Tag Archives: perpustakaan

6 Tips Sulap Ruang Kosong Jadi Perpustakaan Mini



Jakarta

Kamu ingin punya ruangan kosong dan tak terpakai di rumah? Kamu bisa menyulapnya menjadi perpustakaan mini. Untuk kamu yang punya koleksi buku dan senang membaca, punya perpustakaan sekaligus ruang baca merupakan sebuah dambaan.

Tak perlu banyak biaya dan usaha untuk mewujudkannya, cukup ikuti tips berikut untuk menyulap ruang kosong jadi perpustakaan mini. Penasaran bagaimana caranya? Yuk! Mari simak.

Tips Membuat Perpustakaan Mini di Rumah

Melansir dari Modifico, Sabtu (16/12/2023), berikut tips menyulap ruangan kosong jadi perpustakaan mini di rumah.


1. Menentukan Letak atau Posisi

Kamu dapat menentukan letak atau posisi dalam ruangan. Hal ini bertujuan untuk mengatur furnitur seperti, rak buku, kursi atau sofa, meja kecil, dan semacamnya. Namun jika kamu tak punya ruang kosong, kamu bisa membuat sebuah perpustakaan mini dengan salah satu sisi dinding di ruangan kamu tersebut. Kok bisa?

Tentu saja bisa, salah satu dinding di rumah akan sangat membantu. Misalnya dinding di ruang tamu, dapur, atau ruang keluarga. kamu bisa menggantungkan rak buku di sana. Jika koleksi buku cukup banyak, pakailah rak buku yang besar. Kemudian kamu bisa meletakkan beberapa buku yang biasa kamu baca di sana.

2. Sediakan Tempat Duduk yang Nyaman

Perpustakaan mini akan semakin sempurna dengan tempat duduk terbaik. Pilihlah tempat duduk terbaik sesuai dengan kondisi perpustakaan mini untuk anak kamu. Jika perpustakaan mini yang kamu inginkan adalah sebuah ruangan tersendiri, maka kamu bisa menata banyak furniture di sini. Misalnya sebuah sofa, sebuah meja kopi kecil, dan kursi duduk yang nyaman.

Namun akan sedikit berbeda jika perpustakaan mini tersebut berada di rak dinding salah satu ruangan. Jika demikian, maka kamu bisa gunakan furniture terdekat yang ada di ruangan tersebut.

3. Menentukan Jenis dan Letak Rak Buku

Untuk menyimpan semua koleksi buku kamu, pastinya kamu membutuhkan rak buku. Jika kamu ingin tampilan minimalis tanpa rak buku besar, kamu bisa menggunakan beberapa rak buku gantung. Lalu lakukan instalasi di bagian yang cukup tinggi. Gunakan rak-rak buku gantung ini untuk menutup semua bagian dinding.

4. Tata Buku Sesuai Kategori Tertentu

Memiliki perpustakaan mini di rumah memang menyenangkan. Apalagi jika kamu memiliki banyak koleksi buku. Kadang saking banyaknya, bisa jadi anda lupa meletakkan buku. Sehingga buku jadi berserakan dan jadi sulit menemukannya. Lalu bagaimana solusinya?

Kamu bisa menata buku dengan kategori tertentu di perpustakaan yang ada di rumah. Misalnya buku dari pengarang yang sama, atau menata buku berdasarkan urutan abjad judul maupun sesuai penulisnya.

Selain itu kamu juga bisa menata buku berdasarkan warna sampul buku. Bisa juga menata buku berdasarkan ketebalan dan ukuran buku. Pengkategorian tersebut memudahkan kamu menemukan buku.

5. Tingkatkan Pencahayaan

Untuk membaca buku, diperlukan pencahayaan yang cukup agar mata tidak cepat lelah. Jika pencahayaan di perpustakaan tersebut tidak baik, maka resikonya ada di kesehatan mata kamu. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Kamu bisa meningkatkan kualitas pencahayaan di perpustakaan mini tersebut. Untuk menimbulkan kesan luas dan terang, kamu bisa menggunakan warna-warna netral. Misalnya putih, abu-abu, muda atau warna-warna pastel. Tambahkan pencahayaan dengan lampu baca, lampu gantung, atau memiliki jendela dan ventilasi yang baik.

6. Sempurnakan dengan Furniture-Furniture Terbaik

Kamu bisa melengkapi perpustakaan mini kamu dengan tambahan furniture misalnya saja seperti sofa, meja kecil, lampu gantung, jam dinding, dan karpet. Tidak harus semuanya, sedikit saja cukup asalkan fungsinya bisa dimaksimalkan.

Sebagai contoh, kamu ingin memiliki sofa yang ada di dalam perpustakaan rumah. Maka ukurlah sofa dan sesuaikan dengan ukuran ruangan. Lalu, letakkan sofa di depan rak buku.

Demikian 6 tips sulap ruang kosong jadi perpustakaan mini. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Melepas Penat dengan ‘Baca Di Tebet’, Perpustakaan Hidden Gem di Jaksel



Jakarta

Melepas penat dengan me time memang jadi jalan terbaik. Buat traveler yang suka membaca, kalian bisa banget datang ke ‘Baca Di Tebet’.

Butuh tempat yang bisa memfasilitasi pikiran dan hati saat suasana galau, Baca Di Tebet bisa jadi piliham. Baca Di Tebet merupakan sebuah konsep perpustakaan yang beda dari perpustakaan yang lain.

Di sini kamu bisa baca buku sambil makan di area baca. Selain itu, Baca Di Tebet juga punya space yang cukup luas yang dibagi ke beberapa ruangan.


Semua ruangan baca ini telah dilengkapi dengan AC dan Wifi, tentunya ini semakin bikin nyaman ketika berada di perpustakaan ini. Ada sekitar 26.000 koleksi buku bahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris.

Tempat berkumpul plus perpustakaan ini dimiliki oleh dua orang yakni Wien Muldian dan Kanti W. Janis. Pertemuan mereka pertama kali terjadi pada tahun 2018.

Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Buku-buku di sini merupakan koleksi pribadi dari sosok Wien dan tempat ini pun asalnya merupakan rumah pribadi milik keluarga Kanti.

Inisiasi tempat ini sebetulnya sudah terpikiran oleh Kanti sedari lama, ia menuturkan selama ini tak banyak perpustakaan yang memberikan suasana yang nyaman sesuai kebutuhan pengunjung.

“Di Indonesia kan perpustakaan saat itu ya belum ada perpustakaan yang nyaman yang sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan yang koleksinya lengkap, AC-nya dingin, terus bisa makan ya bisa ngopi tapi ya di luar negeri juga sebenarnya perpustakaan yang boleh makan, boleh ngopi di dalam ruang koleksi tuh juga jarang sih,” kata Kanti kepada detikTravel, Rabu (22/5/2024).

“Jadi menggabungkan antara keinginan pribadi terus boleh dibilang riset pribadi kalau ke luar negeri gitu ya kalau ada kesempatan ke luar negeri pasti ke perpustakaan ‘oh yang nyaman tuh kaya gini, yang saya suka tuh kaya gini’ tinggal ditambah ini-ini dan semuanya diwujudkan di Baca Di Tebet,” dia menambahkan.

Kanti juga merupakan seorang penulis novel dan pertemuannya dengan Wien saat berada di organisasi penulis. Dan Wien merupakan seorang yang telah menekuni bidang ini cukup lama, ia pun pernah mengenyam pendidikan terkait keperpustakaan.

Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Menyoal buku-buku di Baca Di Tebet, Wien pun menyebut kalau buku-buku yang ada di sini merupakan buku yang sedianya berasal dari koleksi pribadi di rumahnya.

“Jadi semua buku saya yang ada di rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, semua buku dari rumah diangkut semua ke sini. Kecuali yang arsip-arsip atau berkas-berkas ya di rumah tapi kalau buku-buku semua di sini,” ujar dia.

Baca Di Tebet berada di Jalan Tebet Barat Dalam Raya No. 29, Jakarta Selatan. Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang memang butuh ketenangan sejenak untuk merefresh pikiran dengan suasana yang nyaman dengan membaca buku sambil makan atau ngopi.

Untuk bisa masuk ke perpustakaan ini kamu akan dikenakan tarif masuk harian sebesar Rp 35.000 per orang, jika kamu mulai nyaman dengan tempat ini atau perlu buku yang hanya ada di tempat ini bisa langsung mendaftar sebagai member bulanan dengan harga Rp 100.000 atau tahunan dengan harga Rp 600.000 bagi kalangan pelajar atau mahasiswa dan Rp 800.000 untuk umum.

Di tempat ini, pengunjung harian atau bulanan tidak bisa meminjam buku untuk dibawa pulang. Peminjaman buku untuk dibawa pulang hanya diperkenankan hanya untuk anggota tahunan saja.

Perpustakaan di TebetPerpustakaan di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Karena pengelolaan perpustakaan ini oleh pribadi jadi semua tarif pengunjung akan disalurkan untuk operasional Baca Di Tebet.

Jam operasional tempat ini pun dimulai pada hari Selasa-Minggu, untuk Selasa hingga Kamis jam buka berada pada pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 12.30-20.30 WIB.

Baca Di Tebet tak hanya menjadi tempat membaca dan makan-ngopi saja, tempat ini juga kerap mengadakan berbagai kegiatan seperti kelas menulis, teater hingga gelaran live musik untuk mengiringi para pembaca.

Untuk kamu yang penasaran dan ingin mencoba Baca Di Tebet tinggal daftar terlebih dahulu melalui link yang tersedia di Instagram @bacaditebet atau mendaftar langsung di tempat.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ada Perpustakaan Mini di Tengah-tengah Pasar



Bandung

Di tengah-tengah pasar Cihapit, Kota Bandung tersembunyi satu hidden gem yang patut didatangi. Ada sebuah perpustakaan mini yang menarik untuk dikunjungi.

Perpustakaan mini yang berbentuk persegi dengan dominan warna putih. Meskipun tempatnya mungil, namun di sini terdapat banyak buku mulai dari buku ilmiah, novel hingga komik.

Di tengah-tengah perpustakaan itu terdapat empat kursi dan satu meja kaca berwarna hitam. Tempat ini pun cocok untuk dikunjungi karena bisa membaca buku dengan suasana seperti di pasar.


Bila ingin mengunjungi perpustakaan, anda bisa masuk ke gang Masjid Istiqamah Cihapit Bandung kemudian ikuti jalan sampai masuk ke pasar, tak jauh dari situ tempatnya berada di sebelah kanan, depan kedai Batagor Kahuripan.

Saat berkunjung ke sana, tidak ada yang menjaga perpustakan ini. Setelah menunggu beberapa menit, terlihat ada pria lansia di dalam kedai kopi. Saat bertanya, ternyata ia adalah salah satu penjaga perpustakaan tersebut bernama Bayu (62).

Setelah berbincang-bincang, perpustakaan ini sudah berdiri selama empat tahun. Adanya perpustakaan ini berawal dari ide teman-temannya yang sering nongkrong di kedainya, kebetulan ada tempat kosong alhasil dibuatlah taman baca itu.

“Awalnya sih dari teman-teman yang suka ke sini, mereka itu ada yang dari pecinta buku segala macem, karena ada tempat kosong tercetus lah, saya coba bikin seperti taman baca gitu, ya sederhana aja gitu,” kata Bayu, Sabtu (20/4/2024).

Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung.Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Foto: Shafa Aulia Nursani/detikJabar

Mengapa memilih tempatnya di dalam pasar, menurutnya selain ada tempat yang kosong juga sebelumnya ia sudah berjualan terlebih dahulu sehingga teman-temannya suka ngopi di kedainya.

“Kalau tempat di sini karena saya udah jualan duluan di sinu, ini jualan kopi. Jadi mereka itu memang teman-teman yang suka ngopi di sini,” ucap pria yang memakai kacamata tersebut.

Untuk motivasi diadakannya perpustakaan ini ingin membuat antusias orang untuk membaca lagi. “Motivasinya sih sederhana sebenarnya bikin gairah membaca lagi, soalnya kan sekarang itu udah terlalu banyak bacaan dari elektronik, kita pingin orang pinjem buku lagi,” ucapnya.

Perpustakaan mini ini buka dari pukul 06.00-13.00 WIB, bisa sampai sore dengan mengikuti kedai kopinya. Buku-buku yang dipajang di sini, bisa anda pinjam dengan kemudian di catat oleh pemilik kedai kopi. Waktu peminjaman buku ini selama satu minggu dan bisa meminjam satu buku.

Buku yang tersedia di perpustakaan diberi oleh teman-temannya yang mempunyai niatan untuk bisa

“Saya tambahkan aja buku-buku ini juga kebanyakan donaturnya ya teman-teman juga, mereka juga sama-sama punya niatan untuk orang kembali membaca,” pungkasnya.

Setelah membuat perpustakaan ini, Bayu juga mengatakan ada hasilnya sedikit demi sedikit orang membaca buku.

“Alhamdulillah sih yang baca udah mulai ada, udah ada perkembangannya, mulai dari iseng sambil dia ngopi membaca sampai akhirnya tertarik lagi,” turur Bayu.

Orang yang berkunjung ke perpustakaan dari mulai mahasiswa hingga orang tua. Sekedar mengetahui jika perpustakaan ini bekerjasama dengan perpustakaan Ajip Rosidi yang berada di Jalan Garut.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Perpustakaan Jakarta, Alternatif WFA dan Tempat Belajar Gratis


Jakarta

Jakarta memiliki segudang fasilitas perpustakaan yang dapat dijangkau masyarakat umum. Salah satu perpustakaan Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Cikini.

Interiornya yang modern, nyaman, dan aesthetic membuat perpustakaan ini menjadi spot yang cocok bagi kawula muda untuk nugas atau kerja. Ingin tahu lebih lanjut seputar Perpustakaan Jakarta?

Jam Operasional, Lokasi, dan HTM Perpustakaan Jakarta

Dilansir dari akun Instagram resmi @perpusjkt, berikut informasi terkait jam operasional, lokasi dan HTM yang perlu diketahui pengunjung:


  • Jam operasional: 09.00-17.00 WIB (Senin-Kamis) dan 09.00-20.00 WIB (Jumat-Minggu).
  • Lokasi: Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.
  • HTM: Pengunjung dapat masuk ke Perpustakaan Jakarta secara gratis tanpa dikenakan biaya.

Pengunjung harus mendaftarkan diri sebagai anggota perpustakaan melalui aplikasi Jaklitera atau situs perpustakaan.jakarta.go.id terlebih dulu.

Fasilitas Perpustakaan Jakarta, Ada Wifi Gratis

Mengutip dari laman ENJOYJAKARTA dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Perpustakaan Jakarta dibuka untuk umum setelah kawasan Taman Ismail Marzuki direvitalisasi pada tahun 2019. Setelah sekitar 3 tahun direvitalisasi, Perpustakaan Jakarta akhirnya diresmikan pada 7 Juli 2022.

Kini, Perpustakaan Jakarta menyimpan lebih dari 100.000 koleksi buku dari berbagai genre dan arsip. Sebagai informasi, ruang baca Perpustakaan Jakarta berada di lantai 3 Gedung Ali Sadikin.

Bangunan baru Perpustakaan Jakarta memiliki desain modern dan terbuka dengan sejumlah fasilitas interaktif yang bisa dengan bebas digunakan pengunjung. Berikut beberapa fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Jakarta:

  • Loker penyimpanan barang
  • Ruang baca umum
  • Ruang baca privat
  • Ruang baca anak
  • Ruang baca tangga
  • Bilik diskusi
  • Bilik siniar
  • Mushola
  • Ruang layanan multimedia
  • Ruang multifungsi
  • Ruang laktasi
  • Bilik bermain
  • Bilik bercerita
  • WiFi gratis
  • Akses komputer
  • Ruang diskusi
  • Ruang multimedia.

Rute ke Perpustakaan Jakarta Via Transportasi Umum

Lokasinya yang strategis di daerah Jakarta Pusat membuat Perpustakaan Jakarta sangat mudah diakses menggunakan transportasi umum. Berikut rute ke Perpustakaan Jakarta bagi detikers pengguna transportasi umum:

1. Rute Via KRL

Buat detikers pengguna moda transportasi KRL, kamu bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Cikini. Dari stasiun Cikini, detikers bisa lanjut menggunakan transportasi ojek online, bajaj, atau jalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke Perpustakaan Jakarta.

2. Rute Via Transjakarta

Perpustakaan Jakarta juga bisa diakses menggunakan Transjakarta. Caranya, kamu bisa naik Transjakarta koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus) lalu turun di halte Taman Ismail Marzuki yang terletak persis di depan gedung perpustakaan. Selain itu, pengunjung juga dapat menaiki Jaklingko 10A.

3. Rute Via MRT

Alternatif berikutnya untuk berkunjung ke Perpustakaan Jakarta adalah via MRT. Untuk rute via MRT, Detikers bisa langsung menjangkau stasiun MRT terdekat kemudian naik MRT ke arah Bundaran HI dan turun di stasiun MRT Bundaran HI. Setelah itu, kamu bisa lanjut menaiki transportasi ojek online.

Nah, itu dia ulasan mengenai Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di tengah Kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini. Sebelum berkunjung dan meminjam buku, jangan lupa mendaftarkan diri dulu ya detikers.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Foreword Library di Jaksel, Koleksi Bukunya Sip, Suasananya Nyaman dan Tenang



Jakarta

Buat kamu pendamba suasana tenang dan tentu tempatnya juga nyaman, bisa datang ke salah satu perpustakaan yang berada di Cilandak, Jakarta Selatan.

Foreword Library merupakan perpustakaan gratis yang memiliki beragam koleksi buku. Perpustakaan itu terletak di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.

Kendati perpustakaan itu gratis, tetapi fasilitasnya tak kaleng-kaleng. Saat detikTravel berkunjung ke perpustakaan ini, Kamis (12/9/2024) kesan pertama yang dirasakan seperti berada di rumah sendiri. Ya, jika dilihat dari luar bangunan, perpustakaan itu memang layaknya rumah tinggal.


Perpustakaan berada di lantai dua dengan dua ruangan, general reading dan tweens and teens. Foreword Library menyuguhkan pengalaman yang begitu nyaman untuk disinggahi, tak hanya jadi sarana baca buku tapi juga tempat nugas bahkan work from anywhere.

Sedari siang hari tempat ini banyak didatangi pengunjung, ada datang untuk membaca namun mayoritas fokus dengan laptop masing-masing. Salah satunya adalah Riani, ia menggunakan Foreword Library ini pilihan wfh-nya.

Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Baginya selain bukunya yang beragam, tentu yang terpenting adalah tempatnya yang nyaman dan membuatnya senang berlama-lama di sini.

“Perpustakaannya nyaman banget cozy terus banyak buku-buku bagus, terus buat wfh juga oke banget sih nyaman dan tenang. Biasanya aku di sini bisa tiga sampai enam jam di sini karena sekalian wfh dan kada juga ada meeting,” ujarnya kepada detikTravel.

Menurutnya jika dalam satu minggu ia mendapatkan kesempatan wfh maka pilihan pertama tujuannya ada Foreword Library ini. General Manager Foreword Library, Olive, menyampaikan inisiasi awal terbentuknya perpustakaan yang baru menginjak satu tahun ini.

Pemilik perpustakaan ini adalah kakak-adik bernama Nihlah dan Nishrin Assegaf yang gemar membaca dan terpikirkan untuk membuka perpustakaan umum. Diawali dari koleksi buku pribadi kini koleksi di sini kurang lebih 1000 buku.

“Kita coba bikin public library yang accessible buat banyak orang yang inklusif juga dengan pilihan-pilihan buku yang terkurasi, untuk bisa orang-orang datang dan baca,” kata Nihlah.

Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan.Foreword Library, perpustakaan gratis di Jalan Jeruk Purut No. 11 Cilandak, Jakarta Selatan. Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di perpustakaan ini pun pengunjung dapat meminjam buku, dengan catatan telah menjadi member. Mulai dari meminjam satu buku hingga maksimal tiga buku, durasi peminjaman buku pun selama tiga minggu.

“Jadi kita ada dua kategori untuk membership, pertama untuk lima bulan itu Rp 100.000 dan yang satu tahun itu Rp 200.000. Kita pakai levelan gitu jadi untuk yang pertama gabung membership itu baru boleh pinjam satu buku, nanti kalau udah tiga minggu nah dapat extend satu kali aja,” ungkap librarian di sana, Alisha.

Foreword Library bisa dikunjungi mulai hari Selasa hingga Sabtu, untuk jam bukanya hari Selasa sampai Jumat jam 11.00 hingga 19.30 WIB. Dan untuk hari Sabtu 08.00 sampai 13.00 WIB, Minggu dan Senin libur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Butuh Tempat Ngerjain Tugas Nyaman? Bisa di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII


Depok

Depok punya tempat yang cozy dan asyik banget buat mengerjakan tugas, baca buku, atau sekadar me time ke tempat hening. Tempatnya ada di Perpustakaan Jusuf Kalla kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

Bangunan perpustakaan nggak cuma megah dan luas, tapi juga menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Misal AC yang dingin, Wi-Fi cepat, mushola, dan berbagai koleksi buku yang tersedia dengan tiket masuk Rp 10 ribu.

“Di sini enak dan fasilitasnya lengkap. Kalau mau baca buku tersedia isu nasional bahkan luar negeri yang bikin pengetahuan kita makin luas,” kata Dafa salah seorang pengunjung yang sedang Work From Anywhere (WFA) kepada detikTravel.


Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan yang disebut salah satu terbesar di Jabodetabek pada Rabu (8/10/2025) siang selepas azan Salat Zuhur. Suasana tenang dan hening langsung terasa, sangat kontras dengan kondisi Depok saat itu yang sangat panas.

Dalam kunjungan ini, detikTravel sempat menelusuri perpustakaan berlantai 8 yang ketika hari kerja tidak banyak menerima tamu. Perpustakaan Jusuf Kalla memiliki ruang baca anak yang terletak di lantai 2 dengan berbagai jenis koleksi.

“Alhamdulillah, sekarang bukunya udah semakin banyak, pas aku pertama kali ke sini bukunya baru sedikit. Di sini bisa bikin anak-anak suka baca buku,” kata pengunjung asal Depok ini.

Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Untuk anak usia 6-8 tahun tersedia aneka komik, sementara bagi umur 9-12 tahun beragam buku petualangan bisa diakses. Bagi remaja, ada banyak jenis buku fiksi yang cocok bagi pembaca di usia 13-18 tahun.

Jalan-jalan di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

Pengunjung bebas berlama-lama di perpustakaan ini asal masih dalam jadwal operasional pukul 09.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat. Perpustakaan juga buka pada hari Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB.

Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Ketika detikTravel datang ke perpustakaan ini, tiap pojoknya menyediakan buku yang bisa dibaca siapa saja. Buku dan bahan bacaan lain tersedia di lantai 1 yang diperuntukkan sebagai lobi dan area loker untuk pengunjung. Di lantai 2 tersedia studio siniar, CSIS Corener, koleksi Jusuf Kalla, referensi, dan buku langka.

Naik ke lantai 3 ada aula baca besar, meja sirkulasi, ruang kerja, koleksi bahasa Inggris, kompilasi milik Prof MC Ricklefs. Di lantai selanjutnya, kita akan menemukan koleksi buku dalam bahasa Indonesia lengkap dengan area membaca. Koleksi dalam bahasa Arab serta ruang bacanya tersedia juga di perpustakaan tepatnya lantai 5.

Suasana di lantai 3 cukup ramai, dengan sebagian besar pengunjung terlihat sibuk beraktivitas di depan laptop. Kondisi ini berbeda dengan lantai 4 yang suasananya lebih tenang dan hanya sedikit pengunjung.

Bagi pengunjung yang sudah lelah menjelajahi perpustakaan, bisa istirahat di lantai 6 yang menyediakan mushola. Selain itu ada area membaca kasual dan koleksi buku lainnya. Perpustakaan masih punya lantai 7 yang berisi ruang meeting dan lantai Sedangkan di lantai 8 ada area teater yang bisa digunakan pengunjung.

Fasilitas lift di perpustakaan ini hanya beroperasi dari lantai 3 hingga lantai 6. Jika ingin naik dari lantai 1 ke lantai 3, kita bisa menggunakan eskalator. Sementara untuk menuju lantai 7 dan 8, kita dapat menggunakan tangga darurat.

Dengan semua fasilitas dan koleksi bukunya, Perpustakaan Jusuf Kalla di kompleks UIII bisa jadi pilihan tepat bagi yang ingin menyelesaikan pekerjaan, tugas, atau sekadar meningkatkan pengetahuan. Di setiap rak buku dan lembarannya, selalu ada inspirasi baru yang menanti untuk ditemukan.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com