Tag Archives: pilihan lokasi

10 Pilihan Lokasi Liburan Long Weekend di Jakarta


Jakarta

Jakarta memiliki banyak pilihan liburan bersama teman dan keluarga. Destinasi wisata ini relatif mudah diakses dengan kendaraan umum, online, atau milik pribadi. Banyaknya pilihan tempat wisata memungkinkan warga Jabodetabek tidak bingung.

10 Lokasi Liburan Long Weekend di Jakarta

Berikut adalah beberapa pilihannya dikutip dari media sosial dan situs tempat wisata.

1. Monas

Warga Jakarta memanfaatkan libur panjang Hari Raya Waisak 2025 dengan berolahraga di Monas. (Taufiq/detikcom)Tugu Monas (Taufiq/detikcom)


Jam buka

Selasa-Minggu: 06.00-16.30, Senin tutup.

Tiket masuk

Tugu Monas

  • Dewasa: Rp 24.000
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 6.000
  • Mahasiswa: Rp 13.000.

Ruang Museum, Ruang Kemerdekaan, dan Pelataran

  • Dewasa: Rp 8.000
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000
  • Mahasiswa: Rp 5.000.

Harga tiket masuk taman Monas gratis namun ada biaya parkir.

Lokasi

Lapangan Medan Merdeka, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Monumen Nasional (Monas) adalah tugu ikonik setinggi 132 meter yang menjadi simbol Provinsi Jakarta. Spot wisata populer ini terletak di jantung Jakarta dan sangat mudah diakses dengan transportasi umum. detikers yang datang saat weekend berpeluang melihat pertunjukan air mancur menari.

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

TMII menjadi salah satu tujuan wisata warga saat liburan akhir tahun. Sejumlah warga mengaku ingin menyaksikan pertunjukan air mancur dan drone 'Tirta Cerita'. (MI Fawdi/detikcom)TMII (MI Fawdi/detikcom)

Jam buka

Setiap hari: 05.00-20.00

Tiket masuk

  • Orang: Rp 25 ribu
  • Mobil: Rp 35 ribu
  • Motor: Rp 25 ribu
  • Sepeda: Rp 10 ribu
  • Bus: Rp 60 ribu
  • Truk: Rp 60 ribu.

Pengunjung akan dikenakan biaya lagi saat masuk museum dan menikmati wahana.

Lokasi

Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Komplek TMII setia menemani masyarakat Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata sejak 1975. TMII adalah miniatur keanekaragaman budaya Indonesia yang berpadu dengan aneka wahana dan atraksi terkini. Salah satu yang paling dikenal adalah kereta gantung dan tram mover yang telah diperbarui.

3. Dunia Fantasi (Dufan)

Pengunjung menaiki wahana Paralayang di Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (1/4/2025). Sejumlah warga memanfaatkan libur Lebaran 2025 dengan berkunjung ke Dufan yang menyuguhkan sejumlah wanaha dan pertunjukan. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Wahana roller coaster Halilintar di Dufan (Sulthony Hasanuddin/nym/Antara)

Jam buka

  • Senin-Jumat: 10.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 10.00-19.00

Tiket masuk

Reguler

  • Senin-Jumat: Rp 260 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 400 ribu
  • Belum termasuk tiket masuk Ancol

Annual Pass

  • Mulai dari Rp 415.000
  • Belum termasuk tiket masuk Ancol

Fast Trax

  • Senin-Jumat: Rp 375 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 500 ribu
  • Belum termasuk tiket masuk Dufan dan Ancol

Premium

  • Senin-Jumat: Rp 650 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 1 juta
  • Sudah termasuk Tiket Masuk Dufan
  • Belum Termasuk Tiket Masuk Ancol.

Lokasi

Jl. Lodan Timur Nomor 7, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Dufan adalah arena yang cocok bagi penyuka adrenalin tinggi. Berbagai wahana di sini memang membutuhkan pengunjung bernyali, misal roller coaster halilintar dan tornado. Dufan sebetulnya ditujukan bagi semua umur, namun bagi keluarga yang membawa anak-anak sebaiknya mencari info terkait wahana di spot wisata ini. Beberapa wahana diperuntukkan bagi remaja dan dewasa, bukan usia anak.

4. Seaworld

Dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek, Seaworld Ancol menggelar aksi barongsai dan liong di bawah air. Yuk, intip foto-fotonya.Aksi barongsai di Seaworld, Ancol (Agung Pambudhy)

Jam buka

  • Senin-Jumat: 09.30-16.30
  • Sabtu-Minggu: 09.00-16.30

Tiket masuk

  • Senin-Jumat: Sea World+Ancol Rp 110 ribu
  • Sabtu-Minggu: Sea World+Ancol Rp 130 ribu.

Alamat

Jl. Lodan Timur Nomor 7, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Seaworld menjadi destinasi utama keluarga saat ada hari libur. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan kehidupan laut dengan keragamannya. Salah satu wahana ikonik adalah terowongan antasena yang membuat pengunjung seolah membelah lautan dengan airnya yang biru dan aneka biota. Untuk pertunjukan favorit, salah satunya adalah waktu pemberian makan yang dilakukan tenaga berpengalaman.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel) pada hari cuti bersama Waisak 2025, Selasa (13/5/2025).Taman Margasatwa Ragunan (Rumondang/detikcom)

Jam buka

  • Selasa-Jumat: 07.00-16.00
  • Sabtu-Minggu: 06.00-16.00

Senin tutup

Tiket masuk

  • Dewasa: Rp 4 ribu
  • anak-anak: Rp 3 ribu

Parkir

  • Bus, truk, mobil box besar: Rp 15 ribu per hari
  • Bus, truk, mobil box kecil, pick up besar: Rp 12.500 per hari
  • Mobil sedan, minibus, pick up kecil: Rp 6 ribu per hari
  • Sepeda motor dan kendaraan roda tiga: Rp 3 ribu per hari
  • Sepeda: Rp 1 ribu per hari.

Pengunjung dikenakan biaya lagi jika ingin menikmati wahana dan pertunjukan.

Lokasi

Jl. RM Harsono Rm Dalam Nomor1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kebun binatang Ragunan hampir selalu penuh tiap akhir pekan dan di musim liburan. Pengunjung rela antri mulai pagi untuk mendapatkan tiket dan melihat berbagai satwa langka. detikers bisa beli tiket online untuk menghindari antrean. Selama berinteraksi dengan satwa, pengunjung wajib mengikuti instruksi yang tersedia agar tidak ada yang terganggu.

6. Museum Nasional Indonesia

Sejumlah pegunjung melihat koleksi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (6/5/2025).Museum Nasional Indonesia (Pradita Utama)

Jam buka

  • Senin-Kamis: 08.00-16.00
  • Jumat-Minggu: 08.00-20.00

Tiket masuk

Wisatawan Domestik

  • Anak-anak (usia 3-12 tahun): Rp 15 ribu per orang
  • Dewasa: Rp 25 ribu per orang

Warga Negara Asing (WNA)

  • Anak-anak dan Dewasa Rp50.000 per orang
  • WNA dengan izin tinggal sementara (KITAS) dikenakan tarif wisatawan domestik dewasa perorangan.

Lokasi

Jl. Medan Merdeka Barat Nomor 12, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Destinasi yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini belakangan sangat diminati wisatawan segala usia. Wisatawan antusias mencoba fitur Mengenal Paras Nusantara yang memungkinkan pengunjung tahu aneka ras dalam dirinya. Pengunjung cukup menghadapkan wajahnya pada layar, kemudian menunggu hasil analisis mesin. Tujuan fitur ini adalah menegaskan keragaman ras dan budaya di Indonesia.

7. Kota Tua

Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025).Kawasan Kota Tua, Jakarta (Grandyos Zafna)

Jam buka

  • Lapangan: setiap hari 24 jam
  • Museum, kafe, spot wisata: sesuai kebijakan pengelola

Tiket masuk

Magic Art 3D Museum

  • Dewasa Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Dewasa Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu
  • Anak usia 3-17 tahun Senin-Jumat: Rp 40 ribu
  • Anak usia 3-17 tahun Sabtu-Minggu: Rp 50 ribu.

Museum Fatahillah

  • Pelajar: Rp 2 ribu
  • Mahasiswa: Rp 3 ribu
  • Dewasa: Rp 5 ribu.

Museum Wayang

  • Umum Senin-Jumat: Rp 10 ribu
  • Umum Sabtu-Minggu: Rp 15 ribu
  • Pelajar, mahasiswa, anak: Rp 5 ribu
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50 ribu.

Museum Bank Indonesia

  • Individu: Rp 5 ribu bisa gratis untuk pelajar, mahasiswa, dan rombongan yang terverifikasi.

Museum Seni Rupa dan Keramik

  • Umum Selasa-Jumat: Rp 10 ribu
  • Umum Sabtu-Minggu: Rp 15 ribu
  • Pelajar, mahasiswa, anak: Rp 5 ribu
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50 ribu.

Kota Tua adalah kawasan pusat kegiatan di masa kolonialisme yang masih dilestarikan hingga kini. Kawasan ini menjadi arena wisata sejarah yang tak pernah sepi pengunjung. Beberapa bangunan masih ada namun dialihfungsikan sesuai kebutuhan pengunjung. detikers yang ingin ke Kota Tua sebaiknya mengunjungi area di sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas.

8. Museum MACAN

Adi Sundoro Buka Ruang Seni Anak di Museum MACANAdi Sundoro Buka Ruang Seni Anak di Museum MACAN (Tia Agnes/ detikcom)

Jam buka

  • Selasa-Minggu: 10.00-18.00 akses terakhir jam 17.30, Senin tutup.
  • Musem Macan buka kembali pada Sabtu (24/5/2025) pukul 10.00-18.00.

Tiket masuk

Dewasa

  • Senin-Jumat: Rp 70 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 90 ribu

Pelajar dan mahasiswa

  • Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu

Lansia usia lebih dari 65 tahun

  • Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu

Anak usia 3-12 tahun

  • Senin-Jumat: Rp 50 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 70 ribu
  • Anak usia kurang dari 3 tahun: gratis.

Lokasi

AKR Tower Level M, Jl. Panjang Nomor 5, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Museum MACAN menyajikan seni kontemporer dan modern dari Indonesia serta internasional. Koleksi yang disajikan berbeda sehingga selalu menarik dikunjungi setiap saat. Selama di museum pastikan taat pada aturan supaya tidak merusak koleksi dan menjaga kenyamanan pengunjung lain. Sebagai informasi, harga tiket dan koleksi yang bisa dilihat bergantung kebijakan pengelola.

9. Arena Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho)

Jam buka

Setiap hari: 04.00-22.00

Tiket masuk

Gratis

Lokasi

Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Masjid Istiqlal adalah wisata religi yang sudah pasti wajib dikunjungi selama di Jakarta. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini sangat sejuk dan sangat tepat untuk istirahat serta menunaikan ibadah. Di sini tersedia juga aneka wisata kuliner yang bisa dicicipi pengunjung.

10. Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Gereja Katedral JakartaGereja Katedral Jakarta (Ari Saputra)

Jam buka

  • Senin-Sabtu: 08.00-20.00, Rabu tutup
  • Minggu: 08.00-15.00

Tiket masuk

Gratis

Lokasi

Jl. Katedral Nomor 7B, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Gereja Katedral Jakarta ini berada tepat di depan Masjid Istiqlal seolah menjadi bukti toleransi masyarakat Indonesia. Katedral tampil dengan pesona neo gotik yang sangat memukau pengunjung. Gereja ini punya banyak jendela, detail bangunan yang kompleks, serta pegangan pintu yang tinggi.

Bagi detikers dan keluarga yang ingin berkunjung, sebaiknya rencanakan perjalanan dengan baik agar tidak terjebak macet dan antri lama. Jangan lupa update info untuk memastikan ketersediaan layanan di lokasi pilihan long weekend di Jakarta.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Sukses Ngargogondo Bersama Pegadaian



Jakarta

Desa Ngargogondo di lereng Gunung Menoreh, Magelang, Jawa Tengah, tidak hanya menyublim menjadi desa wisata, namun menjadi penanda lahirnya perubahan. Desa binaan Pegadaian itu melengkapi dengan pertanian organik, UMKM hijau, dan tata kelola yang berpihak pada warga.

Pemandangan mewah sebuah desa disuguhkan Desa Ngargogondo. Sebuah amfiteater dan pendopo yang cukup luas menjadi sajian Balkondes Ngargogondo The Gade Village. Juga, lapangan bola komplet dengan jogging trek di sekelilingnya menjadi poin plus desa yang berjarak sekitar 2,5km dari Candi Borobudur itu.

Area itu semakin menyenangkan dengan pohon kelengkeng. “Kalau pas panen, wisatawan bisa menikmati kelengkeng. Warga akan membuka warung kelengkeng di sekitar balkondes atau balai ekonomi desa,” kata Aryan Subekti, 42, pengelola Balkondes Ngargogondo, dalam perbincangan dengan detiktravel, Selasa (30/9/2025).


Musim kelengkeng itu datang pada periode ini. Nah, akhir pekan lalu, Desa Ngargogondo The Gade Village mereka yang mengikuti Borobudur Jemparingan Festival atau festival panah tradisional bisa menikmati kelengkeng berkilo-kilo di sana.

Andalan lain dari kebun warga di Desa Ngargogondo adalah singkong, pepaya, dan cabai. “Yang istimewa cabai. Cabai yang kami hasilkan ini cabai organik. Pupuknya organik, pengolahan tanahnya kami upayakan tanpa bahan kimia,” kata Aryan.

Balkondes Ngargogondo The Gade VillageBalkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

Aryan menceritakan bahwa pertanian organik cabai ini merupakan hasil pendampingan dari Pegadaian. Bukan hanya penanaman cabai, namun mulai dari pembuatan pupuk organik.

“Dari Pegadaian mendampingi kelompok tani di desa Ngargogondo dengan pembuatan pupuk organik. Itu dimulai sejak 2022. Semua proses, mulai dari pembuatan pupuk, praktik menanam, kemudian disewakan lahan oleh Pegadaian untuk menanam cabai. Kami jamin, cabai dari Desa Ngargogondo adalah produk cabai organik,” kata Aryan.

Untuk menjadikan Desa Ngargogondo memiliki pembeda sebagai penghasil pertanian organik itu, Aryan mengatakan, Pegadaian menggandeng asosiasi atau komunitas yang menghimpun petani, nelayan, pelaku UMKM, akademisi, dan swasta Intani, juga bekerja sama dengan perguruan tinggi Universitas Jenderal Soedirman.

“Kerja sama itu termasuk untuk membangun demplot, uji pupuk, sertifikasi untuk kelompok petani untuk pembuatan pupuk. Harapannya kampung kami bisa jadi desa produsen tanaman pangan organik dan jangka panjangnya mendukung program untuk ketahanan pangan. Program ini juga sekaligus cara Pegadaian mengEMASkan Indonesia. Buat kami program ini menjadi cara mengurangi pembelian pupuk kimia,” kata Aryan.

Bagi Aryan dan warga Desa Ngargogondo, pertanian organik dulu terasa mustahil. Mereka hanya melihat kisah sukses petani organik lewat televisi, berita, atau media sosial. Sebelum 2018, desa yang terletak di kaki Bukit Menoreh itu mayoritas dihuni petani sawah tadah hujan, dengan keterbatasan sumber air karena sedikitnya mata air di sekitar perbukitan.

“Dulu tiap musim kemarau kami terkendala air. Dulu, 80-90 persen penduduk berprofesi sebagai petani, petani sawah tadah hujan,” kata Aryan.

Balkondes Ngargogondo The Gade VillageBalkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

Aryan menjelaskan bahwa pendapatan Desa Ngargogondo terus meningkat setelah mendapat pembinaan dari Pegadaian. Seiring berjalannya waktu, jumlah tamu dan acara di Balkondes Ngargogondo terus bertambah. Jika semula pada 2020 cuma ada 32 event dan 5.747 orang serta menjadi 70 event dan 8.026 orang pada 2024. Pada 2020, desa itu hanya memperoleh sekitar Rp 26 juta, namun dalam beberapa tahun naik pesat hingga mencapai Rp 229 juta.

Dia pun menyadari, sebagai pengelola Balkondes, laporan keuangan harus disajikan secara transparan. Transparansi inilah yang menjadi salah satu pilar penting dalam penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Dengan pendapatan ini, kas desa otomatis meningkat. Warga juga jadi memiliki pendapatan lain,” ujar Aryan.

Bermula dari Tanah Bengkok

Dalam tujuh tahun terakhir ini, mata pencaharian warga Desa Ngargogondo masih sama. 80-90 persen petani, petani tadah hujan. Namun, kini mereka tidak lagi hanya mengandalkan pemasukan dari bertani tadah hujan itu.

“Ada pendapatan lain. Selain dari cabai organik itu, kami lebih dulu dibukakan pintu melalui balkondes. Balkondes Ngargogondo The Gade Village ini,” kata Aryan.

Aryan menjelaskan semua itu bermula pada 2018. Saat itu, BUMN untuk memberikan bantuan balkondes untuk 20 desa di Borobudur, program satu desa satu balkondes. Nah, Desa Ngargogondo salah satunya. Oleh BUMN, adalah Pegadaian yang ditugaskan untuk mendampingi desa Ngargogondo. Peresmian dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT Pegadaian Sunarso.

“Dulu, ini tanah bengkok desa. Dulu ilalang, enggak menghasilkan. Luasnya 3.500 meter persegi. Kemudian, dialihkan menjadi balkondes. Istimewanya, ada lapangan di sebelah balkondes ini,” kata Aryan.

Balkondes Ngargogondo The Gade VillageMushola di Balkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

Sementara itu, Reggy Nouvan, ESG Spesialis PT Pegadaian, mengatakan bahwa Pegadaian menempatkan pembangunan desa wisata sebagai bagian dari tanggung jawab sosial korporasi (CSR) dan strategi pemberdayaan ekonomi lokal.

“Pilihan lokasi Ngargogondo didasarkan pada potensi kultural, lingkungan, dan peluang ekonomi masyarakat setempat untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata yang inklusif. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan warga, menciptakan mata pencaharian alternatif (ekonomi pariwisata), serta memperkuat reputasi Pegadaian sebagai BUMN yang berkontribusi pada pembangunan daerah berkelanjutan,” kata Reggy.

Reggy sekaligus menyampaikan bahwa Desa Ngargogondo disiapkan sebagai desa yang ramah lingkungan. Strategi yang disiapkan untuk mewujudkannya antara lain dengan desain dan pembangunan berkelanjutan, yakni memprioritaskan material lokal, arsitektur yang sesuai kearifan lokal, dan minim dampak lingkungan.

Kemudian, pengelolaan jejak lingkungan dengan mengadopsi praktik pengelolaan air, energi, dan limbah yang efisien. Lantas, menggandeng komunitas dan menggelar pelatihan untuk pengelola dan masyarakat agar menjalankan operasional yang berwawasan lingkungan.

“Kami juga menggandeng pihak ketiga, mulai dari akademisi, NGO, dan mitra teknis untuk menerapkan praktik ramah lingkungan,” kata dia.

Reggy juga mengatakan Desa Ngargogondo mengedepankan tata kelola yang melibatkan BUMDes dan kolaborasi dengan Pegadaian, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.

“Penciptaan lapangan pekerjaan untuk warga lokal juga oke sejauh ini. Ada warga yang mengelola secara penuh dan warga yang direkrut secara kasual tiap ada event besar berjalan dengan baik,” kata Reggy.

Aryan mengatakan saat ini ada lima orang yang mengelola Balkondes Ngargogondo. “Tetapi, kami juga menggunakan sistem kasual warga sesuai kebutuhan. Kalau sedang banyak tamu, kami rekrut warga, baik itu ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda desa, sampai Gen Z, kami ajak bergabung,” kata dia.

Fasilitas di Balkondes Ngargogondo The Gade Village

Balkondes Desa Ngargogondo The Gade Village memiliki berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Selain dua pendopo besar dengan kapasitas 300 orang, balkondes ini juga memiliki amfiteater dengan kapasitas 80 penonton, homestay, toilet, musala, serta lapangan dengan lintasan jogging.

“Di sini juga langganan buat festival, event running, wedding. Sudah ada yang booking untuk wedding sampai Januari,” kata Aryan.

Selain itu, balkondes ini memiliki restoran dan 17 kamar, yang terdiri dari 5 kamar dengan double bed, 3 kamar dengan twin bed, serta 3 family room yang masing-masing memiliki tiga kamar.

Balkondes Ngargogondo The Gade VillageAmfiteater Balkondes Ngargogondo The Gade Village (dok. Balkondes Ngargogondo The Gade Village)

Tarif penginapan per malamnya adalah Rp 500 ribu untuk kamar double dan twin, serta Rp 1,5 juta untuk kamar family. Setiap kamar telah dilengkapi dengan AC, TV, air panas, dan sarapan.

“Semoga Balkondes Ngargogondo The Gade Village ini menjadi satellite destination yang memperkaya pengalaman pengunjung Borobudur dengan atraksi budaya dan ekowisata lokal,” ujar Reggy.

“Selain itu, juga menyediakan rute wisata terpadu yang memperpanjang durasi tinggal wisatawan di wilayah, sehingga mendatangkan manfaat ekonomi lebih besar ke komunitas setempat, serta meningkatkan kapasitas pemasaran regional dan kerja sama lintas-stakeholder untuk memaksimalkan nilai tambah pariwisata berkelanjutan,” kata Reggy.

Reggy menambahkan Pegadaian juga mengintegrasikan literasi keuangan dengan pengembangan desa wisata, di antaranya mengenalkan produk-produk seperti Pegadaian tabungan emas, khususnya bagi pelaku UMKM dan pekerja sektor pariwisata.

Dengan cara itu, masyarakat desa wisata tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan wisata, tetapi juga memiliki sarana finansial yang berkelanjutan untuk menghadapi risiko di masa depan untuk mewujudkan misi PT Pegadaian #mengEMASkan Indonesia.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com