Tag Archives: punthuk setumbu

Dian Sastro Effect, Ini 10 Tempat Populer dari Tayangan yang Dibintanginya


Jakarta

Aktris Dian Sastrowardoyo tercatat membintangi sejumlah tayangan yang mampu menyedot perhatian publik. Sejumlah latar dalam film dan series pun menjadi populer setelahnya.

Kepiawaian aktris yang akrab disapa Dian Sastro atau Disas itu memang tak diragukan. Sejumlah film seperti Ada Apa Dengan Cinta hingga yang terkini series Gadis Kretek, banyak dipuji karena memberikan kesan tersendiri bagi penonton.

Kesuksesan tayangan yang dibintanginya, mendorong penonton untuk mengunjungi lokasi yang menjadi latar dalam film dan series tersebut. Pada akhirnya, destinasi-destinasi tersebut juga mendorong pergerakan wisata domestik.


10 destinasi yang makin populer berkat Dian Sastro:

1. Pasir Berbisik Gunung Bromo

Di awal karirnya sebagai aktris, Dian Sastro membintangi film Pasir Berbisik yang dirilis pada 2001. Selain Dian Sastro, artis senior Christine Hakim juga ambil peran dalam film tersebut.

Seperti judulnya, film ini mengambil latar di Pasir Berbisik Gunung Bromo. Pasir berbisik merupakan hamparan pasir yang sangat luas yang membentang di area Bromo.

Pasir Berbisik ini berada di sebelah timur kawah Bromo yakni di ketinggian 2000 m dari permukaan laut. Pasir berbisik juga sering kali dijadikan bagian dari paket wisata Bromo.

2. Pasar Buku Kwitang

Di tengah serbuan pasar online, para penjual buku di Kwitang, Jakarta, masih tetap eksis. Biasanya mereka menjual buku-buku yang langka.Pasar Buku Kwitang. (Foto: Wisnu Heru Luhur)

Traveler penggemar Ada Apa dengan Cinta pasti tak asing dengan Pasar Buku Kwitang. Lokasi ini menjadi tempat Cinta (Dian Sastro) dan Rangga (Nicholas Saputra) melakukan kencan pertama.

Di Pasar Buku Kwitang ini, Rangga punya toko langganan yang dimiliki Gito Rolies. Saat kencan itu, Rangga mengajak Cinta ke toko tersebut di mana ia membeli buku lama.

Saat ini, Pasar Buku Kwitang menjadi lokasi favorit thrifting buku bagi anak muda. Traveler dapat menemukan buku-buku lama dan langka mulai harga Rp 10 ribu – Rp 500 ribu.

3. Gereja Ayam

Gereja AyamGereja Ayam. (Foto: Dwi Ari Setyadi for detikcom)

Gereja Ayam atau Rumah Doa Bukit Rhema merupakan destinasi yang populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2. Dalam film tersebut, Cinta dan Rangga mengunjungi bangunan unik yang terletak di kawasan Borobudur, Magelang itu.

Meskipun disebut Gereja Ayam, sebenarnya arsitektur bangunan itu menyerupai kepala merpati yang memiliki mahkota. Bangunan itu sudah eksis sejak 1992 dan didirikan sebagai lambang perdamaian dan pemersatu bangsa kala itu.

4. Punthuk Setumbu

Punthuk SetumbuPunthuk Setumbu. (Foto: Raina Widita Swasti)

Selain Gereja Ayam, Cinta dan Rangga di AADC 2 juga kencan ke Punthuk Setumbu. Tempat ini merupakan bukit yang pas dikunjungi untuk melihat matahari terbit.

Dari puncaknya, traveler dapat melihat Gunung Merapi dan Merbabu. Selain itu, pemandangan megahnya Candi Borobudur juga tampak di sana.

5. Istana Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko. (Foto: Putu Intan/detikcom)

Masih dari AADC 2, destinasi populer lainnya adalah Istana Ratu Boko. Di tempat ini, Rangga dan Cinta bernostalgia mengenang ayah Rangga sekaligus mengungkap kisah mengenai ibu Rangga.

Di sini, dialog antara Cinta dan Rangga terasa dalam karena terungkap kehidupan Rangga di New York setelah meninggalkan Cinta.

Istana Ratu Boko merupakan kompleks bekas istana yang kini hanya tersisa beberapa bangunan. Bangunan ini diperkirakan sudah ada sejak abad kedelapan. Selain itu, Ratu Boko juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Yogyakarta.

6. Rumah Sejarah Marga Thjia

Dian Sastro juga pernah membintangi film Aruna & Lidahnya. Film ini mengajak traveler untuk berkeliling Indonesia dan melihat kuliner-kuliner tradisional.

Salah satu lokasi populer dari film tersebut adalah Rumah Marga Tjhia di Singkawang, Kalimantan Barat. Rumah bergaya China itu menjadi lokasi Aruna (Dian Sastro) dan Farish (Oka Antara) makan choi pan.

Traveler juga dapat berkunjung ke sana. Bangunan itu sudah berdiri sejak 1902 dan cocok menjadi destinasi wisata nostalgia.

7. Jalan Sejahtera

Vihara Tri Dharma Bumi RayaVihara Tri Dharma Bumi Raya. (Foto: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kalbar)

Masih di Singkawang, destinasi lain yang populer dari film Aruna & Lidahnya adalah Jalan Sejahtera. Jalan ini merupakan pusat keramaian dari kota yang dihuni keturunan etnis Tionghoa itu.

Traveler dapat menemukan Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Jalan Sejahtera. Ini merupakan vihara tertua di Singkawang yang telah ada sejak 1878. J

elang Hari Raya Imlek dan Cap Gomeh, akan ada banyak perayaan dan ritual keagamaan di kawasan tersebut yang kerap menarik perhatian turis mancanegara.

8. Museum Kretek

Pengunjung mengabadikan diorama pembuatan rokok kretek. Museum ini menyimpan lebih dari 1.195 koleksi, seperti peralatan tradisional dan benda-benda promosi rokok di masa lalu serta diorama proses pembuatan rokok hingga foto-foto para pendiri pabrik kretek dan hasil produksinya.Museum Kretek. (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Terbaru, nama Dian Sastro melejit karena memerankan Dasiyah atau Jeng Yah dalam series Gadis Kretek yang tayang di Netflix. Salah satu destinasi populernya adalah Museum Kretek yang terletak di Getas Pejaten, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Di sana, traveler dapat melihat koleksi rokok kretek dari masa ke masa. Traveler juga dapat menggali pengetahuan mengenai asal-usul industri kretek di Indonesia.

9. Stasiun Tuntang

Stasiun Tuntang menjadi salah satu spot syuting Gadis KretekStasiun Tuntang menjadi salah satu spot syuting Gadis Kretek. (Foto: Wikimedia Commons/Alqhaderi Aliffianiko)

Masih dari series Gadis Kretek, Stasiun Tuntang juga banyak membuat traveler penasaran. Stasiun Tuntang terletak di perbatasan Semarang dan Salatiga.

Stasiun yang kini dilewati kereta wisata itu, pada zaman Belanda melayani pengiriman hasil perkebunan dari Ambarawa. Desain arsitektur Belanda yang khas membuat Stasiun Tuntang menarik perhatian penonton.

10. Candi Abang

Candi Abang di SlemanCandi Abang di Sleman. Foto: (rina_triha/d’Traveler)

Candi Abang dikisahkan sebagai lokasi makam Jeng Yah. Candi Abang muncul dalam episode terakhir Gadis Kretek.

Banyak yang belum tahu, Candi Abang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9 atau ke-10.

Candi tersebut terletak di puncak bukit dan bangunannya terbuat dari bata merah. Itulah sebabnya, candi ini disebut Candi Abang karena dalam bahasa Jawa abang artinya merah.

Sayangnya, saat ini Candi Abang menyisakan puing-puing. Sementara bangunan utamanya sudah runtuh.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Rekomendasi Wisata Magelang, Tempat Berburu Sunrise Hingga Kota M



Jakarta

Magelang bersinar akhir pekan ini lewat Festival Lampion Waisak 2025. Buat traveler yang tengah berada di kota itu, ada delapan rekomendasi destinasi wisata selain Candi Borobudur.

Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada Senin (12/5/2025). Perayaannya kembali dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Magelang terletak di sebelah utara Yogyakarta dan sebelah selatan Semarang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1-2 jam, sedangkan dari Semarang ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1,5-2 jam.


Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan bus umum atau travel, baik dari Yogyakarta atau pun Semarang.

Nah, saat sudah berada di Magelang, traveler bisa memilih destinasi lain di samping Candi Borobudur sebagai pusat pelaksanaan Festival Lampion Waisak yang disarikan dari rilis Kemenpar dan sumber lain.

Berikut 8 rekomendasi wisata Magelang:

1. Museum dan Kampung Seni Borobudur

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Eko Susanto/detikJateng)

Tidak jauh dari Candi Borobudur, ada Museum dan Kampung Seni Borobudur sebagai pilihan destinasi yang bisa dikunjungi sebelum atau sesudah mengikuti acara Festival Lampion Waisak. Sesuai namanya, daya tarik tempat ini adalah area museum yang berisi replika arca singa Candi Borobudur, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi.

Di bagian luar, pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar dinding besar berisi relief yang menggambarkan perjalanan Candi Borobudur dan kehidupan setempat.

Museum dan Kampung Seni Borobudur juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari aksesoris, kerajinan tangan, hingga kaos dan kain tersedia dengan harga relatif terjangkau.

Jika ingin mengabadikan momen, area Top Selfie memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Bukit Menoreh. Ada juga area Amphitheatre yang sering kali menjadi venue event dan pertunjukan kebudayaan, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke museum ini.

2. Taman Baca Melek Huruf

Taman Baca Melek Huruf adalah tempat terbaik untuk mengenal Magelang lebih dalam. Di sini terdapat lebih dari 1.000 koleksi literatur, mulai dari buku fiksi, buku non-fiksi, buku anak, majalah, hasil riset, hingga statistik mengenai Magelang yang dapat dibaca di tempat secara gratis.

Pengunjung juga akan dimanjakan dengan latar pemandangan kebun dan Perbukitan Menoreh. Taman Baca Melek Huruf juga menyediakan aneka kudapan rumahan sebagai teman ngobrol dan membaca buku.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman liburan seru, tersedia juga area penginapan Taman Baca Melek Huruf dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Menariknya, penginapan ini menawarkan fasilitas tur yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung untuk mengeksplorasi tempat-tempat di Magelang.

Taman Baca Melek Huruf berada di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dan dapat dikunjungi mulai Jumat – Senin pukul 10.00 – 18.00 WIB.

3. Punthuk Setumbu

Punthuk SetumbuSunrise di Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Magelang adalah Punthuk Setumbu. Area ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati momen matahari terbit. Daya tarik utama dari Punthuk Setumbu adalah area perbukitan menawan dengan latar Candi Borobudur dan pegunungan.

Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Punthuk Setumbu mempunyai suasana yang sejuk. Oleh karena itu, destinasi wisata Magelang ini biasa menjadi pilihan favorit liburan anak muda maupun keluarga sambil menikmati pemandangan matahari terbit.

4. Dusun Butuh

Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. Deretan rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. (Kemenparekraf)

Dusun Butuh, dikenal dengan julukan “Nepal van Java”, merupakan kawasan permukiman yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.620 mdpl membuat suasana Dusun Butuh seringkali disandingkan dengan desa-desa dataran tinggi Pegunungan Himalaya.

Seperti permukiman dataran tinggi pada umumnya, Dusun Butuh berlatar panorama indah area persawahan terasering dan rumah-rumah di perbukitan. Saat sunrise, dusun ini terlihat makin cantik dengan sinar matahari yang menembus kabut dan menyinari pemukiman.

Desa Butuh menjadi titik awal bagi pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Sumbing, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

5. Gunung Andong

Sensasi Mendaki Gunung AndongJalur pendakian Gunung Andong (Eko Susanto/detikcom)

Dengan ketinggian 1.726 mdpl, Gunung Andong adalah pilihan favorit para pendaki pemula. Terlebih, gunung ini mempunyai trek pendakian yang landai sehingga relatif mudah dilalui untuk sampai ke puncak.

Tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian, Gunung Andong juga kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan. Oleh karena itu, Gunung Andong juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Magelang yang menarik untuk dikunjungi.

6. Wisata Getek Balong

Wisata Getek Balong merupakan salah satu aktivitas menyusuri Sungai Progo dengan menggunakan rakit bambu tradisional sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Jeram-jeram kecil dan batu-batuan andesit di tengah sungai menjadi rintangan yang menambah keseruan wisata ini.

Fakta menariknya, wisata ini merupakan bentuk replikasi kehidupan masyarakat setempat pada zaman dahulu yang memanfaatkan Sungai Progo untuk mengambil batuan dan mengantarnya dengan getek sebagai bahan pembangunan Candi Borobudur.

Oleh karena itu, Wisata Getek Balong juga menjadi salah satu bagian dari Borobudur Trail of Civilization, perjalanan wisata tematik yang terinspirasi dari relief-relief Candi Borobudur.

7. Kota M di Serial Netflix Gadis Kretek

Serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix pada 2 November 2023 berhasil menarik perhatian publik, salah satunya karena latar misterius bernama ‘Kota M’. Penulis novelnya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa ‘Kota M’ merupakan kota fiktif yang terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang.

Petunjuknya terlihat dari posisi geografis Muntilan yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang, serta referensi budaya khas seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang yang juga disebutkan dalam cerita.

Muntilan yang sebenarnya memiliki sejarah panjang dan peran strategis sebagai pusat perdagangan dan pendidikan sejak era kolonial. Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Yogyakarta hingga dikuasai Inggris dan Belanda, Muntilan berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah modern dari misi Katolik.

8. Bukit Rhema

Bukit Rhema, yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi unik di Magelang yang menawarkan pemandangan alam spektakuler dan bangunan ikonik berbentuk burung merpati besar. Bangunan itu juga dikenal sebagai gereja ayam, karena bentuk kepalanya menyerupai ayam jantan. Padahal, sebenarnya bangunan itu didirikan sebagai rumah doa lintas agama oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1990-an.

Terletak di perbukitan Menoreh, destinasi itu menjadi populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, dan kini menjadi salah satu spot foto paling favorit di sekitar Borobudur.

Selain arsitekturnya yang menarik, Bukit Rhema juga menawarkan pengalaman spiritual dan edukatif. Di dalam bangunan terdapat ruang-ruang doa, galeri sejarah pembangunan, hingga spot merenung di bagian mahkota.

Pengunjung juga bisa naik ke puncak kepala burung untuk menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan-dengan latar Gunung Merapi, Merbabu, dan Borobudur di kejauhan. Tempat ini cocok untuk mereka yang mencari suasana tenang, inspiratif, sekaligus instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com