Tag Archives: rentan

5 Tanaman yang Bisa Hidup di Air dan Cara Merawatnya


Jakarta

Biasanya, menanam tanaman di rumah memerlukan media tanam seperti tanah. Tapi, kamu bisa lho menanam tanaman di air, tanpa tanah dan pupuk.

Menanam tanaman di air juga bisa dibilang lebih simple karena bisa menggunakan stoples atau vas. Kamu bisa meletakkannya di berbagai ruangan yang ada, misalnya dapur, ruang keluarga, maupun kamar.

Tanaman apa saja yang bisa hidup dan tumbuh subur di dalam air? Dilansir dari The Spruce, berikut ini daftarnya.


Tanaman yang Bisa Hidup di Air

1. Bambu Keberuntungan

Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

Tanaman ini bisa tumbuh tanpa tanah lho detikers. Karena tanaman ini bisa menjadi sangat berat di bagian atas, sebaiknya tambahkan batu kerikil di sekitarnya agar tetap berada di tempatnya dan menambah nilai ornamen.

2. Philodendron

house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

Banyak orang yang menyukai philodendron karena mudah dirawat. Selain bisa tumbuh dengan media tanah, tanaman yang satu ini juga bisa hidup di air.

Tanaman Philodendron tumbuh subur dalam semua jenis kondisi sinar matahari, tetapi jika tampaknya batang tanaman lebih banyak daripada daunnya, pencahayaan langsung yang lebih terang akan menghasilkan lebih banyak daun.

3. Sirih Gading

Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

Tanaman dengan daun berbentuk hati ini bisa tumbuh dengan cepat. Jika ingin menaruhnya dalam air sebaiknya buang daun-daun di bagian bawah sirih gading karena yang terendam di dalam air akan membusuk.

4. Spider Plant

cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman yang satu ini bisa hidup subur di dalam air. Agar bisa hidup lama, kamu harus memotong akarnya dengan cepat dan mengganti air setiap 3-5 hari sekali. Taruh tanaman di tempat yang terang dengan sinar matahari tak langsung.

Ingat, hanya bagian akarnya saja yang terendam di dalam air. Kamu juga bisa menambahkan batu agar tanaman tetap berada di tempatnya.

5. Chinese Evergreen

Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Dok. Istock

Untuk menanam Chinese evergreen di dalam air, kamu bisa memotong batang yang sehat sepanjang 6 inci dan masukkan ujungnya yang sudah dipotong ke dalam air. Jangan lupa singkirkan daun bagian bawah yang terendam di air. Nantinya akan ada akar yang muncul dalam 3-4 minggu.

Letakkan tanaman tersebut di bawah sinar matahari tidak langsung dan ganti air minimal 3 hari sekali atau saat air kotor maupun keruh. Berikan tanaman beberapa tetes pupuk cair setiap bulan untuk mendorong pertumbuhan.

Pilih Tempatnya

Wadah apapun sebenarnya bisa digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman. Stoples dan vas kaca bisa menjadi pilihan karena bisa melihat akar tanaman. Namun, kaca rentan terhadap pertumbuhan alga, jadi pilihlah vas yang tidak tembus cahaya sebagai pilihan yang lebih mudah dirawat.

Kebutuhan Cahaya

Pastikan kamu memeriksa kebutuhan tanaman akan cahaya. Beberapa jenis tanaman membutuhkan sinar matahari langsung dan ada yang membutuhkan sinar matahari tidak langsung.

Ganti Air

Kamu perlu mengganti air tanaman, apalagi kalau air sudah keruh dan kotor. Tak lupa berikan pupuk cair pada tanaman agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup di dalam air dan cara merawatnya.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Segini Kisaran Harga Spandek Pasir Ukuran 6 Meter untuk Kanopi


Jakarta

Ada berbagai jenis bahan material yang digunakan untuk kanopi, salah satunya spandek pasir. Dikenal juga sebagai spandek zinc atau seng berpasir, material atap ini begitu populer di Indonesia.

Dikutip dari Sinar Mas Land, spandek pasir terbuat dari baja galvanis yang dilapisi pasir berwarna agar terlihat lebih estetis. Fungsi pasir tersebut juga diklaim mampu tahan api.

Spandek pasir memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung dari ukuran, ketebalan, merek, hingga lokasi penjualannya. Lantas, berapa harga spandek pasir ukuran 6 meter untuk kanopi rumah? Simak kisaran harganya dalam artikel ini.


Kisaran Harga Spandek Pasir Ukuran 6 Meter

Berencana membangun kanopi rumah dari material spandek pasir? Pastikan detikers sudah mengetahui harganya. Selain di jual di toko bangunan, spandek pasir juga bisa dibeli dari berbagai toko online.

Berikut kisaran harga spandek pasir ukuran 6 meter yang tergantung dari ketebalan materialnya:

1. Ketebalan 0,30 mm

Spandek pasir dengan ketebalan paling tipis berada di ukuran 0,30 mm. Untuk harganya berkisar antara Rp 350.000-450.000 per 6 meter di berbagai toko bangunan online.

2. Ketebalan 0,35 mm

Spandek pasir dengan ketebalan 0,35 mm punya harga berkisar Rp 420.000-510.000 per 6 meter di sejumlah toko bangunan online.

3. Ketebalan 0,40 mm

Jika ingin membeli spandek pasir dengan bahan material yang lebih tebal, tersedia juga ukuran 0,40 mm. Soal harga, spandek pasir ini dibanderol sekitar Rp 465.000-750.000 per 6 meter.

4. Ketebalan 0,45 mm

Tersedia juga spandek pasir dengan ketebalan 0,45 mm. Di berbagai toko bangunan online, harga per 6 meternya dibanderol sekitar Rp 600.000-750.000.

6. Ketebalan 0,50 mm

Jika ingin memasang kanopi yang lebih kokoh, kamu bisa pilih ketebalan 0,50 mm. Untuk kisaran harganya mulai dari Rp 720.000-800.000 per 6 meter.

Kelebihan dan Kekurangan Spandek Pasir

Spandek pasir memiliki berbagai kelebihan, seperti kokoh dan elastis. Meski begitu, material ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan.

Berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari spandek pasir:

Kelebihan Spandek Pasir

  • Awet dan tidak mudah berkarat
  • Cocok digunakan saat cuaca ekstrem
  • Ringan
  • Punya tampilan yang estetis
  • Hemat biaya jika dibandingkan atap genteng atau beton
  • Ramah lingkungan karena dapat didaur ulang.

Kekurangan Spandek Pasir

  • Rentan penyok karena terbuat dari logam yang cukup tipis
  • Menyerap panas sehingga ruangan di bawahnya terasa lebih panas.

Itulah kisaran harga spandek pasir untuk atap kanopi dari berbagai jenis ketebalan. Semoga membantu detikers!

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

2 Hal yang Wajib Dicek Saat Beli Rumah yang Sudah Lama Kosong



Jakarta

Tidak semua bangunan konstruksi yang sudah selesai dibangun bisa laku terjual. Ada beberapa yang justru menjadi bangunan terbengkalai bertahun-tahun karena tak kunjung dilirik.

Namun, bangunan seperti ini biasanya memiliki kelebihan yakni harga jualnya yang akan lebih murah dari penawaran di tahun pertama pembangunannya. Hal ini juga termasuk teknik marketing agar unit tersebut laku terjual.

Sebelum tergiur dengan harganya yang murah, pembeli juga harus tahu jika bangunan yang sudah lama kosong rentan sekali mengalami kerusakan.


Menurut kontraktor Taufiq Hidayat terdapat dua bagian yang harus dicek saat survei ke rumah yang sudah lama kosong yakni bagian struktur dan non-struktur.

“Kalau kita mau beli rumah lama, di cek dulu ya rumahnya bagaimana, apakah ada kerusakan di finishing ya, kerusakan di arsitektural,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti, Rabu (25/6/2025).

Kerusakan pada struktur adalah penurunan ketahanan pada fondasi utama bangunan seperti kolom, dinding, balok, hingga atapnya.

“Kalau misalnya ada kerusakan struktur, ya struktur yang diperbaiki, misalnya ada dinding udah retak struktur tuh, nah kalau udah retak struktur ya mesti strukturnya yang diperbaiki,” ujarnya.

Biasanya kerusakan ini disebabkan karena tidak pernah dirawat atau memang kualitas materialnya tidak begitu bagus. Selain itu, bisa juga disebabkan karena perubahan suhu atau hewan-hewan pengganggu seperti rayap dan tikus.

Rumah yang sudah lama kosong biasanya mengalami masalah pada sirkulasi udara di dalamnya. Hal ini menyebabkan lumut mudah sekali muncul karena udara yang lembap. Lumut bisa dengan cepat menyebar dan merusak serta tampilan bangunan.

Kemudian, ada kerusakan non-struktural, ini merupakan penurunan kualitas pada bagian yang tampak seperti cat yang memudar, cat yang kusam, dinding yang berlumut, dan lainnya. Taufiq mengatakan kerusakan non-struktural lebih mudah diperbaiki daripada yang struktural.

“Misalnya catnya udah mulai pudar, keramiknya berlumut, kusennya kalau misalnya kusennya kayu itu kena rayap atau enggak, ya kalau kusennya aluminium itu masih berfungsi apa nggak, masih kuat apa nggak. Tapi kalau rusaknya cuma rusak non-struktural, ya itu paling perbaikannya lebih mudah gitu,” jelasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Biang Kerok Kanopi Baja Ringan Mudah Berkarat dan Solusinya



Jakarta

Salah satu material kanopi yang banyak dipakai adalah baja ringan. Biasanya baja ringan dipakai sebagai kerangka karena strukturnya yang kokoh, tahan terhadap perubahan cuaca, pembuatannya yang mudah, dan bobotnya yang ringan.

Namun, baja ringan juga memiliki kekurangan, material ini mudah berkarat terutama pada bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah. Ternyata alasannya tidak melulu karena faktor luar seperti cuaca, suhu, dan air, melainkan bisa disebabkan kesalahan pada pemasangannya.

Kontraktor Albert Lim menjelaskan karat atau korosi pada baja ringan kebanyakan justru disebabkan karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Campuran semen dengan air untuk menyangga baja ringan menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi.


“Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert kepada detikcom, Minggu (7/4/2024) lalu.

Banyak orang memakai semen untuk membantu kerangka kanopi baja ringan tetap berdiri karena menyamakan material tersebut sebagai pengganti besi. Padahal kedua material tersebut memiliki sifat yang berbeda.

“Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

Oleh karena itu, banyak kerangka kanopi baja ringan yang rapuh dan keropos akibat karat di bagian bawah atau di bagian simpul.

Kerangka baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilannya tentu berbeda. Solusi yang paling tepat adalah mengganti satu tiang tersebut dengan yang baru dan mengganti bahan penyangga kerangka tersebut.

Albert menyarankan untuk membuat kolom beton yang agak naik sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

“Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” pungkasnya.

Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

“Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

6 Jenis Material Pintu Rumah, Mana yang Lebih Oke?



Jakarta

Pintu rumah adalah bukaan untuk akses penghuni keluar dan masuk ruangan. Bukaan tersebut membatasi berbagai ruangan maupun area luar dan dalam rumah.

Untuk itu, pemilik perlu cermat dalam memilih material pintu. Sebab, setiap area rumah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Misalnya pintu kamar mandi harus tanah lembap, sedangkan pintu depan rumah tahan cuaca panas.

“Jenis pintu dan kusen semuanya kembali ke pemilihan dan konsep dari hunian,” ujar Kontraktor Wildan saat dihubungi detikProperti, Kamis (3/7/2025).


Lantas, apa saja jenis material pintu? Simak penjelasannya berikut ini menurut ahlinya.

Jenis Material Pintu

Inilah beberapa jenis material kayu beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Kayu

Kayu merupakan bahan andalan masyarakat untuk membuat pintu. Kayu bersifat universal dan dapat digunakan untuk berbagai jenis bangunan.

Kelebihan

  • Cocok untuk segala bangunan dan ruangan
  • Tampilan natural
  • Mudah dibentuk
  • Kokoh
  • Instalasi mudah

Kekurangan

  • Rentan diserang rayap
  • Rentan terhadap cuaca ekstrem
  • Rentan memuai dan menyusut

2. PVC dan UPVC

Pintu yang terbuat dari polivinil klorida (PVC) dan Unplasticized Polyvinyl Chloride (uPVC) bersifat tahan air, sehingga cocok untuk area basah seperti kamar mandi.

Kelebihan

Kekurangan

Ukuran pintu harus sesuai pabrikan, tidak dapat diubah

3. Panel

Pintu dari bahan panel masih menjadi pilihan utama di perumahan karena motifnya beragam.

Kelebihan

  • Cukup terjangkau
  • Mudah dikombinasikan dengan material lain

Kekurangan

  • Rentan diserang rayap
  • Rentan terhadap cuaca ekstrem
  • Rentan memuai dan menyusut

4. HPL

Sama seperti panel, pintu berbahan high pressure laminate (HPL) sering digunakan buat perumahan karena motifnya kekinian.

Kelebihan

Kekurangan

  • Rentan diserang rayap
  • Rentan terhadap cuaca ekstrem
  • Rentan memuai dan menyusut

5. Baja

Pintu yang terbuat dari baja sangat kuat, sehingga biasanya digunakan sebagai pintu darurat.

Kelebihan

  • Sangat kuat terhadap benturan
  • Kuat terhadap cuaca ekstrem
  • Kuat terhadap panas

Kekurangan

  • Harganya mahal
  • Kurang cocok untuk hunian

6. Kaca

Pintu kaca biasanya digunakan untuk ruangan yang cenderung kurang pencahayaan.

Kelebihan

Visual cantik dan elegan

Kekurangan

  • Tidak tahan benturan
  • Tidak tahan getaran

Itulah informasi seputar material pintu rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

CCTV Rentan Jadi Sasaran Serangga-Tikus, Begini Cara Rawatnya biar Tetap Aman



Jakarta

CCTV merupakan kamera pengawas yang berfungsi untuk mengawasi dan merekam segala kejadian pada suatu tempat. Perangkat elektronik ini sudah banyak dipakai di rumah-rumah sebagai alat keamanan tambahan.

Pemilik rumah bisa jauh lebih nyaman meninggalkan rumah karena ada CCTV. Penghuni rumah juga bisa menyaksikan secara langsung hasil rekaman dari aplikasi yang terhubung langsung dengan CCTV tersebut.

CCTV bukanlah barang murah sehingga harus dijaga dengan baik. Kamera CCTV harus selalu dalam keadaan aktif, tidak boleh berembun, dan kameranya harus bebas dari penghalang apa pun agar objek yang di rumah bisa terekam dengan jelas.


Menurut Solution Advisor Prayudo CCTV sebenarnya tidak membutuhkan banyak perawatan dan tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan per bulan. Kuncinya adalah pemasangannya harus benar dan sesuai standar.

Sebab, salah satu faktor yang dapat merusak sistem instalasi CCTV adalah serangga seperti semut dan hewan pengerat seperti tikus.

Instalasi CCTV bukan hanya kamera, melainkan terdapat kabel yang menghubungkan dengan instalasi listrik di rumah. Kabel tersebut terbuat dari plastik yang mudah digigit tikus. Selain itu, kabel yang hangat atau panas menarik perhatian serangga.

“Kalau perihal kabel, mungkin pakai pipa supaya mencegah digigit tikus misalnya, atau seperti apa. Jadi yang pasti yang pertama dari awal adalah instalasi (pemasangan harus benar). Begitu instalasinya benar, maka maintenance bisa lebih fleksibel,” ujar pria yang disapa Yudo dalam acara pembukaan Axos Solution Center di Jakarta, pada Kamis (14/8/2025).

Yudo mengatakan belum ada cara untuk mendeteksi CCTV yang diserang hewan. Oleh karena itu, pemasangan CCTV harus sesuai standar dan kabel-kabel harus aman dengan dipasang pipa tambahan sepanjang kabel.

Selain perlindungan pada kabel, penempatan CCTV juga harus berada di tempat yang bersuhu normal. Yudo mengatakan tiap produk CCTV memiliki batas berbeda-beda, tetapi untuk produk dari Axis Communications bisa tahan dari suhu paling rendah -40 derajat celcius dan paling tinggi 65 derajat celcius.

Yudo mengatakan CCTV milik Axis Communications dapat bertahan selama 5 tahun. Akan ada pengecekan berkala setelah CCTV dipasang dalam 6 bulan atau setahun sekali. Cara ini sudah diterapkan pada perawatan instalasi CCTV di kawasan perkantoran dan perindustrian.

“Kondisi yang mungkin terlalu ekstrim, perubahan suhu karena terkadang ada musim pancaroba misalnya, sehingga muncul mungkin embun dan lain-lain. (Perawatan) lebih ke di-checking, lebih ke preventive maintenance. Ini juga mungkin suatu yang menjadi key fokusnya AXIS di sini,” jelasnya.

Selain itu, Yudo menyarankan untuk mencari CCTV yang memiliki sistem pemberitahuan apabila kamera tidak berfungsi. Produk Axis Communication terdapat sistem analitik untuk mendeteksi kamera dapat menangkap gambar atau tidak. Dengan begitu apabila CCTV tidak berfungsi dapat langsung dicek dan diperbaiki.

“Kadang kan kalau tidak ada deteksi dari kamera, kita anggap semua baik-baik saja. Oh ini nggak ada pop-up (nggak ada objek yang muncul) nih, oke aman. Padahal bisa jadi nggak ada pop-up karena memang kameranya nggak lihat apa-apa. Jadi begitu kameranya dapat view yang tidak sesuai, akan dapat ke-allert (memperingati) dengan analitik dan itu free diinput di dalam kamera,” ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

AC Tidak Dingin? Bisa Jadi Salah Pasang Outdoor Unit!



Jakarta

Pernah merasa AC di rumah tidak dingin meski sudah disetel ke suhu rendah? Jangan buru-buru menyalahkan perawatan atau usia AC. Bisa jadi masalahnya ada pada posisi outdoor unit yang keliru.

Seperti diketahui, AC terdiri dari dua bagian: unit dalam (indoor) yang menghembuskan udara sejuk ke ruangan, dan unit luar (outdoor) berupa kipas besar berbentuk kotak yang dipasang di luar rumah. Keduanya harus terhubung agar AC bisa bekerja optimal.

Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang hanya fokus memasang unit dalam, tanpa memerhatikan posisi unit luar. Padahal, peletakan outdoor unit sangat berpengaruh terhadap kinerja pendinginan.


Berikut panduan posisi yang tepat untuk memasang outdoor AC, dikutip dari All Purpose Air Conditioning:

1. Pilih Lokasi Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

Pasang outdoor AC di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lokasi terbaik biasanya di tembok yang menghadap utara atau selatan. Hindari sisi timur atau barat karena rentan terkena panas matahari pagi dan sore, yang membuat AC harus bekerja lebih keras.

2. Tempat Terbuka dan Datar

Outdoor unit sebaiknya ditempatkan di area datar, kering, dan punya ventilasi udara yang baik. Hindari memasangnya di lokasi sempit atau tertutup tembok, karena bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat AC boros listrik.

3. Mudah Dijangkau untuk Perawatan

Pastikan posisi outdoor AC mudah dijangkau agar proses pengecekan dan pembersihan lebih praktis. Unit yang terpasang terlalu tinggi atau sulit diakses justru menyulitkan saat perawatan rutin, yang idealnya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali.

4. Jauh dari Pohon Tinggi dan Genangan Air

Meski butuh tempat sejuk, hindari memasang outdoor unit di bawah pohon. Daun, debu, dan kotoran bisa tersedot ke dalam mesin dan mempercepat kerusakan. Jangan juga menaruhnya di dekat tanah atau area rawan banjir. Lebih aman dipasang agak tinggi agar terhindar dari air hujan.

Dengan memperhatikan posisi outdoor unit, AC di rumah bisa bekerja lebih efisien, awet, dan tentu saja lebih hemat listrik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


Jakarta

Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

1. Cairan Pembersih Kimia

Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

“Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

2. Makanan Hewan Peliharaan

Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

3. Tekstil

Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

4. Peralatan Elektronik Dapur

Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

5. Bumbu dapur

Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Perlukah Kipas Angin Dibersihkan Setiap Minggu? Ini Kata Pakar


Jakarta

Kipas angin merupakan salah satu barang di rumah yang paling cepat kotor. Apalagi jika digunakan setiap hari, debu dan kotoran yang tebal dapat menempel di bilah dan rangka kipas angin.

Oleh sebab itu, pakar kebersihan menyarankan untuk membersihkan kipas angin secara berkala. Terutama jika kamu tinggal di tempat yang berdebu, maka kipas angin bakal lebih cepat kotor.

Namun, perlukah membersihkan kipas angin setiap minggu? Simak penjelasan pakar kebersihan dalam artikel ini.


Perlukah Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu?

Dilansir situs Better Homes & Gardens, pakar kebersihan Kayla Molina mengatakan membersihkan kipas angin bisa dilakukan setiap bulan. Lebih dari itu, akan banyak debu dan kotoran yang menumpuk di kipas angin.

Apabila cuaca sedang panas dan kamu harus menyalakan kipas angin setiap hari, Molina menyebut tidak masalah jika harus membersihkan kipas angin lebih sering, bahkan dilakukan setiap seminggu sekali.

“Menurut saya, jika Anda punya waktu untuk membersihkan bilah kipas angin seminggu sekali selama musim panas, itu tidak akan menjadi masalah,” kata Molina.

Menurut Molina, membersihkan kipas angin secara berkala dapat membantunya berfungsi dengan baik dan efisien. Jika debu dan kotoran sudah menumpuk maka putaran kipas angin tidak akan kencang.

“Kadang-kadang kipas angin yang kotor dapat menyebabkan masalah pada motor, sehingga dapat menimbulkan suhu panas dan memperpendek umur kipas angin,” ucapnya.

Tidak hanya merusak komponen motor, kipas angin yang jarang dibersihkan dapat menyebarkan debu dan kotoran ke seluruh ruangan. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada penghuni rumah karena menghirup debu.

“Lebih penting lagi, pastikan kipas angin Anda tidak menyebabkan penyebaran debu dan alergen lainnya di rumah yang dapat memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan lainnya,” jelas Molina.

Cara Praktis Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu

Dikutip dari The Spruce, berikut cara praktis membersihkan kipas angin setiap minggu:

1. Matikan Kipas Angin

Langkah pertama adalah mematikan kipas angin terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mencabut colokan dari stop kontak.

2. Bersihkan Debu di Kipas Angin

Tidak perlu membongkar kipas angin saat membersihkannya setiap seminggu sekali. Cukup dibersihkan dengan pengering rambut guna menghempaskan debu yang menempel di bilah dan kerangka kipas angin.

Saat menggunakan pengering rambut, atur jarak sekitar 15 cm agar bisa efektif membasmi debu dan kotoran. Jangan lupa bersihkan bagian belakang kipas angin karena rentan kotor.

3. Sedot Debu di Kipas Angin

Jika masih ada debu-debu yang menempel, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkannya. Disarankan memakai vacuum cleaner genggam atau yang berukuran kecil agar lebih praktis.

4. Lap Kipas Angin

Langkah terakhir, lap kipas angin menggunakan kain microfiber kering, terutama pada bagian rangka penutup dan kaki-kaki. Cara ini dilakukan agar kipas angin terlihat lebih bersih.

Itulah alasan kipas angin perlu dibersihkan setiap minggu menurut pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mau Beli Furniture Outdoor? Perhatikan Hal Ini Dulu Agar Tidak Menyesal


Jakarta

Ketika memiliki area outdoor, seperti teras belakang atau taman belakang, tentu diperlukan perabotan tambahan agar lebih nyaman. Perabotan itu pun beragam, mulai dari meja hingga sofa.

Nah, sebelum membelinya, penghuni rumah harus memperhatikan beberapa hal ini agar tidak menyesal. Kalau salah pilih perabotan, bisa-bisa justru lebih cepat rusak.

Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


Ukur Area Outdoor

Mengetahui ukuran ruangan yang tepat tentu sangat membantu saat memilih furniture. Hal itu supaya furniture yang dibeli tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

Jika ingin memiliki area kumpul yang lebih luas, bisa pilih bangku dengan area penyimpanan di bagian bawahnya untuk menghemat ruang.

Pilih Material yang Pas

Selanjutnya adalah pilih material yang tepat. Sebab, furniture outdoor akan lebih sering terpapar panas ataupun hujan.

Berikut ini beberapa material yang bisa menjadi pilihan.

Rotan

Lampu gantung rotan di teras.Lampu gantung rotan di teras. Foto: James McDonald Photography via Homes and Gardens

Rotan merupakan salah satu material yang tepat untuk diletakkan di luar ruangan. Hal itu karena bahan tersebut cukup kuat dan tahan air selain itu juga tidak mudah pudar warnanya.

Kayu

Area outdoor dengan bangku kayu unikArea outdoor dengan bangku kayu unik Foto: Azril Shiva

Bahan yang satu ini sering dipakai untuk area taman belakang karena tahan lama. Salah satunya adalah kayu jati.

“Jati adalah pilihan kayu keras yang sangat diminati untuk furnitur taman, karena penampilannya yang indah, hangat, dan mewah. Seiring waktu, kayu jati akan menghasilkan patina abu-abu keperakan yang menarik jika tidak dirawat,” kata Rikke dari JYSK, dikutip dari Ideal Home, Rabu (8/10/2025).

Karena kandungan minyaknya yang tinggi, kayu keras ini sangat tahan lama dan secara alami tahan terhadap kerusakan, serangan serangga, kelembapan, dan pelapukan.

Metal

Bahan selanjutnya adalah metal seperti aluminium dan baja. Kedua bahan tersebut juga sering dipakai untuk furniture outdoor.

Baja bisa sangat menawan pada desain minimalist dan juga tangguh. Namun, baja rentan karatan dan cukup berat.

Sementara itu, aluminium juga pilihan yang baik namun agak sedikit lebih mahal dibanding baja.

“Furniture aluminium ringan, bebas karat, dan mudah dirawat,” ujar kepala sales dan marketing di Bramblecrest, Tim Penell.

Tetapkan Budget

Selanjutnya adalah tetapkan budget. Jangan sampai membeli furniture di luar kemampuan ya.

Meski membeli dengan harga terjangkau, jangan sampai mengabaikan bahan yang dipakai karena bisa mempengaruhi ketahanan furniture. Biasanya kalau harganya lebih mahal sedikit, bahan yang digunakan lebih bagus serta lebih tahan lama yang tentunya bisa menghemat pengeluaran ke depan.

“Furnitur premium dirancang untuk tahan lama. Material yang digunakan dalam produksinya tidak hanya bersumber dari sumber yang lebih berkelanjutan, tetapi juga dipilih karena daya tahannya, memastikan furnitur tersebut awet hingga bertahun-tahun mendatang,” kata brand manager di Bridgman, Caron Grant.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli furniture outdoor.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/ilf)



Sumber : www.detik.com