Tag Archives: sehat

5 Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga yang Baik Biar Sehat


Jakarta

Setiap rumah tentu menghasilkan sampah hingga menggunung dan dibuang untuk diangkut oleh petugas kebersihan. Sebenarnya sampah rumah tangga ini sebaiknya tidak langsung dibuang begitu saja, tetapi dikelola terlebih dahulu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno mengatakan sebagian besar masyarakat belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Hal ini karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah.

“Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti, Rabu (10/7/2024).


Justru dengan mengelola sampah rumah tangga, masyarakat bisa merasakan manfaat seperti hasil penjualan sampah bernilai, lho! Lalu, pekarangan di rumah akan lebih subur karena bisa menghasilkan kompos dari hasil pengelolaan sampah.

Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

1. Memilah Sampah Sesuai Kategori

Cara paling utama untuk mengelola sampah rumah tangga adalah memilah sampah sesuai kategori. Untuk kebutuhan rumah pada umumnya, Gulang menyarankan untuk memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Ia menjelaskan sampah organik seperti dari sisa makanan dan dedaunan. Sedangkan sampah non organik merupakan benda-benda yang terbuat dari plastik, kaleng, kertas, atau karton.

2. Mengompos Sampah Organik

Untuk mengurangi pembuangan sampah organik, kamu bisa memisahkan sampah tersebut untuk dijadikan pupuk. Ia menyebutkan penggunaan komposter atau wadah untuk menyimpan sampah organik secara tertutup. Setelah beberapa hari dibiarkan, sampah akan menjadi pupuk.

“Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

3. Menjual Sampah Bernilai

Selain membiarkan pengepul atau petugas kebersihan mengangkut sampah untuk dikelola, kamu juga bisa menghasilkan ketika mengelola sampah. Sampah non organik yang memiliki nilai, seperti botol plastik, kertas, dan kaleng bisa dijual kalau diserahkan ke bank sampah.

“Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” jelasnya.

4. Mengurangi Produksi Sampah

Supaya sampah tidak cepat menumpuk di rumah, kamu bisa beralih memakai barang-barang yang tidak bersifat sekali pakai. Dengan begitu kamu dapat mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

“Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” imbuhnya.

5. Buang Sampah Pada Tempatnya

Terakhir, pastikan kamu membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang di taman, pinggir jalan, atau sungai. Akan lebih baik lagi jika menyiapkan beberapa tempat sampah sesuai kategorinya.

“Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” pungkas Gulang.

Itulah beberapa tips mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Agar Tak Salah Pilih, Begini Tips Memilih Kontrakan untuk Pasangan Baru


Jakarta

Setelah menikah, biasanya pasangan baru memilih untuk tidak tinggal dengan orangtua. Biasanya pasangan baru yang belum memiliki tabungan untuk membeli rumah, mereka memilih untuk mengontrak.

Mengontrak lebih efisien karena biaya sewanya murah dan biasanya luasnya hampir sama seperti rumah biasa yakni terdiri dari 1-2 kamar. Pasangan muda biasanya menabung sembari mengontrak. Saat memilih kontrakan, kamu juga perlu memilihnya dengan cermat selayaknya memilih rumah sendiri. Sebab, tidak jarang ada lokasinya yang tidak tepat atau pemilik kontrakan yang tidak ramah.

Mengutip dari Mustika Land, Rabu (24/7/2024), berikut beberapa tips mencari kontrakan yang nyaman untuk pasangan baru.


1. Pilih Lokasi yang Strategis

Pasangan baru biasanya identik yang ingin mengirit. Maka kamu harus mengurangi pengeluaran salah satunya untuk transportasi. Pilihlah tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja. Kedua, lokasi yang strategis juga berarti dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, tempat ibadah, kantor polisi dan sekolah.

2. Pastikan Lingkungan Rumah Nyaman dan Sehat

Masuk ke lingkungan baru pasti kamu butuh adaptasi dan banyak hal baru yang harus dibiasakan. Namun, kamu bisa memilih lingkungan yang paling wajar sehingga tidak perlu banyak adaptasi.

Selain itu, kamu juga perlu memastikan lingkungan sekitar termasuk sehat. Kamu bisa melihatnya dari pengelolaan sampah. Selain itu, Kamu juga perlu memperhatikan keamanan lingkungan. Pilihlah lingkungan rumah dengan sistem keamanan yang baik dan terpercaya sehingga tindak kejahatan dapat diminimalisir dan Kamu serta pasangan dapat beristirahat dengan aman, tenang dan juga nyaman.

3. Pilih Jangka Waktu Sewa Singkat

Meskipun kamu dalam waktu dekat belum bisa membeli rumah sendiri, sebaiknya kamu mengambil waktu sewa yang singkat saja. Biasanya selama 6 bulan atau hingga 1 tahun untuk meminimalisir kerugian.

Bisa saja baru sebentar tinggal di lingkungan tersebut kamu maupun pasangan tidak cocok dengan lingkungan serta kondisi rumah. Selain itu, bisa jadi kamu tiba-tiba mendapat rezeki sehingga bisa membeli rumah lebih cepat.

4. Pertimbangkan Harga Sewa

Sebenarnya, harga sewa juga faktor utama saat memilih kontrakan. Sebelum mencari kontrakan, kamu dan pasangan pasti langsung menargetkan uang sewa bulanan yang bisa dikeluarkan. Tentu saja itu sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi harga sewa, beberapa diantaranya adalah luas rumah, fasilitas hingga lokasi. Jika dirasa harga tidak sesuai dengan fasilitas yang diberikan, kamu dapat mendiskusikan kembali harga sewanya dengan pemilik rumah.

5. Gunakan Aplikasi atau Website Cari Kontrakan Rumah

Agar lebih aman saat mencari kontrakan, kamu bisa memanfaatkan berbagai macam aplikasi atau website pencari kontrakan rumah. Biasanya di situs atau aplikasi tersebut banyak informasi dan gambaran seputar calon kontrakan. Mulai dari jumlah kamar, fasilitas, hingga kisaran harga. Tidak hanya itu, Kamu bahkan dapat membuat janji untuk bertemu dengan pemilik kontrakan.

6. Melakukan Survei Rumah Secara Langsung

Ini penting dilakukan. Hindari membuat janji kontrak jika belum datang langsung ke lokasi. Bisanya survey langsung dapat memberikan gambaran dan keyakinan untuk memilih kontrakan tersebut. Kamu juga bisa membuat janji dengan pemilik kontrakan terlebih dahulu.

Survei juga membantu kamu menilai adakah bagian rumah yang perlu renovasi. Selain itu, Kamu juga bisa mengetahui fasilitas apa saja yang sudah difasilitasi oleh pemilik kontrakan sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membayar kebutuhan umum seperti air, listrik hingga telepon.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, Begini Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat


Jakarta

Pekarangan dengan tanaman yang sehat dan indah bisa bikin rumah terlihat lebih asri. Namun, mempunyai kebun seperti ini tentu mengharuskan kamu rajin menyiram tanaman.

Meski terdengar sederhana, menyiram tanaman nggak boleh sembarangan, lho. Apalagi kalau kamu mau tanaman tumbuh dengan sehat.

Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan biar menyiram tanaman lebih efektif. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Longfield Gardens, Selasa (24/9/2024).


Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat

1. Cek Kondisi Tanah

Sebelum menyiram tanaman, coba pegang tanahnya untuk mengecek tingkat kelembapan. Kalau permukaan tanah terlihat kering, periksa beberapa centi meter ke dalam untuk melihat apakah tanah kering. Jika kering, saatnya menyiram. Tapi kalau tidak, tunggu sehari.

2. Siram Area Akar

Siramkan air pada permukaan tanah sampai seluruh akar tanaman basah. Akarnya mungkin selebar tanaman dan mungkin agak dalam.

3. Siram di Pagi Hari

Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah di pagi hari. Ketika tanaman basah basah di pagi hari, daunnya punya waktu seharian untuk mengering.

Penyakit tanaman akan lebih sulit berkembang biak jika dedaunannya kering. Jika Anda tidak bisa menyiram di pagi hari, waktu terbaik kedua adalah di sore hari.

4. Siram Pelan-pelan

Jika permukaan tanah kering, air bisa menggenang atau mengalir dan tidak terserap. Supaya nggak terjadi, mulai menyiram secara perlahan dan bertahap hingga tanah benar-benar basah. Setelah beberapa centi bagian atas tanah lembap, air akan lebih mudah terserap.

5. Jangan Siram Berlebihan

Bagi kebanyakan tanaman, sebaiknya permukaan tanah dibiarkan sedikit mengering di antara waktu penyiraman. Hal ini terutama penting untuk tanaman pot. Lebih baik kamu menyiram dalam jumlah banyak tetapi intensitasnya jarang.

6. Jangan Tunggu Tanaman Kering

Tanaman terkadang layu untuk menghemat air di siang hari yang panas. Akan tetapi, tanaman akan segar kembali saat malam tiba.

Kalau kamu membiarkan tanah menjadi terlalu kering, tonjolan halus seperti rambut di ujung akar dapat rusak. Saat tanaman harus menumbuhkan kembali rambut akar ini, energi yang seharusnya digunakan untuk produksi bunga dan buah akan terkuras.

Itulah beberapa tips menyiram tanaman dengan benar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Pentingnya Udara Segar di Rumah, Alat yang Tepat Jadi Kuncinya



Jakarta

Polusi udara bukan hanya terjadi di luar ruang (outdoor) tapi juga di dalam ruang (indoor). Bahkan, polusi yang terjadi di luar ruang memiliki penangkal ataupun filter alami berupa angin, hujan, vegetasi, dan lainnya sementara di dalam ruangan kerap dianggap selalu bersih padahal tidak memiliki filter.

Polusi udara khususnya di dalam ruangan bisa mengancam kesehatan secara serius. Data United States Environmental Protection Agency (EPA), jika kadar polutan di dalam ruangan memiliki tingkat 2-5 bahkan 100 kali lebih tinggi dibandingkan kadar polutan di luar ruangan.

Ada banyak penyebab yang menjadikan sebuah ruangan tinggi polutan, salah satunya ventilasi udara buruk yang menyebabkan debu, proses pembakaran dalam rumah seperti rokok, memasak, bahan kimia pembersih, bulu Binatang, tungau, jamur, hingga serbuk terjebak dalam ruangan.


Berbagai polutan ini bisa menjadi pemicu hingga menyebabkan gangguan kesehatan serius pneumonia, sakit kepala, sakit tenggorikan, sesak napas, bersin, iritasi pada mata, jantung, hingga stroke. Pneumonia misalnya, merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang organ paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang ada di udara dan selama beberapa dekade telah menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita.

Karena itu produsen perangkat elektronik rumah tangga (home appliances) Sharp bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mensosialisasikan pentingnya menciptakan udara sehat di dalam ruangan.

“Sudah lebih dari 20 tahun Sharp mengembangkan teknologi Plasmacluster dan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan fungsi dari produk penjernih udara (air purifier) yang dapat memberikan perlindungan ekstra di dalam ruangan. Kerja sama dengan IDI merupakan kontribusi lebih kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan udara yang sehat di rumah,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Kampanye “Ciptakan Udara Sehat Untuk Indonesia” terus didorong akan pentingnya kualitas udara yang bersih, sehat, dan segar di dalam rumah. Dengan produk air purifier berteknologi Plasmacluster, dibenamkan ion generator untuk menghasilkan Ion Plasmacluster bermuatan positif (H+(H2O)m) dan ion bermuatan negatif (O2-(H2O)n) yang dilepaskan ke udara secara bersamaan.

Ion positif dan negatif ini secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi. TeknoIogi Plasmacluster menjadi teknologi pemurnian udara unik yang bekerja untuk menekan aktivitas bakteri dan lainnya dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia. Teknologi Plasmacluster juga mampu menghilangkan bau, melumpuhkan virus, bakteri dan kuman serta mengurangi pertumbuhan jamur dan listrik statis.

Menurut dr. Ulul Albab, Sp. OG, Sekretaris Jenderal IDI, pihaknya mengapresiasi komitmen Sharp untuk meningkatkan kesadara masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas udara di dalam ruangan karena dampak polusi di ruangan telah menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan utama di Indonesiia.

“Kami berharap melalui kampanye ini bisa terus meningkatkan kesadara masyarakat hingga menyukseskan program pemerintah dalam mengurangi kasus angka kematian akibat pneumonia yang terjadi di Indonesia. Bersama Sharp, kami juga telah melakukan penelitian dengan lembaga survei medis, farmasi, dan Monthly Index of Medical Specialities (MIMS) dan produk air purifier bisa meningkatkan kualitas udara dalam ruangan,” jelasnya.

Sharp juga merilis produk air purifier terbaru yaitu Sharp Purefit mini-series untuk melengkapi line-up sebelumnya, lebih lengkapnya bisa dilihat di id.sharp. PSG Manager for AC dan Air Purifier Sharp Indonesia Yudha Eka Putra mengatakan, produk ini didesain untuk coverage area mencapai 84 m2 yang cocok digunakan untuk kamar anak maupun ruangan yang kecil.

“Produk ini hadir dalam tiga tipe untuk menyesuaikan kebutuhan ruang-ruang kompak di rumah. Dibenamkan beragam fitur yang canggih untuk meningkatkan kualitas udara lebih sehat dan segar di ruangan dengan harga mulai Rp2 jutaan. Kami juga memberikan kemudahan dengan cashback sebesar Rp200 ribu bahkan untuk anggota IDI dan keluarganya ada cashback mencapai Rp900 ribu,” pungkasnya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Manfaat Memiliki Tanaman Bambu Hoki di Rumah yang Jarang Disadari



Jakarta

Tanaman bambu hoki tak hanya sekedar cantik, tapi juga membawa berbagai manfaat yang jarang disadari banyak orang. Mulai dari menciptakan lingkungan yang sehat hingga memberikan nuansa alami.

Adanya tanaman bambu hoki di rumah bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman. Jika diletakkan rumah, tanaman ini bisa ditanam di taman atau di dalam pot. Berikut penjelasan mengenai manfaat memiliki tanaman bambu di rumah.

7 Manfaat Memiliki Tanaman Bambu Hoki di Rumah

Mengutip Magic Bricks hingga Ambient, terdapat beberapa manfaat memiliki tanaman bambu hoki di rumah. Berikut di antaranya


1. Meningkatkan Nilai Estetika Rumah

Bambu bisa tumbuh dengan baik di dalam maupun luar ruangan. Jika menanam bambu hoki di air, kamu bisa membentuk batangnya yang lunak dengan berbagai cara untuk membuat tampilan yang lebih estetis.

2. Mudah Dirawat

Tanaman bambu hoki bisa bertahan hidup di berbagai kondisi, termasuk di cahaya yang redup dan kekurangan air. Sehingga, tanaman ini tidak memerlukan banyak perawatan.

Namun, dengan sinar matahari yang cukup, air yang cukup, dan nutrisi atau kompos rumah yang cukup, tanaman bambu bisa tumbuh subur selama bertahun-tahun. Kalaupun lupa menambahkan air, tanaman kuat ini tidak akan layu selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan.

3. Menciptakan Lingkungan yang Sehat

Manfaat tanaman bambu di rumah lainnya adalah kemampuannya dalam memurnikan udara. Sama dengan tanaman dalam ruangan lainnya, tanaman bambu hoki dipercaya bisa membantu membersihkan udara di rumah. Sehingga, tanaman ini bisa menciptakan lingkungan yang sehat.

4. Teh Bambu Bisa Membantu Melancarkan Pencernaan

Tanaman bambu juga dapat memberi manfaat untuk kesehatan. Daun bambu segar bisa dihancurkan dan direbus untuk dijadikan teh. Minuman ini kaya akan silika yang membantu melancarkan pencernaan dan menguangi kembung. Selain itu, teh ini juga dapat membantu mengatur kadar kolesterol dan membersihkan aliran darah.

5. Memberikan Energi Positif

Bambu yang sehat terlihat rimbun dan hijau. Sehingga, dengan melihatnya, tanaman ini bisa memberikan energi yang positif.

6. Menciptakan Nuansa Alami pada Ruangan

Jika kamu mempunyai lantai bambu di rumah, tanaman bambu hoki bisa menjadi tambahan yang cantik untuk dekorasi interior bergaya interior. Diletakkan sebagai hiasan utama atau di atas rak buku, tanaman ini menambah pesona alami pada ruangan.

7. Mengurangi Tingkat Stres

Ketika memelihara suatu, hewan atau tanaman, seseorang akan melakukan aktivitas meditatif yang menghilangkan stres. Sehingga, memiliki tanaman bambu hoki bisa memberikan efek baik ini.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Bikin Sehat, Lemon Juga Ampuh Bersihkan 7 Benda Ini!


Jakarta

Membersihkan barang-barang kotor di rumah tidak perlu memakai bahan kimia atau cairan olahan instan karena bahan alami juga ampuh. Contohnya adalah lemon, buah berwarna cerah ini ternyata ampuh menjadi bahan pembersih.

Buah lemon mengandung citric acid yang tinggi, pH rendah, dan kemampuan antibacterial. Kandungannya ini bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk membersihkan barang-barang.

Selain itu, keunggulan lainnya dari lemon adalah aromanya yang harum dan sifatnya tidak merusak bahan seperti kain dan kayu.


Dilansir Homes and Gardens, berikut benda-benda yang bisa dibersihkan dengan lemon.

7 Benda yang Bisa Dibersihkan Pakai Lemon

1. Peralatan Makan

Barang di rumah yang paling sering dibersihkan adalah peralatan makan. Piring berminyak, piring bekas kuah santan, atau sambal pasti membutuhkan bahan pembersih yang bisa menghilangkan minyak dan bau. Kamu bisa memasukkan potongan lemon dan digosokkan ke permukaan peralatan makan.

Jika kamu perhatikan cairan pembersih juga banyak yang mencampurkan lemon dalam pembuatannya. Bau lemon juga membuat peralatan makan lebih segar setelah dicuci.

2. Keran

Jangan salah, meskipun keran hanya beberapa bagian saja yang dipegang, tetapi sudut-sudutnya mudah sekali kotor seperti timbul hitam-hitam seperti lumut. Biasanya kotoran tersebut hilang dengan digosok. Namun, sudah pernah belum membersihkannya memakai jus lemon?

Kamu hanya perlu membersihkan kerak dari keran dengan menyemprotkan jus lemon. Tunggu sampai 5 menit sebelum mengelapnya kemudian bilas dengan air dingin.

3. Talenan Kayu

Salah satu peralatan dapur yang cukup sulit dibersihkan terutama untuk menghilangkan bau adalah talenan kayu karena permukaannya berserat. Padahal dengan lemon semua kotoran di permukaannya bisa diatasi. Caranya dengan memotong lemon menjadi setengah bagian kemudian taburkan garam di atasnya. Lumuri permukaan talenan dengan jus lemon. Kamu juga bisa memerasnya hingga semua airnya keluar. Diamkan selama 15 menit agar air lemon dan garam bereaksi. Terakhir bilas singkirkan sisa-sisa lemon dengan air hangat menggunakan spons.

4. Kulkas

Lemon dapat menyerap bau tidak sedap di kulkas. Caranya mudah dengan memotong lemon menjadi dua bagian kemudian masukkan ke dalam. Biarkan selama 30 menit, kulkas menjadi bau wangi.

5. Microwave

Microwave kotor cara membersihkannya bisa menggunakan campuran air dengan perasan lemon. Masukkan ke dalam microwave selama lima menit sampai mendidih. Kemudian, tunggu selama 5 menit sebelum dikeluarkan.

6. Furniture

Furniture kayu seperti meja, kursi, dan lemari bisa dibersihkan dengan air lemon. Caranya dengan mencampurkan olive oil dengan jus lemon. Teteskan campuran cairan tersebut ke kain bersih. Gunakan untuk membersihkan noda pada furniture yang kamu temukan.

7. Jendela

Kamu pasti sering melihat jendela atau cermin kotor dan penuh bekas sentuhan. Kamu bisa membuat kaca jendela dan cermin kinclong dengan campuran air mineral dan air lemon. Masukkan cairan tersebut ke dalam botol sprayer. Lalu, semprot pada permukaan jendela dan cermin kemudian lap hingga mengkilap.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



Jakarta

Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

10 Kriteria Rumah Sehat Versi Kemenkes, Sudah Sesuai dengan Hunianmu?


Jakarta

Standar kesehatan bukan hanya ditujukan pada tubuh manusia, melainkan berlaku pula pada tempat tinggalnya. Sebab kondisi rumah juga berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental penghuninya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merumuskan kriteria rumah yang sehat. Hal ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk mewujudkan hunian yang nyaman, sehat, dan idaman.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomor 829/Menkes/SK/VII/1999, kriteria mengenai rumah sehat sebagai berikut.


1. Kualitas Udara

Rumah sehat menurut Kemenkes harus memenuhi kualitas udara yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Berikut kriterianya.

  • Suhu udara nyaman antara 18°C – 30°C
  • Pertukaran udara (air exchange rate) terdiri 5 kaki kubik per menit per penghuni
  • Kelembaban udara sekitar 40-70 persen
  • Konsentrasi gas CO (karbon monoksida) tidak lebih dari 100 ppm per 8 jam
  • Konsentrasi gas SO2 (sulfur dioksida) tidak lebih dari 0,10 ppm per 24 jam
  • Konsentrasi gas formaldehida tidak lebih dari 120 mg/m3

2. Kualitas Sumber Air Bersih

Bukan hanya udara, air yang tersedia di rumah tersebut juga harus bersih, bisa digunakan, dan jumlahnya sesuai yang dibutuhkan. Kemenkes menyebutkan kualitas dan kuantitas air yang dibutuhkan dalam rumah harus sesuai dengan jumlah penghuni untuk kebutuhan sehari-hari. Terdapat dua syarat penting yang berhubungan dengan air berikut.

  • Setiap rumah setidaknya memiliki sarana air bersih dengan jumlah kapasitas minimal sebesar 60 liter/hari/orang
  • Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih untuk beraktivitas sehari-hari seperti mencuci hingga untuk diminum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002.

3. Sumber Pencahayaan Alami dan Buatan

Kemudian dari kriteria pencahayaan, baik yang berasal dari alam maupun buatan manusia secara langsung maupun tidak langsung, Kemenkes menyarankan harus memberikan pencahayaan dengan intensitas minimal sebesar 60 lux. Namun, pastikan jumlah cahaya berikut jangan sampai menyilaukan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Material Bangunan

Material bangunan merupakan kunci penting keselamatan penghuni yang menempati rumah tersebut. Material bangunan yang digunakan harus memenuhi kriteria rumah sehat bukan hanya kokoh dan terlihat menawan. Material bangunan yang sehat adalah tidak terbuat dari bahan yang berisiko melepaskan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan penghuni seperti asbes bebas tidak lebih dari 0.5 fiber/m3 per 4 jam, debu total tidak lebih dari 150 µg m3, timah hitam tidak lebih dari 300 mg/kg, dan material tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tempat tumbuh kembang mikroorganisme patogen.

5. Komponen dan Penataan Ruang Rumah

Komponen dan penataan ruangan di rumah juga ada ketentuannya, sebagai berikut.

  • Lantai harus kedap air dan mudah untuk dibersihkan
  • Dinding ruang tidur dan keluarga harus memiliki ventilasi yang baik untuk mengatur sirkulasi udara
  • Dinding kamar mandi dan tempat cuci kedap air dan mudah untuk dibersihkan
  • Langit rumah harus kuat (tidak rawan kecelakaan) dan mudah dibersihkan
  • Pembagian ruangan harus dibagi berdasarkan fungsi dan kapasitas yang cukup sesuai dengan kebutuhannya
  • Ruang Dapur punya saluran pembuangan asap

6. Pengolahan Limbah Rumah

Setiap rumah pasti akan memproduksi limbah atau kotoran. Hal ini juga menjadi tanggungjawab masing-masing rumah sehingga diperlukan ruang untuk pengelolaan limbah. Kemenkes telah membuat tata cara pengelolaan limbah tersebut, berikut penjelasannya.

  • Untuk limbah padat, pastikan agar tidak menimbulkan bau dan juga tidak mencemarkan permukaan tanah di lingkungan rumah
  • Untuk limbah cair, pastikan agar limbah tidak mencemari sumber air sehingga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan juga jangan sampai mencemari permukaan tanah.

7. Kepadatan Hunian pada Kamar Tidur

Luas ruangan juga di atur karena setiap manusia memiliki minimal luas ruang bergerak menurut SNI, yakni sekitar 9 meter persegi per orang. Oleh karena itu, luas kamar tidur tidak bisa dibuat sembarangan. Untuk kamar tidur yang sehat adalah berukuran 8 m2 dan kapasitas yang dianjurkan tidak lebih dari dua orang kecuali untuk anak di bawah umur 5 tahun.

8. Mempunyai Ventilasi Udara yang Cukup

Rumah harus dilengkapi dengan sirkulasi udara yang baik agar dapat beristirahat lebih nyaman. Keberadaan ventilasi udara dapat mempengaruhi kualitas udara yang ada di dalam rumah. Dibutuhkan setidaknya 10 persen ventilasi alami permanen dari luas lantai agar sirkulasi udara dan pencahayaan dapat menyebar ke seluruh area rumah dengan baik.

9. Tempat Penyimpanan Makanan

Selain soal bangunan, tempat untuk menyimpan makanan juga harus higienis. Salah satu yang kerap disepelekan oleh penghuni rumah adalah keberadaan lalat. Hewan kecil ini sering datang ke rumah karena mengetahui ada sumber makanan. Padahal keberadaannya bisa berbahaya karena diketahui kaki lalat merupakan sumber bakteri yang berbahaya apabila sudah menempel pada makanan.

Oleh karena itu, salah satu persyaratan rumah sehat menurut Kemenkes ialah lokasi penyimpanan makanan berada di tempat yang higienis. Hal ini untuk menghindari makanan berbau karena aktivitas bakteri, kuman, dan serangga. Jangan lupa untuk membersihkan secara merata dan rutin agar tempat penyimpanan makanan tetap dalam keadaan higienis.

10. Tersedianya Sarana dan Prasarana

Sekitar rumah harus tersedia prasarana dan sarana yang lengkap dan mendukung, berikut di antaranya.

  • Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan
  • Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat sumber penyakit
  • Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan konstruksi jalan tidak mengganggu kesehatan, konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat, jembatan harus memiliki pagar pengaman, lampu penerangan dan tidak menyilaukan mata
  • Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan
  • Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan
  • Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan
  • Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dan lain sebagainya
  • Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya
  • Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan keracunan.

Demikian 10 kriteria rumah sehat menurut Kementerian Kesehatan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Wajib Tahu! 9 Tips Bangun Rumah Anti Gempa Biar Nggak Waswas


Jakarta

Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang paling ditakuti karena bisa merobohkan rumah dalam hitungan detik. Meski tak bisa diprediksi kapan datangnya, masyarakat bisa meminimalisir risiko dengan membangun rumah yang tahan gempa.

CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan struktur bangunan sejak awal. Fondasi, kolom, hingga balok beton bertulang harus dihitung secara matang agar mampu menahan guncangan.

“Ketahanan strukturnya itu harus kuat. Mulai dari kualitas beton, besi sebagai tulangan rangka, hingga perhitungan zona gempa di lokasi rumah,” kata Taufiq kepada detikProperti.


Tips Bangun Rumah Tahan Gempa

1. Hitung Kekuatan Struktur dengan Ahli

Jangan asal bangun! Pastikan ahli struktur menghitung fondasi, kolom, dan rangka beton sesuai standar.

2. Perkuat Sambungan Kolom dan Balok

Banyak rumah roboh karena sambungan kolom dan balok lemah. Pastikan penulangan dibuat overlap, bukan asal tempel.

3. Amankan Genteng Rumah

Atap adalah bagian paling rawan saat gempa. Gunakan genteng ringan seperti spandek, seng, PVC, atau ikat genteng dengan baut agar tidak mudah runtuh.

4. Pilih Jendela Kecil

Jendela kaca besar mudah pecah. Lebih aman gunakan jendela modular kecil agar rangkanya kuat menahan getaran.

5. Kuatkan Struktur Dinding

Tambahkan pembesian pada dinding, misalnya dengan bata interlock yang diberi tulangan besi vertikal dan horizontal.

6. Ikuti Panduan Resmi PUPR

Kontraktor Panggah Nuzhul Rizki mengingatkan bahwa Kementerian PUPR sudah membuat panduan teknis bangunan tahan gempa, seperti rumah contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

7. Konsultasi dengan Konsultan

Konsultasi dengan arsitek dan konsultan struktur akan membantu memilih desain, fondasi, hingga dimensi bangunan yang paling aman.

8. Gunakan Material Ringan & Berstandar SNI

Pilih material ringan, seperti genteng metal atau beton ringan. Pastikan semua bahan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

9. Pastikan Pelaksanaan Sesuai Rencana

Jangan sampai pembangunan berbeda dengan rencana awal. Pemilik rumah bisa memakai jasa konsultan profesional untuk mengawasi kualitas bangunan.

Membangun rumah tahan gempa memang membutuhkan perencanaan yang matang. Namun, investasi ini sangat penting demi keselamatan penghuni.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Beli Lagi, Begini Cara Tanam Jahe di Rumah


Jakarta

Menanam jahe tidak perlu memiliki lahan yang luas, tanaman herba ini bisa tumbuh subur bahkan di dalam ruangan. Jadi, nggak ada lagi alasan nggak punya jahe di rumah karena kelupaan beli, kan bisa ditanam sendiri di rumah.

Kenapa kita harus punya persediaan jahe di rumah? Manfaat jahe sangat banyak, mulai dari sebagai obat herbal, bahan masakan, bisa menyerap bau tak sedap pada makanan, tubuh, dan ruangan, hingga memiliki sifat anti-bakteri dan jamur.

Manfaatnya yang banyak dan bisa untuk segala macam kebutuhan, jahe perlu tersedia setiap minggu di dapur. Oleh karena itu, daripada membeli di pasar dengan harga mahal, lebih baik menanam sendiri di rumah.


Dilansir dari Martha Stewart, Jahe dapat ditanam dari akar yang dorman (rimpang). Cara jahe tumbuh mirip dengan kentang yang tumbuh dari tunas. Berikut langkah-langkah menanam jahe di dalam rumah.

1. Beli Jahe Sehat

Untuk menggandakan jahe, tentu membutuhkan jahe dahulu. Bukan dari bibit kecil. Ukuran jahe yang dibutuhkan tidak boleh kecil. Satu potong jahe seberat 230 gram sudah cukup.

“Jahe itu pasti organik karena beberapa jahe non-organik telah diradiasi atau disemprot dengan inhibitor pertumbuhan, yang dapat mencegah jahe bertunas,” kata Ian Jerolmack, pemilik dan pengelola Stonecipher Farm, dikutip dari Martha Stewart, Kamis (13/11/2025).

2. Rendam Jahe

Langkah kedua adalah rendam jahe di dalam air selama satu hari sebelum ditanam di tanah untuk mempercepat perkecambahan. Sebagai catatan, cara ini tidak menjamin pertumbuhan akan sehat atau subur.

3. Tanam Jahe

Masukkan jahe ke dalam wadah yang sudah diisi tanah. Tanam sekitar 5 cm di bawah permukaan tanah. Alasannya agar jahe tidak cepat mengering.

4. Simpan Jahe di Tempat Hangat

Ini bagian yang penting. Jahe dapat tumbuh cepat di tempat yang hangat, seperti di atas kulkas (yang menghasilkan panas) atau ruangan yang minim ventilasi.

Hindari menanam jahe di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kuncinya adalah jahe perlu berada di sekitar area yang panas bukan yang tersiram sinar matahari. Sebab, sinar matahari tidak terlalu penting sampai tanaman menumbuhkan daun.

“Hal terpenting saat menanam jahe adalah menjaga suhu pada 21 derajat Celcius atau lebih hangat, bahkan hingga 32 derajat Celcius,” ujar Jerolmack.

5. Waktu Penyiraman

Setelah itu, siram jahe seminggu sekali, tetapi air yang digunakan jangan terlalu banyak. Air di sini hanya untuk membantu tunas tumbuh karena bagian tersebut harus lembap di dalam tanah.

6. Pindahkan ke Pot Baru

Waktu tunggu untuk tunas Jahe rimbun sekitar 6-8 minggu, tetapi proses ini terkadang memakan waktu berbulan-bulan (terutama jika suhu tidak cukup hangat). Setelah daun jahe tambah tinggi dan besar pindahkan ke pot permanen.

Itulah langkah-langkah menanam jahe di dalam ruangan, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com