Tag Archives: pulau

Rute Menuju Kampung Dongeng Tangsel dengan KRL dan Kendaraan Pribadi


Jakarta

Kampung Dongeng Tangsel bisa jadi alternatif liburan keluarga warga Jabodetabel dan sekitarnya. Di sini, anak dan orang tua bisa ikut berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas dongeng, Tak hanya mendengarkan, anak juga bisa bebas bercerita sesuai imajinasinya.

Kampung Dongeng Tangerang Selatan berlokasi di Jalan Musyawarah nomor 99, RT 04/RW 01, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. detikTravel sempat mengunjungi destinasi liburan ini pada Kamis (9/10/2025) ketika suasana Kampung Dongeng tidak terlalu ramai.


Kampung Dongeng TangselPapan penunjuk arah menuju Kampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Lokasi dan lingkungan sekitar Kampung Dongeng Tangsel tentunya sangat sejuk, asri, dan menyenangkan. Berikut pilihan transportasi dan akses menuju Kampung Dongeng Tangsel

1. KRL

Pengguna KRL bisa turun di Stasiun Cisauk atau Rawa Buntu lalu transportasi online menuju Kampung Dongeng Tangsel. Lokasi Kampung Dongeng Tangsel agak jauh dari jalan utama, sehingga anak dikhawatirkan capai atau rewel jika harus jalan jauh.

2. Kendaraan pribadi

Pengunjung dari arah Kecamatan Ciputat Timur bisa mengarahkan kendaraannya menuju Jl. WR Supratman, lalu belok kiri menuju Jl. Menjangan Raya

Selanjutnya, pengunjung bisa lurus terus menuju pertigaan dan Jl. Merpati Raya kemudian Jl. Elang Raya lalu Jl. Elang IV. Di sini, pengunjung akan menemukan petunjuk jalan menuju Kampung Dongeng Tangsel.

3. Angkutan kota (angkot)

Pengunjung bisa naik angkot D 08 jurusan BSD dan turun di seberang Jalan Cici. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 850 meter menuju Kampung Dongeng. Angkot yang sama bisa diakses dari Stasiun Pondok Ranji.

Saat detikTravel berkunjung, suasana Kampung Dongeng Tangsel sangat tenang dan rindang. Sangat berbeda dengan kondisi Ciputat yang sangat panas dan riuh dengan berbagai kegiatan manusia.

Kondisi ini mungkin sedikit berbeda pada akhir pekan saat ramai pengunjung. Perbedaan ini tak mengurangi pesona Kampung Dongeng Tangsel sebagai pilihan liburan akhir pekan bersama keluarga.

Konsep dan Program Kampung Dongeng Tangsel

Konsep utama Kampung Dongeng Tangsel adalah pembangunan karakter anak melalui kegiatan storytelling. Awam Prakoso selaku Founder Kampung Dongeng Indonesia berharap perkembangan sifat dan hubungan anak-orang tua dapat diperkuat melalui dongeng.

Kegiatan mendongeng yang jadi bagian dari keseharian selanjutnya bisa terus lestari antar generasi. Di Kampung Dongeng Tangsel, berbagai kegiatan terus dilakukan untuk memasyarakatkan dongeng. Salah satunya program Kampung Dongeng Keliling di seluruh Indonesia.

Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

“Program Kampung Dongeng Keliling ini tersebar di beberapa titik, baik dari program sendiri atau dengan undangan. Kegiatan kelilingnya bisa lintas pulau, seperti ke Gorontalo, Kalimantan, bahkan Papua, juga ke daerah-daerah sekitar dengan menggunakan mobil Kampung Dongeng Keliling,” kata Awam.

Berdiri sejak 18 Mei 2009, Kampung Dongeng Indonesia telah menjadi alternatif anak mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Proses ini tentu akan lebih menyenangkan jika ditemani orang tua di lingkungan yang teduh, tenang, dan nyaman seperti Kampung Dongeng Indonesia.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Goa Purba di Pulau Kunti dan Mitos Anti Jomlo



Sukabumi

Di Pulau Kunti, Geopark Ciletuh ada sebuah goa yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh. Goa ini memang sudah lama lekat dengan mitos anti jomlo.

Ombak sore itu datang berulang, memukul sisi perahu kayu yang perlahan mendekati tebing. Anginnya membawa aroma asin dan suara serak burung laut yang melintas rendah.

Dari jauh, tampak rongga hitam di dinding batu mulut gua yang terbuka menghadap laut. Orang-orang di sini menyebutnya Gua Anti Jomblo.


Saman, pemandu wisata lokal yang mengantar ke lokasi tersebut, berdiri di haluan sambil menunjuk ke arah tebing.

“Nah, ke sebelah sananya lagi, ada namanya gua purba Pulau Kunti,” ujarnya, suaranya setengah tenggelam oleh deru ombak, Minggu (5/10).

“Usianya 60 juta tahun, terbentuk dari gunung bibir pantai yang dihantam terus sama gelombang laut, akhirnya ada proposal ke dalam 15 meter, tingginya 9 meter,” katanya menambahkan, matanya tak lepas dari dinding batu di kejauhan.

Ia diam sebentar sebelum menambahkan. “Di dalam gua itu tidak ditemukan batuan selektif atau salak mid karena gua kering, cuman di sini ada mitos siapa aja yang masuk ke gua purba Pulau Kunti, pulangnya suka cepat dapat jodoh katanya,” tuturnya pelan, lalu tertawa kecil. “ini baru mitos,” lirihnya.

Angin sore menampar lembut wajah, sementara sinar matahari jatuh miring ke mulut gua yang tampak keemasan di bawah cahaya senja.

Saman tersenyum kecil sebelum melanjutkan penjelasannya, tangannya menepuk haluan perahu yang basah oleh percikan air.

“Ya setahu saya itu kalau misalkan punten dalam artian yang punya keyakinan, kayaknya saya sering mengantar yang seperti itu, mungkin keyakinannya seperti itu” ujarnya pelan, berhati-hati memberikan penjelasan.

“Cuman kalau yang lain biasanya dia hanya berdoa tapi bukan minta ke batu atau ke gua tapi mintanya ke pemilik batu atau gua, yang setahu saya, memang kalau uang meyakini memang seperti itu, dilaksanakan ritual di sana,” katanya menutup penjelasan.

Cerita soal Gua Anti Jomblo kemudian diperkaya oleh Piat Supriatna, petugas Balawista yang juga Geopark Ranger dari Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

“Ok saya ceritakan dari awal dulu prosesnya, takutnya ada sedikit ini mispersepsi juga dari masyarakat, khususnya pengunjung,” ujarnya membuka percakapan.

Goa Itu Sudah Berusia Jutaan Tahun

“Sebenarnya ini ada gua Pulau Kunti, gua tersebut itu sebetulnya secara ilmiah terbentuknya oleh abrasi laut selama jutaan tahun. Sebenarnya ini kan daratan yang terangkai di dasar samudra ke permukaan nih, dan itu kan ketika terbentuk ke permukaan bebatuan tersebut atau bukit itu belum terbentuk gua sebelumnya dulunya,” tuturnya.

Piat berbicara sambil menatap jauh ke laut, suaranya tenang.

“Nah, selama jutaan tahun tergerus oleh abrasi laut, sehingga terkikis, terbentuklah gua. Makanya gua tersebut disebut Pulau Kunti karena ketika dihantam gelombang setinggi lima meter atau musim badai menggema seperti orang tertawa maka dibilanglah Pulau Kunti,” kisahnya.

Mitos Anti Jomlo

Ia lalu tersenyum kecil, soal gua yang kemudian dikenal dengan nama Gua Anti Jomblo.

“Nah ada cerita dari masyarakat sekitar sini, Pulau Kunti ini banyak yang cerita bahwa bisa dikatakan nih gua jomblo, bisa dikatakan dalam arti jika masuk ke sana katanya bisa punya, dapat pasangan,” katanya sambil mengangkat bahu.

Piat sempat terdiam, menatap ke laut yang mulai memantulkan warna keemasan sore.

“Sebenernya kalau sekarang banyak orang lebih ke modernisasi, tapi ada saja, sampai saat ini,” ujarnya pelan,

“Tapi itu dulu saya sempat ke sana, banyak ditemukan orang simpan sesajen itu kan, ada seperti dupa itu menemukan, tapi sampai saat ini, walaupun karena sudah modernisasi masih ada orang percaya akan hal itu,” katanya menutup pembicaraan.

——-

Artikel ini telah naik detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Menyusuri Pulau Onrust, Jejak Kelam VOC yang Kini Jadi Museum Arkeologi



Jakarta

Pulau Onrust di Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Kini, pulau ini dikenal sebagai Museum Arkeologi Onrust, tempat wisata sejarah yang menyimpan banyak kisah kelam dan peninggalan bersejarah dari abad ke-17 hingga abad ke-20.

Dari Galangan Kapal hingga Benteng Pertahanan

Pada abad ke-17, Pulau Onrust menjadi pusat galangan kapal sebelum Tanjung Priok berdiri. Karena aktivitas kapalnya yang padat, pulau ini dijuluki Pulau Kapal.


VOC membangun benteng pertahanan setinggi sembilan meter dengan bastion yang menjorok keluar sebagai menara pengintai. Di masa itu, Onrust menjadi salah satu pulau tersibuk di Teluk Jakarta.

Bangunan yang ada saat ini sebagian besar berasal dari masa sekitar tahun 1850, dibangun untuk mempertahankan aktivitas pelabuhan kapal-kapal Belanda.

Hasil ekskavasi arkeologi menunjukkan sisa benteng utama dan kincir angin yang dulu digunakan untuk memotong kayu kapal.

Pusat Karantina Haji dan Rumah Sakit Modern di Zamannya

Pada tahun 1911, Pulau Onrust berubah fungsi menjadi rumah sakit karantina bagi para pendatang dari luar negeri, termasuk jemaah haji asal Indonesia sebelum memasuki Batavia.

Rumah sakit ini memiliki luas sekitar 12 hektar dan mampu menampung hingga 3.500 orang. Pulau Onrust menjadi tempat penampungan barang-barang jamaah haji yang berjumlah 35 barang dan 1 barang isinya 100 orang.

“Penampungan barang-barang di Pulau Onrust ada 35 barang penampungan haji, 1 barang isi 100 orang,” ujar Gindo, pemandu wisata Kepulauan Seribu yang menemani detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta.

Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

Fasilitasnya cukup lengkap, termasuk asrama berukuran 6×30 meter yang bisa menampung 100 orang. Di masa itu, Pulau Onrust juga memiliki penjara dan bunker pertahanan. Jamaah haji yang sehat diobservasi selama lima hari di Onrust, sementara yang sakit dirawat di Pulau Cipir.

Sayangnya, sejarah karantina ini juga meninggalkan kisah kelam. Dulu, penyakit menular seperti leptospirosis (penyakit kencing tikus) sering menyerang akibat buruknya kondisi kapal yang membawa tikus dari luar negeri.

Tragedi, Penjarahan, dan Masa Suram Pulau Onrust

Nama “Onrust” berasal dari bahasa Inggris unrest, yang berarti “tidak istirahat”. Pulau ini menyimpan banyak kisah kelam, termasuk cerita tentang seorang noni Belanda bernama Maria van de Veldes yang meninggal karena depresi dan dimakamkan di sini. Di makamnya ditemukan puisi cinta yang menyentuh hati.

“Pulau Onrust memiliki kisah kelam, diantaranya pulau ini banyak tawanan-tawanan perang yang dipenjarakan di pulau ini, dan pada 1968 pulau ini pernah dijarah batuan dari bangunan disana yang akhirnya hanya sisa beberapa puing,” cerita Gindo.

Pada masa revolusi, Onrust dijadikan tempat pembuangan tahanan politik, termasuk anggota DI/TII. Memasuki tahun 1968, pulau ini dijarah besar-besaran, batu-batu bangunannya diambil sehingga kini hanya tersisa puing-puing.

Pulau Onrust Kini: Situs Arkeologi dan Wisata Edukasi

Setelah lama terbengkalai, pada tahun 1972 pemerintah menetapkan Onrust sebagai Taman Arkeologi Onrust, dan sejak 2024 statusnya resmi menjadi Museum Arkeologi Tipe A.

Di sini, wisatawan bisa menemukan sisa bunker yang telah berisi air payau, reruntuhan bangunan VOC, serta sekitar 50 makam Belanda.

Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

Salah satu daya tarik utama pulau ini adalah bunker pendingin amunisi dengan delapan ruangan terpisah. Saat ini bunker ini telah dipenuhi air payau karena kerapuhan dinding bunker yang membuat air laut masuk ke dalam yang kedalamannya sekitar 1,3 meter.

“Bunker ini isinya air payau karena dindingnya pecah jadi airnya masuk. Di dalamnya ada 8 ruangan itu nggak nyambung, masing-masing per 4 ruangan,” kata Rosyadi, pemandu lokal Pulau Onrust.

Pulau ini juga menyimpan berbagai peninggalan dari abad ke-18, seperti batu bata kuno yang semakin kuat ketika terkena air laut. Di sekitarnya tumbuh pohon keben, tumbuhan khas pesisir yang menjadi bagian dari ekosistem alami Onrust.

Cara Menuju ke Pulau Onrust

Akses menuju Pulau Onrust bisa ditempuh dari Dermaga Marina Ancol menggunakan kapal wisata. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja.

Listrik di pulau ini masih menggunakan genset dan hanya menyala pada jam-jam tertentu, karena pasokan utama difokuskan ke pulau yang berpenghuni.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ambisi Pulau Payung di Kepulauan Seribu Jadi Surga Glamping



Jakarta

Pulau Payung di Kepulauan Seribu berbenah untuk menjadi destinasi wisata yang siap bersaing secara global. Sebuah wisata glamping ditawarkan.

Pulau Payung bukan pulau kosong. Pulau itu adalah pulau berpenduduk dan ada akomodasi komersial, Asha Resort.

Dengan luas sekitar 40 hektare dan populasi mencapai 40 ribu jiwa, Pulau Payung bertekad untuk bertransformasi menjadi kawasan wisata berkelanjutan.


Pada sektor pariwisata, Pulau Payung dikunjungi oleh 1.500-2.000 jiwa per bulan.

Pulau Payung tidak mengunggulkan hutan mangrove sebagai daya pikat pariwisata, sebab pulau itu tidak memiliki hutan mangrove. Kendati tidak memiliki hutan mangrove, masyarakat setempat memanfaatkan batu karang alami sebagai penahan abrasi, langkah sederhana namun efektif menjaga garis pantai dari pengikisan laut.

Akses Mudah Menuju Pulau Payung

Wisatawan dapat menempuh perjalanan menuju Pulau Payung melalui empat jalur berbeda. Dua di antaranya menggunakan kapal cepat dari Marina Ancol dan Pelabuhan Baywalk Pluit, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Alternatif lainnya, kapal kayu dari Muara Angke dan Muara Kamal (Jakarta Barat) membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

“Ada empat cara menuju Pulau Payung atau Asha, masing-masing menempuh waktu 1-3 jam perjalanan, yakni dari Marina Ancol, Pelabuhan Baywalk di PIK 2 Jakarta, serta dari Muara Angke dan Muara Kamal. Muara Kamal berbatasan dengan PIK 2, Jakarta, dan Banten, dengan pilihan kapal cepat maupun kapal kayu,” ujar Yulia, pemandu wisata dari Asosiasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (AHPI) yang bekerja sama dengan Suku Dinas Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang mendampingi detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta pada 22-23 Oktober 2025.

Asha Resort beroperasi pada 2023. Meski banyak yang mengenalnya sebagai Pulau Asha, sebenarnya lokasi resort ini berada di wilayah Pulau Payung Besar.

“Sebenarnya di sini (Asha Resort) letaknya di Pulau Payung Besar, tapi masyarakat lebih mengenalnya dengan Pulau Asha,” kata Yulia.

Asha Resort: Glamping Mewah Bernuansa Alam

Asha Resort dibangun di Pulau Payung dengan mengusung konsep glamping (glamorous camping), Resor itu menawarkan 16 unit penginapan eksklusif di tepi pantai. Proyek kedua berlanjut dengan jenama Cora.

Untuk menginap di sini, pengunjung tidak perlu lagi repot mendirikan tenda, karena setiap glamping dilengkapi fasilitas modern layaknya hotel.

Selain menginap, wisatawan juga bisa menikmati berbagai aktivitas seperti ATV menyusuri hutan konservasi dan bersantai di kafe tepi laut yang menjual paket makanan dan minuman tanpa tiket masuk tambahan. Harga paket Asha Resort dibanderol sekitar Rp 400 ribu pada weekday dan Rp 500 ribu saat weekend yang sudah termasuk transportasi kapal pulang pergi.

Menariknya, baik pengunjung yang memilih paket one day trip maupun menginap akan menikmati fasilitas transportasi laut yang sama. Terdapat dua dermaga utama, yaitu Dermaga Payung dan Dermaga Asha, tergantung paket perjalanan yang dipilih.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi Jalan-jalan Sehari di Pulau Seribu, Jakarta


Jakarta

Kepulauan Seribu menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta, menawarkan berbagai objek wisata dengan pesona alam yang indah. Deretan pulau cantik dengan pasir putih dan pemandangan air laut menjadi daya tarik utama tempat ini.

Selain keindahan alamnya, Kepulauan Seribu juga menawarkan beragam aktivitas seru seperti snorkeling, diving, dan menikmati sunset di tepi pantai. Bagi pengunjung yang tidak punya banyak waktu untuk berlibur, di sini kita bisa mengeksplorasi Pulau Seribu dalam satu hari loh!

Rekomendasi Jalan-jalan Sehari di Pulau Seribu 2025

Berikut adalah pilihan wisata Pulau Seribu untuk kamu yang ingin mencoba one day trip dikutip dari laman travel:


1. Pulau Sepa

Jakarta yang dikenal sebagai kota tersibuk di Indonesia punya surga terpencilnya, yaitu di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. (Devi/detikcom)Jakarta yang dikenal sebagai kota tersibuk di Indonesia punya surga terpencilnya, yaitu di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. (Devi/detikcom) Foto: Jakarta yang dikenal sebagai kota tersibuk di Indonesia punya surga terpencilnya, yaitu di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. (Devi/detikcom)

Pulau Sepa merupakan salah satu pulau resort di Kepulauan Seribu yang terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan air lautnya yang biru jernih. Pulau ini menjadi salah satu tempat favorit untuk aktivitas memancing, di sini telah disediakan dermaga yang dapat dijadikan spot memancing bagi pengunjung.

Pulau Sepa dengan nuansa tropisnya yang sangat alami dan menenangkan membuat pengunjung betah untuk menghabiskan waktu liburannya di pulau ini.

  • Harga paket liburan one day trip di Pulau Sepa adalah Rp 1.350.000 untuk semua kalangan.
  • Fasilitas yang didapat: antar jemput kapal boat, minuman selamat datang, makan siang, dan canoe gratis selama satu jam.

2. Pulau Putri

Pulau Putri merupakan pulau resort bertema modern yang menawarkan keindahan, kenyamanan, dan eksotisme Pulau Seribu. Salah satu daya tarik paling menarik di Pulau Putri adalah undersea aquarium, terowongan kaca bawah laut yang memungkinkan pengunjung melihat ikan dan terumbu karang tanpa harus menyelam.

Selain itu, Pulau Putri juga menawarkan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya seperti: snorkeling, diving, banana boat, canoe, hingga water bee.

  • Harga paket liburan one day trip di Pulau Putri mulai dari Rp 190.000 (untuk bayi), Rp 1.050.000 (untuk anak-anak), hingga Rp 1.125.000 (untuk orang dewasa).
  • Fasilitas yang didapat: perjalanan pulang pergi dengan perahu, minuman selamat datang, makan siang, undersea aquarium, perahu dasar kaca, dan kolam renang.

3. Pulau Bidadari

Sejumlah warga dan pegiat lingkungan melepas tukik penyu sisik di kawasan Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (21/8/2025).Sejumlah warga dan pegiat lingkungan melepas tukik penyu sisik di kawasan Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Pradita Utama

Pulau Bidadari adalah pulau resort berkonsep alam, jaraknya hanya 30 menit dari dermaga marina Ancol. Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan destinasi wisata one day trip kalian.

Menariknya, selain menikmati keindahan laut biru dan suasana sejuk Pulau Bidadari, di sini pengunjung bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah bekas peninggalan Belanda.

  • Harga paket liburan one day trip di Pulau Bidadari adalah Rp 550.000
  • Fasilitas yang didapat: antar jemput speed boat, minuman selamat datang, dan satu kali makan.

4. Pulau Ayer

Pulau di Kepulauan SeribuPulau di Kepulauan Seribu Foto: (dok Pulau Ayer)

Pulau Ayer merupakan salah satu pulau resort terdekat dari Jakarta dan sangat cocok untuk one day trip di Kepulauan Seribu. Jaraknya hanya sekitar 25-30 menit saja, pulau ini terkenal dengan resort bernuansa etnik.

Selain keindahan alam, Pulau Ayer juga terkenal dengan spot mancing. Di bagian belakang pulau ini terdapat dermaga pancing yang sangat panjang yang disediakan khusus untuk pengunjung memancing.

  • Harga paket liburan one day trip di Pulau Ayer mulai dari Rp 369.000 (untuk anak-anak) hingga Rp 390.000 (untuk orang dewasa).
  • Fasilitas yang didapat: antar jemput kapal speed boat, minuman selamat datang, dan satu kali makan.

5. Pulau Pelangi

Pulau Pelangi menjadi salah satu destinasi favorit di Kepulauan Seribu yang cocok untuk one day trip. Terletak sekitar 90 menit perjalanan dengan kapal cepat dari marina Ancol, pulau ini menawarkan pemandangan laut biru yang jernih dengan pasir putih dan terumbu karang yang indah untuk snorkeling maupun diving.

Selain keindahan alamnya, Pulau Pelangi juga menyediakan fasilitas lengkap seperti, restoran terapung, area bermain air, hingga water sport seperti banana boat dan kano.

  • Harga paket liburan one day trip di Pulau Pelangi mulai dari Rp 875.000 (untuk hari kerja) hingga Rp 900.000 (untuk akhir pekan).
  • Fasilitas yang didapat: paket perahu pulang pergi, minuman selamat datang, dan makan siang.

6. Pulau Tidung

Pulau di Kepulauan Seribu.Pulau di Kepulauan Seribu. Foto: Johanes Randy

Pulau Tidung merupakan salah satu pulau penduduk yang digunakan sebagai pulau wisata. Pulau ini juga mengusung konsep menyatu dengan lingkungan masyarakat. Daya tarik utama dari Pulau Tidung adalah Jembatan Cinta, sebuah jembatan penghubung Pulau Tidung besar dan Pulau Tidung kecil yang dibuat membentang diatas permukaan laut.

  • Harga paket liburan one day trip di Pulau Tidung mulai dari Rp 580.000
  • Fasilitas yang didapat: perahu cepat, minuman selamat datang, transit rumah tinggal, makan siang, sepeda, alat snorkeling, kamera bawah air, perahu pisang, dan berkeliling ke beberapa spot di Pulau Tidung seperti, Pulau Tidung kecil, Saung Cemara Kasih, Pantai Cemara Kasih, Jembatan Cinta, hingga Saung Sunset.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Banyak Atraksi Seru, Kental Budaya Lokal Bali



Jakarta

Kala mendengar kata Bali pasti yang terpikir adalah pantai dan pantai memang jadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berada di pulau indah ini. Tapi cobalah aktivitas baru dan menarik lainnya kala berkunjung ke Bali.

Contohnya ke Trans Studio Theme Park Bali. Beberapa waktu lalu detikTravel berkesempatan untuk berkunjung ke sana. Berbeda dengan Trans Studio yang ada di kota-kota lainnya, karena di sini unsur budaya lokalnya sangat kental.

Inilah yang menjadi pengalaman berbeda saat berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali. Kekentalan budaya Bali bisa langsung terasa sesaat setelah gerbang masuk loket Trans Studio Theme Park Bali.


Wahana pertama adalah Bali Senses. Sebuah ruangan imersif yang menampilkan berbagai ornamen budaya Bali yang sangat indah, dengan paduan warna, gambar, dan suara dari musik khas Bali memberikan pengalaman awal yang sungguh menakjubkan.

General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan diadopsinya budaya Bali dalam area Trans Studio Theme Park Bali ini tiada lain sebagai representasi dari Bali itu sendiri. Katanya banyak wisatawan ke Bali itu mencari pengalaman terkait alam dan budayanya, maka dari itu pihaknya coba untuk mengakomodir hal-hal tersebut dengan sesuatu yang berbeda.

Trans Studio Theme Park BaliWahana Bali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Trans Studio Bali itu kan salah satu destinasi wisata yang ada di Bali lah. Nah karena kita tahu bahwasannya Bali dikunjungi banyak wisatawan, termasuk mancanegara dan domestik,” kata Nyoman Sutarjana kepada detikTravel, Senin (17/11/2025).

“Nah mereka yang datang ke Bali itu kan pasti mencari: pertama itu nature, kemudian culture. Untuk itu konsep dari Trans Studio Bali juga mengadopsi dari keinginan wisatawan tersebut, sehingga menggabungkan wahana yang juga berbasis dengan culture,” ujar Nyoman Sutarjana.

Trans Studio Theme Park Bali ini memiliki 16 wahana dengan tiga pertunjukan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Tentunya ada beberapa wahana yang paling jadi primadona pengunjung saat berada di sini.

detikTravel pun penasaran dan langsung mencoba Flying Over Indonesia. Sebuah keseruan yang tiada tara karena menjadi kali pertama menjajal pengalaman berkeliling Indonesia hanya dengan duduk di kursi.

Trans Studio Theme Park BaliWahana Flying Over Indonesia di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Pengunjung akan diajak untuk terbang berkeliling Indonesia, tentunya dengan paduan adrenalin yang cukup untuk membuat jantung berpacu cepat. Tetapi semua kepanikan itu akan tertutup dengan rasa kagum melihat destinasi-destinasi Indonesia yang ada di wahana tersebut.

Selain Bali Senses Flying Over Indonesia, terdapat beberapa wahana lain, seperti Boomerang Coaster, Formula Kart, iFly, Frank House, Ninja Course, Kids Play Ground, dan Lucky Tree Climber.

Kemudian, ada Illusion House, Forbbiden Temple, Bat Glider, Werewolf World, City of Dead, dan Road Rage.

Sementara untuk pertunjukannya, Trans Studio Theme Park Bali punya Temple Raider Stun Show, Dream Parade Festival, dan Gayatri Show. Untuk pertunjukan Gayatri Show, ceritanya diadaptasi dari budaya dan cerita lokal Bali. Sehingga pengunjung akan diajak lebih mengenal budaya Bali dari cara yang menyenangkan.

“Gayatri adalah cultural show. Itu menceritakan bagaimana kehidupan orang Bali dari lahir sampai mereka menikah, termasuk juga lifestyle, kemudian bagaimana mereka hidup di pedesaan yang damai dan indah,” ujar Nyoman Sutarjana.

(upd/fem)



Sumber : travel.detik.com