Tag Archives: penyebab

6 Tips Jitu Jaga BI Checking Biar Mudah Ajukan KPR serta Cara Bersihkannya


Jakarta

BI checking merupakan salah satu persyaratan yang menentukan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kamu disetujui atau tidak. BI checking kamu juga menentukan seberapa cepat mengajukan KPR bisa disetujui.

Apabila BI checking kamu baik, maka KPR akan lebih cepat disetujui. Sementara BI checking yang bermasalah memiliki kemungkinan KPR ditolak. Lalu, bagaimana kalau BI checking kamu terlanjur memiliki skor kredit yang buruk?

Nah, ada cara yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan riwayat BI checking kamu. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.


Cara Membersihkan BI Checking

Melansir dari Cermati, Senin (1/7/2024), BI Checking bisa dikatakan buruk jika kamu mendapat skor kredit 3, hal ini biasanya terjadi karena adanya cicilan yang tak terbayarkan atau tertunggak. Berikut beberapa cara untuk membersihkan BI checking yang bisa kamu lakukan.

Pertama, cicilan kredit atau utang yang tertunggak pastinya harus kamu segera lunasi. Sebab di bank manapun kamu mengajukan kredit, dijamin tak akan mendapat persetujuan jika skor atau kualitas catatan kredit kamu masih buruk.

Kedua, setelah melunasi tunggakan cicilan kredit atau utang, pantau BI Checking kamu. Perhatikan apakah skor kredit berangsur-angsur mengalami perubahan. Kalau belum ada perubahan, ajukan komplain ke bank di mana kamu mengambil kredit.

Ketiga, kamu dapat membawa surat penjelasan atau klarifikasi dari bank di mana kamu mengajukan kredit, kamu dapat mengonfirmasikan ke pihak OJK bahwa kamu telah menuntaskan kewajiban kredit. Lalu tunggu sampai BI Checking dinyatakan benar-benar bersih.

Tips Menjaga BI Checking

Setelah diterpa persoalan buruknya BI Checking, pastinya kamu kapok dan ogah terjerembab untuk kedua kalinya ke dalam blacklist BI Checking. Ada beberapa cara menjaga BI Checking tetap bersih dan skor kreditnya tetap bagus. Bagaimana caranya?

1. Ketahui Kredit yang Diambil dan Sedang Berjalan

Rata-rata fasilitas pinjaman maupun fasilitas kredit yang disediakan bank atau lembaga pembiayaan lainnya umumnya sudah diketahui masyarakat. Mulai dari KTA, KPR, atau KKB.

2. Bayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo hingga Lunas

Telat membayar cicilan kredit sampai menunggak bisa jadi penyebab mengapa BI Checking dinilai buruk hingga dimasukkan ke dalam Blacklist BI Checking. Itulah sebabnya penting untuk selalu mengingat dan membayar cicilan kredit sebelum jatuh tempo.

3. Menggunakan Limit Kartu Kredit Sewajarnya

Memang kamu memilih kartu kredit karena limit yang ditawarkan sesuai dengan keinginan misalnya Rp6 juta. Kamu pun bebas melakukan transaksi hingga Rp6 juta. Namun, alangkah baiknya jika menggunakan kurang dari limit yang ditentukan.

Sebab jika sewaktu-waktu kamu kebetulan menunda pembayaran tagihan kartu kredit sebesar Rp 6 juta tersebut, ini akan membuat skor kredit dinilai jelek. Sebaiknya, pakailah kurang dari 30% dari limit kartu kredit kamu.

4. Sebisa Mungkin Hindari Minimum Payment Kartu Kredit

Menggunakan opsi minimum pembayaran tagihan kartu kredit boleh-boleh saja. Namun, kamu harus siap menanggung konsekuensinya, yaitu jeleknya BI Checking. Hal tersebut bisa terjadi karena tidak ada jaminan kalau utang kamu tidak akan menumpuk sehingga mengakibatkan kamu kesulitan membayar tagihan kartu kredit alias menunggak.

5. Simpan Bukti Transaksi untuk Digunakan dalam Mengawasi Laporan Kredit

Terkadang kesalahan bisa saja diperbuat bank sehingga tagihan kredit yang dilaporkan ke kamu tampak tidak wajar. Untuk menghindari kasus tersebut, ada baiknya menyimpan bukti-bukti transaksi kartu kredit. Dengan begitu, kesalahan tersebut akan dikoreksi bank dan kamu terhindar dari tagihan kredit yang barangkali di luar kemampuan kamu.

6. Ambil Kredit sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Bayar

Sebelum kamu mempunyai kartu kredit, pertimbangkanlah sesuai kebutuhanmu. Apakah kamu sangat memerlukannya atau tidak? Jadi, pertimbangkan apakah benar-benar membutuhkan dua kartu kredit? Ketahuilah batas kemampuan membayar kamu. Jangan demi gengsi, kamu sampai memiliki banyak utang.

Demikian cara menjaga dan membersihkan BI checking agar mudah mengajukan KPR. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing Segera, Jangan Dibiarkan!


Jakarta

Banyak orang mempunyai hewan peliharaan di rumah, salah satu yang sering dipelihara adalah kucing. Namun, terkadang kucing suka pipis sembarangan, sehingga rumah menjadi bau pipis kucing.

Jangan biarkan pipis kucing terlalu lama karena akan sulit dibersihkan, terutama aroma tidak sedapnya. Apalagi, kucing biasanya akan pipis di tempat yang sama berulang kali.

Oleh karena itu, penting bagi para pemilik kucing untuk tahu cara menghilangkan bau pipis kucing dengan efektif. Sebelum itu, ketahui dulu alasan kucing suka pipis sembarangan di rumah.


Penyebab Kucing Pipis Sembarangan di Rumah

Melansir The Vets, Jumat (5/7/2024), salah satu alasan utama adalah masalah kesehatan. Beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis dapat menyebabkan kucing pipis sembarangan. Segera konsultasikan ke dokter hewan jika kucingmu tiba-tiba mulai pipis sembarangan.

Selain masalah kesehatan, kucing juga bisa pipis sembarangan karena masalah perilaku. Stres, kecemasan, atau perasaan menguasai wilayah bisa menjadi pemicu. Selain itu, pastikan kotak pasir tempat kucingmu buang air dalam keadaan bersih karena ini juga memainkan peran penting.

3 Cara Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

1. Bersihkan Secepat Mungkin

Sebaiknya segera membersihkan pipis kucing ketika menemukannya. Seiring berjalannya waktu, bakteri akan mengurai zat kimia dalam pipis, seperti urea, yang menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap.

Jangan biarkan pipis kucing sampai mengering. Ketika pipis kucing telah mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut.

2. Lap Pipis dengan Tisu atau Kain

Bersihkan pipis kucing menggunakan tisu atau kain untuk menyerap semua cairan urine. Ini akan membantu mengurangi bau sebelum membersihkannya secara menyeluruh. Selain itu, hindari penggunaan air panas untuk membilas pipis kucingmu karena noda dan baunya akan lebih sulit dihilangkan.

3. Hindari produk pembersih mengandung amonia

Hindari penggunaan produk pembersih berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa mendorong kucing untuk pipis sembarangan lagi di tempat yang sama.

Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim, campuran baking soda dan cuka putih, atau detergen dan air soda.

Menghilangkan bau pipis kucing di rumah bisa menjadi tugas yang menantang. Dengan tiga cara jitu di atas, kamu dapat mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

Selalu perhatikan kesehatan dan kesejahteraan kucingmu. Jika terus pipis sembarangan, konsultasikan dengan dokter hewan untuk saran lebih lanjut. Dengan demikian, rumahmu akan tetap bersih, nyaman, dan bebas dari bau pipis yang tidak sedap.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ketahui 5 Penyebab Karpet Bau Apek dan Cara Ampuh Mengatasinya


Jakarta

Karpet menjadi benda yang dapat menghiasi ruangan sekaligus memberi rasa hangat ketika berdiri atau duduk di atasnya. Meski cantik dan fungsional, sering kali kita mengabaikan kebersihan sampai karpet bau apek.

Aroma kain yang lembap dan apek bikin suasana rumah menjadi kurang nyaman. Kalau sudah terlanjur apek, sebaiknya segera diatasi dan jangan dibiarkan ya!

Lantas, apa yang membuat karpet bau apek? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Rug Traders, Jumaat (5/12/2024).


Penyebab Karpet Berbau Apek

1. Hewan Peliharaan

Karpet tak jarang menjadi sasaran bagi hewan peliharaan untuk pipis. Bau pesing akibat urin hewan peliharaan, terutama pada karpet wol, akan melekat kuat dan sulit dihilangkan. Bau tidak sedap ini bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu akibat bakteri yang kembali aktif jika terkena air.

2. Karpet Lembap

Bau apek pada karpet bisa dipicu oleh kondisinya yang lembap. Hal ini biasanya disebabkan oleh banjir, tumpahan air, atau pendingin ruangan yang bocor. Bau apek ini ditimbulkan oleh jamur dan bakteri yang muncul pada karpet yang basah.

3. Lapisan Lateks Rusak

Banyak karpet memiliki lapisan lateks di bagian bawahnya yang bertujuan agar bulu-bulu karpet tetap menyatu. Namun, lapisan lateks ini bisa rusak dan menimbulkan bau busuk karena kualitasnya yang menurun. Bau akibat lapisan lateks ini bahkan bisa semakin parah setelah dicuci.

4. Usia Karpet

Kualitas karpet akan menurun seiring berjalannya waktu. Serat-serat pada karpet bisa terurai dan menimbulkan bau apek yang tidak diinginkan. Selain bau yang mengganggu, serat karpet juga bisa mengeluarkan debu yang menyebabkan alergi.

5. Wol Karpet

Karpet berbahan wol dibuat dari serat bulu domba yang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dari udara. Hal ini juga bisa menimbulkan bau khas wol yang tidak sedap.

Cara Menghilangkan Bau apek pada Karpet

Untuk menghilangkan bau apek pada karpet, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Melansir Pristine Home, Jumat (5/7/2024), berikut beberapa solusi sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apek pada karpet.

1. Gunakan Soda Kue atau Cuka Putih

Soda kue memiliki sifat pembersihan yang luar biasa. Kabar baiknya, kamu tidak perlu susah mendapatkannya karena bahan ini biasanya sudah ada di lemari dapurmu.

Soda kue bisa menghilangkan noda dan menyerap bau, serta kelembapan pada karpet. Jika noda dan bau pada karpet masih sulit dihilangkan, kamu bisa mengombinasikannya dengan cuka putih.

Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan soda kue:

• Pastikan karpet dalam keadaan kering.

• Campur air hangat dan cuka dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.

• Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kuet tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.

• Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.

• Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

2. Bersihkan Karpet dengan Sampo

Coba menggunakan sampo karpet komersial. Ada berbagai jenis yang tersedia. Beberapa produk mungkin memerlukan mesin pembersih karpet, sementara yang lain bisa diaplikasikan hanya dengan spons.

Langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan sampo adalah sebagai berikut.

• Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum menggunakannya. Beberapa sampo mungkin memerlukan air untuk diaktifkan, sementara yang lain bekerja dengan baik dalam keadaan kering.

• Jika karpetmu terdapat noda, mungkin lebih baik untuk mengatasinya sebelum membersihkannya dengan sampo.

3. Kontrol Kelembapan Udara di Rumah

Seperti pepatah, melakukan langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk menghilangkan kemungkinan bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur, cobalah kontrol kelembapan udara di dalam rumahmu. Kondisi udara yang lembap bisa memicu bau apek pada karpet.

Untuk mengontrol kelembapan udara di rumah, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut.

• Pasang kipas angin agar sirkulasi udara berjalan dengan lebih baik. AC juga bisa memberikan hasil yang memadai.

• Buka jendela secara teratur untuk ventilasi yang baik.

• Saat membersihkan lantai, tunggu hingga benar-benar kering sebelum meletakkan kembali karpet di atasnya.

• Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari agar kering secara alami.

• Temukan sumber kelembapan di rumah dan atasi segera. Sumber kelembapan di rumah umumnya disebabkan oleh kebocoran pipa atau uap dari dapur atau kamar mandi.

Demikianlah penjelasan mengenai cara menghilangkan bau apek pada karpet di rumah. Dengan mengetahui cara-caranya, karpet bisa terbebas dari bau apek sehingga akan membuatmu nyaman di rumah.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

8 Kesalahan Ini Bikin Rumah Bau, Pengharum Ruangan Pun Nyerah!


Jakarta

Rumah yang bersih dan rapi bisa bikin penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya, apalagi kalau aroma rumah wangi dan segar. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan penghuni rumah bisa bikin rumah bau tidak sedap.

Bahkan, pengharum ruangan pun tidak cukup menutupi bau rumah. Nah, daripada mengandalkan pengharum ruangan saja, sebaiknya mengatasi bau tersebut langsung pada sumbernya.

Lalu, apa saja kesalahan yang bisa bikin rumah bau? Simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari Real Simple, Jumat (5/7/2024).


Kesalahan yang Bikin Rumah Bau

1. Jarang Membuang Sampah

Salah satu penyebab utama rumah bau adalah makanan yang membusuk yang bisa menjadi masalah jika kamu tidak memiliki saluran pembuangan di wastafel. Sebelum memasang kantong sampah baru, mungkin juga sudah saatnya membersihkan tong sampahmu.

Semprotkan pembersih serbaguna pada sehelai kertas dan lap bersih. Jangan lupa memeriksa semua tempat sampah di rumah tanpa terkecuali.

Trik untuk mengurangi bau tak sedap dari tong sampah adalah melapisi bagian bawahnya dengan beberapa lapisan koran. Dengan dilapisi koran, tumpahan sampah yang berbau akan terserap sehingga bisa meminimalisasi munculnya bau tak sedap.

2. Tidak Membersihkan Kulkas

Salah satu bagian rumah yang sering kita abaikan untuk dibersihkan adalah bagian dalam kulkas. Tumpahan kecil, kebocoran dari wadah makanan, atau hanya makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa bisa menjadi sumber bau tak sedap jika tidak segera ditangani.

Untuk membersihkan kulkas dengan benar, sebaiknya keluarkan semua rak dan cuci dengan air panas dan sabun. Kemudian lap bagian dalam kulkas dengan campuran cuka putih, baking soda, dan air. Lakukan ini setidaknya empat kali setahun, tetapi bersihkan tumpahan segera setelah terjadi.

3. Membiarkan Handuk Berjamur

Handuk yang terlalu lembap bisa menyebabkan jamur dan bakteri tumbuh di handuk. Bersihkan handuk dengan detergen berkualitas dan cuka atau baking soda pada siklus panas. Untuk mencegah hal ini terjadi di masa depan, jemur handuk setelah digunakan agar kering sempurna.

Selain itu, kamar mandi bisa menjadi tempat berkembang biak jamur. Jika ada jendela di sana, coba buka ketika kamu sedang tidak mandi dan jangan lupa menyalakan kipas jika kamu memilikinya.

4. Jarang Bersihkan Debu

Jika rumahmu tidak benar-benar berbau buruk, tetapi mungkin saja tidak segar, kamu mungkin perlu membersihkannya secara menyeluruh dengan menyapu dan menghisap debu. Debu adalah campuran bakteri, sel-sel kulit mati, serbuk sari, kotoran, dan hal-hal lain di atmosfer, yang juga bisa menimbulkan bau tak sedap di rumah.

5. Jarang Bersihkan Karpet dan Tikar

Karpet dan tikar bisa menyimpan bau, terutama jika kamu memiliki hewan peliharaan. Jika hanya menghisap debu tidak cukup, coba berikan produk penyegar karpet yang aman di atas tikar, biarkan selama lima belas menit, lalu sedot dengan vacuum.

Jika kamu memiliki karpet atau tikar yang bisa dicuci, bersihkanlah secara teratur sesuai petunjuk pabrik. Di sisi lain, jika kamu memiliki karpet berukuran besar, kamu mungkin perlu menggunakan layanan profesional untuk membersihkannya secara menyeluruh.

Bau kaki yang tidak sedap adalah hal lumrah bagi banyak dari kita. Ini biasanya terjadi karena sepatu kita terkontaminasi oleh molekul bau yang tidak sedap.

Ketika sejumlah besar sepatu mulai menumpuk di pintu masuk, itu menciptakan bau yang tidak terlihat. Pertimbangkan untuk menyimpannya di dalam lemari tertutup atau keranjang setidaknya untuk mengendalikan bau.

Selain itu, rajinlah menyucinya secara rutin agar bau tak sedap benar-benar menghilang.

7. Tidak Merawat Tanaman Hias

Tanaman hias di dalam rumah yang kurang terawat bisa menimbulkan bau. Pembusukan akar, yang disebabkan oleh terlalu banyak air, akan membuat rumah berbau.

Jika sudah begini, kamu perlu mengeringkan pot tanaman dan melakukan triase, tergantung pada jenis tanaman yang kamu miliki.

8. Jarang Memandikan Hewan Peliharaan

Meski memelihara hewan di rumah menyenangkan, bau alami mereka umumnya tetaplah tidak mengenakkan. Terkadang rumahmu bisa berbau seperti anjing atau kucing. Kamu bisa memandikannya sendiri atau membawanya ke salon hewan.

Itulah kesalahan-kesalahan yang bisa bikin rumah bau. Semoga membantu!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 8 Penyebab Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mudah Mengatasinya


Jakarta

Cat rumah adalah pelindung terluar dinding. Selain melindungi, cat dinding juga mempercantik tampilan rumah. Sifatnya yang menempel pada dinding, ada beberapa risiko yang dapat merusak cat dinding, salah satunya adalah cat menggelembung.

Cat menggelembung adalah keadaan cat yang semula rata dan mulus tiba-tiba membentuk bulatan besar seperti balon yang diisi udara. Biasanya cat menggelembung tidak langsung pecah terutama yang ukuran bulatannya masih kecil. Namun, ukuran apapun, cat menggelembung mengganggu estetika dinding di rumah. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada cat menggelembung pada dinding rumah?

Penyebab Cat Menggelembung

Dikutip dari House Beauty, Sabtu (6/7/2024) berikut beberapa penyebab cat dinding menggelembung.


1. Cat yang Dipilih Tidak Sesuai

Penyebab pertama cat dinding menggelembung adalah jenis cat yang digunakan tidak sesuai dengan dinding rumah. Misalnya jenis cat minyak dan lateks dipakai bersamaan. Alhasil keduanya tidak dapat menempel dan senyawanya tidak mengikat. Dengan demikian, setelah ditimpa permukaan dinding akan terlihat gelembung berisi udara.

2. Tidak Membersihkan Sisa Cat Sebelumnya

Sudah jadi rahasia umum, jika ingin mengecat dinding, kamu perlu membersihkan warna cat sebelumnya. Namun, biasanya langkah ini dilewati karena sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal cara ini bukan hanya membuat tampilan dinding lebih halus, melainkan menghilangkan kotoran yang menempel di dinding. Minyak atau kotoran bisa menjadi penyebab timbulnya gelembung sebab cat tidak dapat menempel sepenuhnya pada dinding yang berminyak.

3. Tidak Pakai Cat Dasar

Setelah cat sebelumnya terkelupas, kamu perlu melapisinya dengan cat dasar dahulu. Cat dasar penting untuk memperkuat lapisan warna pada tembok. Cat dasar ini juga perlu dipakai setelah cat selesai. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa cat dapat terkunci dan mencengkeram permukaan secara merata dan konsisten.

4. Dinding yang Lembab

Kemudian, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan cat menggelembung yakni udara di sekitar dinding lembap, terutama pada saat hujan. Biasanya cat dinding luar sering mengalami cat menggelembung. Kelembapan berbentuk udara atau air terperangkap di lapisan cat dan membentuk kantong. Kamu perlu berhati-hati jika atap rumah mulai bocor karena potensi cat dinding menggelembung mungkin saja terjadi.

5. Cat Terkena Suhu yang Terlalu Panas

Selain lembap, cat menggelembung juga bisa timbul jika di sekitar dinding terlalu panas. Idealnya cat dinding berada dalam suhu 50-85 derajat. Jika berada di atas angka tersebut risikonya cat mengering secara tidak merata sehingga ada udara yang terperangkap di bawahnya.

6. Menimpa Cat Lain yang Masih Basah

Salah teknik pengecatan seperti menimpa cat yang masih basah juga merusak permukaan cat sebelumnya. Salah satu kerusakan tersebut terlihat dari terbentuknya gelembung. Oleh sebab itu, pastikan cat yang sudah dipoles dan dicat benar-benar kering sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

7. Cat Diaduk Terlalu Lama

Teknik pengecatan lainnya yang membuat cat menggelembung adalah cat diaduk terlalu lama sebelum dipakai. Mengaduk cat terlalu lama dan terlalu cepat secara berlebihan dapat menimbulkan masuknya gelembung udara ke dalam cat yang muncul di dinding.

8. Salah Memilih Rol Cat

Penyebab lainnya adalah salah memilih rol cat. Kuas dan cat dirancang berbeda-beda agar pada saat digunakan, cat bisa merata tanpa tercipta bertekstur. Maka dari itu, tanyakan kepada petugas toko bangunan atau tempat kamu membeli cat agar hasilnya sesuai harapan.

Cara Mengatasi Cat Gelembung

Jika mendapati cat di rumah menggelembung, kamu bisa memecah gelembung tersebut dengan mengikisnya. Gunakan ampelas agar lebih cepat. Jika di bawah cat menggelembung ada retakan, sebaiknya tambal dahulu. Setelah permukaan dinding kembali rata seperti semula, amplas kembali.

Jangan lupa oleskan dengan cat dasar atau primer, pastikan cat benar-benar mengering dan tidak lembab. Lalu aplikasikan ulang cat dengan lapisan berikutnya. Tunggu sampai mengering, baru kamu bisa menimpa cat baru lagi jika dibutuhkan.

Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Belajar dari Kasus di Cilegon, Ini Cara Cegah Atap Rumah Ambruk Saat Hujan Angin



Jakarta

Sebuah rumah milik warga Kopo Tanjak, Gunung Sugih, Cilegon belum lama ini bagian atapnya roboh saat diterjang hujan yang disertai angin kencang. Bagian atap rumah ambruk hingga menimbulkan kerugian belasan juta rupiah.

“Atap rumah bagian depan dan kamar ambruk, rusak sedang. Kerugian kurang lebih Rp 15 juta,” ucap Kepala BPBD Cilegon Suhendi dikutip dari detikNews, Minggu (7/7/2024).

Suhendi mengungkapkan ambruknya atap rumah juga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Walau demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


“Penyebab kejadian, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan bangunan yang sudah rapuh. Korban jiwa nihil,” katanya.

Rumah semestinya menjadi tempat berlindung dari berbagai kondisi alam. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem serta bangunan yang kurang kokoh bisa membuat bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah.

Lalu, bagaimana cara membangun rumah yang tahan terhadap terpaan hujan lebat yang disertai angin kencang? Simak penjelasan ahli berikut ini.

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyampaikan pemilihan material rangka atap mempengaruhi kekuatan atap untuk menahan hujan dan angin kencang. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

“Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti belum lama ini.

Ia mengatakan penggunaan material kayu atau bambu untuk rangka atap sudah tidak lagi disarankan karena rawan lapuk dan dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan bobot genteng. Sementara baja ringan merupakan inovasi material yang awet dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

“Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” jelasnya.

Panggah menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk sebagai rangka atap. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan juga jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

“Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

Selain itu, pemasangan genteng harus sesuai supaya tidak ada air hujan yang masuk rumah. Setiap genteng perlu disusun saling meniban, serta memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air. Sebab, meski memiliki sifat anti karat, baja ringan bisa rusak bila terkena air.

Kemudian, Panggah juga membagikan tips agar atap rumah tidak mudah rusak akibat tiupan angin kencang. Ia menyarankan agar memilih material genteng yang berat, seperti genteng tanah liat berkeramik atau genteng beton.

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Dianggap Sepele, Ini 6 Penyebab Saluran Air Mampet dan Solusinya



Jakarta

Saluran air tersumbat bisa saja terjadi jika ada benda atau sampah yang menghalangi jalur air keluar. Jika sudah begitu, kemungkinan terbesar adalah air yang dibuang bisa meluap, bahkan hingga ke sampah-sampah yang tersangkut di dalamnya.

Penyebab saluran tersumbat biasanya dikarenakan penumpukan sampah atau kotoran pada pipa pembuangan. Biasanya penumpukan ini sudah terjadi sejak lama dan saat meluap ada sampah lain yang menutup sehingga tidak ada jalur untuk air keluar.

Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, Kamis (11/7/2024) berikut penyebab saluran air tersumbat.


1. Rambut

Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

2. Sabun

Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

3. Sisa Makanan

Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

4. Kotoran

Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

5. Minyak dan Lemak

Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

6. Endapan Mineral

Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


Jakarta

Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

1. Periksa Bagian Atap

Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


2. Cari Sumber Kebocoran

Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

3. Mengecek Bagian Bawah Atap

Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

4. Memperbaiki Atap yang Rusak

Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rumah Terasa Pengap dan Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Jakarta

Pernahkah kamu merasa udara di rumah terasa pengap dan berbau tidak enak? Biasanya fenomena seperti ini karena sirkulasi udara di rumah yang tidak begitu bagus. Maka saat kamu berada di dalam rumah justru terasa panas dan tidak nyaman. Rumah terasa pengap dan berbau itu tidak hanya terjadi saat panas saja, melainkan pada saat hujan turun juga bisa terjadi. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab Rumah Terasa Pengap dan Berbau

Melansir dari Real Simple, Jumat (26/7/2024), udara pengap terjadinya karena sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik. Udara panas terperangkap, lalu dari waktu ke waktu udara di sekitarnya menjadi lembap. Kondisi ini membuat siapa pun yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas, dan tidak nyaman. Lama-lama udara lembab tersebut mengundang jamur tumbuh di berbagai sudut rumah sehingga tercium bau tidak sedap seperti apek atau ada juga yang bilang seperti bau kaki.

Dampak dari sirkulasi udara di rumah yang tidak baik alat-alat elektronik bisa cepat panas jika saat digunakan. Mau tidak mau kamu pasti membutuhkan kipas angin atau AC agar suhu udara di rumah turun.


Cara Mengatasi Rumah yang Terasa Pengap dan Bau

1. Nyalakan Kipas Angin

Menurut seorang ahli kualitas udara, Glory Dolphin mengatakan kipas langit-langit atau kipas kotak bisa membantu mendorong udara panas keluar dan memperlancar sirkulasi udara di ruangan.

2. Manfaatkan AC

Cara instan lainnya adalah menyalakan AC. Rumah modern masa kini, kebanyakan sudah dilengkapi dengan AC minimal 1 ruangan. Namun, memang cara ini bukan solusi akhir mengatasi pengap di rumah.

3. Buka Jendela Rumah

Agar sirkulasi di rumah lancar, kamu harus sering membuka jendela. Selain itu, jika kamu memiliki sisi belakang rumah, kamu bisa membuat satu ventilasi lainnya di sana. Dengan begitu tercipta sirkulasi silang yang terbukti ampuh membuat udara panas dari dalam rumah.

4. Gunakan Air Purifier

Bagi kamu yang memiliki alat air purifier, bisa memanfaatkan alat ini untuk memfilter udara di dalam rumah. Namun, kamu tetap harus membuka jendela dan memiliki ventilasi yang cukup untuk mendorong udara panas keluar rumah.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Jadi Pemicu 3 Rumah Terbakar di Cengkareng, Begini Cara Cegah Korsleting Listrik


Jakarta

Tiga rumah di Cengkareng, Jakarta Barat terbakar diduga karena korsleting listrik pada Minggu (28/7/2024). Api bersumber dari salah satu rumah yang sedang kosong karena penghuninya sedang berlibur. Api dengan cepat merambat ke rumah sebelahnya.

Melansir dari detikNews, petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima laporan kebakaran pada pukul 14.07 WIB. Lokasi kejadian berada di sebuah perumahan di Jalan Crisant II B RT 03 RW 12 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakbar.

“Pelapor posisi rumahnya berdekatan dengan rumah TKP kebakaran, mendengar suara teriakan dari orang rumah terjadi kebakaran yang apinya sudah membesar, kemudian langsung menghubungi pemadam kebakaran,” kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Syarifudin pada Minggu (28/7/2024).


Api dapat dipadamkan dua jam kemudian yakni pada 16.27 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi 13 jiwa dari 3 KK terdampak dan kehilangan hunian. Kerugian ditaksir mencapai Rp 864 juta untuk 3 rumah terdampak dengan luas area terbakar sekitar 288 meter persegi.

“Jumlah Kerugian kurang lebih Rp 864 juta,” sebutnya.

Korsleting listrik kerap menjadi penyebab kebakaran. Arus pendek atau short circuit yang mengalir tidak sesuai dengan nilai hambatan (tahanan) menimbulkan lonjakan arus listrik yang besar. Akibatnya terjadi percikan api hingga ledakan yang apabila mengenai benda mudah terbakar dapat menyebar ke area lain.

Berkaca dari kejadian 3 rumah terbakar di Cengkareng akibat korsleting listrik, bagaimana cara kita mencegah korsleting listrik?

Dilansir dari situs Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

Untuk mencegah hal tersebut, berikut 7 cara mencegah korsleting listrik di rumah agar terhindar dari kebakaran.

Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah

1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

Salah satu penyebab korsleting listrik lainnya adalah kebiasaan menumpuk steker atau colokan listrik secara berlebihan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan panas yang berlebih dan berakibat pada kebakaran.

5. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

6. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

7. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

Itulah cara mencegah korsleting listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com