Tag Archives: sambirejo

10 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok Buat Anak dan Keluarga


Jakarta

Candi Prambanan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Meski secara administrasi berada di Sleman, Yogyakarta, lokasi Prambanan berada juga berbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Klaten.

Candi ini tak kalah terkenal dari Candi Borobudur. Legenda tentang Candi Prambanan juga sudah dikenal sebagai cerita rakyat Nusantara, yakni dongeng Roro Jonggrang dan seribu candi.

Selain jalan-jalan di Candi Prambanan, ada banyak tempat wisata menarik yang lokasinya tak begitu jauh. Simak artikel ini untuk mengenal daya tarik Candi Prambanan dan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga.


Sejarah Wisata Candi Prambanan

Dikutip dari situs Pemkab Sleman, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan awalnya digunakan sebagai tempat persembahan tiga dewa Hindu (Trimurti) yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

Candi dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya. Hal ini dilakukan untuk menandingi Candi Borobudur dan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha.

Sekitar tahun 930-an, candi ini ditinggalkan karena pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur. Candi menjadi rusak karena tak terawat, dan runtuh diduga karena faktor alam seperti erupsi Gunung Merapi hingga gempa bumi hebat pada abad ke-16.

Penduduk sekitar meskipun tahu keberadaan candi ini, tetapi tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Maka muncul cerita rakyat tentang Roro Jonggrang, bahwa pembuatan candi tersebut dilakukan oleh makhluk halus.

Di masa penjajahan, sekitar 1700-an, candi ini ditemukan dan mulai dilakukan penelitian. Namun justru marak penyalahgunaan batu-batu ini yang dipakai hiasan rumah orang Belanda atau menjadi fondasi rumah warga lokal.

Pemugaran baru dimulai pada 1918 dan dirampungkan pada era Sukarno tahun 1953. Sejak 1991, Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Di dalam kompleks prambanan terdapat berbagai candi, antara lain Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wishnu, Candi Nandi, Candi Garuda (Candi A), Candi Angsa (Candi B), Cand Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut.

Lokasi dan Harga Tiket

Lokasi Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika traveler melewati Jalan Jogja-Solo pasti akan melihat kemegahan Candi Prambanan dari kejauhan.

Dikutip dari akun Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, harga tiketnya adalah sebagai berikut:

  • Tiket WNI atau warga dengan KITAS
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 50 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 25 ribu per anak
  • Tiket WNA
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 400 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 240 ribu per anak

Wisata Sekitar Candi Prambanan

Traveler mungkin tak cuma ingin berwisata di satu lokasi. Dari Candi Prambanan, kalian bisa berkunjung ke 10 tempat wisata lainnya, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga:

1. Sendratari Ramayana

Pertunjukan Sendratari Ramayana BalletPertunjukan Sendratari Ramayana Ballet (Niken Pratiwi)

Lokasi: Jalan Taman Prambanan Kulon, Klurak, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY (sisi selatan kompleks Candi Prambanan).
Jam buka: 19.30 WIB
Harga tiket masuk: Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).

Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam.

2. Candi Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)

Lokasi: Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.
Harga tiket masuk:

  • Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
  • Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

Dilansir dari situs borobudurpark.com, Candi Ratu Boko tidak berwujud seperti Prambanan atau Borobudur. Ratu Boko adalah reruntuhan sebuah kerajaan, maka juga sering disebut sebagai Kraton Ratu Boko.

Situs Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

Dari sini, detikers bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

3. Candi Sewu

Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Jam buka: 06.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan

Satu lagi wisata sejarah di sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi, yaitu Candi Sewu yang berada di utara Prambanan. Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

4. Tebing Breksi

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. (Kemenparekraf)

Lokasi: Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 10.000

Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

Selain menyaksikan pemandangan menarik dari ketinggian, detikers juga bisa merasakan sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

5. Kids Fun Park

Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.
Jam buka: 10.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000

Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini, anak-anak bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

6. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogja. (Instagram @waterboomjogja)

Lokasi: Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam operasional: 09.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 45 ribu

Masih di Kabupaten Sleman, traveler juga bisa seru-seruan bermain di Waterboom Jogja. Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

7. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)

Lokasi: Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 07.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 30 ribu.

Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

Dari ketinggian, detikers juga bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta sambil menikmati makanan.

8. HeHa Skyview

Objek wisata di Gunungkidul.HeHa Skyview Foto: (Instagram)

Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 35 ribu.

HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini.

Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

9. Bukit Bintang

Lokasi: Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul.
Jam buka: 24 jam
Harga tiket masuk: gratis

Bukit Bintang menjadi salah satu tempat favorit untuk nongkrong di malam hari. Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang.

Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

10. Gembira Loka Zoo

Gembira Loka ZooGembira Loka Zoo Foto: dok Humas GL Zoo

Lokasi: Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 60 ribu.

Gembira Loka Zoo adalah kebun binatang di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini cocok untuk mengedukasi anak tentang jenis-jenis hewan.

Tempatnya sangat luas, tetapi ada kereta yang berkeliling sehingga detikers tidak perlu capek-capek. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

Nah, itulah tadi informasi mengenai Candi Prambanan, lengkap dengan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

11 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Spot Berenang-Lihat City Light


Jakarta

Candi Prambanan termasuk objek wisata yang kerap dikunjungi bukan hanya oleh wisatawan lokal tetapi juga turis mancanegara. Lokasinya berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbatasan dengan Klaten di Jawa Tengah.

Prambanan menjadi candi bercorak Hindu terbesar di Tanah Air dan diyakini dibangun sekitar abad ke-9. Meski termasuk wisata sejarah, berbagai pertunjukan seni dan acara seperti Sendratari Ramayana, konser musik, hingga event olahraga lari sering diadakan di kompleks Candi Prambanan.

Selain itu, di sekitar Prambanan juga terdapat banyak destinasi wisata menarik yang sayang dilewati saat berkunjung ke sana. Apalagi kalau traveler berasal dari luar kota. Jadi, apa saja wisata yang ada di sekitar Candi Prambanan?


Daftar Wisata Sekitar Candi Prambanan

Merangkum dari Google Review, berikut deretan objek wisata di sekeliling Candi Prambanan yang patut didatangi:

1. Keraton Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Piyungan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-85.000

Keraton Ratu Boko kerap disebut Candi Ratu Boko, padahal situs ini merupakan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut riwayat, situs ini adalah istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Keraton Ratu Boko diperkirakan dibangun pada abad ke-8.

Di sana terdapat kompleks Ratu Boko mencakup gerbang ikonik, teras, dan sisa-sisa bangunan istana. Selain itu terhampar taman luas yang memiliki panorama cantik.

Kompleks Ratu Boko berada sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Solo-Yogya ke arah timur. Di persimpangan Pasar Prambanan ambil Jalan Prambanan-Piyungan, sekitar 3 km dari sana akan ada penunjuk jalan ke Ratu Boko yang terletak di bukit sebelah kiri.

2. Tebing Breksi

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi (Kemenparekraf)
  • Lokasi: Jl. Desa Lengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 21.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000

Tebing Breksi dulunya merupakan bekas pertambangan batu. Susunan batuan di sana telah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Selain dikembangkan menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi laboratorium alam untuk kepentingan pendidikan.

Pagelaran seni hingga event musik kerap diselenggarakan di Tebing Breksi. Selain itu, traveler dapat menyaksikan pemandangan elok dari ketinggian seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko di arah utara serta Kota Jogja dan landasan pacu Bandara Adisucipto di arah barat.

Dari Candi Prambanan, Tebing Breksi berjarak kisaran 6-7 km dengan waktu tempuh 15 menit.

3. Waterpark Galuh Tirtonirmolo

  • Lokasi: Jl. Manisrenggo, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

Di Waterpark Galuh Tirtonirmolo terdapat 12 kolam, mulai kolam renang dewasa dan anak hingga kolam kuda laut. Ada juga banyak papan seluncur dan air mancur. Selain itu, traveler dapat menemukan berbagai wahana seperti flying fox, bombom car, sampai kereta gantung.

Lokasinya berjarak 1,5 km dari Candi Prambanan sehingga cukup dicapai dalam 5 menit menggunakan kendaraan.

4. Candi Sewu

Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)
  • Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta, Bugisan, Prambanan, Klaten, DIY
  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-40.000

Kata ‘sewu’ dalam bahasa Jawa berarti seribu. Candi ini dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Yang mana Bandung Bondowoso diminta membuat 1.000 candi dalam waktu semalam jika hendak menjadikan Roro Jonggrang sebagai istri.

Meski begitu, traveler hanya akan menemukan sekitar 249 candi di kompleks candi bercorak Buddha yang telah ada sejak abad ke-8 ini. Kompleks Candi Sewu terletak sekitar 800 meter di utara Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu hanya beberapa menit.

5. Bukit Bintang

Bukit Bintang di YogyakartaView dari Bukit Bintang Yogyakarta (ivan satriyadi pratama/d’traveler)
  • Lokasi: Jl. Jogja-Wonosari, Patuk, Gunung Kidul, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 24 jam
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Bukit Bintang termasuk spot nongkrong di Jogja yang terkenal dengan panoramanya. Dari ketinggian, traveler dapat menyaksikan citylight Yogyakarta yang cantik di malam hari. Di sekitar sini terdapat banyak kafe dan warung yang menjual aneka jajanan.

  • Pemandangan hijau dari atas di pagi hari juga tidak kalah cantik kok. Bahkan bisa melihat panorama Gunung Merapi dan Merbabu serta aktivitas pesawat di Bandara Adisucipto.Bukit Bintang berada 14 km dari Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu 23-25 menit.

6. Blue Lagoon Jogja

Pemandian dengan Air Berwarna Hijau Kebiruan di Blue Lagoon Jogja.Kolam alami Blue Lagoon Jogja dengan air jernih berwarna hijau kebiruan (Fida Afra’ Effendi/detikcom)
  • Lokasi: Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 06.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 15.000

Kalau ingin berenang juga bisa ke Blue Lagoon Jogja. Kolam di sini bersumber dari mata air alami sehingga airnya segar dan jernih plus bersih. Meski berada di dekat permukiman warga, lokasinya masih asri dan adem dengan dikelilingi pepohonan dan bebatuan.

Dari Candi Prambanan, Blue Lagoon Jogja berjarak 11 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

7. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)
  • Lokasi: Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00 – 21.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000-30.000

Sejumlah spot foto Instagramable dapat ditemukan di Obelix Hills, muulai ayunan langit, Eagle Nest, Sky Deck, hingga Pottery Cave. Lokasinya berada di ketinggian juga menawarkan pemandangan cantik Kota Jogja sekaligus sunsetnya.

Ada resto outdoor dengan berbagai menu lezat di sini. Yang paling epic, panggung live musicnya membelakangi panorama sehingga traveler bisa menonton performance with the view. Obelix Hills berjarak kisaran 10 km dari Candi Prambanan dan dapat dicapai dalam waktu 25 menit.

8. Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KlatenCandi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
  • Jam Buka: Setiap Hari, 07.30 – 16.30 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-10.000

Situs candi ini terdiri dari dari Candi Plaosan Lor di utara dan Candi Plaosan Kidul di selatan serta mandapa atau bangunan yang digunakan untuk ritual. Jarak antar kedua candinya sekitar 200 meter dan di sekelilingnya terdapat 58 candi pendamping serta 194 stupa.

Candi bercorak Buddha ini dibangun pada awal abad ke-9 dan berlokasi kurang lebih 3 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh 5 menit.

9. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogjga. (Instagram @waterboomjogja)
  • Lokasi: Jl. Jenengan Raya, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 09.00 – 16.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 85.000-90.000

Traveler bisa pula berenang di Waterboom Jogja. Tempatnya luas dan dilengkapi 19 wahana seru yang dapat dijajal traveler. Tidak hanya kolam renang, terdapat taman dipenuhi pepohonan hijau dan thematic park di sini. Ada juga museum air “Water for Life” yang menyediakan informasi tentang air hingga manfaatnya.

Dari Candi Prambanan, lokasinya berada sekitar 12-15 km dengan waktu tempuh kurang lebih 23-25 menit.

10. Gerbang Banyu Langit

  • Lokasi: Jl. Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DIY
  • Jam Buka: 08.00 – 18.30 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Gerbang Banyu Langit menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dikelilingi pepohonan dan arsitektur bambu. Di sini terdapat taman, food court, kolam renang, hingga penyewaan kano.

Ada banyak spot foto ‘ndeso’ di sini, yang paling ikonik adalah gerbang bambunya yang menjulang tinggi. Dari Candi Prambanan, lokasinya berjarak 14 km dengan waktu tempuh 25 menit.

11. HeHa SkyView

Pemandangan dari Heha Skyview YogyakartaPemandangan dari Heha Skyview Yogyakarta (Pradikta Kusuma/d’traveler)
  • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Bukit, Patuk, Gunung Kidul, DIY
  • Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000

Di HeHa SkyView, traveler juga dapat menyaksikan panorama Kota Jogja dari ketinggian. Kecantikan sunset dan city light Jogja dari sini tidak boleh dilewatkan. Dapat ditemukan pula spot foto Sky Glass dan Sky Balloon. Untuk anak-anak terdapat area panjang tebing aman yang bisa dicoba.

Lokasi HeHa Skyview berada sekitar 15 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh kisaran 30 menit.. Dari Tugu Jogja, letaknya sekitar 21 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Tebing Breksi, Lengkap dengan Fasilitas dan Harga Tiket Masuknya


Jakarta

Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Yogyakarta. Seperti namanya, tempat ini adalah kawasan perbukitan batuan breksi.

Uniknya, tebing-tebing di sini memiliki pola alami yang menarik dan estetik, menjadikannya daya tarik utama bagi para wisatawan. Simak berikut sejarahnya, lengkap dengan informasi terkait daya tarik, fasilitas, dan harga tiket terkininya.

Sejarah Tebing Breksi

Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Titry Frilyani/d’traveler

Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di bagian selatan Candi Prambanan, dan cukup dekat dengan Candi Ijo serta kompleks Keraton Ratu Boko. Tempat ini terletak tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.


Dirangkum dari laman Kapanewon Kecamatan Prambanan dan Geopark Jogja, tempat ini dulunya adalah kawasan pertambangan batu breksi. Tebing Breksi mulanya merupakan area tambang batuan yang menjadi mata pencaharian warga sekitar.

Batuan breksi di lokasi ini terbentuk dari material letusan Gunung Api Nglanggeran yang mengendap selama jutaan tahun. Akhirnya pada tahun 2014, aktivitas tambang dihentikan karena batuan di area ini termasuk batu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran yang perlu dilindungi.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh tim gabungan dari ITB dan UPN mengungkap bahwa batuan di sini termasuk jenis tufan yang langka, sehingga kegiatan penambangan dihentikan.

Lokasi ini kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata, yang pada 30 Mei 2015 secara resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tebing Breksi kini telah berkembang menjadi destinasi unggulan dari Desa Wisata Dewi Sambi dan ditetapkan sebagai salah satu situs geoheritage di Yogyakarta.

Bahkan dalam laman Portal Informasi Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke-13, Sandiaga Uno pernah mengatakan Tebing Breksi masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik. Keunikan utama Tebing Breksi terletak pada dinding-dinding tebingnya yang kini dihiasi relief dan pahatan karya seniman lokal.

Mulai dari tokoh pewayangan seperti Arjuna dan Buto Cakil, hingga naga berkepala mahkota, semua memberi sentuhan budaya yang khas. Bekas guratan aktivitas tambang juga menciptakan motif alami di batuan, menjadikan tebing ini tampak artistik.

Daya Tarik Wisata Tebing Breksi

Tebing BreksiTebing Breksi. Foto: Titry Frilyani/d’traveler

Tebing Breksi menyuguhkan pemandangan unik berupa tebing-tebing tinggi dengan tekstur dan pola alami yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Sisa-sisa pahatan bekas tambang kerap dijadikan latar foto yang menarik, termasuk untuk sesi prewedding.

Untuk naik ke puncak tebing, pengunjung tak perlu bersusah payah memanjat karena telah tersedia tangga yang dipahat langsung di batu. Dari atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian.

Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat panorama indah seperti Candi Prambanan, Gunung Merapi, hingga pesawat yang melintas di langit Jogja. Momen matahari terbenam juga jadi favorit wisatawan.

Selain itu, berkunjung ke Tebing Breksi bisa sekalian mampir ke beberapa tempat menarik di sekitarnya. Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Tebing Breksi berada tak jauh dari ikon-ikon wisata seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, dan kompleks Keraton Boko.

Akses ke lokasi pun cukup mudah, hanya sekitar 1 km sebelum Candi Ijo, lewat jalur utama Prambanan-Piyungan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 17 km atau 30 menit perjalanan darat. Meskipun jalannya agak menanjak, kendaraan mulai dari motor hingga bus wisata tetap bisa mencapai area ini dengan lancar.

Fasilitas dan dan Harga Tiket Wisata Tebing Breksi

Selain bisa berfoto di lokasi wisata, kamu juga dapat melihat suguhan budaya seperti tari-tarian, jathilan, gamelan tembang Jawa, wayang, dan ketoprak. Sebab di Tebing Breksi juga terdapat Tlatar Seneng, sebuah panggung pertunjukan berbentuk melingkar dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Bentuknya sekilas menyerupai Colosseum mini.

Tak cuma itu, kalau kamu suka berkemah, ada area Watu Tapak yang disediakan sebagai tempat perkemahan. Nah kalau mau pengalaman yang lebih seru, bisa coba naik jeep wisata dengan berbagai pilihan rute dan paket.

Rute singkat membawa pengunjung menjelajahi Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung, dan Obelix Hills. Sedangkan rute panjang mencakup lebih banyak titik seperti Bukit Teletubbies, Desa Wisata Pereng, dan berakhir di Rumah Domes.

Wisatawan juga dimanjakan dengan kemudahan teknologi seperti tiket online dan akses wifi di area tertentu, termasuk tempat makan. Soal operasional dan harga tiketnya, dilansir dari akun instagram resmi Tebing Breksi buka setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB dengan harga tiket weekdays Rp 10 ribu dan hari libur Rp 15 ribu.

Jadi, kamu tertarik berlibur ke Tebing Breksi? Semoga informasi ini membantu, ya!

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Ini Lokasi Tambang, Sekarang Jadi Surga Wisata



Jakarta

Pertambangan di Raja Ampat telah membuat masyarakat khawatir. Tak banyak yang tahu, ada tempat yang dulunya galian tambang menjadi surga wisata.

Bangka Belitung (Babel) merupakan provinsi penghasil timah terbesar dunia. Di Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, terdapat bekas galian tambang yang kini jadi obyek wisata, namanya Danau Kaolin.

Terletak di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Danau Kaolin merupakan satu dari beberapa objek wisata bekas tambang timah yang ada di wilayah Babel. Namanya mencuat setelah viral di media sosial.


Keindahan alamnya pun tak perlu diragukan lagi, danau ini pernah masuk dalam nominasi Destinasi Unik Terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia tahun 2019.

Danau Kaolin sering disebut dengan istilah Camoi Aik Biru (kolam biru) oleh masyarakat setempat. Lokasi ini merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin yang telah ditinggalkan sejak 1971.

Foto udara memperlihatkan wisatawan menikmati keindahan alam Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, Minggu (9/7/2023). Danau Kaolin atau Camoi Aik Biru (kolam biru) itu merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin, saat ini dijadikan destinasi wisata unggulan di Bangka Belitung yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nibung Jaya Abadi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.Foto udara memperlihatkan wisatawan menikmati keindahan alam Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, Minggu (9/7/2023). Danau Kaolin atau Camoi Aik Biru (kolam biru) itu merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin, saat ini dijadikan destinasi wisata unggulan di Bangka Belitung yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nibung Jaya Abadi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt. Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA

Galian tambang yang berbentuk cekungan lambat laun terisi air hingga terbentuklah danau seperti saat ini. Ya, butuh waktu puluhan tahun agar alam mampu memperbaiki diri.

Danau kaolin ini punya keindahan yang khas yaitu air danau yang berwarna biru toska. Warna biru berasa dari sisa mineral pertambangan timah dan kaolin.

Wisatawan boleh mengeksplorasi keindahan danau yang berwarna biru toska ini. Meskipun bekas tambang namun kawasan ini memiliki udara yang sejuk dan segar. Tapi ingat, dilarang berenang di danau ini, karena ada efek radiasi logam radioaktif bekas penambangan biji timah dan kaolin.

Jadi, aktivitas yang diperbolehkan hanya foto-foto. Biasanya, spot terbaik untuk mengambil foto adalah berada di titik tertinggi dengan background danau yang indah.

Untuk menuju lokasi ini, wisatawan perlu menempuh perjalanan dari pusat kota Pangkalpinang sejauh 68,6 kilometer atau sekitar 1,2 jam. Tiketnya pun murah meriah mulai dari Rp 5-10 ribu.

Tebing Breksi

Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Contoh lain area tambang yang berubah menjadi tempat wisata yang mendatangkan cuan bagi warga sekitar adalah Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Sleman, DI Yogyakarta. Dari catatan detikcom, bekas tambang yang satu ini begitu cantik dengan sentuhan seni.

Tebing Breksi dulunya adalah tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Pada 2014, Pemerintah Kabupaten Sleman berinisiatif untuk menutupnya demi kelestarian lingkungan. Barulah setelah itu, tepatnya pada 2015, Tebing Breksi dikembangkan menjadi objek wisata.

Ini untuk membantu perekonomian masyarakat yang dulunya bergantung pada tambang. Tahun 2021 lalu, yang awalnya jadi salah satu desa termiskin di Sleman ini bertransformasi menuju desa wisata berpenghasilan Rp 1 miliar.

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. Foto: Kemenparekraf

Saat ini, Tebing Breksi menjadi salah satu dari 5 tempat favorit yang dikunjungi wisatawan di Kabupaten Sleman selain Candi Prambanan, Jip Wisata Merapi, Kaliurang dan Kaliadem.

Hal menarik dari Tebing Breksi adalah ukiran pada dindingnya. Terdapat berbagai jenis ukiran, mulai dari wayang hingga naga. Inilah yang kemudian menjadi magnet bagi wisatawan Yogyakarta dan luar daerah untuk datang ke sana.

Selain melihat ukiran pada tebing, kegiatan favorit wisatawan di Tebing Breksi adalah melihat matahari terbenam alias sunset. Sunset dari Tebing Breksi ini sering disebut sebagai sunset terbaik di Yogyakarta. Kamu dapat menikmati pemandangan Kota Yogyakarta secara leluasa dari atas sana.

Belitung dan Tebing Breksi adalah bukti nyata bahwa sebuah daerah bisa bangkit dan berbenah. Dari tanah yang dulu dikuras untuk hasil bumi, kini daerah bekas tambang ini menyambut dunia dengan pesona alam dan keramahan budaya. Sebuah metamorfosis luar biasa-dari pulau tambang menjadi surga wisata yang membanggakan Indonesia.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

10 Destinasi Wisata Sekitar Candi Prambanan


Jakarta

Setelah puas menikmati kemegahan Candi Prambanan, traveler harus mengelilingi destinasi menarik lainnya yang ada di sekitar candi, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa traveler kunjungi bersama sahabat ataupun keluarga.

1. Sendratari Ramayana

Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).


Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam. Adapun harga tiket pertunjukkan Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

2. Candi Ratu Boko

Candi Ratu BokoCandi Ratu Boko Foto: Budi Puspa Wijaya/Unsplash

Candi Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

Dari sini, traveler bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus jika langitnya cerah. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

Harga tiket masuk:

Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.

3. Candi Sewu

Candi Sewu berada di Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Harga tiket masuk candi sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan.

Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

4. Tebing Breksi

Desa Wisata Dewi Sambi atau Sambirejo menjadi salah satu desa wisata di wilayah Yogyakarta. Lokasinya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.Desa Wisata Dewi Sambi atau Sambirejo menjadi salah satu desa wisata di wilayah Yogyakarta. Lokasinya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Foto: Jauh Hari Wawan S

Tebing Breksi berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Objek wisata instagramable ini buka buka pukul 08.00-21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 10.000

Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

Selain menyaksikan pemandangan Yogyakarta dari ketinggian, rasakan juga sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

5. Kids Fun Park

Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY. Adapun harga tiketnya mulai dari Rp 100.000

Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini mereka bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

6. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga. Foto: Instagram @waterboomjogja

Nikmati juga keseruan bermain air di Waterboom Jogja. Datang saja ke Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga tiket masuknya mulai Rp 45 ribu

Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

7. Obelix Hills

Obelix Hills berada di Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Destinasi ini buka pukul 07.00-21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 30 ribu.

Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

8. HeHa Skyview

Objek wisata di Gunungkidul.Objek wisata HeHa Skyview Foto: (Instagram)

HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Lokasinya di Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini. Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

Untuk harga tiket masuknya Rp 35 ribu.

9. Bukit Bintang

Traveler yang ingin menikmati malam cara tak biasa di Yogyakarta, datang saja ke Bukit Bintang di Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul. Masuk ke sini gratis kok.

Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang. Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

10. Gembira Loka Zoo

Sudut gembira loka, semakin kekinian dan instagramableSudut gembira loka, semakin kekinian dan instagramable Foto: detik

Traveler yang liburan bersama anak-anak bisa nih berkunjung ke Gembira Loka Zoo yang berada di Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Harga tiket masuknya mulai Rp 60 ribu.

Ragam hewan bisa traveler temui di sini. Tak usah khawatir kelelahan berkeliling, karena ada kereta yang difasilitasi kebun binatang. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

(sym/row)



Sumber : travel.detik.com