Tag Archives: saung

Situ Cipondoh, Tempat Asyik untuk Bersantai di Tangerang


Jakarta

Tangerang memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Situ Cipondoh. Lokasinya yang tak jauh dari Kota Tangerang membuat Situ Cipondoh ramai dikunjungi masyarakat.

Situ Cipondoh menjadi salah satu tempat wisata bagi warga Tangerang yang ingin bersantai. Selain itu, travelers juga bisa berolahraga di pagi atau sore hari sambil menikmati view situ yang luas.

Sebenarnya, masih ada sejumlah aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Situ Cipondoh. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Situ Cipondoh

Situ Cipondoh memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Maka tak heran, tempat ini selalu ramai dikunjungi warga, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Daya tarik utama dari Situ Cipondoh adalah suasananya yang menenangkan. Di sini, travelers bisa bersantai sambil healing sejenak untuk menenangkan pikiran.

Mengutip situs resmi Pemerintah Kota Tangerang, Situ Cipondoh kini telah memiliki jogging track. Jadi, pengunjung bisa berolahraga di pagi dan sore hari sambil menikmati udara segar di sekitar situ.

Daya tarik lainnya dari Situ Cipondoh yakni terdapat area untuk bersantai yang ditutupi atap sehingga tidak kepanasan atau kehujanan. Menariknya, atap di area ini memiliki bentuk seperti Sydney Opera House di Australia.

Selain untuk berolahraga dan bersantai, Situ Cipondoh juga menjadi salah satu tempat mancing favorit warga Tangerang, lho. Maka jangan heran kalau banyak pengunjung, terutama bapak-bapak, yang tengah memancing ikan di tepi situ.

Kalau datang ke Situ Cipondoh bersama anak-anak, ajak mereka untuk bermain sepeda air atau disebut juga bebek-bebekan. Kamu bisa berkeliling Situ Cipondoh sambil melihat aktivitas warga. Namun jangan terlalu jauh dan tetap hati-hati saat bermain sepeda air.

Warga menikmati suasana wisata air di Situ Cipondoh pada musim libur lebaran Idul Fitri 1442 H, di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (15/5/2021). Sejumlah pengunjung terlihat mengabaikan protokol kesehatan seperti melepas masker saat bermain atau menunggu wahana perahu wisata.Salah satu aktivitas di Situ Cipondoh (Ari Saputra)

Perut sudah mulai lapar? Jangan khawatir, di Situ Cipondoh terdapat penjual makanan dan minuman yang rasanya lezat. Untuk mengisi perut, travelers bisa mencoba berbagai makanan di Saung Makan Jagarawa.

Kalau sudah sore, paling enak bersantai sambil menyeruput secangkir kopi dan makan berbagai camilan. Nah, di Situ Cipondoh juga terdapat kedai kopi kekinian menawarkan pemandangan situ, namanya Niskala Coffee.

Jika ingin bersantai dengan biaya yang lebih terjangkau, di tepi Situ Cipondoh juga terdapat warung-warung kecil yang menjual minuman segar, seperti es kelapa muda. Paling cocok diminum saat siang atau sore hari saat cuaca sedang cerah.

Nah, cuaca yang sedang cerah juga bisa kamu manfaatkan untuk menikmati sunset. Terdapat sejumlah spot foto bagi travelers yang ingin berburu pemandangan matahari terbenam di Situ Cipondoh.

Harga Tiket Masuk Situ Cipondoh

Warga menikmati suasana wisata air di Situ Cipondoh pada musim libur lebaran Idul Fitri 1442 H, di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (15/5/2021). Sejumlah pengunjung terlihat mengabaikan protokol kesehatan seperti melepas masker saat bermain atau menunggu wahana perahu wisata.Suasana di Situ Cipondoh (Ari Saputra)

Pengunjung yang datang ke Situ Cipondoh tidak dikenakan tarif tiket masuk alias gratis. Namun, untuk mencoba berbagai wahana air akan dikenakan biaya mulai dari Rp 10.000 per orang.

Jika datang membawa kendaraan maka travelers dikenakan biaya parkir. Untuk sepeda motor sebesar Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000.

Situ Cipondoh terletak di Jalan KH Hasyim Ashari Nomor 99, RT/RW 02/09, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Lokasinya yang berada di dekat tengah kota membuat Situ Cipondoh sangat mudah diakses dengan kendaraan.

Dari pantauan Google Maps, jika travelers berangkat dari Kantor Pemerintah Kota Tangerang, jaraknya hanya sekitar 6 kilometer atau sekitar 25 menit dengan berkendara mobil.

Bagi warga Jakarta yang ingin berlibur ke Situ Cipondoh, disarankan untuk menggunakan moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line, lalu turun di Stasiun Tangerang. Dari stasiun, jaraknya sekitar 6,5 kilometer atau 30 menit dengan berkendara mobil.

Demikian ulasan singkat mengenai Situ Cipondoh, salah satu tempat wisata favorit warga Tangerang. Tertarik berkunjung ke sini?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Ubud, Sawah Hijau nan Viral Ini Ada di Bandung



Bandung

Tak perlu jauh-jauh ke Ubud, Bali untuk menyaksikan pemandangan sawah nan hijau. Cukup ke Bandung saja, traveler bisa melihat pemandangan sawah seindah Ubud.

Pemandangan persawahan selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Objek wisata yang menampilkan persawahan biasanya terdapat di Ubud, Bali.

Namun kali ini traveler bisa menikmati pemandangan alam dengan sepuas-puasnya di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Area persawahan tersebut menunjukkan pemandangan yang menarik.


Di tengah-tengah sawah itu terdapat jalan setapak penghubung Kampung Cihamerang, Desa Batu Karut, dan Kampung Cisema, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Pada lokasi tersebut terdapat beberapa saung yang kerap digunakan warga untuk beristirahat kala tengah menanam padi. Sehingga suasana persawahan tetap asri dan sejuk.

Area persawahan tersebut kali ini telah menjadi primadona masyarakat. Hal tersebut terjadi kala beberapa warga mengunjungi lokasi tersebut dan mengunggahnya di sosial media. Bahkan masyarakat mengenal lokasi tersebut dengan nama Cisema Banjaran.

Banyak masyarakat bekunjung ke lokasi persawahan tersebut sambil berolahraga. Kemudian beberapa warga lainnya datang dengan menggunakan sepeda.

Beberapa masyarakat ada yang datang hanya menikmati beberapa kuliner hingga berswafoto. Mereka mayoritas datang bersama keluarga dan kerabatnya.

Kondisi ramainya wisata pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.Pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Warga Banjaran, Weni Maulani (47) mengatakan, sengaja mengunjungi lokasi tersebut pasca viral di sosial media. Dirinya datang bersama anak-anaknya sejak pagi hari.

“Iya sengaja dateng ke sini dari Banjaran. Saya dari jam 7 pagi sudah di sini,” ujar Weni, kepada detikJabar, Minggu (6/10/2024).

Weni mengaku mengetahui tempat tersebut sejak dahulu. Namun kata dia, semenjak tempat tersebut viral menjadi banyak dikunjungi orang-orang.

“Memang sudah tahu tempat ini. Cuma dulu mah belum seramai ini, karena udah viral jadi sudah ramai, banyak warung-warung juga,” katanya.

Pihaknya mengaku sangat menikmati area persawahan tersebut. Sehingga dirinya bisa menikmati kuliner dan pemandangan yang ada.

“Memang baru ke sini lagi. Tadi makan baso tahu aja. Saya pengen mah lebih diperbanyak gazebo-gazebonya. Jadi lebih tertata lagi lokasinya,” jelasnya.

Sementara itu, warga setempat, Dedi (42) mengungkapkan awalnya terdapat beberapa orang yang bersepeda ke lokasi tersebut. Kemudian orang tersebut langsung membuat video dan menggunggah ke sosial media.

“Ini mulai ramai itu awalnya sekitar sebulan yang lalu ada yang maen sepeda, terus di upload videonya ke sosial media. Setelah itu ramai, dan viral aja sekarang,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan area persawahan tersebut merupakan milik warga. Sehingga objek wisata tersebut tidak ditarif biaya apapun.

“Sawah milik warga, dan ini juga akses jalan warga. Jadi memang iya engga di tarif aja,” bebernya.

Dengan banyaknya masyarakat datang ke lokasi tersebut banyak warga yang terbantu. Pasalnya beberapa warga memutuskan untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah bisa membangun ekonomi masyarakat. Mohon dijaga kebersihannya. Terus kalau bisa jangan mengganggu sawahnya,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

6 Tempat Wisata di Punclut Bandung, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun


Jakarta

Bandung masih menjadi salah satu kota wisata favorit banyak orang. Sebab, ada berbagai objek wisata seru dan menarik di Kota Kembang, salah satunya Puncak Ciumbuleuit atau disingkat Punclut.

Selain terdapat sejumlah tempat wisata, suasana di kawasan Punclut juga sejuk dan segar. Wajar saja, sebab Punclut berada di bagian utara Kota Bandung.

Kalau detikers bosan pergi ke tempat yang itu-itu saja di Bandung, cobalah pergi ke Punclut karena terdapat banyak objek wisata seru. Simak rekomendasi dan ulasan singkatnya dalam artikel ini.


6 Tempat Wisata di Punclut Bandung

Ada banyak tempat wisata menarik di Punclut yang wajib dikunjungi. Agar kamu tidak bingung mau pergi ke mana, simak rekomendasinya yang telah dirangkum detikTravel di bawah ini:

1. WOW Sarae Hills

Rekomendasi tempat yang pertama adalah WOW Sarae Hills. Tempat ini menawarkan berbagai tempat ikonik dari banyak negara, mulai dari kastil kerajaan Inggris, gerbang kemenangan Arc de Triomphe Paris, Colosseum Roma, hingga bangunan unik di Andalusia.

Kalau ke sini, jangan lupa kenakan pakaian yang keren agar hasil foto-fotonya bisa langsung diunggah ke media sosial. Untuk informasi lebih lanjut, detikers bisa melihat akun Instagram resminya @wow.saraehills.

Jam buka:

  • 09.00-17.00 (weekday)
  • 08.00-17.00 (weekend dan hari libur nasional).

HTM:

  • Reguler: Rp 50 ribu/orang
  • Terusan: Rp 65 ribu/orang
  • All package: Rp 80 ribu/orang.

2. Sudut Cerita

Pengunjung Berfoto di Ruang Instalasi Seni Sudut Cerita LembangFoto: Whisnu Pradana/detikJabar

Tempat yang satu ini menawarkan ruang wahana multimedia interaktif yang seru dan estetik. Selama berkunjung ke Sudut Cerita, travelers dapat melihat instalasi seni hasil karya seniman lokal Bandung.

Sedikit informasi, Sudut Cerita merupakan salah satu bagian dari spot wisata Sudut Pandang. Wahana ini sudah dibuka sejak Agustus 2020 dan berhasil menarik perhatian banyak wisatawan.

Oh ya, pengunjung juga bisa melihat karya seni yang menghubungkan antara manusia dengan alam yang seharusnya seimbang dan lestari. Pokoknya travelers akan senang berkunjung ke sini!

  • Jam buka: setiap hari pukul 11.00-20.00.
  • HTM: Rp 50.000/orang.

3. Dago Bakery Punclut

Kafe Dago Bakery Punclut di Bandung.Foto: Instagram/dagobakerypunclut

Ingin menyantap makan berat atau sekadar nongkrong di tempat yang estetik? Nah, di kawasan Punclut terdapat kafe bernama Dago Bakery.

Meski namanya bakery, tapi tempat ini juga menghidangkan berbagai menu makanan lezat lainnya, mulai dari hidangan barat sampai masakan khas Indonesia. Tersedia juga camilan, dessert, kopi, hingga minuman manis kekinian.

Adapun rekomendasi makanan yang wajib dipesan, mulai dari lasagna, zuppa soup, sosis kentang, nasi goreng, sup iga, sate lilit, seblak, cireng, vanilla latte, serta steak. Sedangkan beberapa produk bakery-nya yang wajib dibeli ada roti, kue kering, pie, cookies, serta tart.

Jangan khawatir, harga makanan dan minumannya masih ramah dikantong, yakni mulai dari Rp 12 ribuan saja. Tempatnya yang nyaman ditambah udara sejuk membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di Dago Bakery Punclut.

Jam buka:

  • 09.00-21.00 (Senin-Jumat)
  • 08.00-22.00 (Sabtu-Minggu dan hari libur nasional).

4. Puncak Punclut

Bagi detikers yang liburan bareng keluarga, Puncak Punclut bisa menjadi opsi menarik untuk santap siang atau malam. Soalnya, ada beberapa restoran khas sunda yang menawarkan hidangan masakan lezat.

Selain itu, tempat ini juga menawarkan pemandangan yang asri dan sejuk, sehingga semakin nyaman untuk bersantai sambil menyantap nasi dan lauk pauk. Saat malam hari dan cuaca sedang cerah, travelers bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota (city light) dari atas Puncak Punclut.

Untuk harga makanannya sendiri juga beragam, tergantung dari lauk yang dipilih. Agar semakin nikmat, disarankan pilih tempat makan di saung agar bisa lesehan sambil kumpul keluarga.

  • Jam buka: setiap hari pukul 08.00-00.00

5. Menyaksikan Sunrise dan Sunset

Ingin menyaksikan sunrise dan sunset dari atas bukit? Cobalah berkunjung ke kawasan Punclut. Lokasinya yang berada di dataran tinggi menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit dan terbenam.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam serta hamparan hijau pepohonan secara gratis. Jika detikers membawa kendaraan, siapkan uang parkir dan pastikan memarkir kendaraan di tempat yang tepat.

6. Sudut Pandang Bandung

Sudut Pandang Resto Cafe yang estetikFoto: detikTravel

Kalau sudah puas melihat instalasi seni di Sudut Cerita, detikers wajib mampir ke coffee shop di Sudut Pandang. Sebab, tempat ini menawarkan suasana yang nyaman, estetik, dan keren banget!

Saat pertama kali datang, travelers akan dibuat terpesona oleh desain interior dan eksterior Sudut Pandang yang modern dan estetik. Kalau cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pemandangan alam yang hijau serta Kota Bandung dari atas ketinggian.

Untuk hidangan makanan dan minumannya juga enak, tapi harganya memang sedikit mahal sekitar Rp 100 ribuan per orang. Meski begitu, suasana coffee shop-nya yang nyaman dijamin bikin detikers betah berlama-lama di sini.

  • Jam buka: setiap hari pukul 10.00-22.00

Bagi detikers yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Punclut, ada sejumlah cara untuk menuju ke sana. Namun, cara yang paling mudah adalah dengan mengendarai kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor.

Simak cara menuju ke kawasan Punclut dari Jakarta dengan mengendarai mobil di bawah ini:

  • Dari Jakarta, masuk ke Tol Dalam Kota menuju Cawang
  • Lalu masuk ke Tol Jakarta – Cikampek
  • Ikuti rambu penunjuk jalan hingga masuk ke Tol Cipularang
  • Lanjut terus hingga keluar di Pintu Tol Cimahi/Pasteur
  • Lalu masuk ke Jalan Pasteur
  • Ikuti arah jalan hingga masuk ke Jalan Dr Djunjunan
  • Ambil kanan untuk masuk ke Jalan Layang Pasupati
  • Ikuti arah rambu penunjuk jalan hingga keluar di Jalan Tamansari
  • Jalan terus hingga masuk ke Jalan Siliwangi
  • Setelah itu ada pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Ir H. Djuanda
  • Ikuti jalan hingga bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Citra Green
  • Jalan terus sejauh 1 km, kemudian ada pertigaan belok kanan menuju Jalan Punclut
  • Kini, detikers sudah sampai di Kawasan Punclut, Bandung.

Demikian enam tempat wisata di Punclut Bandung yang cocok dikunjungi saat liburan. Jadi, mau berkunjung ke mana dulu travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



Jakarta

Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


“Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

“Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

“Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

“BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Miskin, Kini Kaya dan Mandiri Berkat Kearifan Lokal


Garut

Desa Saung Ciburial di Garut adalah destinasi tepat untuk kamu yang butuh healing dengan melihat pemandangan alam dan menghirup udara segar. Desa ini dianugerahi alam indah, subur, dan tradisi yang diolah menjadi destinasi wisata.

“Bersih, nyaman dan pemandangannya bagus,” tulis akun Charles Aritonang dalam google review. Dalam keterangan review tertulis, pemilik akun mengunjungi Desa Saung Ciburial sekitar satu bulan sebelumnya saat hari libur nasional.

Lokasi Desa Saung Ciburial

Desa Wisata Saung Ciburial berlokasi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kawasan ini sebelumnya adalah Desa Sukalaksana, namun mengganti namanya sejak memutuskan mengolah poteni wisata.


Kepala Desa Sukalaksana saat itu Obon Sobana, bertekad membuat desanya sukses bertransformasi menjadi desa wisata. Desa ini menggunakan rumah palupuh yang merupakan tempat tinggal khas masyarakat setempat. Pemerintah desa juga menggunakan air Ciburial yang menghidupi masyarakat desa.

Sejak saat itu, Desa Sukalaksana dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial. Desa ini kemudian memanfaatkan seluruh potensinya hingga siap menyambut kunjungan wisatawan. Keindahan desa pelayanan yang baik sukses menggaet wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa.

Desa Wisata Saung Ciburial saat ini dikelola BUMDesa Sukalaksana. Menurut Onon, potensi wisata pada akhirnya menjadikan desa lebih kaya dan mandiri. Desa Wisata Saung Ciburial atau Desa Sukalaksana tak lagi miskin serta tertinggal.

Tiket Masuk Desa Saung Ciburial

Pengunjung tak perlu bayar tiket masuk Desa Wisata Saung Ciburial yang terletak di kaki Gunung Cikuray. Namun, pengunjung dikenakan tarif untuk menikmati layanan di destinasi wisata tersebut.

Berikut tarif fasilitas Desa Wisata Saung Ciburial dikutip dari akun media sosialnya:

Paket wisata

  • Belajar pertanian: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Kaulinan barudak lembur (Kabarulem): Rp 2 juta
  • Melukis di atas media: Rp 50 ribu minimal 40 orang
  • Pandai besi: Rp 20 ribu minimal 40 orang
  • Tracking kampung: Rp 30 ribu minimal 40 orang
  • Belajar pencak silat: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Menangkap ikan (ngagogo): Rp 65 ribu per kg minimal 15 kg
  • Papalidan (river tubing): Rp 45 ribu minimal 40 orang
  • Belajar membuat kerajinan tenun: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Atraksi domba Garut: Rp 3 juta
  • Pembuatan tas lipat: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Fun games: Rp 30 ribu minimal 40 orang.

Paket penginapan

  • Saung Cikalapa 1 dan 2: Rp 1,5 juta 3 kamar
  • Saung Cikalapa 2: Rp 1,5 juta 3 kamar
  • Saung Ciburial: Rp 1,5 juta 4 kamar
  • Saung Cikahuripan 1 dan 2: Rp 1,5 juta 2 kamar
  • Saung Ciliang: Rp 500 ribu 1 kamar
  • Saung Cigintung Rp 2 juta 4 kamar
  • Saung Cigembor Rp 1,5 juta 2 kamar
  • Homestay: Rp 50 ribu 1 orang
  • Meeting room: Rp 1,5 juta.

Tersedia juga akomodasi lain yaitu paket makan dan sewa alat yang bisa dinikmati pengunjung. Detikers yang tertarik bisa melakukan pemesanan dulu dengan menghubungi langsung Instagram Desa Wisata Saung di @pesonasaungciburial.

Detikers bisa menggunakan kereta lebih dulu menuju Stasiun Garut dengan pilihan sebagai berikut:

  • Papandayan: Rp 195 ribu
  • Papandayan Panoramic: Rp 675 ribu
  • Cikuray: Rp 45 ribu.

Ketersediaan akses kereta bisa berubah setiap saat sesuai permintaan konsumen. Jadwal dan akses kereta bisa diakses di aplikasi KAI Access.

Selanjutnya, detikers bisa naik transportasi roda dua menuju Desa Wisata Saung Ciburial dengan waktu tempuh 42 menit. Rute perjalanan melewati Jl. Raya Samarang-Garut dan Jl. Raya Kamojang yang makin lama semakin sempit. Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak menggunakan mobil kecil atau besar.

Pesona Tirta Setra Ciburial dan Wisata Lain di Desa Saung Ciburial

Salah satu spot wisata populer di Saung Ciburial adalah Tirta Setra Ciburial yang punya air bersih, jernih, dan menyegarkan. Tirta Setra Ciburial berasal dari mata air Ciburial yang telah lama memberi manfaat bagi warga desa.

Ciburial (bahasa Sunda) artinya adalah air yang memancar keluar dan tiap tetesnya selalu memberi manfaat. Sesuai filosofi Ciburial, warga desa berharap semua aktivitas yang dilakukan bermanfaat dan selalu berdampak baik pada pelestarian lingkungan.

Air dari mata air Ciburial ini menjadi kolam renang dan wahana snorkeling. Selain Tirta Setra Ciburial, masih ada lagi pesona Desa Wisata Saung Ciburial yang terdiri dari:

Teh kewer

Teh kewer berasal dari olahan biji buah tanaman kewer yang banyak tumbuh sekitar desa. Minuman ini punya rasa dan aroma yang sangat khas.

Domba Garut

Di Desa Wisata Saung Ciburial, pengunjung bisa ikut memberi pakan, merawat, dan membantu domba olahraga. Pengunjung juga bisa menyaksikan adu ketangkasan domba Garut sebagai bagian dari tradisi.

Kopi akar wangi

Minuman ini adalah perpaduan bubuk kopi dan tanaman akar wangi yang menghasilkan aroma khas. Jenis minuman ini adalah salah satu hidangan khas di Desa Wisata Saung Ciburial.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

6 Kampung Wisata yang Lebih Asri dari Ciwidey, Tapi Belum Terlalu Ramai



Jakarta

Wisata sekitar Bandung selalu jadi favorit karena suasananya yang asri dan adem. Selain Ciwidey, ini 6 desa wisata adem lainnya.

Liburan ke desa yang asri dan adem seakan menghapus semua penat akibat rutinitas di kota. Bandung dan sekitarnya memang punya banyak kampung wisata yang bisa dijelajahi.

Jangan cuma ke Ciwidey, detikTravel kasih kamu 6 pilihan desa wisata lain yang bisa kamu kunjungi di musim libur sekolah ini.


6 Kampung Wisata Lebih Asri dari Ciwidey

1. Desa Wisata Gambung

Perkebunan Teh Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.,Perkebunan Teh Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung., Foto: Yuga Hassani/ detikJabar

Desa Gambung merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Jalan Gambung No 02, Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Kawasan ini basanya lebih dikenal dengan nama Ciwidey Gambung, karena lokasnya hanya 8,8 km dari Ciwidey.

Hamparan hijau yang luas terbentang di desa Gambung. Desa wisata ini menyediakan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan. Mulai dari memetik stroberi, melihat berbagai hewan seperti Rusa, hingga berkemah dengan pemandangan sungai yang masih jernih.

Ada berbagai fasilitas yang disediakan baik saung untuk acara gathering, kamar mandi umum, mushola, dan area parkir yang luas.

2. Desa Seni Jelekong

Bagi para pecinta seni rupa rasanya wajib untuk mengunjungi desa yang satu ini. Desa Jelekong yang terletak di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung ini menyediakan berbagai pertunjukan seni. Para pecinta seni pasti akan sangat senang berkunjung ke sini.

Memasuki gapura pertama di desa Jelekong, pengunjung disuguhkan dengan tempat pertunjukkan wayang golek yang cukup besar. Selain itu, berjejer juga rumah perajin wayang golek, kesenian asal Sunda yang sudah mendunia.

Jalan lebih jauh, pengunjung akan memasuki area desa lukis. Semua rumah pada area tersebut berjajar menjajakan lukisannya. Liburan sambil belajar melukis, bisa banget!

3. Desa Wisata CIburial

Desa Ciburial diberi anugerah bentang alam yang indah. Lokasinya berada di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Desa ini terletak di paling utara Kabupaten Bandung.

Terdapat wisata alam di desa Ciburial yang cocok untuk berolahraga. Ada jalur tracking yang bisa dilalui dengan nyaman. Dari puncaknya, kamu bisa melihat pemandangan kota Bandung yang indah. Satu spot wisata yang paling hits adalah Tebing Keraton. Di tebing ini kamu bisa menikmati keindahan alam perbukitan yang diselimuti oleh hutan yang lebat.

Di desa Ciburial juga sering kali mengadakan pertunjukkan seni budaya seperti angklung, degung, calung, gamelan, tari jaipong, wayang golek, tari ketuk tilu, dan pencak selak.

4. Desa Laksana

Desa ini terletak di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 9 km dari Gunung Guntur. Kampung ini memiliki kawasan wisata alam kawah Kamojang yang indah. Pengunjung dapat menikmati keindahan kawah Kamojang di desa ini.

Produk unggulan yang dimiliki desa ini adalah pertanian dan perkebunannya. Selain kawah, agrowisata di desa Laksana dapat menjadi edukasi. Kamu bisa ikut berkebun dan melihat bentang perkebunan di sini. Selain itu, kamu juga bisa menikmati berbagai kuliner tradisional khas Bandung!

5. Desa Rawabogo

Desa wisata Rawabogo di Kecamatan Ciwidey terkenal akan sebagai kampung kreatif yang menampilkan berbagai pertunjukkan kesenian budaya Sunda dan wisata kuliner tradisional.

Salah satu daya tarik dari desa ini adalah tradisi sawelas sasih yang dilaksanakan setiap tahunnya.Sawelas sasih artinya bulan sebelas. Pada tradisi ini menampilkan musik, nyanyian, dan tarian sebagai rasa syukur kepada Tuhan.

6. Desa Wisata Lamajang

Desa wisata Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung memiliki wisata arum jeram yang menyenangkan. Kamu bisa menikmati air sungai yang jernih dan segar di sini.

Desa Lamajang ini juga terkenal akan desa adatnya, yaitu Kampung Cikondang yang masih kental akan kepercayaan mistis. Ada banyak peninggalan dari leluhur seperti rumah adat kasepuhan, dan kerajinan tangan. Di desa ini juga terdapat hutan terlarang yang konon katanya tidak terdeteksi oleh satelit. Namun tidak sembarang orang dapat masuk ke hutan terlarang ini.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com