Tag Archives: penyebabnya

Handuk Masih Bau Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya



Jakarta

Handuk merupakan salah satu jenis kain pengering badan yang biasa digunakan sehabis mandi. Handuk juga harus dicuci walau tidak setiap hari, sebab handuk juga menyimpan kuman dan bakteri. Namun, pernahkah kamu merasa handuk masih bau bahkan setelah dicuci?

Dilansir dari situs Homes To Love, pada Senin (21/04/2025), bau tersebut diakibatkan oleh adanya endapan detergen pada handuk. Sederhananya, residu sabun menumpuk pada serat handuk dan mencegah penyerapan air sehingga handuk tidak dapat kering dengan maksimal.

Salah satu solusi agar handuk tidak bau setelah dicuci adalah membersihkannya menggunakan cuka putih dan soda bikarbonat. Selain menghilangkan bau, cuka putih dan soda bikarbonat membuat handuk terasa lembut dan seperti baru.


Kamu bisa melakukan pembersihan pakai cuka putih dan soda bikarbonat apabila handuk sudah berjumbai atau usang, tidak lagi menyerap, dan masih bau setelah dicuci. Adapun, cara mencucinya adalah sebagai berikut.

  1. Masukkan handuk ke dalam mesin cuci dan secangkir cuka putih sebagai pengganti detergen, lalu cuci dengan air panas.
  2. Saat menekan tombol bilas, tambahkan setengah cangkir soda bikarbonat dan lanjutkan mencuci.
  3. Keluarkan handuk dan keringkan sampai maksimal di jemuran atau mesin pengering.

Intinya, tuang cuka saat siklus pencucian dan tuang soda bikarbonat saat siklus pembilasan. Biasakan membersihkan handuk pakai cuka putih dan soda bikarbonat setiap pencucian ketiga atau keempat

Sementara itu, untuk tips lainnya pastikan handuk kering maksimal di ruang terbuka. Kemudian, ikuti aturan pemakaian detergen yang disarankan. Lalu, jangan gunakan pelembut kain komersial karena bahan kimia dari pelembut dapat melapisi handuk sehingga daya serapnya berkurang.

Itu dia tips mengatasi handuk yang masih bau setelah dicuci. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Sebaiknya Dijauhkan dari Anabul dan Anak-anak, Bisa Keracunan!


Jakarta

Terdapat beberapa tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan dan anak-anak. Penyebabnya bukan hanya karena tampilan atau bau dari tanaman tersebut, melainkan apabila tanaman tersebut dikonsumsi.

Seperti yang kita tahu, anak-anak seperti balita suka meraih benda apa pun di sekitarnya. Jika mereka mencabut daun tanaman yang disebut berbahaya ini, dapat akan timbul gejala-gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Lalu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing tidak hanya memakan daging, terkadang mereka kerap memakan atau menggigit tanaman.

Khawatirnya apabila tanaman-tanaman berbahaya ini berada di jangkauan hewan dan anak-anak, kemudian tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan mereka.


Lantas, tanaman apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan? Dilansir Real Simple berikut daftarnya.

1. Palem Sagu

beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

Tanaman palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) memiliki bentuk dahan yang melebar. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Oleh karena itu, banyak yang memajang tanaman ini di dalam ruangan karena cukup besar tetapi mudah perawatannya.

Namun, hati-hati tanaman satu ini beracun bagi hewan dan manusia. Bagian yang harus dihindari adalah bijinya. Di dalamnya terdapat zat bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman, bukan bijinya, tetap harus periksa ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

2. Kaktus Pensil

Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

Tanaman kaktus terkadang dihindari dari anak-anak karena permukaannya yang berduri. Di samping itu, ada lho jenis kaktus yang lain, lebih kecil dan ramping batangnya tetapi tak kalah berbahaya. Tanaman ini memang tidak memiliki daun hanya batang yang ramping. Nama tanaman ini adalah kaktus pensil.

Di balik tampilannya yang unik, hati-hati dengan getahnya yang muncul dari ujung batang. Getah ini berwarna putih yang apabila terkena di tangan akan terasa kesat dan lengket. Untuk kulitnya sensitif getah ini dapat menimbulkan iritasi bagi manusia dan hewan. Jauhnya getah ini dari area wajah karena jika terkena di mata dapat menimbulkan kebutaan.

3. Kuping Gajah

fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

Kuping gajah juga sering disebut dengan anthurium. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar dan berserat mirip telinga gajah. Daunnya pun tidak hanya hijau, melainkan banyak warna, seperti merah, pink, hingga coklat kemerahan.

Di balik keindahannya ternyata kuping gajah mengandung asam oksalat, asparagin, dan asam amino yang bisa menyebabkan sensasi terbakar pada kulit, rasa gatal, gangguan pernapasan, hingga menutup jalur napas.

4. Philodendron

house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

Philodendron adalah tanaman yang perawatannya cukup mudah dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Namun, di dalam tanaman ini terdapat kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi. Selain itu, bisa juga bereaksi pada kulit dengan menimbulkan bengkak.

5. Tanaman Ivy

Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

Tanaman Ivy memiliki bentuk daun yang cantik yakni seperti bintang. Tanaman ini termasuk tanaman rambat. Hati-hati ketika memegangnya karena tanaman ivy dapat mengeluarkan getah. Di dalam mengandung falcarinol yang bisa berdampak dermatitis.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Harus Pakai Cat Dasar Sebelum Ngecat Dinding? Ini Alasannya



Jakarta

Saat mengecat dinding, kalian harus mengaplikasikan cat beberapa kali hingga dinding tertutup sempurna dan rata. Untuk memastikan lapisan paling atas menempel dengan erat, dibutuhkan lapisan paling bawah yang kuat atau sering disebut cat dasar atau cat primer.

Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki berbagai warna.

Selain untuk mengeratkan lapisan di atasnya, keberadaan cat dasar punya banyak manfaat. Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.


Ada pun pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati menambahkan bahwa cat dasar dibutuhkan karena dapat melindungi dinding dari air dan kelembapan yang merupakan musuh terbesar dinding.

“Musuh terbesar daripada tembok adalah air dan kelembapan. Apalagi di Indonesia, air itu sangat tinggi. Oleh karena itu, cat dasar itu sangat dibutuhkan,” ungkap Niluh saat ditemui dalam acara Press Conference Dulux Professional: 2-in-1 Evolution, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Niluh membenarkan jika saat ini cat primer dengan cat pelapis atas adalah dua produk yang berbeda. Konsumen perlu membeli dua produk berbeda untuk mengecat dinding. Namun, saat ini sudah ada inovasi produk yang telah menyatukan dua jenis cat tersebut dalam satu produk yakni Dulux Professional Interior Express 2-in-1 A700 yang dapat dipakai di dalam ruangan.

Produk ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang lebih murah, pemakaiannya cepat, dan lebih ramah lingkungan. Sebab, ada satu step yang akan dilewatkan yakni pengecatan primer karena dalam produk tersebut sudah mencakup cat primer dan cat lapisan atas.

“Tapi karena cat dasar itu membutuhkan dua bahan yang berbeda dengan top coat, jadi menyatukan menjadi satu. Jadi dia udah pelindung alkalinya, warnanya. Jadi dua menjadi satu,” jelas Niluh.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Muncul Kerak Kuning di WC? Ini Penyebab dan Cara Bersihkannya



Jakarta

Kamar mandi adalah salah satu ruangan yang cepat kotor, terutama bagian WC. Nggak heran, WC memang cepat kotor karena digunakan untuk membuang kotoran.

Kalau sudah muncul kerak di WC, itu tandanya kamar mandi atau toilet sudah kotor. Kerak ini cukup sulit untuk dibersihkan, sehingga tidak cukup disiram dengan air.


Lantas, apa yang bikin kerak muncul di WC dan bagaimana cara membersihkannya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab WC Berkerak

Menurut Simply Spotless, lubang WC berkerak akibat jamur, karat, dan kalsium. Ketika konsentrasi mineral dalam air terlalu tinggi dan terjadi penumpukan karena jarang disikat, kerak akan muncul di permukaan WC. Noda tersebut akan semakin jelas karena kelembaban WC yang mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Warna kerak pada WC cukup beragam tergantung pada penyebabnya. Jika berwarna hitam, oranye, atau hijau itu disebabkan oleh jamur atau lumut. Lalu, noda yang disebabkan karena karat biasanya berwarna merah muda, merah, atau coklat tua. Sementara itu, noda kalsium berwarna kekuningan.

Cara Bersihkan Kerak pada WC

Warna kerak yang paling sering ditemukan adalah kuning. Jika menemui WC muncul kerak kuning, berikut cara menghilangkan seperti yang dikutip dari Real Simple.

1. Pakai Baking Soda dan Cuka

Baking soda dan cuka bisa menghilangkan noda membandel. Untuk menghilangkan kerak yang menempel di lubang WC, siramlah cuka ke permukaan WC yang berkerak, ,alu sikat dan bilas.

Setelah 5 menit, tambahkan baking soda dan cuka hingga muncul busa. Diamkan selama 10 menit baru bisa digosok. Jika busa sudah sepenuhnya hilang, kamu bisa membilasnya.

2. Pakai Pasta Boraks

Cara alternatif untuk membersihkan WC berkerak adalah menggunakan pasta boraks. Campurkan 1/2 cangkir boraks dan 1/4 cangkir cuka hingga kental. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan saat mencampurkannya.

Saat menyiramkan campuran boraks dan pasta gigi, permukaan atas WC harus kering. Biarkan pasta boraks selama 15-20 menit. Setelah gosok permukaannya, baru WC disiram dengan flush.

Tips Cegah WC Berkerak

WC dipastikan tidak akan mudah berkerak apabila secara rutin dibersihkan. Minimal setiap dua minggu sekali, penggunanya harus menyikat dan memberikan cairan anti bakteri yang bisa dibeli di warung terdekat. Jika tidak ingin memakai bahan kimia seperti cairan anti bakteri tersebut, kamu bisa menggunakan soda kue dan cuka yang lebih aman.

Itulah cara membersihkan toilet berkerak dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

6 Biang Kerok Saluran Air Mampet dan Cara Mengatasinya



Jakarta

Saluran air tersumbat merupakan permasalahan yang cukup menjengkelkan. Penyebabnya tentu adanya sumbatan di saluran air yang disebabkan oleh penumpukan kotoran ataupun sampah.

Dalam keadaan yang sudah parah, saluran air tersumbat bukan hanya menghambat saluran pembuangan air, tapi juga bisa meluap.

Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, berikut penyebab saluran air tersumbat.


1. Rambut

Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

2. Sabun

Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

3. Sisa Makanan

Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

4. Kotoran

Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

5. Minyak dan Lemak

Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

6. Endapan Mineral

Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Atap Baja Ringan Berisik Saat Hujan? Itu Pertanda Buruk!



Jakarta

Ada berbagai jenis atap yang bisa dipilih pemilik rumah berdasarkan bahannya. Salah satu atap yang banyak digunakan untuk membangun rumah modern adalah atap baja ringan.

Jenis atap itu cukup kuat dan tahan lama karena terbuat dari lembaran baja berkualitas struktural. Akan tetapi, atap baja ringan bisa menimbulkan suara bising saat hujan dan angin kencang.

Kondisi seperti itu akan dapat mengganggu ketenangan penghuni rumah. Apalagi suara dari atap baja ringan bisa menjadi pertanda masalah.


Lantas, apa arti dari bunyi atap baja ringan ketika hujan? Lalu, apa penyebabnya ya? Simak penjelasannya berikut ini.

Pertanda Buruk Atap Baja Ringan Berisik

Dikutip dari Metal Roofing Alliance, atap logam yang berbunyi bisa menandakan masalah. Berikut potensi masalah yang menyebabkan atap bising.

  • Atap tidak dipasang sesuai dengan rekomendasi pabrik atau insulasinya tidak memadai.
  • Jumlah pengencang atap terlalu sedikit atau pengencang yang longgar.
  • Penempatan atap yang tidak tepat.

Penyebab Atap Baja Ringan Berisik

Atap baja ringan bisa berbunyi karena beberapa faktor di antaranya dipengaruhi oleh dek atap, insulasi, serta teknik pemasangan. Atap baja ringan sering bising bisa karena sifat logam (besi) itu sendiri yang jadi materialnya. Logam mengeluarkan bunyi denting atau dering ketika dipukul.

Selain material, bentuk atap juga mempengaruhi bunyi pada atap. Biasanya, atap dengan permukaan yang lebih tinggi dan ruang loteng yang lebih luas, cenderung lebih senyap daripada atap datar.

Cara Cegah Atap Bising

Sebenarnya, atap material logam modern tidak akan berbunyi kalau dipasang dengan benar menurut laman JJ Roofing Supplies. Proses pemasangan dan bahan yang digunakan harus sesuai. Berikut ini cara untuk meredam kebisingan dari atap lembaran logam.

  • Pastikan instalasi benar, karena proses pemasangan memegang peranan penting untuk menentukan seberapa senyapnya atap logam.
  • Penggunaan insulasi dan lapisan bawah adalah cara paling efektif untuk mengurangi kebisingan dari atap ini. Bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai penghalang suara, menyerap, dan meredam kebisingan sebelum bisa memasuki ruang.
  • Pertimbangkan struktur atap dengan kemiringan yang lebih curam. Sebab, sudutnya membantu meredakan dampak tetesan air hujan, sehingga umumnya akan lebih senyap daripada atap yang lebih datar. Keberadaan ruang loteng juga bisa menyediakan zona penyangga tambahan untuk meredam suara-suara tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


Jakarta

Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

2. Spons Sudah Kotor

Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

4. Noda Membandel

Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

Cara Menghilangkan Bau di Piring

Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

1. Pakai Air Panas

Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

3. Simpan Piring dengan Benar

Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

4. Buang Piring yang Retak

Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Cara Tahu Ada Kebocoran Listrik di Rumah dan Penyebabnya


Jakarta

Kebocoran listrik harus diketahui sejak awal karena apabila terlambat bisa menimbulkan sengatan listrik dan membahayakan keselamatan penghuni rumah.

Ada pun, kebocoran listrik adalah kondisi arus listrik yang mengalir di luar jalur. Listrik yang mengalir di luar jalur ini tidak bisa dicegah meskipun token listrik telah dalam kondisi mati.

Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya hingga bisa menyengat manusia dan tidak akan mati meskipun meteran listrik atau kWh meter sudah dalam kondisi mati.


SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kondisi listrik dapat lebih berbahaya apabila lokasi yang bocor berada di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.

“Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Jumat (1/11/2024) lalu.

“(Aliran dekat air) itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

Lantas, bagaimana cara mengetahui ada kebocoran listrik di rumah? Berikut penjelasannya.

Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

Kebocoran listrik di rumah bisa diketahui dengan mengecek meteran listrik atau token, terutama yang memakai meteran pra bayar. Selanjutnya lakukan hal ini:

1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

2. Matikan meteran listrik

3. Tekan angka ’44’ lalu enter

4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

“Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

Penyebab Kebocoran Listrik

Kebocoran listrik bisa disebabkan oleh beberapa hal, berikut di antaranya.

1. Kabel yang Dipakai Tak Sesuai

Kabel yang dipasang di rumah harus menyesuaikan dengan besaran listrik di rumah. Sebab, setiap besaran arus listrik memiliki jenis kabel berbeda. Apabila memakai kabel asal-asalan dan tak layak pakai, kebocoran listrik mudah terjadi

“Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

2.Kabel Listrik Sudah Tua

Usahakan memakai kabel baru dan yang memiliki kondisi yang baik. Banyak kejadian kebocoran listrik terjadi karena periode pemakaiannya sudah lama.

“Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

3. Pemakaian Stop Kontak Bersambung

Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Suka Ada Cacing di Kamar Mandi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya



Jakarta

Cacing merupakan salah satu hewan yang terkadang muncul di kamar mandi. Keberadaannya terkadang membuat penghuni rumah merasa jijik dan geli.

Oleh karena itu, tak jarang penghuni rumah langsung menyiramnya untuk agar tidak kembali lagi ke kamar mandi. Tapi, kenapa ya bisa ada cacing di kamar mandi?

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, keberadaan cacing di kamar mandi bisa terjadi karena adanya celahan atau retakan di lantai keramik serta potensi sumber makanan.


“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom, Kamis (15/5/2025).

Nah, untuk mengendalikan atau mencegah keberadaan cacing, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan dan kelembapan area kamar mandi. Selain itu, bersihkan juga saluran air secara rutin dan pastikan tidak ada genangan air agar cacing tanah tidak bisa masuk ke kamar mandi dengan mudah.

“Dan juga melakukan pengelolaan limbah dan sumber air, seperti mengelola limbah rumah tangga dengan baik dan memastikan sumber air tidak terkontaminasi oleh telur atau larva cacing sangat penting. Penggunaan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci dapat mengurangi risiko infestasi cacing tanah,” ungkapnya.

Apabila sudah terjadi infestasi atau serangan cacing dalam jumlah besar, penghuni rumah bisa mempertimbangkan penggunaan insektisida. Namun, penggunaannya harus hati-hati.

“Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah . Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tutupnya.

Itulah penyebab dan cara mencegah cacing tanah masuk ke dalam kamar mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Atap Rumah Bisa Berlumut Seiring Waktu, Ini Cara Atasinya


Jakarta

Atap berfungsi untuk melindungi para penghuni dari air hujan dan panas matahari yang menyengat. Namun seiring waktu, atap bisa berlumut karena kondisi udara yang lembap.

Atap rumah yang berlumut dapat mengganggu penampilan sehingga terlihat jelek dan kotor. Jika dibiarkan terus menerus maka lumut bisa merusak material atap itu sendiri.

Salah satu solusi untuk mengatasi atap rumah yang berlumut adalah dengan cara dibersihkan. Namun, ada cara khusus agar lumut di atap rumah bisa hilang dengan efektif.


Lantas, bagaimana cara membersihkan atap yang berlumut? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Penyebab Atap Rumah Berlumut

Selain karena kondisi udara yang lembap, ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan lumut bisa tumbuh di atap rumah. Dilansir situs Guardian Roofing, Selasa (20/5/2025) berikut beberapa penyebabnya:

1. Kurang Terpapar Sinar Matahari

Atap rumah yang tidak menghadap ke sinar matahari membuat lumut bisa tumbuh dengan mudah. Apalagi jika kondisi cuaca yang lebih sering hujan, maka lumut bisa menyebar ke seluruh permukaan atap.

2. Debu dan Kotoran

Debu dan kotoran yang menumpuk di atap rumah bisa menjadi tempat bagi lumut untuk tumbuh. Soalnya, debu dan kotoran dapat menjadi sumber yang menyediakan nutrisi yang dibutuhkan lumut untuk berkembang biak.

3. Material Atap Rumah

Material atap rumah yang digunakan juga dapat memengaruhi pertumbuhan lumut. Untuk material atap yang berpori seperti genting tanah liat dapat menyerap dan menahan kelembapan, sehingga lebih rentan terhadap lumut.

4. Drainase yang Buruk

Apabila drainase tidak berfungsi dengan baik, maka lumut dapat dengan mudah tumbuh di atap rumah. Hal ini bisa terjadi karena talang air tersumbat oleh sampah dedaunan atau ranting pohon.

Cara Mengatasi Atap Rumah yang Berlumut

Atap rumah yang berlumut bisa diatasi dengan cara dibersihkan. Namun, detikers perlu hati-hati karena atap rumah akan lebih licin akibat terdapat lumut yang tebal.

Dikutip dari laman Roof Pro, berikut cara membersihkan atap rumah yang berlumut secara mandiri:

1. Siapkan Alat-alat

Sebelum membersihkan lumut di atap rumah, pastikan kamu telah menyiapkan alat-alatnya terlebih dahulu, mulai dari tangga, selang air, dan cairan pembersih.

Langkah yang pertama adalah memasang tangga terlebih dahulu agar kamu bisa mencapai atap rumah. Pastikan tangga dipasang di tanah yang datar agar kamu tidak goyah.

2. Tuang Cairan Pembersih ke Atap

Setelah berada di atap rumah, kamu bisa mencampur cairan pembersih dengan air ke dalam wadah. Setelah itu, siram ke bagian atap yang terdapat lumut secara menyeluruh.

3. Biarkan Cairan Pembersih Menyerap

Setelah menyiram bagian atap rumah yang berlumut, diamkan selama 30 menit agar cairan dapat bekerja mengangkat lumut secara menyeluruh. Kemudian, bersihkan atap dari lumut menggunakan sikat secara perlahan.

4. Bilas Atap dengan Air

Langkah berikutnya adalah dengan membilas atap rumah dengan air. Siapkan selang yang panjang agar bisa menjangkau sudut-sudut atap rumah.

Sebaiknya, bilas bagian atas atap rumah terlebih dulu dan dilanjutkan ke bagian bawah. Biarkan air mengalir secara perlahan dan masuk ke talang air. Sebagai catatan, hindari menggunakan air bertekanan tinggi karena berisiko merusak genteng.

Itulah empat penyebab dan cara mengatasi atap rumah yang berlumut. Semoga bermanfaat!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com