Tag Archives: pisau

Benarkah Mengecat Dinding di Musim Hujan Bikin Hasilnya Jelek?


Jakarta

Salah satu kunci agar hasil cat dinding bagus adalah menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering. Menimpa lapisan cat yang belum benar-benar kering justru merusak lapisan barunya karena cat akan sulit menempel.

Salah satu faktor cat dapat mengering adalah formula dari cat tersebut, panas, dan sirkulasi udara di sekitarnya. Lantas, apabila mengecat di musim hujan yang lembap, apakah akan lebih sulit dan berpengaruh ke kualitas hasilnya?

Menurut manajer konstruksi di ASAP Restoration LLC, Brandon Walker, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan pengeringan jauh lebih lama. Hal ini dapat memengaruhi kualitas cat, seperti cat yang diaplikasikan lebih tebal dapat menyebar atau ‘mengalir’ ke area lain karena tidak menempel.


“Kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan hasil akhir yang tidak merata. Jika beberapa bagian dikerjakan pada waktu yang berbeda dalam satu hari, dapat memengaruhi kualitas hasil akhir,” katanya seperti yang dikutip pada Selasa (9/9/2025).

Ia mengatakan hasil akhir yang kurang memuaskan seperti itu bisa diperbaiki, tetapi setelah lapisan pertama benar-benar kering.

Mengecat asal-asalan di saat musim hujan yang benar-benar lembap juga memberikan celah pertumbuhan jamur. Bentuk jamur yang sering ditemui pada dinding seperti noda berwarna yang bentuknya abstrak. Apabila disentuh, biasanya tidak memiliki tekstur, masih sama seperti dinding pada umumnya. Lama kelamaan juga akan muncul jalur air pada dinding.

Pertimbangan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mengecat rumah di musim hujan.

1. Kelembapan

Pertama-tama adalah mengukur kelembapan udara apakah memungkinkan untuk mengecat. Sebab, udara lembap dapat membuat cat kering lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. Pemilik rumah dan tukang juga harus sabar menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering.

2. Kondisi Permukaan

Hampir semua masalah pada dinding disebabkan oleh garam alkali. Kemunculannya biasanya dikarenakan kondisi dinding yang lembap. Cara mengatasinya bukan dengan mengecat ulang, melainkan memperbaiki hingga ke bagian acian.

Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Cara mengatasinya adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

3. Suhu

Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Pakar Sebut 5 Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons, Kenapa?


Jakarta

Spons memiliki fungsi utama untuk membersihkan alat makan dan peralatan masak agar kembali kinclong. Selain itu, spons juga banyak dipakai untuk membersihkan benda-benda di rumah.

Walau dapat mengangkat kotoran secara efektif, tapi tidak semua perabotan di rumah dapat dibersihkan pakai spons. Alih-alih menjadi bersih, tapi justru dapat merusak permukaannya.

Ingin tahu apa saja perabotan di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons

Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di rumah yang jangan dibersihkan menggunakan spons menurut ahli kebersihan:

1. Cermin dan Permukaan Kaca

Banyak orang yang terbiasa membersihkan cermin atau permukaan kaca menggunakan spons. Padahal, kebiasaan ini justru membuat kaca jadi kusam dan muncul goresan halus.

“Tekstur spons bertindak seperti amplas halus, sehingga jika dipakai di permukaan kaca dapat menciptakan goresan kecil dan jadi terlihat buram pada permukaan yang seharusnya bening,” kata pakar kebersihan dari MaidPro Temecula Trish Duarte.

Daripada menggunakan spons, Trish menyarankan memakai kain halus atau kain microfiber untuk membersihkan cermin dan permukaan kaca di rumah.

2. Segel Pintu Kulkas

Segel pintu kulkas atau disebut gasket berfungsi untuk menyegel pintu lemari es agar udara dingin tidak keluar. Bagian ini memang wajib dibersihkan agar pintu selalu tertutup rapat, tapi sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons.

“Alih-alih membersihkan kotoran, penggunaan spons justru mendorong kotoran semakin dalam ke lipatan segel pintu kulkas, tempat ditemukan ada jamur dan bakteri tumbuh,” ujar ahli kebersihan dari Spekless Karina Toner.

Karina lebih menyarankan menggunakan sikat gigi bekas saat membersihkan segel pintu kulkas. Agar efektif mengangkat kotoran, buat cairan dari cuka putih dan air hangat, lalu gosokkan sikat gigi ke setiap lipatan dengan perlahan.

3. Pisau

Sering membersihkan pisau yang kotor dengan spons? Ternyata pakar menyebut cara ini justru dapat mengikis ujung pisau sehingga jadi tidak tajam. Selain itu, mencuci pisau dengan spons sangat berbahaya karena berisiko melukai tangan akibat tertusuk secara tidak sengaja.

Agar lebih aman, cukup bersihkan pisau dengan kain lap kering. Lakukan secara hati-hati agar pisau tidak mengiris tangan.

4. Perabotan Kayu

Membersihkan perabotan kayu seperti talenan ternyata tidak dianjurkan menggunakan spons. Sifat spons yang dapat mengikis ternyata berisiko merusak lapisan kayu, sehingga menimbulkan celah yang besar pada serat kayu.

“Spons dapat menimbulkan kelembapan pada serat kayu yang berpori, sehingga bisa cepat rusak dan menjadi tempat bertumbuhnya bakteri,” ungkap Trish.

Untuk membersihkan perabotan kayu, sebaiknya gunakan sikat gigi atau kain lap khusus yang tidak menyerap air berlebih. Setelah dicuci bersih, segera dilap dan dikeringkan agar kelembapan tidak masuk ke serat kayu.

5. Panci dan Wajan Anti Lengket

Satu lagi benda di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons, yakni panci dan wajan anti lengket. Permukaannya yang halus dan tipis dapat menimbulkan goresan jika terus dibersihkan pakai spons.

“Lapisan wajan anti lengket sangat tipis dan halus, sedangkan spons dapat menciptakan goresan yang tidak terlihat, tapi seiring waktu dapat merusak lapisannya,” sebut Trish.

Sebagai alternatif, Trish menyarankan menggunakan kain lap khusus atau sikat bambu yang dirancang untuk permukaan panci dan wajan anti lengket.

Itulah lima benda yang sebaiknya jangan dibersihkan dengan spons menurut sejumlah pakar. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


Jakarta

Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

1. Bersihkan Retakan

Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

2. Oleskan Epoxy

Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

3. Kikis Kelebihan Epoxy

Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

4. Cat Bekas Retakan

Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Jitu Bersihkan Noda Cat Dinding yang Menempel pada Logam-Kayu


Jakarta

Saat mengecat dinding, pasti ada beberapa noda yang berserakan dan menempel di benda lain. Masalahnya, cat yang sudah menempel tersebut biasanya tidak bisa hilang jika hanya dibersihkan dengan air.

Apabila digosok atau ditarik, justru dapat menimbulkan masalah baru, yakni permukaan benda rusak atau muncul goresan. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

Dilansir This Old House, cara membersihkan cat yang menempel sembarangan berbeda-beda tergantung pada jenis material bendanya, misalnya logam, kain, atau beton. Berikut tips membersihkan cat dinding yang menempel sembarangan berdasarkan material tempatnya menempel.


Cara Bersihkan Noda Cat Dinding

1. Logam

Material logam biasanya dipakai pada jendela, pintu, lemari, meja, hingga tangga. Untuk menghilangkan cat kering bisa dengan tiga proses, yakni penggunaan bahan kimia, pengamplasan, dan panas. Pengamplasan adalah solusi yang cepat dan mudah, tetapi apabila logam tersebut rapuh, bisa menggunakan bahan kimia seperti thinner untuk noda cat minyak dan cat kering.

Cara menggunakannya pakai sedikit bahan kimia tersebut, lalu diamkan selama 5 menit, bersihkan dengan kain atau gosok sebentar permukaannya. Untuk metode penghilangan noda cat dengan panas harus dilakukan oleh ahli karena memiliki alat khusus.

2. Karpet

Saat mengecat dinding, seharusnya material berbahan kain disimpan jauh-jauh karena cat dapat dengan cepat mengering. Apabila sudah terlanjur menempel, siram karpet menggunakan air panas yang telah dicampur sabun cuci piring.

Pastikan larutan tersebut terserap dan tunggu beberapa menit. Cek secara berkala hingga noda cat tersebut lunak dan mudah untuk dilepas.

Jika cara tersebut tidak berhasil, coba ambil steamer genggam yang wujudnya seperti hair dryer. Arahkan alat itu ke noda cat tersebut sembari dikikis.

3. Kayu

Kayu sama seperti logam, cara membersihkan cat bisa memakai 3 cara yakni, bahan kimia, panas, atau pengamplasan. Jika memilih bahan kimia, oleskan bahan kimia tersebut dan diamkan selama beberapa menit. Kikis perlahan dengan pisau dempul atau pengikis cat.

Kalau ingin mengampelas cat dari permukaan yang luas, gosok dengan hati-hati agar permukaan kayu tidak rusak atau tergores.

Untuk cara dipanaskan bisa memakai heat gun. Namun, sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman karena kayu mudah terbakar. Khawatirnya bukan membersihkan cat, melainkan merusak barang tersebut.

4. Kaca

Material kaca paling mudah dibersihkan karena bisa minim goresan juga. Caranya bisa dengan menggunakan silet atau benda tajam dengan sudut 45 derajat. Saat mengikisnya harus hati-hati, jangan terlalu menekan atau terlalu cepat menggosoknya. Sebelum digosok, bisa oleskan area noda dengan campuran air hangat dan cuka, lalu gosok dengan spons non-abrasif.

5. Beton

Cara membersihkan noda cat di beton bisa menggunakan sikat berbulu kaku. Sebelum itu, beton bisa diberikan cairan pembersih kimia dan tunggu beberapa menit sebelum disikat.

6. Plastik

Saat membersihkan noda cat dari plastik sebaiknya hindari penggunaan bahan kimia karena bisa membuatnya meleleh. Lebih baik gunakan pengikis plastik atau pisau dempul untuk mengikis cat secara perlahan. Sebelum itu, tuang minyak sayur, alkohol, atau aseton untuk mempermudah pengikisannya.

Itulah beberapa cara untuk menghilangkan noda cat pada beberapa material, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Trik Jitu Lepas Stiker Tanpa Meninggalkan Bekas Lem


Jakarta

Saat membeli perabotan baru, biasanya terdapat stiker yang menempel. Stiker tersebut biasanya merupakan petunjuk pemakaian atau sekadar merek dari produk tersebut.

Meskipun tidak mempengaruhi fungsinya, stiker dapat mengganggu tampilan perabotan tersebut. Sayangnya untuk melepas stiker tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, ketika stiker ditarik, lem yang sudah merekat pada permukaan perabotan dapat tetap tertinggal. Permukaannya akan terasa lengket dan kesat. Selain itu, hal ini juga bisa sarang kotoran karena debu dapat menempel di bekas sisa lem tersebut.

Solusinya adalah ketahui dahulu cara melepas stiker yang benar agar lem tidak menempel di perabotan. Caranya tidak susah dan bisa memakai bahan dan alat yang ada di sekitar kita. Dilansir The Kitchn berikut cara yang bisa diikuti.


1. Minyak Kelapa dan Soda Kue

Punya piring, lemari, rak, hingga kipas angin yang ditempeli stiker? Coba pakai minyak kelapa dan soda kue. Caranya adalah lepas stiker secara manual.

Kemudian oleskan campuran 2 sendok soda kue dan 1 sendok minyak kelapa. Oleskan bisa menggunakan tangan pada area bekas stiker. Tunggu selama 15 menit, bersihkan dengan air sabun hangat dan keringkan.

2. Hairdryer

Biasanya penghuni rumah memiliki pengering rambut atau hairdryer. Ternyata panas bisa lho bikin stiker terlepas sendiri dari permukaan benda mana pun. Caranya adalah setel panas tertinggi pada hairdryer, arahkan angin tersebut ke stiker dengan jarak 2-2,5 cm selama 1-3 menit.

Nanti akan terlihat stiker yang menciut dan jadi mudah untuk dilepas. Tidak perlu tambahan sabun, stiker bisa langsung dilepas.

3. Cuka

Cara ini juga tidak kalah mudah. Ambil kapas, tisu, atau kain, celupkan secukupnya ke dalam cuka. Lalu angkat dan tekan ke permukaan stiker hingga semuanya basah. Diamkan selama 15 menit. Setelah itu angkat dan coba cabut stikernya.

4. Selai Kacang

Percaya nggak percaya, selai kacang yang biasa dipakai sebagai isian roti ternyata bisa bahan yang ampuh membersihkan stiker. Caranya lapisi stiker dengan selai kacang dan diamkan setidaknya selama lima menit. Usahakan jangan terlalu tebal karena waktu tunggu juga disesuaikan dengan selai terserap atau belum.

Setelah itu, ambil spatula, pisau, atau sendok untuk mengikis selai kacang dan stiker dari permukaan. Bilas dengan sabun dan air hangat.

Itulah beberapa cara untuk melepas stiker dari berbagai material di rumah, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


Jakarta

Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

1. Pisau di Atas Meja

Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

2. Rak Piring Bersih

Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

3. Toples Makanan

Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

5. Aksesoris Tak Penting

Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

6. Peralatan Masak

Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Perbaiki Lantai Keramik Retak Jadi Seperti Baru Lagi


Jakarta

Lantai keramik bisa retak atau pecah akibat benturan keras atau termakan usia. Meski sepele, retakan itu cukup mengganggu estetika lantai.

Tenang saja, pemilik rumah bisa dengan mudah memperbaiki lantai keramik yang retak. Tak perlu bongkar dan ganti ubin baru, pemilik bisa menambalnya selama retakan enggak parah.

Setidaknya dengan begitu, retaknya tersamarkan. Lantai pun terlihat seperti semula tanpa harus diganti.


Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang retak? Simak tipsnya berikut ini.

Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak

Inilah langkah-langkah untuk menambal lantai keramik yang retak, dikutip dari Home Decor Bliss.

1. Bersihkan Retakan

Langkah pertama adalah membersihkan retakan keramik. Gunakan amplas atau pengikis untuk mengikis bagian dalam retakan yang tajam. Setelah itu, bersihkan kotoran pada keramik pakai sabun cuci piring atau cairan pembersih.

2. Oleskan Epoxy

Setelah lantai keramik retak bersih, saatnya mengoleskan epoxy. Siapkan campuran epoxy dengan mengikuti petunjuk produk.

Tuang epoxy ke bagian retak pada keramik dan biarkan mengeras. Pemilik bisa meratakan epoxy pada retakan tipis pakai tusuk gigi. Kalau retakannya lebar, pakai alat yang permukaannya rata.

Namun, hindari menggunakan pisau untuk meratakan epoxy ya. Alat tersebut membuat epoxy cepat mengeras.

3. Kikis Kelebihan Epoxy

Jika epoxy menyebar ke bagian lain, pemilik bisa bersihkan dengan cara dikikis. Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum epoxy mengeras.

4. Cat Bekas Retakan

Kalau epoxy sudah mengering atau mengeras, saatnya mengecatnya agar terlihat seperti ubin baru. Oleskan cat pada bekas retakan menggunakan kuas tipis.

Disarankan untuk memilih warna cat yang mirip dengan keramik serta finishnya mengkilap. Selain itu, pilih cat berbahan dasar minyak agar warnanya tidak cepat pudar akibat air.

Itulah tips memperbaiki lantai keramik yang retak menjadi seperti baru. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Tradisi Potong Jari, Bukti Cinta dan Kesetiaan Mama-mama Suku Dani



Wamena

Rasanya, tak ada yang bisa mengalahkan perempuan Suku Dani dalam urusan cinta dan kesetiaan. Mereka membuktikan luka di hati dengan tradisi potong jari.

Suku Dani di Lembah Baliem, Provinsi Papua Pegunungan mempunyai satu cara dalam mengungkapkan duka yang mendalam. Mereka rela memotong jari saat pasangan atau keluarga meninggal dunia. Selain itu, tradisi itu dilakukan saat mereka kecewa karena cinta. Semakin banyak jari yang dipotong, pertanda jumlah saudara yang meninggal atau dalamnya duka.


Biasanya tradisi itu dilakukan oleh perempuan atau mama-mama Suku Dani. Dalam arsip detikcom tradisi potong jari dilakukan ketika salah satu anggota keluarga mereka, yaitu ayah, ibu, anak, atau adik yang meninggal dunia.

Penduduk Suku Dani percaya memotong salah satu jari tangan adalah sebagai simbol dari rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintai. Selain untuk mengungkapkan kesedihan dan persaudaraan yang erat, cara itu dilakukan sebagai doa agar hal yang sama tidak terulang kembali.

Tradisi itu lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Para lelaki menunjukkan kesedihan dengan memotong kulit telinga untuk menunjukkan kesedihan mereka ketika kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.

Yang memilukan lagi, alat yang digunakan untuk menjalankan tradisi tersebut. Bagi yang mau potong jari, digunakan alat tradisional yang disebut kapak batu. Berbeda dengan pisau dapur yang tipis dan tajam, kapak batu lebih tumpul keras.

Sementara itu, untuk menjalankan tradisi potong daun telinga digunakan semacam bambu runcing yang digunakan untuk mengiris bagian kuping yang ingin dipotong.

Tradisi potong jari Suku Dani itu sudah diwariskan turun temurun dan hingga saat ini masih dilakukan. Kendati pemerintah Papua dan Jayawijaya telah melarang untuk melakukan tradisi itu, namun penduduk Suku Dani tetap melakukannya hingga saat ini.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com