Tag Archives: setu babakan

Ayo Merapat! Yang Kepo Budaya Betawi, ke Setu Babakan Saja



Jakarta

Pengetahuan tentang asal muasal suatu harus diketahui, terlebih tentang identitas diri, suku, budaya, dan bangsa. Upaya untuk menjelaskan silsilah itu salah satunya melalui media hiburan dan objek wisata sebagai pengantarnya, contohnya di Perkampungan Budaya Betawi yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Berada di kawasan Setu Babakan, area ini menjadi kawasan yang sejak lama dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Agar kelestarian budaya Betawi tetap terjaga, tempat ini sekaligus menjadi sarana edukasi terkait kesejarahan Betawi.

Objek wisata Setu Babakan ditetapkan menjadi tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Dari situs resmi Setu Babakan, objek wisata ini terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dengan luas sekitar 289 hektar dan batas fisik sebelah utara berada di Jl. Mochammad Kahfi II dengan Jl. Desa Putra (Jl. H.Pangkat).


Kemudian, untuk batas timur berada di Jl. Desa Putra (Jl. H. Pangkat), Jl. Pratama (Mangga Bolong Timur), dan Jl. Lapangan Merah. Untuk batas bagian selatannya berada di batas wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Depok serta untuk batas barat ada di Jl. Mochammad Kahfi II.

Setu Babakan diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2004, revitalisasi kawasan Setu Babakan menjadi Kampung Betawi diprakarsai oleh Pemprov DKI Jakarta dan dikelola bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Untuk memudahkan pengunjung dalam memahami budaya dan sejarah Betawi, kawasan objek wisata ini dibagi menjadi lima zona. Pertama Zona Embrio, ini merupakan tempat penjelasan tentang cikal bakal PBB dan sebagai area latihan seni dan budaya.

Lalu, Zona A yang merupakan area pelestarian dan pengembangan serta tempat pagelaran seni Budaya Betawi. Zona B sebagai tempat untuk menjajal kuliner khas Betawi, Zona C merupakan area di mana terdapat replika perkampungan Betawi, dan Zona pengembangan sarana dan prasarana.

Untuk lebih jelas dan lebih mengenal sejarah dan budaya Betawi, kamu tinggal datang ke area ini dan langsung arahkan tujuan ke area museum yang terletak tidak jauh dari gerbang utama (baru). Di sana kamu nggak perlu bayar, hanya cukup registrasi.

Setelah itu, traveler bisa bertanya-tanya kepada petugas yang berada di sana atau bisa bergabung dengan kelompok atau komunitas jalan-jalan, seperti Jakarta Good Guide.

Di Setu Babakan, ada pemandu yang bertugas untuk mendampingi pengunjung mengenai keseluruhan rangkaian dan dijelaskan satu per satu terkait sejarah dan budaya Betawi. Dalam kesempatan ini, detikTravel dipandu oleh guide bernama Pampam.

Ia menjelaskan mulai dari sejarah penamaan Betawi hingga ada tanaman dan pepohonan apa saja yang berada di kawasan Setu Babakan ini.

‘Saya Anak Betawi’

Untuk sejarah penamaan Betawi pun ia menerangkan dari berbagai versi, mulai dari versi yang menyebut kalau penamaan Betawi berasal dari tanam bunga yakni Guling Betawi (Cassia glauca) dan juga versi yang menyebut asalnya imbas dari Tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740.

Pampam juga menerangkan siapa orang pertama yang pertama kali mempopulerkan kata Betawi, orang tersebut adalah Muhammad Husni Thamrin.

“Dan yang pertama kali mengatakan Betawi (dengan kalimat) ‘saya anak Betawi’ adalah M.H Thamrin ketika dalam sebuah sidang Volksraad di (gedung) Dewan Kota Hindia-Belanda yang sekarang tempatnya menjadi Gedung Pancasila,” kata Pampam.

Setelah asyik dengan penjelasan terkait sejarah Betawi, sesekali ia memberikan pertanyaan tentang pepohonan yang ada di area taman. Di kawasan tersebut terdapat beberapa pohon yang sudah asing terlihat, seperti pohon kemang, jamblang putih, dan pohon buah kecapi.

Di area dalam museum juga dipadati oleh anak-anak sekolah yang tengah berkunjung ke sini. Sehabis diajak mengenal sejarah, budaya, dan rumah adat Betawi, Pampam mengajak peserta walking tour untuk menuju area kuliner khas Betawi.

Di sana terdapat beberapa makanan seperti es selendang mayang, gado-gado, laksa, hingga kerak telor. Untuk harga yang ditawarkan oleh pedagangnya pun masih ramah di kantong. Satu es selendang mayang hanya dihargai Rp 10.000, cukup pas untuk meredakan panas Jakarta di siang hari.

Dilanjut dengan berjalan di perkampungan belakang kawasan ini, masih terdapat banyak rumah-rumah yang tidak melupakan ciri khas Rumah Betawi. Di perkampungan ini juga terdapat sentra pembuatan ondel-ondel, dan juga makanan Dodol Betawi.

Salah satu Dodol Betawi yang sudah kesohor adalah Dodol Betawi Nyak Mai, yang telah berdiri sejak lama. Kini usaha Dodol Betawi ini diteruskan oleh anak bungsu Nyak Mai yaitu Ibu Juwani. Dan, untuk penghujung rute Setu Babakan ini tentunya adalah danau.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Setu Babakan, Dapurnya Budaya Betawi


Jakarta

Jakarta memiliki berbagai tempat wisata yang menarik, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, sampai wisata budaya. Bagi orang-orang Jakarta, wisata budaya bermanfaat untuk mengenal lebih dalam mengenai budaya sendiri. Sementara bagi pengunjung dari luar Jakarta, wisata budaya akan memperluas wawasan mengenai kekayaan budaya yang ada di Indonesia.

Salah satu tempat berwisata budaya di Jakarta adalah Setu Babakan, perkampungan budaya Betawi yang berlokasi di Jakarta Selatan. Mengutip situs resminya, Setu Babakan meliputi seluruh hasil gagasan dan karya fisik maupun non fisik budaya Betawi, seperti kesenian, adat istiadat, folk lore, sastra, kuliner, pakaian, serta arsitektur yang bercirikan ke-Betawian.

Sebagai tambahan, mengutip Dinas Kebudayaan Jakarta, suku Betawi merupakan etnis asli dari penduduk kota Jakarta. Dengan mengunjungi Setu Babakan, pengunjung dari dalam maupun luar Jakarta bisa mengapresiasi nilai historis terkait tradisi Betawi yang meliputi keagamaan, kebudayaan dan kesenian etnis asli Jakarta ini.


Penasaran dengan Setu Babakan yang dijuluki dapurnya budaya Betawi? Simak di artikel ini.

Sejarah Setu Babakan

Ide dan keinginan untuk membangun pusat kebudayaan Betawi sudah tercetus sejak tahun 1990-an. Pada tahun 1998, Bamus Betawi (Badan Musyawarah Masyarakat Betawi) mengajukan proposal tentang “Pembangunan Perkampungan Budaya Betawi” dengan alternatif lokasi Setu Babakan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pada tahun 2000, Gubernur Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 92 Tahun 2000 tentang Penataan Lingkungan Perkampungan Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Berdasarkan SK tersebut, mulailah dibangun embrio Perkampungan Budaya Betawi pada tanggal 15 September 2000.

Seiring berjalannya waktu, lokasi ini diperkuat dengan lahirnya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penetapan Perkampungan Budaya Betawi.

Perkampungan Budaya Betawi dibuat bukan semata-mata untuk tujuan wisata. Tujuan pembentukan Perkampungan Budaya Betawi ini lebih kepada pelestarian, pengembangan dan penataan budaya Betawi.

Daya Tarik Setu Babakan

Kampung Budaya Betawi Setu BabakanFoto: Kemenparekraf

Dengan luas daerah sekitar 289 hektar, apa saja yang dapat dijumpai di Setu Babakan?

1. Wisata Budaya

Wisatawan dapat menjumpai aktivitas keseharian masyarakat Betawi, seperti latihan pukul (pencak silat), ngederes, aqiqah, injek tanah, ngarak penganten sunat, memancing, budidaya ikan tawar, berkebun, dan berdagang.

2. Wisata Kuliner

Pengunjung juga dapat melihat kegiatan memasak makanan khas Betawi, antara lain sayur asem, sayur lodeh, soto mie, soto betawi, ikan pecak, gabus pucung, gado-gado, laksa, toge rebus, kerak telor, bir pletok, dodol, tape uli, geplak, wajik, dan lain-lain.

3. Wisata Agro

Wisata agro adalah suatu bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata dengan tujuan rekreasi, keperluan ilmu pengetahuan, memperkaya pengalaman, dan memberikan peluang usaha di bidang perkebunan.

Di Setu Babakan, lokasi perkebunan tidak berada di area khusus, melainkan berada di pelataran dan di halaman rumah-rumah penduduk. Bila musim buah datang, ranumnya aneka buah khas Betawi dapat menggiurkan para pengunjung.

Jenis-jenis pepohonan yang bisa ditemui di Perkampungan Budaya Betawi antara lain mangga, melinjo, rambutan, jambu, kecapi, jamblang, krendang, buni, nangka, cempedak, nam-nam, jambu mede, alpukat, kwini, bacang, jengkol, pete, dan lainnya.

Sebagian buah-buahan ini sudah jarang dijumpai di pasar-pasar tradisional. Maka dengan adanya wisata agro di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, pengunjung berkesempatan melihat dan mencoba buah-buahan tersebut.

4. Wisata Air

Di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, pengunjung juga bisa berwisata air di 2 setu (danau), yaitu Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong. Wisata air yang dapat dinikmati saat ini adalah sepeda air, olahraga kano, dan memancing.

Mengunjungi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan akan memperluas wawasan mengenai kekayaan budaya Betawi. Tertarik mengunjungi dapur budaya Betawi ini? Lokasinya ada di Jalan RM. Kahfi II, RT 13/RW 8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

4 Tipe Rumah Betawi, Sudah Tahu Belum?



Jakarta

Suku Betawi ternyata mempunyai rumah adat dengan arsitektur yang khas. Tak hanya ada satu, tapi ada empat tipe yang berbeda. Seperti apa penampakannya?

Menjadi pusat pemerintahan pada zaman penjajahan Belanda membuat Kota Batavia atau Jakarta dipengaruhi berbagai budaya asing. Itu membuat Betawi, sebagai suku asli Jakarta, menjadi kaya akan budaya. Salah satunya nampak pada rumah adat.

Tak hanya satu, suku Betawi ternyata memiliki empat rumah adat dengan tipe arsitektur yang berbeda-beda. Bersama jktgoodguide yang dipandu oleh Rony, detikTravel mengulik lebih dalam empat rumah adat Betawi yang bisa ditemukan di Setu Babakan.


1. Rumah Adat Tipe Gudang

Rumah Gudang adalah tipe rumah yang biasanya ditemukan di daerah pedalaman Jakarta. Ciri khasnya berada pada bentuk fasad segi empat yang memanjang ke belakang.

Atapnya berbentuk pelana dengan struktur rangka kuda-kuda, serta memiliki prisal yang ditambahkan oleh satu elemen struktur atap yaitu jurai. Rumah adat tipe gudang ini juga memiliki sepenggal atap miring yang umumnya disebut topi/dak.

Menurut penjelasan Rony selaku guide, rumah tipe gudang biasanya memang menjadi rumah terpisah yang difungsikan sebagai gudang kala itu.

“Rumah Gudang ini memang biasanya difungsikan sebagai gudang dan biasanya bentuknya lebih memanjang,” kata Rony.

2. Rumah Adat Tipe Kebaya atau Bapang

Rumah kebaya ini adalah bentuk rumah yang telah disesuaikan dengan etnis Jawa. Rumah adat ini menjadi rumah favorit masyarakat betawi dikarenakan pembuatannya yang terkenal sederhana dengan lantai yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah.

Tujuannya agar ‘bali suji’ sebagai unsur pendukung masih dipertahankan. Rumah ini terbagi atas tiga ruangan yaitu ruang depan, tengah, dan belakang.

Struktur kuda-kuda juga ditemukan pada bagian tengah-tengah atap tersebut. Menurut Rony asal usul nama kebaya dari rumah ini adalah karena bentuk atapnya yang memiliki cekungan di salah satu sisinya.

Menurutnya ini mencerminkan lipatan kain yang ada di kebaya khas Betawi atau bak pelana yang dilipat. Kedua sisi luar rumah potongan Bapang ini dibentuk oleh terusan (sorondoy) dari atap pelana yang terletak di bagian tengah.

“Nah itu sebenernya kaya lipetan kebaya (atapnya). Makannya kenapa disebut rumah kebaya karena kalau diliat mirip lipetan kebaya,” kata Rony.

3. Rumah Adat Tipe Joglo atau Limasan

Jika mendengar kata ‘joglo’ kebanyakan orang akan langsung teringat rumah adat khas daerah yang terkenal dengan Malioboro sebagai salah satu ikonnya.

Memang benar dapat ditemukan kemiripan akan rumah ada khas Jogja dalam tipe rumah ini. Kemiripan itu terlihat pada bagian atapnya yang menyerupai atap rumah joglo yakni atap yang menjulang ke atas dan tumpul.

Rumah Adat BetawiRumah Adat Betawi (Natasha Kayla Ananta/detikTravel)

Dengan denah berbentuk bujur sangkar rumah adat ini terbagi atas tiga ruang yang sama dengan tipe rumah adat kebaya. Namun rumah tipe ini tidak memiliki pintu belakang dan kamar-kamar.

Rony menjelaskan bahwa perbedaannya antara Joglo Jawa dengan Joglo Betawi terletak pada bagian bangunannya dan tata letak bagian dalamnya.

“Tapi joglo jawa sama joglo Betawi beda di bangunannya dan bagian dalamnya,” kata Rony.

4. Rumah Pesisir/ Rumah Panggung

Sesuai namanya, rumah adat tipe panggung atau pesisir ini biasa ditemukan di daerah pesisir Jakarta. Bahan materialnya terbuat dari kayu dengan bentuk rumah yang didesain kuat dan aman dari pasang surut air laut.

Meskipun sederhana, rumah adat tipe pesisir ini memiliki ukiran-ukiran pada kayu dengan motif geometris seperti titik, segi empat, belah ketupat, lingkaran, dan segitiga. Biasanya bentuk atau motif tersebut ditemukan pada lubang angin, kusen, daun pintu, tiang dinding, jendela, dan pembatas ruang.

Rumah Adat BetawiRumah Adat Betawi (Natasha Kayla Ananta/detikTravel)

Selain itu, rumah adat Betawi juga identik dengan bagian teras yang terletak di bagian depan rumah. Teras itu diperuntukkan untuk penerimaan tamu. Karena dalam adat Betawi bahkan mengatur ketat tata cara penerimaan tamu terkhusus tamu-tamu dengan lawan jenis.

“Dan biasanya di bagian depan itu ada teras, penerimaan tamu itu diatur nggak boleh sembarangan. Biasanya rumah Betawi itu ada dua meja, jadi dipisahkan antara yang muhrim dan bukan muhrim, kalau nonton film si Doel juga keliatan kalau di bale itu buat perempuan,” kata Rony.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Gerobakan, Kini Pusat Oleh-oleh Jakarta Terlengkap



Jakarta

Oleh-oleh khas Jakarta bisa didapatkan di sini. Di Betawi Online Gallery.

Toko oleh-oleh Betawi Online Gallery berada di Jalan Setu Babakan No.41, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terdapat 650 macam oleh-oleh khas Betawi di sini. Sebanyak 50 di antaranya merupakan produksi Betawi Online Gallery.

Mulai dari boneka ondel-ondel mini berukuran 30 cm, bando, gantungan kunci, topeng, mainan kayu tradisional, hingga alat makan jadul.


Berbagai jenis makanan dan minuman khas Betawi juga bisa ditemukan di sini, seperti bir pletok, kembang goyang, biji ketapang, dodol, dan lain-lain.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Harganya pun murah meriah, mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 35 ribu sesuai dengan berat per kemasannya. Kemasan dari oleh-oleh makanan di sana dibuat menarik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan atau hampers.

“Kita juga punya olahan makanan yang namanya Dapur Mpok Memey itu kita punya kita sendiri. Itu kita produksi sendiri, kita branding, ini kan packaging nya oke. Jadi misal wisatawan buat dibawa keluar kota atau keluar negeri ini bagus, lebih menarik. Ini harga 15ribu sampai 35ribu tergantung ukuran,” kata Ardi, pemilik Betawi Online Gallery.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Tak hanya itu, di Betawi Online Galeri traveler juga bisa membeli printilan dari pakaian adat Betawi. Mulai dari Kebaya encim, kain batik betawi, cukin, hingga pangsi ada di sini.

Menurut Ardi, pembelian seragam khas Betawi ini selalu melonjak setiap tahunnya, terutama menjelang hari ulang tahun Jakarta.

Sebagai pusat oleh-oleh Jakarta, ondel-ondel jadi salah satu yang tak boleh terlewatkan. Betawi Online Gallery juga memproduksi sendiri berbagai jenis dan ukuran ondel-ondel.

Pembeli juga bisa request tinggi, mimik muka, ataupun pakaian yang dipakai ondel-ondel di sini. Berkat kualitas tinggi yang dihasilkannya, ondel-ondel dari Betawi Online Gallery telah berhasil menembus pasar internasional.

“Kalau penjualan online kita pasti Indonesia ya dari Sabang sampai Merauke. Terus kalau dari online juga luar negeri kita juga pernah kirim. Banyak kok barang-barang kita yang udah ke Belanda, Hong Kong, Jerman, Spanyol, Finlandia. Ondel-ondel kita ada di kedutaan besar Finlandia, terus waktu itu ada juga museum budaya di Spanyol beli ondel-ondel 30cm dari kita, kita kirim,” kata Ardi.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Uniknya, di sini juga di jual berbagai jenis olahan minuman tradisional betawi yang dikemas lebih modern. Yaitu bir pletok rasa lemon dengan nama ‘Lemontok’.

Rasanya unik dengan sensasi segar dari buah lemon. Meski begitu, cita rasa khas dari bir pletok seperti secang dan jahe tetap terasa.

Selain itu juga tersedia berbagai minuman dengan nama unik lainnya, seperti minuman soda rasa leci dengan nama ‘Rasa Yang Pernah Ada’. Menurut Ardi, minuman dengan konsep unik ini justru laris di pasaran.

“Iya itu buat perkembangan zaman ngikutin lidah konsumen saat ini. Itu laku malah, rasanya seger. Pembeli grosir juga bisa beli di sini, harga lebih murah karena jatuhnya kita itu distributor,” tutur Ardi.

Tak perlu khawatir Betawi Online Gallery menyediakan berbagai pilihan pembayaran yang memudahkan para pengunjung, seperti tunai, Qris, ataupun debit.

Toko itu juga menyediakan layanan online shopping bagi Anda yang ingin berbelanja tanpa harus datang ke toko. Traveler dapat mengunjungi akun marketplace Betawi Online Gallery untuk melihat-lihat produk dan melakukan pemesanan.

Betawi Online Gallery itu bermula dari bisnis gerobakan pada 2015. Kini Betawi Online Gallery telah memiliki empat ruko yang tersebar di kawasan perkampungan Betawi Setu Babakan.

“Awalnya tuh saya jualannya tuh kaki lima tahun 2015 di bantaran Setu Babakan, 2016 rame akhirnya punya toko. Terus pas jamannya covid banyak toko-toko di sini tutup. Akhirnya satu-satu kita sewa, nambahlah sampe ke 4 toko di depan sini sampe ke belakang. Terus tahun 2019 sampai 2020-an kita ada lagi sewa di depan lagi toko yang lumayan besar nah di situ kita mulai produksi sendiri,” kata Ardi.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Merasakan Udara Sejuk Sembari Kulineran di Danau Setu Babakan



Jakarta

Sejuk, asri, damai, dan banyak pilihan makannya. Danau Setu Babakan mempunyai semua poin itu sehingga pas banget buat berwisata keluarga.

Jika kamu warga Jakarta dan tidak mempunyai waktu banyak untuk berlibur, melipir ke ujung selatan Jakarta untuk menuju ke kawasan Setu Babakan. Selain jadi tempat wisata edukasi, Setu Babakan juga punya danau yang asyik buat dinikmati.

Weekend adalah waktu yang pas untuk bersama keluarga, Sabtu (27/7/2024), detikTravel berkunjung destinasi ini. Terlihat deretan pedagang berjualan di dekat danau, banyak pedagang yang menjual makanan khas Betawi juga makanan lainnya.


Ada toge goreng, ketoprak, laksa, soto mie hingga jajanan lainnya. Menikmati kuliner di pinggir danau dengan angin sepoy-sepoy membuat hari yang cukup panas ini, jadi tak terasa panas.

Pepohonan besar di pinggiran danau seperti atap untuk pengunjung yang duduk-duduk di dekat danau. Menjelang tengah hari, kawasan Danau Setu Babakan mulai ditinggalkan oleh para pengunjung.

Biasanya memang ramai saat pagi hari untuk sarapan dan sore hari menjelang matahari terbenam. Menurut Aep, salah satu pedagang Soto Daging Betawi, mengatakan jika pengunjung beberapa minggu ini sedang sepi.

“Iya berubah jadi sepi aja gitu, biasanya rame hari Sabtu tuh udah beberapa minggu kaya begini aja,” katanya.

Aep juga menyebut lima tahun lalu masih banyak pengunjung yang menghabiskan waktu di Danau Setu Babakan ini. Biasanya Aep sudah berjualan di area ini sedari pagi hingga sore hari pukul 18.00 WIB.

“Ya namanya tempat begini jadi nggak tentu (pengunjungnya), ya tapi ada aja yang datang mah. Saya biasa jualan dari pagi, tadi aja jam lima subuh udah di sini, jualannya ya sampai jam 5 atau jam 6 lah. Kalau sepi mah jam 5 juga udah tutup,” kata Aep.

Dari pantauan di lokasi, sekitar pukul 13.00 WIB ternyata pengunjung mulai berdatangan kembali. Banyak dari pengunjung yang membawa anak-anaknya bersantai di Danau Setu Babakan.

Ahmad mengajak istri dan anaknya untuk makan siang tepi danau ini. Dia mengatakan suasana yang adem dan pilihan makanan yang beragam jadi penentu kedatangannya.

“Ini nganter anak ke sini pengen lihat ondel-ondel terus di sini wisata budayanya juga bagus. Iya ke (danau) sekalian cari makan aja, di sini enak dan nyaman untuk nyantai-nyantai, anginnya juga sejuk,” kata warga Depok itu.

Menurut pengunjung lainnya, Tia juga mengatakan liburan ke sini karena udaranya yang sejuk. Selain itu karena tak terlalu jauh dari kediamannya juga harga yang ditawarkan oleh pedagang di sini terbilang murah.

“Sengaja datang ke sini karena udaranya sejuk, lihat danau ya terus pengen ngerasain kuliner Betawi kan banyak di sini. (Ke sini) nyari yang deket-deket aja gitu loh terus murah meriah juga,” ujar Tia.

Untuk mengganjal perut di siang hari, detikTravel pun mencoba toge goreng khas Betawi yang nikmatnya meningkat saat dipadupadankan dengan bumbu oncom. Harga seporsi toge goreng ini hanya dibanderol Rp 15.000 saja.

Kudapan lainnya juga banyak di area ini, ada cakue, kue rangi, rujak, es potong, otak-otak hingga bakso bisa jadi pilihan untuk nongkrong di pinggir danau.

Bagi yang ingin berkunjung ke Danau Setu Babakan bisa melalui jalur pintu masuk Setu Babakan atau jika ingin langsung bisa tanya warga setempat untuk jalan langsung menuju ke area danau. Udara sejuk dengan suasana yang tenang, juga beragam kulinernya bisa jadi pilihan libur dekat juga murah yang ada di Jakarta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Murah Terbaik di Sekitar Jakarta, Ada yang Gratis Tanpa Tiket


Jakarta

Siapa sangka ada wisata murah di sekitar Jakarta yang bisa banget kamu kunjungi? Iya, ada lho dan beberapa destinasi wisatanya bahkan ada yang gratis alias tidak dikenakan biaya masuk.

Sejumlah tempat yang dapat dikunjungi seperti area taman cantik dan museum. Daripada bingung, cari tahu wisata murah di sekitar Jakarta di bawah ini.

Rekomendasi Wisata Murah di Jakarta

Berikut rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta yang patut kamu kunjungi:


1. Monumen Nasional (Monas)

Jika diperhatikan dengan seksama tugu Monas saat ini terlihat kusam seakan tidak terawat. Dinding tiang dari ikon Ibu Kota bahkan sedikit menghitam.Tugu Monas. (Pradita Utama)
  • Lokasi: Jl. Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 06.00-16.00 (Kawasan Monas) & 08.00-16.00 (Tugu Monas)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 6.000-24.000 (Puncak), Rp 3.000-8.000 (Museum)

Monas merupakan landmark dari Kota Jakarta. Destinasi ini termasuk tempat bersejarah di mana Presiden Soekarno pada 1955 yang menginginkan pembuatan monumen peringatan setinggi 132 meter dengan cawan dilapisi emas seberat 50 kilogram tersebut.

Di puncaknya, traveler dapat melihat view Jakarta sejauh mata memandang. Sementara sejarah kehidupan nenek moyang Indonesia, perjuangan kemerdekaan, hingga masa pembangunan Indonesia dapat ditemukan di museumnya.

2. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. TMR dipadati pengunjung saat libur Waisak hari ini.Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta. (Andhika Prasetia)
  • Lokasi: Jl. Harsono RM No.1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 07.00-16.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 3.000 (Anak), Rp 4.000 (Dewasa), plus tarif parkir jika membawa kendaraan.

Ragunan merupakan kebun binatang yang berada di Jakarta. Kawasan ini cocok sebagai tempat rekreasi sekaligus wisata edukasi tentang fauna bagi anak.

Di tanah seluas 147 hektar, terdapat sekitar 2.000 satwa dari 200 lebih spesies. Di samping itu terdapat 20.000 pohon dari berbagai jenis yang dapat dijumpai. Kamu juga bisa melihat orang utan dan gorila di Pusat Primata Schmutzer.

Selain itu, sejumlah sarana rekreasi yang bisa dijajal di taman sini seperti gajah tunggang, kuda bendi, kereta keliling, perahu angsa, serta sepeda tunggal dan ganda.

3. Kawasan Kota Tua Jakarta

Jakarta, Indonesia - May 7th, 2024. a Historic Si Jagur cannon on display in a peaceful Fatahillah Square in the morning.Kawasan Kota Tua dengan Meriam Si Jagur sebagai ikonnya. (Getty Images/creativica)
  • Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam Buka: Setiap hari
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Area Kota Tua Jakarta dikelilingi oleh bangunan bergaya tempo dulu. Banyak spot di sini oke banget dijadikan spot foto aesthetic. Kamu juga dapat menyewa sepeda untuk berkeliling kawasan ini. Kalau perut keroncongan, tersebar pula pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan.

Terdapat sederet museum di sekitar Kota Tua Jakarta, antara lain Museum Fatahilah, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, dan Museum Wayang. Untuk masuk ke sejumlah museum dikenakan biaya masuk, tapi cukup terjangkau kok.

4. Taman Impian Jaya Ancol

Sebanyak 2.500 orang memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol di masa libur pergantian tahun. Begini suasananya. (Nahda RU/detikcom)Taman Impian Jaya Ancol. Foto: Sebanyak 2.500 orang memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol di masa libur pergantian tahun. Begini suasananya. (Nahda RU/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Lodan Timur No. 7, Pademangan, Jakarta Utara
  • Jam Buka: Senin-Jumat (06.00-20.00), Sabtu-Minggu (06.00-21.00)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 (per orang online dan offline), Rp 30.000 (mobil), Rp 20.000 (motor), Rp 45.000 (bus)

Ancol termasuk destinasi wisata di Jakarta yang terkenal dan jadi pilihan berlibur banyak orang. Kamu dapat bermain pasir dan air di kawasan pantainya. Bisa juga menaiki perahu untuk mengelilingi Pantai Ancol.

Selain itu, terdapat sejumlah spot lain yang bisa kamu kunjungi di Ancol seperti Dufan, Sea World, Ocean Dream Samudra, Atlantis, Jakarta Birdland, dan Faunaland. Traveler juga bisa menaiki wahana gondola untuk menikmati view Ancol dari ketinggian. Kalau tertarik mengunjungi tempat-tempat ini, kamu perlu membeli tiket tambahan ya.

5. Tebet Eco Park

Tebet Eco Park di JakselTebet Eco Park di Jaksel (Lugas Pribady/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Tebet Raya, Tebet, Jakarta Selatan
  • Jam Buka: Senin-Minggu, Sesi 1: 06.00-11.00 dan sesi 2: 13.00-18.00
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Kalau ingin duduk-duduk santai di ruang terbuka hijau Jakarta, kamu bisa mengunjungi Tebet Eco Park. Taman ini bersih dan nyaman juga untuk piknik atau kumpul-kumpul bareng teman. Terdapat juga jembatan Infinity Link Bridge yang kerap jadi spot foto.

Selain itu, kamu bisa mengunjungi kafe dan tempat makan di sekitar Tebet Eco Park untuk nongkrong. Ada juga pedagang kaki lima di sekeliling taman untuk mengganjal perutmu yang keroncongan.

6. Galeri Nasional Indonesia

Gedung Galeri Nasional Indonesia kini tengah menghelat karya-karya dari dua seniman, Dolorosa Sinaga dan Budi Santoso. Yuk lihat.Gedung Galeri Nasional Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Lokasi: Jl. Medan Merdeka TImur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat
  • Jam Buka: Setiap hari, 09.00-19.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Traveler dapat melihat-lihat berbagai karya seni yang ditampilkan di Galeri Nasional Indonesia ini, mulai dari lukisan hingga patung. Di sini juga sering diadakan pameran seni yang memperkenalkan karya-karya seniman lokal Tanah Air.

Terbaru, kamu bisa melihat pameran bertajuk “Patung dan Aktivisme: Dolorosa Sinaga & Budi Santoso” yang memperkenalkan 53 karya seni. Pameran ini berlangsung dari 20 Juli sampai 19 Agustus 2024.

7. Setu Babakan

Danau Setu BabakanDanau Setu Babakan. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
  • Lokasi: Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Di kawasan Setu Babakan, kamu dapat menemukan sebuah danau yang bisa dijadikan spot mancing. Pengunjung bisa duduk-duduk di tepi danau untuk menikmati suasana syahdu yang menenangkan. Kalau ingin mengelilingi situ ini, traveler dapat menyewa perahu.

Ada juga Perkampungan Budaya Betawi yang di kawasan ini. Sesuai namanya, Setu Babakan memperkenalkan budaya-budaya suku Betawi di museum. Di sekitar sini bisa ditemukan kuliner tradisional seperti dodok, kerak telor, dan bir pletok. Area ini kerap dijadikan spot olahraga seperti lari, jalan santai, dan bersepeda oleh masyarakat setempat.

8. Hutan Kota GBK

Jakarta punya alternatif tempat wisata yang sejuk dan bebas asap polusi selain mal. tempat wisata itu adalah hutan kota di kawasan Gelora Bung Karno. Penasaran?Hutan Kota GBK (Gelora Bung Karno). (Grandyos Zafna)
  • Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 06.00-10.00 dan 15.00-18.00
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Ini adalah area hijau di kawasan Gelora Bung Karno yang cocok untuk kumpul-kumpul dan piknik bareng teman. Di sini kerap pula menjadi tempat bersantai dan bermain anak-anak. Hutan Kota GBK juga termasuk spot pilihan banyak orang yang ingin foto berlatarkan gedung-gedung tinggi.

9. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan KeramikMuseum Seni Rupa dan Keramik. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Pos Kota No. 2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-5.000 per orang

Di sini traveler dapat melihat-lihat koleksi keramik dan seni rupa berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Menariknya, kamu bisa mengikuti workshop membuat gerabah di museum ini dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp 50.000. Nantinya, hasil karya seni dapat kamu bawa pulang.

10. Taman Mini Indonesia (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Tina/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur
  • Jam Buka: Setiap hari, 05.00-20.00
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 (per orang)

Kawasan wisata Taman Mini ditujukan untuk tempat rekreasi sekaligus pelestarian budaya Indonesia. Di sini terdapat banyak spot yang dapat dikunjungi, antara lain Anjungan tiap-tiap daerah di Indonesia. Terdapat juga Teater Keong Mas untuk menyaksikan film animasi dan bertema kekayaan budaya Tanah Air.

Selain itu, traveler bisa melihat-lihat berbagai fauna di Taman Burung, Museum Komodo, serta Dunia Air Tawar dan Serangga. Salah satu daya tarik TMII lain pasca revitalisasinya yaitu pertunjukan Air Mancur Menari di Danau Archipelago.

Pertunjukan ragam budaya Indonesia, festival, pawai, parade, pemanggungan teater, storytelling, workshop, hingga konser bersama artis papan atas Tanah Air juga kerap diselenggarakan di Taman Mini.

Nah, itu tadi sederet wisata murah di sekitar Jakarta yang patut dikunjungi. So, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih? Jangan lupa update informasi seputar ketersediaan fasilitas dan layanan sebelum berkunjung ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

9 Aktivitas Seru di Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi di Jaksel


Jakarta

Ingin berwisata edukasi di area Jakarta? Bagaimana kalau menilik sejarah dan budaya tradisional suku Betawi?

Di Jakarta Selatan (Jaksel) terdapat sebuah kawasan yang disebut Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Singkatnya dikenal Setu Babakan. Di sini traveler dapat berwisata edukasi dengan mengenal lebih lanjut budaya suku Betawi.

Kamu akan menemukan Museum Betawi, menyaksikan pergelaran seni tradisional, hingga berwisata kuliner di sana. Penasaran dengan perkampungan budaya Betawi ini? Simak informasi lebih lengkapnya di bawah ini.


Ada Apa Saja di Setu Babakan?

Mengutip website resmi dan pemberitaan detikcom, berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang bisa dilakukan di Setu Babakan:

1. Belajar Budaya di Museum Betawi

Museum Betawi di Setu Babakan.Museum Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Terdapat sebuah museum di perkampungan budaya Betawi satu ini. Di sana traveler dapat mengetahui kebudayaan Betawi secara lengkap dari berbagai koleksi yang diperkenalkan. Akan ditemukan informasi sejarah, kuliner khas, senjata tradisional, alat musik, tradisi budaya, hingga pakaian, dekorasi, dan rumah adat.

Untuk tujuan edukasi, beberapa tokoh legendaris Betawi juga menghibahkan memorabilia. Seperti topeng Bapak Jantuk yang kerap digunakan oleh seniman Haji Bokir.

2. Menonton Penampilan Kesenian Tradisional

Pergelaran kesenian tradisional rutin diadakan setiap pekannya di Setu Babakan. Kesenian yang ditampilkan meliputi tarian, teater, pertunjukan ondel-ondel, hingga rebana, gambus, dan musik gambang kromong.

Acara budaya lainnya juga biasa digelar pada momentum tertentu seperti hari ulang tahun Kota Jakarta. Penampilan dan acara-acara tersebut diselenggarakan dengan melibatkan pegiat seni dan warga setempat.

3. Workshop Pengenalan Budaya

Sejumlah pengrajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2024).Pembuatan ondel-ondel di Setu Babakan. (Rifkianto Nugroho)

Setu Babakan juga kerap menggelar workshop pengenalan budaya Betawi. Kegiatan yang diadakan mencakup produksi kuliner khas seperti bir pletok, belajar alat musik tradisional, hingga pembuatan ondel-ondel yang merupakan ikon Betawi. Dengan workshop ini diharapkan adat dan budaya tradisional Betawi kian dikenal.

4. Berwisata Agro

Traveler yang berkunjung ke sini dapat mencoba wisata agro di Setu Babakan. Kamu akan diajak mengeksplor pohon dan buah-buah khas Betawi yang ditanam di pelataran dan halaman rumah-rumah penduduk.

Jenis tanaman yang bisa ditemukan contohnya kecapi, jamblang, buni, cempedak, nangka, dan lainnya. Pepohonan buah yang di sini umumnya sudah jarang ditemui di pasar. Terkadang pengunjung juga berkesempatan mencicipi buah-buah tersebut.

5. Mengelilingi Danau

Sepeda air di Setu Babakan.Sepeda air di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Di kawasan Setu Babakan terdapat dua setu atau danau yang dijadikan tempat wisata air. Di sana kamu dapat menjajal wahana sepeda air dan perahu naga untuk berkeliling danaunya. Untuk menaiki wahana air ini, traveler perlu mengeluarkan biaya ya.

6. Wisata Kuliner

Betawi memiliki sejumlah kuliner khas yang memanjakan lidah, antara lain kerak telor, dodol, kembang goyang, pucung gabus, soto, es selendang mayang, dan bir pletok. Di Setu Babakan, pengunjung bisa mencicipi makanan dan minuman tradisional yang dijajakan. Kamu dapat menyantapnya sembari duduk bersantai di pinggir danau.

7. Berfoto

Kawasan Setu Babakan dikelilingi oleh bangunan dan dekorasi ala Betawi, seperti rumah-rumah adat. Traveler dapat berfoto atau berpose dengan latar aesthetic yang menonjolkan khas kebudayaan Betawi tersebut. Terdapat pula jembatan kayu dan amfiteater yang jadi spot foto favorit.

8. Belanja Oleh-oleh Khas Betawi

Berburu Pusat Oleh-oleh Jakarta Terlengkap di Setu BabakanOleh-oleh khas Betawi di Setu Babakan. (Rifkianto Nugroho)

Usai berkeliling dan sebelum pulang, traveler boleh membeli buah tangan khas budaya Betawi yang dijajakan di sekitar kawasan Setu Babakan. Kamu bisa membeli miniatur ondel-ondel untuk hiasan atau membawa pulang kulinernya seperti bir pletok atau dodol.

9. Berolahraga

Setu Babakan memiliki area yang cukup luas. Karena itu, kawasan ini kerap dipilih sebagai tempat berolahraga oleh penduduk setempat. Biasanya orang-orang melakukan jogging, jalan santai, berlari, maupun bersepeda mengitari danau.

Tak jarang juga yang datang ke Setu Babakan untuk nongkrong atau sekadar bersantai menikmati suasana danau.

Setu Babakan terletak di Jl. Moch Kahfi II RT 13/RW 8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lokasinya tidak begitu jauh dari pusat kota Jakarta dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan.

Perkampungan budaya Betawi satu ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Untuk menuju ke sana dengan motor dan mobil, kamu dapat mengandalkan online maps agar tidak salah jalan.

Kalau menggunakan KRL, traveler bisa turun di Stasiun Pancasila dan lanjut memesan moda transportasi online. Jika dengan Transjakarta dapat menaiki koridor D21 (Universitas Indonesia-Lebak Bulus) atau 9H (Universitas Indonesia-Blok M) dan bisa turun di pemberhentian halte Universitas Pancasila. Setelahnya dapat lanjut memesan kendaraan online.

Jam Buka dan Tiket Masuk Setu Babakan

Belasan destinasi wisata di Ibu Kota terpaksa ditutup sementara imbas virus corona yang merebak. Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan juga ditutup.Setu Babakan (Muhammad Ridho)

Setu Babakan dapat dikunjungi tanpa memerlukan tiket masuk alias gratis. Kamu bisa mendatangi kawasan ini pada hari Selasa-Minggu mulai jam 09.00-15.00 WIB. Begitu juga jika tertarik mengunjungi Museum Betawi. Sementara area danau di sini dibuka sampai pukul 18.00.

Nah, itu dia informasi aktivitas serta jam buka Setu Babakan sebagai dapurnya budaya Betawi. So, kamu tertarik mengunjungi perkampungan budaya Betawi ini nggak?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com