Tag Archives: pengisian

Charger Harus Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai, Jika Tidak Ini Akibatnya


Jakarta

Masih ada orang yang punya kebiasaan meninggalkan charger atau pengisi daya ponsel tercolok ke stopkontak padahal sudah selesai dipakai. Tanpa disadari, sebenarnya kebiasaan buruk ini merugikan penghuni rumah.

Jika sering dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, perangkat akan menimbulkan panas secara berlebih. Alhasil, berbagai masalah pun dapat muncul sampai membahayakan penghuni.

Apa saja risiko meninggalkan charger ponsel nganggur menempel ke stopkontak? Simak penjelasannya berikut ini.


Risiko Biarkan Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

Inilah beberapa masalah yang bisa muncul kalau membiarkan charger ponsel tercolok ke stopkontak meski tak digunakan, dikutip dari Voice7 News.

1. Ledakan dan Kebakaran

Membiarkan charger tercolok ke stopkontak untuk jangka waktu yang lama bisa menimbulkan panas berlebih. Hal ini dapat memicu percikan api sehingga berpotensi terjadi kebakaran atau ledakan di rumah.

2. Tagihan Listrik Meningkat

Meski tidak tersambung ke ponsel, charger yang masih menempel ke stopkontak masih menyerap listrik. Kondisi seperti itu bakal menambah tagihan listrik dan membuang-buang energi.

3. Kerusakan Perangkat

Pengisian daya yang terlalu lama menyebabkan adaptor menjadi terlalu panas. Panas berlebih dapat merusak charger dan baterai ponsel seiring waktu sehingga mengurangi masa pakai dan kinerjanya.

Tips Aman Isi Daya Ponsel di Rumah

Penghuni rumah harus bijak dalam menggunakan perangkat listrik untuk menghindari kejadian tak diinginkan. Berikut ini cara aman mengisi daya ponsel di rumah.

  • Segera cabut charger ponsel dari stopkontak saat daya terisi penuh.
  • Hindari mengisi daya ponsel semalaman untuk mencegah perangkat panas.
  • Gunakan charger berlisensi yang cocok dengan spesifikasi ponsel.
  • Isi daya ponsel di tempat berventilasi baik untuk mengurangi risiko panas berlebih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penting! Ini Alasan Charger Ponsel Perlu Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai


Jakarta

Setelah selesai mengisi daya ponsel, pemilik terkadang lupa untuk mencabut charger atau pengisi daya dari stopkontak. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang dapat merugikan penghuni rumah lho.

Jika tidak dicabut dari stopkontak, charger lama-lama akan menjadi panas. Berawal dari situ, masalah pun bisa timbul mulai dari perangkat rusak hingga terjadi kebakaran.

Apa saja dampak dari meninggalkan charger ponsel terus menancap ke stopkontak? Berikut ini penjelasannya.


Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

Inilah beberapa dampak buruk meninggalkan charger yang tidak dicabut dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

1. Boros Listrik

Charger akan terus menyedot daya listrik meski tidak tersambung ke ponsel. Hal ini adalah pemborosan energi sampai dapat meningkatkan tagihan listrik.

2. Perangkat Rusak

Pengisian daya yang terlalu lama membuat adaptor panas. Kalau ada panas berlebih, baik charger maupun baterai ponsel bisa rusak. Alhasil, masa pakai dan kinerja perangkat berkurang.

3. Kebakaran

Dalam kasus terburuk, membiarkan charger menempel ke stopkontak bisa menimbulkan percikan api sampai berpotensi terjadi ledakan atau kebakaran. Kondisi ini disebabkan oleh timbunan panas berlebih dari aliran listrik.

Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

Supaya charger awet dan tidak terjadi kebakaran, berikut ini cara aman menggunakan charger ponsel di rumah.

  • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.
  • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
  • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
  • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.

Itulah informasi seputar pentingnya mencabut charger ponsel dari stopkontak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Mau Buat Kolam Renang di Rumah? Segini Perkiraannya Untuk Ukuran 3×5 Meter



Jakarta

Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi di rumah. Penghuni rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk datang ke kolam renang umum jika di rumah bisa membuatnya.

Banyak orang berfikir membuat kolam renang harus memiliki lahan yang cukup. Menurut arsitek Denny Setiawan tidak ada ukuran khusus untuk luas kolam renang. Namun, batas minimum luasnya adalah 2,4 meter persegi yang dinilai cukup untuk meluruskan kaki dan berendam.

Bagi detikers yang tertarik untuk membuat kolam renang, tetapi belum tahu biaya yang dibutuhkan, begini simulasi perhitungannya untuk kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter.


Biaya Material

Hal pertama yang harus disiapkan adalah biaya material. Berikut rinciannya.

Semen: Rp 57.000 per sak. Jumlah kebutuhan 50 sak. Total biaya: Rp 2.850.000

Pasir: 1 truk, total biaya sekitar Rp 2.200.000. Sebagai informasi, harga pasir di setiap kota berbeda, tergantung jenis dan wilayahnya.

Biaya konstruksi lainnya (besi, kerikil untuk campuran beton, dsb): Rp 5.000.000

Umumnya kolam renang memakai penutup dari material keramik yang permukaannya lebar atau yang keramik mozaik yang kecil-kecil. Menimbang luas kolam renang yang hanya 3×5 meter, lebih baik menggunakan keramik mozaik.

Dalam satu dus ada keramik mozaik ukuran 30×30 dengan total satu meter persegi, harganya sekitar Rp 199.000.

Nah, untuk menghitung kebutuhan keramik kolam renang ukuran 3×5 dengan kedalaman 2 meter yaitu:

Panjang x tinggi x 2 = 5x2x2 = 20 m2

Lebar x tinggi x 2 = 3x2x2 = 12 m2

Panjang x lebar = 5×3 = 15 m2

Totalnya: 47 m2

Untuk membeli keramik untuk kebutuhan 47 m2 dibutuhkan sebanyak 47 dus. Maka: Rp 199.000 x 47 = Rp 9.353.000

Pipa air 1 set: Rp 10.000.000

Pompa air: 20.000.000

Tangga kolam renang: Rp 1.500.000 per buah.

Total biaya material: Rp 40.853.000

Biaya Tukang

Saat membuat kolam renang, tentu kita membutuhkan tukang. Mereka akan bertanggung jawab mengeruk tanah, memastikan keamanan dan kepadatan tanahnya, meratakan tanah, membuat kolam renang, finishing, pemasangan pompa air, hingga pengisian air. Jumlah tukang yang dibutuhkan untuk ukuran kolam renang tersebut adalah 4 tukang dengan estimasi pengerjaan 3 bulan atau 120 hari.

Upah tukang untuk membuat kolam renang pribadi berukuran 3x5x2 meter adalah Rp 200 ribu. Maka, untuk pengerjaan 3 bulan, berikut biaya tukang yang harus disiapkan.

4 x 120 x Rp 200.000 = Rp 96.000.000

Biaya Pengisian Air Kolam

Pengisian kolam renang juga membutuhkan biaya. Hal ini dikarenakan volume air yang dibutuhkan besar dan terdapat biaya listrik untuk pompanya. Sebagai informasi, air yang dibutuhkan untuk mengisi kolam per m3 yaitu 1.000 liter. Berikut biaya yang dibutuhkan untuk mengisi kolam renang bervolume 30 m3.

30 x 1.000 liter: 30.000 liter

Bila membeli air sendiri lewat perusahaan air tangki, harganya rata-rata sekitar Rp 800.000 per 8.000 liter. Karena volume air kolam renang 30.000 liter, maka dibutuhkan 4 truk tangki. Jadi biayanya Rp 800 ribu x 4 = Rp 3.200.000.

Total Biaya Pembuatan Kolam Renang

Apabila ditotal, kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3x5x2 meter:

Rp 40.853.000 + Rp 96.000.000 + Rp 3.200.000 = Rp 140.053.000.

Itulah kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter. Besar biaya tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk semua pembuatan kolam renang karena harga material bisa meningkat dari waktu ke waktu, biaya upah juga bisa disesuaikan dengan desain, waktu pengerjaan, dan kerumitannya, serta biaya pengisian air bisa berbeda di masin-masing wilayah. Simulasi ini diharapkan bisa menjadi panduan dasar untuk memperkirakan agar mendapat gambaran besar biaya yang perlu disiapkan. Bisa jadi saat detikers membuat kolam renang, biayanya jauh lebih murah dan mahal. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com