Tag Archives: rumah

Konon, Ini Tanda-tanda Rumah Jadi Sarang Jin Lengkap Cara Mengusirnya



Jakarta

Dalam ajaran Islam, jin merupakan makhluk gaib atau tak kasat mata yang senang mengusik manusia. Tanpa kamu sadari juga ternyata rumah dapat menjadi sarang jin berkumpul. Kehadiran jin di rumah biasanya menyebabkan berbagai gangguan seperti menakut-nakuti, menciptakan permusuhan, serangan sihir dan lain-lain.

Pastinya, kamu ingin rumah kamu terbebas dari gangguan jin jahat, bukan? Kamu tak perlu khawatir. Berikut ada tanda-tanda rumah jadi sarang jin yang bisa kamu kenali serta juga cara mengusirnya.

Tanda-tanda Rumah Jadi Sarang Jin

Melansir dari Wajib Baca, Kamis (14/12/2023), berikut beberapa tanda-tanda rumah kamu jadi sarang jin.


1. Penghuni rumah sering mimpi buruk

2. Adanya perasaan tidak nyaman dan panas di dalam rumah

3. Sering terjadi pertengkaran antara anggota keluarga, yang kadang hanya karena hal sepele

4. Adanya anggota keluarga yang melihat penampakan makhluk halus di rumah atau sekitar rumah

5. Sering tercium bau harum atau bau busuk di rumah

6. Terdengar suara – suara yang aneh atau suara orang mengetuk pintu

7. Anak atau anggota keluarga kita yang lain sering mengalami sakit yang tidak jelas penyebabnya

8. Jika kamu punya toko atau usaha lain di rumah, maka biasanya tidak akan sukses

9. Muncul belatung di rumah

10. Penghuni rumah biasanya akan terpengaruh untuk malas beribadah dan membaca Al Quran

Cara Mengusir dan Mencegah Gangguan Jin dari Rumah

Merangkum dari beberapa situs dan hadist-hadist, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengusir dan mencegah gangguan jin dari rumah.

1. Rajin Membaca Al Qur`an di Rumah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

2. Seringlah Mengerjakan shalat Sunnah di Rumah

Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).

3. Bacalah Bismillah Ketika Masuk Rumah dan Makan

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ

“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)

4. Bacalah Bismillah Ketika Menutup Pintu

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:

وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)

5. Berdoalah Ketika Keluar Rumah

Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

(Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.)

Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:

كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)

6. Jauhkan Rumah dari Gambar – Gambar Bernyawa, seperti Memajang Foto dan Lukisan Makhluk Bernyawa

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

Gambar – gambar makhluk bernyawa menjadi magnet yang sangat kuat bagi jin untuk masuk ke dalam rumah seseorang. Oleh sebab itu, ketika dilakukan prosesi ruqyah, maka sebaiknya copotlah semua lukisan dan foto makhluk bernyawa yang dipajang.

8. Menyemprotkan Air Ruqyah di Sudut – sudut Rumah

Jika memang telah terasa ada gangguan, maka hal ini bisa menjadi solusinya. Ambillah air secukupnya lalu masukkan dalam botol parfum, kemudian bacakan padanya ayat kursi, al-fatihah,al-ikhlas, al-falaq, an-nas, masing – masing 3x. Setelah itu semprotkanlah di sekitar rumah kamu, mulai dari pintu jendela, ventilasi, dinding, lantai, dan sudut – sudut rumah.

Demikian tanda-tanda rumah jadi sarang jin dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Begini Bahaya Air yang Tercemar Tinja Imbas Septic Tank Dekat dengan Sumur



Jakarta

Ketersediaan air bersih tentu dibutuhkan di setiap rumah. Jika air bersih tercemar, misalnya tercemar tinja, tentunya bisa menyebabkan berbagai penyakit bagi penghuni rumah.

Air tercemar tinja ini bisa saja terjadi apabila jarak septic tank dengan sumur air bersih sangat dekat. Idealnya, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter.

Akan tetapi, masih ada saja rumah yang memiliki septic tank dengan jarak yang dekat dengan sumber air. Bahkan, dari studi yang dilakukan UNICEF, pada 2022 disebutkan hampir 70% dari 20 ribu sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar limbah tinja.


Dikutip dari detikHealth, beberapa waktu lalu, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya dipicu dari lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga. Pada permukiman padat, septic tank memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga.

Dekatnya septic tank dengan sumber air bisa membuat air tercemar dengan bakteri Escherichia coli atau E. Coli yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, misalnya infeksi saluran pencernaan. Tak hanya itu, dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan Gastroenterologi-hepatologi dr Kaka Renaldi, SpPD mengungkap bakteri ini bisa menyebabkan beberapa kasus yang berujung fatal terlebih kepada kelompok rentan seperti ibu hamil.

“Infeksi ini kemudian bisa berkembang dan menyebabkan infeksi selaput otak pada bayi dalam kandungannya, hingga keguguran. Sehingga, pemilihan air dengan seksama disarankan kepada seluruh masyarakat untuk mengadopsi hidup bersih dengan mengonsumsi air minum yang berasal dari sumber yang terlindungi,” ungkapnya beberapa waktu lalu, dikutip dari detikHealth.

Cara Menghilangkan Bakteri E. Coli pada Air

Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengatakan, untuk menghilangkan bakteri E. Coli pada air bisa dilakukan dengan merebus air atau melakukan penyaringan. Cara ini disebut-sebut bisa menghilangkan risiko cemaran.

“Air yang direbus mendidih itu aman dan bisa dikonsumsi, air PDAM atau air sumur itu nggak apa-apa kalau direbus,” beber Iqbal.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati Air Sumur Tercemar Tinja, Ini Ciri-ciri yang Aman Dikonsumsi



Jakarta

Air bersih tentunya dibutuhkan di rumah. Air bersih bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya masak, cuci pakaian, atau dimasak untuk diminum.

Salah satu hal yang bisa membuat air tercemar adalah jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air. Hal ini memungkinkan air bersih tercemar dengan tinja.

Nah, untuk memastikan air tidak tercemar, ada ciri-ciri yang bisa diamati. Misalnya, untuk air minum itu tidak berasa, tidak berwarna, hingga tidak berbau.


Sebagai informasi, apabila air sudah memenuhi syarat air minum, tentunya sudah dipastikan aman untuk digunakan, baik langsung diminum atau digunakan untuk kegiatan lain, misalnya memasak, mencuci, mandi, atau lainnya.

Untuk air minum, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Rabu (20/12/2023), berikut ini adalah syarat-syarat air minum.

– Tidak berasa

– Tidak berbau

– Tidak berwarna

– Tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya

– Tidak mengandung logam berat

Tips Jaga Kualitas Air Bersih

Untuk menjaga kualitas air bersih, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan, berikut ini caranya.

– Jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter

– Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar

– Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak

– Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup

– Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya

– Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut, pada lantai/dinding sumur.

Sementara itu, untuk menjaga agar air tidak tercemar tinja, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter. Hal ini sesuai dengan SNI 2398:2017.

Itulah beberapa syarat air minum dan cara menjaga kualitas air di lingkungan. Semoga bermanfaat!

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Dia Tips Hilangkan Bau Habis Cat Rumah



Jakarta

Cat rumah digunakan untuk memperindah rumah dan memberikan suasana baru pada dinding kamu. Namun terkadang, setelah rumah selesai di-cat, ruangan akan menimbulkan bau yang cukup menyengat dan mengandung zat berbahaya jika terhirup cukup lama. Bagi sebagian orang, terkadang baunya dapat membuat orang pusing.

Dikutip dari Rumah Artistik, Selasa (26/12/2023), ada beberapa cara untuk menghilangkan bau cat yang menyengat pada rumah kamu. Berikut ini detikProperti telah merangkum beberapa cara untuk meredam bau menyengat pada cat.

Pertimbangkan Komposisi Cat

Pertimbangkan untuk memilih komposisi cat yang memiliki kadar volatile organic compounds yang rendah. Meskipun memilih cat bukanlah hal yang sulit, tetapi dengan memilih komposisi yang tepat ini bisa mencegah kamu dari kandungan berbahaya yang dapat membuat kamu pusing hingga mual karena baunya yang menyengat.


Alirkan Sirkulasi Udara

Penyebab utama mengapa bau cat di rumah kamu tidak kunjung hilang, terjadi karena kurangnya sirkulasi udara. Oleh karena itu, bukalah jendela dan pintu kamu agar aliran angin masuk dan terkena sinar matahari. Jika kamu mengecat ruangan yang tidak memiliki jendela, kamu bisa menyalakan kipas angin atau AC.

Buat Bahan Alami Peredam Bau

Kamu bisa menggunakan bahan alami untuk menghilangkan bau menyengat cat, seperti kopi bubuk, cuka, garam, arang, apel, lemon, dan bawang merah. Kamu bisa menaruh pada wadah mangkok dan letakkan di dekat dinding.

Untuk bahan alami seperti garam, lemon, dan bawang merah, kamu perlu menambahkan air secukupnya ke dalam wadah. Dengan cara tersebut, bau tajam pada cat sedikit demi sedikit berkurang dan menghilang.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah dan Cara Mengatasinya


Jakarta

Apakah dinding rumah detikers mengalami keretakan tipis yang hampir tak terlihat? Kalau iya, tembok rumahmu itu mengalami retak rambut.

Sesuai sebutannya, retak rambut merupakan kondisi retak berukuran kecil di tembok dan bahkan kadang tidak terlihat dengan jelas. Kondisi retak seperti ini kerap terjadi pada dinding bangunan, salah satunya rumah.

Namun, apa ya yang menyebabkan tembok mengalami keretakan rambut? Dan adakah cara untuk mengatasinya?


Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah

Ada sejumlah hal yang menyebabkan tembok rumah mengalami retak rambut. Mengutip unggahan dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut penyebab retak rambut di dinding:

1. Plester

Setelah pemasangan batu bata atau batako dalam tahap pembuatan dinding, selanjutnya masuk ke proses plester untuk melapisi tembok batu. Apabila lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sampai tidak ada kelembapan meski sedikit, maka nantinya acian tidak bisa menempel dengan sempurna. Inilah yang akan membuat retak rambut pada dinding,

2. Acian

Sebelum mengaplikasikan cat dan setelah plester, tembok biasanya dioleskan acian. Nah, kalau kualitas dan komposisi bahan acian yang digunakan tidak tepat maka bisa meningkatkan potensi retak rambut pada tembok.

Tak hanya itu, mengoleskan acian ketika plester belum kering juga dapat berpengaruh terhadap munculnya retak rambut.

3. Cat

Pemilihan cat rumah yang bagus tidak hanya mempengaruhi tampilan hunian, tapi juga kondisi tembok nantinya. Cat rumah yang berkualitas baik umumnya memiliki kekuatan lekat tinggi yang bisa mempengaruhi lapisan acian.

Jika memilih kualitas cat yang buruk maka tingkat kelekatan terhadap aciannya rendah. Dengan begitu, potensi timbulnya keretakan rambut akan meningkat.

Di sisi lain, penggunaan cat dinding yang berbeda pada setiap lapisannya juga dapat mengakibatkan retak rambut.

4. Perubahan Cuaca

Cuaca yang berubah bisa menyebabkan pemuaian dan penyusutan pada tembok. Dan inilah yang bisa menimbulkan retak rambut pada dinding.

5. Permukaan Tanah

Tinggi permukaan tanah dapat berubah seiring berjalannya waktu. Ini membuat tembok bergerak mengikuti ketinggian tanah dan keretakan rambut pun bisa muncul.

Cara Mengatasi Retak Rambut pada Dinding Rumah

Jika tembok rumah detikers mengalami retak rambut, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yakni sebagai berikut:

1. Kerik Lapisan Cat

Jika retak rambut yang ada di tembok dalam kondisi ringan maka bisa mulai dengan mengerok lapisan cat yang menempel. Cat dapat dikerok menggunakan sekrap sampai terkelupas.

2. Amplas Permukaan Dinding

Selanjutnya, permukaan dinding dikerok catnya bisa dihaluskan sehingga menjadi rata menggunakan amplas. Amplas tembok sampai material pelapis dindingnya hilang.

3. Isi Celah yang Retak

Setelahnya, dinding dapat dibersihkan dari sisa pengerokan yang menempel. Kemudian, permukaan tembok yang terdapat celah retak atau terbentuk lubang bisa dilapisi dengan wall sealer. Tunggu wall sealer hingga kering untuk lanjut ke tahap berikutnya.

4. Aplikasikan Cat Tembok

Jika wall sealer telah kering, tembok bisa dicat kembali sesuai warna yang diinginkan. Aplikasikan cat dengan rapi dan pastikan wall sealer maupun noda bekas retakan lainnya tertutupi.

Selain itu, retak rambut juga dapat diatasi dengan tindakan lain seperti perbaikan struktur bangunan jika penyebabnya adalah kegagalan struktur bangunan.

Itu tadi deretan penyebab dan cara mengatasi retak rambut pada dinding. Jadi, detikers tidak perlu bingung lagi ya untuk menghilangkan keretakan rambut di dinding.

(fds/fds)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Bilang ‘Pahit Pahit’ Bisa Usir Lebah dari Rumah? Ini Faktanya


Jakarta

Lebah adalah binatang yang menjengkelkan. Nah, ada banyak cara yang dilakukan untuk mengusir lebah, salah satu yang populer adalah dengan bilang ‘pahit! pahit! pahit!’.

Konon, saat kita bilang ‘pahit-pahit’, atau pahit-pahit lebah akan menjauh dan pergi. Ternyata, hal itu adalah mitos belaka.

Sebab, konon katanya lebah tidak memiliki indera pendengaran. Dilansir dari World Birds, Jumat (29/12/2023), lebah tidak memiliki telinga. Alih-alih mendengar suara, lebah merasakan getaran di udara melalui organ spesial pada antena dan kakinya untuk berkomunikasi antar-lebah.


Sementara itu, dilansir dari detikEdu, lebah memiliki indera penciuman yang tajam sebab setiap lebah memiliki 170 reseptor bau. Hal ini berguna untuk berkomunikasi di dalam sarang dan mengenali berbagai jenis bunga saat mencari makanan.

Lantas, bagaimana cara mengusir lebah jika ada di rumah? Dilansir dari House Digest, berikut ini caranya.

1. Serai

Serai selain bisa untuk mengusir nyamuk ternyata juga bisa digunakan untuk mengusir lebah. Wangi serai dinilai menjijikkan dan mengganggu lebah.

Kamu bisa menggunakan lilin beraroma serai atau meneteskan minyak esensial ke dalam air dan menyemprotkan ke area yang terdapat lebah. Kamu juga bisa menggunakan tanaman dengan beraroma kuat lainnya, misalnya mint, kayu manis, almond pahit, atau timun.

2. Semprotan Cuka

Cuka juga bisa digunakan untuk mengusir lebah, namun jangan gunakan dalam dosis besar karena bisa membahayakan lebah. Untuk mengusirnya, kamu bisa campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu letakkan wadah berisi campuran tersebut di area yang terdapat lebah.

Selain itu, kamu bisa menuangkan campuran tersebut ke dalam botol semprot dan menyemprotnya ke sarang atau area yang sering mereka kunjungi.

3. Bawang Putih

Bawang putih juga bisa digunakan untuk mengusir lebah. Baunya yang menyengat mengganggu lebah dan membuatnya pindah ke tempat lain.

Untuk membasmi lebah dengan bawang putih, siapkan 2 siung bawang putih dan sebuah mangkok berisi 1/2 cangkir air mendidih. Kupas bawang putih dan potong halus lalu masukkan ke dalam air panas dan rendam semalaman.

Keesokan harinya, saring bawang putih dan isi botol semprot dengan cairan tersebut. Semprotkan cairan tersebut ke tanaman yang menjadi sumber makanan lebah atau ke sarang lebah jika benar-benar diperlukan. Sebab, menurut Entomological Society of America, penelitian menunjukkan ekstrak bawang putih beracun bagi larva lebah dan menyebabkan gejala seperti Lesu dan berat badan rendah pada lebah pekerja dewasa.

4. Asap

Asap juga bisa kamu gunakan untuk mengusir lebah dari sarangnya. Gunakan asap pengusir nyamuk yang aman untuk memberikan sinyal halus kepada mereka agar meninggalkan sarangnya. Saat mencium aroma asap, lebah akan mengira itu berasal dari kebakaran hutan sehingga memutuskan pindah ke lokasi yang lebih aman.

5. Panggil Layanan Pengendali Lebah

Apabila keberadaan lebah sudah tidak terkontrol di rumah atau bahkan ada sarang lebah di rumah, kamu bisa panggil pemadam kebakaran (damkar) atau layanan khusus pengendalian lebah. Damkar bisa membantumu membuang sarang lebah dengan aman dan memberikan solusi jangka panjang. Sarang lebah bisa dibuang tanpa harus membunuh lebah di dalamnya.

Damkar telah terlatih menggunakan teknik dan produk yang disetujui untuk membebaskan rumah dari gangguan lebah. Hubungi 112 untuk meminta bantuan dari Damkar.

Itulah beberapa cara untuk mengusir lebah dari rumah. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Pilihan Material Rumah yang Cocok saat Musim Hujan Biar Nggak Gampang Rusak



Jakarta

Memilih material rumah tentu sangat penting, apalagi sudah masuk musim hujan seperti ini. Jika salah pilih material, justru ketika hujan datang bisa merusak rumah.

Maka dari itu, tak hanya estetika saja yang diperhatikan saat bangun rumah, tetapi material yang tahan ketika hujan juga diperlukan. Berikut ini merupakan contoh material yang tahan saat kondisi hujan.

Kenapa Hujan Bisa Merusak Rumah?

Sebelum masuk ke contoh material yang tahan saat kondisi hujan, perlu diketahui alasan hujan bisa merusak rumah. Hal itu karena saat musim hujan, intensitas jumlah air yang menerpa rumah meningkat. Paparan air yang terus menerus bisa inilah yang bisa perlahan merusak rumah.


Melansir Enercare, Rabu (3/1/2024), hujan yang sering dan deras akan merusak atap dan sirap rumah lebih cepat sehingga berpotensi menyebabkan merembesnya air ke dalam struktur pendukung rumah, seperti dinding dan lantai. Air yang merembes ini bisa melemahkan ketahanan struktur rumah.

Atap, lantai, dan dinding rumah merupakan bagian penting dari struktur rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, pemilihan material bangunan untuk ketiga bagian rumah ini tidak boleh dilakukan sembarangan.

Material Bangunan Ideal untuk Atap, Lantai, dan Dinding yang Tahan Hujan

Melansir situs sunrise-steel.com, Rabu (3/1/2024), berikut material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan terhadap hujan.

Baja Ringan dan Genteng Metal untuk Atap yang Kuat

Atap menjadi pelindung utama rumah dari hujan. Maka dari itu, memilih bahan yang tepat untuk rangka atap sangat penting. Baja ringan hadir sebagai solusi unggul dengan daya tahan terhadap rayap dan korosi, harga yang terjangkau, dan daya tahan tinggi.

Pilihlah baja ringan berbahan dan bertanda Zinium untuk kekokohan yang terjamin. Genteng metal yang ringan juga menjadi opsi ideal untuk atap rumah karena tidak hanya tahan karat, tetapi juga mampu menampung air hujan dan mengurangi risiko kebocoran.

Keramik dan Lantai Beton Waterproof untuk Lantai Anti-lembap

Lantai yang tahan air adalah kunci untuk mencegah masalah kelembaban yang bisa merusak bangunan. Keramik dan lantai beton yang dilapisi waterproofing adalah pilihan terbaik untuk daerah dengan curah hujan tinggi. Material ini tidak hanya tahan terhadap air, tetapi juga menjaga lantai tetap kering, mengurangi risiko kelembaban pada dinding, dan memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Bata Ringan dan Cat Eksterior untuk Dinding Tangguh

Pemilihan material untuk dinding juga memegang peranan penting. Bata ringan atau bata merah dengan lapisan waterproofing bisa mencegah rembesan air hujan dan menjaga kekokohan struktur rumah.

Penambahan cat eksterior atau cladding seperti acp, vinyl cladding, atau panel resin juga bisa memberikan perlindungan tambahan dan meningkatkan estetika bangunan.

Demikian material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan hujan. Dalam memilih material bangunan untuk daerah dengan curah hujan tinggi, pemilihan yang bijak sangat dibutuhkan. Atap, lantai, dan dinding adalah elemen-elemen kunci yang harus mendapatkan perhatian khusus. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Jitu Mencegah Tandon Air Berlumut, Ikuti 4 Cara Ini


Jakarta

Apakah keran air di rumahmu mengeluarkan lumut? Kalau iya, bisa jadi lumut itu berasal dari tempat penampungan air atau toren, lho.

Toren atau tandon air umumnya dipasang di setiap hunian sebagai wadah menyimpan air. bersih Ini dimaksudkan agar detikers tidak kesulitan saat terjadi kasus mesin air mati atau padam listrik, lantaran tersedia cadangan air di rumah.

Namun, tangki air dapat ditumbuhi lumut dalam jangka waktu tertentu. Dan inilah yang mengakibatkan ada lumut yang keluar dari keran.


Tapi, apa yang menyebabkan tandon air berlumut? Dan adakah cara agar toren tidak lumutan?

Penyebab Tandon Air Berlumut

Ada beberapa hal yang membuat tangki air jadi berlumut. Simak penjelasannya berikut.

1. Sinar Matahari

Lumut bisa tumbuh di sekeliling bagian dalam toren ketika terkena sinar matahari. Karena umumnya tangki air dipasang di atas rumah, cahaya matahari dapat langsung mengenai tandon.

2. Air Baku yang Kotor

Jika kualitas air yang mengisi toren adalah air kotor atau keruh maka lumut dapat muncul. Ini karena air kotor mengandung jamur sehingga perkembangan lumut di dalam tangki bisa lebih cepat.

3. Udara Lembap

Tandon yang berisi air memiliki udara yang lembap di dalamnya. Di tempat seperti inilah lumut cepat tumbuhnya. Terlebih jika tangki air terpapar sinar matahari maka lumut akan semakin cepat berkembangnya.

Cara Mencegah Tandon Air Berlumut

Nah, walaupun lumut dapat muncul di toren karena sejumlah hal tapi detikers bisa kok mencegahnya untuk tumbuh.

Berikut tips mencegah tangki air agar tidak lumutan sebagaimana dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

1. Tutup Tangki dengan Rapat

Langkah awal untuk menghindari pertumbuhan lumut yakni dengan menutup toren dengan rapat. Kalau tidak tertutup dengan baik, sinar matahari dapat masuk ke dalam tangki. Dan kemudian bisa memicu berkembangnya lumut.

2. Pasang Pelindung untuk Tangki

Toren biasanya dipasang di bagian atas rumah. Spot inilah yang memungkinkan cahaya matahari untuk langsung mengenai tandon. Selain itu, sinar matahari juga dapat menembus tangki air berbahan plastik yang berwarna cerah. Untuk meminimalisir itu terjadi, pelindung seperti atap bisa dibuat di atas tangki.

3. Pilih atau Cat Tangki Berwarna Gelap

Sinar matahari diketahui bisa menembus toren yang berwarna cerah. Jika detikers salah satu yang menggunakan tangki air warna cerah, kamu dapat mengaplikasikan cat berwarna gelap ke sekeliling luar tandon.

Namun jika detikers belum memiliki tandon di rumah dan berniat untuk memasangnya, bisa pilih tandon yang berwarna gelap.

4. Kuras Tangki Secara Rutin

Air yang terisi di tangki bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Karena itu, lumut dapat tumbuh dengan cepat.

Nah, kalau toren terlanjur lumutan maka detikers dapat mengurasnya. Dan jika tangki terus-menerus berlumut, kamu dapat melakukan menguras secara rutin.

Lakukan pengurasan tandon setidaknya enam bulan sekali. Apabila lumut berkembang lebih cepat, detikers dapat mengurasnya rutin tiga sampai empat bulan sekali.

Jadi, kalau tangki air di rumahmu berlumut, ikuti tips pencegahan seperti di atas, ya!

(fds/fds)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini Hal yang Wajib Dilakukan Kalau Rumah Kamu Rawan Banjir


Jakarta

Hujan deras mulai terjadi di berbagai daerah, tak jarang hal ini memicu terjadinya banjir. Sebelum banjir melanda rumah kamu, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan.

Seperti diketahui, banjir bisa terjadi karena beberapa penyebab contohnya hujan deras hingga saluran pembuangan aur yang tersumbat. Jika saluran air tersumbat bisa membuat air sungai tidak mengalir dengan baik dan justru meluap keluar. Sumbatan tersebut biasanya terjadi karena sampah-sampah yang dibuang sembarangan.

Nah, ketika banjir melanda rumah bisa saja merusak rumah bahkan menghanyutkan beberapa barang berharga. Dilansir dari Buku Pengetahuan dan Aktivitas Tentang Bencana Alam, Sabtu (6/1/2024), berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum dan saat terjadi banjir.


Sebelum Terjadi Banjir

Kamu bisa menyimpan barang berharga dan surat penting seperti sertifikat tanah, akta lahir, ijazah, dan lainnya di tempat yang kedap air, lalu letakkan di tempat yang aman.

Saat Terjadi Banjir

– Jauhi benda-benda listrik dan kabel

– Hindari berenang di air karena air banjir yang kotor menyebabkan penyakit

– Jika perlu keluar saat banjir, gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, sapu, tiang payung, dan lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang

– Jika banjir sudah tinggi, segera mengungsi ke tempat uang aman

– Dikutip dari detikEdu, jika sudah siap untuk evakuasi, amankan rumah atau tempat tinggal terlebih dahulu. Misalnya, Tempatkan perabot di luar rumah atau di tempat yang aman banjir. Barang yang lebih berharga diletakkan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah

– Matikan semua jaringan listrik, terlebih jika ada instruksi dari pihak berwenang

– Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik

– Bersihkan dan siapkan penampungan air untuk berjaga-jaga jika kehabisan air bersih

Sesudah Terjadi Banjir

– Hindari air banjir karena ada kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya dan ancaman kena setrum

– Waspada dengan instalasi listrik

– Hindari air yang bergerak

– Hindari area yang airnya baru saja surut karena jalan berisiko keropos dan amblas

– Hindari lokasi yang masih terkena bencana, kecuali jika pihak yang berwenang membutuhkan sukarelawan dengan pengetahuan terkait banjir

– Kembali ke rumah sesuai dengan perintah dari pihak yang berwenang

– Tetap di luar gedung atau rumah yang masih dikelilingi air

– Hati-hati saat memasuki gedung karena ada risiko kerusakan yang tidak terlihat seperti kerusakan pada fondasi

– Perhatikan kesehatan dan keselamatan keluarga dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih jika terkena air banjir

– Buang makanan yang terkontaminasi air banjir

– Dengarkan berita atau informasi mengenai kondisi air, serta di mana mendapatkan bantuan perumahan/shelter mengungsi, pakaian, dan makanan

– Dapatkan perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat

– Bersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah dari sisa-sisa kotoran setelah banjir

– Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

– Jika ada sumur gali di sekitar, ikut kaporitisasi sumur gali

– Jika ada jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) di sekitar, ikut perbaikan jamban dan SPAL

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan sesudah banjir melanda rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Biaya Meninggikan Rumah Biar Nggak Kena Banjir Lagi



Jakarta

Belakangan ini mulai turun hujan yang sangat deras sehingga memicu terjadinya banjir di berbagai daerah. Jika kamu memiliki rumah di wilayah yang rawan banjir, salah satu cara hal yang bisa kamu lakukan adalah meninggikan rumah.

Akan tetapi, meninggikan rumah tidak bisa asal dilakukan. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki memberikan beberapa tips untuk meninggikan rumah supaya terhindar dari banjir. Berikut ini tipsnya.

1. Perkirakan Tinggi Air Ketika Banjir

Hal itu karena jika langsung meninggikan rumah tanpa tahu tinggi permukaan air maka tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, rumah bisa saja tetap kebanjiran.


2. Gunakan Bahan Material yang Baik

Dengan menggunakan bahan material dengan kualitas rendah, bisa saja cepat rusak. Maka dari itu, perlu menggunakan bahan material yang baik dan kokoh agar tahan lama.

3. Pakai Jasa Profesional

Meninggikan rumah bukanlah suatu hal yang mudah. Sebaiknya, gunakan jasa profesional untuk perencanaan dan pelaksanaan supaya hasilnya sesuai harapan.

Untuk meninggikan rumah tentunya memerlukan biaya. Kira-kira berapa ya biaya renovasi untuk meninggikan rumah?

Biaya Meninggikan Rumah

Panggah mengatakan, untuk meninggikan seluruh bagian rumah diperkirakan membutuhkan biaya Rp 150-200 juta untuk rumah tipe 36. Namun, tergantung juga dari rencana level ketinggian rumah. Adapun lama pengerjaannya sekitar 3-4 bulan.

“Harganya berkisar Rp 150-200 juta yang meliputi biayanya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurukan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, pengecatan rumah,” jelasnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Senada, CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menuturkan, biaya meninggikan seluruh bagian rumah untuk tipe 36 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, masih tidak semahal ketika membangun rumah baru.

“Yang jelas, nggak seperti bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru sekitar Rp 4 juta (per meter), kalau ninggiin (rumah) itu per meter sekitar Rp 2,5 juta,” tuturnya.

“Pengurugan itu didatangin dari luar, 1 kubik (tanah urugan) sudah Rp 500 ribu itu 1 mobil kijang, kalau tipe 36 (mau tinggiin) tinggi setengah meter aja butuh 18 kubik itu bisa 20 mobil kijang datengin. Belum dinding dinaikkan, kalau dinding bata kalau sudah diplester aci itu sekitar Rp 170 ribu per meter, belum plafonnya kalau diganti. Kalau plafon diganti, 1 plafon sekitar Rp 250 ribu, belum kalau atapnya diganti, ya lumayan lah kalau mau ninggiin rumah,” paparnya.

Jika hanya meninggikan lantainya saja untuk rumah tipe 36 diperkirakan sekitar Rp 10-12 juta. Itu sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik.

“Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tinggiinnya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, (tanpa) bongkar atap,” ujar Taufiq.

Untuk lama pengerjaannya pun relatif, tergantung dari luas rumah dan desain elevasi rumah yang dilakukan. Jika meninggikan rumah secara total, bisa sekitar 3 bulan tetapi jika hanya meninggikan lantai bisa lebih cepat.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com