Tag Archives: reog ponorogo

Akhir Pekan, Main ke Lebaran Depok di Alun-Alun Timur GDC Yuk!



Jakarta

Lebaran Depok 2025 telah tiba. Warga Jabodetabek yang bingung mau akhir pekan di mana, bisa main ke Alun-alun Timur Grand Depok City (GDC) sambil seru-seruan.

Hajatan itu berlangsung sampai Sabtu (17/5). Acara puncak diisi dengan berbagai kegiatan dan penampilan artis papan atas.

Pukul 05.30 rombongan arak-arakan atau pawai dengan pakaian tradisional dari 33 provinsi sudah disiapkan untuk tampil di Alun-alun Timur GDC (Altim). Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan tradisi Berebud Dangdang, Nyorog dan bagi-bagi Fitrah.


Lebaran Depok kali ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini dipentaskan ogoh-ogoh Bali, barongsai, dan tari kolosal reog Ponorogo. Wali Kota Supian Suri ingin Lebaran Depok bukan dimiliki satu etnis saja, tapi masyarakat yang telah menetap di Depok.

Hajatan tahunan Depok itu memang fokus dalam pelestarian budaya Betawi Depok. Misi itu dituangkan dalam susunan acara, yakni dengan menggunakan tradisi Betawi saat menjelang Lebaran, seperti Ngubek Empang, Motong Kerbau Andil sampai Berebud Dangdang,

Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

“Kita berharap Lebaran Depok kali ini dan ke depan adalah lebaran yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Kota Depok,” kata Wali Kota Depok Supian Suri pada Kamis (15/5).

Bahkan, Persatuan Orang Manado Depok (Pomade) ikut andil dalam kegiatan ini.

Kegiatan siang hari diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, pembagian door prize dan penyerahan hadiah lomba.

Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

Pengunjung bisa menikmati acara sambil wisata kuliner juga. Ibu Lintang, Kepala UPTD Hutan Raya Depok berkata bahwa acara ini dimeriahkan lebih dari 250 booth UMKM.

Semakin sore, panggung akan semakin panas dengan berbagai penampilan budaya dari sanggar-sanggar tari Depok dan penampilan band.

Sanggar Tari Denok adalah satu dari sekian sanggar tari yang tampil di Lebaran Depok 2025. Ibu Silvi (35), pemilik sanggar, mengaku sangat senang dengan acara tersebut.

“Kami membawakan tari Ujung Alit, kesenian dari Jawa Timur,” kata dia.

Ia mengaku sangat senang, karena acaranya meriah dan bagus untuk memperkenalkan budaya Depok.

Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

“Pesertanya anak kelas 3-7 SD,” ujar dia.

Acara puncak berlangsung pada pukul 19.00 WIB. Dua bintang tamu sudah disiapkan untuk menyemarakkan Lebaran Depok 2025, yaitu Band Naff dan Ayu Ting-Ting.

Kegiatan akan berlangsung sampai pukul 22.00 WIB. Pengunjung diharapkan membawa payung dan jas hujan, mengingat kondisi cuaca yang belakangan cukup ekstrem.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Megahnya Monumen Reog Ponorogo, Lebih Tinggi dari GWK



Jakarta

Monumen dan Museum Reog Ponorogo hampir rampung. Monumen setinggi 126 meter itu kini sudah terlihat kemegahannya dan sudah menjadi magnet wisata di Ponorogo.

Ketinggian Monumen Reog Ponorogo mengalahkan patung Garuda Wisnu Kencana yang mencapai 121 meter.

Pembangunan monumen Reog Ponorogo sebagai lanjutan momentum dari ditetapkannya Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO pada 3 Desember 2024 lalu di Asunción, Paraguay.


Pengakuan ini tidak hanya mengukuhkan Reog Ponorogo sebagai bagian dari warisan budaya dunia yang perlu dilestarikan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mempromosikan Ponorogo sebagai destinasi wisata unggulan.

Pembangunan monumen tersebut akan didanai melalui skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU) dan diharapkan akan menjadi pusat atraksi wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Saya berharap kita semua, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, masyarakat, bisa menghidupkan tempat ini menjadi ekosistem budaya, kantong budaya yang akan hidup dinamis, termasuk menghidupkan perekonomian budaya di sekitar museum. Saya kira ini menjadi ikon yang penting tidak hanya bagi Ponorogo tapi juga bagi dunia,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon beberapa waktu lalu.

Fadli juga memberi apresiasi khusus kepada Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko atas inisiatif membangun monumen megah ini. Ia menilai langkah ini menjadi terobosan budaya besar, apalagi Reog Ponorogo sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Kehadiran monumen yang megah ini bahkan tingginya 126 meter, lebih tinggi dari Garuda Wisnu Kencana. Ini akan menjadi ekosistem yang baik sehingga di lingkungan sekitar monumen, bahkan Ponorogo dan kabupaten/kota sekitarnya di Jawa Timur bisa menjadi destinasi wisata dan kuliner, tentu menghidupkan ekonomi budaya di Ponorogo,” kata Fadli.

Ia menambahkan, monumen ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk berani membuat terobosan demi kemajuan kebudayaan.

“Ini menjadi gotong royong semua pihak. Kalau sudah jadi semua, akan tumbuh menjadi wilayah yang banyak didatangi masyarakat luar Ponorogo maupun internasional yang ingin melihat Reog,” imbuh Fadli.

(ddn/upd)



Sumber : travel.detik.com