Tag Archives: pondokan

Agrowisata Gunung Mas Puncak, Tempat Asyik untuk Liburan dan Healing


Jakarta

Ada banyak tempat wisata seru di sekitar Kawasan Puncak, Bogor, salah satunya yang terkenal adalah Agrowisata Gunung Mas. Selain menikmati udara sejuk pegunungan, ada berbagai aktivitas seru dan menarik di tempat ini.

Agrowisata Gunung Mas Puncak bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers yang ingin liburan singkat dari Jakarta. Tempat wisata ini cocok untuk kamu yang ingin liburan bareng teman, keluarga, atau pasangan.

Lantas, apa daya tarik utama dari Agrowisata Gunung Mas Puncak? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Agrowisata Gunung Mas Puncak

Daya tarik utama dari Agrowisata Gunung Mas Puncak yakni menawarkan pemandangan alam yang hijau dan udara sejuk. Maka jangan heran, banyak penduduk ibu kota yang datang ke sini untuk liburan atau healing sejenak.

Di tempat wisata ini juga terdapat berbagai wahana yang seru dan Instagramable, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Apa saja? Simak di bawah ini:

1. Berkeliling Kebun Teh

Gunung mas puncak bogorFoto: detikcom

Banyak wisatawan yang datang ke Agrowisata Gunung Mas Puncak untuk berkeliling kebun teh yang luas dari atas jembatan kayu. Lokasi ini kerap disebut sebagai tea bridge atau jembatan teh.

Selama berjalan di atas jembatan, detikers dapat melihat hamparan kebun teh hijau yang luas dan view Gunung Pangrango. Tak heran, banyak pengunjung yang berfoto dengan latar belakang gunung tersebut.

Jika ingin hasil foto yang lebih bagus, detikers bisa menggunakan jasa tukang foto keliling yang menggunakan kamera DSLR. Cukup membayar Rp 5.000 per foto, nantinya hasil foto dari kamera DSLR bisa langsung ditransfer ke smartphone-mu.

Jika ingin berkeliling kebun teh, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang.

2. Menaiki Kuda

Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorFoto: Pradita Utama/detikcom

Lelah berkeliling? Kamu bisa menyewa kuda yang disediakan pihak pengelola. Nantinya detikers akan diajak berkeliling kebun teh dengan menunggangi kuda, layaknya seorang bos yang sedang mengamati usaha kebun teh miliknya.

Pengunjung yang ingin berkuda akan dikenakan biaya Rp 60.000 untuk 1 kilometer. Jika ingin lebih lama, biayanya sebesar Rp 150.000 per 30 menit.

3. Rainbow Slide

Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorFoto: Pradita Utama/detikcom

Wahana yang satu ini banyak diminati wisatawan karena sedang tren di media sosial. Nah, di Agrowisata Gunung Mas Puncak juga terdapat wahana rainbow slide yang seru dan menegangkan.

Pengunjung akan diajak berseluncur di rainbow slide menggunakan ban besar dengan panjang perosotan hingga 90 meter. Wahana ini makin seru karena akan melintasi tengah-tengah kebun teh yang hijau.

Tertarik untuk mencobanya? Kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang untuk sekali naik wahana rainbow slide.

4. Flying Fox

Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorFoto: Pradita Utama/detikcom

Bagi travelers yang ingin memacu adrenalin, terdapat wahana flying fox untuk orang dewasa. Kamu akan diajak melintasi hamparan kebun teh yang luas dari ketinggian sekaligus merasakan udara dingin khas pegunungan.

Wahana ini dikenakan tarif sebesar Rp 60.000 per orang untuk sekali naik. Perlu diingat, tak sembarang orang bisa menaiki flying fox, karena terdapat minimal tinggi badan 120 cm.

5. Kolam Renang

Bagi si kecil yang ingin berenang sambil bermain air, di Agrowisata Gunung Mas Puncak juga terdapat kolam renang. Namun, siap-siap badan akan menggigil karena suhu airnya begitu dingin.

Pengunjung yang ingin berenang dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 per orang. Meski ukuran kolamnya tidak terlalu besar, namun pas untuk anak-anak yang ingin bermain air.

6. Bermain ATV

Satu lagi wahana yang cukup menantang adrenalin di Agrowisata Gunung Mas Puncak, yaitu bermain ATV. Buat kamu yang belum terbiasa bermain ATV, jangan khawatir. Sebab, petugas akan mendampingimu selama mengendarai ATV hingga di garis finis.

Harga sewa ATV dipatok sebesar Rp 160.000 saat weekday dan Rp 210.000 ketika weekend. Tarif tersebut sudah mencakup waktu pemakaian ATV selama 45 menit dengan jarak tempuh tiga kilometer.

Berbeda dengan wisatawan lokal, bagi turis asing yang ingin bermain ATV akan dikenakan tarif Rp 260.000 di weekday dan Rp 310.000 saat weekend.

Sedikit informasi, pengelola Agrowisata Gunung Mas Puncak juga menyediakan tempat penginapan. Ada beberapa tipe kamar yang tersedia, mulai dari standar, bungalow, pondokan, rumah kelapa, hingga VIP. Untuk harganya mulai dari Rp 500 ribuan per malam.

Harga Tiket Masuk Agrowisata Gunung Mas Puncak

Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Agrowisata Gunung Mas Puncak, ketahui dulu harga tiket masuknya. Saat weekday, tiket masuknya dibanderol Rp 15.500 per orang dan weekday sebesar Rp 20.000 per orang.

Sebagai pengingat, harga di atas merupakan tiket masuk ke Agrowisata Gunung Mas Puncak saja, jadi belum termasuk tarif untuk bermain di sejumlah wahana.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan akan dikenakan biaya parkir. Untuk parkir sepeda motor sebesar Rp 5.000 dan mobil dipatok Rp 10.000.

Lokasi Agrowisata Gunung Mas Puncak

Agrowisata Gunung Mas Puncak berlokasi di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya yang berada di Kawasan Puncak membuat tempat wisata ini mudah dijangkau dengan berkendara.

Dilihat dari Google Maps, butuh waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam perjalanan dari Jakarta menggunakan mobil. Namun di hari libur, waktu tempuhnya bisa lebih lama lagi karena kawasan Puncak yang macet akibat jumlah wisatawan membludak.

Demikian ulasan mengenai Agrowisata Gunung Mas Puncak yang menjadi salah satu tempat wisata favorit di Kawasan Puncak. Tertarik untuk datang ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Cuma di Bali, Bisa Ngopi di Kedai Jadul Sambil Lihat Sawah



Badung

Ngopi sambil menikmati pemandangan sawah nan hijau lagi ngetren. Di Bali, kamu bisa menyeruput kopi di Kedai Abian Carik yang jadul ini.

Tempat ngopi bernuansa pedesaan dan jadul pun banyak bermunculan di Bali. Salah satunya kedai kopi Abian Carik.

Baru sebulan lebih dibuka, tempat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat sore menjelang malam. Kedai kopi ini berlokasi di tengah sawah Subak Tegan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.


Traveler bisa menyeruput kopi sembari menikmati hamparan sawah nan asri. Di sekitar kedai kopi itu, ada pula kebun yang ditanami aneka sayur dan tanaman bunga.

Untuk menuju lokasi, pengunjung harus masuk ke jalan subak sepanjang 200 meter ke dalam area persawahan. Kedai dengan pondokan kayu yang dipagari bambu itu akan terlihat dari pinggir jalan. Selanjutnya, pengunjung tinggal menyusuri pematang sawah untuk sampai ke lokasi.

Pemilik kedai sengaja mengusung konsep jadul yang menyatu dengan alam. Bangunannya berupa pondokan kecil berbahan papan kayu yang dihias dengan beragam umbi-umbian dan pisang.

Pondok itu dipakai pengelola untuk menaruh bahan-bahan makanan beserta kopi. Penjaga kedai juga berpenampilan jadul dengan pakaian seadanya serta capil atau topi khas petani di desa-desa.

Meski begitu, pengunjung antusias duduk lesehan beralaskan tikar daun pandan sembari menunggu barista meracik kopi di atas Vespa. Selain kopi, kedai itu juga menjajakan aneka kudapan tradisional. Mulai dari ubi goreng pedas manis, pulung ubi, jagung rebus, hingga pisang goreng. Cocok untuk menemani kopi tubruk.

Orang-orang yang datang ke Abian Carik tak hanya anak muda dari kalangan menengah di Mengwi. Mereka juga datang dari kalangan atas yang rata-rata tinggal di Kota Denpasar.

“Di rumah nggak banyak ada kafe kopi yang benar-benar ada di alam begini,” kata Yanti, salah satu pengunjung asal Denpasar, Senin (16/9).

Pengunjung lainnya, Vani, mengungkapkan tidak sedikit pengelola kedai kopi yang mengusung konsep jualan di tengah sawah. Perempuan asal Yogyakarta itu menyebut banyak kedai kopi dengan konsep serupa di luar Bali.

“Tapi dagang kopi yang jualan di Bali lebih banyaknya tampilan ala resto, mewah. Konsep ini di Bali sebetulnya lebih cocok karena alamnya mendukung,” ujar Vani.

Pemilik kedai, Anak Agung Gde Agung Krisna Semara Putra mengungkapkan konsep kedainya dirancang bagi penikmat kopi yang suka ketenangan.

“Banyak yang tidak menangkap konsep ini sebelumnya. Kedai kopi di sawah memang banyak. Tapi ngopi di tengah kebun yang kebetulan lokasinya di tengah-tengah sawah itu belum banyak,” kata dia.

Agung mengakui kedai kopinya ramai karena pengunjung suka menikmati kopi sambil bersantai. Ia mengeklaim banyak pengunjung yang sengaja datang untuk dapat suasana pedesaan.

“Jadi dari menu makanan yang ada saja kami ingin orang-orang bisa nikmati jajanan jadul. Suasananya dapat, kesannya juga harus pas. Kann sudah nggak banyak yang jual camilan jadul,” sambung Agung.

Kedai kopi Abian Carik buka setiap hari mulai pukul 16.00 Wita. Pengunjung juga bisa ngopi-ngopi asyik di tengah sawah sampai larut malam tanpa perlu khawatir karena pengelola sudah menyediakan lampu penerangan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini Lokasi Menginap yang Disebut Paling Dingin di Puncak Bogor


Jakarta

Puncak Bogor merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan keindahan alam dan udaranya yang sejuk. Tak heran, kalau daerah ini jadi destinasi liburan favorit bagi mereka yang ingin healing atau staycation untuk menikmati kesejukan pegunungan.

Lalu, di mana tempat paling dingin di daerah Puncak Bogor?

Tempat Paling Dingin di Puncak Bogor

d’Traveler bernama Sutriyanto, mengatakan bahwa Agrowisata Gunung Mas adalah lokasi tempat penginapan yang paling dingin di Puncak Bogor. Alasannya, karena Agrowisata Gunung Mas berada di tengah-tengah kebun teh.


Informasi tersebut didapatkannya setelah bertanya ke salah satu warga asli Puncak yang ia temui.

Gunung Mas beralamat di Jl. Pangrango Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Agrowisata Gunung Mas, Puncak Bogor buka lagi mulai 1 Februari usai banjir bandang.Agrowisata Gunung Mas, Puncak Bogor. (M. Sholihin/detikTravel)

Penasaran, Sutriyanto pun kemudian langsung membooking penginapan di sana pada momen liburan. Di sana, ia menyebut ada berbagai macam villa seperti Bungalow 01, Bungalow 02, Bungalow 03, Rumah Kayu Kelapa, Rumah Pangrango, Glamping dan Pondokan.

“Saya pilih Villa Pondokan karena lokasinya lebih masuk ke dalam area kebun teh. Karena menurut saya udaranya akan lebih sejuk dan dingin,” tulisnya dikutip dari catatan perjalanan detikTravel yang tayang (25/09/2024).

Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogorhamparan kebun teh di Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor. (Pradita Utama/detikcom)

Sutriyanto menyebut bahwa vila yang dipilihnya itu memang benar berlokasi di tengah tengah kebun teh yang sangat luas. Kebun teh tersebut memiliki luas sekitar lebih 2.500 hektar milik PT Perkebunan Nusantara VIII.

“Di pagi hari dijamin pemandangannya keren banget. Alangkah baiknya menikmati indahnya kebun teh dengan jalan-jalan menyusuri tea bridge yang begitu panjang. Nggak heran jika tempat ini sering dijadikan lokasi untuk berfoto,” sambungnya.

Suhu Paling Dingin

Suhu di tempat yang disebut paling dingin di Puncak Bogor bisa sampai 14 derajat Celsius.

“Ketika malam tiba memang benar bahwa udaranya begitu dingin apalagi ditambah hujan waktu sore. Suhu udaranya ternyata sampai 14 derajat Celsius. Sungguh dingin sekali,” tulis Sutriyanto.

Karena dingin sekali, ia pun menyarankan untuk memakai selimut tebal agar tidak kedinginan ketika bermalam.

Fasilitas di Gunung Mas

Terdapat cukup banyak fasilitas dan wahana di Gunung Mas, antara lain:

  • Tea bridge
  • Jembatan kaca
  • Rainbow slide
  • Paralayang
  • ATV
  • Berkuda
  • Flying fox
  • Motocross mini
  • Kolam renang
  • Motor listrik
  • Kafe
  • Pusat jajanan makanan tradisional.

Harga Tiket Masuk Gunung Mas

Pada pintu gerbang Gunung Mas ada loket pembayaran.Tiket masuk Gunung Mas dibanderol sekitar Rp 15.500 (weekday) dan Rp 20 ribu (weekend).

Sementara, untuk masuk mobil kecil Rp 10 ribu, motor Rp 5.00, bus Rp 30 ribu. Untuk yang sudah booking untuk staycation biaya masuknya gratis.

Lihat juga Video ‘Tugu Botol Kecep di Puncak Akhirnya Kembali!’:

[Gambas:Video 20detik]

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com