Tag Archives: sarsa creative space

Sarsa Creative Space Destinasi Pas buat Melepas Stress Lewat Seni



Sleman

Coba kunjungi Sarsa Creative Space untuk melepaskan stress dengan cara healing lewat seni. Tidak hanya melukis, ada pilihan lain seperti meronce, clay, hingga menyusun micro block.

Bangunan joglo di tengah sawah ini menawarkan konsep healing kembali ke alam. Berdiri sejak 12 Juni 2023, pengunjung akan diajak menepi sejenak dari hiruk pikuk bisingnya kota Jogja yang semakin ramai.

“Awalnya apa ya kita bikin tempat nongkrong tapi kalau coffee shop aja udah banyak, gitu-gitu aja. Bikin tempat alternatif tempat nongkrong enaknya apa ya,” kata Firza Ayubi, pemilik Sarsa Creative Space, saat diwawancarai detikTravel, Senin (10/6/2024).


Lokasi tepatnya ada di Nglengkong, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Menuju ke lokasinya, traveler akan melewati jalan pedesaan dengan kiri kanan rumah warga dan pemandangan sawah. Sesampainya di lokasi akan langsung disambut dengan bangunan joglo tua dan halaman parkir yang luas.

Sarsa menjadi ruang kreatif untuk melepas penat dengan berbagai pilihan kegiatan menarik. Nama sarsa sendiri adalah singkatan dari kata “Kersa” dan “Sareng”, yang dalam bahasa Jawa artinya bekerja sama. FIrza menyebut, dirinya ingin antara Sarsa dan pengunjung dapat bekerja sama dalam harmoni meluruhkan stress yang ada.

“Lokasinya emang jauh, ga masalah tapi pinginnya pengunjung yang dateng itu lupa kalau lagi ada masalah, lupa kalau lagi capek,” kata Firza.

Uniknya, di sini juga tersedia jajanan jadul yang bisa bikin traveler bernostalgia. Juga akan disediakan secangkir teh gratis yang bisa diseduh sendiri setiap pembelian. Pilihan tehnya beragam, mulai dari basic tea hingga fruit tea.

Rumah bergaya Joglo ini didominasi oleh kayu. Terdapat sejumlah meja bundar dan meja panjang, jadi jangan khawatir tidak kebagian tempat. Traveler bisa memilih untuk duduk di tepi jendela yang mengarah langsung ke lahan sawah. Bahkan jika beruntung, view Gunung Merapi akan sangat cantik dilihat dari Sarsa.

Ruang kreatif Sarsa di dekor unik dengan menampilkan produk yang sudah selesai, mulai dari lukisan kanvas, totebag, bahkan ada wayang kulit di dinding atas pintu. Tumpahan cat pengunjung di atas meja seolah secara alami menjadi ornamen penghias meja. Di luar juga terdapat ayunan kayu untuk traveler yang ingin sekadar bengong atau membaca buku.

Sarsa secara khusus membiarkan pengunjung berkreasi semaunya tanpa didampingi oleh instruktur atau pendamping. Firza ingin kegiatan itu berjalan dengan alami. Namun, jika kesulitan, pengunjung tetap bisa bertanya pada penjaga, atau mencari referensi lewat QR Code yang sudah tersedia di setiap meja.

Mau ngonten? Sarsa juga menyediakan persewaan tripod dengan harga Rp 5.000. Serta sewa apron atau celemek di harga Rp 5.000 untuk menghindari baju terkena cat atau media seni lainnya.

Penasaran dengan kegiatan selengkapnya di Sarsa? Berikut rinciannya:

1. Paket Micro Block

Kegiatan ini adalah menyusun micro block menjadi bentuk yang diinginkan. Bisa dilakukan sendiri, berpasangan, atau bersama teman-teman. Tersedia dua pilihan dengan harga Rp 25.000 untuk ukuran kecil dan Rp 35.000 untuk ukuran besar.

2. Paket Meronce

Meronce adalah kegiatan menyusun manik-manik menjadi aksesoris seperti gelang, cincin, ataupun kalung. Tersedia dua pilihan paket, yang pertama di harga Rp 35.000 akan mendapat 2 meter benang elastis, gunting benang, dan 5 macam manik-manik seberat 30 gram. Kedua, seharga Rp 55.000 akan mendapat 2 meter benang elastis, gunting benang, dan 10 macam manik-manik seberat 60 gram.

3. Paket Airdry Clay

Clay adalah seni membuat bentuk tertentu dengan bahan dasar sejenis tanah liat. Air Dry clay ini akan mengering dengan sendirinya tanpa perlu dioven.

Selesai membentuk, traveler bisa melukisnya dengan cantik. Tersedia satu macam paket di harga Rp 40.000 yang menawarkan 200 gram airdry clay, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette. Tambahkan Rp 5,000 untuk membeli cairan varnish guna melapisi hasil clay supaya lebih mengkilap.

4. Melukis kanvas

Tersedia satu macam paket dengan ukuran kanvas 20×20 cm, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette seharga Rp 40.000

5. Melukis Bucket Hat

Bucket hat atau topi menjadi produk yang selesai dilukis dapat digunakan, dengan harga Rp 50.000 traveler akan mendapat satu buah bucket hat, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette.

6. Melukis Tote bag

Sama seperti sebelumnya, media yang digunakan adalah tote bag dengan harga Rp 50.000 akan mendapat satu buah tote bag, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette.

7. Melukis Pouch Make Up

Medianya kali ini adalah pouch make up dengan harga Rp 50.000 dan akan mendapat cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette.

8. Melukis Cermin

Dengan harga Rp 65.000, traveler akan mendapat sebuah cermin duduk atas meja, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette/

9. Melukis Pot Tanah Liat

Degan harga Rp 45.000, traveler akan mendapatkan pot tanah liat, cat dasar 1 warna, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette. Lalu untuk paket dengan harga Rp 50.000 akan ditambah tanah media tanam beserta biji tumbuhannya. Layaknya bertani bukan?

10. Paket Paint by Number

Tidak perlu ragu jika belum atau bahkan tidak pernah mencoba melukis, ada pilihan alternatif menggunakan paket paint by number. Traveler hanya tinggal mewarnai sesuai kode warna di pola yang sudah ada. Tersedia versi canvas di harga Rp 65.000 dan versi tumblr.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Sarsa, Dulu Jualan Alat Lukis, Kini Ruang Kreatif dan Healing Gen Z



Yogyakarta

Sarsa Creative Space hype di kalangan Gen Z Yogyakarta. Dulu, ternyata Sarsa adalah produk lukis yang dijual lewat media sosial.

Ruang kreatif Sarsa di Nglengkong, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disebut-sebut sebagai tempat ideal untuk meredakan stress lewat kegiatan seni. Sarsa diinisiasi oleh Firza Ayubi dan Dian Agustina.

Firza menyebut masih kuliah ketika merintis Sarsa. Dulu, Sarsa tidak memiliki kedai dengan view sawah nan menenangkan seperti sekarang,


“Dulu Covid 19 sekitar tahun 2020 ga bisa keluar, harus di rumah aja. Kepikiran gimana kalau kita bikin semacam stress release, tanpa keluar rumah. Akhirnya bikin paket lukis, ada kanvas, kuas dan cat, lalu dipack. Awalnya nawarin by Whatsapp dan Instagram ke temen-temen,” Kata Firza dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (10/6/2024).

Ketika pandemi mulai berangsur menuju new normal, Sarsa mulai aktif ikut kegiatan offline. Mulai dari event kampus hingga bazar. Akhirnya Sarsa mulai dikenal oleh pasar. Sejak itulah muncul permintaan untuk mengadakan workshop.

“Banyak yang minta workshop dalam 1 tempat. akhirnya ada workshop by order 10-15 orang per rombongan,” kata Firza.

Sarsa Creative Space di Sleman, YogyakartaSarsa Creative Space di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Tiga tahun Sarsa aktif menjual lukisan, akhirnya di tahun 2023 berdirilah rumah kreatif Sarsa. Didorong oleh keresahan untuk membuat tempat nongkrong anti-mainstream, Firza memilih bangunan Jogja di tengah sawah itu.

Konsep yang coba diusung adalah healing dan stress release yang kembali ke alam. Firza ingin setiap pengunjung yang datang dapat melupakan penatnya dan meluruhkannya pada kegiatan seni. Sarsa kemudian menambah beberapa fasilitas seperti penyediaan jajanan jadul yang bisa bikin traveler bernostalgia. Juga gratis secangkir teh yang bisa diseduh sendiri setiap pembelian.

Sarsa Creative Space di Sleman, YogyakartaSarsa Creative Space di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Awalnya hanya lukis, kini sudah mulai merambah pada kegiatan lainnya seperti meronce, menyusun micro block, hingga membuat clay. Firza menyebut bahkan mulai muncul banyak tawaran kerjasama barang untuk masuk ke Sarsa, seperti resin, batik, dan lainnya. Namun, Firza mengungkap ada tiga kriteria utama dalam pemilihan kegiatan di Sarsa.

“Bisa digunakan orang awam. Estimasi waktunya tiga jam mengerjakan sesuatu dan selesai. Dan terakhir affordable. jadi kalau melenceng dari 3 itu agak dipikir ulang,” kata Firza.

Sarsa sempat membuka cabang keduanya di salah satu gerai di Sleman City Hall, Jogja. Namun kini telah tutup karena dirasa telah melenceng dari konsep awalnya yang kembali ke alam.

Meski bukan menjadi satu-satunya ruang kreatif di Jogja, transaksi di Sarsa bisa mencapai 50 transaksi setiap hari. Bahkan, di hari libur angkanya dapat naik hingga 2-3 kali lipat.

“Yang kita jual experience, karena kalau produk pasti banyak. Kamu dateng, sama temen-temen atau sendirian, liat sawah, denger gemercik air, ada effortnya ke sana karena jauh,” kata Firza.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker