Tag Archives: rumah

Tinggikan Rumah Demi Cegah Banjir, Perlu Bongkar Fondasi?



Jakarta

Meninggikan rumah memang bisa menjadi solusi untuk menghindari banjir di wilayah yang rawan banjir. Apalagi saat ini hujan deras melanda berbagai daerah di Indonesia.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika meninggikan rumah. Misalnya, apakah fondasi rumah perlu dibongkar ketika meninggikan rumah?

CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat mengatakan, perlu dibongkar atau tidaknya fondasi rumah tergantung dari ketinggian air banjir. Maka dari itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat ketinggian air banjir, baru menentukan desain elevasi lantai rumah.


Nah, ternyata meninggikan rumah nggak selalu harus bongkar fondasi rumah. Jika jarak ketinggian antara plafon dengan lantai cukup tinggi, maka tidak perlu membongkar fondasi rumah.

“Misalnya tinggi plafon rumah 4 meter, kalau naiknya (lantai) cuma 80 cm, itu atap nggak perlu dibongkar juga, itu lebih cepat (selesai meninggikan rumah),” tuturnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, jika jarak tinggi plafon dengan lantai cukup dekat, maka rumah perlu dibongkar.

“Misalnya (lantai rumah) ditinggiin 1 meter, berartikan mesti diurug 1 meter, lantainya berubah naik 1 meter, itu harus diurug, dipasang keramik lagi. Selama dipasang keramik kan ada plafon, tinggi plafon yang misalnya 3 meter jadi sisa 2 meter, mentok nanti kepalanya. Ya mesti ditinggiin juga plafonnya,” tuturnya.

“Kalau plafon ditinggikan, itu cukup nggak keadaan atap, kuda-kuda rumahnya? Kalau misalnya nggak cukup, ya mesti dibongkar atasnya, dimodifikasi,” tambahnya.

Tak hanya bagian dalam rumah saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagian garasi. Menurutnya, jika meninggikan rumah, garasi juga perlu ditinggikan agar mobil tidak terkena banjir. Namun, perlu dilihat juga apakah carport tersebut bisa ditinggikan atau tidak.

“Memungkinkan nggak carport-nya ditinggiin? Kalau kondisi jalannya tetap kan malah susah masuk mobilnya, karena curam (jalan dari garasi ke jalan depan rumah),” ujar Taufiq.

Maka dari itu, ia kembali menegaskan sebelum meninggikan rumah sebaiknya mencatat ketinggian air banjir yang masuk ke dalam rumah. Setelahnya, baru merencanakan desain elevasi rumahnya seperti apa.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penting! 6 Cara Mencegah Air Hujan Masuk Rumah Lewat Celah Pintu



Jakarta

Saat hujan deras, terkadang air hujan bisa masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Hal ini tentu merepotkan penghuni rumah karena harus membersihkannya.

Apabila air masuk ke dalam rumah, bisa-bisa perabotan rumah rusak karena tergenang air. Tak hanya itu, dinding juga bisa rusak karena bekas air yang masuk ke dalam rumah.

Buat kamu yang tinggal di daerah rawan banjir bisa simak tips berikut ini untuk mencegah air masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Dilansir dari Emporio Architect, Sabtu (6/1/2024), berikut ini tipsnya.


1. Sisipkan Kain pada Celah Jendela dan Pintu

Tips pertama yang bisa dilakukan oleh kamu adalah dengan menyisipkan kain pada celah jendela dan pintu. Dengan begitu, air hujan pun akan terserap oleh kain sebelum masuk ke dalam rumah. Walaupun cara ini kurang optimal, namun mudah untuk dilakukan.

2. Pakai Sealer untuk Menutup Celah Pintu

Cara lain untuk mencegah air hujan masuk ke dalam rumah adalah dengan memakai sealer di celah pintu. Sealer bisa ditempelkan di bagian bawah pintu untuk menutupi celah pintu. Dengan begitu, bukan hanya air hujan saja yang tidak bisa masuk, tetapi serangga hingga debu juga tidak bisa masuk rumah.

3. Tempatkan Triplek di Pintu Untuk Menghalau Air

Tips lain yang cukup sederhana, kamu dapat menempatkan triplek di pintu untuk menghalau air. Bila ingin lebih kuat lagi, misalnya untuk menghalau banjir, kamu bisa memberi penahan seperti besi di bagian kiri-kanan triplek yang disekrup ke kusen pintu. Sementara itu, celah-celahnya bisa diisi atau ditutup dengan lelehan lilin malam atau karet agar air tidak merembes masuk ke dalam rumah.

4. Pakai Kerai Bambu

Saat hujan lebat apalagi disertai dengan angin, terkadang bisa membuat air masuk ke dalam rumah. Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang kerai bambu untuk menghalau air masuk ke dalam rumah melalui celah pintu.

5. Meninggikan Lantai

Jika rumah kamu punya ketinggian lebih rendah dari jalan utama, bukan tidak mungkin rumah jadi sering kebanjiran atau kemasukan air saat hujan. Nah, kamu bisa coba menghalangi jalannya air agar tidak masuk ke dalam rumah melalui celah pintu dengan mengeruk tanah atau meninggikan lantai di depan pagar atau di depan pintu.

Dengan mengeruk tanah dan menempatkannya di depan rumah, tanah jadi berfungsi sebagai tanggul karung pasir yang memblokir dan menyerap air hujan. Dengan begitu, air tidak masuk ke dalam rumah. Selain itu, kamu juga bisa meninggikan lantai di depan pintu agar air tidak bisa masuk ke dalam rumah melalui celah-celahnya.

6. Pasang Floodgate pada Pagar atau Pintu Rumah

Kalau kamu memiliki budget lebih dan ingin mencegah air masuk ke dalam rumah, kamu bisa memasang floodgate di pagar atau pintu rumah. Awalnya, gerbang jenis ini dipasang di tanggul atau sungai, namun dimodifikasi agar bisa digunakan pada tiap gerbang atau pintu rumah untuk mencegah air masuk ke dalam. Nah, pagar jenis ini cocok untuk rumah kamu yang rawan banjir.

Itulah beberapa cara untuk menghalau air hujan masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

10 Cara Terhindar dari Penipuan Beli Rumah



Jakarta

Memiliki rumah adalah impian semua orang. Namun sayang, tak semua orang punya kemampuan untuk membeli rumah.

Faktor ekonomi menjadi alasan utamanya. Namun, ada juga yang sudah memiliki uang cukup dan hendak membeli rumah, malah berujung kena tipu. Alhasil, uang hilang, rumah yang diimpikan pun melayang.

Nah, oleh karena itu, sebelum membeli rumah ada hal-hal yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, bila tidak, kita akan kena tipu atau rumah yang kita beli tak sesuai harapan. Apa saja tipsnya? enjelasan tips membeli rumah yang aman:


1. Memahami reputasi developer

Langkah awal untuk membeli rumah adalah memahami reputasi developer. Caranya dengan membaca secara detail melalui website dan media sosialnya untuk melihat portofolio dari proyek-proyek apa saja sudah mereka lakukan selama ini.

Selain itu, rajin-rajin juga untuk mengecek pemberitaan di media dan internet. Tujuannya untuk mengetahui apakah developer tersebut pernah tersandung kasus-kasus negatif yang merugikan konsumennya.

2. Perhatikan Legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) & Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Anda harus memperhatikan legalitas dari rumah yang ingin dibeli dari developer untuk menghindari masalah yang dapat terjadi di kemudian hari. Misalnya penyegelan oleh pihak berwenang, penolakan kredit bank, dan masalah lainnya.

Karenanya, Anda harus bertanya ke pihak developer tentang kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika belum ada SHM dan IMB, maka sebaiknya tunda dulu untuk beli rumah di developer tersebut.

3. Tanyakan kejelasan sertifikat rumah

Ketika membeli rumah melalui developer, biasanya sertifikat rumah akan sudah diganti nama dari pemilik lama menjadi nama developer. Jika tertarik membeli, pastikan Anda menanyakan sertifikat tersebut dapat beralih ke nama Anda.

Jika sertifikat belum balik nama, maka Anda tidak dapat melakukan alih kredit ke bank lain dari bank saat ini. Sebabnya, pihak bank akan meminta sertifikat atas nama Anda agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

4. Jangan membayar Down Payment (DP) sebelum KPR disetujui

Sebelum pinjaman yang kamu usulkan disetujui oleh pihak bank, maka jangan pernah mau untuk membayar uang muka atau DP yang sudah ditentukan kepada pihak developer. Sebabnya, tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah meski developer sudah bekerjasama dengan bank.

Jika kamu tetap nekat membayar DP ke developer dan KPR ditolak oleh bank, maka akan berisiko uang DP tersebut sulit kembali atau mendapatkan potongan sekian persen.

5. Pelajari kewajiban developer

Baiknya Anda mempelajari apa saja kewajiban developer jika sampai terjadi wanprestasi. Langkahnya adalah membaca secara rinci dan jelas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum menandatangani berita acara serah terima hunian tersebut.

Simak tips beli rumah yang aman di halaman selanjutnya

6. Menjadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)

Jika sudah setuju dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), maka segeralah menjadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB). Yakni sebagai bukti sah hak atas tanah dan bangunan sudah beralih dari developer kepada Anda sebagai pemilik baru. AJB harus dilakukan bersama developer di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

7. Jangan bertransaksi jual beli rumah di bawah tangan

Transaksi jual beli rumah di bawah tangan atau atas dasar kepercayaan yang menggunakan kuitansi sebagai tanda bukti sangatlah berisiko. Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan atau diagunkan di bank, maka lakukan pengalihan kredit dan dibuatkan AJB di hadapan notaris.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim Kumoro Atmaja juga memberikan sejumlah tips tambahan bagi Anda yang ingin membeli rumah. Berikut tipsnya.

8. Beli rumah secara KPR

Menurut Kumoro, pembelian rumah dengan sistem KPR lebih aman. Sebab, developer harus mengantongi rekomendasi dari perbankan.

“KPR jarang ada penipuan, 95 persen aman. Sebab, tim perbankan akan rutin memonitor,” ujar Kumoro saat dihubungi detikJatim, Rabu (31/8/2022).

9. Pahami Reputasi Developer Lewat Asosiasi

Jika Anda masih ragu, cek reputasi developer lewat asosiasi. Menurut Kumoro, asosiasi memiliki data pengembang yang telah tereputasi dengan baik.

“Asosiasi itu ada REI, Apersi, dan lain-lain. Jika sudah terdaftar di asosiasi, calon pembeli juga bisa tanya mengenai track record developer tersebut,” papar pria yang menjabat sebagai Penasehat Apersi Korwil Jember itu.

10. Hati-hati dengan Developer Berkedok Syariah

Kumoro mengatakan bahwa developer berkedok syariah memang marak akhir-akhir ini. Sebagian developer berkedok syariah membangun lahan yang belum dilunasi dan sudah niat menipu sejak awal.

“Syariah ini kan sistemnya tanpa perbankan, developer ada kerjasama dengan pemilik lahan serta izinnya belakangan. Nah, ada developer berkedok syariah yang bangun lahan tapi belum dilunasi,” ujar Kumoro.

Salah satu cara untuk mencegah penipuan developer berkedok syariah adalah cari tahu perijinan lahannya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) regional masing-masing. Selain itu, Anda bisa tanya ke pengembang langsung tentang perijinan lahannya.

“Cari tahu nama tersebut apakah sudah terverifikasi izinnya. Kalau belum, jangan, karena izinnya berarti belum lengkap. Lalu Anda juga bisa tanya pengembangnya langsung terkait perizinannya, jika sudah ada ijin, Anda bisa konfirmasi ke BPN atau notaris,” pungkasnya.

Nah, itu tadi tips untuk membeli rumah yang aman. Semoga bermanfaat ya, detikers!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rawan di Musim Hujan, Ini 7 Cara Cegah Ular Masuk Rumah



Jakarta

Mengetahui cara mencegah ular masuk ke dalam rumah penting untuk diketahui. Apalagi kalau rumah kamu dekat dengan pohon, rerumputan, atau area-area yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.

Beberapa waktu lalu, seekor ular tali wongso sepanjang 120 cm memasuki rumah seorang warga di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ular tersebut ternyata jenis ular berbisa menengah.

Pemilik rumah pun segera menghubungi Exalos Indonesia, sebuah komunitas yang berfokus pada penyelamatan hewan, seperti ular hingga tawon. Ketua Umum Exalos Indonesia Janu Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan itu dini hari tadi pukul 12.15 WIB. Pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan evakuasi ular tersebut.


“Ular itu masuk lewat jendela angin-angin rumah, dan berada kamar mandi rumah,” kata Janu dikutip dari detikJateng, Selasa (9/1/2024).

Ular tali wongso yang masuk rumah warga Kartasura, Sukoharjo, Minggu (7/1/2023).Ular tali wongso yang masuk rumah warga Kartasura, Sukoharjo, Minggu (7/1/2023). Foto: dok. Exalos Indonesia

Sebagai informasi, ular tali wongso berwarna hitam dan memiliki garis kuning. Biasanya ular ini aktif pada malam hari dan habitatnya ada di pohon.

Masuknya ular ke dalam rumah memang meresahkan penghuni di dalamnya. Apalagi jika ular tersebut berbisa yang bisa berbahaya bagi penghuni di dalamnya.

Ternyata, ada beberapa alasan kenapa seekor ular bisa masuk ke dalam rumah. Dikutip dari detikJateng yang melansir dari situs DLHK Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut ini penyebab ular masuk ke dalam rumah.

Penyebab Ular Masuk Rumah

1. Habitatnya di alam kemungkinan sudah rusak atau terganggu oleh manusia
2. Ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat saat musim hujan. Sebaliknya, ular mencari tempat yang teduh untuk berlindung saat musim kemarau.
3. Bertepatan dengan musim ular berkembang biak
4. Tersedia pakan yang melimpah seperti tikus, sehingga ular memilih tinggal dan berkembang biak di permukiman.

Tentunya pemilik rumah nggak mau dong rumahnya dimasuki oleh ular. Nah berikut cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

Cara Cegah Ular Masuk Rumah

Dikutip dari detikJatim, berikut ini cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

1. Tutup Lubang dan Terangi Area Rumah

Perhatikan kembali keadaan rumah. Apakah ada plafon, saluran air, genteng, dinding, dan bagian lain yang berlubang.

Jika ada yang berlubang, segera tutup dan jangan sampai ada celah untuk ular memasuki rumah. Lubang-lubang tersebut bisa menjadi sarang ular.

2. Gunakan Aroma Menyengat

Aroma menyengat sangat tidak disukai ular, seperti cuka dan cabai. Cara mencegah ular masuk ke rumah ini cukup mudah dengan menyemprotkan cairan cuka. Jika tak ada cuka, kamu bisa menggunakan jeruk dan cabai.

Bahan dengan bau menyengat lainnya yaitu belerang, yang dapat membuat iritasi pada ular. Aroma wangi pada kapur barus juga cukup efektif dalam mengusir ular.

Untuk penggunaan kapur barus, perlu dihaluskan terlebih dahulu. Lalu taburkan di area sudut rumah.

3. Jauhkan Burung dan Usir Tikus

Bagi kamu yang memelihara burung, gantungkan rumah burung di tempat yang tinggi. Kamu juga patut membasmi tikus agar tak menjadi incaran ular.

Pentingnya menjaga kebersihan agar rumah kamu tak didatangi tikus. Ular adalah hewan pemangsa tikus, maka basmi tikus yang bisa memancing datangnya ular.

4. Semprotkan Wewangian

Selain cuka dan cabai, wewangian ruangan seperti bau parfum, kayu manis, dan minyak cengkeh juga dapat mencegah masuknya ular ke dalam rumah. Semprotkan wewangian tersebut ke area yang rawan datangnya ular.

5. Bersihkan Sisa Makan Hewan Peliharaan di Dalam Rumah

Jika kamu memberi makan hewan peliharaan di luar rumah, hal itu akan mengundang ular datang. Terlebih jika tidak segera membersihkan sisa makanan tersebut. Simpan makanan hewan peliharaan di dalam kaleng yang tertutup rapat.

6. Tutup Tumpukan Kayu

Ular menyukai tumpukan barang. Kayu bakar yang menumpuk, sisa puing bangunan, batu bata hingga bebatuan pembangunan dapat menjadi tempat yang sempurna untuk ular bersembunyi. Segera tutup atau jauhkan dari rumah kamu apabila tak mau ular datang ke rumah.

7. Potong Rumput dan Bersihkan Area rumah

Selain gelap dan kotor, tempat rimbun juga disukai ular. Apabila sekitar rumah kamu ditumbuhi rumput yang lebat, segera potong agar ular tak datang ke rumah.

Kamu juga harus rajin membersihkan teras, taman, dan sudut-sudut rumah agar tak mengundang datangnya ular.

Itulah 7 cara mencegah ular masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Sih Tandon Air Perlu Dikuras? Simak Penjelasannya


Jakarta

Tandon atau toren air biasa dijadikan sebagai tempat penampungan air untuk di rumah-rumah. Sebagai wadah penyimpanan air, tentunya kebersihan tangki ini mesti diperhatikan.

Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel yang dibawa air seperti pasir atau lumpur bisa mengendap dan menumpuk di dasar tangki. Tak jarang juga, lumut dapat tumbuh di sisi dalam toren. Apabila dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kualitas air yang ditampung.

Terlebih jika air di dalamnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, atau mencuci. Pasokan air di tandon harus benar bersih dan berkualitas baik, bukan?


Ini agar air yang dipakai tergolong layak serta tidak memicu masalah kesehatan. Lantas, baiknya seberapa sering menguras toren air?

Penyebab Toren Air Kotor

Tak jarang sebagian orang menguras tangki ketika keran air mampet atau saat air yang keluar keruh. Padahal, hal itu menandakan kalau tandon air sudah kotor sehingga kotoran terbawa dan menyumbat pipa yang terhubung ke keran.

Namun, apa yang menyebabkan toren air menjadi kotor? Mengutip laman smartwateronline.com, sumber asal air dapat menjadi faktor bersih tidaknya air di tandon. Jika air diambil dari galian sumur di tanah contohnya, kemungkinan lumpur bisa ada. Tapi balik lagi, setiap wilayah memiliki kualitas air tanah yang berbeda-beda.

Selain itu, partikel yang terkandung di air seperti lumpur dan pasir jika terbawa dan masuk ke tandon juga dapat mengotori tampungan air. Lama-lama, partikel-partikel ini pun bisa mengendap di dasar tangki.

Toren air yang kotor bisa pula disebabkan oleh pertumbuhan lumut. Lumut berkembang dengan cepat jika tandon air terkena langsung paparan sinar matahari.

Bukan cuma itu, air keruh yang tertampung di tangki dan udara lembap di dalamnya dapat juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam toren.

Seberapa Sering Membersihkan Toren Air?

Menguras tandon seharusnya tidak menunggu sampai tangki dipenuhi kotoran dan air menjadi keruh. Toren sebaiknya rutin dibersihkan bahkan sebelum hal-hal seperti keran mampet muncul.

Melalui Instagram @kemenpupr, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan kalau tangki air setidaknya dikuras 6 bulan sekali. Ini supaya menghindari lumpur atau kotoran lain mengendap di dasar toren dan mencegah pertumbuhan lumut.

Namun, jika kotoran menumpuk dan lumut muncul dengan cepat maka toren air dapat dibersihkan lebih sering, sekitar 3-4 bulan sekali.

Selain itu, tingkat kebersihan sumber air juga bisa mempengaruhi kebersihan tandon air. Seperti halnya, kualitas air di Jabodetabek mungkin berbeda dengan air di daerah lain.

Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, menyarankan agar toren air di wilayah Jabodetabek dikuras setidaknya 1-2 kali dalam setahun.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ungkap Suratman kepada detikcom.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seberapa sering toren air perlu dikuras. Jadi, jangan lupa bersihkan tandon air secara teratur, ya!

(fds/fds)



Sumber : www.detik.com

Ingin Pasang Pagar Bronjong? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


Jakarta

Apakah kamu pernah melihat dinding atau pagar berkerangka kawat yang di dalamnya berisi tumpukan bebatuan? Pagar itu dikenal dengan sebutan bronjong. Tapi, tak jarang juga orang menyebutnya dengan gabion.

Dilansir dari akun Facebook Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kemen PUPR), kerangka bronjong terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi galvanis. Untuk bebatuannya bisa berasal dari batu kali, batu belah, batu gunung dengan ukuran yang cukup besar.

Umumnya, bronjong ditemukan di tebing-tebing sungai untuk memperkuat struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Bronjong juga berguna untuk mencegah erosi akibat arus sungai yang mengalir deras secara terus-menerus.


Sifatnya yang fleksibel juga mampu mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak konstruksi dasar. Karena itu, bronjong kerap digunakan pula untuk bendungan, bangunan terjun, dinding penahan tanah, hingga tembok jembatan.

Kini, bronjong juga banyak lho dipasang sebagai pagar rumah. Bagi sebagian orang, tampilan bronjong dinilai memiliki estetika. Bahannya yang berasal dari bebatuan alam dianggap menonjolkan desain pedesaan berpadu gaya modern yang unik.

Nah, kalau kamu termasuk yang tertarik memasang bronjong sebagai pagar rumah, simak dulu nih kelebihan dan kekurangan bronjong di bawah ini.

Kelebihan Bronjong

Dilansir dari laman Tilly Design, pagar rumah bronjong punya sejumlah kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Berikut penjelasannya.

1. Penahan Erosi

Bronjong tersusun dari tumpukan batu di dalam kerangka kawat. Karena ini, bronjong dapat mengurangi hembusan angin dan air dengan masuk ke sela-sela batunya. Dengan begitu, area di sekitar pagar ini bisa terlindungi dari kerusakan pagar yang mungkin terjadi nantinya.

2. Pemasangan yang Mudah

Memasang pagar bronjong dapat dilakukan dengan mudah. Pada dasarnya, bronjong tidak memerlukan pondasi yang harus menggali tanah karena berat bebatuan yang menyusunnya bisa menahan pagar ini untuk tetap berdiri.

3. Biaya Terjangkau

Bronjong dibuat dengan kerangka kawat baja galvanis yang harganya cukup terjangkau. Selain itu, bebatuan yang menjadi isi bronjong juga dapat disesuaikan. Kalau kamu memiliki banyak tumpukan batu di rumah seperti potongan beton, kamu bisa menggunakannya tanpa mengeluarkan biaya lagi.

Bukan cuma itu, pemasangannya yang terbilang mudah dapat dipelajari dan dilakukan mandiri sehingga kamu bisa memotong budget untuk jasa tukang.

4. Daya Tahan yang Lama

Pagar bronjong bisa tahan sampai cukup lama. Pasalnya, dinding jenis ini akan menguat seiring bertambah usianya. Ketika bebatuannya mengendap dan celahnya terisi lumpur, tanaman, dan bahan organik lain, bronjong bisa berdiri semakin kokoh.

Sifat bronjong yang fleksibel juga dapat mengikuti pergerakan tanah sehingga tidak membuat konstruksinya rusak atau hancur.

5. Ramah Lingkungan

Bronjong disusun dengan kerangka kawat dan bebatuan. Dengan begitu, pagar ini minim menggunakan zat kimia yang mampu merusak lingkungan. Bahkan kamu dapat menggunakan bahan daur ulang seperti batu sisa bahan timbunan, pecahan beton, dan batu lainnya yang berasal dari alam.

Kekurangan Bronjong

Selain kelebihan, pagar rumah menggunakan bronjong juga memiliki kekurangan nih, yakni sebagai berikut:

1. Berpotensi Jadi Sarang Hewan

Celah yang tercipta di antara tumpukan batu bronjong kemungkinan bisa menjadi sarang hewan atau serangga liar. Kalau kamu tidak ingin area rumahmu menjadi sarang bagi binatang liar, pertimbangkan kembali jika ingin memasang pagar dengan model ini.

2. Pemeliharaan yang Rumit

Jika pagar bronjong ada yang mengalami kerusakan maka pemeliharaannya cukup rumit. Kamu perlu membongkar bebatuan bronjong sampai di area yang rusak dan itu membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

3. Cocok untuk Proyek Pagar Besar

Bronjong memiliki ukuran pagar yang lebar dan besar, rangkanya pun kaku sehingga pagar model ini tidak mudah dibentuk lekukan. Bronjong juga cocok untuk pagar rumah yang lurus dan tegas. Sebagian bronjong tidak cocok untuk area rumah yang kecil dan melengkung.

Itu tadi sederet kelebihan dan kekurangan memasang pagar rumah dengan bronjong. Kamu bisa jadikan poin-poin di atas sebagai bahan pertimbangan jika tertarik menggunakan bronjong sebagai pagar rumah, ya.

(fds/fds)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Aman Menyimpan Barang Berharga di Rumah


Jakarta

Kamu merasa bingung jika harus menyimpan barang berharga di rumah? Menyimpan di dalam lemari terkadang tidak cukup aman, apalagi hanya diletakkan saja secara sembarangan. Sebab, masih ada resiko barang berharga tersebut dicuri oleh para pencuri.

Nah, agar barang berharga seperti perhiasan, emas, uang atau surat berharga aman, berikut ada 5 tips menyimpan barang berharga di rumah yang aman yang dikutip dari Cekaja, Kamis (11/1/2024), simak penjelasan berikut.

1. Jangan Simpan di Dalam Lemari

Tips menyimpan barang berharga di rumah yang pertama adalah tidak menyimpannya di dalam lemari.


Pasalnya, dari beberapa contoh kasus yang telah terjadi, menyimpan barang berharga, seperti emas atau surat-surat tanah di dalam lemari lebih berisiko diambil oleh pencuri saat terjadi perampokan.

Ketika hal itu terjadi, biasanya pencuri akan langsung tertuju ke kamar tidur dan mencari benda-benda berharga korbannya di dalam lemari.

Maka dari itu, menyimpan barang berharga maupun benda berharga lainnya di dalam lemari sangat tidak disarankan. Apalagi di dalam celah-celah kecil atau lainnya. Sebaliknya, cobalah simpan barang berharga yang dimiliki di tempat-tempat yang sekiranya sulit untuk ditemukan oleh pencuri.

2. Simpan di Tempat yang Sulit Dijangkau

Berikutnya, tips menyimpan barang berharga di rumah adalah dengan menaruhnya di tempat yang sulit dijangkau. Tempat yang sulit dijangkau ini maksudnya tempat yang sekiranya tak akan terpikirkan oleh pencuri. Misalnya di celah-celah laci dapur ataupun ruang makan.

Pokoknya, jangan sampai tempat yang disiapkan untuk menyimpan barang berharga, mudah ditebak oleh pencuri.

Kamu harus mengakalinya dengan sebaik mungkin. Jika memungkinkan, selalu ganti posisi penyimpanannya tiap tiga hingga enam bulan sekali. Terlebih lagi jika rumah sering didatangi oleh tamu.

Perpindahan posisi ini dimaksudkan untuk menghindari segala risiko kehilangan, yang terkadang bisa dialami jika kita terlalu percaya dengan orang lain, apalagi yang baru dikenal.

3. Simpan di Dalam Brankas Unik

Tips menyimpan barang berharga di rumah yang berikutnya adalah dengan menaruhnya di dalam brankas.

Untuk keamanan yang lebih lagi sebaiknya jangan gunakan brankas biasa ya. Kamu bisa menggunakan brankas dengan bentuk unik, bisa saja menyerupai celengan uang atau buku.

Bentuk yang tidak mencolok itu tentu saja akan mengecoh pandangan pencuri. Selain itu, hal lainnya yang harus diperhatikan adalah tempat penyimpanan brankas tersebut.

Ingat, hindari menyimpan brankas atau barang berharga secara langsung di dalam lemari maupun lacinya.

Sebab, seperti yang sebelumnya sudah dibahas, lemari selalu menjadi sasaran utama pencuri saat mencari barang berharga korbannya. Ada baiknya untuk menyimpan brankas tersebut di ruangan yang lebih aman dan tidak terpikirkan oleh pencuri.

4. Gunakan Perlindungan Ganda

Selanjutnya yang juga termasuk dalam tips menyimpan barang berharga di rumah adalah selalu gunakan perlindungan ganda. Meski sudah menggunakan brankas yang terbuat dari material besi, namun ada baiknya lagi bila kamu menambah perlindungannya.

Caranya? Tentu saja dengan menyimpannya dalam kotak berlapis. Misal, masukkan brankas ke dalam kotak yang lebih besar dan menggunakan gembok maupun kata sandi. Dengan begitu, pencuri tidak akan mudah untuk bisa membuka kotak tersebut.

5. Gunakan Trik Menipu Pencuri

Tips menyimpan barang berharga di rumah yang terakhir adalah dengan menggunakan trik menipu pencuri. Nah, di sini, kamu bisa menggunakan lemari untuk mengecoh pencuri.

Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan brankas untuk menyimpan barang berharga. Di dalam brankas itu, kamu dapat menyimpan berbagai benda yang tidak berguna, namun dalam jumlah yang cukup banyak.

Dengan begitu, pencuri tentu akan mengira bahwa sebagian besar hartamu ada di dalam brankas tersebut, sehingga pencuri tak perlu lagi mencari ke ruangan lainnya untuk menemukan barang berharga lainnya.

Demikian 5 tips aman menyimpan barang berharga di rumah. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Catat! 5 Posisi Rumah yang Baik Menurut Ajaran Islam


Jakarta

Posisi rumah dipercaya dapat memberikan keberuntungan atau kebaikan kepada penghuninya. Mulai dari primbon jawa sampai ajaran feng shui mempercayai posisi rumah yang memberikan kebaikan.

Ada beberapa posisi rumah tertentu yang ternyata dianggap baik menurut ajaran islam. Penasaran, kira-kira apa saja posisi rumah yang baik tersebut? Simak penjelasan berikut.

Melansir dari Sakti Desain, Jumat (12/1/2024), berikut beberapa posisi rumah yang baik menurut ajaran islam.


1. Posisi Bangunan Rumah

Sebenarnya dalam islam memang tidak ada dalil pasti mengenai ke arah mana sebuah rumah harus dibangun. Namun mengingat rumah seorang muslim harus bisa memenuhi segala keperluan penghuninya termasuk untuk melakukan ibadah shalat maka sebaiknya rumah diposisikan menghadap kearah kiblat.

Hal ini bertujuan agar penghuni rumah maupun tamu yang datang dapat dengan mudah mengetahui arah kiblat. Untuk mengetahui arah kiblat yang pasti, seorang muslim dapat mengikuti arah bangunan sebuah masjid atau mushola yang ada di lingkungan sekitarnya.

Selain itu arah sebuah rumah seorang muslim juga harus memperhatikan arah cahaya, mata angin dan sebagainya agar rumah mendapatkan cukup penerangan dan sirkulasi udara yang baik sehingga rumah tidak lembab.

Rumah yang lembab akan cepat kotor dan dapat menjadi tempat setan bersarang. Seperti yang kita ketahui juga bahwa sebagai muslim kita harus selalu menjaga kebersihan. Sebab kebersihan merupakan sebagian dari iman.

2. Posisi Rumah terhadap tetangga

Sebuah rumah yang islami tidak boleh menutupi akses tetangganya dalam mendapatkan sinar matahari, angin dan udara yang dibutuhkannya. Rumah yang baik juga tidak akan dibangun dengan posisi yang menyulitkan pergerakan atau mobilitas tetangga di sekitarnya. Intinya, rumah seorang muslim tidaklah diperbolehkan membawa mudharat atau keburukan bagi orang yang tinggal disekitarnya.

3. Posisi Kamar Tidur

Ruang tidur adalah salah satu ruangan penting dalam sebuah rumah karena di ruangan ini seorang muslim beristirahat dan melakukan aktivitas pribadi lainnya. Posisi ruang tidur dalam islam juga memiliki aturan yakni ruangan yang bisa diletakkan tempat tidur di dalamnya dan jika seseorang tidur maka kepalanya akan berada di kiblat dan kakinya akan menghadap ke arah lainnya.

Hindari meletakkan tempat tidur atau memposisikan ruangan dimana kaki akan menghadap kiblat saat ia tertidur. Selain itu tempat tidur sebaiknya diposisikan sedemikian rupa agar penghuninya bisa tidur menghadap arah kanan sesuai dengan cara tidur Rasulullah SAW.

4. Posisi Toilet

Toilet dan kamar mandi dalam rumah seorang muslim juga memiliki aturan dalam pembangunannya. Seorang muslim harus mengetahui bahwa toilet sebagai tempat membuang hajat tidak boleh dibangun mengarah maupun membelakangi kiblat.

Meskipun membangun toilet dengan arah menuju atau membelakangi kiblat bukanlah sebuah dosa, akan tetapi ada baiknya jika ingin membangun toilet haruslah membuatnya dengan mengarah di sisi lain kiblat dan bukannya mengarah atau membelakanginya.

5. Posisi Dapur

Dalam islam, dapur adalah merupakan tempat dimana seorang muslim dan keluarganya mengolah makanannya. Oleh karena itu, kamu haruslah membangun dapur dengan efisien mengingat Allah SWT tidak menyukai sesuatu yang berlebihan dan mengingat bahwa seorang muslim makan untuk hidup dan bukannya hidup untuk makan.

Dapur yang baik dalam islam haruslah diletakkan dibagian rumah yang paling dalam atau di posisi yang paling belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau orang yang datang berkunjung dan memiliki batas yang jelas dengan ruangan lainnya.

Demikian 5 posisi rumah yang baik menurut ajaran islam. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


Jakarta

Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

Luas rumah: 10 x 6 m
Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
Kemiringan sudut: 30 derajat

Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
= (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

= (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
= 11,2 x 7,2 / 0,866
= 93,11 m2

Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

(LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
= (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
= Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

Kelebihan Baja Ringan

Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

1. Memiliki Daktilitas yang Baik

Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

3. Tahan Karat

Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

4. Tahan Lama

Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

Kekurangan Baja Ringan

Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

1. Mudah Goyang Terbawa Angin

Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

2. Harganya Mahal

Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

3. Kurang Estetis

Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Pakaian Biar Makin Bersih


Jakarta

Banyak orang yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing di rumah. Bulu hewan peliharaan di rumah tentu bisa menempel di mana saja, salah satunya pakaian.

Tentunya detikers tidak ingin dong pakaiannya dipenuhi bulu-bulu hewan peliharaan? Nah, berikut ini tips mencuci pakaian untuk menghilangkan bulu peliharaan.

Dilansir dari Homes and Gardens, Sabtu (13/1/2024), berikut ini caranya.


1. Pastikan Mesin Cuci Bersih

Sebelum mencuci pakaian, pastikan mesin cuci yang digunakan bersih. Memang, membersihkan bulu hewan peliharaan dari pakaian ada berbagai cara, namun jika mesin cuci yang digunakan kotor maka pakaian yang dicuci juga akan ikut kotor.

“Membersihkan mesin cuci sesekali sangat bermanfaat, terutama jika kamu memiliki hewan peliharaan karena bulunya akan menempel di dalam drum selama beberapa kali pencucian, sehingga menambah bulu pada pakaian yang sebelumnya tidak ada bulu,” kata konsultan waralaba dan pakar peralatan di Mr. Appliance, Stuart Pyburn.

Kamu bisa membersihkan mesin cuci dengan menuangkan setengah cangkir cuka ke dalam mesin cuci dan jalankan siklus pembilasan. Cuka adalah pelembut alami dan akan membuat bulu-bulu hewan yang menempel di mesin cuci mengalir ke saluran pembuangan.

Sementara itu, untuk pengering cucian, jalankan pengering dengan mode ‘air only’ dengan 2 lembar pelembut kain pengering di dalamnya. Bahan ini akan melonggarkan cengkeraman bulu dan mengirimnya ke dalam filter serat. Kemudian, bersihkan ventilasi pengering dan filter serat.

2. Cuci Baju dengan Cuka

Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman mengatakan, penggunaan cuka ketika mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan dari yang baju.

Tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

“Kemelekatan statis biasanya disebabkan oleh deterjen yang bersifat basa, dan pakaian bergesekan satu sama lain seiring siklus mesin,” kata mereka.

“Menguranginya dengan cuka akan menghentikan rambut menempel pada pakaian kamu, sehingga memungkinkannya dicuci ke dalam perangkap serat agar mudah dihilangkan,” pungkasnya.

3. Gunakan Bola Pengering

Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, kamu bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

“Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!’ kata Joshua dan Ashlie Waterman.

Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

“Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

4. Gunakan Roller Lint

Jika setelah dicuci masih ada sisa bulu hewan peliharaan pada pakaian, kamu bisa menghilangkannya dengan roller lint. Pemilik Muffeta’s Domestic Assistants, Muffeta’s Krueger menyebutkan, alternatif lainnya kamu juga bisa menggunakan sikat serat berbulu lembut untuk menghilangkan bulu hewan dari pakaian.

“Ulangi proses ini sampai kamu berhasil menghilangkan semua bulu yang terlihat,” ujarnya.

Itulah beberapa cara menghilangkan bulu hewan peliharaan dari cucian. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com