Tag Archives: ramadan 2025

Doa Keluar dan Masuk Kamar Mandi Beserta Adabnya



Jakarta

Umat Islam diajarkan untuk berdoa ketika menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Hal ini juga termasuk ketika hendak masuk dan keluar kamar mandi.

Dikutip dari detikHikmah, kamar mandi merupakan tempat yang kotor dan disukai oleh jin dan setan. Maka dari itu, muslim dianjurkan buat membaca doa agar terhindar dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Berikut ini doa masuk dan keluar kamar mandi seperti yang dilansir dari buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hajat karya Drs Nurdin Hasan, MAg.


Doa Masuk Kamar Mandi

اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

“Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi.”

Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

Doa Keluar Kamar Mandi

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِى الْأَذَىوَعَافَانِي

“Ghufraanaka alhamdu lillaahi alladzii adzhaba ‘anniy al-adzaa wa ‘aafaanii.”

Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan.”

Adab di Kamar Mandi

Saat hendak masuk dan keluar kamar mandi, kamu perlu memperhatikan beberapa adab berikut ini.

  1. Mulailah dengan kaki kiri saat masuk ke kamar mandi
  2. Jangan menghadap ke arah kiblat saat berada di kamar mandi
  3. Jangan membuang air kecil atau besar sembarangan atau di lantai toilet. Buanglah di tempat yang telah disediakan
  4. Duduk atau jongkok saat buang air kecil atau besar
  5. Tuntaskan pengeluaran kotoran
  6. Melakukan istinja atau cebok dengan tangan kiri
  7. Jangan bernyanyi di dalam kamar mandi
  8. Mulailah dengan kaki kanan saat keluar dari kamar mandi

Itulah doa masuk dan keluar kamar mandi beserta adabnya. Semoga bermanfaat!

Artikel ini sudah tayang di detikHikmah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Banyak Cicak di Rumah Boleh Dibunuh? Ini Hukumnya dalam Islam



Jakarta

Cicak adalah reptil kecil yang kerap ditemukan merayap di tembok rumah. Sebagian orang merasa terganggu dengan kehadiran cicak, apalagi kalau jumlahnya banyak.

Bukan tanpa alasan, cicak suka buang kotoran sembarangan di sekitar rumah. Reptil ini juga bisa ikut mencicipi makanan di meja makan. Belum lagi, bentuknya tampak menggelikan bagi beberapa orang.

Tak heran kalau banyak orang ingin membasmi cicak. Namun, bolehkan membunuh cicak dalam hukum Islam? Simak penjelasannya berikut ini.


Kata cicak dalam bahasa Arab disebut dengan Al Wazagh, sedangkan dalam hadits disebut dengan Al Fuwaisiq yang berarti ‘si kecil pengganggu’. Di dalam hadits sendiri cicak memang sudah disebutkan sebagai hewan yang sering mengganggu manusia.

Ustad Farid Nu’man menjelaskan bahwa seorang muslim harus meyakini sial dan untung, malapetaka dan keselamatan, semuanya adalah ketetapan dari Allah Ta’ala semata. Hal ini juga sudah tertulis jelas di Quran, QS. At-Taubah, Ayat 51:

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

Artinya:

Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah, Ayat 51)

Karena cicak adalah hewan pengganggu dan bisa menyebarkan kotoran, di dalam Islam sendiri memang ada anjuran untuk membunuh cicak.

“Cicak termasuk hewan yang kotor sekaligus menjijikkan bagi banyak orang, sehingga keberadaannya sering dianggap mengganggu manusia di rumah-rumahnya. Oleh karenanya, Rasulullah SAW menganjurkan membunuhnya,” ucap Ustad Farid Nu’man kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Di dalam hadits juga sudah dijelaskan bahwa membunuh cicak dengan aturan tertentu akan mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi SAW bersabda:

«مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً بِالضَّرْبَةِ الأُولَى كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً»

Artinya:

Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul maka dia dapat pahala sekian sekian, jika dua kali pukulan maka sekian, jika tiga kali pukulan maka sekian.” (HR. At Tirmidzi No. 1482, kata At Tirmidzi: hasan shahih)

“Hikmah dari ini adalah bahwa semua bentuk gangguan kepada manusia mesti dihilangkan sampai akar-akarnya, termasuk gangguan dari hewan seperti cicak. Banyak manusia yang geli dan jijik dengannya ketika berada di lemari, makanan, dsb. Maka, syariat melindungi manusia dan menyingkirkan gangguannya,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Pantangan Saat Bertamu ke Rumah Orang Menurut Ajaran Islam



Jakarta

Selain sebagai tempat istirahat, rumah juga sebagai tempat buat kumpul bersama keluarga, teman, atau tetangga. Tentunya setiap rumah pernah kedatangan seorang tamu dan kita pun bertamu ke rumah orang lain.

Dalam Islam, datangnya tamu bagaikan penghuni rumah kedatangan rezeki. Hal ini diceritakan oleh Allah melalui kisah Nabi Ibrahin AS ketika menerima kedatangan malaikat di rumahnya sebagai ‘tamu’.

“Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap. Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal.” (QS Az Zariyat: 23-25).


Meski demikian, Islam mengajarkan adab bertamu ke orang lain. Jangan sampai kita sebagai tamu malah membuat pemilik rumah merasa tidak nyaman.

Dikutip dari detikHikmah, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Muslim untuk berpergian dan tidak lupa untuk mampir di rumah kerabat. Dalam riwayat Hadits Al Bukhari dan Ismail batas bertamu di rumah orang lain adalah 3 hari.

“Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah SAW bersabda: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.” (Al Bukhari dan Ismail, 2011).

Menurut NU Online, terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan saat bertamu ke rumah orang lain menurut Muhammad bin Ahmad bin Salim as-Safarini, dalam Ghida’ al-Albab Syarh Mandzumah al-Adab, juz 2, halaman 117) di antaranya sebagai berikut.

  1. Tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan.
  2. Menyantap makanan (yang dihidangkan), tak perlu beralasan sudah kenyang.
  3. Membasuh kedua tangan (ketika hendak makan dengan tangan).
  4. Ketika melihat tuan rumah bergerak untuk melakukan sesuatu, jangan mencegahnya.
  5. Tidak bertanya pada tuan rumah tentang sesuatu di rumahnya kecuali arah kiblat dan toilet.
  6. Tidak mengintip ke arah tempat wanita
  7. Tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan.

Meskipun menyambut tamu dan bertamu di rumah orang lain dianjurkan, tetapi dalam keadaan tertentu, tuan rumah boleh menolak tamu untuk datang ke rumah. Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu diriwayatkan dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!'” (Hadits shahih. HR. Bukhari, no. 5891 dan Muslim, no. 2153).

Dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 Allah SWT menceritakan ada seorang tamu yang membuat Rasulullah SAW malu untuk memintanya pulang karena sudah terlalu lama bertamu.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.”

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Menggantung Ketupat di Atas Pintu Bisa Tolak Bala?



Jakarta

Ketupat adalah salah satu makanan yang pasti tersaji di meja makan saat Lebaran. Lebih dari makanan, beberapa daerah ada yang meyakini ketupat sebagai bentuk penolak bala apabila digantung di atas pintu. Memangnya beneran bisa?

Dilansir detikJateng, dalam Islam, tidak ada dalil yang menyebutkan soal ketupat apalagi memintanya untuk diletakkan di atas pintu. Ini hanyalah sebuah tradisi yang diikuti di beberapa daerah saja, terutama di daerah Jawa.

Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa. Lalu, bentuk ketupat yang segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer” yakni ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.


Ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda itu mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Sedangkan warna putih pada ketupat yang matang ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras yang merupakan isi dari ketupat melambangkan kemakmuran setelah hari raya.

Dari filosofi tersebut, banyak yang beranggapan dengan menggantung ketupat di atas pintu dapat menolak bala. Bahkan ada yang ikut menggantungnya bersama pisang. Untuk lama ketupat digantung, tidak ada patokan. Beberapa ada yang menggantung hingga kering. Namun, tentu makanan basi pasti berbau.

Dalam Islam juga tidak dianjurkan untuk membuang makanan untuk alasan yang sia-sia. Untuk menolak bala, dalam Islam lebih dianjurkan untuk berdoa daripada mempercayai hal-hal yang tidak terbukti.

Mengutip dari laman Muhammadiyah, meyakini selain Allah, seperti meyakini benda atau barang yang dianggapnya jimat itu bisa memberi manfaat atau menolak madharat itu termasuk perbuatan syirik.

Yang maha pemberi manfaat dan menghindarkan madharat hanya Allah saja, sebagaimana dalam firman-Nya berikut ini:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

Artinya: “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?” Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri”. (QS. az-Zumar: 38)

Syirik itu adalah dosa paling besar menurut ajaran Islam. Jika dosa syirik ini dibawa sampai mati, maka tidak akan diampuni oleh Allah Ta’ala. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’: 48).

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tempat Ngabuburit Terbaik Sambil Berburu Takjil di Tangerang



Tangerang

Menjelang waktu berbuka puasa, traveler pasti ngabuburit dengan teman dan keluarga. Bagi yang berada di Tangerang, ini 7 tempat ngabuburit terbaiknya:

Sebagai salah satu kota dengan keragaman kuliner, Tangerang menawarkan banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan traveler buat ngabuburit sambil berburu takjil.

Dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan kekinian, setiap lokasi di Tangerang ini memiliki daya tarik tersendiri. Suasana ramai menjelang waktu berbuka pun menambah keseruan tersendiri.


Dilansir dari Antara, Jumat (7/3/2025), berikut 7 tempat ngabuburit terbaik sambil berburu takjil di Tangerang:

1. Pasar Lama Kota Tangerang

Pertaman, tentu saja Kawasan Pasar Lama Tangerang. Kawasan ini dikenal sebagai surganya kuliner, terutama saat bulan Ramadan tiba.

Berbagai makanan dan minuman, mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga makanan berat tersedia dengan harga terjangkau. Lokasinya berada di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang.

2. Jalan KH. Soleh Ali

Terletak tidak jauh dari kawasan Pasar Lama Tangerang, sepanjang Jalan KH. Soleh Ali dipenuhi pedagang yang menjajakan aneka takjil, seperti gorengan dan kolak. Pedagang mulai berjualan sekitar pukul 15.00 WIB, menawarkan berbagai pilihan dengan harga terjangkau.

3. Situ Cipondoh

Destinasi wisata ini semakin ramai saat Ramadan karena banyaknya pedagang takjil yang berjejer di sekitar jalan depan Situ Cipondoh. Selain berburu takjil, pengunjung dapat menikmati pemandangan danau sambil menunggu waktu berbuka.

4. Taman Prestasi

Setelah relokasi pedagang dari Alun-Alun Ahmad Yani, Taman Prestasi menjadi pusat kuliner dengan ragam menu takjil yang enak dan terjangkau. Lokasinya yang teduh dan nyaman membuatnya cocok untuk bersantai sambil menunggu waktu berbuka.

5. Pasar Laris Taman Cibodas

Pasar ini menawarkan aneka ragam makanan dan minuman, bahkan pakaian hingga mainan anak-anak dengan harga yang relatif terjangkau. Berlokasi di Jalan Raya Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Cibodas.

6. Taman Elektrik

Berada di dekat Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan Masjid Raya Al-A’zhom, Taman Elektrik menjadi tempat favorit untuk ngabuburit. Selain menikmati suasana taman, pengunjung dapat menemukan berbagai pedagang yang menjual aneka takjil dan makanan berat.

7. Pasar Ciledug

Wilayah Timur Kota Tangerang ini ramai oleh pedagang takjil yang menjual beragam makanan seperti kolak dan gorengan dengan harga terjangkau. Akses yang mudah membuat tempat ini selalu ramai didatangi warga yang ingin membeli menu berbuka puasa.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang, Bisa Sambil Berburu Takjil



Semarang

Ngabuburit sudah seperti jadi kegiatan wajib menjelang berbuka puasa. Di Semarang, traveler bisa ngabuburit di 10 tempat ini, sambil sekalian membeli takjil.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah ada begitu banyak pilihan lokasi ngabuburit. Ada taman, pusat kuliner, hingga tempat yang menawarkan pemandangan alam. Lebih asyiknya lagi, kalian bisa membeli takjil untuk berbuka puasa di sini.

Berikut 10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang:

1. Aloon-Aloon Masjid Kauman

Rekomendasi yang pertama adalah Aloon-Aloon Masjid Kauman. Lokasinya berada di Jalan Kauman, Semarang, satu kawasan dengan Masjid Kauman. Traveler bisa menunggu waktu berbuka dengan berburu takjil di sini.


Ada begitu banyak penjual makanan ringan hingga berat. Setelah berbuka puasa, traveler juga bisa langsung melaksanakan sholat di masjid bersejarah tersebut.

2. Kota Lama

Tidak jauh dari Aloon-Aloon Masjid Kauman, ada Kota Lama yang bisa menjadi lokasi ngabuburit. Kota Lama sendiri berada di Jalan Tanjung Mas, Semarang Utara. Di sini, traveler dapat berjalan-jalan menyusuri kawasan kota kuno yang dipenuhi bangunan lawas khas Belanda.

Di beberapa titik juga terdapat kafe dan restoran yang dapat kita kunjungi untuk berbuka puasa. Tidak sedikit juga penjual takjil yang dapat kita temui di kawasan ini.

3. Jalan Pahlawan

Saat bulan Ramadhan, kawasan Jalan Pahlawan berubah menjadi pusat jajanan. Ruas jalan yang berada di tengah Kota Semarang ini pun menjadi tempat yang sangat cocok untuk ngabuburit.

Namun saat ngabuburit di sini, sebaiknya datang lebih siang. Pasalnya, ruas jalan ini akan sangat macet ketika sudah semakin sore dan mendekati jam berbuka puasa.

4. Simpang Lima

Simpang Lima adalah salah satu ruang terbuka yang sangat ikonik di Kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. Saat Ramadan tiba, tidak sedikit masyarakat yang ngabuburit dan menunggu waktu buka puasa di kawasan ini.

Di sekitar lapangan Simpang Lima terdapat shelter kuliner yang menawarkan berbagai makanan khas Semarang. Tentu saja traveler bisa berburu takjil di sini sampai puas.

Setelah puas ngabuburit dan bersantap buka puasa, traveler dapat menjalankan ibadah sholat maghrib maupun tarawih di Masjid Raya Baiturrahman. Lokasinya berada persis di sisi timur Simpang Lima.

5. Taman Indonesia Kaya

Rekomendasi tempat ngabuburit di Semarang selanjutnya adalah Taman Indonesia Kaya atau Taman Menteri Supeno. Lokasinya sendiri berada di Jalan Menteri Supeno Nomor 11 A, Mugassari, Semarang Selatan.

Suasananya yang asri membuat taman ini sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit. Di sekitarnya terdapat penjaja makanan kaki lima sehingga traveler juga bisa berburu takjil.

6. Kawasan Banjir Kanal Barat

Kawasan Banjir Kanal Barat menjadi salah satu lokasi yang hits bagi muda-mudi di Kota Semarang untuk sekadar nongkrong. Saat bulan Ramadan tiba, kawasan ini pun menjadi tempat ngabuburit.

Ada beberapa spot yang menarik di Banjir Kanal Barat ini. Pertama, ada Taman Bendungan Pleret yang asri. Di sini, pengunjung bisa duduk bersantai menikmati udara sejuk sambil melihat pemandangan kanal.

Spot yang kedua yang menjadi favorit bagi masyarakat Kota Semarang adalah bagian seberang The Park Mall. Dari spot ini, kita dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam sambil ngabuburit.

7. Taman Sampangan

Berikutnya ada Taman Sampangan, salah satu lokasi yang tepat untuk berburu takjil selama Ramadhan. Di sini ada begitu banyak jenis jajanan kekinian yang dapat traveler temukan.

Harganya pun masih terbilang terjangkau di kantong semua kalangan. Taman Sampangan beralamat di Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

8. Kawasan Undip Pleburan

Kawasan Undip Pleburan, khususnya di Jalan Pleburan Barat, Semarang Selatan, adalah lokasi ngabuburit di Semarang yang selanjutnya. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari pusat kota. Di sini, ada banyak penjual makanan dan minuman sehingga cocok sekali untuk berburu takjil.

9. Perempatan Manyaran

Bagi detikers yang berada di Kawasan Semarang Barat, lokasi ngabuburit dan berburu takjil yang direkomendasikan adalah perempatan Manyaran. Lokasi ini biasanya menjadi pasar pagi di hari Minggu.

Namun selama bulan Ramadan, perempatan Manyaran menjadi pusat takjil. Mulai dari makanan yang manis, gurih, ringan, hingga berat, bisa traveler dapatkan di sini!

10. Jalan Roda Mas

Untuk traveler yang berada di kawasan Semarang Utara, cobalah untuk ngabuburit di Jalan Roda Mas. Di kawasan ini, ada banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Berkonsep Unik di Bandung, Bentuknya Seperti Lumbung Padi



Bandung

Di Soreang, Bandung ada bangunan masjid yang unik. Bukannya memiliki arsitektur Timur Tengah, tapi bentuk masjid ini malah seperti lumbung pagi atau leuit.

Masjid tersebut adalah Masjid Salman Rasidi yang terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tempat ibadah tersebut memiliki ruang tempat salat yang berada di lantai 2.

Bangunan masjid tersebut didominasi dengan warna abu-abu. Kemudian dari tampak depan arsitekturnya dominan dengan kaca-kaca yang besar.


Masjid tersebut memiliki udara yang sejuk yang membuat para jemaah nyaman untuk beribadah. Nampak terlihat di berbagai sisi bangunan dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi.

Masjid Salman Rasidi ini dibangun pada tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Mei 2019. Pembangunan selesai dalam waktu kurang lebih 1 tahun, kemudian diresmikan pada tanggal 9 April 2020.

Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi, Andri Mulyadi (45) mengatakan, masjid tersebut dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga jemaah yang beribadah bisa dengan nyaman dan khusuk.

“Jadi memang ini desainnya kita sangat memperhatikan lingkungan. Ini terlihat seperti di dalam kondisi kaca-kaca yang termasuk ventilasinya, cahayanya juga. Sehingga memang jemaah merasa nyaman, merasa khusuk, yang tagline-nya dari kita itu adalah aman, nyaman dan mengesankan,” ujar Andri, Senin (3/3/2025).

Andri mengatakan jemaah yang datang ke masjid tersebut kerap terpada dengan bangunan masjid tersebut. Maka tak jarang para jemaah kerap mengabadikan momen di masjid tersebut.

“Masyaallah banyak sekali kegiatan-kegiatan di samping kegiatan-kegiatan, mereka juga berfoto ria gitu ya, selfie kemudian menikmati kenyamanan yang ada di Masjid Salman Rasidi ini,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan masjid tersebut memiliki konsep bangunan sama seperti leuit atau lumbung padi. Kata dia, hal tersebut dilakukan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada di Soreang.

“Ini disesuaikan dengan warga sekitar di sini itu kan masyarakat agraris. Yang kedua memang memiliki filosofi yang sangat tinggi, yang masyarakat agraris yaitu karena rata-rata di wilayah sini adalah mereka bercocok tanam, terutama padi. Makanya kita simbolkan yaitu dengan seperti bentuk lumbung padi,” jelasnya.

Area masjid tersebut memiliki ukuran 15 meter X 15 meter. Kemudian untuk area pelataran atau parkiran yang memiliki ukuran 19 meter X 20 meter.

“Kalau daya tampung semuanya itu sekitar 400 jemaah, termasuk yang di bawah. Kalau misalnya meluber, kita ada yang di bawah, karena yang inti adalah di lantai yang pertama dan dua,” ucapnya.

Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi.Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Menurutnya yang membuat masjid tersebut terasa sejuk adalah dengan adanya AC yang diletakan pada bagian pinggir lantai. Kata dia, dengan itu masyarakat akan merasakan angin yang sejuk.

“Kan orang pakai AC di atas ya. Ini di bawah. Jadi seperti merasakan seperti ada ombak, seperti ada angin kan begitu. Kemudian juga alhamdulillah ada fasilitas seperti air minum gratis. Kemudian juga fasilitas tempat parkir juga nyaman, alhamdulillah luas,” tuturnya.

Masjid tersebut kerap menjadi tempat istirahat bagi warga yang akan berwisata ke wilayah Bandung Selatan. Makanya masjid tersebut kerap disinggahi oleh para wisatawan.

“Alhamdulillah mereka sangat nyaman. Bahkan sudah informasi mulut ke mulut, dan ternyata kalau mereka mau wisata ke arah Ciwidey, mereka transit dulu di Masjid Salman Rasidi ini,” bebernya.

Dia menambahkan pada ramadan kali ini berbagai program kajian telah diselenggarakan. Apalagi kajian tersebut kerap dihadiri oleh muda-mudi yang ada di Soreang.

“Tentunya masjid juga ingin di dalamnya itu memiliki nilai-nilai. Salah satu nilainya adalah memberikan sebuah kebermanfaatan untuk masyarakat dan menjadi berkah lah adanya masjid ini,” pungkasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sejuk dan Asrinya Masjid Bambu di Cirebon, Bikin Jemaah Betah



Cirebon

Ada sebuah masjid unik di Cirebon. Masjid itu terbuat dari bambu. Suasananya asri dan sejuk sehingga membuat para jemaah betah.

Masjid tersebut dibuat dengan menggunakan bambu berwarna kuning sebagai bahan baku utama bangunan. Dilihat dari depan, tampak ratusan bambu dengan berbagai macam ukuran disusun hingga membentuk bangunan masjid.

Tak hanya bambu, bagian atap masjid juga tidak menggunakan atap genteng, melainkan serat ijuk berwarna hitam. Di sekitar masjid, terdapat pepohonan dengan daun yang rindang membuat suasana masjid terasa adem, meski letaknya di tengah kota.


Masuk lagi ke dalam, suasana nyaman dan sejuk yang berasal dari udara yang berhembus dari celah dinding bambu langsung terasa di badan.

Ragam ornamen hiasan kaligrafi dan lampu gantung bermotif bebatuan juga menambah indah suasana masjid yang dikenal dengan nama Masjid Bambu tersebut.

Terpisah dari bangunan masjid, terdapat sebuah menara berwarna hijau dengan lafadz Allah di atasnya. Menara tersebut, berfungsi sebagai tempat pengeras suara waktu salat.

Fauzi, takmir Masjid Bambu memaparkan, Masjid Bambu mulai dibangun sejak tahun 2014, kala itu, menara masjid masih belum dibangun, sehingga untuk pengeras suaranya sendiri di taruh di atas pohon yang banyak tumbuh di area masjid.

Menurut Fauzi, berbeda dengan masjid pada umumnya, masjid yang memiliki nama asli Masjid Ash-Shomad tersebut memang sengaja dibangun menggunakan bambu sebagai bahan utama.

“Nama asli Masjidnya Ash-Shomad yang artinya tempat bergantung segala sesuatu, itu diambil dari nama Asmaul Husna,” tutur Fauzi, Senin (3/3/2025).

Masjid Bambu  atau Masjid Ash-Shomad Cirebon.Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Fauzi memperkirakan, 70 persen bangunan masjid adalah bambu, dengan atap menggunakan ijuk. Menurutnya, bambu dan ijuk tersebut didatangkan langsung dari Majalengka dan juga Ciamis.

“Sudah 11 tahun, memang suasana dibikin seperti Masjid Kuno, hampir 70 dari bambu, tapi bambunya itu kokoh, atapnya pakai ijuk. Wakafnya dari Pak Haji Watid, ” tutur Fauzi.

Untuk kapasitasnya sendiri, Masjid Bambu menampung sekitar 150 jemaah dengan rincian 60 orang di bagian dalam masjid dan 90 orang sisanya di area serambi masjid.

Bahkan, ketika momen salat Jumat tiba, jamaah masjid akan tumpah membludak sampai ke area halaman masjid.

“Alhamdulillah ramai terus, adem masjidnya meskipun lokasinya di tengah kota, malah tadinya lebih adem dari ini, kayak hutan banyak pepohonan besar, cuman karena kapasitas jemaah bertambah, ditambah akar pohonya semakin besar, jadi ditebang,” tutur Fauzi.

Khusus di bulan Ramadan, Masjid Bambu melaksanakan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, kajian rutin dan salat tarawih berjamaah. Masjid Bambu sendiri berlokasi di Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Masjid di Sukabumi yang Buka 24 Jam, Ramah dengan Musafir



Sukabumi

Di Sukabumi, ada masjid yang buka 24 jam dan ramah terhadap para musafir. Tak hanya itu, masjid ini juga ramah terhadap kucing. Simak kisahnya berikut ini:

Masjid sering kali dianggap hanya sebagai tempat ibadah formal, dengan aturan ketat yang terkadang membuat sebagian orang merasa asing atau bahkan enggan untuk mendekat.

Fenomena itu menjadi kegelisahan tersendiri bagi Anggy Firmansyah Sulaiman, pendiri Masjid Sejuta Pemuda, yang ingin menghadirkan konsep masjid yang lebih terbuka, ramah, dan menjadi pusat aktivitas umat.


“Orang-orang sering melihat masjid sebagai tempat yang terkunci di malam hari, anak-anak kecil dimarahi ketika bermain di sekitar masjid, atau fasilitas yang kurang nyaman. Dari keresahan itulah kami ingin mengajak masjid-masjid untuk memberikan pelayanan terbaik supaya orang mau datang ke masjid,” kata Anggy saat ditemui belum lama ini.

Dari gagasan tersebut, lahirlah konsep Masjid Sejuta Pemuda, yang berusaha menjadikan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus rumah yang nyaman bagi siapa saja -anak muda, anak kecil, musafir, dan masyarakat sekitar.

Gagasan ini muncul sejak tahun 2021, namun baru terwujud secara nyata pada 9 Maret 2024, ketika masjid pertama berdiri di Sukabumi.

Nama Masjid Sejuta Pemuda dipilih untuk mencerminkan semangat melibatkan generasi muda dalam aktivitas masjid. Saat dalam proses perwujudan, lahan yang dibeli pada Februari 2024 ternyata sudah memiliki sebuah bangunan masjid bernama Masjid At-Tin, yang didedikasikan oleh pewakif untuk ibundanya.

“Kami punya konsep Masjid Sejuta Pemuda, tapi di lahan yang kami beli sudah ada Masjid At-Tin. Agar tetap menghormati nama masjid yang sudah ada, kami akhirnya menggabungkan namanya menjadi Masjid Sejuta Pemuda At-Tin,” jelasnya.

Masjid Sejuta Pemuda.Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Masjid ini pun kini telah resmi terdaftar di Kementerian Agama. Meski bermula dari Sukabumi, visi Masjid Sejuta Pemuda tidak berhenti di satu tempat. Saat ini, konsep yang sama sudah diterapkan di dua cabang lain, yaitu Masjid Ash-Shobur di Cianjur dan Masjid Pemuda Al-Kahfi di Purwakarta.

“Kami ingin menyebarkan vibrasi positif dari masjid ini ke seluruh daerah. Tapi syaratnya, sebelum mendirikan cabang baru, sumber daya manusianya harus belajar dulu di Sukabumi,” tambahnya.

Membuat Masjid yang Nyaman buat Umat

Konsep utama Masjid Sejuta Pemuda adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi umat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan solusi bagi berbagai kebutuhan jamaah.

“Umat yang datang harus diperlakukan dengan baik. Kami siapkan toilet yang bersih, masjid yang wangi dan rapi, imam yang bacaannya merdu. Setelah salat, mereka bisa menikmati kopi, makan, atau sekadar ngobrol untuk menyelesaikan masalah. Dengan begitu, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat menemukan ketenangan,” ucap Anggy.

Masjid yang Ramah Kucing

Salah satu inisiatif unik di Masjid Sejuta Pemuda adalah kepeduliannya terhadap hewan, terutama kucing. Awalnya, kepedulian ini muncul saat ditemukan seekor anak kucing yang dibuang di pinggir jalan.

Lokasi yang berdekatan dengan pasar menyebabkan banyak kucing liar berkeliaran. Untuk itu, pihak masjid menyediakan kandang dan makanan bagi mereka.

“Kami rawat, beri susu, tempat tidur, makanan. Lalu kami unggah ke media sosial, dan ternyata banyak yang peduli juga,” katanya.

Namun, ada batasan yang tetap dijaga, terutama terkait kebersihan tempat ibadah.

“Beberapa kali kami harus mencuci karpet karena kucing masuk. Sekarang, kami pasang door closer supaya kucing tidak bisa masuk ke dalam area salat. Masjid tetap ramah kucing, tapi kebersihan tetap nomor satu,” tambahnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Penampakan Masjid Sorowaden, Salah Satu Masjid Tertua di Klaten



Klaten

Masjid Sorowaden di Dusun Banjarsari, Klaten dipercaya sebagai salah satu masjid tertua di kota itu. Begini penampakan masjid kuno tersebut:

Masjid yang berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Ngawen, Klaten itu merupakan satu dari sekian masjid kuno di Kabupaten Klaten. Masjid yang usianya lebih dari seratus tahun itu konon didirikan Kiai Sorowadi atau Surawadi.

“Ceritanya turun-temurun yang membuat masjid itu namanya Kiai Sorowadi. Makamnya ada dua, makam kecil dan besar tapi yang mendirikan ini Kiai Sorowadi 1 atau 2 tidak ada yang tahu pasti,” ungkap mantan ketua takmir Masjid Sorowaden, Basri, Senin (10/3/2025).


Diceritakan Basri, Kiai Sorowadi hidup di masa Ki Ageng Gribig Jatinom, seorang ulama di masa Mataram Islam. Kampung tempat Kiai Sorowadi tinggal lebih sering disebut Sorowaden.

“Makanya sini itu masjidnya namanya Masjid Sorowaden dari nama Kiai Sorowadi, sini (kampung) juga sering disebut Kauman Sorowaden. Sebelum Indonesia merdeka masjid sudah ada, jadi di pemerintah desa tidak ada gambar persilnya karena dulu milik Keraton Solo,” tutur Basri.

Menurut Basri, dulunya masjid tidak sebesar sekarang yang sudah ditambah serambi depan dan samping. Di jaman dulu ornamen masjid menyerupai bangunan Hindu.

“Dulunya ornamen mirip bangunan Hindu ada lengkung-lengkung, tempat imamnya cuma kecil, jendela juga kecil. Saat saya ke Masjid Demak, mimbarnya sama bentuknya,” lanjut Basri.

Saat ini, terang Basri, yang tersisa peninggalannya ada bedug kulit sapi dan alat timba air manual. Alat timba air itu saat dirinya kecil masih digunakan.

“Dulu timba masih digunakan, dulu pakai kayu dan ember juga kayu. Setelah ada pompa air sudah tidak digunakan, itu kalau diputar satu turun dan satu naik kemudian air ditampung di bak besar untuk wudhu,” papar Basri.

Masjid Sorowaden sendiri berada di tengah perkampungan padat penduduk. Memiliki ukuran sekitar 30×30 meter bercat hijau di ketinggian satu meter di atas jalan.

Serambi depan masjid masih menggunakan atap dengan pilar kayu. Bangunan masjid seluruhnya sudah ditembok dan berkeramik.

Masjid Sorowaden, Desa Kauman, Kecamatan Ngawen, Klaten, Senin (10/3/2025). Alat timba air manual menjadi salah satu jejak kunonya masjid ini.Alat timba air manual jadi salah satu bukti kunonya masjid ini. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Sumur tua dengan alat timba air kayu berada di serambi bagian Utara dan bedugnya di bagian selatan. Bagian utama masjid masih ditopang tiang-tiang kayu dengan penahan batu.

Sesepuh Masjid Sorowaden, Syakur (84) mengaku tidak mengetahui pasti kapan masjid dibangun. Yang jelas, kata dia, masjid itu sudah ada sejak kakeknya hidup.

Sumur nggih ngoten niku wit riyin, nggih pun nate nggunaken (sumur sejak dulu begitu dan saya pernah menggunakan),” kata Syakur.

Sementara itu, pegiat sejarah Klaten Hari Wahyudi mengatkan dalam peta topografi Belanda tahun 1930 Masjid Sorowaden sudah ada. Dari cerita leluhur, lanjutnya, masjid itu didirikan Kiai Sorowadi.

“Dari cerita ibu dan simbah saya, masjid didirikan Kiai Sorowadi. Kiai Sorowadi itu masih seperguruan dengan Kiai Singo Manjat (Kiai Imam Rozi Tempursari, Ngawen), itu cerita tutur yang ada,” jelas Hari yang kakek neneknya berasal dari sekitar Sorowaden.

“Jadi Masjid Sorowaden termasuk masjid tua di Klaten dengan usia di atas 100 tahun,” imbuhnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com