Tag Archives: secangkir kopi

Masih Sering Buang Ampas Kopi ke Saluran Air? Ini Akibatnya!


Jakarta

Setelah menikmati secangkir kopi di rumah, terkadang ampas kopi sering dibuang secara sembarangan, misalnya langsung dibuang ke dalam saluran air.

Sebagian orang menanggap enteng masalah membuang ampas kopi ke saluran air. Padahal, kebiasaan tersebut jika dilakukan terus-menerus bisa berdampak buruk, lho.

Perlu diingat, membuang ampas kopi ke wastafel atau tempat pencucian piring hanya akan menyebabkan saluran jadi tersumbat. Seperti kita tahu, ampas kopi yang sudah diaduk saja akan mengendap di bawah gelas. Hal yang sama juga terjadi jika sisa ampas kopi di buang ke saluran air.


Kalau saluran air sudah tersumbat, tentu kamu tak bisa menggunakan wastafel karena air tidak mengalir dengan lancar. Salah satu solusinya adalah dengan memanggil tukang ledeng (plumber) untuk memperbaiki saluran yang tersumbat.

Sebagai pemilik rumah, detikers juga harus tahu tanda-tanda saluran air mulai tersumbat. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tanda-tanda Saluran Air Tersumbat

Dilansir situs Mr Rooter, berikut sejumlah tanda saluran air di rumah mulai tersumbat:

  • Air meluap dari saluran pembuangan wastafel atau keluar dari sela-sela selang pembuangannya.
  • Air yang mengalir di wastafel tidak bisa surut dengan cepat
  • Muncul bau tidak sedap dari lubang wastafel.

Tips Mengolah Ampas Kopi

Daripada membuangnya ke wastafel atau saluran air di rumah yang bisa memicu mampet, sebaiknya kamu mengolah ampas kopi dengan cara yang tepat. Berikut tips mengolahnya:

1. Pupuk Tanaman

Gunakan ampas kopi untuk tanaman hias di rumah. Ampas kopi mengandung mineral penting untuk pertumbuhan tanaman dan kontaminan yang bagus untuk tanah.

2. Menghilangkan Bau

Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan bau tak sedap. Sebab, ampas kopi masih mengeluarkan aroma kopi yang khas sehingga ampuh menghilangkan aroma busuk di dalam rumah.

Caranya juga mudah, tuang ampas kopi ke dalam wadah terbuka, kemudian letakkan di sudut ruangan atau di tempat yang tercium bau tidak sedap. Agar efektif menghilangkan bau, ganti ampas kopi setiap dua hari sekali.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Ampas Kopi Jangan Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Pipa Cepat Mampet


Jakarta

Setelah menyeruput secangkir kopi, biasanya ampas kopi akan menumpuk di dasar gelas. Beberapa orang memilih membuang ampas kopi langsung ke wastafel agar lebih cepat dan praktis.

Padahal, membuang ampas kopi langsung ke wastafel bisa menimbulkan dampak buruk bagi saluran air. Sayangnya, banyak orang belum sadar dan masih terbiasa melakukan hal tersebut.

Pakar kebersihan mengungkap dampak yang terjadi jika membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Apa saja dampaknya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Dampak Membuang Ampas Kopi ke Wastafel

Pakar kebersihan di Roto-Rooter Plumbing & Water Cleanup Paul Abrams menganjurkan agar tidak membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Jika kebiasaan ini terus dilakukan maka dapat menyumbat saluran air.

“Jika terlalu banyak, ampas kopi dapat menyumbat pipa pembuangan dan menyebabkan penyumbatan di wastafel Anda,” kata Abrams dikutip dari Better Homes & Gardens.

Abrams mengatakan ampas kompi memiliki tekstur yang menggumpal. Apabila ampas kopi yang dibuang ke wastafel dalam jumlah banyak, maka ampas kopi akan saling menumpuk di saluran air yang berbentuk ‘U’ di bawah wastafel.

Jika ampas kopi yang menumpuk sudah banyak dan bercampur kotoran di dalam pipa air, maka bisa membentuk endapan yang tebal. Seiring waktu, endapan tersebut dapat mengganggu aliran air sehingga menyebabkan penyumbatan.

“Tekanan air yang sangat besar dibutuhkan untuk mendorong gumpalan bubuk kopi keluar dari saluran air, dan sayangnya bubuk tidak bisa larut dalam air,” ujarnya.

Abrams menyebut tidak masalah jika sesekali membuang ampas kopi ke wastafel. Masalah justru akan muncul jika hal tersebut dijadikan suatu kebiasaan.

“Jika kamu berulang kali menuangkan ampas kopi dalam jumlah kecil ke saluran air setiap hari, maka ampas kopi bisa menumpuk dan bercampur dengan sisa makanan, lemak, kerak sabun, dan minyak,” ungkap Abrams.

Cara Alternatif Membuang Ampas Kopi di Rumah

Daripada harus membuangnya ke wastafel, Abrams menyarankan agar ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, yaitu:

1. Kompos Tanaman

Ampas kopi mengandung nitrogen yang tinggi sehingga dapat menyuburkan tanaman. Namun, ampas kopi akan bermanfaat bagi tanaman jika digunakan dalam jumlah yang tepat.

2. Membasmi Hama

Alih-alih dibuang, ampas kopi dapat digunakan untuk membasmi hama, terutama semut dan siput di halaman rumah. Cukup taburkan ampas kopi di sekitar halaman untuk mengusir dan mencegahnya masuk ke rumah.

3. Membersihkan Sejumlah Barang

Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sejumlah barang di rumah, seperti panci, wajan, dan kompor. Soalnya, ampas kopi memiliki sifat yang cukup abrasif.

4. Menghilangkan Bau

Nitrogen yang terkandung dalam ampas kopi juga dapat menghilangkan bau tak sedap, seperti di lemari pakaian dan kulkas. Caranya juga mudah, cukup tuang ampas kopi ke dalam cangkir dan simpan di ruangan yang mengeluarkan bau tak sedap.

Demikian penjelasan soal ampas kopi apakah bisa dibuang ke wastafel atau tidak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan, Secangkir Kopi dan Gorengan di Taman Ayodya



Jakarta

Sore hari selepas beraktivitas seharian, duduk santai menatap pepohonan nan hijau menjadi nikmat tersendiri. Tidak perlu pergi jauh, nyamannya duduk-duduk di Taman Ayodya.

Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito berada di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk memasukinya, traveler tak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Cukup Rp 2.000 untuk bayar parkir dan membeli jajanan yang dijual di pinggiran taman.

Petugas keamanan Taman Ayodya, Burhanudin, mengatakan tak perlu uang besar untuk nongkrong dan bersantai-santai di taman ini. Traveler hanya cukup dengan gorengan dan segelas kopi atau minuman segar sebagai pendampingnya.


“Nongkrong di sini mah nggak perlu mahal-mahal, cukup kopi sama gorengan aja udah pas,” kata dia saat dijumpai detikTravel, Selasa (23/7/2024).

Taman yang kurang lebih luasnya 8.000 meter persegi ini di tengahnya terdapat kolam dengan air mancur yang beroperasi setiap dua jam sekali, mulai dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Di pinggiran kolam juga kerap dijadikan spot untuk anak-anak memberi makan ikan.

Burhanudin juga menyampaikan perbedaan Taman Ayodia dan taman lainnya di Jakarta, jika taman yang lain ramai pengunjung saat pagi dan sore, maka Taman Ayodia akan ramai ketika sore dan malam. Walaupun sebetulnya jam operasional taman ini mulai dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi biasanya pengunjung nongkrong hingga jam 21.00 WIB.

Hal tersebut salah satunya karena dekat dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Burhanudin pun beberapa waktu ke belakang kerap memberitahu bahwa waktu berkunjung ke taman sudah usai, namun pemberitahuan itu tidak mempan.

Pada akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung yang ingin menikmati Taman Ayodia ini untuk tertib dan tidak melanggar aturan yang sudah tertera. Dan untungnya selama ia berjaga di sini, pengunjung yang datang ke taman hingga malam hari selalu mematuhi peraturan taman.

“Jadi pengunjung-pengunjung lama kita juga udah saling memahami gitu tertib,” ujarnya.

Banyaknya bangku-bangku juga membuat taman ini cocok dinikmati untuk bersantai-santai, adapun pengunjung yang duduk di rerumputan atau beton pinggir kolam. Cuaca sore hari yang terik mataharinya sudah redup membuat nongkrong di Taman Ayodia semakin sejuk.

Selain pengunjung anak muda, keluarga yang mengajak anaknya bermain ke Taman Ayodia pun cukup banyak. Di antaranya Puput, ia bersama suami dan anaknya memilih menikmati sore di taman ini karena suasana yang asri.

“Sering juga ke sini tapi sekarang kebetulan lagi ngajak anak main, kayak lebih seru aja buat ke taman dibanding ke tempat-tempat lain dan suasananya juga asri masih banyak pohon,” kata dia.

“Mungkin harus ditambah lagi kaya tempat bermain anak karena sekarang anak-anak yang nyari tempat bermain ke taman, bisa buat edukasi juga,” dia menambahkan.

Memang di Taman Ayodia ini tak ada wahana bermain untuk anak-anak, fasilitas yang ada di taman ini yakni beberapa alat kebugaran. Taman Ayodia juga cocok untuk olahraga sore ataupun pagi karena selain terdapat beberapa alat kebugaran juga ada track untuk jogging atau jalan santai.

Jika perut keroncongan pun tak perlu khawatir untuk mencari cemilan atau makanan berat sekaligus karena sekitaran Jalan Barito ini terkenal dengan sentra kuliner hits, ada ketan susu, nasi telur hingga sate taichan bisa jadi pilihannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kopi Tubing, Tempat Asyik untuk Ngopi Sambil Bersantai di Bogor


Jakarta

Bogor menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta. Selain jaraknya dekat, ada banyak tempat wisata hingga coffee shop kekinian di Bogor, salah satunya adalah Kopi Tubing.

Daya tarik dari Kopi Tubing adalah pemandangannya yang indah. Tak hanya sekadar menghirup secangkir kopi dan mencicipi berbagai menu makanan lezat, travelers juga bisa melakukan berbagai aktivitas seru selama di Kopi Tubing.

Lantas, apa daya tarik dari Kopi Tubing? Lalu bagaimana cara menuju ke sana? Simak ulasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Kopi Tubing

Kopi Tubing bisa menjadi pilihan terbaik bagi travelers yang ingin liburan namun tak mau jauh-jauh dari Jakarta. Sebab, ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan selama di sana.

Tentu, daya tarik utama dari Kopi Tubing adalah pemandangan alamnya yang indah. Wajar saja, karena lokasinya berdekatan dengan Gunung Salak. Jadi, detikers bisa menyeruput secangkir kopi panas sambil merasakan udara sejuk pegunungan.

Coffee shop ini juga menjadi “pelarian” bagi sebagian warga Jakarta yang ingin healing sejenak dari rutinitas sehari-hari. Ditambah lagi ada banyak pilihan menu makanan dan minuman yang lezat serta porsinya mengenyangkan.

Eits, Kopi Tubing tak hanya sekadar coffee shop dengan pemandangan cantik, lho. Soalnya, ada berbagai aktivitas seru dan menantang yang bisa kamu coba di sini, yakni river tubing dan trekking.

Bagi kamu yang suka olahraga ekstrem, river tubing wajib dicoba. Namun jika travelers lebih ingin menikmati suasana alam pegunungan yang tenang, cobalah untuk trekking.

Di Kopi Tubing juga terdapat area playground, mini zoo, dan kolam renang yang ramah anak-anak. So, travelers nggak perlu khawatir jika membawa si kecil ke Kopi Tubing karena pasti akan betah berlama-lama.

Hewan-hewan yang ada di mini zoo Kopi Tubing juga beragam, mulai dari kelinci, domba, hingga aneka burung. Selain melihat dari dekat, si kecil juga bisa memberi makan secara langsung kepada hewan. Seru banget bukan?

Suasananya terjaga alami. Sawah, bukit, gemericik sungai, hijau daun, angin dan sejuknya udara di ketinggian 600 mdpl. Super lengkap sambari pesan kopi hangat dan kriyuk barbeque chiken wings.View Kopi Tubing (Ari Saputra/detikcom)

Suasana alam di Kopi Tubing memang bikin sejumlah pengunjung merasa betah berlama-lama. Nah, pihak Kopi Tubing telah menyediakan villa dan glamping untuk para pengunjung yang ingin menginap.

Satu lagi yang menarik dari Kopi Tubing adalah terdapat area pasir putih di tepi sungai. Jadi, travelers bisa menikmati pemandangan gunung sambil duduk santai di pasir putih.

Jika berencana ingin berkunjung ke Kopi Tubing, disarankan datang saat weekday atau sejak pagi hari ketika weekend. Sebab, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan terlebih akhir pekan. Kalau travelers ingin menikmati suasana alam yang sejuk dengan tenang, maka sebaiknya datang saat hari kerja.

Harga Tiket Masuk ke Kopi Tubing

Pengunjung yang datang ke Kopi Tubing tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Namun, travelers akan dikenakan biaya tambahan jika ingin bermain di sejumlah wahana.

Dilansir akun Instagram resminya @kopitubing, berikut daftar harga tiket ke sejumlah wahana dan tarif menginap di Kopi Tubing:

A Frame Villa (4 orang)

  • Hari biasa Rp 2.300.000/malam.
  • Akhir pekan Rp 2.850.000/malam.

Glamping (2 orang)

  • Hari biasa Rp 750.000/malam.
  • Akhir pekan Rp 950.000/malam.

River tubing

1. Adventure

  • Hari biasa Rp 97.000.
  • Akhir pekan Rp 107.000.

2. Fun Ride

  • Hari biasa Rp 45.000.
  • Akhir pekan Rp 45.000.

Trekking

  • Hari biasa Rp 265.000.
  • Akhir pekan Rp 275.000.

Sebagai catatan, harga river tubing dan trekking di atas hanya berlaku per orang khusus tamu yang menginap di Kopi Tubing. Pengunjung yang tidak menginap juga bisa merasakan serunya river tubing, berikut harga tiketnya:

River Tubing

  • Fun Ride: Rp 55.000/orang.
  • Adventure: Rp 127.000/orang.
  • Adventure Ride: Rp 157.000/orang.

Trekking

  • Half day package (durasi 3-4 jam): Rp 295.000/orang.
  • Full day package (durasi 3-4 jam): Rp 325.000/orang.
  • Full adventure day package (durasi 4-6 jam): Rp 395.000/orang.

Sementara itu, ada berbagai aktivitas seru lainnya di Kopi Tubing yang juga dikenakan tiket masuk. Berikut daftarnya:

  • Berenang: Rp 25.000/orang
  • Playground: Rp 35.000/orang
  • Mini zoo: gratis, tapi jika ingin memberi makan wortel dikenakan biaya Rp 10.000/cup.
Suasananya terjaga alami. Sawah, bukit, gemericik sungai, hijau daun, angin dan sejuknya udara di ketinggian 600 mdpl. Super lengkap sambari pesan kopi hangat dan kriyuk barbeque chiken wings.Kopi dan makanan di Kopi Tubing (Ari Saputra/detikcom)

Kopi Tubing menyediakan berbagai menu makanan dan minuman dengan harga mulai dari Rp 15 ribuan saja. Penasaran? Simak daftar menunya di bawah ini:

Kids Meal

  1. Fish and Chip Tartar Sauce: Rp 65.000
  2. Sausage with French Fries: Rp 40.000
  3. Crunchy Chicken Burger: Rp 65.000
  4. Mini Beef Burger: Rp 40.000
  5. Dory Susi Burger: Rp 25.000

Appetizer

  1. Tahu Gejrot: Rp 30.000
  2. Load Potato: Rp 55.000
  3. Chicken Wings with BBQ Sauce: Rp 40.000
  4. Tahu Slawi: Rp 30.000
  5. Chicken Quesadillas: Rp 45.000
  6. Dimsum: Rp 30.000
  7. Nachos: Rp 30.000
  8. Roti Bakar: Rp 40.000
  9. Lumpia Curug Hordeng: Rp 40.000

Main Courses Rice & Noodle

  1. Nasi Liwet Komplit (empal): Rp 75.000
  2. Nasi Liwet Komplit (ayam): Rp 65.000
  3. Nasi Goreng Komplit: Rp 65.000
  4. Nasi Bakar Ayam: Rp 65.000
  5. Nasi Goreng Seafood: Rp 45.000
  6. Nasi Goreng Tom Yum: Rp 45.000
  7. Nasi Goreng Ayam: Rp 45.000
  8. Pecel Ayam: Rp 65.000
  9. Mie Godog: Rp 50.000
  10. Pad Thai: Rp 50.000

Main Courses Meat & Fish

  1. Sapi dalam Kelapa: Rp 85.000
  2. Ayam dalam Nanas: Rp 65.000
  3. Gurame Salad Mangga/Asam Manis/Saus Padang: Rp 85.000
  4. Sapi Lada Hitam: Rp 65.000
  5. Ayam Pandan: Rp 60.000

Seafood & Soup

  1. Baby Kailan: Rp 45.000
  2. Udang Mayonaise: Rp 60.000
  3. Cumi Mayonaise: Rp 50.000
  4. Brokoli Saus Tiram: Rp 45.000
  5. Seafood Thermidor: Rp 60.000
  6. Curry Green: Rp 50.000
  7. Tom Khai Gai: Rp 50.000
  8. Tom Yum Gung: Rp 50.000
  9. Dumpling Soup: Rp 50.000

Main Courses Aneka Soto

  1. Soto Ayam: Rp 23.000
  2. Soto Bening: Rp 37.000
  3. Soto Bogor: Rp 35.000
  4. Soto Betawi: Rp 35.000
  5. Soto Oseng Sapi: Rp 37.000
  6. Nasi Putih: Rp 5.000

Western Food

  1. Chicken Sandwich Carbonara: Rp 65.000
  2. Potato With Melted Cheese: Rp 35.000
  3. Crunchy Beef Burger Cikuluwung: Rp 50.000
  4. Tubing Sampler: Rp 45.000
  5. Spaghetti Carbonara: Rp 45.000
  6. Triple Decker: Rp 45.000
  7. Chicken Cordon Bleu: Rp 55.000
  8. Spaghetti Bolognaise: Rp 45.000
  9. Salad Tubing: Rp 45.000
  10. Double Beef Cheese Burger: Rp 65.000
  11. Grilled Chicken with Black Pepper Sauce/BBQ Sauce: Rp 55.000

Snack Tradisional Indonesia

  1. Mendoan: Rp 18.000
  2. Perkedel: Rp 5.000 (1 pcs)
  3. Lumpia: Rp 18.000
  4. Pisang Goreng: Rp 18.000
  5. Tahu Isi: Rp 18.000

Dessert

  1. Tropical Smoothies: Rp 65.000
  2. Chocolate Lava with Ice Cream: Rp 40.000
  3. Brownies with Vanilla Ice Cream: Rp 35.000
  4. Roti Korea (Garlic Bread): Rp 20.000
  5. Ice Cream Lovers (Vanilla/Chocolate/Strawberry): Rp 25.000
  6. Banana Split: Rp 35.000

Beverage

  1. Infused Water: Rp 32.000
  2. Leci Mojito: Rp 33.000
  3. Strawberry Mojito: Rp 33.000
  4. Mojito Mint: Rp 30.000
  5. Lemon Squash: Rp 30.000
  6. Leci Squash: Rp 30.000
  7. Strawberry Squash: Rp 30.000
  8. Peach Lemonade: Rp 30.000
  9. Strawberry Smoothies: Rp 35.000
  10. Banana Smoothies: Rp 35.000
  11. Milkshake (Chocolate/Vanilla/Oreo/Strawberry): Rp 32.000
  12. Juice (Orange/Avocado/Strawberry): Rp 27.000
  13. Mojito Mint Tea: Rp 30.000
  14. Lemon Grass Tea: Rp 25.000
  15. Lemon Tea: Rp 25.000
  16. Strawberry Tea: Rp 28.000
  17. Leci Tea: Rp 28.000
  18. Peach Tea: Rp 28.000
  19. Teh Manis: Rp 15.000
  20. Teh Tawar: Rp 12.000
  21. Citrus Mocktail: Rp 32.000
  22. Lychee Mocktail: Rp 32.000
  23. Coffee Latte/Hazelnut/Vanilla/Caramel: Rp 31.000
  24. Cappuccino: Rp 31.000
  25. Es Kopi Susu Tubing: Rp 32.000
  26. Kopi Tubing 500 ml: Rp 60.000
  27. Kopi Tubing 1l: Rp 105.000
  28. Americano: Rp 24.000
  29. Long Black: Rp 31.000
  30. Cube Coffee: Rp 33.000
  31. V60: Rp 30.000
  32. Vietnam Drip: Rp 28.000
  33. Cokelat: Rp 31.000
  34. Es Susu Green Tea: Rp 31.000
  35. Red Velvet: Rp 31.000

Jam Buka Kopi Tubing

Kopi Tubing buka mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB pada Senin-Jumat. Sedangkan saat weekend, tempat ini buka pukul 08.00 sampai 21.00 WIB.

Disarankan datang saat pagi hari agar travelers bisa menikmati suasana sejuk alam pegunungan. Jika sudah siang dan terutama saat weekend, pengunjung yang datang sudah ramai.

Kopi Tubing berlokasi di Jalan Gunung Menir, Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Karena lokasinya dekat dengan Gunung Salak, jaraknya cukup jauh dari pusat kota Bogor.

Dari pantauan Google Maps, jarak dari kota Bogor menuju Kopi Tubing sekitar 35 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mengendarai mobil. Jika berangkat dari Jakarta, waktu tempuhnya sekitar 2-3 jam perjalanan.

Demikian ulasan mengenai Kopi Tubing, salah satu destinasi wisata favorit di Bogor. Tertarik berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com