Tag Archives: sma

Ini Pondok Pesantren Berusia 4 Abad dari Semarang



Semarang

Di kota Semarang, berdiri sebuah pondok pesantren yang konon usianya sudah 4 abad alias 400 tahun. Inilah pondok pesantren Luhur Dondong.

Salah satu pondok pesantren (ponpes) tertua di Indonesia ada di Semarang. Saat ini, usianya dipercaya sudah 4 abad. Ponpes tersebut dikenal dengan nama pondok Luhur Dondong.

Hingga kini, pondok tersebut dianggap menjadi penolong bagi para perantau di Kota Semarang. Sesuai namanya pondok ini berada di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.


Di pondok pesantren tertua ini, tampak bangunan yang cukup lawas. Di salah satu sudutnya terdapat kentongan dengan ukuran cukup besar.

Suasana di pondok itu tampak sepi pada siang hari. Hanya ada beberapa santri pengelola pondok yang bersiap untuk salat zuhur. Salah satunya Ifan Fahrudin (22). Santri asal Kendal itu pun sempat menceritakan sejarah Pondok Luhur Dondong yang jadi pondok tertua di Indonesia.

“Iya ini masuk pondok tertua di Indonesia. Sejarahnya, pondok ini berdiri sekitar tahun 1.609, didirikan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro pada zaman Mataram,” kata Ifan saat ditemui, Rabu (23/10) pekan lalu.

Pada saat era Sultan Agung itu, lanjut Ifan, Mbah Syafi’i, panggilan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro, diutus untuk ikut serta dalam penyerangan di Batavia. Pada saat itu, ia memutuskan untuk singgah ke pesisir Mangkang.

Mbah Syafi’i yang kerap disebut sebagai Panglima Diponegoro itu pun tak hanya ikut serta dalam peperangan. Ia turut melakukan dakwah hingga mendirikan pondok di Jalan Dondong.

“Dulu awalnya beliau mendirikan padepokan dulu, dekat laut. Tapi makin lama kemakan zaman sama banjir rob, akhirnya geser ke sini yang lebih aman,” jelasnya.

Suasana Pondok Luhur Dondong, di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (23/10/2024).Suasana Pondok Luhur Dondong Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Santri yang telah menimba ilmu di Pondok Luhur Dondong selama kurang lebih empat tahun itu mengatakan, dua dari lima bangunan pondok kondisinya masih seperti sedia kala. Bangunannya masih menggunakan kayu dengan lantai masih berupa tegel. Pengampunya pun sudah dari generasi ke-7.

Ifan mengatakan, saat ini hanya ada sekitar 20 santri yang mengaji di Pondok Luhur Dondong. Beberapa dari mereka pun merupakan perantau dari berbagai daerah yang saat ini tengah bekerja di Kota Semarang.

“Menurut saya pondok ini termasuk pondok yang menolong, untuk menolong orang yang ingin bekerja. Dari pada di kos-kosan yang mahal, mereka bisa tinggal di sini, ikut ngaji,” jelasnya.

Biasanya, para santri akan bekerja maupun sekolah pada pagi hingga siang hari. Sementara pada sore hingga malam hari, mereka akan memperdalam ilmu keagamaan dengan mengaji.

“Santri paling jauh ada dari Sulawesi, Serang, Bogor, yang dari Sumatera dulu juga ada. Kebanyakan yang ngaji di sini itu buruh pabrik, tapi anak SMA juga ada,” paparnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Favorit Siswa Sekolah dan Budak Korporat di Karawang



Karawang

Karawang ternyata menyimpan pesona tersembunyi di tengah kawasan industri modernnya. Salah satunya adalah Danau KIIC (Karawang International Industrial City), sebuah destinasi yang kini menjadi tempat favorit untuk nongkrong bagi karyawan kawasan itu dan siswa sekolah di sekitarnya.

Seorang pengunjung yang masih mengenakan seragam SMA, Bunga Kesya Salsabila, mengungkapkan kesannya tentang Danau KIIC. Menurutnya, suasana di tepi danau terasa sangat sejuk dan nyaman.

“Awalnya saya tahu tempat ini dari teman-teman setelah selesai PKL. Mereka ngajak saya untuk mampir ke danau ini, dan saya langsung penasaran. Ternyata, danau ini memiliki suasana yang sejuk dan nyaman,” kata Bunga kepada detikTravel, Selasa (10/12/2024).


Bunga mengungkapkan bahwa danau itu menjadi alternatif untuk bersantai yang menyenangkan. Apalagi, buat mereka yang menyukai menghabiskan waktu dengan teman-teman di luar ruangan.

“Kami sering mengunjungi danau ini untuk santai sambil ngobrol. Tempatnya tenang dan jauh dari keramaian, jadi cocok banget buat ngobrol atau sekadar melepas penat,” kata Bunga.

Namun, Bunga juga tidak bisa menutup mata terhadap beberapa masalah yang ada di sekitar danau. Ia menyebutkan bahwa kebersihan di area danau menjadi perhatian utama yang perlu diperbaiki.

“Sayangnya, banyak sampah yang dibuang sembarangan di sekitar danau. Itu jadi masalah yang mengurangi kenyamanan pengunjung,” ujar Bunga.

Selain itu, Bunga menyampaikan harapannya agar para pengunjung dan pedagang menjaga kebersihan Danau KIIC. Ia berharap keindahan danau ini tetap terjaga dan bebas dari pencemaran.

“Kalau kebersihannya lebih terjaga, saya yakin banyak orang yang akan lebih nyaman datang ke sini. Tempat ini punya potensi besar untuk jadi destinasi wisata lokal,” kata Bunga.

Tidak hanya Bunga, pengunjung lain juga merasakan pengalaman yang sama. Beberapa dari mereka mengaku sering datang ke danau ini karena jaraknya yang dekat dan suasananya yang mendukung untuk melepas stres setelah seharian beraktivitas.

“Kalau kita gabut atau bosen di rumah, ya ke sini aja. Bisa ngobrol-ngobrol sambil menikmati udara segar,” kata Andini.

Meski demikian, perhatian terhadap kebersihan danau harus diperhatikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Kebersihan dan keberlanjutan alam menjadi isu penting yang harus mendapat perhatian serius.

Bunga dan teman-temannya sepakat bahwa Danau KIIC memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lokal yang menarik. Menurut mereka, potensi ini akan semakin optimal jika pengelolaannya diperhatikan dengan lebih baik.

“Kalau sedikit dirawat dan diperhatikan kebersihannya, tempat ini bisa jadi lebih ramai dan lebih banyak dikunjungi,Kami pasti akan balik lagi ke sini, terutama kalau mencari tempat untuk ngobrol atau hanya menikmati ketenangan,” kata Bunga.

Danau KIIC menunjukkan bahwa di balik kesibukan industri, Karawang masih menyimpan potensi alam yang belum tergali sepenuhnya. Jika dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi destinasi wisata alam yang ramah bagi semua kalangan, termasuk wisatawan yang mencari tempat santai dengan nuansa yang tenang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com