Tag Archives: sampah

Ini Akibatnya Kalau Sering Buang Tisu ke Toilet


Jakarta

Kebanyakan orang tentu nggak asing sama larangan buang tisu ke dalam lubang toilet. Peringatan ini sering kali dipajang di WC umum.

Bukan hanya di WC umum, tisu memang tidak dianjurkan buat dibuang ke toilet manapun, termasuk di rumah sendiri. Soalnya, kebiasaan itu bisa memicu masalah yang merepotkan penghuni rumah.

Tisu merupakan benda yang tak dapat larut di air. Jika disiram ke dalam toilet, tisu tersebut hanya tenggelam dan tidak hancur.


Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tisu bakal menumpuk sehingga kloset menjadi mampet. Berikut ini akibatnya kalau membuang tisu ke toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

Efek Fatberg

Membuang tisu ke dalam toilet memicu efek fatberg. Kondisi tersebut berupa tisu basah yang bercampur dengan kotoran, lalu terperangkap di dalam pipa. Alhasil tisu bisa menumpuk di dalamnya.

Jika sudah seperti itu, saluran pembuangan toilet akan tersumbat. Pertanda saluran pembuangan sudah mampet antara lain kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung ke septic tank.

Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

Saluran toilet yang tersumbat tisu, kalau tidak segera diperbaiki bakal semakin parah dan pipa pembuangan pun dapat rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang buat air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa memicu tekanan dan berisiko menimbulkan kebocoran pipa.

Itulah risiko membuang tisu ke toilet. Biar kejadian itu tidak dialami di rumah, pastikan untuk membuang tisu ke tempat sampah ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cara Basmi dan Usir Laba-laba dari Rumah Tanpa Bahan Kimia Berbahaya


Jakarta

Laba-laba kerap ditemukan di rumah, apalagi di ruangan yang jarang dihuni atau ditumpukan barang tak terpakai. Adanya laba-laba terkadang bikin penghuni rumah merasa resah karena harus membersihkan sarangnya.

Kalau tidak segera dibersihkan, bisa-bisa rumah tampak tidak terawat dan memberikan kesan kotor. Tak heran, banyak orang yang segera membasmi laba-laba ketika melihatnya.

Tapi, ada lho beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusirnya. Dilansir dari Mirror, berikut ini informasinya.


Cara Usir Laba-laba

Lilin Aromaterapi Serai

Serai biasanya digunakan untuk mengusir serangga seperti tawon dan nyamuk, tetapi lilin aromaterapi ini juga populer untuk membantu mengusir laba-laba. Hewan berkaki delapan ini tidak menyukai aroma seperti lemon, kayu manis, dan serai.

Selain itu, laba-laba juga tidak menyukai asap sehingga peran lilin juga akan membantu menjauhkan laba-laba dari rumah dengan cara menaruhnya di dekat jendela.

Cuka Putih

Penghuni rumah juga bisa memakai bahan dapur seperti cuka putih. Laba-laba bisa sangat sensitif karena kandungan asam asetat yang tinggi pada cuka.

Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika penghuni rumah dalam posisi dekat hewan peliharaan.

Cara Cegah Laba-laba Ada di Rumah

Selain mengusirnya, penghuni rumah juga bisa mencegahnya untuk masuk ke dalam ruangan lho. Dilansir dari The Spruce, entomolog di Mosquito Squad Plus, Emma Grace Crumbley mengatakan untuk mencegah keberadaan laba-laba di rumah, khususnya pada beranda, sebaiknya buat area tersebut yang tidak mudah diakses untuk laba-laba. Contohnya seperti membatasi sumber makanan dan lainnya.

Selain itu masih ada beberapa cara lainnya. Berikut ini informasinya.

Matikan Lampu Depan

Menyalakan lampu di depan rumah kerap dilakukan untuk mengindikasikan bahwa ada penghuni di dalamnya. Tapi hal ini justru bisa menarik beberapa serangga yang bisa jadi mangsa laba-laba.

“Matikan lampu depan kalau kamu tidak memerlukannya untuk mencegah menarik sumber makanan laba-laba” ujar ahli pest control dan co-owner dari Green Pest Management Matt Smith, dikutip dari The Spruce, Kamis (16/10/2025).

Basmi Sarang Laba-laba

Crumbley menjelaskan, untuk membangun sarang laba-laba dibutuhkan waktu dan energi. Menghilangkan sarang mereka, tentunya membuat laba-laba enggan membuat sarang di sana lagi.

Menghancurkan sarang laba-laba memberikan pesan bahwa area tersebut tidak cocok untuk mereka huni.

Kurangi Sumber Makanan Laba-laba

Cara lainnya adalah dengan mengurangi sumber makanan laba-laba. Hal itu berarti menutup tempat sampah dan menjaganya agar tetap bersih supaya lalat nggak berkeliaran, matikan lampu depan, bersihkan got, dan cek area yang tergenang air yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.

Hilangkan Jalur Masuk Laba-laba

Untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah, Crumbley menyarankan untuk pastikan tidak ada lubang di bawah pintu, jendela, atau di antara struktur rumah.

Itulah beberapa cara basmi dan usir laba-laba dari rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Langkah Mudah Basmi Belatung di Tempat Sampah, Bisa Pakai Garam


Jakarta

Meski digunakan untuk membuang sampah dapur, tetapi tempat sampah juga harus dibersihkan secara berkala. Sebab, ada sisa-sisa makanan yang mungkin tak sempat dibuang sehingga menempel di dasar tempat sampah.

Jika dibiarkan terus-menerus, maka akan menimbulkan bau tak sedap sekaligus memicu kehadiran belatung. Kalau sudah muncul larva dari lalat tersebut, maka sebaiknya segera dibasmi agar jumlahnya tidak semakin bertambah.

Ada beberapa cara efektif untuk mengatasi belatung yang muncul di tempat sampah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Cara Basmi Belatung di Tempat Sampah

Kalau muncul belatung dalam jumlah banyak di tempat sampah, sebaiknya segera dibasmi. Dilansir situs The Spruce, berikut cara ampuh basmi belatung di tempat sampah:

1. Pemutih

Salah satu cara termudah untuk basmi belatung di tempat sampah bisa menggunakan pemutih. Caranya cukup mencampur pemutih dan air dengan perbandingan 50:50, lalu tuang ke dalam tempat sampah yang penuh belatung.

Setelah itu, tutup tempat sampah dan diamkan sekitar 30 menit agar uap pemutih bekerja untuk membasmi belatung. Jika sudah, buang cairan pemutih dan belatung yang sudah mati secara hati-hati.

2. Cuka

Apabila enggan memakai bahan kimia, kamu dapat menggunakan cuka untuk membasmi belatung di tempat sampah. Caranya dengan mencampur sekitar 50 ml cuka dengan air panas secukupnya ke dalam wadah, lalu tutup wadah dan diamkan selama 30 menit.

Setelah itu, tuang larutan cuka dan air panas tersebut ke dalam tempat sampah. Diamkan selama 2-3 jam agar cuka dapat membasmi belatung.

3. Garam

Selain digunakan untuk memasak, garam ternyata juga bisa dipakai untuk membasmi belatung. Hanya saja, jumlah garam yang digunakan harus cukup banyak agar efektif mengatasi belatung.

Cukup menaburkan garam yang banyak ke seluruh area tempat sampah yang penuh belatung. Lalu, letakkan tempat sampah di bawah sinar matahari langsung selama 1 jam.

Panas dari matahari dan efek garam akan membunuh belatung secara perlahan. Jika sudah, bilas tempat sampah dengan air untuk membersihkan sisa-sisa belatung yang mati.

4. Air Panas

Cara praktis lainnya untuk membasmi belatung adalah dengan air panas. Cukup tuang satu teko air mendidih ke dalam tempat sampah secara perlahan.

Air yang sangat panas akan membunuh belatung secara instan. Namun, tetap hati-hati saat menuang air panas agar tidak terkena kulit.

Jika sudah, buang sisa air panas dan belatung yang mati. Jangan lupa untuk mencuci tempat sampah dari sisa-sisa kotoran.

Itulah cara membasmi belatung di tempat sampah dengan bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Sibuk Sampai Tak Sempat Bersihkan Rumah? Coba Lakuin 6 Hal Ini


Jakarta

Tidak semua orang memiliki waktu untuk membersihkan rumah. Ada beberapa penghuni yang mungkin hanya beberapa jam ada di rumah, selebihnya berada di luar.

Meskipun jarang di rumah, bukan berarti tempat tinggal bebas dari kotoran dan debu. Jangan sampai meremehkan kebersihan rumah sampai muncul bau apek atau busuk.

Bau apek biasanya muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh karena debu menumpuk di perabotan. Sementara itu, bau busuk bisa berasal dari tempat sampah atau kulkas yang bahan makanannya jarang disortir.


Disarankan tetap luangkan waktu untuk membersihkan rumah beberapa jam. Untuk mempermudah membersihkan rumah, dilansir dari The Savvy Sparrow, berikut tipsnya.

Ketika membersihkan rumah hal terpenting adalah niat dan moodnya dahulu. Untuk memotivasi diri agar mau membersihkan rumah, lakukan hal-hal yang mudah dan tidak menguras energi dahulu, seperti merapikan tempat tidur dan membuka jendela. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

2. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

Jika ingin memulai bersih-bersih yang tidak membebani coba targetkan membersihkan atau merapikan rumah hanya 10 menit di sela-sela kesibukan. Kegiatannya tentu tidak akan banyak, misalnya melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

3. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

Jika tinggal bersama orang lain, buat kesepakatan dan komitmen untuk saling menjaga rumah tetap bersih dan membersihkannya secara berkala. Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jangan sungkan untuk mengajak penghuni lain mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

Bisa juga dengan membuat jadwal bersih-bersih. Penghuni rumah menentukan hari dan waktu yang tepat untuk bersih-bersih.

4. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

Lalu, kekacauan yang paling terlihat adalah barang-barang yang berserakan, misalnya tas, baju kotor, cangkir, sampah, hingga kabel. Angkat barang-barang tersebut berdasarkan jenisnya agar tidak memenuhi area lantai dan perabotan yang akan dibersihkan.

Barang yang kotor dan harus dicuci sebaiknya langsung dibersihkan. Tas yang sudah tidak dipakai bisa dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan agar tidak terinjak. Begitu juga dengan aksesoris seperti kacamata dan perhiasan agar diletakkan kembali ke tempat penyimpanan.

5. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

Setelah itu, cek area dapur apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Lalu kembali ke kamar apakah ada make up atau skin care yang sudah habis dan kedaluwarsa. Cek juga di kamar mandi apakah ada barang yang harus dibuang dan diganti. Jangan simpan barang yang tidak bernilai dan tidak dipakai karena hanya akan memenuhi ruang dan membuat rumah berantakan.

6. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

Cara menyembunyikan bagian rumah yang berantakan sebenarnya bisa dengan memasukkan barang yang belum sempat disusun ke dalam penyimpanan kosong yang khusus. Dengan begitu, ketika membutuhkan barang tersebut bisa mencarinya di satu tempat. Oleh karena itu, di rumah perlu banyak tempat penyimpanan, terutama yang menempel dengan perabotan lain, seperti di bawah kasur terdapat rak penyimpanan atau di dekat ruang TV terdapat area untuk menyimpan barang-barang berukuran kecil yang bisa ditutup dan dibuka.

Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Efektif Usir Lalat Limbah biar Nggak Balik Lagi


Jakarta

Pernah lihat serangga kecil yang ada di wastafel? Serangga itu terkadang muncul di saluran air wastafel dapur dan kamar mandi.

Namanya adalah lalat limbah atau drain flies. Lalat ini dipercaya bukan hewan pembawa penyakit dan tidak menggigit manusia maupun hewan peliharaan. Tapi harus tetap hati-hati karena hewan ini bisa berkembang biak di lingkungan rumah.

Dilansir dari Southern Living, lalat ini bisa berkembang biak di tempat yang ada genangan air, seperti got, tempat sampah yang kotor, genangan air AC, hingga lubang pohon. Lalat limbah betina bisa bertelur antara 10 hingga 200 butir.


Biasanya, lalat limbah tidak begitu banyak ditemukan di rumah. Pun kalau ditemukan, biasanya menunjukkan ada sesuatu yang rusak, misalnya pipa. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi lalat limbah di rumah.

Bersihkan Saluran Pembuangan

Bersihkan saluran pembuangan air secara manual dengan sikat. Gerakkan sikat hingga menyentuh bagian dalam saluran pembuangan. Hal itu untuk membersihkan endapan dan telur atau larva lalat limbah yang berkembang di sana.

Pakai Pembersih Enzimatik

Cara lainnya adalah dengan menggunakan produk enzimatik berlabel khusus untuk membersihkan saluran pembuangan. Ikuti petunjuk pemakaiannya.

“Anda tidak boleh membuang pestisida ke dalam saluran pembuangan tapi produk biologis akan melarutkan endapat tempat lalat limbah berkembang biak,” kata associate extension scientist di University of Florida, Dr. Faith Oi, dikutip dari Southern Living.

Cek Pipa

Jika masih tidak berhasil mengendalikannya setelah membersihkan saluran pembuangan, mungkin ada pipa yang rusak atau masalah kelembapan yang perlu diidentifikasi. Sewalah tukang ledeng atau perusahaan pengendalian hama untuk menemukan masalahnya.

Itulah beberapa cara mengatasi lalat limbah biar nggak balik lagi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Sering Dipakai Usir Tikus, Ternyata Baking Soda Tidak Seampuh yang Dikira!


Jakarta

Baking soda atau soda kue merupakan salah satu bahan multifungsi, bisa dipakai untuk membuat kue, menghilangkan bau di kulkas hingga jadi bahan pengusir serangga.

Baking soda kadang-kadang juga dipakai untuk basmi tikus. Tapi apakah itu efektif?

Menurut pemilik All-Safe Pest & Termite, Jeff Schumancher, secara umum baking soda bahan yang murah dan memang sangat membantu untuk mengendalikan hama, tapi tidak untuk tikus dan hewan pengerat lainnya.


“Agar efektif, mereka (tikus) perlu banyak mengonsumsi baking soda, yang tidak mungkin terjadi karena tikus tidak menyukainya,” ujarnya, dikutip dari The Spruce, Rabu (26/11/2025).

COO dan entomolog bersertifikat di Arrow Termite & Pest Conrol, Jacob Cohn, menjelaskan tikus tidak bisa mengeluarkan gas jadi kalau mereka makan baking soda dalam jumlah banyak, karbon dioksida akan menumpuk di dalam perut yang kemudian akan kembung dan membuatnya mati. Sekalipun berhasil, kata Cohn, itu adalah cara yang tidak manusiawi untuk memusnahkan tikus.

“Tikus-tikus itu akan mengalami sakit perut yang parah dan menderita untuk sementara waktu sebelum mereka mati,” ungkapnya.

Cara Usir Tikus dari Rumah

Sebelum basmi tikus, Cohn menyarankan untuk mencegahnya masuk ke dalam rumah. Caranya dengan mengkombinasikan bau yang kuat dari minyak esensial peppermint dan citronela atau serai wangi.

Selain itu, coba hilangkan sumber makanan tikus, baik makanan baru atau di tempat sampah, sekaligus bersihkan rumah agar tidak banyak barang berserakan. Schumacher pun setuju untuk merapikan barang-barang agar tidak jadi tempat persembunyian tikus.

Di luar rumah, tikus bisa bersembunyi di tumpukan daun, semak-semak, dan tumpukan kayu.

Cara lainnya adalah dengan menutup lubang-lubang yang bisa mereka masuki dengan sabut baja dan sealant. Bagian-bagian yang bisa ditutup contohnya seperti celah bawah pintu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Pantai Marunda Masih Dilirik Wisatawan, meski Ada Sampah Berserakan



Jakarta

Pantai di Jakarta tak cuma Ancol, ada juga Marunda. Pantai itu masih dilirik oleh wisatawan, meski masih ada sampah yang berserakan.

Ternyata pantai Marunda di Jakarta Utara masih menjadi pilihan masyarakat sebagai tempat rekreasi keluarga. Bukan hanya karena tak perlu mengeluarkan kocek yang besar, lebih dari itu, bagi pengunjung pantai ini juga cukup nyaman dengan segala keterbatasan.

Bila berbicara tentang fasilitas, Pantai Marunda mungkin tak seperti pantai-pantai lain, sebut saja pantai Ancol. Perbandingannya sangat jauh.


Di Pantai Marunda tak ada wahana untuk bermain anak-anak. Bahkan untuk toilet pun masih terbatas. Namun dengan keterbatasan fasilitasnya, Pantai Marunda masih sangat dicintai oleh para pengunjung.

Liliana yang merupakan warga Tambun, Bekasi misalnya. Ia memutuskan pilihan untuk berkunjung ke pantai ini sehabis melancong ke Rumah Si Pitung yang tak jauh dari lokasi pantai.

Pantai MarundaPantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Bersama rombongan ia ingin menikmati sore yang nikmat di pinggiran pantai yang berbeda. Karena tak ada pasir yang indah di Pantai Marunda.

“Dalam rangka liburan awalnya buka-buka (internet) jalan-jalan ke mana ya, terus keluar lah Pantai Marunda ini jadi ‘Marunda aja yuk’ murah juga kan bayar cuma Rp 2.000,” ungkapnya kepada detikTravel, Selasa (2/7/2024).

Saat ditanyai, ia baru pertama kali datang ke Pantai Marunda. Kesan yang ia sebutkan cukup baik untuk pantai yang katanya kotor. Baginya dengan harga yang murah, rasanya setimpal juga dengan kualitas yang disuguhkan di pantai ini, namun masih dalam koridor yang nyaman.

“Sejujur-jujurnya kotornya cuma ke area sini aja sih, dari awal depan nggak kayaknya. Ya juga murahlah masuk Rp 2.000,” terangnya.

Dalam kesempatan di Pantai Marunda ini, detikTravel juga masih melihat sampah-sampah yang berserakan di beberapa titik pantai. Ada petugas kebersihan di pantai ini yang setiap hari membersihkan sampah-sampah bekas pengunjung ataupun yang terbawa dari laut.

Pantai MarundaWarung di pantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Di beberapa titik pantai pun, terutama di deretan warung terlihat ada beberapa tempat sampah baru. Karena masih memiliki warna yang cerah, hal ini pun dikonfirmasi oleh salah satu pedagang yang bernama Lina.

“Masalah sampah sih udah agak mendingan apalagi sekarang udah diadain tempat sampah, kalau waktu itu kan masih ada yang buang sembarangan,” ucap Lina sambil memperhatikan dagangannya.

Sedari kecil memang dirinya tinggal di wilayah Marunda dan telah melihat perubahan yang besar dari segi pengurangan sampah. Selain adanya petugas kebersihan, kesadaran pengunjung dan pedagang akan sampah ini juga sudah meningkat.

Jadi pengunjung pun bisa betah untuk berlama-lama saat berada di Pantai Marunda. Alhasil dagangannya pun banyak dibeli oleh pengunjung ketika pantai ramai.

Pantai MarundaAnak-anak berenang di pantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Lina serupa dengan pedagang lainnya yang menjual berbagai macam makanan dan minum seperti makanan laut, layaknya kerang ijo hingga mie instan ataupun minuman-minuman dingin.

“Ya lumayan dah cukup, Sabtu-Minggu meningkat lah lumayan. Apalagi pas libur sekolah ini lumayan lah dapet Rp 100.000 ya alhamdulilah,” pungkas Lina.

Pengunjung di Pantai Marunda ini banyak melakukan aktivitas yang berbeda. Ada yang tengah asyik berkaraoke, memancing, berenang di laut hingga duduk santai di beton-beton penyangga ombak sembari melihat matahari terbenam.

Udara di Pantai Marunda pun cukup sejuk, tak begitu panas atau lembab seperti pantai biasa, jadi membuat banyak pengunjung di sini betah untuk berlama-lama.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Umbul Buto Klaten dan Kisah Asal-usulnya



Klaten

Di Klaten, ada pemandian mata air dengan nama Umbul Buto. Kisah tentang asal usul umbul ini menarik untuk disimak. Seperti apa?

Nama Buto dalam bahasa Jawa berarti Raksasa dalam seni pewayangan. Tidak seperti namanya yang berkonotasi seram, pemandian ini ternyata tempatnya adem.

Umbul Buto berada di sisi utara desa Kedungan, kecamatan Pedan, di tepi perkampungan padat penduduk Klaten. Di Utara mata air tersebut, terdapat persawahan padi dan tanaman palawija yang membentang.


Pantauan di lokasi, Umbul Buto yang mulai kusam airnya karena kemarau berada di tepi jalan desa. Mata air di umbul seukuran sekitar 8×8 meter dengan kedalaman sekitar lima meter itu dikelilingi dua pohon beringin besar dan tiga pohon gayam tua.

Dahannya yang besar dan daunnya yang rimbun membuat Umbul Buto tak mudah tersentuh sinar matahari. Di Utara dan timur dasar umbul yang mulai menyusut airnya terdapat saluran air mengarah ke sawah.

Di tengah air umbul yang mulai dipenuhi sampah daun, dua batu menyembul. Batu berbentuk patung topeng buto itulah yang konon menjadi asal julukan bagi Umbul Buto.

“Ada empat patungnya, yang buat tidak tahu dan sejak dulu sudah ada. Lha itu (menunjuk ke bawah) mulai kelihatan batunya,” ungkap Heri (50) pengelola warung di lokasi.

Menurut Heri, umbul itu dulunya dimanfaatkan untuk pengairan sawah oleh pemerintah Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patungnya.

“Ya karena ada patungnya itu namanya. Dulu sering digunakan nepi (menyendiri) tapi sekarang tidak lagi, tidak ada cerita aneh-aneh,” jelas Heri yang tinggal di lokasi.

Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten.Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Jarwo (75), warga lain menyatakan sejak dirinya kecil umbul juga sudah ada. Konon menurut cerita orang tua-tua ada pentas tayub tapi gongnya dimasukkan ke umbul itu untuk menutupi mata air yang terlalu deras.

“Ono ledek sak gamelane ditanggap, gong e dilebokne kene ben ora dadi segara (ada penari tayub bersama gamelan pentas, gamelan dimasukkan sini agar tidak jadi laut),” tutur Jarwo dengan bahasa Jawa campuran kepada detikJateng di lokasi.

Menurut Jarwo, zaman dulu umbul itu airnya banyak dan bening untuk mandi. Tetapi sekarang sudah tidak digunakan dan hanya digunakan untuk mencari angin masyarakat.

“Untuk ngadem warga. Tidak ada yang aneh-aneh setiap hari ramai untuk duduk-duduk,” jelasnya.

Kades Kedungan, Kecamatan Pedan, Bagus Wahyu Dewanto, menuturkan umbul Buto dulunya dimanfaatkan untuk pengairan Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patung kepala raksasa buto di dasarnya.

“Di bawah itu ada patung kepala buto, jumlahnya empat dan untuk apa fungsinya kita tidak tahu. Bukan ditemukan baru karena sejak dulu sudah ada, nanti kalau puncak kemarau kelihatan,” ucap Bagus Wahyu kepada detikJateng.

Umbul itu, terang Bagus Wahyu, konon berhubungan dengan dua umbul di utaranya yaitu Umbul Cilik dan Umbul Gede. Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas.

“Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas. Yang Umbul Buto dua tahun lalu kita beri pagar dan tulisan untuk ruang terbuka hijau karena ada pohon-pohon besarnya, terutama pohon gayam,” kata Bagus Wahyu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Rekreasi di Tengah Kota Purwakarta



Jakarta

Taman Surawisesa, salah satu ruang terbuka hijau di Kabupaten Purwakarta, bisa menjadi pilihan untuk bersantai. Sayangnya, masih ada pengunjung yang buang sampah sembarangan.

Berada di samping Taman Air Mancur Sri Baduga, Taman Surawisesa menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat, berolahraga, dan melakukan kegiatan edukatif bagi anak-anak. Lokasinya yang strategis, hanya 350 meter dari stasiun, memudahkan pengunjung untuk mengakses taman ini dengan berjalan kaki.

Taman itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet dan tempat duduk. Daya tampung taman ini mencapai 1.000-1.500 orang


Nama Taman Surawisesa diambil dari nama Putera Prabu Siliwangi, dan pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menyediakan berbagai fasilitas edukatif di taman ini. Salah satu daya tariknya adalah layar besar yang menayangkan film-film edukatif bertema sosial.

Teropong ini bisa dioperasikan melalui ponsel pintar berbasis iOS maupun Android, sehingga pengunjung dapat mengamati langit dan belajar tentang astronomi dengan mudah. Selain itu, Taman Surawisesa juga menjadi tempat populer untuk berolahraga.

Destriani, seorang warga Purwakarta, menjelaskan bahwa taman ini sering digunakan oleh masyarakat untuk jogging, bermain voli, dan senam pagi.

“Setiap hari biasa, ada yang senam atau anak-anak kecil bermain di lapangan. Kadang juga ada pameran binatang dari komunitas di sini, dan beberapa orang main bola,” ujarnya.

Meskipun taman ini memiliki banyak fasilitas yang menarik, kebersihan area masih menjadi tantangan. Destriani menambahkan bahwa masih ada sampah yang sering ditemukan di sekitar area panggung. “Ada aja wisatawan yang suka buang sampah sembarangan,” kata dia.

Namun demikian, taman ini tetap menjadi tujuan wisata yang ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan dari sekitar Jabodetabek yang dapat dengan mudah mencapai Purwakarta dengan kereta dari Stasiun Cikarang dengan biaya perjalanan sebesar Rp 4.000.

Harga tiket masuk ke Taman Surawisesa adalah gratis, sehingga siapa pun dapat menikmati fasilitas yang disediakan tanpa harus mengeluarkan biaya. Taman ini terus menjadi tempat favorit bagi warga lokal dan wisatawan yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kesibukan kota.

Tertarik untuk mengunjungi Taman Surawisesa? Ajak keluarga atau teman-teman, dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan saat berada di sana!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yang Liburan ke Jambi, Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp 50 Juta



Jakarta

Jambi punya Gunung Kerinci sebagai destinasi alam yang ikonik. Tak banyak yang tahu, kalau Jambi punya peraturan khusus soal buang sampah.

Pada tahun 2019, Kota Jambi pernah geger dengan berita tentang seorang warga bernama Ali Johan Slamet. Pria itu didenda sebanyak Rp 20 juta karena kepergok membuang sampah sembarangan dengan mobil pikap.

Aksinya kepergok oleh Satpol PP. Kemudian memilih untuk membayar denda sebanyak Rp 20 juta dari pada dipenjara selama 45 hari.


Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi mengatur tentang larangan membuang sampah sembarangan lewat Perda Kota Jambi Nomor 8 Tahun 2013 dan Perda Kota Jambi Nomor 5 Tahun 2020. Perda ini mengatur jadwal pembuangan sampah, tempat pembuangan sampah, serta sanksi bagi pelanggar.

Perda ini mengatur jadwal pembuangan sampah, yakni pukul 18.00 hingga 08.00 WIB. Siapa pun yang melanggar akan dikenakan denda hingga Rp 50 juta, termasuk wisatawan.

Wisatawan yang ingin liburan ke Jambi harus tahu bahwa ada lokasi atau tempat yang tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah. Buanglah sampah pada tempat yang telah ditetapkan.

“Perda ini mengatur Pengelolaan Sampah, yang meliputi: Maksud dan Tujuan; Ruang Lingkup; Kebijakan, Strategi dan Perencanaan; Tugas. Wewenang dan Tanggungjawab Pemerintah Daerah; Perizinan; Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah; Pengelolaan Sampah Spesifik; Perbuatan yang Dilarang; Lembaga Pengelola; Pembiayaan dan Kompensasi; Kerja Sama dan Kemitraan; Insentif; Sistem Informasi ; Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan; Peran Masyarakat; Pembinaan dan Pengawasan; Penyelesaian Sengketa; Penyidikan; Sanksi Administratif; Ketentuan Pidana,” tulis Badan Pemeriksa Keuangan RI dalam situs resminya.

Lewat perda ini, Jambi ingin menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kota. Wajar saja, Jambi punya banyak tempat wisata alam yang indah dan perlu dijaga.

Beberapa tempat wisata yang bisa traveler kunjungi di Jambi adalah Danau Tujuh Gunung, Geopark Merangin, Air Terjun Arai Indah, Candi Muaro Jambi, Danau Kaco, dan Air Terjun Kolam Jodoh. Saat liburan ke sini, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, ya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com