Tag Archives: rumah

Tak Cuma Kunci Pintu, Ini 6 Jurus Amankan Rumah Agar Tak Diincar Maling


Jakarta

Rumah bukan cuma tempat berlindung bagi penghuni, tetapi juga untuk menyimpan harta benda mereka. Barang berharga di rumah kerap menjadi incaran maling.

Maling dapat mencari celah untuk menyusup dan mencuri barang-barang. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu mengantisipasi serangan maling.

Cara paling mendasar untuk menjaga keamanan rumah tentu dengan menutup dan mengunci semua akses masuk. Lalu, pemilik juga dapat memasang kamera pengawas atau CCTV untuk merekam dan memantau kondisi rumah.


Namun, terkadang cara ini tidak cukup untuk menghalau maling. Lalu, bagaimana cara mengamankan rumah dari maling? Simak caranya berikut ini.

Cara Amankan Rumah dari Maling

Inilah langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di rumah, dikutip dari CNET, Selasa (11/11/2025).

1. Lampu Pendeteksi Gerakan

Gunakan kamera pengawas atau CCTV yang dilengkapi dengan fitur lampu. Lampu ini akan menyala ketika mendeteksi gerakan.

Saat lampu menyala, penyusup akan menyadari ada kamera yang sedang merekamnya. Hal ini bisa menjadi alasan yang kuat bagi maling untuk menjauh dari rumah.

2. Tanda Peringatan Ada Sistem Keamanan

Pasanglah tanda untuk memberitahu pendatang adanya sistem keamanan di rumah. Orang yang berniat jahat cenderung takut ketika tahu ada sistem keamanan sehingga akan mengurungkan niat melancarkan aksinya.

3. Bel Pintu dengan Fitur Video

Gunakan bel pintu yang disertai fitur video di depan rumah. Penyusup akan menyadari dirinya sedang diawasi ketika mendekati pintu depan. Hal ini mencegah pencuri berbuat macam-macam di rumah.

4. Kamera Pengawas dengan Fitur Suara

Sekarang sudah ada kamera pengawas atau CCTV yang punya fitur audio dua arah. Fitur ini bisa jadi cara efektif untuk menakuti penyusup. Penghuni rumah bisa menyalakan pengeras suara dan meneriaki maling yang mencoba masuk ke rumah.

5. Sirene

Selain itu, ada perlengkapan keamanan atau CCTV yang memiliki sirene. Pemilik bisa mengatur agar sirene bunyi ketika ada aktivitas mencurigakan di area rumah. Bunyi ini berfungsi untuk menakuti orang mencurigakan yang mendekati rumah.

6. Lampu Otomatis

Terakhir, pemilik bisa pasang lampu otomatis, terutama ketika meninggalkan rumah kosong untuk waktu yang lama. Misalnya penghuni pergi untuk berlibur, jangan biarkan rumah terlihat tak ada orang. Setting waktu agar lampu menyala menjelang malam dan mati ketika pagi.

Itulah beberapa cara mengamankan rumah dari maling. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Bukan Hantu! Ini Alasan Kenapa Suka Ada Suara Misterius di Rumah


Jakarta

Pernah dengar bunyi-bunyi di sekitar rumah? Terkadang ada suara yang muncul dari perabotan dan bangunan rumah.

Tenang saja, suara itu bukan karena alasan horor ya. Bunyi tersebut pastinya ada penyebabnya, misalnya terjadi kerusakan.

Jika merasa terganggu dengan bunyi-bunyi di rumah, pemilik perlu mencari sumber masalahnya. Dengan begitu, pemilik akan tahu cara mengatasinya.


Penyebab Bunyi Mengganggu di Rumah

Penyebab kemunculan bunyi mengganggu di sekitar rumah, dikutip dari family handyman, Rabu (12/11/2025).

1. Kulkas Berisik

Suara bising yang muncul dari kulkas bisa disebabkan oleh kompresor, motor kipas kondensor, atau motor kipas evaporator. Solusi terbaik untuk mengatasi suara kompresor yang terlalu berisik adalah membeli kulkas baru. Berbeda dengan motor kipas, pemilik bisa menggantinya dengan yang baru.

2. Siulan Angin

Jika mendengar suara siulan, bisa saja itu hanya embusan dari angin kencang di luar rumah. Kemungkinan jendela tidak tertutup rapat atau ada celah sehingga menimbulkan suara tersebut. Pastikan jendela rapat memastikan jendela tertutup rapat biar enggak muncul bunyi.

3. Pintu Berderit

Bunyi pintu berderit sangat mengganggu, apalagi kalau seseorang sedang beristirahat di rumah. Suara itu karena gesekan pada engsel, apalagi kalau ada karat.

Atasi pintu berderit dengan menyemprotkan pelumas atau semprotan silikon. Jika masih berisik, copot pin engsel dan gosok karat atau korosinya. Lalu, lapisi pin dengan pelumas sebelum memasangnya kembali.

4. Letupan Water Heater

Suara letupan atau gemericik di water heater menandakan penumpukan sedimen yang berlebihan di dalam tangki. Suaranya muncul dari gelembung uap. Jika sudah seperti ini, tangki water heater perlu dibersihkan.

5. Getaran Pintu

Kalau mendengar getaran dari pintu, itu tandanya ada banyak celah pada pintu. Untuk memperbaiki pintu, coba kurangi atau hilangkan celah tersebut. Salah satu caranya bisa dengan mengisi celah pintu dengan semacam bumper tipis.

Itulah beberapa biang kerok bunyi aneh dan mengganggu di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

3 Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu, Lebih Bersih dan Sehat!


Jakarta

Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala agar rumah jadi lebih bersih, sehingga bebas dari debu dan kotoran yang dapat memengaruhi kesehatan.

Namun, debu dan kotoran terkadang bisa muncul dengan cepat sehingga mengotori rumah lagi. Padahal, kamu baru saja membersihkan rumah beberapa jam sebelumnya.

Meski debu dapat dibersihkan, tapi proses pembersihannya dapat memakan waktu dan menghabiskan tenaga. Hati juga menjadi jengkel karena debu yang kembali muncul terus-menerus.


Sebenarnya, ada sejumlah tips agar rumah bebas debu meski sudah dibersihkan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu

Sejumlah pakar kebersihan membeberkan beberapa tips sederhana agar rumah bebas dari debu, bahkan hingga berminggu-minggu. Dilansir situs The Spruce, Kamis (13/11/2025), berikut tipsnya:

1. Bersihkan Debu Pakai Kain Lembap

Debu yang menempel di permukaan meja, lemari, karpet, atau perabotan rumah bisa dibersihkan pakai vacuum cleaner atau kemoceng. Namun, cara ini belum efektif mengangkat partikel debu secara menyeluruh.

Pakar kebersihan dari Filthy Clean Bree Uebergang menyarankan penggunaan kain lembap untuk mengatasi debu. Jika material rentan tergores maka disarankan pakai kain microfiber yang halus.

“Menyedot debu hanya akan mengangkat sebagian partikel-partikel debu. Pakai kain lap lembap dengan cara melipatnya menjadi empat bagian, lalu balikkan ke sisi yang bersih saat Anda mengelapnya,” ujarnya.

2. Bersihkan Perabotan dari Sisi Atas ke Bawah

Banyak pemilik rumah yang mengeluh karena masih ditemukan banyak debu meski sudah dibersihkan. Masalah ini bisa terjadi karena teknik membersihkan yang kurang tepat.

Pakar kebersihan Marla Mock mengatakan cara yang tepat membersihkan debu di rumah yakni dari atas ke bawah. Sebagai contoh, bersihkan dulu bagian atas lemari, baru setelah itu mengelap debu di bagian dalam dan bawah lemari.

Teknik bersih-bersih ini juga bisa dilakukan dengan membersihkan bagian langit-langit dan kipas angin gantung terlebih dulu, lalu perlahan turun ke jendela, dan terakhir ke area lantai.

“Ingat, gravitasi sangat memengaruhi proses bersih-bersih di rumah,” ungkap Mock.

3. Cuci Kain Secara Berkala

Mock mengatakan debu dapat terus muncul karena kain yang ada di rumah jarang dibersihkan, seperti kain seprai, kain selimut, hingga gorden. Semakin kotor kain tersebut maka bisa muncul tungau debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

“Debu dan tungau dapat terperangkap di seprai, gorden, dan kain lainnya di rumah,” ungkapnya.

Mock menganjurkan untuk rutin mencuci kain setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas. Khusus gorden dapat dicuci setiap sebulan sekali.

“Cuci kain seprai dengan air panas dengan suhu minimal 54 derajat Celcius untuk membunuh tungau debu,” pungkas Mock.

Demikian tiga tips sederhana agar rumah bebas debu menurut sejumlah pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Lampu Sering Berkedip? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


Jakarta

Lampu terkadang bisa berkedip dalam beberapa situasi. Kedap-kedip di sini maksudnya lampunya mati-nyala berulang kali.

Padahal, tidak ada yang bermain dengan sakelar lampu. Nah, sebenarnya lampu kedap-kedip bisa menandakan suatu masalah.

Lalu, kenapa lampu berkedip ya? Berikut ini penjelasannya.


Penyebab Lampu Berkedip

Inilah beberapa alasan lampu mati-nyala sendiri, dikutip dari Family Handyman.

1. Soket Harus Diganti

Jika lampu berkedip, bisa saja ada kerusakan pada soket. Soket adalah tempat untuk memasang bohlam. Setelah sudah lama digunakan, soket dapat mengalami kerusakan atau korosi karena sering terkena panas.

2. Sakelar Tidak Serasi

Sakelar berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Kemungkinan sakelar tidak serasi atau tidak kompatibel kalau lampu sampai berkedip. Sebaiknya, pastikan aliran kedua benda itu setara sebelum membelinya.

3. Sirkuit Kelebihan Beban

Lampu dapat berkedip ketika aliran listrik kelebihan beban. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak perangkat elektronik dinyalakan secara bersamaan sehingga sirkuitnya kelebihan beban.

4. Masalah Kabel

Nah, kalau kedipan terjadi pada semua lampu di rumah, berarti ada masalah pada panel listrik.

5. Sakelar Sudah Lama

Terakhir, sakelar yang sudah berumur membuat lampu berkedip. Sakelar yang termakan usia dapat terpengaruh kualitasnya. Fungsinya menurun karena pegas sudah aus atau ada sambungan kabel yang kendur. Hal ini mempengaruhi sinyal yang diterima lampu.

Itulah penyebab lampu berkedip. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cicak Suka Berkeliaran di Rumah, Ini Tempat Sembunyi dan Cara Usirnya


Jakarta

Cicak adalah reptil kecil yang sering berkeliaran di dalam rumah, apalagi menempel pada dinding. Meski tidak berbahaya, sebagian penghuni suka risih dengan cicak.

Hama ini bisa mengotori rumah karena kerap buang kotoran sembarangan. Lalu, cicak juga dapat mencemari makanan yang tidak disimpan dengan baik.

Kalau merasa terganggu dengan cicak, penghuni bisa mengusirnya. Nah, salah satu cara ampuh adalah mencari cicak di tempat persembunyiannya.


Tempat Persembunyian Cicak

Selain menempel di tembok, cicak bisa ditemukan bersembunyi di berbagai titik di rumah. Berikut ini tempat persembunyian cicak, dikutip dari PestClinic.

  • Di bawah tumpukan kertas, majalah, koran, dan barang rongsokan lainnya.
  • Di bagian belakang bingkai atau barang lain yang digantung atau dipasang di dinding.
  • Lemari, laci, lemari, dan kabinet yang jarang dibuka.
  • Di belakang perabot biasa menjadi tempat cicak bertelur dan melindungi diri dari predator.
  • Di bawah wastafel merupakan tempat yang cocok untuk berkembang biak karena lembap.

Cara Mengusir Cicak

Setelah menemukan tempat persembunyian cicak, penghuni dapat mengusirnya dengan cara berikut ini seperti yang dilansir dari Livspace dan Times of India.

1. Bubuk Kopi

Cicak tidak suka aroma kopi yang menyengat. Campurkan bubuk kopi dengan air, lalu semprotkan ke area yang sering terdapat cicak. Cara lain bisa dengan menaruh bubuk kopi di sudut-sudut rumah.

2. Cangkang Telur

Cangkang telur bisa mengusir cicak karena dikira predator. Penghuni rumah dapat menyebarkan cangkang telur bekas di dapur, balkon, atau dekat jendela rumah. Ganti cangkang telur setiap 3-4 hari sekali dengan yang segar.

3. Lada

Cicak juga tidak suka lada atau merica. Semprotkan campuran bubuk merica atau lada dengan air di tempat yang sering terdapat cicak.

4. Kapur Barus

Kapur barus punya aroma tajam yang bisa mengusir cicak. Letakkan kapur barus di dapur, lemari, atau kolong wastafel.

5. Pasang Jaring Jendela

Supaya cicak nggak balik lagi ke rumah, pasang jaring pada jendela. Jaring itu tidak akan menghalangi cahaya masuk, tetapi dapat menghalangi akses masuk cicak dan serangga.

6. Rutin Bersih-bersih

Cicak mencari tempat yang ada makanan atau serangga kecil. Pastikan untuk menjaga kebersihan rumah dan menyimpan makanan dengan benar agar tidak dihampiri cicak ya.

7. Turunkan Suhu Ruangan

Reptil kecil ini menyukai tempat yang hangat. Nah, penghuni rumah bisa menyalakan AC dengan suhu rendah agar cicak nggak betah.

Itulah tempat persembunyian dan cara mengusir cicak. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Anti Ribet! 4 Cara Basmi Lalat Kecil di Kamar Mandi Pakai Bahan Alami


Jakarta

Kalau melihat serangga berupa lalat berukuran kecil di dinding atau sudut kamar mandi, bisa jadi itu lalat limbah. Serangga ini hidup di tempat yang lembap dan banyak material organik seperti di dapur dan kamar mandi.

Dilansir dari Treehugger, Kamis (13/11/2025), lalat limbah sering muncul di wastafel yang jarang digunakan atau ada genangan air. Biasanya penghuni rumah bakal melihat lebih banyak lalat limbah saat kembali ke rumah dari liburan panjang.

Serangga ini tidak berbahaya dan tidak menggigit. Akan tetapi, kemunculannya cukup mengganggu pemandangan penghuni rumah. Bayangkan saja kalau kamar mandi diserbu banyak lalat limbah, pasti suasananya kurang nyaman.


Lalu, bagaimana cara membasmi lalat limbah? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Cara Basmi Lalat Limbah

Inilah beberapa tips untuk menghilangkan lalat limbah pakai bahan alami.

1. Perangkap Cuka Putih

Penghuni rumah bisa membuat perangkap untuk menangkap lalat limbah. Campurkan gula, air, dan cuka putih dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk. Lalu, tambahkan 5-10 tetes sabun cuci piring.

Simpan perangkap itu di dekat lubang tempat lalat limbah bersarang semalaman. Lalat bakal tertarik untuk mendekati cairan itu dan berujung tenggelam.

2. Tuang Cuka

Campurkan ½ cangkir garam, ½ cangkir soda kue, dan 1 cangkir cuka. Lalu, tuangkan campuran tersebut ke lubang pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, bilas lubang pembuangan dengan air mendidih keesokan harinya.

3. Perangkap Cuka Apel

Selain itu, penghuni bisa bikin perangkap menggunakan cuka apel. Tuang ¼ cuka apel ke dalam gelas, lalu tutup dengan plastik.

Tusuk-tusuk plastik untuk membuat lubang dan taruh perangkap itu dekat lubang pembuangan atau wastafel. Lalat limbah akan masuk ke dalam gelas itu dan terperangkap.

4. Air Panas

Bersihkan lubang pembuangan menggunakan sikat besi. Kemudian, siram lubang itu dengan banyak air mendidih. Penghuni bisa menyiram air mendidih sebanyak 1-2 kali sehari selama seminggu.

Itulah cara alami untuk membasmi lalat limbah di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



Jakarta

Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jorok Banget! Ini yang Terjadi Kalau Flush Kloset Tanpa Ditutup


Jakarta

Setelah buang air di kloset duduk, pengguna pastinya harus menyiram atau flush agar bersih lagi. Pengguna toilet punya pilihan untuk menutup kloset atau membiarkan tutupnya terbuka saat mau flush.

Dilansir dari Good Housekeeping, Jumat (14/11/2025), ternyata menyiram kloset dalam keadaan terbuka bisa menyebarkan ribuan tetesan aerosol kecil yang mengandung virus dan bakteri. Kekuatan dari flush bisa bikin tetesan itu menjangkau hingga 1,8 meter lho.

Bayangkan, betapa kotornya kamar mandi kalau kebiasaan menyiram kloset seperti itu. Meski tak kasat mata, air kotor yang menyebar dapat merugikan penghuni rumah.


Oleh karena itu, sebaiknya tutup kloset duduk sebelum disiram ya. Jika tidak, berikut ini akibatnya.

Risiko Siram Kloset Duduk Tanpa Ditutup

Inilah beberapa alasan penghuni rumah sebaiknya menutup kloset saat akan disiram.

1. Bakteri Berbahaya Bisa Menyebar

Sebuah penelitian menunjukkan satu kali siraman bisa meluncurkan tetesan air kloset sampai 1,5 meter ke udara. Tetesan itu bisa bertahan cukup lama di udara dan terhirup oleh penghuni rumah.

Padahal, tetesan air kloset mengandung bakteri dan virus, seperti E. coli atau staphylococcus. Alhasil, penghuni rumah berisiko sakit.

2. Benda dan Permukaan Kamar Mandi Terkontaminasi

Menyiram kloset yang tidak tertutup membuat benda dan permukaan sekitar berisiko terkontaminasi kotoran. Apalagi penghuni rumah biasanya menyimpan sikat gigi dan skincare di kamar mandi. Yakin mau sikat gigi bekas cipratan air kloset?

3. Hewan Peliharaan dan Anak Kecil Bisa Celaka

Selain alasan kebersihan, kloset sebaiknya ditutup untuk mencegah kejadian tak terduga. Anak kecil dan hewan peliharaan yang aktif dan penasaran bisa terjatuh ke dalam kloset atau memasukkan tangan atau anggota tubuh lain.

4. Kamar Mandi Semakin Bau

Meski tidak rapat, kloset yang tertutup membantu cegah bau tak sedap menyebar di kamar mandi. Sebaiknya amankan bau itu biar tetap di sumbernya saja dengan cara menutup kloset.

Tetesan air yang keluar saat siram kloset ternyata ikut membentuk lapisan lengket di bagian luar kloset dan permukaan kamar mandi lainnya. Penghuni hanya menambah beban pekerjaan untuk bersih-bersih kalau tidak tutup kloset.

Itulah alasan pengguna kloset duduk harus menutup tutupnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

2. Air Pel Kotor

Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

3. Lantai Kurang Kering

Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

4. Sisa Tumpahan

Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

5. Kain Pel Kotor

Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Rumah Bau Kucing? Jangan Panik, Ini Biang Kerok & Cara Hilangkannya!


Jakarta

Memelihara hewan peliharaan seperti kucing tentu sangat menggemaskan. Namun, hewan berbulu ini terkadang mengeluarkan bau tak sedap ke seluruh rumah.

Bau kucing ini mungkin sudah dianggap hal bias bagi pemilik rumah, tapi bagaimana jika ada tamu yang datang? Belum tentu mereka terbiasa mencium aroma tidak sedap itu.

Ada sejumlah penyebab munculnya bau kucing hingga ke seluruh rumah. Jangan khawatir, aroma tersebut bisa diatasi dengan beberapa cara mudah.


Ketahui penyebab muncul bau kucing di rumah dan cara mengatasinya dengan mudah dalam artikel ini.

Penyebab Muncul Bau Kucing di Rumah

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya bau kucing di dalam rumah. Dilansir situs Furrbby, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa penyebabnya:

1. Kotoran Kucing

Faktor utama karena terdapat kotoran kucing di dalam rumah. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia. Campuran konsentrasi itu memicu bau yang kuat dan beraroma busuk.

2. Kotak Pasir Jarang Dibersihkan

Meski kucing sudah paham untuk buang air di kotak pasir (litter box), tetapi jika kotak pasirnya tidak dibersihkan maka bisa memicu bau tak sedap di dalam rumah. Apalagi jika kotoran sudah menumpuk dalam jumlah banyak, baunya terasa semakin menyengat.

3. Bulu Kucing

Kucing memiliki bulu yang mudah rontok. Jika bulu sudah rontok maka bisa cepat menyebar ke seluruh ruangan dan menempel di karpet, sofa, atau tempat tidur.

Pada bulu kucing terdapat partikel mikroskopis yang merupakan sumber bau. Ketika bulu sudah menyebar ke seluruh ruangan maka bisa menimbulkan aroma tidak sedap.

4. Tempat Tidur Kucing yang Sudah Kotor

Apabila kucing di rumah memiliki tempat tidur sendiri, maka kain untuk alas tidurnya perlu dicuci secara berkala. Sebab, bulu-bulu dan sisa kotoran yang menempel bisa memicu bau tak sedap ke seluruh ruangan.

Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah

Bau kucing yang menyebar ke seluruh ruangan tentu bikin tidak nyaman. Dikutip dari The Spruce, berikut cara mudah menghilangkannya:

1. Bersihkan Kotak Pasir

Membersihkan kotak pasir kucing wajib dilakukan secara berkala. Semakin banyak anabul di rumah, maka perlu dibersihkan minimal setiap 2-3 hari sekali atau sebelum kotoran kucing menumpuk.

2. Grooming Kucing

Penting juga untuk membersihkan kucing dengan cara di-grooming. Kamu bisa membawa anabul kesayangan ke pet shop agar bisa dilakukan perawatan tubuh, seperti dimandikan, mencukur bulu, dan menggunting kuku.

Pastikan juga makanan yang diberikan cocok dan aman sehingga tidak mengganggu pencernaan. Lalu, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, serta rutin membawanya ke dokter hewan untuk dicek kondisi kesehatan.

3. Rajin Bersihkan Rumah

Bulu-bulu kucing yang beterbangan di udara dapat menempel di karpet, sofa, hingga tempat tidur. Maka dari itu, pastikan rumah dibersihkan setiap hari, terutama pada area yang sering didatangi kucing karena kerap ditemukan banyak bulu.

Itulah penyebab dan cara mengatasi bau kucing yang tidak sedap di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com