Tag Archives: semarang

10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang, Bisa Sambil Berburu Takjil



Semarang

Ngabuburit sudah seperti jadi kegiatan wajib menjelang berbuka puasa. Di Semarang, traveler bisa ngabuburit di 10 tempat ini, sambil sekalian membeli takjil.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah ada begitu banyak pilihan lokasi ngabuburit. Ada taman, pusat kuliner, hingga tempat yang menawarkan pemandangan alam. Lebih asyiknya lagi, kalian bisa membeli takjil untuk berbuka puasa di sini.

Berikut 10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang:

1. Aloon-Aloon Masjid Kauman

Rekomendasi yang pertama adalah Aloon-Aloon Masjid Kauman. Lokasinya berada di Jalan Kauman, Semarang, satu kawasan dengan Masjid Kauman. Traveler bisa menunggu waktu berbuka dengan berburu takjil di sini.


Ada begitu banyak penjual makanan ringan hingga berat. Setelah berbuka puasa, traveler juga bisa langsung melaksanakan sholat di masjid bersejarah tersebut.

2. Kota Lama

Tidak jauh dari Aloon-Aloon Masjid Kauman, ada Kota Lama yang bisa menjadi lokasi ngabuburit. Kota Lama sendiri berada di Jalan Tanjung Mas, Semarang Utara. Di sini, traveler dapat berjalan-jalan menyusuri kawasan kota kuno yang dipenuhi bangunan lawas khas Belanda.

Di beberapa titik juga terdapat kafe dan restoran yang dapat kita kunjungi untuk berbuka puasa. Tidak sedikit juga penjual takjil yang dapat kita temui di kawasan ini.

3. Jalan Pahlawan

Saat bulan Ramadhan, kawasan Jalan Pahlawan berubah menjadi pusat jajanan. Ruas jalan yang berada di tengah Kota Semarang ini pun menjadi tempat yang sangat cocok untuk ngabuburit.

Namun saat ngabuburit di sini, sebaiknya datang lebih siang. Pasalnya, ruas jalan ini akan sangat macet ketika sudah semakin sore dan mendekati jam berbuka puasa.

4. Simpang Lima

Simpang Lima adalah salah satu ruang terbuka yang sangat ikonik di Kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. Saat Ramadan tiba, tidak sedikit masyarakat yang ngabuburit dan menunggu waktu buka puasa di kawasan ini.

Di sekitar lapangan Simpang Lima terdapat shelter kuliner yang menawarkan berbagai makanan khas Semarang. Tentu saja traveler bisa berburu takjil di sini sampai puas.

Setelah puas ngabuburit dan bersantap buka puasa, traveler dapat menjalankan ibadah sholat maghrib maupun tarawih di Masjid Raya Baiturrahman. Lokasinya berada persis di sisi timur Simpang Lima.

5. Taman Indonesia Kaya

Rekomendasi tempat ngabuburit di Semarang selanjutnya adalah Taman Indonesia Kaya atau Taman Menteri Supeno. Lokasinya sendiri berada di Jalan Menteri Supeno Nomor 11 A, Mugassari, Semarang Selatan.

Suasananya yang asri membuat taman ini sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit. Di sekitarnya terdapat penjaja makanan kaki lima sehingga traveler juga bisa berburu takjil.

6. Kawasan Banjir Kanal Barat

Kawasan Banjir Kanal Barat menjadi salah satu lokasi yang hits bagi muda-mudi di Kota Semarang untuk sekadar nongkrong. Saat bulan Ramadan tiba, kawasan ini pun menjadi tempat ngabuburit.

Ada beberapa spot yang menarik di Banjir Kanal Barat ini. Pertama, ada Taman Bendungan Pleret yang asri. Di sini, pengunjung bisa duduk bersantai menikmati udara sejuk sambil melihat pemandangan kanal.

Spot yang kedua yang menjadi favorit bagi masyarakat Kota Semarang adalah bagian seberang The Park Mall. Dari spot ini, kita dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam sambil ngabuburit.

7. Taman Sampangan

Berikutnya ada Taman Sampangan, salah satu lokasi yang tepat untuk berburu takjil selama Ramadhan. Di sini ada begitu banyak jenis jajanan kekinian yang dapat traveler temukan.

Harganya pun masih terbilang terjangkau di kantong semua kalangan. Taman Sampangan beralamat di Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

8. Kawasan Undip Pleburan

Kawasan Undip Pleburan, khususnya di Jalan Pleburan Barat, Semarang Selatan, adalah lokasi ngabuburit di Semarang yang selanjutnya. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari pusat kota. Di sini, ada banyak penjual makanan dan minuman sehingga cocok sekali untuk berburu takjil.

9. Perempatan Manyaran

Bagi detikers yang berada di Kawasan Semarang Barat, lokasi ngabuburit dan berburu takjil yang direkomendasikan adalah perempatan Manyaran. Lokasi ini biasanya menjadi pasar pagi di hari Minggu.

Namun selama bulan Ramadan, perempatan Manyaran menjadi pusat takjil. Mulai dari makanan yang manis, gurih, ringan, hingga berat, bisa traveler dapatkan di sini!

10. Jalan Roda Mas

Untuk traveler yang berada di kawasan Semarang Utara, cobalah untuk ngabuburit di Jalan Roda Mas. Di kawasan ini, ada banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Rekomendasi Wisata Magelang, Tempat Berburu Sunrise Hingga Kota M



Jakarta

Magelang bersinar akhir pekan ini lewat Festival Lampion Waisak 2025. Buat traveler yang tengah berada di kota itu, ada delapan rekomendasi destinasi wisata selain Candi Borobudur.

Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada Senin (12/5/2025). Perayaannya kembali dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Magelang terletak di sebelah utara Yogyakarta dan sebelah selatan Semarang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1-2 jam, sedangkan dari Semarang ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1,5-2 jam.


Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan bus umum atau travel, baik dari Yogyakarta atau pun Semarang.

Nah, saat sudah berada di Magelang, traveler bisa memilih destinasi lain di samping Candi Borobudur sebagai pusat pelaksanaan Festival Lampion Waisak yang disarikan dari rilis Kemenpar dan sumber lain.

Berikut 8 rekomendasi wisata Magelang:

1. Museum dan Kampung Seni Borobudur

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Eko Susanto/detikJateng)

Tidak jauh dari Candi Borobudur, ada Museum dan Kampung Seni Borobudur sebagai pilihan destinasi yang bisa dikunjungi sebelum atau sesudah mengikuti acara Festival Lampion Waisak. Sesuai namanya, daya tarik tempat ini adalah area museum yang berisi replika arca singa Candi Borobudur, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi.

Di bagian luar, pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar dinding besar berisi relief yang menggambarkan perjalanan Candi Borobudur dan kehidupan setempat.

Museum dan Kampung Seni Borobudur juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari aksesoris, kerajinan tangan, hingga kaos dan kain tersedia dengan harga relatif terjangkau.

Jika ingin mengabadikan momen, area Top Selfie memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Bukit Menoreh. Ada juga area Amphitheatre yang sering kali menjadi venue event dan pertunjukan kebudayaan, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke museum ini.

2. Taman Baca Melek Huruf

Taman Baca Melek Huruf adalah tempat terbaik untuk mengenal Magelang lebih dalam. Di sini terdapat lebih dari 1.000 koleksi literatur, mulai dari buku fiksi, buku non-fiksi, buku anak, majalah, hasil riset, hingga statistik mengenai Magelang yang dapat dibaca di tempat secara gratis.

Pengunjung juga akan dimanjakan dengan latar pemandangan kebun dan Perbukitan Menoreh. Taman Baca Melek Huruf juga menyediakan aneka kudapan rumahan sebagai teman ngobrol dan membaca buku.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman liburan seru, tersedia juga area penginapan Taman Baca Melek Huruf dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Menariknya, penginapan ini menawarkan fasilitas tur yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung untuk mengeksplorasi tempat-tempat di Magelang.

Taman Baca Melek Huruf berada di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dan dapat dikunjungi mulai Jumat – Senin pukul 10.00 – 18.00 WIB.

3. Punthuk Setumbu

Punthuk SetumbuSunrise di Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Magelang adalah Punthuk Setumbu. Area ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati momen matahari terbit. Daya tarik utama dari Punthuk Setumbu adalah area perbukitan menawan dengan latar Candi Borobudur dan pegunungan.

Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Punthuk Setumbu mempunyai suasana yang sejuk. Oleh karena itu, destinasi wisata Magelang ini biasa menjadi pilihan favorit liburan anak muda maupun keluarga sambil menikmati pemandangan matahari terbit.

4. Dusun Butuh

Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. Deretan rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. (Kemenparekraf)

Dusun Butuh, dikenal dengan julukan “Nepal van Java”, merupakan kawasan permukiman yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.620 mdpl membuat suasana Dusun Butuh seringkali disandingkan dengan desa-desa dataran tinggi Pegunungan Himalaya.

Seperti permukiman dataran tinggi pada umumnya, Dusun Butuh berlatar panorama indah area persawahan terasering dan rumah-rumah di perbukitan. Saat sunrise, dusun ini terlihat makin cantik dengan sinar matahari yang menembus kabut dan menyinari pemukiman.

Desa Butuh menjadi titik awal bagi pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Sumbing, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

5. Gunung Andong

Sensasi Mendaki Gunung AndongJalur pendakian Gunung Andong (Eko Susanto/detikcom)

Dengan ketinggian 1.726 mdpl, Gunung Andong adalah pilihan favorit para pendaki pemula. Terlebih, gunung ini mempunyai trek pendakian yang landai sehingga relatif mudah dilalui untuk sampai ke puncak.

Tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian, Gunung Andong juga kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan. Oleh karena itu, Gunung Andong juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Magelang yang menarik untuk dikunjungi.

6. Wisata Getek Balong

Wisata Getek Balong merupakan salah satu aktivitas menyusuri Sungai Progo dengan menggunakan rakit bambu tradisional sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Jeram-jeram kecil dan batu-batuan andesit di tengah sungai menjadi rintangan yang menambah keseruan wisata ini.

Fakta menariknya, wisata ini merupakan bentuk replikasi kehidupan masyarakat setempat pada zaman dahulu yang memanfaatkan Sungai Progo untuk mengambil batuan dan mengantarnya dengan getek sebagai bahan pembangunan Candi Borobudur.

Oleh karena itu, Wisata Getek Balong juga menjadi salah satu bagian dari Borobudur Trail of Civilization, perjalanan wisata tematik yang terinspirasi dari relief-relief Candi Borobudur.

7. Kota M di Serial Netflix Gadis Kretek

Serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix pada 2 November 2023 berhasil menarik perhatian publik, salah satunya karena latar misterius bernama ‘Kota M’. Penulis novelnya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa ‘Kota M’ merupakan kota fiktif yang terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang.

Petunjuknya terlihat dari posisi geografis Muntilan yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang, serta referensi budaya khas seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang yang juga disebutkan dalam cerita.

Muntilan yang sebenarnya memiliki sejarah panjang dan peran strategis sebagai pusat perdagangan dan pendidikan sejak era kolonial. Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Yogyakarta hingga dikuasai Inggris dan Belanda, Muntilan berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah modern dari misi Katolik.

8. Bukit Rhema

Bukit Rhema, yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi unik di Magelang yang menawarkan pemandangan alam spektakuler dan bangunan ikonik berbentuk burung merpati besar. Bangunan itu juga dikenal sebagai gereja ayam, karena bentuk kepalanya menyerupai ayam jantan. Padahal, sebenarnya bangunan itu didirikan sebagai rumah doa lintas agama oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1990-an.

Terletak di perbukitan Menoreh, destinasi itu menjadi populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, dan kini menjadi salah satu spot foto paling favorit di sekitar Borobudur.

Selain arsitekturnya yang menarik, Bukit Rhema juga menawarkan pengalaman spiritual dan edukatif. Di dalam bangunan terdapat ruang-ruang doa, galeri sejarah pembangunan, hingga spot merenung di bagian mahkota.

Pengunjung juga bisa naik ke puncak kepala burung untuk menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan-dengan latar Gunung Merapi, Merbabu, dan Borobudur di kejauhan. Tempat ini cocok untuk mereka yang mencari suasana tenang, inspiratif, sekaligus instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Memetik dan Menyeduh Kopi Langsung dari Kebunnya di Pegunungan Muria



Kudus

Traveler pecinta kopi mesti mencoba pengalaman wisata satu ini, memetik dan menyeduh kopi langsung dari kebunnya di pegunungan Muria. Syahdu!

Di lereng Pegunungan Muria, tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terdapat kebun kopi yang luas dengan pemandangan yang indah. Wisatawan yang liburan ke sini bisa merasakan kopi khas pegunungan Muria dengan pemandangan yang tiada duanya.

Salah satu penyedia paket wisata kopi di Lereng Muria adalah M Ridlo (35), warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Pemilik kopi Zayna ini menyediakan jasa trip perjalanan ke puncak Muria sambil menyeduh kopi langsung dari kebunnya.


Lokasinya berada di Puncak Gunung Muria. Perjalanan dari Desa Colo ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Jalan yang ekstrem dan terjal di Lereng Pegunungan Muria menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan. Perjalanan itu jaraknya sejauh 4 kilometer.

Sesampainya di puncak, wisatawan harus berjalan kaki lagi sekitar 500 meter. Pengunjung harus berhati-hati karena medan jalan cukup licin dan terjal.

Sesampainya di atas puncak gunung, rasa lelah bakal terbayar lunas. Sebab di atas terdapat gardu pandang yang siap digunakan untuk ngopi bersama dengan melihat keindahan alam.

Wisatawan asal Semarang, Winda, mengaku sengaja datang bersama temannya untuk menikmati kopi dan perjalanan muncak Gunung Muria. Dia mengakui harus melalui jalan yang ekstrem dan terjal. Namun hal itu terbayarkan setelah sampai puncak Muria.

“Perjalanan luar biasa bikin capek karena kita ramai-ramai juga pas perjalanan pakai motor. Untuk jalan kaki sedikit (terjal) tapi seru banget,” ungkap Winda di lokasi beberapa waktu lalu.

Menurutnya pemandangan dari puncak Muria begitu indah. Banyak Pegunungan terlihat. Pemandangan indah kota Kudus juga terlihat dari atas. Di lokasi juga terdapat hamparan kebun kopi yang luas.

Menikmati kopi langsung dari kebunnya di Lereng Gunung Muria Kudus, Sabtu (12/4/2025).Menikmati kopi langsung dari kebunnya di Lereng Gunung Muria Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Wisatawan bisa menikmati kopi di atas gardu pandang. Tak ayal berasa ngopi di atas awan dengan pemandangan alam yang sejuk dan indah.

“Pemandangan luar biasa banget. Bisa melihat pegunungan, terus suasananya sejuk banget. Kita diajak seduh kopi langsung dan di sini kita masak mi juga. Suara burung terdengar merdu sekali,” ungkap dia.

Pengelola wisata kebun kopi khas Muria, M Ridlo, menjelaskan potensi wisata ngopi di tengah kebun kopi Puncak Muria amat menarik. Sebab lokasi ini menawarkan panorama keindahan alam yang indah dan sejuk.

“Kita lagi ngopi di kebun kopi. Kita bisa sambil ngopi nyeduh kopi langsung di perkebunan kopi. Jadi kita ada edukasi wisata trip perjalanan ke kebun kopi. Petik kopi hingga nyeduh kopi langsung dari kebun,” ujar dia.

Ridlo menyediakan fasilitas jasa ojek hingga kopi. Wisatawan akan diantarkan sampai atas Muria. Setelah itu bisa menikmati kopi langsung dari tengah kebun di Puncak Muria.

“Perjalanan menyusuri Lereng Muria sampai di atas sini. Di sini ada beberapa fasilitas ada gardu pandang, masak, ngopi dan lainnya,” ujarnya.

Tarif untuk merasakan pengalaman ini dibanderol per orang antara Rp 60 ribu sampai Rp 120 ribu. Tergantung dengan spot puncak yang diinginkan. Semakin berat medannya, maka biayanya semakin bertambah.

“Untuk ngopi free semua. Tarif itu jasa ojek ke atas,” jelasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Lokasi Terbaik di Indonesia Mengabadikan Momen Kemerdekaan



Jakarta

Merayakan momen HUT ke-80 Republik Indonesia bisa nih dengan memilih latar destinasi yang epik, mulai dari bangunan bersejarah hingga landscape alam yang memukau. Mana nih favoritmu?

detikcom telah merangkum, Rabu (13/8/2025) tempat-tempat terbaik untuk mengabadikan momen HUT RI dengan latar merah putih di postingan sosial media mu.

1. Monumen Nasional

Pengunjung menaiki kereta wisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (12/7/2025).Pengunjung di Monumen Nasional (Monas) Foto: Ari Saputra

Monas yang selalu jadi destinasi favorit warga Jabodetabek bisa nih jadi latar foto untuk momen kemerdekaan nanti. Menara dengan emas raksasa di puncaknya ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno (dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975).


Monas juga sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan. Setiap elemen Monas memiliki filosofi kebangsaan, contohnya. puncaknya yang berbentuk lidah api berlapis emas memiliki ketinggian 17 meter yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala abadi.

2. Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi berada di Jl. Proklamasi No.10, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Tepat di area Taman Proklamasi.

Tugu ini dibangun untuk memperingati momen pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, yang dilakukan di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 (kini: Jl. Proklamasi No. 10).

Jadi di sini kamu bisa menemukan patung perunggu seukuran asli dari Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta saat membacakan proklamasi.

3. Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo.Wisata Gunung Bromo. Foto: Dok. Esti Widiyana/detikJatim)

Gunung Bromo berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyambut momen HUT RI ke-80 kamu bisa nih melihat pengibaran bendera merah putih dengan latar yang ciamik. Coba deh cari tahu jadwal pengibaran bendera atau kamu juga bisa membawa bendera sendiri lalu berfoto dengan latar indahnya Gunung Bromo.

4. Danau Toba

Keindahan Danau Toba bisa juga tempat untuk mengabadikan foto dengan latar Sang Saka Merah Putih.

5. Lawang Sewu

Lawang Sewu.Lawang Sewu. Foto: pariwisata.semarangkota.go.id

Bangunan 1.000 pintu yang jadi daya tarik Semarang ini dibangun pada tahun 1904 – 1907 yang awalnya berfungsi sebagai Kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda.

Fakta menarik nih, saat perjuangan kemerdekaan, bangunan ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara pemuda Indonesia dan tentara Jepang (peristiwa “Pertempuran 5 Hari di Semarang”). Jadi kamu menjadikan Lawang Sewu latar berfoto karena ada sejarah kemerdekaannya di sini.


6. Kota Tua

Kota Tua adalah kawasan pusat pemerintahan, perdagangan, dan militer pada masa kolonial Belanda, dikenal dengan nama Batavia. Sekarang Kota Tua jadi destinasi favorit dan ikonnya Jakarta.

Kamu bisa nih mengabadikan momen Kemerdekaan RI dengan latar arsitektur Kota Tua atau berkunjung ke museum-museumnya.

7. Ragam museum atau bangunan yang menceritakan kemerdekaan dan proklamasi

Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Rabu (16/8/2023)Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Rabu (16/8/2023) Foto: Museum Proklamasi/Sudrajat-detikcom

Merayakan momen HUT RI ke-80, kamu bisa datang ke berbagai museum yang menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan EI. Seperti Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Tugu Proklamasi, Rumah Rengasdengklok, Gedung Joang ’45 hingga Benteng Rotterdam.

8. Istana Merdeka Jakarta

Istana Merdeka Jakarta selalu menjadi lokasi upacara kenegaraan, termasuk Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Kamu bisa nih berfoto-foto setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan.

(sym/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Nyaman & Cepat Sampai Tujuan



Jakarta

Wonosobo telah lama menjadi destinasi liburan dengan ikon wisata Dieng. Perjalanan dengan menggunakan kereta menjadi salah satu pilihannya.

Wonosobo pernah memiliki stasiun, namun kini sudah tidak beroperasi. Untuk tiba ke kabupaten di Jawa Tengah ini, wisatawan dapat naik kereta ke kota terdekatnya.

Ada 4 kota yang bisa menjadi pilihan yaitu Semarang, Jogja, Purwokerto dan Pekalongan. Setelah sampai di kota-kota ini, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan travel, bus atau sewa kendaraan pribadi.


Pilihan kereta menuju Wonosobo

Jakarta-Semarang

Dari Stasiun Gambir:

Argo Sindoro: (Eksekutif) Berangkat pukul 16:45 WIB dari Gambir dan tiba di Semarang Tawang pukul 21:55 WIB.
Argo Muria: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07:00 WIB, tiba di Stasiun Semarang Tawang pukul 12:10 WIB
Gumarang: (Bisnis) Berangkat pukul 15.00 WIB, tiba di Semarang Tawang pukul 18.52 WIB.
Sembrani: (Eksekutif) Berangkat pukul 10.20 WIB, tiba di Semarang Tawang 15.25 WIB.

Dari Stasiun Pasar Senen:

Tawang Jaya Premium: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.45 WIB, tiba di Semarang Tawang pukul 12.53 WIB.
Dharmawangsa: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.50 WIB dan tiba di Semarang Tawang pukul 15.15 WIB.
Matarmaja: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 15.15 WIB dan tiba di Semarang Tawang pukul 21.52 WIB.
Menoreh: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 13.35 WIB dan tiba di Semarang Tawang 19.22 WIB.
Kertajaya: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.30 WIB dan tiba di Semarang Poncol pukul 02.36 WIB.
Tawang Jaya: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 23.55 WIB dan tiba di Semarang Poncol pukul 06.15 WIB.
Jayabaya: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen 19.06 WIB dan tiba di Semarang Poncol pukul 19.27 WIB.
Airlangga: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.30 WIB dan tiba di Semarang pukul 18.30 WIB.
Brantas: (Ekonomi/Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 13.30 WIB dan tiba di Semarang Tawang pukul 19.56 WIB.

Jakarta-Yogyakarta

Dari Stasiun Gambir:

Argo Dwipangga: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 08.50 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 15.39 WIB.
Taksaka: (Eksekutif) KA Taksaka Pagi berangkat dari Gambir pukul 09.20 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 15.30 WIB, sedangkan KA Taksaka Malam berangkat dari Gambir pukul 21.30 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 03.45 WIB.
Gajayana: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 18.50 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 01:26 WIB.
Argo Lawu: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 20.45 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 02.49 WIB.
Argo Semeru: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 06.20 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 12.54 WIB.
Taksaka Luxury: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.20 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 15.40 WIB. Kereta ini juga memiliki jadwal keberangkatan malam pukul 21.40 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 04.00 WIB.

Dari Stasiun Pasar Senen:

Mataram: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasan Senen pukul 21.40 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 04.35 WIB.
Bengawan: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.55 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 16.45 WIB.
Gaya Baru Malam Selatan: (Ekonomi) Berangkat dari Stasun Pasar Senen pukul 11.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 19.15 WIB.
Jayakarta: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 17.10 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 00.54 WIB.
Progo: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 22.30 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 07.05 WIB.
Bogowonto: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 18.10 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 06.09 WIB.
Singasari: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 20.55 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 05.25 WIB.
Jaka Tingkir: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.50 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 19.08 WIB.
Fajar Utama YK: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.40 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 14.37 WIB.
Fajar Utama Solo: (Eksekutif-Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 05.45 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 12.32 WIB.

Jakarta-Pekalongan

Dari Stasiun Pasar Senen

Menoreh: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.45 WIB dan tiba di Pekalongan pukul 11.33 WIB.
Kertajaya:(Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.30 WIB dan tiba di Pekalongan pukul 19.40 WIB.
Majapahit:(Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 17.40 WIB dan tiba di Pekalongan pukul 22.02 WIB.
Dharmawangsa Ekspres: (Eksekutif/Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.10 WIB dan tiba di Pekalongan pukul 13.56 WIB.
Brantas: (Eksekutif/Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.10 WIB dan tiba di Pekalongan pukul 19.07 WIB.
Tawang Jawa Premium: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.45 WIB dan tiba di Pekalongan pukul 11.33 WIB.

Jakarta-Purwokerto

Dari Stasiun Gambir:

Argo Lawu: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 20.45 WIB dan tiba di Purwekerto pukul 00.54 WIB.
Argo Dwipangga: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 08.50 WIB dan tiba pukul 12.58 WIB.
Taksaka Malam: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 21.20 WIB dan tiba di Purwokerto pukul 01.30 WIB.
Bima: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 17.00 WIB dan tiba di Purwokerto pukul 21.16 WIB.
Gajayana: (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 18.50 WIB dan tiba di Purwokerto pukul 23.11 WIB.

Dari Stasiun Pasar Senen:

Fajar Utama Solo (Eksekutif) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 05.40 WIB dan tiba di Purwokerto pukul 10.14 WIB.
Sawunggalih: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.30 WIB dan tiba di Purwokertp pukul 11.00 WIB.
Serayu: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 19.25 dan tiba di Purwokerto pukul 06.00 WIB.
Bangunkarta: (Ekonomi) Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.25 WIB dan tiba di Purwokerto pukul 17.23 WIB.

Tips Perjalanan

Berikut beberapa tips perjalanan yang perlu Anda ketahui:

– Pastikan Anda untuk membeli tiket kereta api secara online atau di stasiun kereta api terdekat.
– Datang lebih awal ke stasiun kereta api untuk menghindari antrean panjang.
– Bawa makanan dan minuman yang cukup untuk perjalanan.
– Jangan lupa untuk membawa dokumen penting seperti KTP dan tiket kereta api.

(bnl/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Tempat Ini Dulu Kumuh, Sekarang Jadi Desa Wisata Tercantik



Jakarta

Berkat tangan-tangan kreatif, desa yang dulunya kumuh ini berubah menjadi cantik dan ramai dikunjungi. Sleain mengubah suasana desanya, kehidupan warganya juga makin membaik.

detikTravel telah merangkum pada Kamis (10/7/2025), desa-desa yang dulunya kumuh dan berubah menjadi cantik dan ramai dikunjungi wisatawan.

1. Kampung Jodipan


Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Kampung Warna Warni Jodipan berada di Jalan Ir H Juanda Nomor 9 RT 9 RW 2, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasinya yang strategis membuat akses menuju kampung wisata ini terbilang mudah dijangkau.

Desa Jodipan berubah menjadi desa warna-warni berkat inisiasi delapan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diketuai Nabila Firdausiyah. Kelompok mahasiswa itu menyulap kampung yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata baru. Mereka mengubah kampung itu dengan pengecatan warna-warni pada dinding, atap, pagar rumah hingga jalan setapak dan tangga-tangga batu.

Salah satu anggota kelompok itu Salis Fitria mengatakan ide mengecat Jodipan menjadi desa warna-warni terinspirasi oleh konsep kawasan Kickstater, Rio De Janeiro, Brazil, Yunani, dan Kota Cinque Terre, Italia

Praktikum itu dilakukan dengan membuat program kerja bakti bersih-bersih, mengecat pagar, dan membuat mural. Mereka kemudian menggandeng produsen cat di Malang yang memproduksi cat merk Decofresh. PT Indana Paint sangat tertarik.

Pemilik cat merk Decofresh ini siap menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk program itu. Mereka manamainya sebagai “Decofresh Warnai Jodipan”. Tak kurang 2 ton cat dihabiskan untuk menyulap kampung di bantaran sungai itu.

Pada perjalanannya, pengecatan desa itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dilibatkan untuk memulai bersih-bersih dan pengecatan lingkungan.

Pada 4 September 2016, Kampung Wisata Jodipan diresmikan oleh Wali Kota Malang H. Mochamad Anton.

2. Kampung Teluk Seribu

Bergeser ke Kalimantan, ada Kampung Teluk Seribu yang berada di dekat kawasan wisata mangrove Teluk Seribu, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Inisiatif mempercantik kampung ini datang dari warga setempat yang ingin kampungnya seindah masa lalu. Alhasil, semua warga dan relawan bekerja sama untuk mengecat kampung ini.

3. Kampung Wonosari, Semarang

Berlokasi di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, nama Kampung Pelangi memang tengah naik daun di kalangan traveler. Namun dahulu, kampung yang memiliki nama asli Kampung Wonosari tersebut boleh terbilang biasa saja.

Namun atas inisiatif dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akhirnya Kampung Wonosari mulai dicat pada 15 April 2017 lalu dengan gotong royong.

4. Kampung Code

Kampung Kali Code di Yogyakarta yang artistikKampung Kali Code di Yogyakarta yang artistik Foto: Bagus Kurniawan

Kampung Code berada di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Lokasi persisnya ada di RT 01/RW 01 di sebelah selatan jembatan Gondolayu di Jl Jenderal Sudirman atau di sebelah timur bantaran Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta.

Kampung Code yang tadinya kampung biasa, menjelma menjadi sebuah karya seni berkat jasa seorang arsitek sekaligus pemuka agama katolik, Romo YB Manguwijaya bersama para mahasiswa pada tahun 1980-an.

Romo Mangunwijaya (alm) bersama para mahasiswa dan relawan kemudian menata kawasan pemukiman. Warga tetap boleh menempatinya. Rumah-rumah ditata dengan baik mengikuti kontur alam di tempat itu. Romo Mangun juga membuat fasilitas umum seperti tempat MCK, sumur dan tempat pertemuan warga. Tempat pertemuan warga di tengah-tengah pemukiman itu sampai sekarang masih tetap seperti aslinya. Konstruksi rumah tidak mengalami perubahan namun hanya dicat ulang pada tiang dan dindingnya.

Pada tahun 2015, rumah-rumah yang ada di Kampung Code dicat dengan warna-warni sehingga menyerupai perkampungan di Rio de Janeiro, Brazil. Bila melihat dari atas jembatan Gondolayu ke arah sisi timur akan kelihatan meriah dengan cat warna-warni di bagian atap dan dinding rumah.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

10 Destinasi Alam di Jawa Tengah yang Belum Ramai Turis


Jakarta

Kangen wisata alam yang belum ramai turis? Detikers bisa mengunjungi rekomendasi destinasi wisata ini yang berlokasi di Jawa Tengah. Wisata ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin relaksasi sendiri atau bersama keluarga, tanpa ribet dengan kunjungan turis lain.

10 Destinasi Alam di Jawa Tengah yang Belum Ramai

Berikut rekomendasinya dikutip dari situs destinasi wisata alam terkait

Pantai Menganti (Kebumen)

Suasana di Pantai Menganti, Kebumen.Suasana di Pantai Menganti, Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

Lanskap alam ini terkenal dengan pasir putih, air laut biru hijau, dan tebing kapur (karst) yang mengelilinginya. Pantai ini juga punya mercusuar peninggalan Belanda yang menjadi daya tarik utama. Lanskap ini sangat cocok buat kamu yang butuh relaksasi dan healing time melihat keindahan alam.


Talaga Sunyi (Banyumas)

telagaTalaga Sunyi Foto: (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Dikelilingi hutan pinus yang sangat rindang dan pepohonan hijau Talaga Sunyi menawarkan ketenangan bagi pengunjung. Talaga ini juga dikelilingi dinding batu yang di dalamnya ada aliran sungai kecil menjadi sumber air danau. Pengunjung harus trekking lebih dulu menuju Talaga Sunyi, yang terbayarkan saat melihat indahnya lanskap alam ini.

Waduk Bade (Boyolali)

Waduk atau bendungan ini sebetulnya adalah sumber air bagi lahan pertanian di sekitarnya. Namun, destinasi wisata ini sangat cocok bagi yang ingin rekreasi bersama keluarga. Pengunjung bisa mancing atau sekadar melihat indahnya pemandangan danau buatan.

Bukit Rangkok (Tegal)

Destinasi berkonsep via ferrata ini menawarkan wisata yang memicu adrenalin dan keindahan alam. Pengunjung harus mendaki lewat tangga besi yang ditancapkan pada tebing sesuai konsep via ferrata. Di ketinggian 384 mdpl, pengunjung bisa melintas jembatan single sling wire rope yang hanya terdiri dari seutas tali. Pengunjung juga bisa melewati jembatan balok yang bergoyang jika keseimbangan tidak dijaga dengan baik.

Curug Sebrangan (Banyumas)

Lokasi air terjun di pedalaman Banyumas ini sangat cocok bagi pengunjung yang mencari ketenangan, suasana sejuk, dan alam yang rupawan. Karena letaknya yang agak nyempil, pengunjung harus mempersiapkan fisik, uang cash, pakaian, dan pastinya gadget untuk ambil foto agar bisa menikmati curug dengan paripurna.

Curug Lawe dan Benowo (Semarang)

Curug LaweCurug Lawe Foto: (Rivai Hidayat/d’Traveler)

Dua air terjun ini berdampingan dengan Curug Lawe setinggi kurang lebih 30 meter dan Benowo 40 meter. Selain keindahan air terjun, alam sekitar dengan keanekaragaman flora dan fauna juga tidak boleh dilewatkan. Jika beruntung, pengunjung bisa lihat luntung saat melintas Jembatan Romantis yang dibangun di atas saluran air sepanjang 20-30 meter.

Watu Ireng (Pekalongan)

Seperti namanya, Watu Ireng adalah destinasi wisata berupa batu hitam yang dikelilingi perkebunan seluas 2 hektar dan pohon hijau. Keindahan alam ini banyak dikunjungi wisawatan saat musim liburan bersama keluarga atau sendiri, bagi yang ingin berjalan-jalan santai.

Bukit Cinta (Ambarawa)

Bukit Cinta Rawa PeningBukit Cinta Rawa Pening Foto: (Nfadils/d’Traveler)

Area perbukitan yang sudah tertata dengan rapi ini sangat cocok untuk healing menikmati keindahan alam. Wisatawan bisa santai bersama keluarga menikmati area Rawa Pening dan pesona perairan. Berlatar pemandangan Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran, pengunjung bisa menikmati semua keindahan sambil piknik dengan perahu sewaan.

Telaga Bleder (Magelang)

Salah satu obyek wisata air Telaga Bleder di Kecamatan Grabag Kabupaten MagelangSalah satu obyek wisata air Telaga Bleder di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Foto: Pertiwi/detikcom

Berlokasi di area sejuk dengan udara bersih, wisatawan bisa menikmati keindahan Telaga Breder yang dikelilingi pohon rimbun. Telaga ini adalah cekungan berisi air dengan sumber dari mata air di sekelilingnya. Selain lanskap sangat indah, pengunjung bisa berenang di kolam yang disediakan pengelola dan memberi ikan dalam kolam di gazebo.

Curug Trocoh atau Curug Surodipo (Wonosobo)

Trocoh atau bocor dalam bahasa Indonesia, adalah nama yang tepat untuk menggambarkan aliran air terjun ini. Curug Trocoh kerap dikatakan punya tempat istimewa dalam perjuangan Pangeran Diponegoro, sebagai tempat persembunyian pasukan dan pemimpinnya meski belum terbukti. Air terjun lima tingkat dengan ketinggian 120 meter ini tentunya punya pemandangan yang sangat indah.

Nah, detikers yang perlu destinasi wisata alam tenang di Jawa Tengah kini tak perlu bingung lagi. Kamu bisa segera siap-siap piknik ke destinasi wisata alam pilihan lengkap dengan uang cash secukupnya, fisik prima, dan pakaian cadangan bagi yang ingin renang atau trekking.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Kota Tua di Indonesia yang Cantik untuk City Walk Murah



Jakarta

Berwisata di kawasan kota tua jadi pilihan wisatawan yang suka berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan. Berikut lima pilihan yang bisa dicoba:

Kawasan kota tua tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga pemandangan indah yang menarik untuk diabadikan. Traveler bisa foto-foto Instagramable di lima kawasan kota tua berikut ini:

1. Kota Tua Jakarta

Yang pertama ada Kota Tua Jakarta. Di sini, traveler bisa menjelajahi aneka gedung bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Dari Museum Fatahillah hingga Museum Wayang semuanya menarik untuk dikunjungi.


Kunjungi juga Museum Bank Indonesia (BI) dan Museum Bank Mandiri yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

2. Kota Lama Semarang

Wisata sejarah menjadi salah satu magnet di kawasan Kota Lama Semarang. Kota ini juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland, karena bangunan-bangunan berusia 200-300 tahun sejak zaman kolonial Belanda.

Bahkan, bangunannya banyak yang masih berdiri megah. Selain estetik, Kota Lama Semarang merupakan wisata edukatif. Traveler bisa sambil jalan-jalan di kawasan memiliki luas total sebesar 31 hektar.

Gereja BlendukKota Lama Semarang Foto: (Gandung Adi Wibowo/d’Traveler)

Di sekitar kawasan Kota Lama Semarang juga banyak tersedia kafe, resto, dan bar yang menawarkan banyak menu kuliner. Bahkan sampai malam kota ini tetap hidup dan ramai dengan adanya tempat hiburan malam seperti Taman Srigunting, Museum Kota Lama, Gedung Marabunta, dan Gedung Marba.

3. Kota Tua Ampenan

Arsitektur bangunan ala kolonial masih berdiri kokoh di sepanjang jalan Kota Tua Ampenan. Bangunan-bangunan bergaya Belanda nampaknya meninggalkan banyak kenangan bagi warga yang bermukim di Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kota Tua Ampenan pernah menjadi satu-satunya pintu masuk ke pulau Lombok sejak abad 18 hingga abad 19. Pada masa itu, bangunan-bangunan ala Belanda itu sudah berdiri kokoh di sepanjang jalan menuju pantai Ampenan. Kota Ampenan pernah menjadi kota pelabuhan dan pusat perdagangan pada sekitar tahun 1924 hingga sekitar tahun 1960.

4. Kayutangan Heritage

Di Malang, Jawa Timur ada Kayutangan Heritage, kawasan kota tua dengan bangunan-bangunan bergaya klasik yang bisa dijelajahi traveler. Di sini juga ada banyak kafe-kafe estetik yang bisa disinggahi.

Salah satunya adalah Cafe Kios Mera untuk merasakan sensasi nongkrong yang berbeda dari cafe lainnya. Dilengkapi dengan mini library dan barang-barang antik, membuat kafe tersebut terasa lebih vintage dan instagrammable untuk dijadikan spot foto.

5. Kawasan Jalan Braga

Terakhir ada kawasan Jalan Braga di Bandung yang asyik buat jalan-jalan. Jalanan ini dipenuhi dengan bangunan klasik yang Instagramable.

Selain berbagai hotel, restoran, kafe, dan mal, bangunan bergaya bergaya arsitektur Art Deco, kolonial Belanda, dan Indische, seperti Gedung Landmark dan Gedung Merdeka, yang masih berdiri kokoh menjadi daya pikat di jalan Braga.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rute Kereta Jakarta-Dieng dengan Harga, Waktu Tempuh, dan Tips Lengkap


Jakarta

Dieng adalah kawasan wisata di Jawa Tengah yang dikenal dengan hawa sejuk nyaris dingin dan pemandangan indah. Bagi kamu yang ingin ke Dieng dari Jakarta naik kereta, sebetulnya tidak tersedia perjalanan yang langsung menuju Dieng. Traveler hanya bisa naik kereta sampai Stasiun Purwokerto, lalu naik kendaraan umum atau online menuju Dieng.

Rute Kereta Jakarta-Dieng dan Kendaraan Lainnya

candi arjunaCandi Arjuna di Dieng Foto: detik

Perjalanan Jakarta-Dieng naik kereta bisa dibagi menjadi Jakarta-Purwokerto, lalu lanjut ke dataran tinggi Dieng. Berikut penjelasan lengkapnya

Rute Kereta Jakarta-Purwokerto

Kereta rute Jakarta ke Purwokerto bisa ditempuh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen


Gambir-Purwokerto

  • Argo Semeru: 4 jam 16 menit Rp 440 ribu
  • Argo Semeru Compartment: 4 jam 16 menit Rp 1,26 juta
  • Taksaka: 4 jam 10 menit Rp 475 juta
  • Taksaka Luxury: 4 jam 10 menit Rp 1,2 juta
  • Argo Dwipangga: 4 jam 8 menit Rp 520 ribu
  • Argo Dwipangga Luxury: 4 jam 8 menit Rp 1,2 juta
  • Manahan: 4jam 39 menit Rp 450 ribu
  • Bima: 4 jam 16 menit Rp 440 ribu
  • Bima Compartment: 4 jam 16 menit Rp 1,26 juta
  • Gajayana: 4 jam 21 menit Rp 460 ribu
  • Gajayana Luxury: 4 jam 21 menit Rp 1,375 juta
  • Cakrabuana (ekonomi): 4 jam 58 menit Rp 175 ribu
  • Cakrabuaba (eksekutif): 4 jam 58 menit Rp 360 ribu
  • Argo Lawu: 4 jam 9 menit Rp 520 ribu
  • Argo Lawu Luxury: 4 jam 9 menit Rp 1,2 juta
  • Purwojaya: 4 jam 14 menit Rp 360 ribu.

Pasarsenen-Purwokerto

  • Fajar Utama Solo (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 185 ribu
  • Fajar Utama Solo (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 400 ribu
  • Fajar Utama YK (ekonomi): 4 jam 53 menit Rp 164 ribu
  • Fajar Utama YK (eksekutif): 4 jam 53 menit Rp 355 ribu
  • Sawunggalih (ekonomi): 4 jam 30 menit Rp 175 ribu
  • Sawunggalih (eksekutif): 4 jam 30 menit Rp 380 ribu
  • Gajahwong (ekonomi): 5 jam 15 menit Rp 210 ribu
  • Gajahwong (eksekutif): 5 jam 15 menit Rp 440 ribu
  • Gaya Baru Malam Selatan (ekonomi): 5 jam 7 menit Rp 231 ribu
  • Gaya Baru Malam Selatan (eksekutif): 5 jam 7 menit 425 ribu
  • Bangunkarta (ekonomi): 4 jam 58 menit Rp 185 ribu
  • Bangunkarta (eksekutif): 4 jam 58 menit Rp 380 ribu
  • Sawunggalih (ekonomi): 4 jam 21 menit Rp 175 ribu
  • Sawunggalih (eksekutif): 4 jam 21 menit Rp 380 ribu
  • Mataram (ekonomi): 4 jam 31 menit Rp 185 ribu
  • Mataram (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 400 ribu
  • Madiun Jaya (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 196 ribu
  • Madiun Jaya (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 425 ribu
  • Singasari (ekonomi): 4 jam 31 menit Rp 196 ribu
  • Singasari (eksekutif): 4 jam 31 mnit Rp 410 ribu
  • Bogowonto (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 164 ribu
  • Bogowonto (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 355 ribu
  • Senja Utama YK (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 164 ribu
  • Senja Utama Yk (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 355 ribu
  • Serayu: 11 jam 5 menit Rp 67 ribu
  • Jaka Tingkir: 4 jam 40 menit Rp 185 ribu
  • Jayakarta: 4 jam 44 menit Rp 203 ribu
  • Progo: 4 jam 39 menit Rp 189 ribu.

Rute Purwokerto-Wonosobo

Perjalanan selanjutnya bisa menggunakan transportasi online atau kendaraan umum dengan pilihan sebagai berikut:

  • Bus patas AC Puwokerto-Semarang Rp 80-90 ribu
  • Bus patas Purwokerto-Semarang Rp 50 ribu

Waktu tempuh Purwokerto-Wonosobo adalah 2-3 jam dalam kondisi tidak macet atau sangat ramai. Informasi harga tiket dan jenis bus yang tersedia bisa berubah sesuai kebijakan penyedia kendaraan serta pengelola transportasi.

Rute Wonosobo-Dieng

Di rute terakhir ini kamu bisa pilih kembali pilih angkutan umum atau transportasi online. Jika traveler mengambil paket wisata lengkap dengan antar jemput, kamu angkat dijemput di lokasi yang telah ditentukan sebelum ke Dieng.

Tips Liburan Jakarta-Dieng

The Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat DiengThe Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat Dieng Foto: Dok. Instagram @theheaven.wonosobo

Liburan Jakarta-Dieng bisa jadi makin menyenangkan dengan penerapan tips-tips berikut:

  • Pesan tiket Jakarta-Purwokerto jauh-jauh hari agar dapat harga murah
  • Tentukan akomodasi dengan mempertimbangkan review online, kualitas layanan, dan profesionalisme
  • Susun dan terapkan itinerary lengkap dengan budgeting agar tidak boncos, tapi tetap terasa menyenangkan.

Pesona Dieng yang dijuluki tanah para dewa karena punya banyak candi ini memang sayang dilewatkan. Dengan jarak yang tidak jauh dari Jakarta, jangan lupa masukin Dieng ke wish list liburan terbaru kamu ya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Mengalir saat Kemarau



Semarang

Kali Odo merupakan salah satu destinasi wisata air yang menawarkan pengalaman unik dan menyegarkan, yang ada di Semarang. Sungai ini mengalirkan air jernih langsung dari mata air alami, memberikan nuansa alami yang khas dan menenangkan.

Letaknya di Desa Gedangan, Kabupaten Semarang, Kali Odo dikenal bukan hanya sebagai tempat wisata. Tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat.

Keunikan Aliran Air Kali Odo

Mengutip informasi dari situs resmi Desa Gedangan, aliran air di Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah. Menariknya, aliran sungai tersebut justru muncul di musim kemarau, sementara saat musim hujan airnya menghilang.


Fenomena itu menjadikan Kali Odo berbeda dari kebanyakan sungai lainnya. Air dari mata air ini tidak hanya dimanfaatkan untuk wisata, tetapi juga menjadi sumber air bersih yang sangat vital bagi warga.

Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, air Kali Odo juga mengairi lahan pertanian dan sawah di beberapa desa, termasuk Gedangan, Sraten, dan Rowosari. Totalnya, lebih dari 50 hektare lahan pertanian bergantung pada aliran air ini.

Nilai Sejarah dan Budaya yang Melekat

Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata yang memiliki dua jenis lahan pertanian, yaitu area perkebunan dan sawah. Di wilayah barat desa, terdapat beberapa sumber mata air lain yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi.

Hal itu dibuktikan dengan adanya susunan batu bata kuno yang ditemukan di sekitar sumber tersebut, meski hingga kini belum dilakukan penggalian lebih lanjut untuk menelusuri peninggalan tersebut.

Selain kekayaan alam dan sejarahnya, Kali Odo juga menyimpan nilai budaya yang tinggi. Salah satu tradisi masyarakat yang masih lestari hingga kini adalah ritual sadranan. Dalam tradisi ini, warga berkumpul di sekitar sungai untuk melakukan kegiatan keceh atau mandi bersama di aliran air.

Acara tersebut disertai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan air yang menghidupi mereka. Setiap kali musim kemarau tiba dan air dari mata air mulai mengalir, masyarakat mengadakan selamatan dengan menyajikan puluhan nasi tumpeng.

Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap alam dan bentuk kebersamaan warga dalam menjaga warisan leluhur.

Lokasi

Kali Odo ini lokasinya berada di Desa Gedangan, Kecamata Tuntang, Kabupaten Semarang.

Harga Tiket Masuk

Untuk tiket masuknya, traveler dikenakan biaya Rp 5 ribu per orang. Dan jika ingin menyewa pelampung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5 ribu.

Jam Operasional

Wisata Kali Odo ini dibuka setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai 18.00 WIB

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com