Tag Archives: sekitaran

Santai Bisa, Olahraga Boleh di Tengah Kawasan Bisnis Jaksel



Jakarta

Ada spot asyik untuk nongkrong sekaligus olahraga ada di tengah kawasan bisnis di bilangan Jakarta. Dengan view gedung-gedung pencakar langit membuat tempat ini bak berada di luar negeri.

River Walk Epicentrum, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan ini begitu ikonik dan kerap dijadikan tempat untuk bersantai di tengah kota. detikTravel pun mendatangi area yang dibangun oleh mantan orang nomor satu di Jawa Barat kala itu, Ridwan Kamil.

Di tahun 2005 sebelum menjadi Gubernur Jabar, RK bersama tim yang lain bekerja sama membangun tempat yang indah ini. Didapuk sebagai arsitek dengan tangan dinginnya ia menyulap area kosong jadi tempat yang kini banyak didatangi orang-orang.


Menurut petugas keamanan wilayah Epicentrum, Purnama, mengatakan River Walk Epicentrum ini banyak dijadikan arena olahraga dan juga bersantai-santai.

“Beres (adzan) ashar tuh jam-jam empatan mulai banyak yang lari satu, dua, tiga orang, nanti jam lima udah mulai rame. Kalau pagi orang-orang biasa lari di sini jam setengah enam,” kata Purnama kepada detikTravel, Selasa (30/7/2024).

Menurut Purnama yang menikmati tempat ini bukan hanya warga apartemen di sekitaran River Walk Epicentrum saja, tapi juga warga-warga lainnya di sekitar wilayah ini juga kerap menikmati hari ini di sini. Terlebih, saat akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu.

“Kalau Sabtu-Minggu apalagi wah… orang-orang kampung pada ke sini, ada yang bawa anak, rame lah. Sabtu pagi atau Minggu pagi tuh rame,” ujarnya.

Ia juga mengingat masa sebelum pandemi Covid-19 dan sekarang ini berbeda. Kala itu Purnama menuturkan lebih banyak lagi masyarakat yang berkunjung ke River Walk Epicentrum ini.

Memang kawasan River Walk Epicentrum ini menyuguhkan tempat yang sejuk walaupun terletak di tengah jalan dan berada di samping Kali Cideng. Yang menariknya kebersihan kali di River Walk Epicentrum yang panjangnya sekitar 500 meter dengan lebar 8 meter ini terbilang cukup bersih dan tidak tercium bau apapun.

“Efek sebelum pandemi sama setelah pandemi beda jauh, dulu sebelum pandemi buset widih dari mana-mana datang ke sini. Orang-orang dari luar (kawasan Epicentrum) parkir motor, mobilnya di mana gitu terus ke sini, sekarang udah jarang nggak kaya dulu lagi,” kata dia.

Lelaki yang telah bertugas kawasan ini dari tahun 2016 itu, melanjutkan kalau banyak masyarakat yang menikmati River Walk Epicentrum ini hingga malam hari. Kawasan ini memang tak ada jam operasional, akan selalu hidup 24 jam.

“Nggak ada, ini kan 24 jam kawasan ini tuh. Selalu open 24 jam nggak ada penutupan, pembatasan nggak ada,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Kebun Teh Malabar Dilihat dari Bianglala Raksasa



Kabupaten Bandung

Kesejukan dan keindahan kebun teh Malabar makin menarik ketika wisatawan melihatnya dari atas bianglala raksasa yang baru buka di sana.

Destinasi bianglala yang saat ini ramai dikunjungi tersebut adalah Nimo Eye. Wisata tersebut merupakan sebuah wahana bianglala raksasa dengan sajian pemandangan hamparan kebun teh Malabar yang indah.

Wahana tersebut terletak di kawasan Nimo Highland, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dengan ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut (MDPL).


Bagi yang memiliki rasa takut ketinggian, menaiki wahana tersebut bisa menjadi tantangan dan memacu adrenalin. Namun masyarakat tidak lerlu khawatir, pasalnya wahana tersebut telah dipastikan memenuhi standar keamanan yang baik

“Deg-degan banget, jantung hampir mau copot. Tapi seru, soalnya ini pengalaman pertama naik bianglala,” ujar salah satu pengunjung asal Cianjur, Ula (19), Minggu (13/10/2024).

Ula mengaku naik wahana tersebut bersama ketiga teman-temannya. Saat berada di dalam kabin wahana Ula tak lupa langsung banyak mengabadikan melalui layar ponselnya.

“Katanya kan ini terbesar di Asia ya. Terus tadi bikin konten juga di sini, pastinya videoin waktu naik bianglala,” katanya.

Ula mengatakan telah lama merencanakan liburan di wahana tersebut. Ia langsung berangkat dari Cianjur bersama beberapa temannya.

“Sudah lama mau ke sini, soalnya penasaran liat di TikTok. Jadi janjian sama teman-teman ke sininya. Rekomendasi pokoknya main ke Nimo Eye,” jelasnya.

Nimo Eye BandungNimo Eye Bandung Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Salah satu Staff Nimo Eye, Opik Hermansyah mengklaim wahana tersebut merupakan yang tertinggi di Asia. Pasalnya wahana tersebut berdiri di dataran tinggi Gunung Nini Pangalengan.

“Wahana Nimo Eye ini kita ada wahana Bianglala dengan evarasi tertinggi se-Asia. Dengan ketinggian 1400 MDPL,” kata Opik.

Opik menjelaskan wahana tersebut menjadi wisata favorit bagi masyarakat. Sehingga bagi yang akan mengunjungi Nimo Highland pasti akan mencoba wahana tersebut.

“Kemanannya sudah safety sekali. Udah ada rekor muri juga dan ada fasilitas mobil kesehatan kalau ada apa-apa. Ada juga monitor HT juga di dalam kabinnya. Jadi kalau ada apa-apa bisa hubungi pakai itu,” tegasnya.

Menurutnya adanya Nimo Eye tersebut adalah demi membuat para wisatawan terus berdatangan ke Pangalengan.

“Alasan adanya Nimo Eye ini adalah supaya wisatawan itu tidak jenuh itu-itu aja. Jadi ada wahana baru lagi gitu. Soalnya setiap tahun kita suka ada beberapa wahana lagi,” ucapnya.

Dengan menaiki wahana bianglala tersebut masyarakat ditawarkan pemandangan yang indah. Apalagi jika naik wahana tersebut pada terbit atau terbenamnya matahari.

“Bisa melihat hamparan kebun teh yang indah. Dengan sunsetnya, sunrise nya juga,” bebernya.

Nimo Eye BandungNimo Eye Bandung Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Opik menyebutkan terdapat beberapa paket harga tiket masuk ke Nimo Eye. Di antaranya paket reguler, paket VIP dan paket Family.

“Reguler itu satu putaran dan dicampur orang lain. Durasinya satu kali putaran. Kalau VIP dua kali putaran, private kabin, dan free minuman. Reguler di weekday Rp 40 ribu, weekend Rp 50 ribu. Kalau VIP Rp 155 ribu weekday, Rp 185 untuk weekend,” tuturnya.

Objek wisata tersebut kerap menjadi daya tarik masyarakat. Pasalnya para masyarakat ingin merasakan melihat pemandangan hamparan kebun teh Malabar yang indah.

“Pengunjung per harinya weekend ada sekitar 300 orang. Weekend bisa bisa sampai 500 orang,” ucap Opik.

Wahana bianglala raksasa tersebut memiliki 48 kabin. Setiap satu kabin memiliki kapasitas sebanyak empat orang.

“Satu putaran sekitaran 10 menit. Satu kabin maksimal 4 orang. Dengan maksimal berat badan 400 kg,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Prabanlintang, Negeri Dongeng dari Tegal



Tegal

Kabupaten Tegal di Jawa Tengah menyimpan sebuah destinasi menawan bernama Prabanlintang yang kecantikannya disebut-sebut bak Negeri Dongeng.

Prabanlintang di Kabupaten Tegal merupakan sebuah destinasi wisata yang menawarkan berbagai pesona dan sayang untuk dilewatkan oleh wisatawan di akhir pekan.

Sebagai salah satu wisata alam andalan di Kabupaten Tegal, Prabanlintang dijuluki sebagai negeri dongeng. Alasannya karena terdapat beberapa spot foto yang menampilkan bangunan-bangunan estetik hingga jembatan yang dapat dilewati oleh pengunjung.


Tidak hanya itu, ada sebuah danau kecil di sekitar area tersebut. Inilah yang membuat lokasi wisata ini cocok dijuluki sebagai negeri dongeng dari Kabupaten Tegal.

Alam yang terbentang begitu indah sepanjang mata memandang tersaji di Prabanlintang. Lokasi wisata yang satu ini dipenuhi dengan tanaman hijau yang tumbuh dengan asri.

Bukan hanya itu saja, Prabanlintang juga ditumbuhi dengan pohon-pohon pinus yang begitu tinggi, sehingga dapat membuat area di sekitarnya rindang dan sejuk.

Pengunjung dapat berfoto di sekitaran pohon-pohon pinus yang tumbuh di sana. Bukan hanya itu, ada beberapa bangunan dan jembatan kayu yang sengaja dibangun oleh pihak pengelola untuk dapat digunakan oleh pengunjung sebagai spot foto.

Selain ditumbuhi dengan pohon dan rumput yang begitu hijau, Prabanlintang juga memiliki banyak area kosong yang dapat dijadikan sebagai tempat piknik bagi para pengunjung.

Fasilitas Prabanlintang

Pengunjung diperkenankan untuk membawa tikar atau makanan sekaligus minuman dari luar. Oleh sebab itu, objek wisata yang satu ini tergolong ramah untuk dijadikan sebagai pilihan wisata piknik bersama keluarga.

Selain menawarkan pesona alam yang mampu membuat pengunjung betah untuk berlama-lama, Prabalintang juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Misalnya saja disediakannya tempat untuk membuang sampah di sejumlah titik lokasi.

Kemudian, terdapat toilet dan mushola yang dapat digunakan oleh para pengunjung. Inilah yang membuat pengunjung dapat menghabiskan waktu luangnya dengan penuh rasa nyaman di objek wisata ini.

Jam Buka dan Harga Tiket Prabanlintang

Merujuk dari Instagram resmi @prabanlintangtegal, destinasi wisata ini dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Tidak hanya itu, ada harga tiket berbeda yang diberlakukan pada hari-hari tertentu.

Harga tiket masuk ke Prabanlintang berkisar Rp 7.500 sampai Rp 10.000 untuk dewasa. Kemudian bagi anak-anak yang telah berusia 5 tahun di atas, akan tetap dihitung 1 tiket penuh.

Berikut harga tiket Prabanlintang:

1. Senin sampai Jumat: Rp 7.500/orang
2. Akhir pekan, libur panjang, atau libur nasional: Rp 10.000/orang.

Cara Menuju ke Prabanlintang

Prabanlintang berada di Jalan Raya Danasari, Desa Danasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Untuk menuju ke sini bila melihat Google Maps, diperlukan waktu lebih dari 1 jam lamanya dari Alun-Alun Tegal.

Pengunjung dapat melewati Jalan Banjaranyar-Tegal menuju Jalan Raya Utara Adiwerna. Lalu ambil ke arah kanan menuju Jalan Anoa. Lanjutkan perjalanan dengan belok kiri ke arah Jalan Ir H Juanda dan tetap di jalan tersebut. Saat menjumpai Patung Obor, ambil ke arah lurus menuju Jalan Gajah Mada.

Selanjutnya ambil ke arah kiri menuju Jalan DR Soetomo dan belok kanan saat berada dekat Gedung Korpri Kabupaten Tegal. Setelah itu ambil arah menuju Jalan Merapi dan ambil ke arah kanan di wilayah Lebakgowah.

Kemudian, ke arah kiri Jalan Tegal-Cilacap dan belok kanan menuju Jalan Bojong. Tetap berada di jalan ini lalu ambil ke arah Karang Jambu. Saat sudah sampai di Jalan Raya Danasari, berarti tujuan sudah dekat. Ikuti jalan tersebut hingga nantinya sampai di Prabanlintang.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com