Tag Archives: ramadan

Cara Menentukan Lokasi Rumah yang Baik Menurut Islam Agar Diberkahi


Jakarta

Dalam ajaran Islam, rumah bukan hanya tempat tinggal fisik, tetapi juga merupakan tempat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk membangun atau membeli rumah di lingkungan yang baik dan jauh dari tempat maksiat. Memilih lokasi rumah yang baik menurut Islam melibatkan pertimbangan yang lebih mendalam daripada sekadar lokasi geografis atau harga properti.

Untuk kamu seorang muslim yang berencana membeli atau membangun rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai lokasi rumahnya. Dilansir dari laman Learn Islam, berikut adalah beberapa tips yang dapat dipertimbangkan dalam memilih lokasi rumah yang baik menurut ajaran Islam.

Rumah Harus Dekat dengan Masjid

Sebagai seorang muslim, memilih rumah yang dekat dengan masjid adalah hal yang sangat penting. Masjid adalah tempat ibadah bagi umat muslim. Memilih lokasi rumah yang dekat dengan masjid memudahkan untuk melaksanakan salat berjamaah, mengikuti ceramah atau pengajian, dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, tinggal dekat dengan masjid juga bisa memperkuat silaturahmi antar tetangga dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.


Rumah Tidak Boleh Berada di Lingkungan Dekat Tempat Maksiat

Di dalam ajaran Islam, lingkungan tempat tinggal memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Oleh karena itu, memilih lokasi rumah yang terhindar dari lingkungan yang dipenuhi dengan orang-orang yang melakukan perbuatan maksiat atau lingkungan yang dekat tempat maksiat adalah penting. Tempat-tempat maksiat yang dimaksud contohnya adalah klub malam, tempat perjudian, dan juga tempat prostitusi. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dapat memengaruhi perilaku dan moral mereka.

Lokasi Harus Berada di Kawasan yang Bersih dan Nyaman

Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan merupakan bagian dari kewajiban seorang Muslim. Memilih lokasi rumah di kawasan yang bersih dan nyaman membantu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan menyenangkan untuk ditinggali. Lingkungan yang bersih dan nyaman juga akan membuat penghuni rumah semakin nyaman dan khusyuk dalam melakukan Ibadah.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Adab Bertamu ke Rumah Orang Lain Dalam Islam


Jakarta

Islam menjunjung tinggi hubungan baik antar sesama manusia dengan menjaga silaturahmi dengan kerabat atau teman. Salah satunya, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya cara bertamu dengan baik.

Terkadang masih ada yang mengabaikan adab bertamu, padahal sudah jelas dalam Islam tuntunan dalam segala aspek kehidupan. Maka dari itu, ada baiknya mengetahui cara mengunjungi rumah orang lain sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Melansir dari buku Pelajaran Adab Islam 1 (2022:73-76) oleh Sehendri dan Syukri, bertamu merupakan cara untuk menyambung tali silaturahmi dalam Islam. Akan tetapi ada cara tertentu yang perlu dilakukan untuk menjaga hubungan tersebut ketika bertamu.


Tidak Mengintip

Kadang tamu mengintip isi rumah untuk mengetahui ada orang atau tidak di dalamnya. Hal ini ternyata dilarang oleh Rasulullah SAW, bahkan ada ancaman kepada para pengintip sebagaimana disebutkand alam hadits.

لو أنّ امرأ اطلع عليك بغير إذن فخذفته بحصاة ففقأت عينه لم يكن عليك جناح

“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)

Jangan berdiri tepat di depan pintu

Kemudian, mengutip dari Ustaz Khalid Basalamah dalam siaran berjudul Adab Bertamu di Rumah Orang di YouTube Siiquote Channel yang menjelaskan untuk berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya ketika bertamu. Adab ini tertulis dalam hadits berikut.

كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

Artinya: “Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

Mengucap Salam dan Mengetuk Pintu

Kemudian, dianjurkan untuk mengucapkan salam dan mengetuk pintu tiga kali. Apabila tidak ada jawaban, maka batalkan niat untuk bertamu karena bisa jadi pemilik rumah sedang tidak ingin diganggu.

Adab bertamu mengucapkan salam telah dijelaskan dalam QS An Nur ayat 27 sebagai berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Bacaan latin: “Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tadkhulụ buyụtan gaira buyụtikum ḥattā tasta`nisụ wa tusallimụ ‘alā ahlihā, żālikum khairul lakum la’allakum tażakkarụn.”

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”

Sementara adab mengetuk pintu Rasulullah SAW menyebutkannya dalam hadits berikut.

عن أبى موسى الاشعريّ رضي الله عمه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه و سلم: الاستئذانُ ثلاثٌ، فان أذن لك و الاّ فارجع

Dari Abu Musa Al-Asy’ary RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” (HR Bukhari dan Muslim).

Tunggu Hingga Dipersilakan Masuk dan Duduk

Kemudian, Ustaz Khalid menjelaskan untuk tidak langsung duduk sampai dipersilakan masuk dan duduk. Tunggu sampai ada ucapan yang mempersilakan masuk dan duduk. Adab juga mengharuskan seorang tamu muslim dipersilakan makan, meski ada hidangan tersaji di atas meja.

Langsung Pulang Jika Urusan Sudah Selesai

Apabila urusan sudah selesai di rumah tersebut, maka segera pulang sebagaimana disebutkan dalam Surat An-Nur Ayat 28.

فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فِيهَآ أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرْجِعُوا۟ فَٱرْجِعُوا۟ ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Bacaan latin: “Fa il lam tajidụ fīhā aḥadan fa lā tadkhulụhā ḥattā yu`żana lakum wa ing qīla lakumurji’ụ farji’ụ huwa azkā lakum, wallāhu bimā ta’malụna ‘alīm.”

Artinya: “Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Demikian cara bertamu ke rumah orang lain sesuai ajaran Islam. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mau Ibadah Nyaman di Rumah? Yuk, buat Musala dengan 7 Langkah Ini



Jakarta

Selama Ramadan, banyak dari kita yang berupaya meningkatkan intensitas ibadah khususnya di rumah. Namun, melakukan ibadah di rumah juga memungkinkan kita mengalami gangguan yang menyebabkan kurangnya kekhusyuk-an Dalam beribadah.

Untuk itu, kita dapat merancang ruangan kecil yang dapat difungsikan sebagai musala untuk beribadah. Melansir dari situs Coohom, berikut 7 langkah mudah merancang ruang ibadah di rumah:

Pilih Sudut Ruangan yang Tenang

Langkah pertama bisa dilakukan dengan memilih salah satu sudut di ruangan rumah yang tenang dan bebas dari gangguan.


Tentukan Arah Kiblat

Selanjutnya menentukan arah kiblat untuk salat yaitu ke arah Ka’bah di Mekkah. Gunakan aplikasi kompas pada handphone untuk menentukan arah kiblat yang tepat. Kemudian, posisikan sajadah menghadap ke arah kiblat untuk menandai area salat.

Dekorasikan Ruangan

Mendekorasikan ruangan salat juga penting, seperti memilih warna cat dinding dan barang-barang lainnya. Pilihlah warna yang memberikan ketenangan, seperti putih atau biru lembut. Selain itu, dapat juga menambahkan elemen lain seperti kaligrafi yang ditempel pada dinding, rak menyimpan Al-Quran, tanaman hias, atau lentera untuk mempercantik ruangan.

Perhatikan Pencahayaan Ruang

Terdapat beberapa pilihan untuk mengatur pencahayaan dalam musala di rumah. Kamu bisa memilih ruang yang memiliki jendela atau ruangan yang punya pencahayaan lembut dan hangat. Hindari pencahayaan yang terlalu terang. Pilihan lain bisa menggunakan pencahayaan yang lembut seperti lilin.

Beri Alas pada Lantai

Demi kenyamanan beribadah, kamu bisa menambah karpet yang lembut atau sajadah yang tebal sebagai alas. Hal ini berguna untuk mengurangi rasa sakit pada lutut ketika salat dan dapat meningkatkan kenyamanan beribadah.

Barang Pribadi

Tambahkan barang-barang yang memiliki makna pribadi, seperti foto keluarga, buku doa-doa, atau karya seni yang menginspirasi.

Itulah langkah mudah merancang musala di rumah. Semoga menginspirasi!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tempat Bukber Bareng Keluarga di Jakarta Barat, Nomor 3 Patut Dicoba



Jakarta

Selain ngabuburit, tradisi buka bersama atau bukber jadi momen yang dinanti traveler. Buat kamu yang tinggal di Jakarta Barat, 5 tempat ini bisa jadi pilihan.

Tak hanya sekadar menyantap hidangan buka puasa, bukber juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, terutama bagi keluarga yang jarang memiliki waktu untuk berkumpul.

Di Jakarta Barat, terdapat beragam pilihan tempat buka bersama yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menawarkan suasana yang hangat dan menyenangkan.


Pilihan tempat bukber di Jakarta Barat sangat beragam, mulai dari restoran berkonsep tradisional hingga tempat makan modern yang Instagramable.

Berikut 5 Rekomendasi tempat bukber di Jakarta Barat, dilansir dari Antara, Senin (10/3/2025):

1. Talaga Sampireun

Dengan konsep saung di atas air, Talaga Sampireun menawarkan suasana asri dan santai, cocok untuk acara keluarga besar. Restoran ini berlokasi di Jalan Lingkar Luar Barat No.1, Cengkareng, Jakarta Barat.

2. Seroeni

Bagi pecinta masakan Chinese halal, Seroeni adalah pilihan tepat. Interiornya yang eksklusif dan cozy menambah kenyamanan saat bersantap. Restoran ini terletak di Lippo Mall Puri, Jalan Puri Indah Raya Blok U1, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

3. Klesis/Bocilos

Selanjutnya ada Klesis/Bocilos yang berlokasi di Lippo Mall Puri, U1-GF62, Jakarta Barat. Klèsis berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki arti panggilan atau undangan. Sedangkan Bocilos adalah sebuah akronim dari ungkapan bocah kecil polos, yang ada jauh di dalam lubuk hati kita.

Restoran ini membawa konsep hidangan khas Nusantara sebagai menu utama dengan penyajian yang sarat akan keramah-tamahan seperti di rumah sendiri. Hal ini senada dengan arti dari Klèsis/Bocilos itu sendiri.

“Ini adalah pertama kalinya konsep masakan Indonesia high end yang menyasar kelas menengah atas. Dikatakan high end karena menggunakan bahan baku premium. Service di sini juga bintang 5, tempatnya pakai sofa jadi lebih nyaman duduk dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Hendri Petra Syamsul, sang owner.

Kuliner Nusantara di JakbarKlesis Bocilos Foto: (dok. Istimewa)

Hidangan Nusantara dengan kolaborasi Western seperti Soto Betawi Tenderloin, Beef Rendang Wellington, Rawon Tenderloin menjadi ketiga bintang utama. Pilihan hidangan lainnya seperti Mangrup Salad, Nasi Goreng Rendang, Colenak sampai dengan Pisang Goreng Pasar Lama disajikan sebagai pelengkap.

Meski masih soft opening, konsumen yang hadir terus berdatangan. Apalagi saat menjelang berbuka puasa, kursi akan full dipenuhi para pelanggan. Kapasitas tempat duduk di sini ada 128 kursi dan harga makanan mulai Rp75.000 – Rp500.000. Untuk minuman mulai dari Rp45.000.

4. Kampung Kecil

Ingin merasakan nuansa pedesaan saat berbuka? Kampung Kecil menghadirkan konsep saung lesehan dengan menu khas Sunda seperti gurami bakar dan ayam geprek. Lokasinya di Jalan Puri Kembangan Jalan Kedoya Pesing No.66, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

5. Barapi Meat & Grill

Penggemar steak dapat menikmati daging juicy dengan sensasi smoky di Barapi Meat & Grill. Tempatnya yang homey cocok untuk bukber bersama keluarga. Restoran ini beralamat di Jalan Rawa Belong No.3, Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sedikit tips, pastikan untuk melakukan reservasi lebih awal ke pihak restoran buat bukber, mengingat tingginya permintaan selama bulan Ramadan. Dengan begitu, traveler dapat memastikan tempat yang nyaman untuk menikmati waktu berbuka bersama keluarga.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta untuk yang Nggak Mudik Lebaran 2025


Jakarta

Menjelang lebaran, orang-orang akan mudik ke kampung halamannya. Bagi kamu yang tetap berada di Jakarta dan nggak mudik, tenang aja karena masih banyak cara untuk menikmati waktu liburan.

Jakarta menawarkan berbagai destinasi wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari taman hiburan, kebun binatang, hingga tempat bersejarah. Tempat-tempat tersebut bisa kamu eksplorasi bersama keluarga, teman, atau orang tersayang tanpa harus bepergian jauh.

Rekomendasi Tempat Wisata untuk Libur Lebaran di Jakarta

Berikut adalah pilihan tempat wisata untuk yang nggak mudik lebaran di Jakarta yang bisa dikunjungi:


1. Ancol

HTM Ancol hari ini banyak dicari pengunjung yang akan datang ke tempat wisata tersebut. Selama libur Lebaran, tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat.Ilustrasi pantai Ancol. Foto: Nahda RU/detikcom

Ancol merupakan tempat rekreasi di Jakarta yang memiliki pantai, wahana permainan, dan berbagai spot menarik. Ancol buka setiap hari dan di hari libur nasional.

Ada banyak pilihan aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini seperti mengunjungi Seaworld dan Ocean Dream Samudra, menikmati sunset di Pantai Ancol, hingga kulineran di sekitar pantainya.

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Foto: Grandyos Zafna

TMII adalah destinasi wisata berupa kawasan konservasi dan pengembangan budaya. Di sini, pengunjung akan melihat bentuk miniatur kepulauan, anjungan daerah, bangunan dan arsitektur tradisional, kesenian daerah, hingga taman rekreasiuntuk hiburan lainnya.

Berdiri di lahan seluas 150 hektar, TMII cocok untuk dijadikan tempat wisata untuk yang nggak libur untuk menikmati panggung seni, rekreasi, dan edukasi dari segala usia.

Sejak Ramadan 2025, pihak TMII telah mengadakan promo hingga Lebaran. Edisi Ramadan tahun ini, TMII menghadirkan program bertajuk “Jelajah Cerita Ramadhan”.

Program ini menyuguhkan banyak promo dan aktivitas menarik untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Warga ngabuburit dengan berpiknik di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (7/3/2025).Warga ngabuburit dengan berpiknik di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Foto: Agung Pambudhy

Dilansir Antara, TMII sendiri menargetkan 500 ribu pengunjung selama Ramadhan hingga Lebaran 2025.

“Target 500 ribu sampai Lebaran atau 3 hingga 30 Maret 2025, dan gongnya (puncaknya) saat Lebaran,” ujar Direktur Komersial TMII Ratri Paramita (07/03/2025) dikutip dari Antara.

Ratri optimis target tersebut akan terlampaui, pasalnya setiap kali Lebaran TMII selalu penuh pengunjung. TMII juga sudah menyiapkan sejumlah festival untuk menyambut Ramadhan dan Lebaran.

3. Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Zoo)

Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi warga pada libur akhir pekan hari ini. Warga memanfaatkan momen libur panjang hari ini.Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi warga pada libur akhir pekan. Foto: Andhika Prasetia

Taman Margasatwa Ragunan bisa jadi pilihan liburan lebaran di Jakarta selanjutnya. Mengutip situs resmi Ragunan Zoo Jakarta, taman binatang ini memiliki luas 147 hektar.

Biasanya Taman Margasatwa Ragunan tetap buka di hari Lebaran. Ada sekitar 2.009 ekor satwa di sini, fasilitasnya terdiri dari pusat primata, taman refleksi, taman satwa anak, dan sarana rekreasi. Menjadikannya cocok untuk dijadikan destinasi wisata keluarga dan edukatif.

4. Kota Tua Jakarta

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Kalau mau suasana klasik dan sejarah, Kota Tua Jakarta pilihannya. Di sini, kamu bisa jalan-jalan sambil melihat dan menikmati bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

Para wisatawan mancanegara (wisman) berfoto bersama wisatawan lokal di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (8/7/2023). Pemerintah optimis target kunjungan wisman 8,5 juta orang akan tercapai di tahun ini. Salah satu indikatornya yakni angka kunjungan wisatawan naik di kuartal pertama 2023.Para wisatawan mancanegara (wisman) berfoto bersama wisatawan lokal di kawasan Kota Tua. Foto: Ari Saputra

Kota Tua juga punya banyak museum, spot Instagramable, dan pilihan kuliner kaki lima. Makin seru kalau kamu coba nyewa naik sepeda ontel warna-warni di sana.

5. Dunia Fantasi (Dufan)

Ilustrasi dufanIlustrasi dufan Foto: Getty Images/Muhammad Arie

Dufan letaknya masih di kawasan Ancol. Dufan bisa jadi pilihan tempat wisata yang wajib dikunjungi, buat kamu pecinta wahana seru.

Di taman hiburan ini, kita bisa naik berbagai wahana ekstrem seperti Halilintar dan Hysteria. Ada juga wahana keluarga seperti Istana Boneka, Bianglala, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, pertunjukan seru dan atraksi tematik juga ada di sini.

Libur panjang dimanfaatkan warga untuk berekreasi, salah satu destinasinya yaitu Dufan, Jakarta Utara. Sampai pukul 16.00 WIB, hari total sudah 8.000 pengunjung.Salah satu wahana di Dufan.. Foto: Rifkianto Nugroho

Itu rekomendasi tempat wisata di Jakarta yang tetap buka yang bisa dikunjungi bersama keluarga dan kerabat, untuk menghabiskan libur lebaran.

(khq/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Berkunjung ke 5 Masjid Terbesar di Indonesia



Jakarta

Ramadan hitungan hari. Traveler bisa nih merancang wisata religi dengan berkunjung ke 5 masjid terbesar di Indonesia.

detikcom telah merangkum, Senin (24/2/2025) lima masjid terbesar di Indonesia yang bisa dikunjungi saat Ramadan nanti.

1. Masjid Istiqlal


Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyediakan 4.000 hingga 6.000 boks takjil gratis setiap hari. Masyarakat yang ingin mendapatkan takjil tersebut bisa mendatangi Masjid Istiqlal setiap hari saat berbuka puasa, Selasa (12/3/2024).Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat Foto: Pradita Utama

Masjid Istiqlal beralamat di Jl Taman Wijaya Kusuma, Ps Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. Masjid ini sangat strategis karena berada di pusat kota. Letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral di Kecamatan Sawah Besar untuk menunjukkan bentuk kerukunan beragama.

Masjid Istiqlal memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare dengan kapasitas jamaahnya sendiri mencapai sekitar 100.000 orang.

Biasanya, selama Ramadan, Masjid Istiqlal menjadi salah satu destinasi wisata religi untuk ngabuburit di Jakarta. Setelah melihat kemegahannya, kamu juga bisa ikut berbuka bersama gratis di masjid bersama jamaah lain.

2. Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS)

Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) menjadi masjid nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Masjid Istiqlal. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 11,2 hektar serta mampu menampung hingga 60.000 jamaah.

Lokasinya berada di Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Bangunan masjid sangat mudah dikenali karena kubahnya yang besar dan megah berwarna kebiruan.

Daya tarik dari masjid ini terletak pada kubahnya yang berbentuk oval. Kubah besar dan megah ini berwarna kebiruan ditambah aksen diagonal yang saling menyilang berwarna hijau muda.

Selain kubah, adapun menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 Asmaul Husna. Sementara, bangunan mihrab memiliki motif batik pada bagian sisinya.

Selain sebagai tempat ibadah, MAS memiliki fasilitas yang lengkap. Di antaranya seperti taman, green house, urban farming, edu park, dan grand ballroom.

3. Masjid Islamic Centre

Masjid Islamic Center ini berada di Kecamatan Samarinda Ilir, Kalimantan Timur. Masjid yang diresmikan pada Juni 2008 ini memiliki luas sekitar 43.500 meter persegi.

Luasnya ini menjadikan Masjid Islamic Centre mampu masuk dalam jajaran masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan luasnya bangunan, masjid tersebut dapat menampung jemaah sekitar 40.000-45.000 orang.

Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda sangat detail. Terdapat tujuh buah menara yang terdiri atas satu menara utama dan enam anak menara lainnya. Induk menara memiliki tinggi 99 meter yang menyimbolkan Asmaul Husna. Selain itu, ketika memasuki bangunan utama masjid, jamaah akan melewati 33 anak tangga yang sama seperti jumlah biji tasbih.

4. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Masjid Raya Baiturrahman di Banda AcehMasjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh Foto: (Syanti/detikcom)

Liburan ke negeri Serambi Mekkah saat Ramadan juga bisa jadi pilihan nih, Kamu bisa berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan orang Aceh ini, arsitekturnya bercorak eklektik dan mampu menampung sekitar 30.000 jemaah.

Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636 itu menjadi saksi bisu pahit getirnya warga Aceh melawan Belanda, pergolakan pasca kemerdekaan, bencana gempa dan tsunami, hingga perjanjian damai GAM-RI. Masjid yang berdiri sekarang merupakan pengganti dari masjid raya yang telah Belanda bakar saat menaklukkan Aceh.

Kapten de Bruijn, Komandan Zeni Angkatan Darat Tentara Kerajaan Belanda merupakan arsitek masjid ini. Ia berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje, orientalis kepercayaan pemerintah Belanda dan penghulu masjid Bandung, Jawa Barat.

Saat ini, dengan berlakunya syariat Islam, Masjid Baiturrahman dinyatakan sebagai kawasan terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat, sesuai hukum syariat yang boleh masuk ke dalam masjid.

5. Masjid Al-Jabbar, Bandung

Suasana Masjid Raya Al Jabbar saat salat Idul AdhaSuasana Masjid Raya Al Jabbar Foto: Wisma Putra/detikJabar

Masjid Al-Jabbar, Bandung telah menjadi primadona di Jabar sejak diresmikan pada Desember 2022. Masjid Al Jabbar terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.

Masjid ini dibangun di tanah seluas 25 hektare dan mampu menampung 30.000 jemaah, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza. Proses perancangan dimulai pada 2015 oleh Ridwan Kamil yang semasa itu menjabat sebagai Walikota Bandung.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat. Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa.

Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh. Keindahan danau memiliki fungsi penting lain, sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air.

Bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna. Kelak, semua yang sudah terbangun di Masjid Raya Al Jabbar seperti museum, danau, plaza, dan taman-taman akan membuat masjid ini tidak hanya memiliki fungsi ibadah, tetapi juga fungsi edukasi dan berpotensi sebagai pusat wisata religi Jawa Barat.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Viral di Kota Depok, Bisa Buat Ngabuburit Nih



Jakarta

Aktivitas ngabuburit selalu menjadi yang paling dinantikan selagi menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Yang tinggal di Depok, bisa ngabuburit ke sini.

Ngabuburit identik dengan kegiatan jalan-jalan santai yang dilakukan di sore hari menjelang buka puasa. Biasanya tempat yang dipilih adalah kawasan teduh dan nyaman yang bisa buat duduk-duduk atau sekadar foto-foto.

Enaknya lagi kalau dekat dengan kawasan wisata kuliner, jika saat berbuka tiba umat muslim dapat segera melepas dahaga dan lapar di sana.


Depok punya beberapa kawasan wisata yang viral sampai ikonik, cocok untuk ngabuburit.

Berikut 5 tempat wisata Depok untuk traveler:

1. Jusuf Kalla Library

Perpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, JabarPerpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, Jabar (Ari Saputra/detikcom)

Jusuf Kalla Library merupakan perpustakaan baru yang berlokasi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Perpustakaan ini dikunjungi oleh ribuan orang setiap hari.

Tak hanya tempatnya yang nyaman, kawasan ini juga cocok untuk foto-foto. Perpustakaan ini buka hanya di hari kerja yaitu Senin-Jumat mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

Lokasi: Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat

2. Masjid At Thohir

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang video mapping yang ditampilkan saat acara Khazanah Fest di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Masjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YUMasjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. (Asprilla Dwi Adha/Antara)

Masjid At Thohir diresmikan pada tanggal 9 Maret 2022 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran masjid ini menjadi manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan keislaman.

Masjid At-Thohir yang dirancang dengan gaya arsitektur klasik modern dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare. Masjid bernuansa putih ini memiliki kapasitas 1.976 orang di area dalam masjid dan 1.395 di fasilitas pendukung plaza serbaguna.

Lokasi: Jl. Mochamad Thohir, RT.01/RW.12, Tapos, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat

3. Situ Rawa Kalong

Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2025).  Jembatan apung yang dibangun kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Depok tersebut menjadi daya tarik  bagi warga yang berkunjung memanfaatkan libur akhir pekan, serta libur panjang Isra Miraj Nabi Muhammad dan Tahun Baru Imlek. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat (Yulius Satria/Antara)

Situ Rawa Kalong beralamat di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Danau ini memiliki luas 8,25 hektare.

Dulunya kumuh dan jadi tempat pemancingan, Situ Rawa Kalong telah direvitalisasi dengan berbagai fasilitas seperti gedung aula, floating deck, vertical garden atau taman dinding, taman lansia, pedestrian, area UMKM, alun-alun kecil yang instagramable, dan catwalk terapung.

Kawasan ini memiliki fungsi ganda yaitu tempat konservasi dan wisata. Tempat ini viral karena diresmikan oleh Ridwan Kamil dan Bonge.

Lokasi: Jalan Rajabrana, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, atau berdekatan dengan Green Lake View Cimanggis.

4. Masjid Dian Al Mahri

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di DepokMasjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok (Afriyana/d’Traveler)

Masjid Dian Al Mahri atau Kubah Emas menjadi salah satu destinasi wisata religi di Depok. Tak jarang wisatawan dari luar kota berdatangan ke masjid ini.

Masjid ini memang mempunyai kubah yang berwarna emas. Sementara, arsitekturnya bergaya timur tengah. Wisatawan dapat melihat lima kubah di masjid yang terdiri dari empat kubah kecil dan satu kubah besar.

Lokasi: Jl. Meruyung Raya, Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.

5. Taman Albar

Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)

Taman Alun-alun dan Kota Depok Wilayah Barat (Taman Albar) diresmikan pada 19 September 2024, taman ini memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk wisatawan. Taman Albar memiliki luas 2,1 hektar.

Yang bikin taman ini viral adalah fasilitas bermain, apalagi untuk anak-anak. Mulai dari jembatang gantung, jogging track, playground sampai area jajan lengkap disediakan.

Taman Albar dibuka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB. Hari Senin, Taman Albar tutup untuk perawatan.

Lokasi: dekat Situ Tujuh Muara, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

6. Godong Ijo

Mengutip website resminya, Godong Ijo adalah tempat wisata dengan konsep hutan di tengah kota. Menariknya, Godong Ijo dinobatkan sebagai amazing garden se-Asia Tenggara.

Godong Ijo sudah berdiri cukup lama, yaitu sejak tahun 1998. Adapun fasilitas yang dimiliki yaitu kolam pemancingan, restoran sunda, function room, hingga vertical garden center.

Destinasi ini buka setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Sementara pada Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00-20.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 30 ribu. Lalu biaya lainnya disesuaikan dengan aktivitas yang dipilih.

Lokasi: Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua-Bojongsari, Depok.

7. Studio Alam TVRI

Studio Alam TVRI cocok untuk menjadi tempat menenangkan diri sejenak dari hiruk pikuk dan kemacetan. Menurut website Pesona Indonesia, Studio Alam TVRI sebenarnya bukanlah tempat wisata, melainkan lokasi syuting untuk film-film kolosal Indonesia.

Ada berbagai pepohonan rindang, rumah-rumah tradisional dan danau buatan. Selain itu, ada banyak spot menarik untuk berfoto-foto.

Studio Alam TVRI buka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB. Kawasan ini tidak dipungut biaya, namun untuk parkir motor adalah Rp 5.000 dan untuk parkir mobil Rp 10.000.

Lokasi: Jalan Raden Saleh No. 90, Sukmajaya, Depok.

8. Taman Rekreasi Wiladatika

Taman rekreasi wiladatika memiliki berbagai jenis taman. Dahulu, taman ini diperuntukkan untuk kegiatan pramuka saja, tapi sekarang terbuka untuk umum.

Tak hanya untuk bersantai menikmati keindahan taman, kawasan ini mempunyai berbagai wahana permainan seperti bom-bom car, gokart hingga kereta mini. Selain itu Taman Rekreasi Wiladatika juga menjadi tempat gathering, olahraga dan outbond.

Adapun tiket masuk untuk umum adalah Rp 10.000, dan untuk pramuka adalah Rp 5.000. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Lokasi: Jl. Jambore No.1, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

9. Situ Pengasinan

Dengan luas mencapai 6 hektar, Situ Pengasinan adalah salah satu tempat wisata paling populer di Depok. Pengunjung bisa datang setiap saat, karena Situ Pengasinan buka setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB.

Namun jika ingin menikmati wahana permainan, pengunjung harus membayar tiket lebih dulu. Contoh wahana yang tersedia adalah perahu bebek. Pengunjung juga bisa menikmati jogging track, mancing, atau jajan di area tersebut.

Lokasi: Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok.

10. Taman Lembah Gurame

Lembah Gurame dapat dikunjungi untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga. Selain itu, taman asri yang dipenuhi dengan pohon dan kolam ini juga bisa dijadikan sarana belajar untuk anak-anak agar lebih mengenal berbagai jenis tanaman.

Selain ada nama di setiap tanaman, ada pula informasi mengenai pentingnya sebatang pohon, lubang biopori dan cara mengelola sampah. Fasilitasnya berupa kolam ikan, lapangan futsal, jogging track hingga jalur khusus refleksi.

Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Wisatawan tidak dikenakan biaya jika ingin mengunjungi Taman Lembah Gurame.

Lokasi: Jalan Gurame Raya, Perumnas Depok 1, Pancoran Mas, Depok.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit Asyik Sambil Lihat Pesawat Parkir di Taman



Tuban

Ngabuburit di Tuban, Jawa Timur makin asyik setelah taman hutan kota di sana kini dihiasi dengan Monumen Pesawat TNI AL N22/N24 Nomad.

Monumen itu langsung menjadi salah satu lokasi favorit bagi warga Bumi Wali untuk ngabuburit selama Ramadan. Kawasan taman pun mulai ramai sejak sore hari menjelang berbuka puasa.

Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga emak-emak, mendatangi taman untuk menikmati udara segar sambil menunggu waktu berbuka puasa.


Monumen Pesawat TNI AL ini menjadi ikon baru Kota Tuban setelah resmi berdiri pada akhir tahun 2024. Pesawat tersebut merupakan bagian dari sejarah penerbangan militer maritim Indonesia, yang kini dijadikan daya tarik wisata di hutan kota.

“Monumen pesawat TNI Angkatan Laut ini kayaknya sebagai salah satu daya tarik pengunjung untuk ngabuburit di sini, selain itu adem dan anak-anak bisa leluasa bermain,” tutur warga Tuban, Widia, Minggu (2/3/2025).

Tak hanya menikmati suasana sejuk, banyak pengunjung memanfaatkan area monumen untuk berswafoto di sekitar pesawat.

“Ya mumpung ke sini, jadi kita abadikan dengan berfoto ria di sini,” ujar Puspitasari, pengunjung asal Bojonegoro.

Keramaian wisatawan lokal yang memadati kawasan Taman Hutan Kota Tuban juga memberikan peluang usaha bagi warga sekitar.

Sejumlah pedagang takjil memanfaatkan momen tersebut dengan menjajakan aneka makanan ringan di trotoar sepanjang jalan, menambah semarak suasana ngabuburit di bulan Ramadan.

Dengan suasana nyaman, ikon baru, dan peluang ekonomi bagi warga, Taman Hutan Kota Tuban kini menjadi destinasi ngabuburit favorit masyarakat selama Ramadan tahun ini.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang, Bisa Sambil Berburu Takjil



Semarang

Ngabuburit sudah seperti jadi kegiatan wajib menjelang berbuka puasa. Di Semarang, traveler bisa ngabuburit di 10 tempat ini, sambil sekalian membeli takjil.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah ada begitu banyak pilihan lokasi ngabuburit. Ada taman, pusat kuliner, hingga tempat yang menawarkan pemandangan alam. Lebih asyiknya lagi, kalian bisa membeli takjil untuk berbuka puasa di sini.

Berikut 10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang:

1. Aloon-Aloon Masjid Kauman

Rekomendasi yang pertama adalah Aloon-Aloon Masjid Kauman. Lokasinya berada di Jalan Kauman, Semarang, satu kawasan dengan Masjid Kauman. Traveler bisa menunggu waktu berbuka dengan berburu takjil di sini.


Ada begitu banyak penjual makanan ringan hingga berat. Setelah berbuka puasa, traveler juga bisa langsung melaksanakan sholat di masjid bersejarah tersebut.

2. Kota Lama

Tidak jauh dari Aloon-Aloon Masjid Kauman, ada Kota Lama yang bisa menjadi lokasi ngabuburit. Kota Lama sendiri berada di Jalan Tanjung Mas, Semarang Utara. Di sini, traveler dapat berjalan-jalan menyusuri kawasan kota kuno yang dipenuhi bangunan lawas khas Belanda.

Di beberapa titik juga terdapat kafe dan restoran yang dapat kita kunjungi untuk berbuka puasa. Tidak sedikit juga penjual takjil yang dapat kita temui di kawasan ini.

3. Jalan Pahlawan

Saat bulan Ramadhan, kawasan Jalan Pahlawan berubah menjadi pusat jajanan. Ruas jalan yang berada di tengah Kota Semarang ini pun menjadi tempat yang sangat cocok untuk ngabuburit.

Namun saat ngabuburit di sini, sebaiknya datang lebih siang. Pasalnya, ruas jalan ini akan sangat macet ketika sudah semakin sore dan mendekati jam berbuka puasa.

4. Simpang Lima

Simpang Lima adalah salah satu ruang terbuka yang sangat ikonik di Kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. Saat Ramadan tiba, tidak sedikit masyarakat yang ngabuburit dan menunggu waktu buka puasa di kawasan ini.

Di sekitar lapangan Simpang Lima terdapat shelter kuliner yang menawarkan berbagai makanan khas Semarang. Tentu saja traveler bisa berburu takjil di sini sampai puas.

Setelah puas ngabuburit dan bersantap buka puasa, traveler dapat menjalankan ibadah sholat maghrib maupun tarawih di Masjid Raya Baiturrahman. Lokasinya berada persis di sisi timur Simpang Lima.

5. Taman Indonesia Kaya

Rekomendasi tempat ngabuburit di Semarang selanjutnya adalah Taman Indonesia Kaya atau Taman Menteri Supeno. Lokasinya sendiri berada di Jalan Menteri Supeno Nomor 11 A, Mugassari, Semarang Selatan.

Suasananya yang asri membuat taman ini sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit. Di sekitarnya terdapat penjaja makanan kaki lima sehingga traveler juga bisa berburu takjil.

6. Kawasan Banjir Kanal Barat

Kawasan Banjir Kanal Barat menjadi salah satu lokasi yang hits bagi muda-mudi di Kota Semarang untuk sekadar nongkrong. Saat bulan Ramadan tiba, kawasan ini pun menjadi tempat ngabuburit.

Ada beberapa spot yang menarik di Banjir Kanal Barat ini. Pertama, ada Taman Bendungan Pleret yang asri. Di sini, pengunjung bisa duduk bersantai menikmati udara sejuk sambil melihat pemandangan kanal.

Spot yang kedua yang menjadi favorit bagi masyarakat Kota Semarang adalah bagian seberang The Park Mall. Dari spot ini, kita dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam sambil ngabuburit.

7. Taman Sampangan

Berikutnya ada Taman Sampangan, salah satu lokasi yang tepat untuk berburu takjil selama Ramadhan. Di sini ada begitu banyak jenis jajanan kekinian yang dapat traveler temukan.

Harganya pun masih terbilang terjangkau di kantong semua kalangan. Taman Sampangan beralamat di Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

8. Kawasan Undip Pleburan

Kawasan Undip Pleburan, khususnya di Jalan Pleburan Barat, Semarang Selatan, adalah lokasi ngabuburit di Semarang yang selanjutnya. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari pusat kota. Di sini, ada banyak penjual makanan dan minuman sehingga cocok sekali untuk berburu takjil.

9. Perempatan Manyaran

Bagi detikers yang berada di Kawasan Semarang Barat, lokasi ngabuburit dan berburu takjil yang direkomendasikan adalah perempatan Manyaran. Lokasi ini biasanya menjadi pasar pagi di hari Minggu.

Namun selama bulan Ramadan, perempatan Manyaran menjadi pusat takjil. Mulai dari makanan yang manis, gurih, ringan, hingga berat, bisa traveler dapatkan di sini!

10. Jalan Roda Mas

Untuk traveler yang berada di kawasan Semarang Utara, cobalah untuk ngabuburit di Jalan Roda Mas. Di kawasan ini, ada banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Berkonsep Unik di Bandung, Bentuknya Seperti Lumbung Padi



Bandung

Di Soreang, Bandung ada bangunan masjid yang unik. Bukannya memiliki arsitektur Timur Tengah, tapi bentuk masjid ini malah seperti lumbung pagi atau leuit.

Masjid tersebut adalah Masjid Salman Rasidi yang terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tempat ibadah tersebut memiliki ruang tempat salat yang berada di lantai 2.

Bangunan masjid tersebut didominasi dengan warna abu-abu. Kemudian dari tampak depan arsitekturnya dominan dengan kaca-kaca yang besar.


Masjid tersebut memiliki udara yang sejuk yang membuat para jemaah nyaman untuk beribadah. Nampak terlihat di berbagai sisi bangunan dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi.

Masjid Salman Rasidi ini dibangun pada tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Mei 2019. Pembangunan selesai dalam waktu kurang lebih 1 tahun, kemudian diresmikan pada tanggal 9 April 2020.

Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi, Andri Mulyadi (45) mengatakan, masjid tersebut dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga jemaah yang beribadah bisa dengan nyaman dan khusuk.

“Jadi memang ini desainnya kita sangat memperhatikan lingkungan. Ini terlihat seperti di dalam kondisi kaca-kaca yang termasuk ventilasinya, cahayanya juga. Sehingga memang jemaah merasa nyaman, merasa khusuk, yang tagline-nya dari kita itu adalah aman, nyaman dan mengesankan,” ujar Andri, Senin (3/3/2025).

Andri mengatakan jemaah yang datang ke masjid tersebut kerap terpada dengan bangunan masjid tersebut. Maka tak jarang para jemaah kerap mengabadikan momen di masjid tersebut.

“Masyaallah banyak sekali kegiatan-kegiatan di samping kegiatan-kegiatan, mereka juga berfoto ria gitu ya, selfie kemudian menikmati kenyamanan yang ada di Masjid Salman Rasidi ini,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan masjid tersebut memiliki konsep bangunan sama seperti leuit atau lumbung padi. Kata dia, hal tersebut dilakukan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada di Soreang.

“Ini disesuaikan dengan warga sekitar di sini itu kan masyarakat agraris. Yang kedua memang memiliki filosofi yang sangat tinggi, yang masyarakat agraris yaitu karena rata-rata di wilayah sini adalah mereka bercocok tanam, terutama padi. Makanya kita simbolkan yaitu dengan seperti bentuk lumbung padi,” jelasnya.

Area masjid tersebut memiliki ukuran 15 meter X 15 meter. Kemudian untuk area pelataran atau parkiran yang memiliki ukuran 19 meter X 20 meter.

“Kalau daya tampung semuanya itu sekitar 400 jemaah, termasuk yang di bawah. Kalau misalnya meluber, kita ada yang di bawah, karena yang inti adalah di lantai yang pertama dan dua,” ucapnya.

Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi.Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Menurutnya yang membuat masjid tersebut terasa sejuk adalah dengan adanya AC yang diletakan pada bagian pinggir lantai. Kata dia, dengan itu masyarakat akan merasakan angin yang sejuk.

“Kan orang pakai AC di atas ya. Ini di bawah. Jadi seperti merasakan seperti ada ombak, seperti ada angin kan begitu. Kemudian juga alhamdulillah ada fasilitas seperti air minum gratis. Kemudian juga fasilitas tempat parkir juga nyaman, alhamdulillah luas,” tuturnya.

Masjid tersebut kerap menjadi tempat istirahat bagi warga yang akan berwisata ke wilayah Bandung Selatan. Makanya masjid tersebut kerap disinggahi oleh para wisatawan.

“Alhamdulillah mereka sangat nyaman. Bahkan sudah informasi mulut ke mulut, dan ternyata kalau mereka mau wisata ke arah Ciwidey, mereka transit dulu di Masjid Salman Rasidi ini,” bebernya.

Dia menambahkan pada ramadan kali ini berbagai program kajian telah diselenggarakan. Apalagi kajian tersebut kerap dihadiri oleh muda-mudi yang ada di Soreang.

“Tentunya masjid juga ingin di dalamnya itu memiliki nilai-nilai. Salah satu nilainya adalah memberikan sebuah kebermanfaatan untuk masyarakat dan menjadi berkah lah adanya masjid ini,” pungkasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com