Tag Archives: sakral

Rasakan Pengalaman Jadi Warlok Desa Taro Bisa Menginap di Homestay Ini



Gianyar

Traveler memiliki kesempatan untuk merasakan menjadi warga lokal atau warlok di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Bali. Caranya, menginap semalam di homestay yang satu ini.

Desa Wisata Taro merupakan desa tertua di Bali. Desa itu masih mempertahankan budaya dan tradisi lokalnya.

Berada di desa ini serasa melangkah mundur ke masa lalu, di mana kehidupan berjalan lebih lambat dan lebih dekat dengan alam.

Sebagai desa wisata, Desa Taro menyuguhkan beragam destinasi dan aktivitas menarik bagi wisatawan yang berkunjung. Namun, jika ingin mencoba pengalaman berbeda, traveler dapat mencoba menjadi warlok Desa Taro dalam semalam.

Desa Taro memiliki dua buat homestay yang dapat disewa oleh pengunjung untuk mendapatkan pengalaman berlibur yang berbeda. Lokasi homestay ini tak jauh dari konservasi Lembu Putih. Traveler bisa menikmati sensasi menginap sembari melihat hewan sakral dari Desa Taro.

“Kita di sini mengelola dua homestay milik desa. Terdapat dua kamar dengan jenis yang sama. Uniknya lokasi homestay ini berada di dalam kawasan konservasi Lembu Putih, jadi pengunjung bisa sambil menikmati kecantikan hewan sakral ini,” kata I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

Homestay di Desa Taro dibangun dengan gaya arsitektur Bali yang khas, memberikan nuansa autentik yang memperkaya pengalaman menginap. Bangunan homestay berbentuk segitiga dengan ornamen kayu yang kental.

Karena terletak di kawasan konservasi Lembu Putih, homestay ini menawarkan pemandangan sawah yang menakjubkan dan suasana yang tenang, cocok untuk relaksasi. Beberapa fasilitas yang akan traveler dapatkan di kamar yakni, AC, kulkas, lemari pakaian, meja kerja, wifi, king bed, meja kursi teras, dapur, toilet, dan meja kursi balkon.


Traveler yang ingin bermalam di homestay ini akan dikenakan biaya mulai dari Rp 500.000 per malamnya. Untuk traveler yang menginap dapat melakukan check in pukul 14.00 WITA dan check out pukul 12.00 WITA.

Karena lokasinya yang strategis dan harganya yang ramah di kantung, menurut Ardika homestay Desa Taro memiliki tingkat okupansi hingga 100% loh. Bagi traveler yang ingin menginap, bisa melakukan reservasi terlebih dahulu ke Instagram @desawisatataro, jangan sampai kehabisan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Misteri Alas Purwo, Hutan Tertua di Pulau Jawa



Banyuwangi

Alas Purwo tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga berbagai mitos yang menyelimutinya. Mari sibak misteri hutan tertua di pulau Jawa ini.

Alas Purwo merupakan hutan lebat di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hutan ini diyakini banyak menyimpan misteri gaib.

Oleh masyarakat setempat, hutan ini diyakini sebagai yang tertua di pulau Jawa, dan sering disebut sebagai gerbang menuju dunia gaib. Banyak cerita mistis yang menjadikannya salah satu tempat paling disegani di Nusantara.


Dilansir dari jurnal Universitas Islam Sunan Kalijaga berjudul Mitos Kerajaan Jin di Alas Purwo Banyuwangi Indonesia dalam Perspektif Teori Sakral dan Profan Emile Durkheim, yang ditulis Isnawi dan Indah Yulianti, Alas Purwo disebut memiliki aura mistis yang kuat.

Beberapa orang percaya Alas Purwo adalah tempat tinggal makhluk gaib, seperti genderuwo, jin, hingga setan. Ahli spiritual Banyuwangi Ki Joko Gondrong, menguatkan mitos ini dan menyarankan wisatawan untuk selalu waspada saat berkunjung ke hutan tersebut.

Alas Purwo disebut sebagai lokasi pertama yang dihuni manusia, tepatnya di Situs Kawitan. Tak hanya itu, di Alas Purwo terdapat gua Istana yang menjadi destinasi menarik dan wajib dikunjungi wisatawan.

Menurut cerita rakyat setempat, Gua Istana menjadi destinasi terkenal yang dipercaya sebagai tempat Ir Soekarno pernah bertemu Nyi Roro Kidul.

Tak jauh dari gua tersebut, terdapat pura yang sering digunakan untuk semedi. Pura ini sering dikunjungi untuk meditasi atau laku ritual spiritual.

Tempat ini dipercaya bisa memberikan energi-energi ketenangan batin. Kepercayaan akan nuansa mistis ini membuat masyarakat lokal mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati. Sebab, melanggar aturan di hutan ini sering dikaitkan dengan kejadian mistis yang mengundang malapetaka.

Salah satu mitos yang berkembang di kalangan masyarakat adalah suara panggilan misterius di Alas Purwo. Jika mendengar suara memanggil, jangan langsung menengok ke belakang. Konon, menengok bisa membawa malapetaka atau membuat seseorang hilang secara gaib.

Hingga saat ini, masyarakat setempat masih percaya dengan mitos-mitos di Alas Purwo, meski tak sedikit juga yang bersikap sebaliknya.

Cara Menuju ke Alas Purwo

Untuk menuju ke Alas Purwo, traveler bisa memilih rute misalnya dari Kota Banyuwangi menuju Kecamatan Rogojampi, kemudian ke Kecamatan Srono, Kecamatan Muncar, dan Kecamatan Tegaldlimo.

Dari Kecamatan Tegaldlimo, perjalanan dilanjutkan sekitar 10 km melewati jalan berbatu, hingga tiba di Pos Rowobendo, gerbang utama Taman Nasional Alas Purwo.

Untuk mencapai Alas Purwo, wisatawan disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedia transportasi umum menuju lokasi ini.

Dengan segala keindahan dan cerita di baliknya, Alas Purwo menjadi destinasi wisata sekaligus misteri yang memikat. Bagi yang penasaran, berhati-hatilah saat menjelajah, karena di balik keindahannya tersimpan banyak misteri yang belum terungkap.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com