Tag Archives: snorkeling

Bisa Renang Sama Hiu-Lihat Sisa Perang Dunia



Morotai

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Morotai di Maluku Utara ternyata seru. Ada banyak yang bisa dilakukan traveler di sini. Bisa renang bareng hiu!

Keindahan pantai dan bawah laut Morotai tidak kalah dengan Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Lombok. Bahkan saking indahnya, Morotai disebut wisatawan sebagai Maldives-nya Indonesia.

Bagi traveler yang ingin punya pengalaman baru dalam liburan, KEK Morotai sangat cocok dikunjungi.


Berikut 6 Aktivitas Seru di Morotai:

1. Island Hopping

Jelajah pulau atau island hopping termasuk kegiatan wajib saat kamu liburan di KEK Morotai. Selain karena pulaunya cantik, setiap pulau punya keunikan sendiri, di antaranya Pulau Kokoya, Pulau Kolorai, Pasir Putih, Pulau Zum-zum dan Pulau Dodola.

Dua pulau terakhir itu menjadi pulau yang menjadi daya tarik utama wisatawan hingga sekarang. Pulau Dodola sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di mana jarak antara kedua pulau itu cuma 500 meter dan dipisahkan oleh air laut saat surut.

6 hal seru di KEK MorotaiIsland Hopping di Morotai Foto: (dok. Istimewa)

Nah menariknya, jika kamu berjalan dari pulau Dodola Besar ke Dodola Kecil saat air laut surut, kamu akan akan merasakan sensasi “berjalan membelah lautan”.

Sedangkan pesona Pulau Zum-zum, terletak kekayaan sejarahnya. Kamu bisa melihat patung Jenderal Mc Arthur asal Amerika Serikat setinggi 20 meter di sana. Patung ini dibangun sebagai pengingat Jenderal Mc Arthur karena pernah menetap dan mengatur strategi saat bertempur dengan Jepang pada Perang Dunia II di pulau ini.

2. Snorkeling Lihat Terumbu Karang dan Ikan Warna-warni

Kegiatan ini juga nggak boleh kamu lewatkan. Sebab Morotai terkenal dengan wisata lautnya, jadi sayang kalau sudah datang jauh-jauh ke sini, tapi nggak snorkeling atau bahkan diving.

Tempat yang recommended untuk snorkeling ialah Pulau Dodola, Pasir Timbul dan Pulau Kokoya. Kamu bisa ber-snorkeling ria saat melakukan Island Hopping.

3. Diving di Situs Kapal Karam Bertemu Hiu Sirip Hitam

Di Morotai, kamu bisa diving di situs pesawat tempur berjenis Bristol Beuford, tank, kapal, maupun jeep berjenis Jeep Willys. Semua itu merupakan bekas penginggalan pertempuran pasukan Amerika Serikat dengan Jepang.

Untuk melihat bangkai pesawat tempur, tank, kapal maupun jeep, kamu bisa ke di Wawama Wreck Dive Point yang berada di Desa Wawama di Morotai Selatan yang memakan waktu sekitar 3 jam dari Kota Daruba.

Jika kamu menyelam dengan hiu sirip hitam, kamu bisa mengunjungi spot diving Mitita Shark Point di Pulau Mitita. Jangan bayangkan saat menyelam kamu akan menyelam berjarak jauh dengan hiunya. Tidak. Hiu-hiu sirip hitam di Pulau Mitita sudah biasa didatangi oleh penyelam dan dikenal jinak.

4. Jelajah Sejarah di Museum Perang Dunia II

Traveler bisa melihat banyak foto dan narasi, replika alat perang dan peninggalan sejarah Perang Dunia ke-II yang terjadi pada tahun 1939 – 1945.

Wisatawan juga dapat mengunjungi museum mini di Desa Daruba milik Mukhlis Eso yang punya banyak peninggalan Perang Dunia II. Kamu juga bisa datang ke Museum Trikora yang berada di samping Museum Perang Dunia II.

6 hal seru di KEK MorotaiMuseum Perang Dunia di Morotai Foto: (dok. Istimewa)

Trikora atau Tri Komando Rakyat adalah operasi tempur yang dirancang oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961 untuk membebaskan Irian Jaya (Papua) dari cengkeraman kolonialisme Belanda.

Isi Museum ini sendiri ialah foto dan narasi, diorama, hingga replika peralatan alutsista yang dimiliki tentara Indonesia pada saat itu.

5. Melihat Burung-burung Langka

Kegiatan bird watching juga seru dilakukan di Morotai. Kamu bisa melihat burung endemik yang langka sekaligus indah di ulau Morotai seperti burung Pitta Paok Morotai (Pitta Morotaiensis).

Keunikan burung ini terletak pada penutup sayap berwarna biru (biru ultramarine). Bagian pinggang berwarna putih dan tepi bulu bagian dalam berwarna biru hijau.

Selain itu, ada burung lain yang tak kalah indah, yaitu Burung Cikukua Halmahera, Burung Walik kepala kelabu, Burung Perling Mata Merah, Burung Betet Elok, Kakatua Hijau, Burung Nuri Kalung Ungu, Gagak Halmahera, Kapasan Halmahera, Burung Julang Papua dan Burung Elang Alap-Alap Morotai.

Lokasi pengamatan burung ini terletak di Hutan Desa Wewemo sekitar 50 km atau 1 jam dari pusat kota Morotai.

6. Berwisata Kuliner khas Morotai

Beberapa kuliner khas Morotai yang layak kamu coba, antara lain gohu ikan, sebuah hidangan pedas hasil olahan ikan cakalang yang dipotong seukuran dadu dibumbui tumisan bawang dan cabai. Selain itu ada nasi jaha yang terbuat dari beras dicampur santan kelapa, lalu dibalut daun dan dibakar dalam bumbu.

Sementara minuman khas yang perlu kamu cicipi adalah air guraka. Ini adalah minuman tradisional masyarakat Morotai. Terbuat dari bahan dasar jahe yang direbus bersama gula merah, telah dikenal punya khasiat bagi kesehatan.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Menikmati Keindahan Bawah Laut Natuna, Lihat Karang Cantik-Ikan Nemo



Natuna

Menjadi salah satu pulau terluar di Indonesia, Natuna di Kepulauan Riau menyimpan banyak keindahan alam. Bagi para pecinta snorkeling dan diving, Natuna seakan menjadi surga tersembunyi yang menyimpan keindahan bawah laut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna Kardiman mengatakan Natuna memiliki potensi wisata yang luar biasa, terutama wisata bahari. Dari 120 objek dan daya tarik wisata di Natuna, 84 persennya merupakan wisata bahari.

“Nah wisata bahari itu sangat berpotensi apabila kita kembangkan ataupun bagi yang hobi untuk diving atau snorkeling itu merupakan surga yang tak terlupakan,” ujar Kardiman kepada detikcom belum lama ini.


“Kita juga memiliki 36 spot diving khusus untuk kapal-kapal tenggelam,” imbuhnya.

Saat mengunjungi Natuna, tim detikcom bersama Natuna Dive Resorts berkesempatan untuk mencoba langsung melihat keindahan bawah laut Natuna di Pulau Senua. Dari Ranai Kota, perjalanan ke Pulau Senua ditempuh sekitar 15-20 menit dengan kapal pompong dari Pelabuhan Sepempang.

Pulau Senua memang menjadi salah satu spot snorkeling dan diving terfavorit di Natuna. Pulau tak berpenghuni ini menawarkan keindahan laut yang masih asri dan jernih. Hamparan pasir putih dan deretan pohon kelapa menambah kecantikan dari pulau ini.

Pengelola Natuna Dive Resort Bobby Rozano wisata laut Natuna memang menjadi unggulan. Di Pulau Senua misalnya, pengunjung bisa melihat ikan dan karang yang cantik. Jika beruntung, pengunjung bahkan bisa bertemu dengan ikan nemo.

Bawah Laut NatunaFoto: Natuna Dive Resort

“Setelah beberapa tahun kita ada di sini kita melihat bahwa faktor wisata yang benar-benar bisa diandalkan, yaitu wisata laut karena memang di Natuna ini lautnya memang dominan. Misalnya kita buat wisata diving ternyata waktu di survey memang bawah laut Natuna sangat indah,” jelas Bobby.

“Kalau lagi cuaca bagus, kita bisa lihat dari atas ke bawah karang-karangnya hidup, indah ikan-ikannya, jadi untuk para diver itu pasti sangat senang bisa menemukan spot-spot yang menarik di Natuna dengan berbagai tantangannya. Misalnya di sebelah sana (Pulau Senua) ada spot ikan nemo, ada spot karang-karang yang bagus,” lanjutnya.

Bobby menambahkan, keindahan bawah laut Natuna bahkan sudah bisa terlihat dari permukaan saja. Jadi, untuk yang tak bisa diving, pengunjung bisa menikmati bawah laut Natuna dengan snorkeling.

“Buat yang nggak bisa diving, snorkeling itu kita main di permukaan juga sudah sangat bagus, sudah sangat indah karena dari atas permukaan kita bisa lihat keindahan bawah lautnya,” jelasnya.

Bawah Laut NatunaFoto: Natuna Dive Resort

Keindahan alam Natuna memang banyak menghipnotis para pencinta snorkeling dan diving. Bobby mengatakan sejak berkembangnya infrastruktur di Natuna, sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke sini. Apalagi semenjak akses internet mudah diakses, promosi wisata bawah laut Natuna pun makin gencar dilakukan.

“Ya akses internet sangat diperlukan dan sangat berpengaruh terhadap bisnis kita. Jadi alhamdulillah kita bersyukur bahwa kita sudah ada akses internet yang cukup baik di Natuna yang bisa mensupport seluruh aktivitas kita di sini. Bagus akses internet di Natuna,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Natuna menjadi salah satu dari 57 kabupaten yang terdampak dari hadirnya Proyek Palapa Ring yang dibangun pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo.

PM Palapa Ring Eksisting Bakti Kominfo Ahmad Aliyul mengungkapkan Natuna berada pada Proyek 2 Palapa Ring Paket Barat. Jaringan serat Optik Palapa Ring Barat yang di dalamnya terdapat Natuna, dibangun dengan jaringan Passive Fiber Optik standar ITU G654B sepanjang 2.124 Km dan dihubungkan dengan Perangkat Transmisi DWDM.

Hadirnya Palapa Ring Barat menstimulus operator telekomunikasi berbasis bisnis untuk mengembangkan jaringan pita lebar di area 3T.

“Palapa Ring mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Dengan adanya Palapa Ring penetrasi dan penggunaan internet bertumbuh, internet menunjang pembelajaran pada sektor pendidikan dan kegiatan kesehatan, serta internet menjadikan Natuna dan sektor pariwisatanya menjadi lebih mudah untuk di-expose dan dikenal hingga dunia,” tutupnya.

detikcom bersama Bakti Kominfo mengadakan program Tapal Batas mengulas perkembangan ekonomi, wisata, infrastruktur, wisata, dan teknologi di wilayah 3T setelah adanya jaringan internet di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

(ncm/ega)



Sumber : travel.detik.com

Surganya Aktivitas Outdoor di NTT



Jakarta

Siapa sih yang nggak kenal sama Taman Nasional Komodo, tempat hewan purba yang masih hidup hingga kini. Traveler bisa menikmati aneka aktivitas outdoor di sini!

Bukan hanya terdapat hewan endemik Indonesia saja, tapi kawasan ini juga merupakan surga bagi para pelancong yang datang.

Terletak di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di Kepulauan Indonesia Tengah, taman nasional tersebut juga mencakup tiga pulau lainnya yakni Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca.


Keindahan pulau serta kekayaan bahari jadi magnet buat wisatawan datang, begitu eksotis padu padan alam yang ada di Taman Nasional Komodo ini. Jika traveler memiliki kesempatan datang ke Taman Nasional Komodo, tentunya bisa melihat si kadal raksasa dari jarak yang dekat.

Pengalaman itu tak bisa didapatkan jika berkunjung ke destinasi lainnya, karena komodo hanya terdapat di pulau ini saja.

Selain bisa melihat Komodo secara langsung, kamu juga bisa menikmati keindahan bentangan alam khas kepulauan, hamparan laut yang megah serta deretan pegunungan yang indah.

Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari destinasi super prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, dengan upaya ini menjadikan Taman Nasional Komodo tujuan utama untuk pelesir seraya menikmati keindahan alam Indonesia.

Buat kamu yang senang dengan aktivitas outdoor, tentunya Taman Nasional Komodo jadi tempat yang menyediakan paket komplet akan hal itu.

1. Trekking

komodo di Loh LiangMencari komodo di Loh Liang Foto: (Bonauli/detikcom)

Untuk yang minta trekking bisa banget melakukannya di Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca. Nantinya kamu bakalan diajak untuk melewati wilayah hutan dan savana yang berada di lembah Loh Buaya.

Tentunya untuk bisa mengikuti trekking di sini, kamu perlu memastikan kondisi kesehatan diri. Trekking ke Loh Buaya juga memiliki syarat dan ketentuan, batas usia untuk ikut trekking ke Loh Buaya maksimal 65 tahun dan tak memiliki riwayat penyakit berat.

2. Snorkeling dan Diving

Long Pink BeachLong Pink Beach Foto: (Bonauli/detikcom)

Dan untuk yang senang dengan kegiatan snorkeling atau diving, di Pulau Komodo memiliki surga di bawah lautnya. Biota laut di kawasan ini memang menawarkan keindahan yang tak terbayarkan. Tak perlu khawatir karena di kawasan ini juga banyak terdapat penyewaan alat-alat snorkeling ataupun diving.

Yang pasti untuk melakukan segala aktivitas di kawasan ini perlu didampingi oleh guide atau pun orang profesional, agar kelancaran wisatawan bisa terjaga dan bisa menikmati keindahan Taman Nasional Komodo dengan maksimal.

3. Menikmati Sunset-Sunrise

Taman Nasional Komodo, selain daya tariknya tentang kadal raksasa, trekking, snorkeling hingga divingnya juga yang paling diincar oleh wisatawan adalah berburu sunset dan sunrise. Karena kawasan ini dikelilingi deretan bukit jadi kamu bakalan bisa menikmati peristiwa matahari terbit dan tenggelam.

Saat berada di atas puncak bukit, lanskap alam Taman Nasional Komodo ini akan terlihat dengan jelas, belum lagi disandingkan dengan sunset yang merona.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Libur Long Weekend ke Pulau Peucang TN Ujung Kulon, Begitu Memikat



Pandeglang

Pulau Peucang bisa menjadi pilihan untuk mengisi hari libur atau akhir pekan. Pasalnya, di Pulau Peucang menyajikan keindahan alam yang sangat alami.

Pulau Peucang terletak di ujung barat pulau Jawa atau di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional Ujung Kulon.

Hal itu tertuang dalam SK Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023. Di kawasan itu terdapat 14 situs warisan geologi (geosite), enam situs keanekaragaman hayati atau biodiversity, dan dua situs keragaman budaya (cultural sites).


Untuk menuju ke pulau, membutuhkan waktu perjalanan laut sekitar dua sampai tiga jam, dari Pelabuhan Sumur, Pandeglang. Begitu tiba di lokasi, kita akan disambut pasir putih, air laut biru dan tenang.

Di sana, kita bisa melihat ragam penghuni air dengan melakukan snorkeling atau diving. Ombak yang tenang, cocok untuk bermain air. Gerombolan ikan akan ikuti menemani saat bermain.

Pulau Peucang TN Ujung KulonPulau Peucang TN Ujung Kulon (Foto: Aris Rivaldo/detikcom)

Tak hanya itu, di kawasan Pulau Peucang bisa ditemukan satwa darat yang hidup bebas, seperti rusa, monyet, banteng, burung merak. Hewan-hewan itu tak akan mengganggu waktu liburan kita.

Pemandangan sunset atau mata hari tenggelam juga bisa dinikmati saat senja. Keindahan langit itu, bisa membuat kita ingin bertahan lebih lama.

Wajar saja jika Pulau Peucang dikunjungi wisatawan setiap liburan, atau pada saat akhir pekan. Mereka sengaja datang untuk menikmati semua jejak keindahan yang ditawarkan.

Untuk menuju Pulau Peucang, kita bisa mengikuti open trip yang dibuka oleh warga lokal. Jika mengikuti open trip ongkos perjalanan akan lebih murah. Untuk harga, sekitar Rp 600 sampai 750 ribu. Tarif tersebut sudah dapat makan, dan penginapan selama kegiatan.

Sudah saatnya luangkan waktu liburan ke Pulau Peucang. Ajak keluarga atau teman dekat untuk diajak berlibur.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Pulau Tidung, Idola di Hari Libur



Jakarta

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu sudah populer sebagai tempat snorkeling. Jika libur panjang tiba, sudah dipastikan yang yang ke sana.

Adalah Rudy Hartono (45), seorang pengusaha snorkeling di Pulau Tidung sejak tahun 2013. Jarak rumahnya hanya selemparan batu dari Pelabuhan Tidung.

Di rumahnya ada 160 unit alat snorkeling yang disewakan. Mulai dari jaket pelampung, masker-snorkel dan fins. Namun belakang, yang paling sering digunakan hanya jaket pelampung dan masker-snorkel.


Pak Rudy bercerita bahwa tiap libur panjang, alat-alat snorkeling dipastikan habis tersewa. Tak ada lagi hubungan langsung dengan wisatawan, biasanya operator yang langsung menghubunginya seminggu sebelum tiba di sana.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

“Kalau long weekend pasti untung, kemarin waktu Lebaran kami sampai tolak ratusan permintaan,” katanya.

H-7 Lebaran, alat-alat itu sudah di-booking untuk turis-turis China. Seminggu setelah Lebaran, barulah wisatawan domestik yang mendominasi.

Jika ada long weekend, ia bisa mendapat cuan Rp 10-15 jutaan karena alat tersebut akan digunakan dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

“Wisatawan yang datang dari Jumat itu biasanya snorkeling di Sabtu pagi. Sementara yang datang di Sabtu pagi, nyampe sini siang. Jadi mereka snorkeling sore-sore,” ungkapnya.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Alat snorkeling itu disewakan seharga Rp 15 ribu per hari. Meski tak ada libur panjang, weekend selalu membawa berkah. Minimal 30-50 alat snorkelingnya keluar dari kandang.

Sebagai warga Pulau Tidung, ia melihat potensi lain selain wisata bawah airnya, yaitu teripang dan ikan buntal yang melimpah di sana. Jalur ekspor coba ia tempuh lewat tangan ketiga.

Namun itu semua tidak mudah, butuh modal besar untuk bisa menjalankan bisnis kedua tanpa mengabaikan sewa snorkeling yang sudah jadi sumber nafkahnya. Ia kemudian mendaftar sebagai nasabah BRI dua tahun lalu.

Jalan terbuka, pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 35 juta diberikan oleh BRI. Sebagian uang itu digunakan untuk modal usaha baru dan sisanya ditabung.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Usaha teripang kering dan ikan buntal tersebut ia kirimkan ke China. Teripang dan kulit ikan buntal yang dikeringkan dijadikan bahan makanan, bagian dalam ikan buntal dijual sebagai bahan benang operasi.

Namun usaha ini tak bisa menghasilkan uang cepat, pengerjaannya butuh waktu sampai sebulan. Oleh sebab itu, usaha snorkelingnya menjadi dana pendukung.

“Modal Rp 80 juta untuk beli teripang dan ikan buntal ke nelayan. Teripang per kilonya nanti dijual Rp 1,8 juta, dan ikan buntal Rp 3 juta per kilo,” ungkapnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungTeripang yang sudah dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut Pak Rudy, usaha teripang ini masih jarang dilirik. Perhitungannya tak sampai 5 orang yang masih menggeluti usaha ini, karena modal yang cukup besar.

Bertangan dingin, dua usaha itu berkembang pesat. Berhasil melunaskan pinjaman pertama, Pak Rudy kembali melakukan pinjaman kedua dengan nominal Rp 50 juta, sebagai dana darurat.

Mantri BRI Redi (32) yang berhubungan langsung dengan Pak Rudy berkata bahwa usaha miliknya bisa dibilang melejit. Kedua usaha itu mendapat dukungan penuh dari BRI, apalagi ini termasuk UMKM dari Pulau Tidung.

“Semoga usahanya tambah maju dan terus mengembangkan potensi dari Pulau Tidung,” tutupnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungIkan buntel yang dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Wisata Alam di Wakatobi, Hidden Gem buat Healing & Nyantai



Jakarta

Kondisi kelelahan mental, fisik, dan emosional dapat terjadi akibat kelelahan yang tidak dirasakan sehingga dapat kehilangan motivasi dalam hidup. Keadaan seperti ini membuat sebagian Gen Z membutuhkan suasana baru untuk mengembalikan motivasi dalam hidupnya.

Tak heran jika tren traveling untuk reconnect dengan alam kian populer di kalangan anak muda. Berbagai kegiatan saat traveling seperti snorkeling, diving, hingga hiking pun banyak dilakoni Gen Z sebagai sarana healing.

Di antara sekian banyak destinasi, Wakatobi hadir sebagai hidden gem Indonesia yang menawarkan keindahan alam bawah laut, budaya lokal yang hangat, dan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata mainstream.


Terletak di Sulawesi Tenggara, Wakatobi bukan hanya surga bagi para penyelam dunia, tapi juga tempat sempurna untuk Gen Z yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dan menemukan kembali versi terbaik dirinya. Melalui eksplorasi alam yang autentik dan interaksi dengan budaya lokal yang masih lestari, perjalanan ke Wakatobi bisa menjadi pengalaman transformatif yang menyegarkan jiwa.

Keindahan alam Wakatobi akan dieksplor lebih jauh dalam serial mini 3 episode yang akan dikembangkan Tolak Angin. Kemegahan alam bawah laut, budaya, hingga alam Wakatobi akan disorot melalui mini series berjudul ‘Angin Angan’ yang akan hadir dengan gaya bercerita.

Mini series tersebut menceritakan seorang pembawa berita cuaca TV nasional berusia 28 tahun di Indonesia, Andi Wan Tyupaan, yang juga dikenal sebagai Awan yang tampan, cerdas, dan berasal dari keluarga kaya tetapi masih lajang.

Meskipun banyak wanita yang tertarik padanya, tidak ada yang bertahan lama. Alasannya? Setiap kali seseorang berbicara kepadanya untuk pertama kalinya, dia selalu membalas dengan ‘Hah?!’ bukan hanya sekali, tetapi tiga kali. Baru setelah itu, dia menjadi pria yang sangat normal. Itu adalah kebiasaan aneh yang membuat orang menjauh.

Suatu hari, Awan mendengar dari seorang teman bahwa dia mungkin dapat ‘menyembuhkan kebiasaan aneh ini’ di Wakatobi. Tetapi mengapa Wakatobi? Apa yang ada di tempat ini yang menjadi kunci perubahannya? Bisakah Awan akhirnya pulih dan menemukan cinta yang selama ini dicarinya?

[Gambas:Youtube]

Adapun, lokasi untuk pengambilan gambar dari mini series ini akan dilakukan di Pulau Wangiwangi, Underwater Pulau Tomia, Kampung Bajo Sampela, dan Desa Pajam.

Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Wakatobi? Jangan lupa bawa Tolak Angin untuk menjaga kehangatan tubuh dan mencegah agar tidak masuk angin. Tolak Angin bisa kamu beli di mana saja mulai dari toko, minimarket serta secara online di www.sidomunculstore.com atau di Sido Muncul Official Store di berbagai marketplace.

Tonton juga “Tak Ada Pelangi di Jalan Andrea Hirata Selamatkan Bahasa Belitung” di sini:

(prf/ega)



Sumber : travel.detik.com

Berjalan di Dasar Laut Tanpa Berenang


Badung

Traveler yang ingin menikmati keindahan bawah laut Bali, tapi tidak bisa berenang dan menyelam, sepertinya harus mencoba kegiatan sea walker ini. Sesuai namanya, kamu akan berjalan di dasar laut sembari melihat ikan-ikan berwarna-warni.

Aktivitas sea walker ini bisa kamu rasakan di Bintang Dive & Watersport yang berada di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Selain melayani sea walker, banyak aktivitas menarik lainnya di sini misal banana boat, jet ski, fly board, snorkling, diving, dan lainnya.

Weekend lalu, detikTravel berkesempatan mencoba sea walker bersama teman-teman. Sebelum masuk ke laut, kami menerima briefing dari instruktur.


“Nanti saat turun jangan kaget ya jika kuping tiba-tiba sakit seperti saat pesawat mau landing. Memang tekanannya seperti itu. Nah, untuk mengurangi sakit bisa kalian lakukan beberapa cara, salah satunya mengangkat dagu sedikit lalu goyangkan rahang ke kiri dan kanan. Atau nanti buka mulutnya seperti sedang menguap,” jelas instruktur.

Aktivitas sea walker di Nusa Dua, BaliAktivitas sea walker di Nusa Dua, Bali (dok. Syanti Mustika/detikcom)

Kami juga diajari bahasa isyarat yang nanti digunakan di dalam laut untuk berkomunikasi. Mulai dari jempol yang bergerak ke atas yang berarti ingin naik ke atas, nunjuk ke telinga yang mengisyaratkan ada masalah dengan kuping, hingga isyarat yang artinya ada masalah.

“Jika terjadi apa-apa misalnya ingin naik ke permukaan, ada masalah dengan kuping, ingin berjalan, berdiri, dan lainnya silahkan gunakan bahasa isyarat untuk memberi tahu instruktur selam yang mendampingi,” lanjutnya.

Info lain yang disampaikan adalah, kami akan menggunakan helm yang beratnya lebih dari 40 kg. Namun, helm terasa lebih ringan dan tidak menjadi beban tubuh saat berada di dalam air untuk melakukan sea walker.

Saat berada di dasar laut, kami diingatkan untuk berpegangan ke pagar yang sudah ditancapkan dan ditata sedemikian rupa hingga wisatawan bisa melakukan sea walker dengan aman dan nyaman. Setelah sesi briefing selesai, kami bersiap menuju kapal.

Kami hanya melakukan perjalanan selama lima menit, sebelum pindah ke kapal yang lebih besar. Kapal ini mengapung di tengah laut dan menjadi seperti stasiun bagi turis yang akan menyelam dan berjalan di dasar laut.

Aktivitas sea walker di Nusa Dua, BaliAktivitas sea walker di Nusa Dua, Bali (dok. Syanti Mustika/detikcom)

Saat naik ke kapal besar, kami melihat beberapa helm besar dan sandal karet yang nantinya akan digunakan di dalam air. Jujur kami semua merasa deg-degan karena takut, khawatir, tapi juga excited menyambut pengalaman baru sea walking.

Setelah menggunakan sandal karet dan peralatan lain, kami bersiap masuk laut didampingi instruktur. Setelah berdoa, perlahan saya menuruni anak tangga yang melekat di kapal hingga hanya kepala yang muncul di permukaan air.

Kemudian petugas memakaikan helm besar itu hingga seluruh kepala saya tertutup rapat. Selanjutnya, instruktur sea walker perlahan menarik saya ke dasar laut. Benar saja, kuping terasa makin sakit seiring kedalaman kami menyelam. Rasa sakit ini mengingatkan saya dengan kondisi saat pesawat hendak landing.

Ketika sampai di spot sea walker, saya sempat panik karena kuping seperti akan meledak. Lalu saya memberikan instruksi kepada penyelam untuk menarik saya menuju ke atas permukaan. Instruktur tidak langsung menarik saya ke permukaan, ketika sudah siap untuk jalan di dasar laut.

Dia bertanya dengan bahasa isyarat, apakah telinga terasa sakit yang langsung saya respon dengan anggukan. Kemudian, instruktur memberi instruksi untuk memasukkan tangan ke dalam helm dan menutup hidung. Setelah mengikuti arahan, perlahan rasa perih itu berkurang dan saya mulai tenang.

Instruktur kembali menanyakan keadaan saya dan saya menjawab ‘ok’ dengan bahasa isyarat. Saya pun mencoba bernafas dengan normal sembari menenangkan diri dan beradaptasi dengan keadaan di bawah laut.

Saya di arahkan ke arah pagar yang ada di dasar laut untuk pegangan selama berjalan di dasar laut. Oh iya, di dalam helm kita bisa bernafas layaknya di darat kok, jadi kamu tak perlu panik ya. Momen saya berada di bawah air mengenakan helm besar ini mengingatkan saya pada karakter Sandy temannya Spongebob.

Saya hampir melupakan rasa takut di awal setelah melihat banyak ikan berlenggak-lenggok di depan helm besar ini. Momen favorit saya adalah bisa melihat ikan nemo berenang di terumbu karang. Sungguh menggemaskan! Setelah sekitar 20 menit di dalam air, kami didorong instruktur kembali menuju ke permukaan dan diantar kembali ke daratan.

Berapa Biaya Sea Walker?

Salah satu staf Bintang Water Sport, Devi, mengatakan biaya sea walker adalah Rp 1,2 juta per orang dengan durasi 30 menit. Tarif ini mencakup sewa skin suit untuk menyelam, biaya kapal, dan dokumentasi di dalam air.

Bagi yang tertarik mencoba wahana ini, bisa datang langsung ke Bintang Water Sport seperti yang saya lakukan. Mereka mulai buka pukul 09.00-17.00 WITA dengan batas pemesanan untuk sea walker hanya sampai pukul 16.00 WITA.

Soal kelengkapan fasilitas, kamu nggak perlu khawatir. Di sini juga kamar bilas dan toilet yang bisa kamu gunakan setelah beraktivitas di laut dengan aman dan nyaman.

(sym/row)



Sumber : travel.detik.com