Tag Archives: sejuknya

Taman Situlembang, Destinasi Sejuk dan Asri di Jakpus



Jakarta

Taman kota bisa menjadi pilihan traveler untuk menghabiskan waktu bersama orang tercinta atau menyendiri untuk mengusir penat. Taman Situlembang di Jakarta Selatan memberikan momen tersebut.

Tak perlu mengeluarkan kocek besar, cukup dengan membeli makanan dan minuman di pinggir taman atau bahkan membawa perbekalan dari rumah, traveler sudah bisa menikmati sejuknya udara Jakarta. detikTravel pun berkunjung tepat saat sore tiba, Jumat (19/7/2024).

Saat tiba di taman, atraksi air mancur pun langsung menyambut, beruntung karena air mancur di tengah danau itu tak selalu beroperasi. Menurut petugas yang berjaga air mancur akan beroperasi dua jam sekali.


Benar saja tak lama berselang, air mancur pun terhenti. Sedikit mencari keringat dengan berkeliling beberapa kali mengitari taman yang kurang lebih 14.700 meter persegi ini cukup membuat nafas terengah-engah, selagi berjalan banyak masyarakat yang duduk santai di setiap area taman.

Duduk di pinggir danau pun menjadi spot yang menyenangkan bagi masyarakat, belum lagi terdapat kawanan bebek yang tengah berenang. Tapi hati-hati juga karena terdapat dua soang yang kerap ‘iseng’ mengejar pengunjung.

Pengunjung yang menjadi sasaran angsa itu adalah Liora dan Sheila. Sempat ketakutan mereka pun akhirnya tenang setelah soang-soang itu pergi. Kedua sahabat tersebut datang dari Depok ke Taman Situlembang memang untuk menikmati sore.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Waktu itu sih ngeliat di Instagram ada postingan taman ini viral terus kan saya sendiri juga suak taman jadi pengen lihat ke sini. Kita di sini dari jam setengah empat sih, suasananya enak nyaman karena di dalam perumahan juga sih,” katanya.

Selain cocok untuk duduk-duduk santai menghadap danau, suasana sejuk nan rimbun juga tercipta karena banyaknya pepohonan yang ada di Taman Situlembang. Berbagai pohon ada di taman ini seperti mahoni, buni, beringin, tabebuya, angsa hingga tanjung dan bunga-bunga indah yang ditanam di sisi danau.

Terlihat keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain di area taman, ada yang bermain dengan bebek hingga bermain di wahana anak seperti perosotan dan ayunan. Novian salah satu yang mengajak keluarganya untuk berkunjung ke Taman Situlembang.

Baginya berkunjung ke sini jika sore maupun pagi adalah waktu yang tepat untuk menikmati hari, belum lagi momen bersama keluarga bisa lebih seru ketika berkunjung ke taman.

“Kalau main di sini nyaman sih sejuk apalagi kalau pagi dan sore itu suasananya dapet sih untuk kita duduk-duduk santai bareng keluarga. Saya dari Matraman sengaja untuk datang ke sini karena untuk main-main sama keluarga atau kumpul-kumpul bareng kan enak di sini,” kata Novian sambil menggendong anaknya.

Momen nyaman pun dirasakan oleh Ahmad, duduk-duduk santai di sore hari dengan minuman dingin yang ia pesan adalah kenikmatan yang tak bisa dibeli. Bersama kedua temannya ia datang dari Kwitang untuk sekadar nongkrong menikmati matahari terbenam.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Datang ke sini udah sering sih buat nongkrong, di sini tuh udaranya seger, adem, terus banyak pohon. Biasanya di sini dari jam empat sampe sebelum Maghrib, ya gini aja nongkrong sambil ngopi,” katanya.

Taman Situ Lembaga ini menjadi tempat yang murah meriah juga mudah dicapai oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri tanpa harus mengeluarkan kocek tinggi. Setiap harinya banyak masyarakat yang datang ke Taman Situlembang ini terutama di pagi dan sore hari, masyarakat juga bisa datang ke sini setiap harinya mulai dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bahagia Itu Sederhana, Cukup Berenang di Kolam Taman Sejarah Bandung



Bandung

Bahagia itu sederhana. Bagi anak-anak, mereka cukup berenang di kolam air Taman Sejarah di Bandung. Seperti apa keseruannya?

Keramaian anak-anak terpantau di salah satu taman tematik milik pemerintah kota Bandung, yakni Taman Sejarah Wiranatakusumah pada Sabtu (27/4) sore.

Sejumlah anak-anak asyik bermain air di kolam yang ada di taman itu. Ada yang berlari-lari, meloncat-loncat dan ada yang merendam tubuhnya di kolam itu.


Di samping keceriaan anak-anak itu, sejumlah orang tua nampak memantau kegiatan anak-anaknya di pinggir kolam. Ada yang duduk di kursi taman, ada juga yang duduk di batu-batu berbentuk kursi yang ada di taman itu.

Tak hanya itu, ada juga warga yang membuka bekal makanannya dan makan dengan suasana rindang taman ini. ada juga warga yang asyik berswafoto dan bersenda gurau di taman yang dibangun di era Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada 4 Februari 2017 silam.

Meski suasananya sama, ada yang berbeda di taman ini, yakni pengunjungnya tak seramai dulu dan dari empat kolam yang ada di taman ini, hanya tiga kolam yang dapat digunakan. Selain itu, volume airnya tidak penuh, hanya mencapai mata kaki hingga betis kaki anak.

Tak hanya saat ini, kondisi ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Apalagi di kala COVID-19, taman ini sempat ditutup dan tidak boleh dikunjungi warga.

“Suasananya nyaman, cuman anak kurang puas, airnya sedikit,” kata Nani warga Cimahi.

Taman Sejarah BandungTaman Sejarah Bandung Foto: Fitroh Rara Azzahro

Nani menyebut, sebelum pandemi COVID-19 dia juga pernah berkunjung ke Taman Sejarah bersama anak dan cucunya. Meski suasananya nyaman, namun kunjungannya tak seramai dulu.

“Iya betul, pengunjungnya tak seramai dulu, nggak tahu kenapa, mungkin karena pernah ditutup dulu ya, jadi tahunya warga jika taman masih ini ditutup,” tuturnya

Nani mengaku senang, karena melihat cucunya bisa bermain bahagia bersama saudara-saudaranya, bermain di Taman Sejarah.

“Anak-anak tetap senang kok, apalagi airnya penuh dan pengunjungnya banyak,” tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan Wawan, warga Buahbatu Bandung itu mengaku, datang ke Taman Sejarah demi menikmati wisata gratis.

“Iya karena gratis, jadi saya datang bareng anak dan istri ke sini, di mana lagi tempat main gratis kalau bukan di sini,” ujar Wawan.

Wawan mengaku, kedatangannya ke Taman Sejarah bukan yang pertama kali, melainkan sering. Bahkan dia juga masih ingat, ketika taman ini baru diresmikan Ridwan Kamil, kunjungannya cukup banyak.

“Ya dulu, pas anak pertama saya masih umur enam tahunan, pernah diajak main ke sini, sampai pengunjungnya mencapai ratusan orang,” ujar Wawan.

“Gimana ya, terlalu banyak nggak nyaman, sedikit juga enggak ramai,” tambahnya.

Meski demikian, Wawan mengaku jika dia dan keluarganya terhibur bermain ke taman ini. “Oke-oke aja sih kalau dari saya, tempat udah nyaman, tinggal ramainya saja yang belum,” pungkasnya.

Selain kolam air, spot favorit yang ada di taman ini yakni kursi-kursi taman dan pelataran taman. Tak jarang pengunjung yang datang ke taman ini hanya sekadar nongkrong dan menikmati sejuknya suasana taman ini.

Taman Sejarah BandungTaman Sejarah Bandung Foto: Fitroh Rara Azzahro

Meski cuaca panas, taman ini tetap sejuk karena dikelilingi banyak pohon-pohon besar. Pohon-pohon itulah menjadi kelebihan di taman ini, karena tidak setiap tempat di pusat Kota Bandung ditumbuhi banyak pepohonan.

Tak hanya duduk di kursi taman, pengunjung juga bisa mengetahui sejarah Kota Bandung dengan melihat dinding yang memiliki relif berwarna cokelat di sebelah Gedung Bapelitbang.

Pengunjung juga bisa berswafoto di diorama kaca yang berisikan gambar mantan-mantan wali kota Bandung sekaligus sejarah yang ditulis dioramanya.

Seperti diketahui, taman ini merupakan sarana edukasi bagai para pengunjung yang berkunjung ke Taman Sejarah Wiranatakusimah.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Hotel yang Dekat dengan View Kebun Teh di Puncak, Check It Out!


Jakarta

Menikmati liburan di Puncak tak lengkap jika tidak mengunjungi kebun teh yang memukau dengan pemandangan alam hijaunya. Suasana tenang serta hawa sejuknya membuat kawasan kebun teh di Puncak menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan.

Agar semakin nyaman, banyak wisatawan yang memilih untuk menginap di hotel yang dekat dengan kebun teh. Dengan begitu, wisatawan bisa lebih mudah menikmati pesona alam ini. Berikut beberapa hotel yang dengan view kebun teh di Puncak.

8 Hotel yang Dekat dengan View Kebun Teh di Puncak

Beberapa hotel yang dekat dengan view kebun teh di Puncak di antaranya Ariandri Hotel & Resort, Pesona Alam Resort & Spa, hingga Puncak Inn Resort. Mengutip laman resmi hotel dan travel agent, berikut informasinya.


1. Ariandri Hotel & Resort

Ariandri Hotel & Resort berada di kaki Gunung Gede. Menurut laman resmi hotel, dari sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan perbukitan puncak yang indah dan udara yang segar.

Hotel ini menyediakan 89 kamar yang bergaya minimalis dengan balkon pribadi. Ada kolam renang outdoor, restoran, serta area parkir yang cukup luas.

Ariandri Hotel & Resort dikelilingi beragam destinasi populer seperti Curug Cilember, Telaga Warna, dan Agrowisata Gunung Mas di mana terdapat perkebunan teh, serta Kebun Teh Cisarua Bogor. Jaraknya dari Agrowisata Gunung Mas hanya 1,55 km dan dari Kebun Teh Cisarua Bogor hanya 873 m.

  • Tarif: Mulai dari Rp 435.000
  • Lokasi: Jl. Raya Puncak No.Km.85, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Pesona Alam Resort & Spa

Sesuai dengan namanya, Pesona Alam Resort & Spa dikelilingi dengan pemandangan alam puncak yang begitu cantik. Ada 138 kamar hotel dengan desain kontemporer minimalis. Fasilitasnya mulai dari kolam renang, area fitness, laundry, spa, hingga kids club.

Lokasi hotel ini berdekatan dengan Kebun Teh Cisarua dan Agrowisata Gunung Mas. Jarak ke Kebun Teh Cisarua hanya sekitar 1,14 km, sementara untuk ke Agrowisata Gunung Mas, jaraknya hanya 2,19 km.

  • Tarif: Mulai dari Rp 1,3 juta.
  • Lokasi: Jl. Taman Safari No.101 A, Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

3. Bobocabin Gunung Mas

Berada di Agrowisata Puncak Gunung Mas Puncak, Bobocabin berada di tengah kebun teh, Puncak. Jadi, traveler bisa sekaligus menikmati wisata yang ada di dalam Agrowisata Puncak, misalnya, naik ATV, Scooter, E-Bike atau langsung ke perkebunan tehnya.

Selain menikmati keseruan di Agrowisata Gunung Mas, penginapan ini juga berdekatan dengan destinasi wisata lainnya seperti Taman Safari, The Ranch, dan Taman Bunga Nusantara.

  • Tarif: Rp. 960.000
  • Lokasi: Agrowisata Puncak Gunung Mas Puncak, Jalan Raya Puncak KM.87, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

4. The Botanica Sanctuary

The Botanica Sanctuary mempunyai 166 luminous room, termasuk 38 Suite, dua restoran, dan infinity pool di bagian rooftop. Dari hotel ini pengunjung bisa melihat pemandangan. Gunung Pangrango dan hutan pinus.

Traveler yang mau menikmati keindahan kebun teh tak perlu khawatir, Jarak The Botanica Sanctuary ke area perkebunan teh cukup dekat. Untuk ke Kebun teh Cisarua, jaraknya hanya sekitar 1,21 km, sementara ke Gunung Mas Bogor sekitar 2,22 km.

  • Tarif: Rp 1.817.000/malam
  • Lokasi: Jl. Taman Safari No.101, Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

5. Seruni Hotel

Menurut laman resminya, Seruni Hotel memadukan gaya arsitektur Bali dan Sunda. Dari hotel ini terasa udara pegunungan yang begitu sejuk. Beberapa kamarnya menyuguhkan pemandangan gunung dari balkon.

Fasilitasnya mulai dari kolam renang, restoran, dan area parkir yang luas. Berada di kawasan Cisarua, Hotel Seruni dekat dengan pemandangan kebun teh Cisarua dan Agrowisata Gunung Mas. Hotel ini dan Kebun Teh Cisarua hanya berjarak 1,33 km.

  • Tarif: Rp 731.000/malam
  • Lokasi: Jl. Pirus, Cibeureum, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

6. The Grandhill

The Grandhill dirancang secara tradisional dengan sentuhan Jawa dan Bali. Menurut situsnya, akomodasi ini menyediakan 89 kamar, 6 vila, dan 5 ruang serbaguna.

Berada di atas bukit, The Grandhill menyuguhkan pemandangan Gunung Salak. Untuk melepas penat, traveler bisa bersantai di infinity poolnya atau menikmati pemandangan matahari terbenam di sore hari.

Untuk melihat keindahan kebun teh, pengunjung bisa mengunjungi Kebun Teh Cisarua atau Agrowisata Gunung Mas yang berlokasi dekat dengan hotel. Jarak ke Kebun Teh Cisarua Bogor hanya sekitar 1,16 km, sementara ke Agrowisata Gunung Mas jaraknya hanya 1.85 km.

  • Tarif: Rp 728.000/malam
  • Lokasi: Jalan Raya Puncak Km.84, Tugu Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

7. Seruni Hotel Hobbit House

Seruni Hotel Hobbit memiliki desain bangunan menyerupai rumah hobbit, lengkap dengan taman hijau yang indah dan asri. Akomodasi ini cocok untuk traveler yang ingin berlibur bersama keluarga, khususnya jika membawa anak-anak.

Di antara fasilitas utamanya yaitu, restoran, kolam renang, dan area parkir. Lokasinya cukup dekat dengan perkebunan teh. Jarak ke Kebun teh Cisarua hanya sekitar 1,21 km dan ke Agrowisata Gunung Mas sekitar 2,37 km.

  • Harga: Mulai dari Rp 807.500/malam
  • Lokasi: Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

8. Puncak Inn Resort

Puncak Inn Resort merupakan salah satu hotel di Cisarua, Puncak. Dari hotel ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah Gunung Gede Pangrango dan pemandangan ladang sayur Puncak

Fasilitasnya berupa kolam renang, restoran, dan area parkir yang luas. Lokasinya juga berdekatan dengan beberapa destinasi wisata, seperti Kebun Raya Cibodas, Restoran Puncak Pass, Taman Safari Indonesia, dan Perkebunan Teh Puncak. Jarak menuju Perkebunan Teh Puncak sekitar 3.05 km.

  • Tarif: Rp 350.000/ malam
  • Lokasi: Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Itulah beberapa hotel yang dekat dengan view kebun teh di Puncak. Untuk informasi harga mungkin bisa berbeda di setiap travel agent dan berubah sesuai dengan waktu penginapan. Selain itu harga juga berbeda berdasarkan kamar yang dipilih. Jadi jangan lupa update harga terbaru sebelum menginap ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Menikmati Segarnya Tiga Curug di Kaki Gunung Halimun Salak



Bogor

Di kawasan kaki Gunung Halimun Salak, Bogor tersimpan salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan masyarakat untuk menikmati ketenangan dan keindahan alam, yakni Curug Nangka.

Suasananya yang sepi tak seperti saat berkunjung ke kawasan Puncak. Jika berkunjung ke Curug Nangka, pengunjung tak hanya akan disajikan dengan satu curug saja. Ternyata di dalam area itu terdapat tiga curug yang bisa dikunjungi pengunjung.

Pada Sabtu (22/2/2025) detikTravel berkunjung ke curug tersebut yang beberapa waktu ke belakang sempat ramai karena harga tiket yang kurang lebih Rp 50 ribu. Dengan perjalanan yang kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam dari Jakarta ini cukup membayar kesuntukan perjalanan.


Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak detikTravel mengeluarkan kocek Rp 145 ribu untuk tiga orang dan termasuk kendaraan (mobil) belum termasuk biaya parkir. Untuk biaya parkir mobil seharga Rp 15 ribu. Sehingga kurang lebih untuk satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 43 ribu.

Tapi setelah membayar semua itu, untungnya traveler sudah tidak perlu lagi bayar-membayar di lain areanya (pungli). Sesampainya di tempat parkiran, untuk bisa sampai ke curug traveler harus melakukan trekking kurang lebih sejauh 2 kilometer.

Dengan pepohonan yang rimbun dan udara yang segar, setidaknya tidak terlalu membuat perjalanan begitu melelahkan. Untuk trek pun tidak terlalu berbahaya, hanya saja tetap perlu fokus karena ada beberapa area bebatuan yang basah.

Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorMenyusuri bebatuan untuk menjangkau Curug Kaung. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Kurang lebih setengah jam berjalan, curug yang pertama ditemui adalah Curug Nangka yang. Tetapi Curug Nangka ini hanya terlihat dari atas saja, untuk bisa menikmati alirannya traveler perlu turun dari area yang berbeda dan trek yang sudah disediakan dan perlu menyusuri aliran untuk menikmati turunnya air.

Namun, jika ingin merasakan segarnya air di kawasannya ini ada beberapa titik kolam alami yang bisa dinikmati. Berjalan menyusuri lebih dalam, traveler harus melewati jalanan yang telah dicor dan bebatuan sungai.

Kala detikTravel berkunjung, debit air terlihat kecil sehingga sungainya sedikit kering. Di tengah perjalanan menyusuri lebih dalam, traveler akan menemukan curug kedua yakni Curug Daun.

Di Curug Daun ini traveler bisa bermain air seraya menikmati kesegaran air di sana, tentunya tetap harus berhati-hati. Kemudian jika ingin melihat air terjun lainnya, traveler harus kembali menyusuri bebatuan sungai.

Di sana traveler akan menemukan Curug Kaung, curug yang paling ujung di area tersebut. Karena debit air yang kecil sehingga tak terlalu basah jika dekat-dekat dengan area turunnya air. Pengunjung yang datang ke Curug Kaung pun banyak yang berendam dan bermain air.

Tak lupa pengunjung pun berfoto di atas bebatuan besar dengan latar belakang air terjun. Memang berkunjung ke kawasan ini lebih baik ketika cuaca cerah, karena jika kondisi mendung ataupun hujan sangat berbahaya untuk berkunjung ke tiga curug ini.

Traveler yang ingin merasakan ketenangan dan udara yang bersih, tamasya ke area Curug Nangka ini sungguh memberikan suasana yang menenangkan. Sedikit melepaskan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

Di kawasan itu pun banyak pedagang-pedagang yang, jadi sebelum traveler masuk untuk menjajal trek menuju ketiga curug itu traveler akan melewati deretan toko-toko makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga menjual buah-buahan.

Kawasan Curug Nangka ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, selain bisa menikmati sejuknya alam dan segarnya air, traveler juga bisa menikmati bermalam di area ini. Dan yang perlu diperhatikan traveler jika berkunjung ke sini adalah kawanan monyet.

Jadi perlu berhati-hati jika membawa jinjingan atau totebag karena kawanan monyet ini tak akan segan untuk ‘menjambret’ bawaan traveler.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Suhu Terdingin Ada di Sini, Bagaimana Sekarang?


Jakarta

Liburan ke Puncak, Bogor tidak lengkap rasanya jika belum menikmati hamparan kebun teh dan menginap di tempat yang sangat sejuk. Nah, ada satu tempat yang bisa memberikan pengalaman staycation tak terlupakan.

Tempat Terdingin Puncak Bogor

Agrowisata Gunung Mas, menjadi tempat yang disebut-sebut memiliki suhu paling dingin di kawasan Puncak Bogor. Dikutip dari pengalaman salah satu d’Traveler, Sutriyanto, suhu di kawasan tersebut bisa mencapai 14°C sehingga sangat cocok bagi yang ingin liburan.

“Ketika malam tiba memang benar udaranya begitu dingin apalagi di tambah hujan waktu sore. Sungguh dingin sekali. Jangan lupa bawa selimut tebal supaya tidak kedinginan saat bermalam,” kata Sutriyanto yang pernah merasakan sejuknya Agrowisata Gunung Mas pada 2024.


Selain sensasi super dingin pada malam hari, pemandangan Agrowisata Gunung Mas di pagi hari juga sangat keren. Sutriyanto menyarankan pengunjung menikmati kebun teh dengan jalan-jalan menyusuri tea bridge yang sangat panjang. Dia juga menyarankan traveler untuk memotret suasana atau selfie sebagai cara menyimpan memori indah alam kebun teh di Puncak, Bogor tersebut.

Rest Area Gunung Mas akan menjadi tempat relokasi para PKL Puncak. Begini kondisi Rest Area Gunung Mas sebelum ditempati PKL.Rest Area Gunung Mas (dok. Rifkianto Nugroho/detikcom)

Sempat Disegel KDM

Agrowisata Gunung Mas adalah kawasan wisata di Puncak, Bogor yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang kerap disapa KDM, menyegel PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas pada Maret 2024.

Kendat begitu, bangunan tak langsung dibongkar karena masih menunggu selesainya proses penyelidikan. Kepala Sapol PP Jabar Ade Afriandi mengatakan jika bangunan benar-benar melanggar administrasi perizinan, maka Agrowisata Gunung Mas akan dibongkar untuk mengembalikan fungsi awal lahan sebagai serapan air.

Dikutip dari situs Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), destinasi wisata di Kawasan Gunung Mas memang jadi perhatian. Fasilitas liburan di area tersebut sudah disegel, tapi masih terus beroperasi. Pemerintah sempat memberi deadline pembongkaran pada Agustus 2025, namun kegiatan masih terus berlangsung.

Kondisi Agrowisata Gunung Mas Sekarang

Dikutip dari Google Review Agrowisata Gunung Mas, aktivitas hiburan alam di kawasan tersebut masih beroperasi. Memang tidak semua merasakan sensasi menginap di suhu super dingin khas kebun teh Gunung Mas. Mereka memilih fasilitas lain yang tersedia di area tersebut.

“Ke sini sebentar karena ngincer gokartnya aja buat anak. Kayanya ini yang termurah dan puas dibanding tempat wisata tempat lain. Masih banyak yang bisa di eksplor karena tempatnya luas banget,” tulis akun Mponk Kamala.

Pernyataan senada disampaikan oleh akun Harry Sudarsono terkait pengalaman liburan di Agro Wisata Gunung Mas. Menurutnya, kawasan itu memiliki keunggulan dengan banyak pilihan tempat makan dengan parkir luas. Pengunjung sebaiknya membayar parkir di awal agar dapat tarif flat.

Dengan kondisi tersebut, detikers sebaiknya update informasi lebih dulu terkait fasilitas liburan di Agrowisata Gunung Mas. Sekiranya tersedia detikers bisa langsung capcus menikmati hawa sejuk, pemandangan serba hijau super indah, dan healing yang sangat menyenangkan di destinasi wisata favorit kawasan Puncak, Bogor.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com