Tag Archives: sawah besar

Ada Apa di Taman Lapangan Banteng? Ini 6 Aktivitas Seru dan Cara Ke Sana


Jakarta

Jakarta memiliki banyak area terbuka cantik yang cocok untuk tempat rekreasi di akhir pekan, salah satunya Lapangan Banteng. Kawasan ini terkenal dengan Monumen Pembebasan Irian Barat yang menjulang tinggi di tengah dan sangat ikonik.

Taman Lapangan Banteng termasuk landmark strategis di Jakarta. Lokasinya berada tidak jauh dari Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Menariknya, berbagai acara kerap digelar di sini sehingga banyak orang yang datang berkunjung.

Selain itu, area Lapangan Banteng menjadi tempat yang pas untuk berolahraga. Terdapat lapangan bola dan jalur lari di sana. Makin penasaran dengan kawasan taman satu ini? Temukan informasi lebih lengkapnya di bawah.


Ada Apa Saja di Taman Lapangan Banteng?

Ada sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Lapangan Banteng, yakni sebagai berikut:

1. Pertunjukan Air Mancur

Jadwal Air Mancur Lapangan BantengWarga menyaksikan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan dan terbagi dalam tiga sesi, yakni pukul 18.30 WIB, 19.30 WIB dan 20.15 WIB, setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Pertunjukan air mancur di Lapangan Banteng. (Muhammad Adimaja/Antara)

Ini adalah salah satu daya tarik utama dari Taman Lapangan Banteng. Show air mancurnya digelar hari Sabtu dan Minggu saja pada jam 18.30 dan 19.30. Pertunjukannya semakin meriah dengan berhiaskan lampu warna-warni yang menyala indah di malam hari.

2. Berbagai Event Seru

Lapangan Banteng jadi spot langganan berbagai hajatan event. Mulai dari festival makanan, bazar pernak-pernik, pameran tanaman dan satwa, hingga konser. Berbagai acara ini juga yang menarik warga berdatangan ke sana.

Acara di Taman Lapangan Banteng selanjutnya yang akan diadakan yaitu Festival Raya Indonesia yang berlangsung selama 30 Agustus-1 September 2024. Pengunjung akan menemukan bazar makanan, mini zoo & pet show, sampai konser gratis.

3. Area Bermain

Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Kamu akan menemukan area bermain anak di Taman Lapangan Banteng. Di sini anak-anak bisa bermain papan seluncur, ayunan, hingga jungkat-jungkit. Orang tua pastikan tetap memperhatikan anak-anaknya yang sedang bermain di sana ya.

4. Tempat Olahraga

Taman Lapangan Banteng menjadi spot yang pas untuk berolahraga. Biasanya pengunjung akan jogging, jalan santai, atau berlari dengan mengitari area taman. Tak sedikit juga bermain sepak bola maupun bermain basket di lapangan khusus yang tersedia.

5. Spot Foto

Semenjak revitalisasinya selesai pada 2018 silam, Taman Lapangan Banteng semakin cantik. Hamparan rumput hijaunya dan deretan pepohonannya terlihat asri. Sejumlah tempat duduk juga disebar di beberapa titiknya.

Di satu area terdapat spot payung warna-warni bergantungan yang sekelilingnya ditanam pohon palem. Tempat-tempat tersebut sering kali dijadikan spot foto andalan oleh para pengunjung.

Lapangan Banteng beralamatkan di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Letaknya dekat dengan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Monumen Nasional (Monas), sekitar 2 km saja.

Lapangan Banteng dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, MRT, dan transportasi online. Kalau tertarik ke tempat rekreasi ini, simak cara ke Taman Lapangan Banteng dengan berbagai transportasi yang dikutip dari catatan detikcom berikut:

– Cara ke Lapangan Banteng Naik KRL

Untuk menuju Taman Lapangan Banteng menggunakan KRL, traveler dapat turun di Stasiun Juanda. Setelahnya, kamu bisa lanjut berjalan kaki berjarak kurang lebih 750 m dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Bisa juga memesan transportasi online menuju ke sana jika lelah berjalan.

– Cara ke Lapangan Banteng Naik Transjakarta

Pengguna Transjakarta dapat menaiki bus koridor 6H (Senen-Lebak Bulus) atau 1P (Blok M-Senen) untuk menuju ke sini. Nantinya kamu bisa turun di halte Lapangan Banteng 1, 2, 3, atau halte Kantor Pos Lapangan Banteng 3. Lanjut berjalan sebentar sampai ke area Taman Lapangan Banteng.

– Cara ke Lapangan Banteng Naik MRT

Lapangan Banteng juga dapat dijangkau dengan MRT. Nantinya traveler bisa turun di Stasiun Bundaran HI. Lanjut menaiki transportasi online berjarak sekitar 5 km dengan waktu tempuh kisaran 13 menit saja.

Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Fasilitas Taman Lapangan Banteng

Fasilitas umum yang tersedia di Lapangan Banteng sudah cukup lengkap. Terdapat mushola, toilet, pos keamanan, sentra UMKM, amfiteater, serta area bermain anak. Hamparan rumput hijau di bawah pohonnya cocok juga jadi spot piknik.

Kamu juga tidak perlu khawatir kelaparan karena di sekeliling kawasan taman ini berjejer banyak pilihan kuliner yang siap mengganjal perut keroncongan.

Nah, itu tadi informasi seputar Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat. Jadi, traveler tertarik berekreasi di sana nggak nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Religi di Jakarta, Ada Masjid Istiqlal hingga Makam Habib


Jakarta

Ada sejumlah tempat wisata religi di Jakarta yang menarik dikunjungi. Selain berkunjung ke sejumlah masjid, travelers juga bisa berziarah ke makam para habib.

Bulan Ramadan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, beberapa orang juga menyempatkan diri untuk melakukan wisata religi.

Nah, ada sejumlah wisata religi di Jakarta yang wajib dikunjungi. Apa saja tempatnya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Rekomendasi Wisata Religi di Jakarta

Apabila bosan berkunjung ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa melakukan wisata religi di Jakarta bersama keluarga atau teman-teman. Simak rekomendasi tempat wisata religi yang dikutip dari catatan detikcom.

1. Masjid Istiqlal

Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Syekh Ahmad juga mengisi khotbah dan memimpin salat di hadapan ribuan jemaah.Masjid Istiqlal. (Andhika Prasetia)

Destinasi wisata religi yang pertama adalah Masjid Istiqlal. Kurang lengkap rasanya jika berwisata religi di Jakarta, tapi tidak berkunjung ke masjid yang satu ini.

Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare, Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 100.000 orang. Maka dari itu, Masjid Istiqlal termasuk salah satu masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Selama Ramadan, Masjid Istiqlal menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat tarawih, ceramah dari para ustadz, hingga mengadakan buka puasa bersama gratis bersama jamaah lain.

Masjid Istiqlal berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Bagi detikers yang ingin berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, yakni KRL Commuter Line dan TransJakarta.

2. Masjid Ramlie Musofa

Warga melakukan amalan ibadah puasa dengan melaksanakan salat wajib dan memperbanyak salat sunah di Masjid Ramlie Musofa, Sunter, Jakarta Utara. Bulan puasa sebagai bulan penuh ampunan mendorong umat Muslim memperbanyak amalan ibadah untuk mempererat hubungan langsung kepada Allah (hablu minallah) maupun menjaga hubungan baik kepada manusia (hablu minannas).Masjid Ramlie Musofa. (Ari Saputra)

Masjid Ramlie Musofa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lainnya yang ada di Jakarta. Sebab, bangunan masjidnya mirip seperti Taj Mahal di India.

Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, masjid ini didominasi oleh warna putih bersih dan corak warna emas di beberapa ornamen tulisan. Selain itu, dinding masjidnya juga dibalut marmer yang diimpor dari Italia. Hal tersebut semakin menunjukkan kemegahan dari Masjid Ramlie Musofa.

Keunikan lain dari Masjid Ramlie Musofa adalah terdapat ukiran surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, dan Mandarin. Sebab, masjid itu dibangun oleh seorang mualaf beretnis Tionghoa, maka dari itu terdapat corak bangunan yang memiliki unsur Tionghoa.

3. Masjid Al Alam Marunda

Masjid Al Alam terletak di Jalan Marunda No. 1 atau tepat berada di pinggiran Pantai Marunda, Jakarta Utara.Masjid Al Alam. (Pradita Utama)

Rekomendasi wisata religi berikutnya adalah berkunjung ke Masjid Al Alam Marunda. Disebut juga sebagai Masjid Si Pitung, masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jakarta karena telah berdiri sejak 1527.

Masjid Al Alam Marunda terdiri atas bangunan utama, bangunan baru untuk salat perempuan, pendopo, dan halaman. Uniknya, terdapat sebuah sumur yang bisa digunakan untuk berwudhu.

Terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masjid ini memiliki sejarah panjang yang menarik. Masjid Al Alam seolah menjadi saksi bisu atas rentetan peristiwa dan perkembangan Islam yang terjadi di sekitar Marunda.

Masjid ini menggabungkan empat kebudayaan dalam arsitekturnya, yakni bagian kubah berbentuk joglo merupakan arsitektur Jawa, lalu bentuk lengkung naga terinspirasi dari budaya Tionghoa, kemudian ornamen jendela dan pintu yang berkaitan dengan budaya Betawi, serta bentuk tiang dan bidang catur masjid yang kental budaya Eropa.

Ada beberapa versi mengenai pendirian Masjid Al Alam. Versi pertama adalah masjid yang dibangun dalam waktu singkat oleh para aulia. Versi kedua menyebut bahwa masjid ini dibangun oleh pasukan Fatahillah sebelum menyerang Sunda Kelapa pada 1527. Versi ketiga menyebut masjid ini dibangun oleh pasukan Mataram pada abad ke-17.

4. Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al Azhar. (Yusuf Alfiansyah Kasdini)

Masjid yang satu ini terletak di tengah kota, tepatnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid Agung Al Azhar sempat dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia selama 10 tahun, sebelum akhirnya tergantikan oleh Masjid Istiqlal.

Didirikan pada 19 November 1953 dan selesai dibangun pada 1958, Masjid Agung Al Azhar diprakarsai oleh 14 tokoh besar Partai Masyumi, termasuk Buya Hamka. Dapat menampung hingga 10.000 jamaah, Masjid Agung Al-Azhar menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Jakarta.

Awalnya, masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran Baru karena sesuai dengan lokasinya. Lalu, namanya diubah setelah seorang rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr Mahmoud Syaltout mendatangi masjid ini dan memberikan nama “Al-Azhar” untuk masjid ini.

5. Masjid Al Riyadh dan Makam Habib Ali Kwitang

Masjid Al Riyadh KwitangMasjid Al Riyadh Kwitang. (detikcom)

Destinasi wisata religi berikutnya adalah Masjid Al Riyadh. Meski berlokasi di dalam gang dan permukiman penduduk, tetapi masjid ini memiliki nilai sejarah dan patut dikunjungi.

Berdiri sejak 1938, Masjid Al Riyadh didominasi oleh warna putih yang memanjakan mata. Masjid yang dapat menampung sekitar 50-100 jamaah ini juga terdapat makam Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau yang akrab dikenal sebagai Habib Ali Kwitang.

Sebagai informasi, Habib Ali Kwitang merupakan salah satu tokoh ulama yang berpengaruh pada abad ke-20. Tidak hanya dalam perkembangan Islam di daerah Jakarta, tapi juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Habib Ali Kwitang lahir pada 20 April 1870 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Beliau adalah putra dari pasangan Al-Habib Abdurrahman Alhabsyi dengan Nyai Salmah.

Di sisi kiri masjid terdapat empat makam. Di dalam makam tersebut bersemayam Habib Ali Kwitang dan keluarga. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung yang berziarah dan wisata religi, terutama saat hari Minggu dan menjelang Ramadan.

Itu dia lima rekomendasi wisata religi di Jakarta. So, ingin berkunjung ke tempat yang mana dulu nih?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Staycation Cozy Buat Libur Lebaran 2025, Mulai Rp 300 Ribuan


Jakarta

Libur panjang Lebaran 2025 sangat disayangkan jika traveler tidak berencana mudik maupun pergi ke mana-mana. Staycation bisa jadi opsi kegiatan untuk menghabiskan waktu kosong libur Lebaran bersama keluarga.

Sejumlah hotel dan penginapan di Jakarta dapat dipilih sebagai tempat staycation seru. Kamar hotel nyaman dengan tarif terjangkau bakal memanjakan dirimu selama berlibur di sana. Lokasinya pun strategis, jadi traveler dapat merencanakan bepergian ke tempat-tempat di sekitar penginapan.

Tempat Staycation Murah di Jakarta

Merangkum Google, berikut rekomendasi hotel dan penginapan nyaman di Jakarta dengan tarif murah untuk staycation selama libur Lebaran 2025:


1. Harper MT Haryono

Kamar dan suite yang luas serta bersih ditawarkan oleh Harper MT Haryono. Fasilitasnya terhitung lengkap dengan pelayanan yang memuaskan.

Terdapat restoran fusion dengan berbagai hidangan lezat yang cocok di lidah. Tersedia juga bar, kolam renang indoor, gym, hingga spa yang dapat diakses tamu.

Alamat: Jl. Letjen M.T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur
Tarif per malam: Mulai Rp 400 ribu.

2. The Mango Suites by FLAT06

The Mango Suites by FLAT06The Mango Suites by FLAT06 (The Mango Suites by FLAT06 via Google Photo)

Datangi The Mango Suites by FLAT06 jika ingin bermalam nyaman di hotel trendi berlokasi strategis. Jaraknya hanya 2 kilometer dari Pondok Indah Mall dan 7 km dari kebun binatang Ragunan.

Kamarnya elegan dengan fasilitas kulkas mini, WiFi, sarapan hingga smart TV yang dilengkapi Netflix. Ada kolam renang rooftop dengan view perkotaan, bar koktail, dan kafe dengan teras.

Alamat: Jl. Mangga, Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan
Tarif per malam: Mulai Rp 390 ribu.

3. Hotel Alia Cikini

Pilih Hotel Alia Cikini kalau mencari penginapan berkonsep islami. Tidak diperkenankan bermalam bagi pria dan atau wanita yang tidak punya hubungan suami istri sah atau keluarga, maupun sesama jenis yang memiliki orientasi menyimpang.

Lokasinya cukup strategis dan dekat ke mana-mana. Pelayanan ramah dengan fasilitas cukup lengkap. Jika ingin berenang mesti booking jam agar diberikan akses private pool.

Alamat: Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat
Tarif per malam: Mulai Rp 360 ribu.

4. La Boheme Rooms and Coffee

La Boheme Rooms and CoffeeLa Boheme Rooms and Coffee (dok. Instagram @labohemejkt)

La Boheme Rooms and Coffee punya nuansa bohemian yang kental. Kamarnya cozy, fasilitasnya nyaman, dan setiap sudutnya aesthetic.

Penginapan ini dilengkapi kafe rooftop yang menyajikan pemandangan city light indah, asik banget buat nongkrong. Semua makanannya enak dengan harga terjangkau.

Alamat: Jl. Setia Budi Barat, Kuningan, Jakarta Selatan
Tarif per malam: Mulai Rp 370 ribu.

5. Asyana Kemayoran

Kamar luas dengan harga terjangkau ditawarkan Asyana Kemayoran. Lokasinya dengan dengan stasiun KRL dan terminal bus.

Fasilitas di hotel ini oke, tersedia restoran dengan berbagai pilihan makanan lezat, WiFi, dan kolam renang outdoor yang bersih. Asyana Kemayoran punya view kota dan Monas.

Alamat: Jl. Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat
Tarif per malam: Mulai Rp 320 ribu.

6. Choska Residence

Kunjungi Choska Residence jika mencari penginapan nyaman di jantung Jakarta. Lokasinya dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Thamrin City, dan Pasaraya Tanah Abang.

Desain penginapannya kekinian dengan kamar yang nyaman bersih meski tidak terlalu luas. Fasilitasnya lumayan dengan sarapan, dapur, laundry, hingga tempat kerja yang disuguhkan city view.

Alamat: Jl. Kebon Kacang 29, Kebon Kacang, Jakarta Pusat
Tarif per malam: Mulai Rp 340 ribu.

7. W Home Benhil

W Home BenhilW Home Benhil (W Home Benhil via Google Photo)

Staycation nyaman seperti di rumah dapat dirasakan di W Home Benhil. Kamar dan setiap sudut penginapannya punya nuansa cozy dengan interior aesthetic.

Fasilitas cukup lengkap dengan pelayanan ramah. Terdapat restoran dengan sejumlah hidangan nikmat yang dapat diakses tamu. Lokasi W Home Benhil pun strategis, dekat ke mana-mana.

Alamat: Jl. Bendungan Jatiluhur, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
Tarif per malam: Mulai Rp 430 ribu.

8. favehotel PGC

Berlokasi di area Pusat Grosir Cililitan (PGC), favehotel menawarkan kamar minimalis modern yang nyaman dan bersih. Kamarnya dilengkapi WiFi, TV, hingga ruang keluarga untuk tipe lebih tinggi.

Sarapan disajikan prasmanan dengan pilihan makanan sedap yang banyak. Tersedia layanan pijat kamar dan room service. Lokasinya juga dekat dengan bandara Halim Perdanakusuma, cocok singgah di sini jika traveler kelelahan setelah penerbangan.

Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur
Tarif per malam: Mulai Rp 400 ribu.

9. Heef Hotel

Heef Hotel bisa jadi opsi jika mencari penginapan berlokasi strategis. Dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan, tempat kuliner dan wisata, hingga Jakarta International Stadium (JIS) yang kerap dijadikan venue acara. Akses ke berbagai tempat juga mudah.

Hotel ini punya kamar bersih dengan pelayanan sigap. Terdapat kafe santai dan restoran outdoor bagi para tamu. Tersedia sarapan dengan sajian hidangan lezat yang bervariasi.

Alamat: Jl. Samanhudi, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat
Tarif per malam: Mulai Rp 330 ribu.

10. Yellow Bee Tanah Abang

Yellow Bee Tanah AbangYellow Bee Tanah Abang (Yellow Bee Tanah Abang via Google Photo)

Bisa ke Yellow Bee Hotel kalau ingin staycation di tengah kota dengan akses mudah ke berbagai tempatnya. Lokasinya dekat dengan Pasaraya Tanah Abang, Mal Sarinah, maupun Monas.

Kamarnya bersih wangi walau berdekorasi minimalis. Tersedia kafe atau lounge dan terus outdoor.

Alamat: Jl. K.H. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Tarif per malam: Mulai Rp 380 ribu.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com