanya masih banyak, berikut rinciannya.

1. Tugas

  • Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
  • Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

2. Jenis Pekerjaan yang Bisa Diambil

  • Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
  • Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

3. Efisiensi

  • Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
  • Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

4. Waktu Penyelesaian

  • Tukang harian: lebih fleksibel, bisa lebih cepat dan lebih lama.
  • Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

5. Kualitas Pekerjaan

  • Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Perlukah Pakai Karpet di Ruang Tamu? Ini Kata Ahli


Jakarta

Ruang tamu merupakan salah satu area paling istimewa di dalam rumah. Maka dari itu, penting untuk menciptakan ruang tamu yang nyaman agar tamu merasa betah berlama-lama.

Salah satu cara untuk menciptakan ruang tamu yang nyaman adalah dengan menggunakan karpet. Selain memberikan kenyamanan, hadirnya karpet di ruang tamu juga dapat memberikan kehangatan sekaligus menambah estetika.

Meski begitu, tak semua orang mau menggunakan karpet pada ruang tamu. Adapun sejumlah alasan mulai dari harga karpet yang mahal atau kurang cocok dengan konsep ruang tamu.


Lantas, apakah perlu menggunakan karpet di ruang tamu? Simak penjelasannya menurut para ahli desainer interior dalam artikel ini.

Perlukah Pasang Karpet di Ruang Tamu?

Memasang karpet atau tidak di ruang tamu sebenarnya tergantung dari selera dan keinginan masing-masing pemilik rumah. Namun jika detikers masih ragu apakah perlu menggunakan karpet atau tidak, berikut tipsnya:

1. Iya, Jika Ruang Tamu Ingin Terlihat Estetis

Alasan utama menggunakan karpet di ruang tamu adalah agar mempercantik ruangan sehingga terlihat estetis. Karpet dapat menarik perhatian dengan motif, warna, atau pola yang ciamik.

“Saya selalu suka mengatakan bahwa tidak ada aturan yang kaku dan ketat dalam hal desain interior. Namun saya pikir sebagian besar ruang tamu benar-benar akan lebih baik jika ditambahkan karpet,” kata desainer interior Kathy Kuo, mengutip Homes and Gardens, Rabu (18/6/2025).

Karpet dapat dipadukan dengan warna cat di ruang tamu. Cara ini mampu menciptakan tampilan yang penuh warna dan padu, serta menunjukkan elemen kontras yang unik.

Sedangkan menurut kepala direktur desain Wilk Design Workshop Alison Wilkinson, penggunaan beberapa karpet di ruang tamu dapat menghasilkan tekstur berlapis yang menarik. Hal ini juga dapat menambah kenyamanan.

“Jika ruang tamu terlalu panjang atau besar, pisahkan tempat duduk dengan karpet di bawahnya. Penggunaan dua karpet yang lebih kecil dinilai lebih nyaman daripada satu karpet berukuran besar. Sering kali keduanya sama persis, tetapi jika keduanya untuk saling melengkapi pastikan karpet punya skema warna yang sama,” jelasnya.

2. Iya, Jika Ruang Tamu Ingin Terasa Nyaman dan Hangat

Disarankan memasang karpet di ruang tamu jika ingin terasa nyaman dan hangat. Sebab, karpet umumnya terbuat dari bahan serat alami seperti wol atau katun yang tebal.

“Karpet sering kali terbuat dari serat alami seperti wol atau katun yang dapat membantu mengisolasi ruangan dan membuatnya tetap hangat,” ujar desainer interior dan pendiri Arsight, Artem Kropovinsky.

3. Iya, Jika Ingin Melindungi Lantai

Apabila lantai di ruang tamu menggunakan bahan kayu vinyl, penggunaan karpet bisa melindungi lapisan lantai agar tidak cepat rusak. Terlebih ruang tamu merupakan area yang sering dilalui orang, baik itu oleh penghuni maupun tamu yang datang.

Meski begitu, pastikan juga memilih karpet dengan bahan yang berkualitas tinggi. Cara ini dilakukan agar karpet tetap awet sehingga bisa digunakan selama bertahun-tahun.

“Karpet bahan wol harganya memang lebih mahal, tetapi sepadan dengan investasinya jika Anda ingin karpet yang bertahan selama beberapa dekade,” kata Alice Chiu pendiri Miss Alice Designs.

4. Tidak Harus, Jika Ruang Tamu Mengusung Minimalis

Apabila detikers mengusung kosep hunian minimalis, maka sebaiknya tidak perlu memasang karpet di ruang tamu. Biarkan lantai keramik saling berpadu dengan furnitur seperti sofa, meja kecil, dekorasi di dinding, tanaman hias kecil, hingga warna cat interior.

Hunian minimalis memang menerapkan konsep sederhana tapi tetap terlihat menarik. Meski begitu, sebenarnya memasang karpet sah-sah saja asalkan memperhatikan ukuran agar sesuai.

“Pastikan Anda menentukan dimensi ruang tamu dengan pita pengukur. Langkah ini sangat penting. Buat garis besar di area tempat Anda ingin memasang karpet, lalu pertimbangkan lokasi pintu dan cara pintu akan dibuka agar tidak mengganggu,” papar Cyrus Loloi, seorang spesialis karpet.

“Karpet yang terlalu kecil dapat membuat ruangan terlihat tampak terpisah. Jika ragu, pilih ukuran karpet yang besar. Ukuran tersebut dapat menyatukan furnitur dan membuat ruangan nampak lebih besar dari yang sebenarnya,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mudah Tanam Cabai di Taman Rumah, Hemat Nggak Perlu Beli ke Pasar


Jakarta

Masakan Indonesia identik dengan cita rasa pedas berkat penggunaan cabai. Biasanya orang-orang membeli cabai ke pasar atau supermarket untuk mendapatkan cabai. Namun, sebenarnya cabai bisa didapatkan dengan modal minim kalau ditanam sendiri di rumah, lho.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah cocok ditanam saat kondisi udara cukup lembap dibandingkan kering. Nah, waktu yang tepat buat menanam cabai adalah ketika musim hujan.

Selain itu, cabai bisa tumbuh subur di dataran rendah atau tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Kondisi tanah yang cocok buat menanam cabai adalah yang tanah gembur, yaitu tekstur seperti remah dan tidak terlalu padat. Lalu, kandungan pH-nya juga normal sebesar 6-7.


Bagaimana cara menanam cabai di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Menanam Cabai di Rumah

Inilah langkah-langkah untuk menanam cabai di rumah.

1. Rendam Benih Cabai

Sebelum menanam benih cabai, pastikan untuk memilih yang berkualitas. Caranya dengan merendam bibit tersebut di air hangat dengan suhu 50 derajat celsius. Biasanya benih yang berkualitas tenggelam di dalam air.

2. Semai Benih Cabai

Selanjutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan campuran pupuk kendang atau kompos dengan tanah dengan perbandingan 1:1 di sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

3. Pindahkan Bibit ke Tanah

Jika mempunyai lahan yang cukup di rumah, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm, sehingga membentuk gundukan tanah. Campurkan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan kalau tanah terlihat kering.

Tambahkan pupuk susulan tiga kali berupa urea, ZA, KCl pada minggu ke 3, 6, dan 9 setelah bibit ditanam. Besaran pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

Kemudian, tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa berlubang. Barulah cabai muda siap dimasukkan ke dalam lubang.

4. Perawatan Tanaman Cabai

Setelah 1-2 minggu berlalu, periksa kalau ada bibit yang mati. Lalu, buang bibit yang mati dan sakit.

Sementara itu, bibit yang berhasil berkembang perlu rajin disiram. Jika tanaman cabai sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

5. Masa Panen Cabai

Masa panen cabai sekitar 2 bulan setelah penanaman atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika menemukan buah cabai yang rusak, sebaiknya segera disingkirkan.

Waktu panen cabai bisa disesuaikan dengan waktu penggunaan cabai. Kalau cabai mau dikirim ke tempat yang jauh, panen ketika warnanya hijau. Berbeda halnya buat keperluan rumah, panen saat cabai berwarna merah.

Itulah informasi seputar menanam cabai di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



Jakarta

Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Mau Ngadem Pakai AC tapi Takut Boncos? Begini Tipsnya


Jakarta

AC menjadi alat andalan untuk menyejukkan ruangan di kala cuaca panas. Namun, penggunaan AC dapat memakan banyak pemakaian listrik bulanan.

Hal tersebut membuat konsumen khawatir penggunaan listrik yang besar akan membuat tagihan membengkak. Meski demikian, bukan berarti penghuni rumah tak boleh menikmati udara dingin dari AC.

Ada beberapa cara untuk menghemat listrik ketika menggunakan AC. Simak tipsnya berikut ini.


Tips Hemat Listrik Pakai AC

Inilah cara menghemat listrik saat menggunakan AC, dikutip dari Apartment Therapy.

1. Rutin Bersihkan Filter AC

Tips pertama untuk hemat listrik adalah merawat sistem AC secara rutin dengan membersihkan filter. Filter AC yang kotor bisa mengganggu sistem kerja AC, sehingga membutuhkan energi yang besar buat bekerja. Hal ini bisa membantu menghemat uang dalam jangka panjang.

2. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

AC bisa bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh. Pastikan unit outdoor AC tidak terkena terik matahari. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

3. Pakai Kipas Angin

Penghuni rumah bisa memanfaatkan kipas angin untuk membantu mengalirkan udara dingin. Cara ini bisa lebih murah daripada menyalakan AC sepanjang hari.

Taruh kipas angin di lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan agar udara dingin mengalir ke seluruh ruangan. Jangkauan udara dingin itu akan lebih maksimal dengan cara ini.

4. Jangan Otak-atik Suhu AC

Penghuni sebaiknya tidak mengubah-ubah suhu AC. Tetapkan satu suhu saja dan biarkan AC mendinginkan ruangan secara perlahan. Penghuni bisa menyalakan kipas angin sambil menunggu ruangan dingin.

5. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

Jika penghuni rumah akan lama meninggalkan ruangan, sebaiknya matikan saja AC-nya. Sebab, menyalakan AC terlalu lama akan memakan banyak listrik.

Berbeda halnya kalau hanya meninggalkan ruangan beberapa jam, penghuni cukup naikkan suhu AC. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan ketika dinyalakan lagi.

Itulah beberapa tips seputar cara hemat listrik saat memakai AC. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ini Kelebihan dan Kekurangan Bikin Sumur Bor di Rumah



Jakarta

Rumah yang sehat harus memiliki sumber air bersih. Salah satu caranya dengan membuat sumur bor.

Sumur ini dibuat dengan cara menggali lubang menggunakan mesin bor. Lubang tersebut memungkinkan pengambilan air hingga ke akuifer atau lapisan bawah tanah.

Namun, sebelum membuat sumur bor, pemilik rumah perlu tahu dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini pertimbangan untuk membuat sumur bor dari berbagai aspek, dikutip dari A&H Drilling.


1. Biaya

Kelebihan

Pemilik rumah bisa hemat tagihan air dengan menggunakan sumur bor karena tidak bergantung pada perusahaan air. Selain itu, pemilik juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

Kekurangan

Di sisi lain, biaya pembuatan sumur bor cukup mahal. Tentunya besaran biaya ini tergantung pada sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan. Belum lagi pembuatan sumur memakan waktu dan tenaga.

2. Kualitas Air

Kelebihan

Kualitas air sumur bisa berbeda-beda tergantung pada lokasinya. Umumnya air sumur lebih sehat dan enak daripada air dari perusahaan. Sebab, air ini tidak ada kandungan seperti timbal dan merkuri.

Kekurangan

Air sumur bisa mengandung bahan kimia lain seperti flourida dan zat besi. Meski begitu, bahan kimia bisa dihilangkan dengan pemurni air atau sistem penyaring.

3. Penggunaan Energi

Kelebihan

Sumur bor bisa menghemat penggunaan energi. Sebab, pemilik mendapatkan dan memproses air di sendiri di rumah.

Kekurangan

Namun, sumur bor membutuhkan listrik untuk memompa air. Tanpa listrik, air tidak akan bisa dipompa keluar. Oleh karena itu, pemilik perlu menyiapkan cadangan air dan generator buat keadaan darurat.

Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan sumur bor. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Banyak Rumah Di Amerika Pakai Pagar Tanaman, Ternyata Ini Alasannya



Jakarta

Di Indonesia, pagar rumah umumnya terbuat dari besi yang kokoh dan tahan lama. Namun lain halnya dengan di Amerika Serikat, sebab banyak rumah yang justru menggunakan pagar tanaman. Apa alasannya?

Ternyata, penggunaan pagar tanaman pada rumah-rumah di Amerika memiliki sejarah yang panjang. Mengutip situs National Gallery of Art, Senin (21/7/2025), telah ditemukan banyak catatan sejak 1700-an yang menyebut beragam kegunaan dari pagar tanaman.

Pagar tanaman digunakan untuk berbagai keperluan praktis dan ornamen rumah. Pagar ini umumnya berfungsi sebagai pemisah di taman, melindungi tanaman yang rapuh dari angin kencang, menjaga properti dari hewan maupun manusia, menghalangi pandangan dari luar, penanda jalan setapak, hingga pembatas untuk sejumlah bunga atau tanaman di halaman.


Memang, pagar tanaman dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah AS. Namun, jenis tanaman yang digunakan pada pagar cukup bervariasi tergantung pada tujuan pembuatan pagar dan kondisi iklim di daerah tersebut.

Misalnya di daerah yang lebih hangat, maka tanaman yang digunakan biasanya pohon jeruk, yucca, atau mawar cherokee. Sementara untuk wilayah beriklim lebih dingin banyak menggunakan pohon cedar, cemara, dan juniper.

Lalu di daerah pertanian, pagar tanaman cenderung dibuat dari rumput dan belukar yang ditanam rapat dan berjalin. Langkah ini dilakukan agar tanaman dapat menjadi penghalang yang rapat.

Menurut Arsitek Denny Setiawan, salah satu alasan mengapa rumah di AS menggunakan pagar tanaman, terutama yang modelnya seperti pagar rumput adalah karena lingkungan perumahan di sana melarang dipasang pagar.

“Kluster itu biasanya melarang pemilik rumah untuk membuat pagar. Makanya, untuk menjadi penanda teritori, mereka membuat pagar dari tanaman,” katanya kepada detikcom, Rabu (26/3/2025).

Di sisi lain, rumah-rumah di AS biasanya telah memiliki keamanan lingkungan yang ketat. Dengan begitu, memasang pagar besi yang tinggi untuk melindungi properti dirasa kurang perlu karena keamanan adalah nomor satu.

“Ada beberapa wilayah perumahan atau kluster gitu ya, yang keamanannya sudah dijamin dengan adanya satpam di depan,” tambahnya.

Denny mengatakan pagar tanaman juga jauh lebih bagus untuk penghuni rumah. Soalnya, pagar ini menggunakan tanaman yang dapat memproduksi oksigen, menyaring debu, dan meminimalisir kebisingan dari luar.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Biar Nggak Boncos, Begini Cara Pakai AC yang Hemat Listrik


Jakarta

Air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan kala cuaca panas. Namun, penggunaannya kadang bisa makan banyak listrik yang bikin kantong boncos.

Walau demikian, masih ada lho cara untuk menggunakan AC tapi tetap hemat listrik. Dilansir dari Apartment Therapy, berikut ini informasinya.

Tips Pakai AC Hemat Listrik

1. Jangan Otak-atik Suhu AC

Penghuni rumah disarankan untuk tidak mengubah-ubah suhu AC. Menurut pemilik dan CEO di National Air Warehouse, Brandi Andrews, menggunakan suhu AC yang tetap merupakan cara yang cermat untuk mendinginkan ruangan secara ekonomis.


“Mungkin butuh waktu, tapi pada akhirnya akan mendingin, dan Anda akan terhanyut dalam suhu yang sempurna. Sementara itu, nyalakan kipas angin dan duduklah di depannya. Kipas angin sebenarnya bisa membantu AC Anda mendinginkan ruangan!” katanya.

2. Rutin Bersihkan Filter AC

Cara selanjutnya untuk menghemat penggunaan listrik pada AC adalah membersihkan filternya. Filter yang kotor bisa mengganggu sistem sistem kerja AC sehingga membutuhkan energi lebih untuk bekerja. Filter yang bersih bisa meringankan beban kerja AC sehingga bisa menghemat pembayaran listrik.

3. Pastikan Outdoor AC di Area Teduh

AC dapat bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

Apabila penghuni akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama sebaiknya AC dimatikan. Kalau AC dinyalakan terlalu lama bisa-bisa tagihan listrik membengkak.

Beda lagi kalau penghuni rumah hanya berpindah ruangan. Penghuni bisa menaikkan suhu AC saja. Cara ini dinilai lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan.

5. Jangan Tutup Semua Ventilasi

Menutup semua ventilasi tidak serta merta bisa membuat ruangan dingin ketika menyalakan AC. Menutup terlalu banyak ventilasi bisa berdampak ke sistem.

“Namun, sistem (AC) Anda didesain untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah. meskipun menutup satu atau dua ventilasi mungkin tidak masalah, jika terlalu banyak, sistem Anda akan menjadi kurang efektif dan efisien secara keseluruhan,” kata spesialis sales kategori dari Ferguson HVAC Jeff Spencer.

Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk menutup tirai di ruangan tidak terpakai, pastikan tidak ada furniture di atas ventilasi, dan tutup pintu ruangan.

Itulah beberapa cara penggunaan AC agar tetap hemat listrik. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Lampu LED Vs Lampu Neon, Mana yang Lebih Baik?


Jakarta

Seiring perkembangan teknologi, banyak pemilik rumah yang kini menggunakan lampu LED untuk ruangan di rumah. Namun, beberapa orang tetap memilih menggunakan lampu neon.

Kedua jenis lampu tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli lampu LED atau lampu neon, cari tahu dulu tentang perbedaan kedua lampu tersebut dalam artikel ini.

Lampu Neon Vs Lampu LED: Kelebihan dan Kekurangan

Masih bimbang antara membeli lampu LED atau lampu neon? Jangan khawatir. Dilansir laman Binus University, berikut kelebihan dan kekurangannya:


Lampu LED

Lampu LED dapat menghasilkan cahaya dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan begitu, lampu LED dapat memancarkan cahaya secara langsung dan maksimal serta tidak butuh waktu pemanasan seperti lampu pijar.

Meski menghasilkan cahaya terang, tetapi lampu LED tidak menimbulkan panas jika dinyalakan selama berjam-jam. Di sisi lain, lampu LED juga lebih hemat energi sehingga tak bikin boros listrik.

Simak sejumlah kelebihan dan kekurangan lampu LED di bawah ini:

Kelebihan Lampu LED

  • Tidak butuh waktu warm-up (pemanasan) untuk mendapatkan cahaya terang maksimal
  • Efisiensi listrik yang paling tinggi di antara jenis lampu lainnya. Sebab, energi yang dibutuhkan hanya sekitar 10% dari lampu pijar
  • Dapat diatur agar bisa berubah warna, seperti warm white, natural white, atau cool white
  • Karena bentuknya hanya berupa dioda kecil, maka volume lampu jauh lebih kecil dan bisa dipasang di mana pun
  • Lebih tahan lama
  • Tidak mengandung bahan berbahaya
  • Temperatur lampu cenderung lebih dingin dibandingkan jenis lampu lain, sehingga tidak merusak rumah lampu atau area di sekitar lampu.

Kekurangan Lampu LED

Salah satu kekurangan dari lampu LED adalah dari segi harganya. Memang, lampu LED cenderung lebih mahal daripada lampu neon. Meski begitu, sederet kelebihan yang dimiliki lampu LED membuat harganya terasa worth it untuk dibeli dan digunakan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, sudah banyak produsen yang meluncurkan produk lampu LED dengan harga terjangkau. Dengan begitu ada banyak pilihan lampu LED yang ditawarkan.

Lampu Neon/CFL

Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) merupakan hasil pembaruan dari lampu pijar. Disebut juga lampu pendar, lampu jenis ini sangat mudah ditemukan dan sangat populer pada masanya. Sebab, lampu ini diklaim 75% lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.

Cara kerja lampu ini adalah dengan mengalirkan arus listrik pada gas yang terdapat di dalam tabung lampu, sehingga membuat lapisan fosfor pada dinding di dalam tabung lampu bersinar.

Meski jadi salah satu lampu yang populer, tetapi lampu neon mulai ditinggalkan banyak orang karena kehadiran lampu LED. Berikut kelebihan dan kekurangan lampu neon:

Kelebihan Lampu Neon

  • Cahaya yang dihasilkan lebih terang bila dibandingkan dengan lampu pijar
  • Bentuk tabung dapat divariasikan menjadi tulisan ataupun gambar
  • Harga lebih terjangkau.

Kekurangan Lampu Neon

  • Usia pakai lebih pendek
  • Kurang efisien terhadap penggunaan energi
  • Jika dinyalakan dalam waktu lama, lampu neon akan terasa panas.

Dengan sejumlah keunggulan tersebut, kini lampu LED banyak digunakan pada interior rumah. Misalnya penggunaan lampu LED untuk hidden lamp pada ceiling atau backdrop dinding.

Lampu LED juga sering digunakan untuk lampu utama. Sebab, intensitas warna lampunya cenderung lebih tinggi dibandingkan lampu neon. Maka dari itu, kini ada banyak produsen lampu yang menghadirkan berbagai pilihan warna dalam satu lampu saja.

Demikian perbedaan antara lampu LED dengan lampu omen. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com