Tag Archives: provinsi maluku

5 Destinasi yang Lebih Seru dari Bali tapi Belum Diketahui


Jakarta

Bali adalah destinasi wisata yang sudah terkenal dengan keindahan alam, budaya, dan perilaku baik para penduduknya. Kualitas akomodasi dan hospitality di Bali tak perlu diragukan lagi dengan kisaran harga beragam sesuai keinginan turis.

Namun, pesona Indonesia sebetulnya bukan sekadar Bali. Masih banyak spot wisata lain yang tidak kalah seru dan menyimpan pesona alam, budaya, serta keanekaragaman hayati. Travelers tentunya bisa memasukkan spot ini ke dalam wish list kamu selanjutnya.

5 Destinasi yang Bisa Jadi Lebih Seru dari Bali

Tujuan wisata ini bukannya tidak diketahui sama sekali para penyuka traveling dan penikmat keindahan alam. Namun mungkin belum banyak masuk dalam daftar spot liburan selanjutnya, meski sebetulnya sangat indah dan layak dikunjungi


1. Danau Labuan Cermin

Danau di BerauDanau di Berau (Mahyudin Alkadri/dTraveler)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Rute

  • Pengunjung dari Bandara Sepinggan melanjutkan perjalanan dengan pesawat lagi menuju Bandara Tanjung Redeb, Berau
  • Kemudian, pengunjung bisa menempuh perjalanan
    darat menuju Desa Biduk-Biduk dengan mobil sewaan seharga Rp 500 ribu dan waktu tempuh 6 jam
  • Setelah sampai di Desa Biduk-Bidu, pengunjung harus trakking selama 30-45 menit menuju Desa Labuan Kelambu.

Spot wisata yang juga dikenal sebagai Danau Dua Rasa ini punya keindahan yang tidak perlu diragukan. Air pada lapisan bawah punya rasa asin, sedangkan di lapisan tidka ada rasanya

“Salah satu destinasi wisata terbaik di Berau, Kalimantan Timur. Mudah diakses dan biaya transportasi cukup murah, apalagi jika datang beramai-ramai. Harap berhati-hati dengan barang bawaan, karena banyak monyet di sekitar lokasi,” tulis akun google Siti Komariah.

2. Kepulauan Kei

Pulau Kei. Kepulauan Kei terletak di Laut Banda, tepatnya di Maluku Tenggara, Indonesia. Kepulauan Kei adalah bagian dari Wallacea, gugusan pulau-pulau di Indonesia yang dipisahkan oleh perairan dalam dari landas kontinen Asia dan Australia.Pulau Kei di Kepulauan Kei (Getty Images/iStockphoto/fbxx)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku

Rute

  • Naik pesawat menuju Bandara Internasional Pattimura, lalu menunggu pesawat menuju Bandara Karel Satsuitubun di Langgur, Pulau Kei Kecil, Kepulauan Kei.
  • Setelah mendarat, bisa sewa mobil menuju penginapan atau pelabuhan jika ingin menyebrang ke destinasi wisata pilihan.

Buat detikers yang ingin berwisata ke Kepulauan Kei, pastikan telah menyusun akomodasi dan ittinerary lain dengan baik. Karena, transportasi umum di wilayah ini terbatas dan mengandalkan sewa mobil atau kapal. Jika tak ada persiapan yang baik, rencana liburan dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik.

Soal keindahan dan kesempatan healing di Kepulauan Kei tak perlu diragukan lagi. Wilayah dengan 119 pulau dan 6 diantaranya terbesar punya pasir putih terhalus di dunia. Air pantai dengan degradasi hijau ke biru plus biodiversity alamnya, bikin liburan kamu tidak bakal bisa dilupakan.

3. Wisata Bukit Pelalangan

Bukit Arosbaya, spot foto unik di MaduraBukit Arosbaya atau Bukit Pelalangan di Madura (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Jam buka

Tiket masuk

  • Rp 5 ribu per orang belum termasuk parkir

Alamat

  • Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur

Rute

  • Pengunjung bisa ke Kota Surabaya lebih dulu dengan pesawat atau kereta, lalu menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura
  • Transportasi pilihan menuju Suramadu sebaiknya sewa mobil untuk mempermudah mobilisasi selama liburan
  • Setelah menyebrang Suramadu, mobil bisa diarahkan menuju Bangkalan lalu ikuti arah menuju Bukit Pelalangan.

Rencana liburan di Bukit Pelalangan harus disusun dengan baik, agar wisatawan bisa menikmati pesona bentang alam berwarna coklat ini. Di sini juga ada gua batu kapur yang sangat cantik dan bikin penasaran pengunjung.

Bukit Pelalangan menyediakan pemadangan sunset dan sunrise yang tentunya mempesona. Pengunjung tentu bisa mengabadikan momen ini dalam kameranya. Buat yang pengen healing, bukit dengan suasana tenang dan akses mudah ini adalah pilihan yang sangat cocok.

4. Danau Kaolin

Menengok keindahan danau Kaolin di Bangka TengahDanau Kaolin di Bangka Tengah (Deny Wahyono)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Jl. Raya Toboali, Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

Rute

  • Transportasi tercepat buat bagi yang ingin berkunjung ke Danau Kaolin adalah naik pesawat dan turun di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang
  • Setelah landing, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil menuju Danau Kaolin.

Bentang alam ini terbentuk sebagai bekas galian tambang kaolin di masa lalu. Tanahnya menjadi putih dan tak bisa ditanami, sedangkan lubang galian berisi air yang bisa berubah warna bergantung kondisi cuaca.

Danau Kaolin bisa dikatakan sebagai spot wisata ikonik Bangka, yang naik daun setelah beredarnya film dan novel Laskar Pelangi. Selain sebagai spot wisata, Danau Kaolin bisa jadi lokasi pemotretan agenda lain.

5. Kawasan Argapura

Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Dadan Kuswaraharja)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Buat warga Jabodetabek dan sekitarnya yang tidak bisa pergi terlalu jauh saat liburan, Argapura bisa jadi pilihan healing dan relaksasi. Salah satu pesona di sini adalah Terasering Panyaweuyan yang dibangun untuk memudahkan usaha pertanian warga.

Daerah di sini juga dikenal sebagai salah satu yang paling sejuk, apalagi saat datang musim hujan. Berkunjung ke Argapura, detikers akan disuguhi pemandangan indah Gunung Ciremai plus spot sunset dan sunrise yang memanjakan mata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rahasia di Balik Kebahagiaan Warga Maluku



Ambon

Di balik lanskap kepulauan yang tersebar bak untaian zamrud di timur Nusantara, Maluku menyimpan lebih dari sekadar panorama menakjubkan.

Provinsi yang wilayahnya didominasi 97% oleh air ini berhasil memberikan rasa bahagia yang melimpah bagi warganya.

Tak terkecuali bagi seorang Zidane Bachmid, saat kami temui Kamis pagi (17/7/2025), di rumahnya yang berlokasi di tengah laut Seram; dengan nama Keramba Cinta itu.


Pagi masih pukul 07.50 WIT, tapi tidak menyurutkan semangat Zidane saat menyambut kami yang baru saja tiba di depan ‘teras’ rumahnya itu.

Dengan sigap, Zidane membantu kami keluar dari speedboat dan langsung mengajak ke spot-spot menarik di Keramba Cinta. Tampaknya apa yang dilakukan Zidane sudah dia lakukan beratus-ratus kali tiap orang-orang memilih singgah di rumahnya tersebut.

Zidane BachmidZidane Bachmid Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Keramba Cinta tidak dibangun sebagai destinasi wisata, hanya sesederhana rumah di tengah laut saja. Namun seiring ramainya orang yang berwisata ke Negeri Saleman, para turis juga melirik tempat ini hingga dijadikan salah satu spot berwisata saat mengunjungi Pantai Ora.

Keramba Cinta juga tidak memungut biaya masuk. Siapapun bisa datang ke Keramba Cinta dengan akses dari Pantai Ora sekitar 20 menit menggunakan speedboat.

“Pada prinsipnya ini kayak rumah nelayan, dan setiap orang yang datang itu kayak orang bertamu ke rumah kita.” kata Zidane.

Keramba Cinta dibangun di atas laut, berupa kolam yang dibentuk seperti simbol hati atau cinta, dengan luas 50×50 meter. Usut punya usut, Keramba Cinta ini dibangun sejak 2019 oleh ayah Zidane; Taha Bachmid.

Taha Bachmid merupakan seorang pria kelahiran Saparua, Maluku, yang menempuh pendidikan hingga ke Jepang, sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya ini mendirikan Keramba Cinta; rumah impian masa kecilnya.

“Memang cita-cita beliau dari dulu pengin punya rumah buat hari tua di tengah laut.” kata Zidane.

Saat itu Taha tidak ada di lokasi. Zidane bilang, ayahnya tengah membantu proses pendidikan sang adik yang akan kuliah di Jepang.

Jembatan pandang di TanusangJembatan pandang di Tanusang Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Zidane mengaku sudah satu tahun terakhir menghabiskan waktu di Keramba Cinta. Pria kelahiran Banyuwangi 22 tahun yang lalu ini sejatinya masih berkuliah di Rusia, mengambil jurusan desain arsitektur lingkungan.

Namun di tengah sisa dua semester yang harus dia jalani, Zidane memilih kembali ke Maluku untuk berlibur, menghabiskan waktu di tengah laut, menyambut setiap tamu yang berkunjung ke rumahnya itu.

“Enaknya di sini, tiap hari dapat teman baru, koneksi baru, kenalan baru. Dan most of them orang top semua. Kayak misalnya Dirut Grab sudah ke sini, rektor UI.” jelas Zidane.

Di rumah itu, dia memanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik, dan sisanya alam yang menjadi teman. Laut yang penuh dengan ikan menjadi sumber makanannya sehari-hari.

Jika ingin kelapa muda tinggal menepi ke pulau di sekitarnya, atau menanti nelayan yang dia sebut biasa bersinggah di malam hari untuk istirahat, ngopi, dan nongkrong.

Apa yang dijalankan Zidane sedikit banyak menggambarkan bagaimana warga Maluku bisa menemukan kebahagiaan paripurna dalam sebuah kesederhanaan.

Indeks Kebahagiaan Maluku

Tak heran, Maluku menjadi satu-satunya provinsi yang terus berada dalam top 3 indeks kebahagiaan menurut wilayah di Indonesia sejak 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kebahagiaan Maluku pada 2021 sebesar 76,28, melebihi rata-rata nasional sebesar 71,49.

Indeks Kebahagiaan ini diukur dari beberapa dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup (life satisfaction), dimensi perasaan (affect), dan dimensi makna hidup (eudaimonia).

Artinya, seseorang dapat merasa bahagia bukan cuma karena faktor ekonomi, tetapi juga adanya rasa puas terhadap kehidupan, pengalaman emosional yang positif, serta makna yang mendalam dalam hidup mereka.

Masyarakat Maluku memiliki sikap, cara hidup, dan aktivitas tersendiri yang memberikan rasa bahagia, meskipun kemiskinan masih jadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dibereskan.

Maluku punya masalah di bidang ekonomi, di mana persentase penduduk miskinnya masuk dalam 10 besar terbanyak di Indonesia. BPS pada 2024 mencatat, Provinsi Maluku memiliki persentase penduduk miskin sebanyak 15,78%, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 8,57%.

Pertumbuhan ekonomi Maluku juga tak sekencang provinsi lainnya di Indonesia. Pada 2022, laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) provinsi Maluku hanya berada di angka 5,31. Angka tersebut kalah jauh dibandingkan Maluku Utara yang PDB-nya tumbuh 22,94% pada periode serupa.

Tapi alam, budaya, dan seni barangkali cukup jadi sumber kebahagiaan bagi warga Maluku, termasuk Zidane. Meski lahir dan besar di Banyuwangi, Zidane mengaku betah menghabiskan waktu bersama alam dan orang-orang yang mengagumi kesederhanaannya di Keramba Cinta.

“Nggak ada trauma sih (bisa ada di sini). Setelah ngerasain di tempat lain juga, katakan Eropa atau papa yang ada di Jepang, ya biasa saja. Ujungnya bisa dinikmati atau nggak.” kata Zidane.

Tebing HatupiaTebing Hatupia Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Keramba Cinta hanyalah satu dari banyak titik-titik ‘surga’ yang tersembunyi lainnya di Maluku. Dalam perjalanan menyusuri Ambon, Pulau Seram, hingga Pulau Geser, kami juga menemui surga tersembunyi lainnya di Maluku.

Mulai dari Bukit Teletubbies di Negeri Latea, Kecamatan Seram Utara Barat, pasir timbul Tanusang di Pulau Geser, atau Tebing Hatupia di Desa Sawai.

Surga-surga tersembunyi inilah yang barangkali menjadi rahasia di balik senyum warga Maluku. Kebahagiaan mereka lahir dari keindahan alamnya yang memesona – dari pasir putih di Pantai Ora, gemuruh ombak di Banda, heningnya Pulau Kei, atau sesederhana menemukan ketenangan di Keramba Cinta.

(eds/wsw)



Sumber : travel.detik.com