Tag Archives: penjual

Perlukah Cantumkan Alamat Lengkap saat Jual Rumah? Ini Jawabannya



Jakarta

Ketika menjual rumah, biasanya pemilik mencantumkan alamat properti yang akan dijual. Ada yang mencantumkan dengan lengkap ada juga yang hanya mencantumkan daerahnya saja.

Proses pemasaran rumah saat ini lebih mudah dengan adanya internet. Namun, harus hati-hati karena bisa saja alamat rumah yang terpampang dibuat untuk tindak kejahatan.

Para penjahat bisa dengan mudah mengambil gambar dari rumah yang sedang dijual melalui alamat lengkap yang dicantumkan oleh penjual.


Lantas, sebenarnya perlu nggak sih mencantumkan alamat lengkap saat menjual rumah?

Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro, apabila rumah yang dijual kosong boleh-boleh saja mencantumkan alamat lengkap. Namun, jika rumah masih dihuni sebaiknya tidak ditulis secara detail.

“Kalau ada yang nanya, baru nanti sama client kita ketemu di mana gitu, biar liat lokasinya bareng. Kalau misal di Cipete, nah Cipete kan luas tuh, yaudah tulisnya Cipete aja. Atau misal ditambah dekat apa, di jalan apa, masukkin aja tapi nggak usah detail kasih alamatnya,” terang Nina saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Selain alamat rumah yang dicantumkan, ada beberapa detail yang harus diberitahu saat dijual. Nina mengatakan, pada umumnya standar detail yang harus ditulis saat memasarkan sebuah rumah baru cenderung harus lebih detail dibandingkan dengan rumah lama atau rumah second.

Ia menuturkan, detail yang harus ditulis saat menjual rumah baru itu berupa keterangan lengkap fasilitas rumah tersebut, seperti detail jumlah ruangan, fitur rumah, dan lainnya. Sementara itu, untuk rumah lama biasanya hanya cukup mencantumkan jumlah ruangan saja.

“Kalau rumah baru, cantumkan keterangan fasilitas apa saja yang ada di dalam rumah. Seperti ruangan kamar tidur, kamar mandi, garasi, carport, daya listriknya berapa. Biasanya detail lebih seperti spek (spesifikasi) rumahnya juga dicantumkan seperti apa. Kalau rumah lama sih biasanya nggak dicantumin, cuma tempat tidur, kamar mandi, gitu aja,” kata Nina.

Selain itu, Nina juga menyarankan para penjual rumah untuk lebih bijak dalam menjaga dokumen penting supaya rumah tersebut terhindar dari kejahatan berlebih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


Jakarta

Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

1. Halaman Rumah Tidak Terawat

Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

“Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

“Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

3. Banyak Kerusakan di Rumah

Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

“Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

4. Perabotan yang Sudah Jadul

Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

“Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

“Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Fakta Pasar Loak Jatinegara, Harta Karun di Tengah Tumpukan Barang Bekas


Jakarta

Pasar Loak Jatinegara menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang tidak pernah ketinggalan zaman. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, Pasar Loak Jatinegara tetap eksis menawarkan suasana tradisional pasar yang klasik.

“Biasanya ramai di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang Sabtu malam sudah penuh,” kata Fikri, salah satu penjual di Pasar Loak kepada detikTravel pada Jumat (3/10/2025).

Berada di Jalan Bekasi Barat III, Jatinegara, Jakarta Timur, Pasar Loak Jatinegara dikenal juga sebagai Pasar Loak Jembatan Hitam. Pasar ini menjual berbagai jenis barang, mulai dari barang antik hingga kebutuhan rumah tangga.


Fakta Pasar Loak Jatinegara

Tak hanya dikenal sebagai pasar legendaris, Pasar Loak Jatinegara memiliki beragam keunikan yang sulit ditemui di tempat lain, apa saja keunikannya? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!

1. Menjual Barang-barang Bekas

Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Sesuai namanya, Pasar Loak Jatingera dikenal sebagai surga barang-barang bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, mainan, barang elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga, semua dijual di tempat ini.

Pasar ini menjual barang bekas yang masih memiliki nilai jual alias masih layak untuk dipakai kembali, tak jarang barang yang dijual memiliki nilai tersendiri bagi para kolektor. Barang-barang tersedia dengan harga terjangkau yang bisa diakses dengan uang tunai.

2. Tempat Mencari Harta Karun

Bagi penggemar barang antik, Pasar Loak Jatinegara bisa disebut sebagai ladang harta karun. Di antara banyaknya barang yang dijajakan, terdapat barang-barang antik seperti kamera analog, mesin ketik, uang kuno, keramik lawas, hingga keris.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Di antara barang antik di Pasar Loak Jatinegara, mesin ketik tua menjadi salah satu yang paling menarik. Barang ini sudah ada sejak 1980-an dan masih bisa ditemui di pasar ini. Harga mesin ketik tua di sini mulai dari Rp 350 ribu, tergantung tipe yang tersedia. Meski tidak dalam keadaan sempurna, mesin ketik tua ini masih bisa berfungsi dengan baik.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Pasar ini juga menjual berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Pengunjung bisa menemukan berbagai jenis keramik lawas. Koleksi keramik di pasar ini sangat banyak mulai dari teko, guci, gelas, hingga patung. Patung keramik menjadi koleksi yang paling banyak diincar oleh para pembeli, biasanya patung keramik ini dijadikan sebagai hiasan atau pajangan agar rumah terlihat lebih estetik.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Salah satu koleksi paling bersejarah di sini adalah sebuah keris antik yang usianya diperkirakan mencapai 200 tahun. Benda pusaka tersebut didapat dari seorang kolektor dan menjadi koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

“Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Pasar Loak Jatinegara juga menjual berbagai jenis ponsel lawas, bagi kolektor yang tertarik untuk mengoleksi barang-barang vintage, pasar ini menjadi tempat paling pas. Meski kondisi fisiknya tidak selalu sempurna, ponsel-ponsel ini tetap berfungsi dengan baik. Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu tergantung pada kondisi dan tipe yang tersedia.

Tentunya masih banyak lagi barang-barang antik yang diperjualbelikan di Pasar Loak Jatinegara, menurut pertanyaan penjual kepada detikcom, beberapa barang antik tersebut didapat dari pemulung barang bekas yang kemudian dijual ke pasar loak.

3. Buka Selama 24 Jam

Keunikan lain dari Pasar Loak Jatinegara adalah jam operasionalnya. Pasar ini buka selama 24 jam setiap hari. Hal ini membuat Pasar Loak Jatinegara tidak pernah tidur dan tetap hidup setiap saat.

Menurut salah satu penjual, Epen, Pasar Loak dikelola setiap hari secara bergantian. Jadi ada beberapa toko yang buka saat pagi, siang, sore, dan malam. Sehingga pasar ini siap melayani pembeli setiap saat.

Bagi yang tertarik berburu harta karun dan melihat keunikan Pasar Loak Jatinegara, ayo berkunjung dan rasakan keseruannya secara langsung.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com