Tag Archives: remote control

Kita Tak Sadar, Barang di Rumah Ini Lebih Jorok dari Dudukan Toilet



Jakarta

Banyak orang tidak sadar bahwa sebenarnya banyak barang di rumah yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman melebihi dudukan toilet, salah satunya remote control.

Dalam sehari, rata-rata orang sering menyalakan TV kurang lebih 150 kali. Biasanya remote digunakan untuk mengganti saluran, menyesuaikan volume, dan mematikan serta menyalakan TV.

Melansir Daily Star, Senin (4/11/2024), ditemukan bahwa remote control yang tidak pernah dibersihkan bisa 15 kali lebih kotor daripada dudukan toilet. Padahal toilet biasanya merupakan area paling kotor di rumah.


“Faktanya, remote TV ditemukan menjadi tempat berkembang biaknya Enterobacter 15 kali lebih banyak daripada toilet pada umumnya,” kata Sarah Khan, dari asuransi rumah Churchill, dikutip dari sumber yang sama.

Remote control memiliki Enterobacter lebih tinggi karena biasanya orang jarang membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh remote. Hal itu mengakibatkan perpindahan bakteri dari tangan kamu.

Dalam survei yang dilakukan oleh asuransi rumah Churchill, seperempat dari hasil survei mereka tidak pernah membersihkan remote TV.

“Remote control ditemukan memiliki jumlah Enterobacter tertinggi di antara semua semua benda yang kami teliti, termasuk sprei, permukaan dapur, laptop, jahitan, dan bahkan dudukan toilet,” ujarnya.

Dilansir Good Housekeeping, Enterobacter berpotensi menyebarkan penyakit dan infeksi, termasuk infeksi aliran darah dan pneumonia. Jadi perlu membatasi pertumbuhan bakteri ini sebisa mungkin, dengan membersihkan remote secara rutin.

Cara Membersihkan Remote Control

  1. Mulai dengan mengeluarkan baterai dan dibersihkan debunya dengan kain microfiber yang lembut.
  2. Semprotkan larutan antibakteri, seperti desinfektan antibakteri, ke bagian kain microfiber yang masih baru dan gunakan untuk membersihkan remote control.
  3. Gunakan cotton bud untuk menjangkau sela-sela tombol, jika perlu gunakan tusuk gigi untuk membantu membersihkan kotoran di sekitar tombol. Biarkan hingga kering sebelum memasang kembali baterai.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bapak-bapak Merapat, Saatnya Main Mobil RC Offroad di Lereng Bromo



Probolinggo

Buat bapak-bapak dan juga anak-anak, saatnya main mobil-mobilan remote control offroad di lereng gunung Bromo.

Jika biasanya offroader menggunakan mobil sungguhan, lain halnya dengan komunitas RC Adventure Probolinggo. Mereka justru menjelajah hutan, tebing, hingga sungai di lereng Bromo menggunakan mobil offroad remote control (RC).

Belasan mobil mini offroad terlihat berjajar di area Mata Air Tirto Ageng, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sekilas, mobil-mobil ini tampak seperti aslinya, lengkap dengan ban besar, bodi tangguh, hingga aksesori pendukung seperti sekop, jeriken, tali, hingga tenda mini untuk simulasi kemping.


Beberapa unit bahkan dilengkapi stiker, lampu kabut, dan detail yang mirip mobil sungguhan. Setelah persiapan, para anggota komunitas langsung mengendalikan mobil RC mereka melintasi hutan, bebatuan terjal, hingga jalur sungai yang berlumpur.

Diperlukan ketangkasan dan konsentrasi tinggi agar mobil tidak terjebak di lumpur atau terseret arus sungai. Meski terkesan seperti mainan anak-anak, hobi ini justru mendapat dukungan penuh dari keluarga.

“Awalnya saya tidak tahu kalau suami suka main mobil remote. Tapi ternyata lebih baik hobi ini daripada yang lain. Mobilnya juga dirawat dengan serius dan awet dipakai, dari pada pelihara hewan yang rentan mati dan sulit merawatnya,” ujar Halimatus Sakdiyah, istri salah satu anggota.

Harga mobil RC offroad ini bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 15 juta. Namun, jika sudah dimodifikasi sesuai selera, nilainya bisa menembus puluhan juta rupiah. Tak heran jika hobi ini disebut sebagai permainan yang ‘mahal’, tetapi tetap menyenangkan.

Komunitas RC Adventure Probolinggo sendiri baru terbentuk sekitar tiga bulan lalu dan kini sudah memiliki lebih dari 20 anggota. Mereka rutin berkumpul sebulan sekali dengan membawa keluarga.

“Kalau main sendirian memang terasa sepi. Makanya kami bikin komunitas lewat media sosial, ternyata banyak yang tertarik. Anggota ada yang pakai mobil standar harga ratusan ribu, ada juga yang puluhan juta setelah modifikasi,” jelas Alfian Reza, Ketua RC Adventure Probolinggo.

Bagi yang tertarik, komunitas ini tidak hanya menjadi tempat nostalgia bermain mobil-mobilan di masa kecil, tetapi juga ajang silaturahmi dan petualangan seru menaklukkan alam lereng Bromo.

———

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com