Tag Archives: semprotan

4 Cara Hilangkan Bau Bangkai Tikus di Rumah


Jakarta

Rumah terkadang menjadi tempat yang didatangi tikus. Nah, ketika ada tikus di dalam atau sekitar rumah, penting untuk bertindak dengan cepat. Sebab, jika ada tikus yang mati dapat mengeluarkan bau yang sangat busuk.

Jika kamu kesulitan menemukan tempat tikus mati berada, akan lebih sulit lagi untuk membersihkan rumah kamu dari bau tidak sedap. Cara terbaik untuk mengidentifikasi asal bau adalah dengan mengikuti tempat bau yang paling kuat.

Jika kamu tidak dapat menemukan tikus yang sudah mati, melansir The Spruce, Kamis (17/10/2024), berikut beberapa cara menghilangkan bau bangkai tikus di rumah.


Buat Ventilasi Terbuka di Ruangan

Garis pertahanan pertama yang terbaik adalah menciptakan lebih banyak aliran udara di ruangan yang baunya yang tidak sedap. Biarkan pintu dan jendela terbuka, dan nyalakan kipas angin di dekat area tersebut untuk mendatangkan lebih banyak udara segar.

Minyak Esensial, Lilin, dan Semprotan

Barang-barang ini tidak akan menghilangkan bau, tetapi mungkin dapat menutupinya dengan wangi yang lebih menyenangkan.

Ampas Kopi Kering

Ampas kopi menyerap bau dengan baik dan mengeluarkan aroma kopi yang menyenangkan. Taruh ampas kopi dalam mangkuk kecil di dekat area yang berbau untuk mengeluarkan aromanya.

Soda Kue dan Cuka

Soda kue dan cuka putih suling adalah penghilang bau alami. Buat larutan semprot buatan sendiri dari air dan cuka dengan perbandingan 50/50 atau campurkan satu sendok teh soda kue dengan dua gelas air.

Gunakan semprotan di dekat area yang bau untuk mengurangi bau yang menyengat. Cara ini cukup mudah untuk mengurangi bau.

Cara Mencegah Bau Bangkai Tikus

Setelah mencium bau bangkai tikus, kamu mungkin ingin tahu cara mencegahnya terjadi lagi. Meskipun kamu dapat mencegah sepenuhnya, ada hal yang harus kamu lakukan untuk mengatasinya.

Selalu tempatkan perangkap tikus di tempat yang terlihat sehingga kamu dapat dengan cepat melihat apakah ada tikus yang terperangkap dan mengeluarkannya dari rumah kamu.

Hindari penggunaan racun tikus, tikus sering kali akan menelan racun tersebut dan kemudian mati saat masuk ke dalam dinding rumah kamu. Pilih perangkap atau pengusir tikus yang tidak beracun untuk mengusir tikus.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Bikin Ruangan Wangi Semerbak


Jakarta

Memiliki ruangan yang wangi di rumah tentu bisa menaikkan mood penghuninya. Untuk membuat ruangan wangi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, apa saja itu?

Salah satu caranya adalah menggunakan lilin aroma terapi. Namun, lilin tersebut tidak bisa diletakkan sembarangan. Jika kamu mau wanginya menyeruak, bisa diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya di ruang keluarga atau dapur.

Tak hanya itu, masih ada cara-cara lain yang bisa dilakukan. Dilansir dari Livingetc, berikut ini tipsnya.


Pakai Diffuser

Menggunakan diffuser menjadi salah satu cara untuk membuat ruangan wangi tanpa harus menyalakan api untuk lilin aromaterapi. Kamu bisa meletakkan diffuser di ruang keluarga agar wanginya bisa menyebar.

Jika ingin wangi yang lebih tahan lama, kamu bisa menggunakan diffuser ditambah dengan lilin arometerapi di rumah.

Dupa

Jika kamu ingin ruangan memiliki wangi yang dalam dan beragam, bisa menggunakan dupa. Kamu bisa meletakkan dupa di dekat jendela yang terbuka agar wanginya bisa menguar ke dalam rumah.

“Dupa adalah pilihan yang tepat untuk menambahkan aroma yang kaya dan mendalam ke ruang tamu, terutama jika kamu ingin suasana yang lebih membumi atau menenangkan,” kata ahli wewangian dan pembuat lilin Chloe Mervine, dikutip dari Livingetc.

“Namun, dupa bisa sangat kuat, jadi saya sarankan untuk memulai dengan aroma yang lebih ringan, seperti kayu cendana (sandalwood) atau melati,” tambahnya.

Pakai Minyak Esensial dan Rempah-rempah Kering

Jika ingin wangi yang alami, kamu bisa menggunakan rempah-rempah atau bunga kering maupun minyak esensial sebagai wewangian. Kamu bisa menaruhnya di mangkuk dekoratif, digantung di dinding, atau menatanya di vas sekitar ruangan.

Pakai Semprotan Ruangan

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan semprotan ruangan agar ruangan wangi. Chloe menyarankan untuk menggunakan penyemprot yang tidak beracun, bebas alkohol, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Dengan beberapa semprotan saja, ruangan di dalam rumah sudah bisa wangi. Hal ini bisa meningkatkan mood para penghuninya.

“Penyemprot ruangan sangat bagus untuk menyegarkan area-area di rumah, mungkin (bisa digunakan) setelah memasak atau saat sedang membereskan rumah,” kata Chloe.

Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di dalam rumah wangi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Tempat yang Disukai Lalat untuk Bertelur


Jakarta

Lalat menjadi salah satu serangga yang sering berkeliaran di rumah. Lalat dikenal kotor, mengganggu, dan tidak baik untuk kesehatan. Lalat tidak memiliki sarang, tetapi lalat bisa bertelur di tumpukan area sekitar rumah.

Lalat bereproduksi dengan sangat cepat, sehingga bukan hal aneh jika populasinya tumbuh dengan cepat setelah melihat lalat berada di rumah. Lalat biasanya bertelur di area yang mendukung keturunannya dengan persediaan makanan.

Melansir Pest Pointers, berikut beberapa tempat yang diyakini menjadi tempat bertelurnya lalat di rumah.


Sisa-sisa Makanan di Rumah

Salah satu tempat yang paling sering dihinggapi lalat untuk bertelur adalah pada sisa makanan. Makanan yang ditaruh di luar dalam waktu yang lama, atau bahkan sisa-sisa kecil yang jatuh bisa menjadi tempat berkembang biak lalat.

Saat lalat menemukan tempat berkembang biaknya, lalat akan memahami bahwa sisa makanan dapat mendukung keturunan barunya. Jika kamu membiarkan makanan di luar dalam waktu yang lama, hal ini akan memperbanyak lalat untuk menjadi tempat bertelur.

Selain memastikan makanan tidak tertinggal dalam waktu lama, membersihkan sisa-sisa dan membuangnya dapat membantu mengurangi jumlah lalat di rumah.

Dapur

Mirip dengan makanan yang berserakan, tumpahan di dapur juga dapat memungkinkan lalat untuk berkembang biak. Kekacauan seperti tumpahan makanan yang tidak dibersihkan, atau bahan-bahan sisa yang menjadi tempat untuk bertelurnya lalat.

Tumpahan yang berminyak, berlemak, atau membusuk akan menarik banyak lalat, karena zat-zat ini padat nutrisi dan kalori bagi keturunannya. Zat ini juga mengandung banyak protein, sehingga mendukung pertumbuhan dan reproduksi lalat baru.

Kompos Dalam Ruangan

Kompos menjadi tempat yang bagus untuk lalat bertelur. Kompos merupakan bahan yang sangat mirip dengan tempat lalat bertelur di alam. Di alam liar, lalat biasanya berkembang biak di bahan organik yang membusuk.

Selain menjadi sumber makanan yang penting, kompos juga menarik bagi lalat karena panas yang dihasilkan. Panas ini optimal untuk mendukung perkembangan telur dan lalat muda yang sensitif terhadap suhu.

Kotoran Hewan Peliharaan

Tempat lain yang disukai oleh lalat adalah kotoran hewan peliharaan. Terkadang hewan peliharaan kamu meninggalkan kotoran di halaman atau bahkan di dalam rumah tanpa kamu sadari.

Mirip dengan kompos, kotoran hewan peliharaan segar memiliki jumlah panas dan nutrisi yang tepat untuk mendukung telur lalat.

Untuk mengatasinya, kamu dapat lebih waspada tentang di mana hewan peliharaan kamu buang air. Jika tidak sengaja buang air di dalam rumah, bersihkan secara menyeluruh dengan beberapa jenis semprotan disinfektan.

Itulah beberapa area yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan lalat di rumah. Hati-hati ya detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Tips Efektif Basmi Ulat Bulu di Rumah Tanpa Merusak Tanaman



Jakarta

Ulat bulu bisa menjadi hama yang mengganggu di rumah. Hewan ini memang tidak tergolong berbahaya, namun ulat bulu bisa menyebabkan rasa gatal yang luar biasa.

Rasa gatal ini yang membuat orang-orang merasa terganggu jika ada ulat bulu di rumah. Alasan lainnya yaitu ulat sangat mengganggu tanaman, terutama bagi yang memiliki tanaman hias di rumahnya. Mereka bisa menghabiskan banyak dedaunan tanaman tersebut hanya dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam saja.

Alasan Ulat Bulu Masuk Rumah

Mengutip dari pestpointers.com, ini beberapa penyebab ulat bulu masuk ke dalam rumah.


1. Tanaman di Sekitar Rumahmu

Ulat bulu sebenarnya tidak sering bergerak, mereka hanya datang ke tempat yang hangat dan memiliki banyak sumber makanan. Jika kamu memiliki pohon atau tanaman hias di rumahmu, tempat itu biasanya akan dijadikan tempat bertelur oleh kupu-kupu.

2. Banyak Ngengat di Rumah

Biasanya yang bertelur di dalam rumah adalah ngengat, karena terkadang ulat bulu dari ngengat tidak membutuhkan makan sama sekali. Oleh karena itu, ulat bulu yang biasa kamu jumpai di dalam rumah adalah ulat bulu dari ngengat.

Namun, sebelum menggunakan tips membasmi ulat di dalam rumah secara permanen seperti ini, sebaiknya kamu mengurangi kupu-kupu dan ngengat dari rumahmu saja. Sebab, walaupun ulat bulu sangat merugikan, tetapi kupu-kupu dan ngengat sangat baik untuk membantu penyerbukan tanaman di rumahmu.

Tips Mencegah Ulat Bulu Masuk Rumah

1. Keluarkan dan Cegah Ngengat Agar Tidak Masuk Rumah

Kamu bisa mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dengan mencegah ngengat untuk bersarang di dalam rumahmu. Hal ini cukup dilakukan dengan membersihkan rumahmu dengan rutin.

Ngengat hanya tertarik pada rumah yang berantakan dan memiliki sumber makanan seperti di dapur. Biasanya ulat bulu ngengat tertarik dengan buah-buahan, biji-bijian, sereal, dan remah-remah sisa makanan.

2. Pindahkan Ulat Bulu yang Masuk

Kamu bisa mengeluarkan ulat bulu yang masuk secara manual. Selain rasa gatal yang mengganggu dari ulat bulu, mereka memiliki peran yang baik untuk tanaman ketika sudah menjadi kupu-kupu atau ngengat.

Daripada kamu membasminya, akan lebih baik bila kamu memindahkannya ke tempat yang jauh dari permukiman.

3. Gunakan Air Sabun

Kamu bisa membuat insektisida sendiri menggunakan sabun ramah lingkungan dan air secukupnya. Kamu cukup menyemprotkannya kepada ulat bulu yang masuk atau pada tanaman di sekitar rumahmu secara rutin hingga mereka hilang.

4. Gunakan Semprotan Cabai Buatan

Bila kamu merasa air sabun kurang efektif, kamu bisa membuat semprotan cabai. Selain bahannya yang alami, semprotan cabai terbukti lebih ampuh untuk membasmi ulat bulu.

Selain itu, ada juga penelitian yang membuktikan bahwa tanaman yang disemprot dengan air yang dicampur dengan bubuk cabai bisa menghasilkan tanaman yang lebih baik.

5. Gunakan Insektisida

Bila kamu menginginkan hasil yang lebih ampuh lagi untuk membasmi ulat bulu, kamu bisa menggunakan insektisida Piretrum, Bacillus Thuringiensis Var. Kurstaki, atau insektisida komersial lainnya.

Namun, kamu perlu berhati-hati ketika menggunakan insektisida komersial, karena akan berbahaya jika kamu menggunakannya pada tanaman yang dikonsumsi.

6. Pasang Penghalang

Kamu bisa memasang penghalang pada celah yang memungkinkan untuk ngengat atau kupu-kupu untuk masuk ke dalam rumah, sehingga rumahmu bebas dari serangga dan ulat bulu.

Itulah beberapa tips untuk mencegah ulat bulu masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Laron Serbu Rumah Saat Musim Hujan? Ini Alasan dan Cara Usirnya



Jakarta

Laron atau anai-anai adalah rayap yang sudah dewasa. Serangga bersayap ini kerap muncul bergerombolan di rumah saat musim hujan tiba.

Laron biasanya terlihat mengerumini pada sumber cahaya atau lampu. Kejadian itu cukup mengganggu karena laron mengotori rumah saat mereka merontokkan sayap.

Lantas, kenapa laron menyerbu rumah di musim hujan? Bagaimana cara mengusirnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Alasan Laron Masuk Rumah di Musim Hujan

Dilansir dari detikFood, laron banyak keluar saat musim hujan karena ingin mencari kehangatan. Sebab, ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah.

Ketika musim hujan tiba, sarang atau rumah laron tersebut akan basah karena terkena air hujan. Oleh karena itu, ketika musim hujan tiba kawasan laron akan berterbangan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Biasanya mereka akan memenuhi lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah.

Sambil menghangatkan tubuh, di saat itulah mereka juga mencari pasangan. Jika tidak menemukan pasangan, maka laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka untuk kemudian membuat koloni baru dengan berkembang biak.

Cara Mengusir Laron dari Rumah

1. Matikan Lampu

Laron merupakan hewan yang menyukai cahaya. Maka, salah satu cara efektif untuk mengusir kerumunan laron adalah dengan mematikan lampu di rumah. Jika laron masuk ke dalam rumah, sebaiknya buka jendela agar laron tersebut bisa keluar dan tertarik dengan cahaya dari luar rumah.

2. Siapkan Wadah Berisi Air

Dilansir dari Women’s Weekly, menyediakan wadah berisi air dan diletakkan dekat dengan koloni laron juga menjadi cara untuk mengusir atau bahkan membunuhnya. Pantulan terang pada air akan menarik perhatian laron dan menenggelamkan diri mereka.

3. Buat Semprotan Sabun Cair

Dilansir dari Enesis, sabun cair bisa jadi bahan ampuh mengusir laron yang ada di rumah. Adapun caranya yaitu menjadikan sabun cair sebagai bahan membuat semprotan.

Cara membuatnya mudah! Kamu hanya perlu menyediakan air, sabun cair, dan botol semprotan.

Kemudian, campurkan sabun cair dengan air hingga berbusa. Jika sudah, kamu bisa memasukkannya ke dalam botol semprotan.

Kemudian, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron dari jarak dekat. Dengan begitu, laron akan berjatuhan ke lantai.

4. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

Selain cara di atas, ternyata bumbu dapur bisa jadi bahan untuk mengusir laron. Mencampur air dan bawang putih juga diketahui sebagai cara mengusir laron selain mematikan lampu.

Hampir mirip dengan sebelumnya, untuk menggunakan cara ini kamu perlu menyiapkan alat dan bahannya, di antaranya yaitu air, bawang putih, dan semprotan.

Jika semuanya sudah siap, mulai langkah pertama dengan menghaluskan beberapa siung bawang putih hingga berair. Kemudian, campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan dengan air.

5. Menggantung Cabai

Tidak kalah mudah dengan cara mengusir laron di rumah yang sebelumnya. Cara kali ini, kamu hanya membutuhkan cabai.

Cabai yang biasanya digunakan memasak bisa juga dipakai untuk bahan mengusir laron yang ada di dalam rumah. Caranya, potong cabai menjadi dua bagian, lalu gantungkan di lampu yang banyak dikerumuni laron. Dengan begitu, laron akan pergi dengan sendirinya.

Hal ini karena, cabai diketahui mengandung capsaicin yang bisa memicu terjadinya iritasi pada rangka luar laron.

6. Buat Semprotan Cuka

Selanjutnya, cuka juga bisa digunakan sebagai cara mengusir laron dengan menjadikannya semprotan.

Nah, cara membuat semprotan ini juga cukup mudah, kamu hanya perlu menuangkan cuka ke dalam botol semprotan. Namun, sebelum menggunakannya, kamu bisa mengocok semprotannya terlebih dahulu.

Setelah itu, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron yang berkoloni di lampu rumah.

7. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

Dikutip dari HiCare, memasang screen atau tirai dengan jaring-jaring kecil pada jendela dan pintu dapat meminimalisir masuknya laron ke dalam rumah. Sebab, biasanya laron masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka.

8. Hubungi Pembasmi Laron

Jika keberadaan laron masih mengerubung rumah kamu, sehingga mengganggu aktivitas di rumah, ada baiknya memanggil jasa pembasmi laron. Jasa pembasmi laron tentunya memiliki cara tersendiri yang ampuh untuk mengatasi laron di rumah.

Itulah beberapa cara untuk mengusir laron dari rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Ampuh! 4 Cara Alami Bersihkan Noda Minyak di Dapur


Jakarta

Dapur sebagai tempat memasak, tentu sering ada cipratan minyak di berbagai permukaannya. Noda minyak banyak ditemui pada kompor, dinding, meja, bahkan lantai.

Permukaan di dapur pun menjadi licin dan kotor, sehingga nggak nyaman bagi penghuni rumah. Oleh karena itu, kamu perlu rajin membersihkan dapur, apalagi setelah masak.

Namun, noda minyak cenderung lebih sulit untuk dibersihkan menggunakan air. Hal ini lantaran molekul minyak dan air tidak bisa bersatu. Kamu memerlukan bahan lain untuk membersihkan noda minyak.


Lantas, bagaimana cara membersihkan noda minyak di dapur? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari Howstuffworks.

Cara Bersihkan Noda Minyak di Dapur

Inilah tips membersihkan noda minyak menggunakan bahan-bahan alami.

1. Cuka

Untuk noda minyak yang membandel dan menempel, terutama yang menempel di kompor dan bagian dalam oven, kamu bisa menyemprotkan cuka putih. Agar lebih aman saat membersihkannya, kamu bisa menggunakan botol semprotan.

Tunggu hingga cuka meresap selama kurang lebih lima menit. Asam dalam cuka akan membantu melarutkan dan melunakkan bagian yang keras (kebanyakan merupakan campuran makanan dan minyak), sehingga lebih mudah untuk digosok dengan spons lembut.

2. Tepung

Tepung adalah salah satu bahan yang teksturnya cukup padat. Tepung juga merupakan bahan yang mudah ditemukan. Bahkan tidak jarang bahan makanan satu ini selalu dibeli untuk persediaan karena serba guna, salah satunya untuk membersihkan noda minyak.

Caranya mudah, kamu tinggal taburkan tepung pada noda minyak kemudian diamkan tepung selama beberapa menit untuk menyerap minyak. Setelah itu kamu dapat membersihkannya.

Cara ini efektif untuk noda minyak basah. Selain itu, gunakan tepung terigu secukupnya agar dan jauhkan dari angin atau alat elektronik seperti kipas angin. Sebab, jika tepung terigu terkena angin, justru akan tambah membuat dapur kotor.

3. Garam dan Alkohol

Noda minyak mengenai celemek, karpet, atau kain di dapur? Jika noda minyak mengenai bahan tekstil, jangan langsung masukkan ke mesin cuci karena terkadang belum tentu noda minyak tersebut hilang.

Kamu perlu mengoleskan garam dan alkohol di atas kain yang terkena noda minyak tersebut. Takarannya, campurkan satu sendok garam dan empat sendok alkohol.

Masukkan area yang terkena noda ke dalam larutan tersebut. Tunggu hingga noda hilang dan larutan mengering.

4. Air dan Soda Kue

Bahan alami lainnya yang ampuh bersihkan noda minyak di dapur adalah soda kue atau baking soda yang dicampurkan ke air. Soda kue membantu molekul air dapat menangkap noda minyak yang menempel pada berbagai permukaan.

Soda kue bersifat basa, sehingga dapat melarutkan minyak dan lemak dengan baik. Bahan ini mampu menghilangkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

Campurkan 3 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Celupkan spons ke dalam larutan tersebut dan usap noda minyak yang mengenai permukaan di dapur seperti meja dapur, kompor, dan bahkan panci dan wajan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah


Jakarta

Kucing liar sering kali datang ke rumah karena mencari makanan, tempat berteduh, atau sekadar merasa nyaman di lingkungan sekitar. Meskipun sebagian orang menyukai kehadiran kucing, tidak sedikit yang merasa terganggu.

Kucing liar yang datang kerap merusak tanaman, meninggalkan kotoran, atau mengacak-acak tempat sampah. Jika dibiarkan, kucing-kucing ini bisa terus kembali dan bahkan mengajak kucing lain untuk datang.

Untuk mengatasi masalah ini, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kucing tanpa harus menyakitinya. Rumah pun tetap bersih dan bebas dari kehadiran kucing liar.


Kenapa Kucing Liar Terus Datang ke Rumah?

Sebelum mencari cara mengusirnya, kita perlu tahu penyebab kucing liar terus datang menghampiri rumahmu. Dalam laman Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan.

Kucing liar sering datang ke rumah karena beberapa alasan utama, terutama terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman. Mereka selalu mencari tempat yang aman untuk tinggal di mana ada sumber makanan yang dapat diandalkan.

Salah satu alasan paling umum adalah ketersediaan makanan. Jika ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan kucing, mereka akan terus datang ke tempat itu. Kucing memiliki penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

Selain makanan, kucing liar juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Area yang sepi seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah

Sebelum kamu menggunakan beragam cara untuk mengusirnya, pastikan dulu rumahmu tidak menjadi ‘tempat terbaik’ untuk kucing liar. Biasanya, kalau rumahmu tidak menjadi penyedia makanan atau tempat tinggal yang nyaman, kucing akan enggan datang lagi.

Namun, ada beberapa cara mengusir kucing liar agar tidak kembali lagi ke rumah. Berikut dirangkum dari laman The Spruce dan Pets Stack Exchange:

1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

Kucing liar cenderung datang ke tempat yang menyediakan makanan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membersihkan sisa makanan serta menutup tempat sampah dengan rapat agar sulit untuk dijangkau mereka. Sebisa mungkin, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing dan hewan liar lainnya.

2. Pastikan Tak Ada yang Memberi Makan di Area Rumahmu

Kucing cenderung kembali ke suatu tempat jika mereka tahu ada makanan yang tersedia. Jika ingin mencegah mereka sering datang, hindari memberi makan atau menyediakan air di area tertentu. Cara ini juga efektif untuk mengusir kucing liar agar tidak kembali ke rumah.

3. Semprotkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

Salah satu cara menghalau kucing adalah dengan memanfaatkan aroma yang mereka tidak sukai. Kucing cenderung menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, dan eucalyptus.

Karena bau-bauan tersebut dapat memudar seiring waktu, pastikan untuk mengaplikasikannya kembali secara rutin, terutama di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

4. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

Cangkang telur yang dihancurkan menjadi potongan kecil bisa digunakan untuk mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah. Permukaannya yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Sebarkan cangkang telur secukupnya sesuai luas area yang ingin dilindungi.

5. Semprotkan Larutan Cuka

Cuka memiliki bau yang sangat menyengat, bahkan bagi manusia. Aroma asam ini jauh lebih mengganggu bagi kucing, sehingga dapat digunakan untuk mengusir mereka. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan ini ke area yang sering didatangi kucing untuk membuat mereka enggan kembali.

6. Taburkan Serbuk Kopi

Bubuk kopi bisa menjadi pengusir alami bagi kucing liar karena aromanya yang kuat dapat mengganggu penciuman mereka. Cukup taburkan bubuk kopi di area yang sering didatangi kucing. Selain itu, bubuk kopi juga aman bagi tanaman, meskipun bisa meningkatkan keasaman tanah.

7. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

Beberapa tanaman memiliki aroma yang kurang disukai kucing, seperti lavender, rosemary, dan mint. Kamu bisa menanamnya di pekarangan rumah untuk mencegah kedatangan kucing liar. Meskipun baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

Selain itu, kamu bisa menanam tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun. Tanaman ini memiliki bau yang tajam dan rasa pahit, sehingga bisa membuat kucing enggan mendekat.

8. Gunakan Penyemprot Air Otomatis

Alat penyemprot air otomatis bisa menjadi solusi efektif untuk menghalau kucing liar dari halaman rumah. Perangkat ini umumnya dilengkapi sensor inframerah yang akan mengaktifkan semprotan air ketika mendeteksi adanya gerakan. Kucing yang terkena semburan air biasanya akan terkejut dan enggan kembali ke tempat tersebut.

9. Pasang Pagar Khusus

Pagar dengan celah memungkinkan kucing untuk melewatinya dengan mudah. Namun, jika memasang pagar khusus anti-kucing, mereka akan kesulitan untuk menyeberang. Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk.

Bisa juga dengan letakkan kawat ayam berukuran kecil di bawah permukaan tanah, atau gunakan material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Selain kawat ayam, kamu juga bisa membalik karpet plastik yang kasar, sebagai alternatif.

10. Letakkan Tusuk Gigi di Halaman

Tusuk gigi kayu juga bisa dimanfaatkan untuk menghalau kucing liar. Caranya bukan dengan menusukkan ke tubuh mereka, melainkan dengan menancapkannya di tanah di area yang sering dikunjungi kucing.

Kuncinya, jika area tersebut terasa kurang nyaman, kucing akan cenderung menghindarinya dan tidak betah berlama-lama di sana.

Itulah beberapa cara untuk mengusir kucing liar tanpa menyakiti mereka. Kamu bisa mencoba salah satu atau mengombinasikan beberapa metode agar lebih efektif.

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior buat Dinding Rumah


Jakarta

Saat mengecat dinding, kamu perlu membedakan penggunaan cat untuk interior dan eksterior rumah. Walaupun sama-sama cairan pigmen, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi dinding.

Cat interior digunakan pada bagian dalam rumah, seperti kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang agar tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

Sementara itu, cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar rumah. Cat ini lebih tahan dengan berbagai kondisi alam seperti hujan, angin, dan perubahan cuaca.


Lantas, apa saja perbedaan cat interior dan eksterior? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint.

5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

Inilah perbedaan antara cat interior dan eksterior yang perlu kamu tahu agar tidak salah pakai.

1. Bahan Dasar dan Fungsinya

Cat interior dan eksterior memiliki perbedaan pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

Oleh karena itu, cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

2. Pilihan Warna dan Tekstur

Pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan matte atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

3. Teknik Pengaplikasian

Cara mengaplikasikan kedua jenis cat tersebut juga berbeda. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

4. Proses Pengeringan

Selanjutnya, jangka waktu untuk proses pengeringan kedua cat tersebut pun berbeda. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

5. Harga

Harga cat eksterior biasanya lebih mahal dibandingkan cat interior. Sebab, cat eksterior mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

Itulah perbedaan cat interior dan eksterior buat dinding rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Alasan Katak Sering Datang ke Rumah dan Cara Mengusirnya



Jakarta

Saat musim hujan seperti sekarang ini kodok sering muncul di pekarangan rumah. Hewan amfibi ini memang tidak berbahaya, tapi sebagian orang mungkin takut terhadapnya.

Ada Beberapa cara ampuh untuk mengusir kodok dari rumah. Tapi sebelum itu, perlu diketahui juga penyebab mengapa kodok datang ke halaman rumahmu. Berikut penjelasannya.

Penyebab Katak Muncul di Halaman Rumah

Mengutip dari KliknClean, katak bisa muncul di halaman atau kebun disebabkan suatu hal yang menarik perhatiannya. Bisa jadi rumah kamu mempunyai kolam atau dekat dengan kebun yang mungkin jadi sumber makanan. Berikut beberapa penyebab lainnya mengapa katak masuk ke halaman rumah.


1. Keberadaan Air

Katak tergolong sebagai hewan amfibi, mereka lebih suka tinggal di dekat sumber air. Sumber air di properti kamu seperti kolam renang ataupun kolam ikan dapat menarik perhatian katak.

2. Serangga

Penyebab munculnya katak dalam jumlah banyak adalah terdapat serangga di sekitar rumah. Misalnya, seperti lalat dan nyamuk yang menjadi sumber makanan utama mereka. Katak akan berkumpul di mana mereka mendapatkan banyak serangga untuk dimakan.

3. Lampu Taman

Mempunyai lampu di taman dapat membuat tampilan taman jadi semakin indah, tetapi ini juga menarik perhatian sejumlah serangga. Karena serangga berkumpul, katak pun akan datang untuk memangsa serangga tersebut.

Dengan demikian, semakin banyak lampu yang kamu nyalakan di malam hari pada halaman atau taman kamu, semakin besar kemungkinan akan ada pesta berkumpulnya katak dan kodok.

4. Terdapat Kolam atau Kebun

Katak adalah makhluk menyukai tempat teduh untuk berlindung. Seperti kebun atau halaman rumah yang terdapat banyak rumput liar, dedaunan, atau rumput yang cukup tinggi.

Memiliki kebun padat yang jarang dibersihkan dapat menarik perhatian serangga dan menjadi tempat tinggal baru bagi katak.

Tips Usir Katak dari Halaman Rumah

Mungkin sangat sulit untuk menyingkirkan katak atau kodok tanpa menggunakan bahan kimia. Namun, ada beberapa metode efektif untuk menghilangkan populasi yang lebih kecil. Metode ini bisa sangat ampuh diterapkan, tetapi membutuhkan kesabaran dan kerja keras. Bahan yang digunakan pun sangat murah dan jarang membahayakan katak.

1. Ampas Kopi

Kamu dapat memanfaatkan ampas kopi untuk mengusir katak. Caranya, kamu dapat menaburkan ampas kopi di area tanah kosong, contohnya kebun kamu.

Tanah yang kaya nitrat dicampurkan dengan ampas kopi, akan menghasilkan rasa tidak nyaman pada katak yang menginjaknya.

2. Cuka

Kamu dapat membuat cairan anti katak. Caranya, kamu dapat mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Kemudian semprotkan pada area yang sering dijumpai katak. Kelemahan utama dari semprotan cuka adalah tingkat keasaman tinggi yang dapat membunuh tanaman yang disemprot.

3. Air garam

Katak adalah hewan yang peka terhadap air garam. Dengan menyemprotkan sedikit air garam di sekitar area yang disukai katak. Maka akan membuat kaki katak merasakan efek seperti tersengat.

Demikian penyebab dan tips mengusir katak dari halaman rumah. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Trik Harumkan Ruangan Pakai Bahan Alami


Jakarta

Bau di ruangan tanpa sadar mengganggu penghuni rumah. Biasanya, bau ruangan disebabkan oleh debu, kotoran, sampah, sisa makanan, pakaian kotor, dan sebagainya meskipun ruangan sudah dibersihkan.

Biasanya bau akan hilang dengan cepat jika menggunakan pengharum ruangan. Ada yang bentuknya semprotan, lilin aroma terapi, hingga bentuk padat seperti kamper.

Namun, biasanya pengharum ruangan mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya bagi penghuni rumah khususnya anak kecil atau bayi. Untuk itu, solusi yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan bahan alami yang aman sebagai pengharum ruangan.


Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, berikut ini beberapa bahan alami yang berfungsi sebagai pengharum ruangan.

1. Baking Soda

Baking soda bisa digunakan sebagai pengharum ruangan dengan meletakkannya pada wadah terbuka dan simpan di ruangan yang rentan bau.

2. Essential Oil

Essential oil atau minyak esensial merupakan minyak yang terbuat dari bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, atau kayunya. Penggunaannya bisa dicampur dengan baking soda kemudian disemprot ke seluruh ruangan. Jika hanya ada essential oil, maka rebus 10-15 tetes dengan air di panci. Ketika sudah panas, maka akan menghasilkan wangi yang memenuhi seluruh ruangan.

3. Rempah-rempah

Bahan-bahan seperti kayu manis, kulit jeruk, daun pandan, buah apel, hingga batang serai dapat digunakan sebagai pengharum ruangan. Caranya adalah dengan merebus dan harumnya akan keluar.

4. Bunga

Bunga yang baru dipetik dapat menghasilkan wangi yang segar, misalnya melati. Simpan segenggam melati dalam mangkuk dan letakkan di pojok ruangan. Bunga lain yang bisa dijadikan pengharum ruangan sekaligus hiasan adalah bunga sedap malam. Masukkan beberapa batang bunga sedap malam ke dalam vas yang sudah berisi air. Wangi bunga bisa bertahan seharian. Selain melati, bunga lain adalah mawar dan kenanga.

Itulah 4 trik untuk mengharumkan ruangan pakai bahan alami. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com