Tag Archives: sawangan

Daya Tarik Air Terjun Kedung Kayang, Lokasi, dan Harga Tiketnya


Jakarta

Air terjun Kedung Kayang merupakan salah satu wisata Magelang yang menarik untuk dikunjungi saat liburan. Aliran airnya berseling dengan bebatuan, suasannya rileks dan segar. Pemandangan yang disuguhkan begitu menakjubkan.

Kedung berarti air terjun dan kayang berarti langit, sehingga kedung kayang memiliki arti air terjun langit. Bisa jadi nama itu karena pemandangan yang disuguhkan membuat wisatawan seolah berada di atas awan.

Berikut informasi mengenai daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya.


Daya Tarik Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang begitu sejuk dengan pepohonan rindang yang mengelilinginya. Aliran airnya pun cukup deras.

1. Dikelilingi Pepohonan Rindang

Air terjun Kedung Kayang memiliki pemandangan pepohonan yang rindang, sehingga menghasilkan udara yang sejuk.

Menurut laman BOB Kemenparekraf, udara dan air yang dingin menambah kesejukan di sekeliling air terjun.

2. Spot Foto

Kawasan air terjun Kedung Kayang memiliki spot menarik untuk menghasilkan foto estetik. Traveler bisa berfoto berlatar air terjunnya atau ketinggian pohon pinus. Selain itu, ada pula area yang menjulang setinggi 50 meter. Di sana, wisatawan dapat melihat panorama air terjun sekaligus gunung Merapi.

3. Air Terjun Setinggi 40 Meter

Air terjun Kedung Kayang adalah salah satu air tertinggi di Jawa Tengah. Lokasinya berada di ketinggian 1.200 mdpl dengan tinggi air terjun mencapai 40 meter. Aliran airnya cukup deras, namun masih aman jika wisatawan mandi di sekitar air terjun.

4. Goa di Belakang Air Terjun

Terdapat goa yang memiliki lebar 2 m dan tinggi 2,5 m di belakang air terjun. Jika mau menyusuri goa, maka kamu harus naik sekitar 1,5 meter.

Fasilitas Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan. Menurut laman Instagram Kedung Kayang Waterfall, berikut di antaranya:

  • Lahan parkir kendaraan
  • Pusat informasi wisata
  • Kamar mandi
  • Air bersih
  • Free Wifi
  • Gazebo
  • Warung wisata
  • Gardu pandang

Lokasi Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang berada di Desa Wonolelo kedung kayang, Nangrong, Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari arah Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya, traveler bisa mengambil arah mengikuti jalan utama menuju Ketep Pass melalui jalan Magelang Boyolali. Ikuti jalan hingga sampai di lokasi Air Terjun Kedung Kayang.

Sementara, dari arah Semarang, Salatiga, dan sekitarnya, ikuti jalan utama melalui jalan Kopeng-Salatiga hingga sampai di pertigaan Ketep Pass. Belok kiri menuju jalan Magelang-Boyolali, sekitar 3 km hingga sampai ke lokasi air terjun Kedung Kayang.

Kendaraan yang dibawa bisa diparkir di dekat rumah warga. Perjalanan dari ladang penduduk akan menghabiskan waktu sekitar 20 menit dengan menyusuri sungai.

Harga Tiket dan Jam Operasional Air Terjun Kedung Kayang

Harga tiket masuk air terjun Kedung Kayang hingga parkir kendaraan yaitu:

  • Tiket masuk: Rp 4.000
  • Asuransi: Rp 500
  • Parkir mobil: Rp 4.000
  • Parkir motor: Rp 2.000
  • Parkir bus: Rp 10.000

Adapun jam operasional air terjun Kedung Kayang mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Untuk sunrise view pukul 05.00, wisatawan dipersilahkan masuk terlebih dahulu. Pelayanan retribusi nantinya dilakukan saat jam operasional.

Itulah informasi mengenai air terjun Kedung Kayang di Magelang. Sebelum datang ke lokasi, pastikan kamu sudah mencari informasi terbaru terkait harga tiket hingga jam operasionalnya.

(elk/fem)



Sumber : travel.detik.com

Alun-Alun Barat Depok, Kebanggaan Warga Sawangan, Cocok buat Berakhir Pekan



Depok

Depok mempunyai dua alun-alun, ada yang di bagian timur dan barat. Alun-alun Barat (Albar) menyuguhkan pesona tersendiri sebagai tempat kumpul warga.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) berada di Sawangan lama, Depok masuk lewat perumahan Shila Sawangan. Albar terasa berbeda dari Altim, yang berada di Grand Depok City, terutama kontur dan luasnya.

Dibangun pada 2024, Albar memiliki luas 2,1 hektar. Lebih kecil dari Altim, tapi tampak lebih mencolok dengan Jembatan Juara di atas Setu Tujuh Muara.


Jembatan sepanjang 168 meter itu menghubungkan kelurahan Sawangan dan Bojongsari. Dibuat dengan menggunakan sling, jadilah jembatan gantung khusus orang.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok Lintang Yuniar Pratiwi mengatakan jembatan itu aman dengan kapasitas 40-60 orang dalam satu waktu.

“Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” katanya pada Kamis (14/5).

Pengunjung atau warga yang ingin menyeberang tidak diperbolehkan untuk berhenti terlalu lama di tengah jembatan. Jalur jembatan pun dibuat khusus untuk dua arah, agar tidak ada kendaraan atau orang berkumpul di sepanjang area.

“Jembatan kita fasilitasi penangkal petir, tapi kalau mulai mendung dengan potensi petir, akan kita tutup,” kata dia.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Bukan cuma kendaraan bermotor, drone pun dilarang terbang tanpa izin.

Selain jembatan gantung, Albar juga memiliki gedung serbaguna. Gedung berkapasitas 700-1.000 orang itu disewakan. Sejauh ini, mayoritas penyewa menggunakan gedung serbaguna itu untuk kegiatan sekolah atau hajatan.

Dengan luas hanya setengah dari Altim, Albar didesain untuk terlihat lebih luas. Joging trek dipasang mengelilingi taman dengan variasi kolam dan sungai.

Taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) berada di tengah. Perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan menjadi favorit anak-anak. Devan yang berusia dua tahun memilih perosotan sebagai kesukaannya.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) 9Rifkianto Nugroho/detikcom)

“Iya tadi dia main perosotan,” kata salah satu ibu yang berkunjung pada Jumat (16/5).

Saat pagi hari memang didominasi oleh keluarga yang membawa anak. Mereka bisa jogging, selagi anak bermain tanpa perlu khawatir.

Salman, bayi yang berusia satu setengah tahun, juga ikut merasakan senangnya bermain di Albar. Bocah laki-laki itu berlarian di sepanjang jembatan tanpa alas kaki. Ia tampak senang, sesekali jongkok untuk melihat ke bawah air.

“Sering saya bawa ke sini. Dia bisa bermain sambil berjemur kalau pagi-pagi,” kata ayah Salman.

Hal lain yang menambah keestetikan Albar adalah kios khusus UMKM. Lintang berkata bahwa bangunan terdiri dari 12 unit yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan dengan luas 3×3. Sayang, kios UMKM hanya buka di akhir pekan saja.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

“Untuk Kecamatan dua unit, karena lokasinya di Sawangan,” kata dia.

Menurut Joni, seorang juru parkir Albar, alun-alun tersebut paling ramai dikunjungi saat akhir pekan. Warga sekitar datang pagi-pagi untuk olahraga. Minggu biasanya menjadi hari yang paling ramai pengunjung.

“Di parkiran sini dibikin tiga layer, bisa sampai 300 motor,” kata dia.

Di hari libur, parkir kerap overload, sementara pengunjung antre untuk masuk. Pengelola menyediakan parkir di sisi utara, parkir di bawah gedung serbaguna atau kantong parkir lainnya.

“Kalau ada event kita koordinasi dengan petugas linmas dari kecamatan Bojongsari,” kata dia.

Albar memang sengaja untuk memfasilitasi masyarakat Depok di bagian barat, sehingga pergerakan masyarakat tak melulu terpusat di Margonda. Masyarakat kini bisa menggunakan fasilitas berupa body gym, area akupuntur dan joging trek untuk berolahraga. Kawasan pohon jati di area jembatan gantung membuat suasana alun-alun semakin teduh.

Alun-alun ini buka mulai pukul 06.00-18.00 WIB dan gratis.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jembatan Juara Depok, Spot Ikonik Gratis di Danau Setu 7 Muara


Jakarta

Kota Depok terus berbenah dengan berbagai infrastruktur yang kini memberikan daya tarik tersendiri bagi warganya, salah satunya adalah Jembatan Juara. Jembatan gantung ini merupakan jembatan yang menghubungkan daerah Sawangan dan Bojongsari yang terbentang di atas Danau Setu 7 Muara.

Lokasi dan Keindahan Jembatan Juara

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Jembatan Juara di Taman Alun-Alun dan Hutan Kota Depok (Albar) Foto: Rifkianto Nugroho

Pembangunan jembatan ini didasari oleh pemerataan infrastruktur di Kota Depok dan memberikan destinasi liburan bagi warga Depok dan sekitarnya. Diresmikan pada 20 September 2024, Jembatan Juara di buka untuk umum setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

Jembatan Juara berbobot 1,2 ton dengan panjang 168 meter dan lebar 1,6 meter. Jembatan ini bisa menampung sekitar 40-60 orang secara bersamaan. Pengunjung atau warga yang menyeberang jembatan tidak diperbolehkan berhenti terlalu lama di tengah jembatan.


Jembatan berwarna oranye tersebut didesain sebagai jembatan bagi pejalan kaki, sehingga kendaraan seperti sepeda atau motor dilarang melintasi jalur jembatan. Biasanya, jembatan ditutup saat cuaca mendung untuk menghindari risiko tersambar petir dan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” Ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi.

Alun-alun dan Hutan Kota

Di salah satu sisi Jembatan Juara, terdapat alun-alun dan hutan kota yang dibangun pada tahun 2024. Alun-alun barat ini kemudian disebut warga setempat sebagai Albar. Kawasan Albar memiliki luas sebesar 2,1 hektar yang dibuat sebagai tempat berlibur bagi warga Depok.

Albar difasilitasi oleh jogging trek yang mengelilingi taman dengan pemandangan kolam dan sungai. Selain itu, Albar memiliki Taman Ruang Bermain Rumah Anak (RBRA) yang difasilitasi banyak permainan seperti: perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan.

Menariknya, Albar dilengkapi dengan kios-kios khusus UMKM. Lintang Yuniar mengungkap, kios-kios tersebut terdiri dari 12 unit dengan luas 3×3 meter yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan.

Untuk masuk ke kawasan Albar pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, pengunjung cukup membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 saja. Albar buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

Danau Setu 7 Muara

Selain Albar dan hutan kota, Danau Setu 7 Muara menjadi ikon paling menarik perhatian di kawasan Jembatan Juara. Danau ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Tak heran pengunjung yang melintasi jalur Jembatan Juara terpukau oleh keindahan Danau Setu 7 Muara.

Banyak warga sekitar yang menjadikan danau ini sebagai tempat bersantai, memancing, atau sekedar menikmati pemandangan matahari terbenam. Keberadaan Danau Setu 7 muara ini menjadi daya tarik di kawasan Bojongsari, apalagi bagi warga yang menyeberangi area Jembatan Juara.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com