Tag Archives: setan

Cara Ruqyah Rumah Agar Tidak Diganggu Jin dan Sihir


Jakarta

Ruqyah rumah dilakukan untuk mencegah atau menghilangkan gangguan jin maupun kekuatan sihir dari rumah kita. Rumah yang diganggu jin akan membuat penghuninya merasa tidak nyaman, bahkan mungkin sering mengalami hal-hal buruk.

Ruqyah rumah bisa dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Simak cara ruqyah rumah dengan Islami berikut ini, sesuai dengan penjelasan Ustadz Muhammad Zunaidi dalam program Khazanah dilihat dari channel YouTube KHAZANAH TRANS7 OFFICIAL.

Kapan Dilakukan Ruqyah Rumah?

Ustadz Muhammad Zunaidi menjelaskan ruqyah rumah harus dilakukan ketika diduga ada jin yang mengganggu di rumah kita. Jin menyebabkan ketidaknyamanan pada penghuninya.


“Ada orang yang ketika di rumah itu mencekam, sering bertengkar dengan pasangannya, anak-anak ribut semua, nangis, pokoknya nggak ada kenyamanan. Tapi begitu keluar dari rumah rasanya nyaman, tenang, senang. Jadi ada gangguan yang letaknya tidak di tubuh orang, tetapi di rumah tersebut,” kata Ustadz Zunaidi.

Ruqyah rumah juga bisa dilakukan ketika Anda sering melihat penampakan di sudut rumah, di ruang tertentu, atau di kamar-kamar tertentu. Selain itu, ruqyah dilakukan ketika diduga ada sihir yang ditempatkan di bagian rumah Anda. Sihir ini bisa membuat tubuh lemah, bahkan tak sadarkan diri.

Namun ketika rumah Anda dirasa nyaman dan tidak ada masalah, Ustadz Zunaidi menyebut tidak perlu melakukan ruqyah rumah. Cukup dengan melakukan ibadah secara rutin.

Cara Ruqyah Rumah

Lantas bagaimana cara ruqyah rumah sesuai tuntunan Islam agar tidak diganggu jin dan sihir? Ada tiga cara yang bisa dilakukan.

1. Membaca Al-Baqarah

Cara pertama adalah dengan membacakan Al-Qur’an, khususnya surat Al-Baqarah secara lengkap di dalam rumah. Hal ini sesuai tuntunan Rasulullah untuk membacakan surat ini agar jin dan setan pergi dari rumah.

Rasulullah bersabda: Jangan jadikan rumahmu kuburan. Sesungguhnya rumah yang (selalu) dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan. (HR Muslim)

“Dalam riwayat lain, jika kita bacakan Al-Baqarah, maka dalam tiga malam ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ lagi. Kalau dibacakan siang hari, maka selama siang tiga hari ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ. Jadi kita bacakan Al-Baqarah, tiga hari lagi dibacakan lagi,” kata Ustadz Zunaidi.

2. Menyemprot Air

Cara kedua adalah dengan menyemprotkan air yang sudah dibacakan ayat Al-Qur’an. Siapkan terlebih dahulu semprotan dan air. Detikers bisa menggunakan botol semprotan bekas hand sanitizer, pewangi baju, atau minyak wangi.

Air bisa disemprotkan ke seluruh rumah atau bagian rumah tertentu yang dirasa tidak nyaman. Cara ruqyah rumah dengan cara ini adalah sebagai berikut:

  • Masukkan air dalam semprotan
  • Bacakan surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
  • Setiap selesai satu bacaan surat, tiupkan pada air di dalam botol
  • Setelah selesai semua bacaan, semprotkan ke sekeliling rumah sambil membaca taawudz
  • Semprotkan ke sudut-sudut rumah, dari atas ke bawah.

3. Menghilangkan Sumber Sihir

Ruqyah rumah dilakukan dengan cara khusus jika terjadi akibat sihir. Sumber sihir harus dihilangkan agar rumah menjadi nyaman kembali.

“Misalnya ada orang yang nggak suka, maka akan mengirimkan sihir. Dia akan letakkan buhul. Buhul itu ikatan yang di dalamnya terdapat program sihir. Biasanya diletakkan di satu bagian rumah kita. Ketika benda itu masih ada kekuatannya, masih ada energinya, tidak akan hilang walaupun sudah kita lakukan ibadah dan sebagainya. Kecuali pusat gangguan itu kita hilangkan,” kata Ustadz Zunaidi.

Cara mendeteksi sumber sihir dan menghilangkannya adalah sebagai berikut:

  • Berwudhu
  • Keliling rumah pelan-pelan
  • Jika kita berdekatan dengan sumber sihir maka tiba-tiba akan terasa lemah, lemas, atau tidak sadarkan diri seperti kerasukan. Jika merasakan hal itu, maka letak buhul ada di situ
  • Bacakan Al-Baqarah di titik tersebut, atau bacakan ayat-ayat ruqyah di air kemudian semprotkan ke seluruh tempat di ruangan itu untuk menghilangkan sumber sihir.

Efek Ruqyah Rumah

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi setelah dilakukan ruqyah rumah. Jika gangguannya ringan, rumah akan menjadi lebih nyaman. Tapi jika gangguannya berat, maka bisa muncul aroma bau gosong, hingga banyak binatang mati keesokan harinya, seperti kalajengking, kelabang, tikus, kecoak, dan cicak.

Demikian tadi cara ruqyah rumah dengan Islami agar tidak diganggu jin. Jangan lupa untuk rajin beribadah di rumah agar jin tidak mau datang lagi. Wallahu a’lam.

(row/dna)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Pintu dan Jendela Harus Ditutup Saat Malam Hari? Ini Alasannya



Jakarta

Pintu dan jendela rumah biasanya sudah mulai ditutup ketika malam tiba. Hal ini dilakukan untuk mencegah nyamuk dan konon agar setan tidak bisa masuk ke dalam rumah.

Dalam ajaran agama Islam, dianjurkan saat menjelang Maghrib bagian pintu dan jendela rumah lebih baik ditutup serta mengajak anak-anak dan hewan ternak untuk tidak berkeliaran di luar. Hal ini diungkapkan di dalam Hadits dari Jabir bin Abdillah RA, yang mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda jika masuk waktu sore saat matahari tenggelam sampai Maghrib adalah waktu di mana setan berkeliaran di luar. Dengan menutup pintu dan jendela membuat setan tidak dapat masuk ke dalam rumah.

“Jika masuk awal malam – atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore – maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (HR Bukhari dan Muslim).


Mengutip dari detikHikmah, menurut tafsir dari Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam Al-Lu’lu’ wal Marjan 3, kalimat kegelapan datang dalam hadits tersebut merujuk pada waktu malam atau awal munculnya kegelapan. Demikian juga kalimat kalian berada pada petang hari artinya saat memasuki waktu sore.

Setan yang berkeliaran saat Maghrib sebenarnya tengah mencari tempat perlindungan dari setan yang lebih kuat. Saking ketakutannya mereka, kecepatan bergerak setan akan melebihi kecepatan manusia.

Imam Ibnu Abdilbarra dalam Al Istidzkar juga menambahkan alasan adanya perintah untuk menutup pintu-pintu rumah pada malam hari adalah upaya penjagaan diri dari gangguan setan dan jin. Hadits tersebut juga mengabarkan tentang nikmat Allah SWT atas hamba-hambanya dari manusia.

“Jika setan tidak diberi kekuatan untuk membuka pintu atau wadah, maka ia tidak akan mampu melakukannya. Walaupun ia diberi kekuatan yang lebih besar dari itu, yaitu menembus dan masuk dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh manusia,” sebut keterangan Imam Ibnu Abdilbarra yang diterjemahkan oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari.

Namun, apabila pada saat Maghrib ada yang bertamu atau kamu perlu keluar rumah karena ada hal yang membahayakan di dalam rumah, kamu boleh membuka pintu atau jendela rumah.

Sebagai tambahan, jika kondisi mendesak yang mengharuskan kamu membuka pintu rumah saat Maghrib, kamu bisa membaca doa meminta perlindungan Allah SWT.

“A’uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Menurut Hadist riwayat Ahmad, saat malam tiba lampu-lampu rumah sebaiknya dimatikan dan penutup makanan di meja makan juga sebaiknya ditutup.

“Tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walau hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya.” (HR Ahmad).

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Jemur Pakaian Malam Hari Bisa Ketempelan Setan?



Jakarta

Pernahkah kamu mendengar larangan menjemur pakaian di malam hari? Beberapa orang percaya jika menjemur pakaian di malam hari bisa membuat baju-baju tersebut ‘ditempeli’ setan. Adakah ilmu yang mendasari aturan ini atau apakah ini hanya tahayul orang terdahulu?

Menurut Ustad Farid Nu’man Hasan dalam agama Islam sendiri tidak ada aturan yang melarang seseorang untuk menjemur pada malam hari atau mengharuskan pakaian dijemur pada siang hari.

“Tidak ada larangan hal itu dalam Islam, baik Al Quran, As Sunnah, Ijma’, atau keterangan ulama empat mazhab. Apa yang tersebar di medsos bahwa itu menjadi tempatnya syetan adalah khurafat dan tahayul, tidak ada dasar sama sekali,” ungkap Ustad Farid kepada detikcom beberapa waktu lalu.


Begitu pula dengan anggapan menjemur pakaian di malam hari dapat ‘ketempelan’ setan atau hantu, ia menyebut hal tersebut sebagai tahayul dan tidak ada dasarnya.

Menjemur pakaian biasanya memang di siang hari karena matahari masih bersinar sehingga pakaian bisa kering lebih cepat. Sementara saat malam hari proses pengeringan tidak akan secepat pada siang hari karena udaranya tidak sepanas itu. Pada malam hari biasanya anginnya lebih cepat sehingga bisa sedikit membantu pengeringan pakaian. Namun, tidak benar-benar kering melainkan menjadi lembap. Tempat yang lembap memberikan peluang untuk jamur tumbuh di pakaian sehingga membuat bau tak sedap seperti bau apek.

Ada pun, menurut Syaikh Shalih al Munajjid menyebut keyakinan seperti ini sebagai perbuatan yang salah.

وإنما هي دعوى باطلة ، وخرافة كالتي تنتشر بين الناس

Artinya: Itu adalah klaim batil dan khurafat yang tersebar di antara manusia. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 212916)

Ia menyampaikan dalam Islam menekankan untuk menjaga kebersihan dan keindahan. Hal tersebut tidak ada hubungannya dengan hantu atau setan, melainkan menjaga kebersihan dan keindahan baik untuk manusia. Keyakinan seperti itu tidak benar dan tidak berdasar menurut Islam sehingga tidak perlu dipercaya apalagi diterapkan.

“Namun jika alasannya adalah kebersihan dan kesehatan memang sebaiknya tidak menggantungkan pakaian di dinding rumah. Jika kotor maka taruh di tempat khusus pakaian kotor, jika bersih letakkan di lemari pakaian,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Mudah Usir Kelabang Beserta Doa Minta Perlindungan dari Hewan Melata



Jakarta

Kelabang merupakan hewan melata yang bentuknya kecil, panjang, dan memiliki banyak kaki. Hewan kecil ini menyukai tempat yang lembap.

Keberadaan kelabang terkadang jarang disadari karena gerakannya yang cepat dan tubuhnya yang kecil. Beberapa kejadian mereka bisa mendekati manusia. Jika mereka merasa terancam, kelabang bisa menggigit.

Dalam Islam terdapat doa untuk melindungi manusia dari bahaya hewan melata seperti kelabang ini. Berikut doanya.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Arab latin: A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.”

Ada pula doa lain yang bisa dibaca untuk meminta perlindungan dari dampak buruk kelabang.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Arab latin: A’udzu bikalimatillahit tammaati min syarri maa kholaq

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.”

Cara Mengusir Kelabang

Selain berdoa, Islam juga mengajarkan manusia untuk berikhtiar atau berusaha dengan cara mencegah kelabang masuk ke rumah. Dilansir Forbes Home, berikut cara beserta bahan yang bisa digunakan untuk mengusir kelabang.

1. Tutup Retakan

Tubuhnya yang kecil, mempermudah kelabang masuk melalui celah kecil. Apabila ada retakan di rumah dan kamu sempat melihat ada kelabang yang masuk lewat sana, tutup retakan tersebut agar mereka tidak memiliki akses masuk lagi.

2. Gunakan Kapur Barus

Kapur barus biasa digunakan untuk mengusir munculnya serangga dan hama. Sebab, di dalamnya mengandung zat kimia seperti naftalena dan paradiklorobenzena yang baunya tidak disukai oleh serangga.

3. Gunakan Daun Pandan

Bau lainnya yang tidak disukai serangga adalah aroma daun pandan. Cara menggunakannya dengan mengiris tipis daun pandan, lalu letakkan di beberapa sudut rumah.

4. Semprotkan Cuka

Bau cuka yang menyengat juga tidak disukai oleh kelabang. Cara menggunakannya bisa dengan menyemprotkan cairan ke kelabang.

Itulah doa dan cara mengusir kelabang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Setan Ogah Masuk ke Rumah Jika Penghuninya Amalkan 3 Hal Ini


Jakarta

Setan adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang juga musuh bagi umat Muslim. Setan sering digambarkan sebagai makhluk yang kerap menggoda keimanan manusia untuk melakukan hal yang dilarang oleh Allah dan perbuatan lalai lainnya.

Umat Muslim diajarkan setiap kegiatan harus meminta perlindungan Allah SWT terhadap godaan setan. Caranya juga sederhana, salah satunya adalah dengan mengucapkan basmallah.

Hal ini bisa dipraktekkan di rumah, dalam kegiatan sehari-hari agar bukan hanya diri yang terlindungi dari setan, tetapi tempat tinggal kita juga senantiasa menjadi tempat yang aman dari gangguan setan.


Melansir dari laman Almanhaj, berikut beberapa anjuran yang bisa dilakukan di rumah agar rumah lebih terasa tentram dan tidak menjadi tempat tinggal setan.

1. Ucapkan Basmallah saat Masuk Rumah

Sebelum memulai kegiatan, dianjurkan seorang Muslim untuk mengucapkan basmallah. Salah satunya ketika memasuki rumah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang tertuang dalam HR. Muslim, XIII/190 No. 5230 dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu.

Hadits itu menjelaskan tentang seseorang yang memasuki rumahnya dan berdzikir kepada Allah dengan membaca basmallah tatkala masuk dan makan. Maka setan akan berkata kepada kawan-kawannya tidak ada tempat menginap dan makan malam.

Sebaliknya, bila tidak membaca basmallah, setan akan berkata kepada kawan-kawannya ada tempat menginap dan makan malam.

2. Mengucapkan Salam Sebelum Masuk Rumah

Saat masuk ke rumah jangan lupa untuk mengucapkan salam, meskipun di rumah tersebut tidak ada orang. Rasulullah SAW menyampaikan satu dari tiga orang yang dijaga oleh Allah antara lain orang yang memasuki rumah dengan mengucapkan salah berdasarkan HR. Abu Dawud.

Anjuran ini juga tertuang dalam Surat An Nur Ayat 61, Allah berfirman:

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

Artinya: “Apabila kalian memasuki rumah-rumah hendaklah kalian memberi salam kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.”

Apabila rumah dalam keadaan tidak ada orang di dalamnya, maka salam yang diucapkan sebagai berikut menurut Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma:

السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

Bacaan latin: “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”

Artinya: “Salam sejahtera atas kami dan para hamba Allah yang shalih.”

3. Membaca Al-Qur’an

Seorang Muslim diwajibkan untuk senantiasa membaca Al-Quran apabila tidak ada halangan. Al-Quran tidak hanya dapat menenangkan jiwa dan menjadi petunjuk, melainkan juga dapat menghidupkan rumah dan mengisinya dengan malaikat. Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian jadikan rumah kalian (seperti) kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

“Sesungguhnya Allah telah menulis kitab dua ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Dia turunkan darinya dua ayat yang dijadikan sebagai penutup Surat Al-Baqarah. Tidaklah dibaca di suatu rumah selama tiga malam melainkan syaitan tidak akan mendekatinya.” (HR. At-Tirmidzi).

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Alasan Umat Muslim Dianjurkan Tutup Pintu dan Jendela Saat Maghrib



Jakarta

Umat muslim dianjurkan untuk menutup pintu dan jendela rumah saat menjelang Maghrib. Anak-anak dan hewan ternak juga dianjurkan untuk tidak berkeliaran di luar. Lalu apa alasannya?

Anjuran tersebut tertuang dalam Hadits dari Jabir bin Abdillah RA, yang mengatakan Rasulullah SAW bersabda jika masuk waktu sore saat matahari tenggelam sampai Maghrib adalah waktu di mana setan berkeliaran di luar. Dengan menutup pintu dan jendela membuat setan tidak dapat masuk ke dalam rumah.

“Jika masuk awal malam – atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore – maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (HR Bukhari dan Muslim).


Menurut tafsir dari Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam Al-Lu’lu’ wal Marjan 3 seperti yang dikutip dari detikHikmah, kalimat kegelapan datang di hadits tersebut merujuk pada waktu malam atau awal munculnya kegelapan. Kalimat kalian berada pada petang hari juga artinya saat memasuki waktu sore.

Setan yang berkeliaran saat Maghrib sebenarnya tengah mencari tempat perlindungan dari setan yang lebih kuat. Saking ketakutannya mereka, kecepatan bergerak setan akan melebihi kecepatan manusia.

Imam Ibnu Abdilbarra dalam Al Istidzkar juga menambahkan alasan adanya perintah untuk menutup pintu-pintu rumah pada malam hari adalah upaya penjagaan diri dari gangguan setan dan jin. Hadits tersebut juga mengabarkan tentang nikmat Allah SWT atas hamba-hambanya dari manusia.

“Jika setan tidak diberi kekuatan untuk membuka pintu atau wadah, maka ia tidak akan mampu melakukannya. Walaupun ia diberi kekuatan yang lebih besar dari itu, yaitu menembus dan masuk dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh manusia,” sebut keterangan Imam Ibnu Abdilbarra yang diterjemahkan oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari.

Namun, apabila pada saat Maghrib ada yang bertamu atau kamu perlu keluar rumah karena ada hal yang membahayakan di dalam rumah, kamu boleh membuka pintu atau jendela rumah.

Sebagai tambahan, jika kondisi mendesak yang mengharuskan kamu membuka pintu rumah saat Maghrib, kamu bisa membaca doa meminta perlindungan Allah SWT.

“A’uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Ternyata selain pintu rumah dan jendela, menurut Hadist riwayat Ahmad saat malam tiba lampu-lampu rumah sebaiknya dimatikan dan penutup makanan di meja makan juga sebaiknya ditutup.

“Tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walau hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya.” (HR Ahmad).

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Mitos Angkat Jemuran di Malam Hari Cegah Baju Ditempeli Setan, Benarkah?


Jakarta

Agar pakaian yang dicuci cepat kering, biasanya akan dijemur saat pagi atau menjelang siang hari. Di waktu tersebut, sinar matahari sedang terik sehingga dapat membantu mengeringkan pakaian lebih cepat sekaligus membunuh kuman dan bakteri.

Namun, masih ada beberapa orang yang menjemur pakaian di malam hari. Sebenarnya, cara ini tidak dianjurkan karena udara malam dapat memperlambat proses pengeringan pakaian.

Selain itu, apabila udara malam yang dingin bertemu dengan kain atau pakaian yang masih basah, maka akan mengakibatkan jamur lebih cepat tumbuh. Alhasil, pakaian kesayangan detikers cepat rusak sekaligus tak baik untuk kesehatan.


Lalu, ada juga mitos di masyarakat yang menyebut bahwa menjemur pakaian di malam hari akan mengundang setan atau pakaian kita akan “ditempeli” makhluk halus. Sebagian ada yang tidak percaya, tapi beberapa orang meyakini hal itu.

Lantas, benarkah mitos yang beredar tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Mitos Menjemur Pakaian di Malam Hari Akan Ditempeli Setan

Ustaz Farid Nu’man Hasan menanggapi mitos tentang menjemur pakaian di malam hari dapat mengundang setan. Menurutnya, dalam ajaran Islam tidak ada aturan atau larangan mengenai menjemur baju saat malam hari.

Lalu, Ustaz Farid menegaskan bahwa pendapat tentang menjemur baju di malam hari akan membuat baju ditempeli setan hanyalah tahayul, sehingga tidak benar adanya.

“Tidak ada larangan hal itu dalam Islam, baik Al Quran, As Sunnah, Ijma’, atau keterangan ulama empat mazhab. Apa yang tersebar di medsos bahwa itu menjadi tempatnya syetan adalah khurafat dan tahayul, tidak ada dasar sama sekali,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Mengutip catatan detikProperti, Syaikh Shalih al Munajjid mengomentari keyakinan tersebut dengan perkataan sebagai berikut:

وإنما هي دعوى باطلة ، وخرافة كالتي تنتشر بين الناس

Artinya: Itu adalah klaim batil dan khurafat yang tersebar di antara manusia. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 212916)

Jadi, tidak ada kaitannya apabila menjemur baju di malam hari maka pakaian akan ditempeli atau diganggu oleh setan. Semua mitos tersebut tidak benar dan tidak berdasar menurut Islam.

Di sisi lain, Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga kebersihan diri, terutama pakaian yang dikenakan. Dianjurkan agar mencuci pakaian hingga bersih dan wangi, sehingga nyaman saat dikenakan dan tidak mengeluarkan bau tak sedap.

Mengenai pakaian bersih dan wangi, Ustad Farid menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggantung pakaian di dinding rumah. Sebab, dinding merupakan tempat yang kotor, sehingga berisiko menyebabkan pakaian yang bersih menjadi kotor lagi sekaligus membahayakan kesehatan.

“Namun jika alasannya adalah kebersihan dan kesehatan memang sebaiknya tidak menggantungkan pakaian di dinding rumah. Jika kotor maka taruh di tempat khusus pakaian kotor, jika bersih letakkan di lemari pakaian,” tutur Ustadz Farid.

Demikian penjelasan soal mitos menjemur pakaian di malam hari dapat ditempeli oleh setan. Semoga bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Tak Hanya Toilet, Ini yang Tidak Dianjurkan Dalam Menata Kamar Menurut Islam



Jakarta

Kamar tidur merupakan salah satu area di rumah yang bersifat sangat privasi. Hal ini sebab banyak aktivitas pribadi yang dilakukan oleh pemilik rumah di kamar. Oleh karena itu, merancang kamar tidur tidak boleh sembarangan dan bagi umat muslim dapat merujuk pada anjuran Islam.

Salah satu hal yang harus dihindari adalah adanya toilet di kamar tidur. Berdasarkan jurnal ilmiah berjudul “Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout” yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, toilet seharusnya dipisah dari kamar tidur karena dalam Islam toilet adalah tempat favorit bagi setan. Sebaiknya, toilet memiliki ruangan tersendiri.

Selain toilet, hal lain yang juga dianjurkan Islam dalam mendesain kamar tidur adalah sebaiknya posisikan kasur agar ketika seseorang tidur, kakinya tidak menghadap ke arah kiblat atau ke arah barat. Sebab, Nabi Muhammad SAW mengatakan posisi itu seperti orang yang sudah meninggal. Seseorang juga dianjurkan posisi tidur miring ke kanan. Hal ini untuk memberikan tekanan lebih kecil pada jantung. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan posisi kasur.


Kamar tidur yang baik juga harus memperhatikan privasi penghuni rumah, apalagi wanita. Maka, perhatikan posisi kamar tidur dengan posisi ruangan lainnya. Hindari kamar tidur wanita berdekatan dengan area yang mudah terlihat dari pandangan orang lain.

Masih berkaitan dengan privasi kamar tidur, khususnya wanita. Hindari memposisikan pintu kamar berhadapan langsung dengan tangga baik itu kamar tidur yang berada di lantai dasar maupun kamar tidur yang berada di lantai atas. Hal ini karena tangga dapat langsung mengarahkan seseorang pada pintu kamar yang menyebabkan terganggunya privasi.

Oleh karena itu, perhatikan kembali posisi dan tata letak kamar tidur di rumah agar sesuai dengan anjuran Islam. Semoga bermanfaat

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Destinasi Wisata Horor buat Habiskan Weekend



Jakarta

Destinasi tak hanya soal yang cantik-cantik. Beberapa lokasi ini menawarkan suasana horor pada waktu yang tepat.

Film horor masih merupakan genre tontonan yang jadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Selain jalan cerita dan aktor serta aktris yang banyak disukai, tak sedikit set syuting dalam film-film horor yang menjadi daya tarik wisata untuk dikunjungi.

Cerita-cerita rakyat mengenai misteri di suatu daerah juga banyak bikin masyarakat tanah air penasaran untuk mengetahui lebih lanjut.


Tak jarang dari cerita-cerita misteri itu, diubah menjadi film yang menarik bagi penonton yang memang senang ditakut-takuti. Lokasi-lokasi syutingnya pun turut menjadi daya tarik untuk didatangi.

Dari film Pengabdi Setan hingga KKN Desa Penari, berikut 5 destinasi wisata yang juga merupakan lokasi syuting film horor terkenal Indonesia, seperti dirangkum situs Kemenparekraf. Berani coba berkunjung?

1. Rumah Pengabdi Setan

Masih ingat dengan tokoh Ibu dalam keluarga Rini di film garapan Joko Anwar ini? Dalam seri pertamanya, film Pengabdi Setan (2017) melakukan syuting di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.

Bangunan yang paling ikonik dalam film ini adalah rumah yang ditinggali oleh keluarga Rini, yang beralamat lengkap di Kawasan PTPN VIII, Kampung Kertamanah.

Rumah tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat, terkhusus bagi mereka yang telah menonton film horor populer itu.

Ada dua rumah yang digunakan dalam film Pengabdi Setan, satu rumah masih ditempati sehingga tidak boleh dimasuki. Meski begitu, pengunjung masih diperbolehkan berfoto di depannya.

Sedangkan satu rumah lainnya dibiarkan kosong dan terbuka untuk umum. Sebuah poster besar bertuliskan Pengabdi Setan dan tokoh hantu Ibu dipajang di halaman rumah.

Jika tertarik berkunjung, kamu cukup membayar tarif seharga Rp10 ribu.

2. Hutan Pinus Mangunan

Masih ingat dengan film hits pada masanya, KKN Desa Penari (2022)? Ternyata, salah satu set yang dipilih menjadi lokasi syuting film horor tersebut adalah Hutan Pinus Mangunan yang terletak di Bantul, Yogyakarta.

Walaupun dijadikan lokasi syuting film horor, hutan ini sebenarnya jauh dari kesan mistis lho! Tempat tersebut dijadikan sebagai destinasi wisata karena vibes-nya seperti ada di luar negeri.

Selain itu, hutan pinus ini sering dijadikan venue konser penyanyi ibu kota, salah satunya Tulus.

3. Waduk Sermo

Terletak di Kulonprogo, waduk ini memiliki sejuta keindahan yang memikat, sekaligus menyimpan misteri dan kesan horor yang juga cukup kuat sehingga dijadikan lokasi syuting film horor Jailangkung: Sandekala (2022) karya Kimo Stamboel.

Jailangkung: Sandekala mengangkat kisah mengenai kepercayaan masyarakat setempat, bahwa saat memasuki waktu maghrib atau ketika matahari tenggelam, orang-orang dilarang keluar rumah.

Waduk Sermo menjadi lokasi syuting saat scene sebuah keluarga dalam film tersebut mengalami musibah di sebuah danau.

Selain memiliki daya tarik karena dijadikan lokasi syuting film horor, tempat ini juga asyik untuk dijadikan lokasi berkemah dengan keluarga atau teman-teman.

4. Karacak Valley

Terletak di Garut, Jawa Barat, Karacak Valley merupakan destinasi wisata alam yang pernah dijadikan lokasi syuting film horor berjudul Rasuk (2018).

Meski terlihat mistis dan sangat menyeramkan dalam film, sebenarnya tempat wisata alam ini sangat indah dan asri lho, serta sering dijadikan lokasi berkemah karena menawarkan pemandangan indah hutan pinus yang khas.

Karacak Valley masuk dalam film ketika scene pemeran bernama Langgir Janaka beserta ketiga sahabatnya harus berjalan kaki karena mobil yang ditumpangi tidak bisa lewat akibat jalanan rusak.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke sana, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun dengan angkutan umum seperti angkot maupun ojek motor.

5. Taman Watu Kandang

Berlokasi di Trenggalek, Jawa Timur, tempat ini pernah menjadi lokasi syuting Sinden Gaib (2024). Film ini diangkat dari kisah nyata dari Kabupaten Trenggalek, tepatnya dari Desa Pandean, Kecamatan Dongko.

Sehingga Taman Watu Kandang yang terletak di sana juga menjadi lokasi syuting karena mengambil tempat yang sama seperti cerita.

Ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di sana selain menikmati keindahan alamnya, yakni river tubing hingga menjelajah desa.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Omah Dhemit di Klaten: Dikenal Angker-Banyak Kejadian Aneh



Klaten

Di Klaten, ada sebuah bangunan kuno yang dikenal sebagai Omah Dhemit oleh warga setempat. Bangunan itu dikenal angker dan banyak kejadian di luar nalar.

Lokasi Omah Dhemit itu diketahui berada di dusun Mojo Pereng, desa Krakitan, kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, Omah Dhemit berarti Rumah Setan.

Bangunan itu mendapat julukan yang seram karena letaknya memang tidak lazim. Omah Dhemit bukan rumah di perkampungan pada umumnya.


Bangunan kecil yang berukuran hanya sekitar 3×3 meter itu berdiri di atas batu kapur yang menjulang tinggi. Batu kapur putih itu tingginya sekitar 30-40 meter dari permukaan tanah.

Letak bangunan yang berada di atas ketinggian membuat omah dhemit terlihat jelas dari kejauhan, baik dari jalan raya ke arah Rawa Jombor maupun dari desa sekitar.

Di kanan kiri bukit adalah jurang menganga dan tidak ada tangga menuju ke puncaknya. Di sisi selatan sekitar 10 meter terdapat perbukitan kapur yang dulu menjadi objek wisata Bukit Patrum.

Jika dari kejauhan, sekilas omah dhemit dan bukit Patrum terlihat seperti kura-kura dengan kepala mendongak. Bukit Patrum sebagai tubuh kura-kura, sedangkan omah dhemit seperti kepalanya.

Penampakan bangunan bersejarah Omah Demit di Krakitan, Klaten, Rabu (26/3/2025).Penampakan bangunan bersejarah Omah Demit di Klaten Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Karena letaknya dikelilingi rimbun pepohonan, dari kejauhan Omah Dhemit terkesan mistis dan menyeramkan. Namun benarkah banyak dhemit di bangunan itu?

“Karena letaknya begitu diarani akeh dhemite (disangka banyak hantunya), yang viral juga nyebut omah dhemit. Yang di sini padahal biasa saja,” ungkap warga yang tinggal di dekat omah dhemit, Saiman Hartono (55).

Diceritakan Saiman, omah dhemit itu sebenarnya bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda. Pada waktu itu fungsinya digunakan untuk gudang dinamit. Dinamit itu bahan peledak yang digunakan untuk tambang batu kapur.

“Itu rumah kan gudang dinamit, maka bukit di sebelahnya disebut bukit Patrum (dinamit/peledak) untuk nambang batu kapur. Batu kapur itu dibawa ke PG Gondang,” tutur Saiman.

Dulu, kata Saiman, di sekitar bukit ada rel lori kereta yang digunakan untuk mengangkut batu kapur ke PG Gondang (di Kecamatan Kebonarum berdiri 1860). Pengambilan batu kapur sampai tahun 1995.

“Tahun 1995 batu kapur mulai berhenti diambil, sempat untuk tambang batu gamping (bahan bangunan). Sejak dulu bentuk Omah Dhemit ya begitu, bukan dibuat-buat, kawit mbah (sejak nenek) saya juga begitu,” terang Saiman.

Konon, sebut Saiman, ada cerita ada orang yang mau merobohkan omah dhemit tapi tidak bisa. Untuk naik ke omah demit tidak ada akses berupa jalan atau tangga.

“Naik ke situ tidak ada tangganya, jika manjat licin. Yang pernah naik dulu karena ada pohon tinggi di dekatnya sehingga lewatnya dahan pohon,” sambung Saiman.

Rumah itu, kata Saiman, dibangun sudah konstruksi tembok dan tidak ada isinya. Dibangun tentu saat bukitnya masih utuh belum terisolasi seperti sekarang.

“Dibuatnya dulu ya mungkin saat bukitnya masih utuh, kalau sudah seperti sekarang ya tidak mungkin bisa. Mau naik saja tidak bisa, apalagi membangun, sebelum ada COVID untuk wisata ramai sekali,” imbuh Saiman.

Sugiyanto, warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes mengatakan sejak dulu disebut omah dhemit karena terkesan seram. Di lokasi banyak pohon, bukitnya terjal dan berlumut.

“Sebelum dibangun (wisata) itu jalannya sulit, lumutan, terjal, ya akhirnya disebut omah dhemit. Warga sekitar ya tahunya bukit Patrum, Patrum itu dinamit karena rumah itu dulu jaman Belanda untuk nyimpen peledak,” papar Sugiyanto.

Dulu Tambang Batu Kapur

Bukit di Omah Dhemit itu, sebut Sugiyanto, dulu tambang batu kapur Belanda untuk pabrik gula (PG). Bahkan sampai tahun 1995-2000 masih diambil.

“Sampai tahun 2000 masih diambil, tapi terus berhenti, lalu diambil untuk bahan bangunan. Sebelum COVID sempat jadi bagian desapolitan bersama desa sekitar tapi sekarang sepi,” katanya.

Terpisah, Sekdes Krakitan, Kecamatan Bayat, Warsono membenarkan Omah Dhemit itu peninggalan era kolonial Belanda tempat tambang batu kapur untuk PG. Rumah digunakan untuk penyimpanan peledak.

“Fungsinya untuk menyimpan peledak untuk tambang batu kapur untuk PG Gondang. Pernah jadi objek wisata desa yang ramai sebelum Covid,” jelas Warsono.

“Konon cerita mbah saya, di jaman dulu pernah ada orang angon (gembala) kambing hilang, dicari tidak ketemu berhari-hari. Ternyata ditemukan di rumah itu,” imbuhnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com