Tag Archives: rumah

Kenapa Ada Walang Sangit di Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya



Jakarta

Walang sangit merupakan salah satu hewan yang bisa ditemukan di rumah. Keberadaannya bisa mengganggu penghuni rumah karena hewan itu mengeluarkan bau yang sangat mengganggu.

Walang sangit mengeluarkan bau menyengat bukan tanpa alasan. Itu adalah caranya untuk mempertahankan diri saat merasa terancam.

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, serangga dengan nama ilmiah Leptocorisa oratorius Syn.Leptocorisa acuta ini merupakan hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi. Wujudnya mudah dikenali dari bentuknya yang memanjang sekitar 2 cm, berwarna cokelat keabuan dan memiliki belalai (proboscic) yang digunakan untuk menghisap cairan tumbuhan.


Meski bisa ditemukan di rumah, walang sangit umumnya ditemukan di area persawahan, perkebunan, atau lereng hutan. Serangga ini tertarik pada bau busuk atau bau bangkai, seperti bangkai kepiting atau kotoran hewan, yang terkadang digunakan petani sebagai umpan dalam perangkap.

Tapi kenapa ya walang sangit bisa masuk rumah?

Menurut Boyke, walang sangit yang masuk ke rumah tidak berarti ada pertanda khusus, tapi lebih merupakan tanda adanya celah di rumah yang perlu diperbaiki. Serangga ini bisa masuk ke rumah melalui celah pintu, jendela, atau dinding yang tidak tertutup rapat.

“Mengatasinya adalah dengan menambal celah-celah itu,” katanya kepada detikcom, Selasa (18/11/2025).

Selain itu, cahaya lampu di luar rumah juga bisa menarik perhatian walang sangit, terutama di sore dan malam hari. Sampah daun kering di halaman rumah juga bisa menjadi tempat berkumpul walang sangit.

Untuk mengendalikan dan mengatasi walang sangit bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah menutup akses masuknya ke dalam rumah.

“Pengendalian walang sangit meliputi berbagai metode, antara lain perbaikan sanitasi, penutupan celah, lubang atau akses masuk hama pada bangunan, dan menggunakan insektisida,” paparnya.

Itulah penyebab dan cara mengatasi walang sangit di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Mau Pindah ke Rumah Baru? Begini Tips Kemas Barang Tanpa Ribet


Jakarta

Pindah ke rumah baru bisa jadi momen yang seru dan dinanti-nantikan. Namun kenyataannya persiapan dan proses pindahan terkadang bikin pusing.

Banyak hal yang harus dipersiapkan agar barang yang dipindahkan tidak rusak dan hilang. Barang yang tidak dibawa juga pasti akan disortir dan dibuang di tempat yang tepat. Sebagian orang mungkin kewalahan dengan banyaknya barang yang akan dipindahkan ke rumah baru.

Namun tenang saja, penghuni tidak perlu ambil ribet. Berikut ini ada tips praktis mengemas barang.


Cara Praktis Pindahan Rumah

Inilah langkah-langkah yang bisa dilakukan mengemas barang buat pindahan, dikutip dari My Home Move Conveyancing.

1. Buat List Barang

Pertama, buatlah daftar barang yang akan dibawa ke rumah baru. Daftar ini membantu penghuni rumah mengetahui jenis dan jumlah barang. Penghuni juga terbantu untuk mengecek kembali barang yang sudah dipindahkan. Supaya praktis, buat daftar barang sesuai segmen atau ruangan.

2. Urutkan Daftar Barang Sesuai Prioritas

Tulis daftar barang dengan mengurutkan sesuai prioritas atau paling dibutuhkan. Utamakan barang berharga seperti pakaian, alat elektronik, perabotan, dan perlengkapan kerja.

3. Sortir Barang

Penghuni dapat menyortir barang-barang yang ingin dibawa. Pilih barang yang penting dan sisihkan yang tidak diperlukan. Cara ini memungkinkan rumah baru punya ruang yang buat menampung barang yang benar-benar penghuni ingin pakai.

4. Siapkan Kemasan Barang

Siapkan kemasan untuk menyimpan dan mengangkut barang ke rumah baru. Biasanya penghuni membutuhkan kotak kardus, selotip, bubble wrap, koran bekas, dan spidol.

Pastikan untuk menyimpan benda penting di tempat yang mudah dilihat dan digapai. Benda tersebut antara lain sikat gigi, charger ponsel, dan laptop.

5. Mulai dari Atas ke Bawah

Jika rumah lama ataupun baru bertingkat, sebaiknya mulai mengemas ataupun membongkar barang dari lantai paling atas ke bawah. Cara ini menghindari rumah menjadi terlalu kotor atau berantakan. Kalau menata lantai paling bawah lebih dahulu, ini dapat menyulitkan dan mengotori ruangan yang sudah rapi saat membawa barang baru ke atas.

6. Beri Label

Pindahan rumah tentunya bakal ada banyak barang yang dikemas. Supaya nggak bingung, beri label pada kemasan barang. Penghuni akan mudah menemukan barang saat sampai di rumah baru.

7. Perhatikan Kemasan Barang

Sebagian barang yang dipindahkan kemungkinan berupa pecah belah atau rentan rusak kalau terkena benturan. Barang ringkih seperti piring, cangkir, lampu, dan cermin perlu diperhatikan keamanan kemasannya.

Jangan menumpuk barang berat di atas barang yang ringkih. Lapisi benda tersebut dengan sesuatu yang dapat menahan benturan keras apabila barang jatuh.

Selain itu, hindari barang berat dari barang yang memiliki komponen air di dalamnya, misalnya seperti perlengkapan mandi. Ini akan membantu barang kamu terlindungi dari tumpahan selama perjalanan ke hunian baru.

8. Kemas Pakaian

Selain itu, pakaian juga perlu dikemas dengan baik. Susun pakaian dengan rapi sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap. Terkadang pakaian dicampur dengan bahan lain dan tidak ditutup dengan rapat memungkinkan banyak debu yang menempel.

Gunakan trash bag untuk menyelimuti pakaian-pakaian yang sudah dilipat sebelum dimasukkan ke dalam kotak kardus. Ikat kantong dengan tali atau karet, kemudian buatlah lubang di bagian bawah agar ada sirkulasi udara.

Itulah tips praktis mengemas barang buat pindahan rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati Tanaman Bisa Mati Gegara Kutu Putih! Begini Cara Basminya


Jakarta

Pernahkah melihat noda atau serangga putih di tanaman? Kemungkinan besar itu adalah kutu putih, serangga perusak tanaman.

Kutu putih suka meninggalkan residu putih pada tanaman. Hama ini biasanya muncul karena ada kadar nitrogen dan pertumbuhan lunak pada tanaman. Nah, kondisi itu bisa diakibatkan oleh pemberian pupuk yang terlalu banyak pada tanaman.

Serangga putih tersebut juga tertarik dengan tanaman yang memiliki banyak sari buah karena itulah sumber makanan mereka. Contoh tanaman yang banyak sarinya seperti tanaman mangga dan jeruk.


Penghuni rumah harus waspada kalau tanaman diserang kutu putih. Hama ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Lebih parahnya lagi, mereka bisa mematikan tanaman dengan cara mengisap sarinya.

Sayang banget kalau tanaman kesayangan rusak karena kutu putih kan. Oleh karena itu, pemiliknya harus tahu cara membasminya.

Jika tanaman sudah terlanjur diserang kutu putih, sebaiknya segera diatasi. Temukan cara membasmi kutu putih berikut ini.

Cara Basmi Kutu Putih

Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan kutu putih pada tanaman, dilansir dari Martha Stewart dan The Spruce.

1. Pangkas Sebagian Tanaman

Cara mudah untuk membasmi kutu putih adalah memotong bagian tanaman yang terserang. Langkah tersebut cocok buat serangan kutu putih yang tergolong berat. Dengan begitu, pemilik juga mencegah kutu putih menyebar ke bagian lain.

2. Siram Air

Jika serangan kutu putih masih terbilang ringan, siram saja tanaman dengan air. Pegang tanaman di bawah keran, dan alirkan air pada bagian yang terserang kutu.

3. Semprot Larutan Minyak Nimba

Selain itu, pemilik bisa pakai larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 teh sabun cuci piring dan larutkan ke dalam air 3,7 liter. Tempatkan cairan tersebut di dalam botol semprot.

Selanjutnya, semprotkan cairan insektisida itu ke tanaman yang terinfeksi kutu putih. Lakukan langkah ini di pagi dan sore hari. Jika belum teratasi, coba ulangi penyemprotan selama 1-2 minggu.

4. Sebarkan Serangga Predator

Cara lain bisa dengan menyebarkan serangga predator, seperti Tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Mereka dapat membasmi kutu putih, tetapi prosesnya memakan waktu cukup lama.

5. Semprot Cairan Anti Kutu Putih

Pemilik juga bisa menyemprotkan cairan anti kutu putih selama beberapa hari. Cairan ini bisa dibuat dari bawang putih, bawang bombai, dan bubuk cabai.

Blender bahan-bahan tersebut menjadi pasta lalu campurkan 1 liter air. Diamkan campuran tersebut selama satu jam, lalu saring dengan kain tipis. Tambahkan sabun cuci piring dan aduk hingga rata.

Masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprot. Setelah menyemprot, cairan ini bisa disimpan selama seminggu di kulkas.

Itulah cara membasmi kutu putih di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Sibuk Sampai Tak Sempat Bersihkan Rumah? Coba Lakuin 6 Hal Ini


Jakarta

Tidak semua orang memiliki waktu untuk membersihkan rumah. Ada beberapa penghuni yang mungkin hanya beberapa jam ada di rumah, selebihnya berada di luar.

Meskipun jarang di rumah, bukan berarti tempat tinggal bebas dari kotoran dan debu. Jangan sampai meremehkan kebersihan rumah sampai muncul bau apek atau busuk.

Bau apek biasanya muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh karena debu menumpuk di perabotan. Sementara itu, bau busuk bisa berasal dari tempat sampah atau kulkas yang bahan makanannya jarang disortir.


Disarankan tetap luangkan waktu untuk membersihkan rumah beberapa jam. Untuk mempermudah membersihkan rumah, dilansir dari The Savvy Sparrow, berikut tipsnya.

Ketika membersihkan rumah hal terpenting adalah niat dan moodnya dahulu. Untuk memotivasi diri agar mau membersihkan rumah, lakukan hal-hal yang mudah dan tidak menguras energi dahulu, seperti merapikan tempat tidur dan membuka jendela. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

2. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

Jika ingin memulai bersih-bersih yang tidak membebani coba targetkan membersihkan atau merapikan rumah hanya 10 menit di sela-sela kesibukan. Kegiatannya tentu tidak akan banyak, misalnya melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

3. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

Jika tinggal bersama orang lain, buat kesepakatan dan komitmen untuk saling menjaga rumah tetap bersih dan membersihkannya secara berkala. Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jangan sungkan untuk mengajak penghuni lain mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

Bisa juga dengan membuat jadwal bersih-bersih. Penghuni rumah menentukan hari dan waktu yang tepat untuk bersih-bersih.

4. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

Lalu, kekacauan yang paling terlihat adalah barang-barang yang berserakan, misalnya tas, baju kotor, cangkir, sampah, hingga kabel. Angkat barang-barang tersebut berdasarkan jenisnya agar tidak memenuhi area lantai dan perabotan yang akan dibersihkan.

Barang yang kotor dan harus dicuci sebaiknya langsung dibersihkan. Tas yang sudah tidak dipakai bisa dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan agar tidak terinjak. Begitu juga dengan aksesoris seperti kacamata dan perhiasan agar diletakkan kembali ke tempat penyimpanan.

5. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

Setelah itu, cek area dapur apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Lalu kembali ke kamar apakah ada make up atau skin care yang sudah habis dan kedaluwarsa. Cek juga di kamar mandi apakah ada barang yang harus dibuang dan diganti. Jangan simpan barang yang tidak bernilai dan tidak dipakai karena hanya akan memenuhi ruang dan membuat rumah berantakan.

6. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

Cara menyembunyikan bagian rumah yang berantakan sebenarnya bisa dengan memasukkan barang yang belum sempat disusun ke dalam penyimpanan kosong yang khusus. Dengan begitu, ketika membutuhkan barang tersebut bisa mencarinya di satu tempat. Oleh karena itu, di rumah perlu banyak tempat penyimpanan, terutama yang menempel dengan perabotan lain, seperti di bawah kasur terdapat rak penyimpanan atau di dekat ruang TV terdapat area untuk menyimpan barang-barang berukuran kecil yang bisa ditutup dan dibuka.

Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Wajib Tahu, Ini 4 Alasan Penting Punya Plafon Tinggi di Rumah


Jakarta

Plafon merupakan sebutan untuk langit-langit ruangan di rumah. Umumnya bagian plafon ini ditutupi material gypsum.

Sering kali bagian ini lepas dari sorotan penghuni rumah karena dianggap hanya sebagai penutup atap, padahal plafon memiliki peran penting terhadap kenyamanan di rumah lho.

Arsitek Denny Setiawan mengatakan plafon memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bisa mempengaruhi suhu di rumah. Syaratnya adalah plafon tersebut harus dibuat tinggi. Sebab, semakin tinggi plafon rumah dapat membuat ruangan jauh lebih adem karena udara panas di dalam rumah yang biasa terperangkap di bagian atas, bisa jauh dari area tempat beraktivitas.


Selain membuat rumah adem, ada banyak manfaat lain dari punya plafon yang tinggi, berikut di antaranya.

1. Sirkulasi Udara Lancar

Rumah yang adem salah satu faktornya adalah sirkulasi di rumah tersebut pasti lancar. Maksudnya, ada udara segar yang masuk ke dalam dan udara panas terdorong ke luar. Sebenarnya salah satu cara untuk membuat sirkulasi lancar adalah membuat ventilasi silang, tetapi untuk rumah yang kecil dan banyak sekat, plafon tinggi adalah salah satu cara yang bisa menjadi solusi. Dengan mengusung konsep high ceiling, ruangan tanpa AC pun akan tetap terasa adem.

2. Pencahayaan Alami Ruangan Lebih Maksimal

Memiliki plafon yang tinggi atau high ceiling memiliki keuntungan, yakni bisa membuat jendela di atas pintu. Jendela tersebut umumnya tidak bisa dibuka tutup, tetapi bisa menjadi akses cahaya masuk. Hal ini membantu ruangan terasa lebih terang, terutama saat siang hari tanpa lampu. Selain itu, cahaya alami yang masuk ke dalam rumah juga bisa membantu meningkatkan mood dan produktivitas.

3. Terlihat Lebih Mewah dan Lapang

Keuntungan lainnya punya plafon tinggi adalah rumah terlihat lebih lapang dan luas. Lalu, penghuni rumah bisa berkreasi dengan dekorasi lampu atau kipas angin atap untuk menambah kesan klasik pada interior rumah. Manfaat ini akan sangat menguntungkan untuk rumah yang kecil.

4. Rumah Memiliki Nilai Investasi Tinggi

Konon, plafon tinggi bisa meningkatkan nilai investasi pada rumah. Menurut beberapa studi, rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi cenderung lebih cepat laku di pasaran dan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

“Langit-langit yang lebih tinggi merupakan fitur yang lebih khusus sehingga pembeli cenderung membayar lebih mahal. Hal ini terutama berlaku untuk rumah satu lantai,” kata David G. Mitchell, seorang Agen Real Estat terkemuka di Maryland dan Delaware serta pendiri BeachLifeOceanCity.com, dilansir dari Homes & Gardens, Selasa (25/11/2025).

High ceiling pada rumah memberikan kesan yang lebih luas sehingga bisa menambah nilai investasinya. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kamu berencana untuk menjual rumah tersebut di masa mendatang.

Berapa Tinggi Ideal Plafon Rumah?

Menurut Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa Harismawan Akbar Dwiatmojo tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter dari lantai. Ditanya terpisah, Denny juga menyampaikan ideal plafon rumah setinggi 2,4 meter. Bisa juga dibuat jenis rumah mezzanine, yakni rumah dibuat 2 lantai tetapi tidak seluruh lantai menutupi sehingga ada ruang terbuka hingga ke plafon paling atas. Nah tinggi plafon ini sekitar 4,8 meter.

Itulah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada rumah dengan plafon tinggi. Semoga informasinya bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Dulu Rumah Pejabat Zaman Belanda, Kini Jadi Tempat Penampungan Gelandangan



Demak

Dulu, bangunan ini adalah rumah pejabat Demak di zaman kolonial Belanda. Namun kini, bangunan ini berubah fungsi menjadi tempat penampungan gelandangan.

Inilah Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) Dinas Sosial di Demak, Jawa Tengah. Bangunan ini ternyata merupakan sebuah cagar budaya.

Di zaman kolonial Belanda, bangunan Rumpelsos Demak merupakan eks kantor Kawedanan Demak. Kawedanan ini merupakan tempat tinggal wedana atau wedono yang merupakan pejabat setingkat kepala wilayah yang diangkat oleh Kolonial Belanda.


“Rumpelsos itu dulunya bangunan eks Kantor Kawedanan Demak. Bangunan eks Kawedanan Demak itu ditinggali oleh Wedana Demak,” kata Staf Pelaksana Subkoor Analis Sejarah dan Cagar Budaya Dindikbud Demak, Roni Sulfa Ali saat ditemui di kantornya, pekan lalu.

Roni menjelaskan, wedana merupakan sistem administrasi yang dibentuk pemerintah Kolonial Belanda. Pejabat wedana ini pun difasilitasi dengan sebuah rumah dinas.

“Wedana atau kawedanan itu adalah sistem administrasi pada saat Pemerintah Kolonial Belanda, posisinya di bawah bupati atau kabupaten. Jadi kabupaten, wedana, kemudian desa-desa. Dulu belum ada kecamatan, tapi kalau wedana itu kalau sekarang di atas kecamatan, lebih luas dari kecamatan,” terang Roni.

Dibangun Pada Tahun 1909

Bangunan gedung Rumpelsos Demak ini dibangun pada tahun 1909. Proses pembangunan rumah dinas wedana ini konon membutuhkan waktu tiga tahun.

“Dibangun sekitar 1909. Itu berdasarkan catatan Pemerintah Kolonial Belanda. Waktu itu ada. Kalau ibarat sekarang Dinas Pekerjaan Umum, dan itu selesai sekitar 1912,” terangnya.

Dari catatan sejarah, ada beberapa versi tentang Wedana Demak. Salah satunya menyebutkan ada tiga kawedanan.

“Wedana sendiri berdasarkan catatan kami tapi ini ada banyak versi dan kita masih kroscek keabsahannya. Jadi, Demak dulu ada beberapa wedana atau beberapa kawedanan. Salah satunya itu adalah Kawedanan Demak Kota, Grogol, Dempet. Kalau nggak salah lebih dari tiga kawedanan,” jelasnya.

Dibangun Dengan Biaya 12 Ribu Gulden

Roni menuturkan, biaya pembanungunan kantor kawedanan konon menghabiskan uang 12 ribu gulden. Rumah tersebut juga sempat menjadi Panti Wreda sebelum menjadi Rumpelsos.

“Bangunan eks kawedanan Demak itu dibangun dengan biaya sekitar 12 ribuan gulden, kalau sekarang sudah berapa ratus juta,” seloroh Roni.

Roni menambahkan, seiring berjalannya waktu, fungsi wedana mengalami perubahan-perubahan. Pada akhirnya, penghapusan sistem administrasi wedana di Demak dilakukan pada tahun 1960.

“Wedana dihapus itu sekitar 1967 tapi secara totalnya itu 1990-an. Di Demak sendiri tahun 1960-an masih ada wedana, tapi tidak seefektif zaman kolonial Belanda,” terangnya.

Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Kini, bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya lewat Keputusan Bupati Demak Nomor 438/123 Tahun 2023 pada 17 Mei 2023.

Bangunan itu kini difungsikan sebagai rumah sementara bagi gelandangan, lansia, orang gila yang berkeliaran di wilayah Demak.

Lorong pendek yang menghubungkan bangunan cagar budaya dengan bangunan baru di Rumpelsos Demak. Foto diambil Selasa (16/1/2024).Rumpelsos Demak Foto: Mochamad Saifudin/detikJateng

Ada dua kamar yang difungsikan untuk menampung lansia perempuan. Sedangkan di bangunan baru, ada empat kamar berjeruji yang difungsikan untuk menampung orang gila.

Bangunan Rumpelsos yang ditetapkan sebagai cagar budaya berbentuk joglo. Bangunan itu dominan dengan cat warna hijau, putih, dan merah muda atau pink.

Bagian lantai di area aula dipasangi keramik berwarna putih. Namun berbeda dengan area aula, bagian dalam bangunan itu masih asli dengan tegel warna gelap.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Percaya Tidak, Ada Rumah 159 Tahun Warisan Tionghoa di Kupang



Kupang

Di Kupang, ada satu rumah yang sangat bersejarah. Usianya sudah 159 Tahun. Pemiliknya adalah warga keturunan Tionghoa. Seperti apa wujudnya?

Rumah Abu keluarga Siang Lay, adalah salah satu bangunan bersejarah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah ini didirikan oleh leluhur keluarga Tionghoa tersebut pada masa Perang Dunia Kedua.

Bangunan tersebut terletak di Kelurahan Lahi Lai Bissi Kopan (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. Ornamen penghias bangunan itu masih sangat indah dan terawat.


Pada bagian temboknya, terpampang nama-nama leluhur marga Lay yang dituliskan dalam bahasa Mandarin. Rumah itu sendiri usianya kini sudah 159 tahun.

Salah satu menantu keluarga Lay, Fery Ngahu (53), menuturkan, Rumah Abu Siang Lay didirikan pada tahun 1865. Menurutnya, Rumah Abu ini merupakan penanda etnis Tionghoa berada di Kota Kupang jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Jadi, pada 1865, keturunan orang Tionghoa sudah memiliki tempat persembahyangan seperti Siang Cung dan Siang Lay. Tapi kalau keberadaan yang masih utuh dan terawat dengan baik hanya Rumah Abu Siang Lay,” tutur Fery, akhir pekan lalu.

Menurut Fery, leluhurnya mendirikan bangunan yang kokoh itu tanpa menggunakan beton. Mereka mengetahui hal itu ketika merenovasi plesteran pada bagian tembok Rumah Abu Siang Lay.

Rumah Abu Siang Lay dibangun hanya menggunakan batu yang diambil dari laut lalu dipotong menyerupai bata.

“Itu yang kami temukan di bagian temboknya. Jadi ada dua lapisan batu potong di bagian sudutnya yang dipasang silang, sehingga itu sangat kokoh,” kata Fery.

Sementara pada bagian atap, Rumah Abu Siang Lay awalnya menggunakan sirap, kemudian diganti asbes, dan terakhir memakai seng.

Pernah Direnovasi Beberapa Kali

Keturunan marga Lay pun berupaya mempertahankan bentuk asli bangunan bersejarah tersebut. Meski begitu, beberapa bagian bangunan sempat direnovasi, sehingga masih terawat sampai sekarang.

“Sudah beberapa kali direnovasi, tapi tidak mengubah bentuk asli sejak awal didirikan,” jelasnya.

Menurut cerita dari tetua marga Lay, bangunan ini sempat mengalami kerusakan di bagian atap dan tembok akibat bom Perang Dunia II di Kota Kupang. Rumah Abu Siang Lay kemudian direnovasi.

“Orang tua kami saat itu langsung memperbaikinya,” terangnya.

Bangunan bersejarah itu sudah melahirkan 20 keturunan dari marga Lay yang tersebar hampir di semua kabupaten NTT. Sebagai bagian dari keluarga Lay, Fery pun mengaku bangga.

“Sehingga itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi rumpun keluarga Lay. Kami bangga karena keberadaan rumah doa ini merupakan peninggalan bersejarah yang ada di sini dan masih terawat,” bebernya.

Kini, Rumah Abu Siang Lay dijadikan sebagai tempat persembahyangan khusus keluarga Lay. Saat Hari Raya Imlek, anak keturunan mereka pun berdatangan. Bangunan itu juga menjadi tempat silaturahmi dan reunian setiap 10 tahun.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



Jakarta

Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


“Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

“Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

“Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

“BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com