Tag Archives: soekarno

Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



Jakarta

Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

“(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

“Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gedung Arsip Nasional Ternyata Dulu Rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda



Jakarta

Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada di Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, sangat mencolok di antara bangunan lain di sekitarnya. Ternyata, dulu rumah tinggal gubernur jenderal Hindia Belanda.

Merujuk catatan sejarah, bangunan tersebut milik seorang Belanda yang bernama Gubernur Jenderal Reiner de Klerk. Sebelum diangkat menjadi gubernur jenderal, ia adalah anggota Raad van Indie atau organisasi pusat Pemerintah Hindia-Belanda. Dan, saat masih menjadi anggota Raad van Indie, di tahun 1755, itulah ia membeli tanah di Jalan Gajah Mada itu.

Kemudian, pada 1760 bangunan megah dengan arsitektur khas tersebut berdiri.


Kini, setelah 264 tahun, bangunan utama rumah pribadi itu masih kokoh. Bangunan itu bisa dilihat dari pinggir jalan ketika melintasi jalanan Gajah Mada.

Selain bangunan utama, di kedua sisinya juga terdapat paviliun-paviliun yang digunakan untuk menyambut tamu sebelum masuk ke dalam rumah.

detikTravel menyambangi bekas kediaman sang Belanda tersebut dan melihat keindahan bangunannya secara langsung, Kamis (18/7/2024). Pada tahun 1777 diangkatlah Reiner menjadi Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dan rumah pribadinya pun berubah menjadi istana negara.

Menurut salah satu pemandu di Gedung Arsip Nasional mengatakan bahwa Reiner merupakan seorang pejabat yang agamis. Itu bisa dilihat dari ukiran-ukiran yang berada di atas pintu-pintu rumah itu (loster angin) seperti perempuan yang sedang memegang salib, perempuan memegang jangkar, perempuan di atas kerbau, vas bunga, dan lelaki di atas singa

“Ornamen-ornamen di rumah ini tuh memiliki simbol, punya filosofi bukan hanya sekadar pemanis ruangan seperti ini perempuan megang salib itu filosofinya adalah si Tuang Reiner itu orang yang taat terhadap agama. Terus pintu utama itu perempuan memegang jangkar itu adalah ucapan selamat datang,” kata pemandu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

“Terus ada vas bunga itu filosofinya tuh si Tuan Reiner itu berharap rumah ini berkembang, harum, dan ini wanita di atas kerbau jadi harapannya si Tuan Reiner VOC atau Belanda itu tidak kekurangan pangan. Sebelah sini ada lelaki di atas singa, singa kan salah satu simbol kekuatan jadi Belanda atau VOC itu bisa menguasai dunia,” ujar dia sambil berjalan.

Dari ceritanya gedung bersejarah ini masih terjaga sekitar 90% keasliannya mulai dari pintu, lantai, hingga langit-langit atapnya masih terawat hingga sekarang. Bekas kediaman Reiner ini memiliki dua tingkat.

Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Selain agamis, dari bangunan rumah itu, Reiner juga merupakan sosok yang senang berkumpul bersama teman dan kolega-kolega. Tinggalan itu berupa lantai dua yang berfungsi untuk menjamu kedatangan tamu-tamu Reiner.

Di bagian atas setelah menaiki tangga yang ikonik akan terlihat ruang luas yang di tengahnya terdapat meja makan kayu yang panjang. Di tempat inilah Reiner akan menikmati hari bersama rekan dan koleganya, ada cerita menarik dari ruang perjamuan ini.

Pemandu itu bercerita ketika Reiner dan rekan serta koleganya sudah masuk ke dalam ruang tersebut maka pintu utama yang berada di tengah akan di tutup.

Untuk itu, para pelayan tak boleh melewati pintu utama selagi Reiner dan yang lainnya sudah di dalam. Akses masuk para pelayan berada di pintu samping dekat tangga untuk masuk ke dalam ruangan.

“(Pintu) ini ketika acara sudah dimulai dia lewat situ jadi ketika si tuan sudah ready dan perjamuan makan sudah di mulai, (pintu) ini ditutup, pintu itu ditutup, nah yang ini dibuka. Jadi ini dibuka khusus pelayan yang menyajikan makanan,” kata pemandu itu sambil menutup pintu.

Selain terdapat berbagai furniture yang sudah ratusan tahun, di area ini juga terdapat beberapa peta dan lukisan-lukisan jadul. Reiner juga merupakan ketua organisasi sejarah Hindia-Belanda yang oleh karenanya terdapat banyak koleksi peta-peta zaman dahulu.

Beranjak dari bangunan utama, di belakang yang terdapat halaman luas itu berdiri deretan ruangan di setiap sisi yang dulu dipakai untuk tempat tinggal para pelayan di rumah Reiner. Adapun replika lonceng yang digunakan untuk menentukan jam kerja para pelayan.

Reiner meninggal pada tahun 1780 dan sepeninggalnya bangunan ini diwariskan kepada sang cucu Franz Reiner. Mulai dari peristiwa inilah bangunan tersebut banyak berganti kepemilikan dan berganti fungsi.

Setelah Tak Didiami Reiner: Rumah Yatim Piatu, Gedung Arsip

Satu tahun setelah Reiner meninggal, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda beralih kepemimpinan di bawah Johannes Siberg. Dia membeli rumah Reiner itu pada 1786.

Kemudian, ia meninggal pada 1817. Di tahun yang sama rumah itu pun kembali beralih kepemilikan ke tangan Ketua Dewan Keuangan Hindia-Belanda, Lambertus Zeegers.

Hanya satu tahun memegang kuasa penuh rumah ini, Leendert Miero, berhasil membeli rumah dengan arsitektur Closed Dutch Style itu. Puluhan tahun berlalu, tepatnya 1844 bangunan itu kemudian dibeli oleh College van Diakenen dari Gereja Protestan.

Oleh diakenen, bangunan itu digunakan sebagai rumah yatim piatu.

Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di tahun 1900 Pemerintah Hindia-Belanda mengambil alih bagunan tersebut karena dianggap sudah tak layak digunakan. Setelah itu dialihfungsikan kembali menjadi kantor Dinas Pertambangan kala itu.

Kemudian, mulai 1925 Pemerintah Hindia-Belanda kantor Dinas Pertambangannya menjadikan rumah itu sebagai kantor arsip milik pemerintah.

Dari sinilah silsilah kantor arsip miliki Hindia-Belanda menjadi kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kini, gedung itu tidak lagi berfungsi sebagai gedung arsip, karena semua arsipnya dipindahkan ke Gedung ANRI yang berada di Jalan Ampera.

Selain daya tarik tentang bangunan bersejarah itu, di kawasan tersebut juga terdapat Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan. Pusat studi itu ,menyimpan arsip tentang perjalanan Presiden Soekarno.

Jam Operasional dan Tiket masuk

Masyarakat yang ingin berkunjung dan melihat bangunan bekas rumah Reiner de Klerk bisa berkunjung setiap harinya mulai dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB, tanpa dipungut biaya.

Sama halnya dengan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan pengujung tidak perlu mengeluarkan biaya dan bisa datang di jam yang serupa, namun hanya bisa dikunjungi dari hari Senin sampai Jumat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya, Cocok untuk Edukasi!


Jakarta

Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan bukan tanpa alasan. Selain menjadi lokasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 silam, traveler dapat menemukan sejumlah historical site dengan bangunan lama berdiri kokoh hingga sekarang yang tersebar di kota ini.

Sederet situs tersebut kini menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah. Lantas, di mana saja tempat bersejarah di Surabaya dan sekitarnya?

Situs Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya

Berikut deretan historical site yang tersebar di Surabaya Selatan, Utara, hingga Pusat yang cocok untuk untuk wisata edukasi sejarah:


1. Gedung Setan Surabaya

gedung setan surabayaGedung Setan Surabaya. (Esti Widiyana)

  • Lokasi: Jl. Banyu Urip Wetan IA No.107, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Mendengar namanya mungkin terkesan agak seram. Padahal, gedung ini ditinggali oleh warga sebanyak 40 KK lho, mengutip pemberitaan detikcom. Dulunya, Gedung Setan sendiri bekas kantor gubernur VOC di Jawa Timur yang telah berdiri sejak 1809.

Setelah VOC bangkrut dan hengkang dari Indonesia, bangunan ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie namun tidak dijadikan tempat tinggalnya. Lahan kosong di sekitar gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa dan tidak ada lampu yang menyinari sekelilingnya. Oleh sebab itu, warga menyebut bangunan ini sebagai Gedung Setan.

2. Monumen Tugu Pahlawan

Sejarah Tugu Pahlawan adalah sebuah bangunan untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November. Tugu Pahlawan terletak di Surabaya, Jawa Timur.Monumen Tugu Pahlawan. (Bappeko Surabaya)
  • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Monumen Tugu Pahlawan dibangun sebagai penghormatan bagi perjuangan para pahlawan Indonesia yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Tugu ini didirikan pada 10 November 1951 dan selang satu tahun kemudian barulah monumen diresmikan oleh Presiden Soekarno, dilansir situs Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

3. Museum Sepuluh Nopember

Museum 10 November SurabayaMuseum 10 November Surabaya (Tedi Permana/d’Traveler)
  • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Museum Sepuluh Nopember berada di Kompleks Tugu Pahlawan. Museum ini mulai didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 19 Februari 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Pembangunan museum seluas 1366 m2 itu dilakukan pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah, sehingga hanya atap bangunan yang terlihat. Penempatan ini dilakukan agar gedung museum tidak mengganggu view Tugu Pahlawan.

4. Monumen Kapal Selam

Pengunjung mengunjungi Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2023). Monumen yang terbuat dari kapal selam buatan Rusia tahun 1952 dengan panjang 76 meter itu merupakan destinasi wisata edukatif di kota pahlawan tersebut yang sering dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.Monumen Kapal Selam. (Iggoy el Fitra/Antara)
  • Lokasi: Jl. Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Monumen Kapal Selam, yang disebut juga Monkasel, adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselamartim). Kapal ini dibuat di Rusia pada 1952.

Mengutip situs resmi Monkasel, KRI Pasopati 410 memainkan peran penting selama masa-masa kemerdekaan Indonesia, di antaranya pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari Belanda di masa lampau.

Monkasel dibangun sebagai simbol penghargaan atas jasa KRI Pasopati dan awaknya yang berani melawan penjajah. Di dalam monumen yang dibuka pada 2 Oktober 1988, traveler dapat melihat berbagai eksibisi yang menunjukkan kehidupan di kapal selam, peralatan yang dipakai, hingga sejarah KRI Pasopati.

5. Museum Surabaya (Gedung Siola)

Lokasi: Jl. Tunjungan No. 1, Kecamatan Genteng, Surabaya

Di Museum Surabaya, kamu dapat mengetahui kesejarahan Kota Surabaya. Museum ini disebutkan memiliki lebih dari 1.000 koleksi yang mendukung informasi sejarah Kota Pahlawan itu. Koleksi berupa arsip, furnitur kuno, piano, hingga trofi.

Museum Surabaya menempati Gedung Siola yang awalnya dibangun sebagai toserba pada 1877. Di masa pemerintahan Jepang, bangunan tersebut dijadikan toko tas oleh pengusaha mereka. Usai Jepang menyerah pada Sekutu, gedung digunakan sebagai tempat pertahanan pahlawan Indonesia.

Setelahnya, Gedung Siola berganti-ganti fungsi dan pemilik. Salah satunya sempat dianggap sebagai pusat perbelanjaan terbesar pertama di Surabaya yang menyediakan berbagai kebutuhan. Hingga akhirnya diresmikan sebagai Museum Surabaya pada 3 Mei 2015.

6. Museum Dr. Soetomo

Museum Dr. SoetomoMuseum Dr. Soetomo. (Tiket Wisata Surabaya)
  • Lokasi: Jl. Bubutan No. 85-87, Kecamatan Bubutan, Surabaya

Sesuai namanya, museum ini menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo yang merupakan tokoh pergerakan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo. Di museum ini bisa dijumpai lebih dari 300 koleksi berupa alat kesehatan, foto-foto, dan terdapat makam Dr. Soetomo. Museum Dr. Soetomo diresmikan pada November 2017 oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini.

7. Monumen Jalesveva Jayamahe

monumen jalesveva jayamahe.monumen jalesveva jayamahe. (Deny Prastyo Utomo detikcom)
  • Lokasi: Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya

Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya merupakan tempat wisata edukasi maritim. Mengutip pemberitaan detikcom, monumen ini terdiri dari dua bagian: patung dan bangunan. Patung Jalesveva Jayamahe memiliki ketinggian 31 meter dan gedung yang menopangnya sekaligus dijadikan sebagai museum setinggi 29 meter.

Monjaya dibangun pada 5 Desember 1990 dan rampung kurang lebih enam tahun setelahnya. Pembangunan monumen ini menunjukkan kesiapan dan optimisme tinggi Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI.

8. Museum H.O.S Tjokroaminoto

Museum HOS Tjokroaminoto, rumah masa muda Soekarno di Surabaya ramai dikunjungi di Hari Lahir Pancasila.Museum HOS Tjokroaminoto. (Esti Widiyana/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Peneleh Gg. VII No. 29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya

Museum H.O.S Tjokroaminoto dulunya adalah tempat tinggal pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto semasa hidup. Kediamannya juga merupakan tempat para tokoh pergerakan nasional bertemu dan berdialog.

Oleh karena itu, rumah sang pahlawan diresmikan sebagai museum sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah pada 27 Desember 2017. Di sini dapat ditemukan lebih dari 140 koleksi peninggalan H.O.S Tjokroaminoto.

9. Museum W.R. Soepratman

Melihat Museum WR Soepratman, Pencipta Lagu Ibu Kita KartiniMelihat Museum WR Soepratman. (Rifki Afifan Pridiasto)
  • Lokasi: Jl. Mangga No. 21, Gedang Sewu, Kecamatan Tambaksari, Surabaya

Museum W.R. Soepratman termasuk destinasi wisata sejarah di Surabaya. Dulunya, museum ini merupakan rumah kakak W.R. Soepratman yang juga tempat sang pahlawan pencipta lagu Indonesia Raya itu wafat.

Terpampang foto-foto W.R. Soepratman bersama keluarga dan kerabat dekatnya di dalam museum ini. Di samping itu terdapat dua kamar tidur yang salah satunya adalah kamar tidur W.R. Soepratman.

Uniknya, kamar beliau tidak mempunyai akses pintu dan hanya ada jendela depan. Dibuat demikian untuk mengelabui aparat Hindia Belanda pada masa itu.

10. Museum Pendidikan Surabaya

Museum Pendidikan di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Pendidikan di Surabaya. (Dok tiketwisata.surabaya.go.id)
  • Lokasi: Jl. Genteng Kali No. 10, Kecamatan Genteng, Surabaya

Museum Pendidikan Surabaya didirikan sebagai museum tematik yang menyimpan bukti materiil pendidikan pada masa pra aksara, klasik, kolonial, dan masa kemerdekaan. Tempat museum ini berdiri dulunya merupakan Sekolah Taman Siswa cabang Surabaya milik Ki Hajar Dewantara.

Diresmikan pada 25 November 2019, Museum Pendidikan dibangun untuk mendukung kegiatan edukasi, riset, sekaligus rekreasi di Surabaya.

Nah, itu tadi sederet historical site atau tempat bersejarah di Surabaya Selatan dan sekitarnya. Jadi, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Murah Terbaik di Sekitar Jakarta, Ada yang Gratis Tanpa Tiket


Jakarta

Siapa sangka ada wisata murah di sekitar Jakarta yang bisa banget kamu kunjungi? Iya, ada lho dan beberapa destinasi wisatanya bahkan ada yang gratis alias tidak dikenakan biaya masuk.

Sejumlah tempat yang dapat dikunjungi seperti area taman cantik dan museum. Daripada bingung, cari tahu wisata murah di sekitar Jakarta di bawah ini.

Rekomendasi Wisata Murah di Jakarta

Berikut rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta yang patut kamu kunjungi:


1. Monumen Nasional (Monas)

Jika diperhatikan dengan seksama tugu Monas saat ini terlihat kusam seakan tidak terawat. Dinding tiang dari ikon Ibu Kota bahkan sedikit menghitam.Tugu Monas. (Pradita Utama)
  • Lokasi: Jl. Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 06.00-16.00 (Kawasan Monas) & 08.00-16.00 (Tugu Monas)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 6.000-24.000 (Puncak), Rp 3.000-8.000 (Museum)

Monas merupakan landmark dari Kota Jakarta. Destinasi ini termasuk tempat bersejarah di mana Presiden Soekarno pada 1955 yang menginginkan pembuatan monumen peringatan setinggi 132 meter dengan cawan dilapisi emas seberat 50 kilogram tersebut.

Di puncaknya, traveler dapat melihat view Jakarta sejauh mata memandang. Sementara sejarah kehidupan nenek moyang Indonesia, perjuangan kemerdekaan, hingga masa pembangunan Indonesia dapat ditemukan di museumnya.

2. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. TMR dipadati pengunjung saat libur Waisak hari ini.Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta. (Andhika Prasetia)
  • Lokasi: Jl. Harsono RM No.1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 07.00-16.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 3.000 (Anak), Rp 4.000 (Dewasa), plus tarif parkir jika membawa kendaraan.

Ragunan merupakan kebun binatang yang berada di Jakarta. Kawasan ini cocok sebagai tempat rekreasi sekaligus wisata edukasi tentang fauna bagi anak.

Di tanah seluas 147 hektar, terdapat sekitar 2.000 satwa dari 200 lebih spesies. Di samping itu terdapat 20.000 pohon dari berbagai jenis yang dapat dijumpai. Kamu juga bisa melihat orang utan dan gorila di Pusat Primata Schmutzer.

Selain itu, sejumlah sarana rekreasi yang bisa dijajal di taman sini seperti gajah tunggang, kuda bendi, kereta keliling, perahu angsa, serta sepeda tunggal dan ganda.

3. Kawasan Kota Tua Jakarta

Jakarta, Indonesia - May 7th, 2024. a Historic Si Jagur cannon on display in a peaceful Fatahillah Square in the morning.Kawasan Kota Tua dengan Meriam Si Jagur sebagai ikonnya. (Getty Images/creativica)
  • Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam Buka: Setiap hari
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Area Kota Tua Jakarta dikelilingi oleh bangunan bergaya tempo dulu. Banyak spot di sini oke banget dijadikan spot foto aesthetic. Kamu juga dapat menyewa sepeda untuk berkeliling kawasan ini. Kalau perut keroncongan, tersebar pula pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan.

Terdapat sederet museum di sekitar Kota Tua Jakarta, antara lain Museum Fatahilah, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, dan Museum Wayang. Untuk masuk ke sejumlah museum dikenakan biaya masuk, tapi cukup terjangkau kok.

4. Taman Impian Jaya Ancol

Sebanyak 2.500 orang memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol di masa libur pergantian tahun. Begini suasananya. (Nahda RU/detikcom)Taman Impian Jaya Ancol. Foto: Sebanyak 2.500 orang memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol di masa libur pergantian tahun. Begini suasananya. (Nahda RU/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Lodan Timur No. 7, Pademangan, Jakarta Utara
  • Jam Buka: Senin-Jumat (06.00-20.00), Sabtu-Minggu (06.00-21.00)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 (per orang online dan offline), Rp 30.000 (mobil), Rp 20.000 (motor), Rp 45.000 (bus)

Ancol termasuk destinasi wisata di Jakarta yang terkenal dan jadi pilihan berlibur banyak orang. Kamu dapat bermain pasir dan air di kawasan pantainya. Bisa juga menaiki perahu untuk mengelilingi Pantai Ancol.

Selain itu, terdapat sejumlah spot lain yang bisa kamu kunjungi di Ancol seperti Dufan, Sea World, Ocean Dream Samudra, Atlantis, Jakarta Birdland, dan Faunaland. Traveler juga bisa menaiki wahana gondola untuk menikmati view Ancol dari ketinggian. Kalau tertarik mengunjungi tempat-tempat ini, kamu perlu membeli tiket tambahan ya.

5. Tebet Eco Park

Tebet Eco Park di JakselTebet Eco Park di Jaksel (Lugas Pribady/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Tebet Raya, Tebet, Jakarta Selatan
  • Jam Buka: Senin-Minggu, Sesi 1: 06.00-11.00 dan sesi 2: 13.00-18.00
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Kalau ingin duduk-duduk santai di ruang terbuka hijau Jakarta, kamu bisa mengunjungi Tebet Eco Park. Taman ini bersih dan nyaman juga untuk piknik atau kumpul-kumpul bareng teman. Terdapat juga jembatan Infinity Link Bridge yang kerap jadi spot foto.

Selain itu, kamu bisa mengunjungi kafe dan tempat makan di sekitar Tebet Eco Park untuk nongkrong. Ada juga pedagang kaki lima di sekeliling taman untuk mengganjal perutmu yang keroncongan.

6. Galeri Nasional Indonesia

Gedung Galeri Nasional Indonesia kini tengah menghelat karya-karya dari dua seniman, Dolorosa Sinaga dan Budi Santoso. Yuk lihat.Gedung Galeri Nasional Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Lokasi: Jl. Medan Merdeka TImur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat
  • Jam Buka: Setiap hari, 09.00-19.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Traveler dapat melihat-lihat berbagai karya seni yang ditampilkan di Galeri Nasional Indonesia ini, mulai dari lukisan hingga patung. Di sini juga sering diadakan pameran seni yang memperkenalkan karya-karya seniman lokal Tanah Air.

Terbaru, kamu bisa melihat pameran bertajuk “Patung dan Aktivisme: Dolorosa Sinaga & Budi Santoso” yang memperkenalkan 53 karya seni. Pameran ini berlangsung dari 20 Juli sampai 19 Agustus 2024.

7. Setu Babakan

Danau Setu BabakanDanau Setu Babakan. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
  • Lokasi: Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Di kawasan Setu Babakan, kamu dapat menemukan sebuah danau yang bisa dijadikan spot mancing. Pengunjung bisa duduk-duduk di tepi danau untuk menikmati suasana syahdu yang menenangkan. Kalau ingin mengelilingi situ ini, traveler dapat menyewa perahu.

Ada juga Perkampungan Budaya Betawi yang di kawasan ini. Sesuai namanya, Setu Babakan memperkenalkan budaya-budaya suku Betawi di museum. Di sekitar sini bisa ditemukan kuliner tradisional seperti dodok, kerak telor, dan bir pletok. Area ini kerap dijadikan spot olahraga seperti lari, jalan santai, dan bersepeda oleh masyarakat setempat.

8. Hutan Kota GBK

Jakarta punya alternatif tempat wisata yang sejuk dan bebas asap polusi selain mal. tempat wisata itu adalah hutan kota di kawasan Gelora Bung Karno. Penasaran?Hutan Kota GBK (Gelora Bung Karno). (Grandyos Zafna)
  • Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 06.00-10.00 dan 15.00-18.00
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Ini adalah area hijau di kawasan Gelora Bung Karno yang cocok untuk kumpul-kumpul dan piknik bareng teman. Di sini kerap pula menjadi tempat bersantai dan bermain anak-anak. Hutan Kota GBK juga termasuk spot pilihan banyak orang yang ingin foto berlatarkan gedung-gedung tinggi.

9. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan KeramikMuseum Seni Rupa dan Keramik. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Pos Kota No. 2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-5.000 per orang

Di sini traveler dapat melihat-lihat koleksi keramik dan seni rupa berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Menariknya, kamu bisa mengikuti workshop membuat gerabah di museum ini dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp 50.000. Nantinya, hasil karya seni dapat kamu bawa pulang.

10. Taman Mini Indonesia (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Tina/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur
  • Jam Buka: Setiap hari, 05.00-20.00
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 (per orang)

Kawasan wisata Taman Mini ditujukan untuk tempat rekreasi sekaligus pelestarian budaya Indonesia. Di sini terdapat banyak spot yang dapat dikunjungi, antara lain Anjungan tiap-tiap daerah di Indonesia. Terdapat juga Teater Keong Mas untuk menyaksikan film animasi dan bertema kekayaan budaya Tanah Air.

Selain itu, traveler bisa melihat-lihat berbagai fauna di Taman Burung, Museum Komodo, serta Dunia Air Tawar dan Serangga. Salah satu daya tarik TMII lain pasca revitalisasinya yaitu pertunjukan Air Mancur Menari di Danau Archipelago.

Pertunjukan ragam budaya Indonesia, festival, pawai, parade, pemanggungan teater, storytelling, workshop, hingga konser bersama artis papan atas Tanah Air juga kerap diselenggarakan di Taman Mini.

Nah, itu tadi sederet wisata murah di sekitar Jakarta yang patut dikunjungi. So, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih? Jangan lupa update informasi seputar ketersediaan fasilitas dan layanan sebelum berkunjung ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Waduk Cacaban di Tegal, Bisa Foto Berlatar Bukit Teletubbies


Jakarta

Wisata Waduk Cacaban menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tegal selain Guci dan Pantai Purwahamba Indah. Cacaban menawarkan keindahan pemandangan bentangan air dengan latar perbukitan dan pulau-pulau kecil di tengahnya.

Destinasi ini sempat ditutup pada tahun 2020 karena adanya pekerjaan remedial bendungan dan penataan kawasan seluas 5,5 hektar dari PUPR, tapi dibuka kembali pada 2022. Lantas, aktivitas menarik apa saja yang bisa dilakukan di waduk ini?

Sekilas Mengenai Waduk Cacaban

Menurut repository Unissula, pembangunan Waduk Cacaban digagas sejak tahun 1914 dan perencanaan detailnya dibuat pada tahun 1930 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian, waduk ini baru diresmikan pada tahun 1952 oleh Presiden Soekarno.


Sebenarnya, fungsi dari Waduk Cacaban adalah mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun sekaligus difungsikan sebagai objek wisata. Menariknya, waduk ini dilatari pemandangan hutan dengan panorama yang indah dengan Daerah Aliran Sungai yang memanjang dari sungai ke waduk Cacaban.

Aktivitas Menarik di Waduk Cacaban

Bagi traveler pecinta wisata alam, Waduk Cacaban dapat menjadi tujuan yang menarik. Berikut di antaranya.

1. Naik Perahu Wisata

Wisatawan bisa menaiki perahu wisata untuk mengelilingi waduk. Menurut salah satu laman agen travel, saat menaiki perahu, wisatawan akan menyaksikan hutan alami dan savana dari dekat. Tentunya sambil merasakan hembusan angin danau yang menyejukkan.

2. Berfoto di Bukit Teletubbies

Ada perbukitan savana yang dikenal sebagai bukit Teletubbies di sekitar waduk Cacaban. Saat kemarau, rerumputan akan tampak mengering kuning kecoklatan.

Perairan danau yang hijau dan savana berpadu dengan indah. Wisatawan bisa mengunjungi bukit ini dengan perahu.

3. Jogging

Waduk Cacaban punya area yang cukup luas. Menurut laman Instagram Waduk Cacaban, tersedia jalur trek untuk wisatawan yang mau jogging sambil menikmati keindahan waduk dan suasana yang asri.

4. Menikmati Aneka Kuliner

Waduk ini dilengkapi dengan pujasera yang terdiri dari puluhan kios, sehingga wisatawan yang datang tak perlu bingung mencari tempat makan. Salah satu kuliner khasnya adalah olahan ikan air tawarnya.

Fasiltas Waduk Cacaban

Fasilitas waduk Cacaban sudah cukup lengkap. Menurut laman Pemerintah Kabupaten Tegal, berikut di antaranya:

  • Gardu panjang atas
  • Mushola
  • Playground
  • Dermaga apung
  • Jogging track
  • Wisata hutan
  • Perahu wisata

Harga Tiket Waduk Cacaban

Berikut harga tiket Waduk Cacaban untuk wisatawan di hari Senin-Jumat dan Sabtu-Minggu, serta parkir dan naik perahu:

  • Tiket masuk Senin-Jumat: Rp 4.000
  • Tiket masuk Sabtu-Minggu: Rp 5.000
  • Parkir: Motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000
  • Wahana wisata perahu: Rp 15.000

Lokasi dan Jam Operasional Waduk Cababan

Waduk Cacaban berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-21.00 WIB.

Itulah informasi mengenai Waduk Cacaban di Tegal. Sebelum berkunjung update dulu ya mengenai informasi terkait layanan wisata ini, seperti harga tiket masuk dan lainnya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Konon, Batu ‘Sakti’ di Bandung Ini Tahan Bom



Bandung

Di Bandung, ada sebuah spot wisata menarik. Namanya Batu Eon. Konon, batu ‘sakti’ ini tahan bom. Percaya tidak?

Jika ada rencana liburan ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat mari berkunjung ke Pangalengan. Bukan melihat kebun teh, di kecamatan yang lokasinya di selatan Bandung ini, ada sebuah situs bersejarah berupa sebongkah batu.

Bongkahan batu itu dinamai ‘Batu Eon’ yang berdiri kokoh di tengah kolam tandon harian PLTA PT Indonesia Power, Cikalong, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan.


Dari cerita yang tersebar di masyarakat, konon katanya, dahulu kala, batu tersebut tidak bisa dihancurkan dan dipindahkan sekalipun menggunakan alat berat. Hal tersebut terbukti saat pembangunan PLTA pada abad ke-19 silam.

Dari cerita rakyat yang berkembang, ada warga Lamajang bernama Abah (sebutan orangtua laki-laki) Eon yang hendak memindahkan batu tersebut. Ia tertantang untuk memindahkan batu yang secara mistis tak bisa dipindahkan.

Beragam cara dan segala upaya dilakukan Abah Eon untuk memindahkan batu itu. Salah satunya dengan menghancurkan batu itu. Meski begitu, tak ada satu pun alat yang mampu menghancurkan batu berwarna kecoklatan itu.

Upaya terakhir dilakukan Abah Eon. Sebuah dinamit yang dipersiapkannya untuk menghancurkan batu itu dengan harapan hancur berkeping-keping. Namun, usahannya gagal karena batu itu tidak hancur.

“Sejak itulah warga setempat menamai Batu Eon,” kata pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana (47) saat ditemui di kediamannya di Desa Lamajang, tahun 2017 silam.

Ade mengungkapkan, cerita itu belum dapat dipastikan kebenarannya, namun kisah Abah Eon tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

“Sulit mencari informasi yang valid mengenai kisah itu. Tapi yang pasti PLTA ini diresmikan oleh Presiden Soekarno tahun 1954 lalu,” tutur Ade.

Lokasi Batu Eon ini hanya satu kilometer dari Bumi Adat Cikondang. Untuk sampai ke situs batu bersejarah ini dapat diakses dari Kota Bandung via Banjaran-Cimaung sejauh 40-an kilometer.

Dari kejauhan terlihat batu tersebut berada di tengah kolam, layaknya sebuah pulau kecil. Pengunjung memang tidak bisa melihat dari dekat, sebab pagar dengan kawat berduri mengelilingi batu itu.

“Batu Eon, kisahnya mirip-mirip dengan legenda Batu Cinta di Situ Patenggang,” kata Ade.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024


Jakarta

Ada banyak tempat wisata edukasi yang berada di Surabaya, salah satunya yang terkenal adalah Tugu Pahlawan. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, khususnya saat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Sedikit membahas tentang sejarahnya, Tugu Pahlawan Surabaya didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952.

Mengutip situs resmi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, tujuan utama pembangunan Tugu Pahlawan Surabaya adalah untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam pertempuran sengit pada 10 November 1945 di Surabaya.


Bagi kamu yang tertarik untuk berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya, sebaiknya cek dahulu jam buka dan harga tiket masuknya. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

Daya Tarik Tugu Pahlawan Surabaya

Daya tarik utama dari Tugu Pahlawan Surabaya adalah bentuk monumennya yang mirip seperti paku terbalik. Monumen tersebut memiliki ketinggian sekitar 40,15 meter.

Selain itu, ada juga museum bernama Museum Sepuluh Nopember. Museum tersebut dibangun pada 10 November 1991 di area Kompleks Tugu Pahlawan. Museum itu resmi dibuka oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.

Menariknya, bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di bawah tanah (basement), sehingga hanya terlihat atapnya saja dari kejauhan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pemandangan Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya.

Di dalam museum, travelers dapat melihat ratusan koleksi foto, senjata rampasan penjajah, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya.

Lalu, terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti diorama elektronik dan diorama statis. Hal ini dapat mempermudah pengunjung yang ingin mempelajari sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah.

Fasilitas di Tugu Pahlawan Surabaya

Fasilitas yang tersedia di Tugu Pahlawan Surabaya cukup lengkap, sehingga pengunjung tak perlu khawatir saat berwisata ke museum ini. Beberapa fasilitas yang dimiliki di antaranya:

  • Toilet
  • Mushola
  • Area parkir kendaraan
  • Lapangan luas
  • Ruang diorama elektronik
  • Ruang diorama statis
  • Ruang auditorium
  • Perpustakaan
  • Kidzone dan laktasi.

Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya

Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya akan dikenakan tiket masuk. Dilansir situs resmi Tiket Wisata Surabaya, untuk harga tiket masuk (HTM) Tugu Pahlawan sebesar Rp 8.000 per orang.

Bagi pengunjung yang merupakan pelajar, tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali alias gratis. Menyenangkan bukan?

Nah, untuk pembelian tiketnya bisa dilakukan secara online lewat situs tiketwisata.surabaya.go.id. Untuk metode pembayarannya tersedia secara tunai dan QRIS.

Lokasi dan Jam Buka Tugu Pahlawan Surabaya

Tugu Pahlawan Surabaya beralamat di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Tempat wisata ini buka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Jika detikers berkunjung ke Tugu Pahlawan, sempatkan juga untuk mampir ke Museum Sepuluh Nopember. Usahakan datang sejak pagi hari agar bisa puas berkeliling museum.

Itu dia jam buka dan harga tiket masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Hari Pahlawan 10 November, Ini 6 Objek Wisata Sejarah di Jakarta



Jakarta

Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November sejak tahun 1961. Berikut objek wisata di Jakarta yang lekat dengan perjuangan pahlawan.

Pada peringatan Hari Pahlawan itu menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan.

Salah satu cara terbaik untuk memperdalam makna perjuangan tersebut adalah dengan mengunjungi berbagai objek wisata sejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.


Di Jakarta, terdapat sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menyimpan banyak cerita dari masa-masa perjuangan para pahlawan.

Dirangkum oleh detikTravel, berikut beberapa destinasi bersejarah di Jakarta yang layak dikunjungi untuk meresapi semangat heroisme dan mengenang jasa para pahlawan.

1. Museum Sumpah Pemuda

Pengunjung berfoto bersama saat mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10/2024). Museum tersebut menyelenggarakan Sumpah Pemuda Youth Fest dalam rangka peringatan 96 tahun Sumpah Pemuda yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan, termasuk pertunjukan seni, serta atraksi budaya yang melibatkan sekitar 700 peserta dari berbagai kalangan. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/aww.Pengunjung berfoto bersama saat mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10/2024).

Museum Sumpah Pemuda adalah tempat bersejarah yang terkait erat dengan peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, sebuah momentum penting yang menjadi dasar persatuan dan identitas nasional Indonesia.

Berdirinya Museum Sumpah Pemuda merupakan hasil gagasan dari para pelaku Kongres Pemuda Kedua berikrar. Dalam ikrar tersebut, para pemuda berjanji untuk bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena menegaskan semangat persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat yang beragam, yang ingin menjaga semangat persatuan itu tetap hidup di kalangan generasi muda. Museum ini dulunya adalah rumah milik Sie Kong Lian, seorang tokoh Tionghoa pada abad ke-20, yang kini dialihfungsikan menjadi tempat wisata sejarah.

Destinasi ini sangat cocok untuk menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme abadi di hati pemuda Indonesia,berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 106 Jakarta Pusat menjadi ruang untuk mengenang serta menghargai komitmen para pemuda bangsa, dalam memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

2. Monumen Nasional

Manuver Tim Jupiter TNi AU bentuk love sign di langit MonasMonas (Wildan Noviansah/detikcom)

Sebagai ikon Jakarta, Monumen Nasional (Monas) tidak hanya menjadi simbol perjuangan bangsa, tetapi juga menyimpan berbagai diorama yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Di dalam Monas, terdapat ruang pameran sejarah yang menampilkan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan, menjadikannya sebagai destinasi edukatif yang sarat makna bagi para pengunjung.

Salah satu spot menarik yang bisa dijelajahi adalah ruang museum yang berada di bawah Monas, sekitar 3 meter di bawah permukaan tugu, dengan 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari berbagai zaman.

Selain itu, terdapat Ruang Kemerdekaan yang menampilkan peta kepulauan Indonesia, bendera Sang Saka Merah Putih, lambang negara Bhineka Tunggal Ika, dan pintu gapura dengan naskah Proklamasi.

Di sekeliling monumen, relief sejarah Indonesia menggambarkan perjalanan bangsa mulai dari masa penjajahan Belanda, perjuangan rakyat Indonesia, hingga era pembangunan modern.

Pada bagian pelataran puncak Monas yang berada di ketinggian 115 meter, dengan luas 11 x 11 meter dan mampu menampung hingga 50 orang, pengunjung dapat menikmati pemandangan Jakarta dari ketinggian, lengkap dengan fasilitas teropong untuk melihat lebih jelas sejauh mata memandang Ibu Kota Jakarta. Untuk harga tiket masuk Monas, pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 24.000, mahasiswa Rp 13.000, dan anak-anak Rp 6.000.

3. Taman Makam Pahlawan Kalibata

Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata dikenal sebagai lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia. Ini ulasannya.Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata dikenal sebagai lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia. Ini ulasannya. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Tempat ini memiliki luas mencapai 247.423 meter persegi (24,7 hektare) dan meskipun bukan museum, ia memiliki peran yang sangat penting untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur lebih dari 7.000 orang korban militer dan veteran, termasuk deretan tokoh-tokoh penting, mulai dari pejabat tinggi negara hingga anggota militer bersemayam disini.

Didirikan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka bagi bangsa dan negara, tempat ini juga berfungsi sebagai sarana pelestarian nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan dan perintis bangsa, serta menanamkan semangat kesetiakawanan sosial bagi masyarakat.

Selain menjadi objek studi dan tempat ziarah wisata, tempat ini dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 dan berlokasi di Jalan Raya Kalibata No. 14, RT 14/RW 1, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

4. Monumen Pancasila Sakti

Hari Kesaktian Pancasila 2021: Tema dan Pedoman UpacaraMonumen Pancasila Sakti (Agung Pambudhy/detikcom)

Tempat ini sangat cocok bagi para traveler yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah pahlawan bangsa, berlokasi di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan dibangun untuk mengenang tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam tragedi Gerakan 30 September (G30S) sebagai upaya pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Monumen ini mulai dibangun pada Agustus 1967 dan diresmikan pada 1 Oktober 1969 oleh Presiden Soekarno. Di area ini terdapat sebuah sumur tua yang menyimpan sejarah kelam bangsa Indonesia, menjadi saksi bisu dari kejadian tragis yang menimpa para pahlawan revolusi.

Dikutip dari buku ‘Mengenal Lebih Dekat: Bangunan Bersejarah Indonesia karya Nunung Marzuki,’ terdapat tujuh pahlawan yang gugur dalam peristiwa ini, yaitu Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean. Bagi traveler yang berminat bisa mengeluarkan sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk pelajar dan mahasiswa buka dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

5. Museum Kebangkitan Nasional

Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (13/8/2024).Museum Kebangkitan Nasional. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Berlokasi di Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Jakarta, museum ini menampilkan sejarah pergerakan Budi Utomo yang diprakarsai oleh delapan pelajar STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) yang belajar ilmu kedokteran pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian menjadi tonggak awal pergerakan nasional Indonesia.

Di dalam museum ini, pengunjung dapat menemukan beberapa spot menarik yang menggambarkan kehidupan dan perjuangan para pelajar STOVIA, seperti ruang yang memamerkan alat-alat kedokteran, alat racikan untuk ramuan obat, ruang belajar, ruang asrama STOVIA, serta Memorial Hall Budi Utomo yang penuh dengan informasi mengenai sejarah berdirinya organisasi ini.

Museum itu buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk anak-anak, dan Rp 25.000 untuk turis.

6. Museum Nasional

Museum Nasional di Jakarta resmi dibuka kembali untuk pengunjung pada Selasa (15/10/2024) setelah penutupan sementara akibat kebakaran yang melanda Gedung A.Museum Nasional di Jakarta resmi dibuka kembali untuk pengunjung pada Selasa (15/10/2024) setelah penutupan sementara akibat kebakaran yang melanda Gedung A. (Hilalia Kani Juliana)

Museum Nasional Indonesia kembali dibuka untuk umum pada tanggal 15 Oktober 2024, setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran yang terjadi pada 16 September 2023.

Dikenal juga sebagai Museum Gajah, museum ini kini menampilkan penataan koleksi yang lebih rapi serta beberapa area baru, seperti pameran khusus pasca kebakaran dan area repatriasi melihat benda-benda warisan budaya hasil diplomasi dari 1949 hingga saat ini.

Pengunjung juga dapat menikmati pameran menarik yang memungkinkan mereka melihat kemiripan wajah pribadi dengan karakteristik paras suku dan daerah di Indonesia.

Museum Nasional buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp 25.000 untuk dewasa, Rp 15.000 untuk anak-anak, dan Rp 50.000 untuk wisatawan asing (WNA).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Lokasi Terbaik di Indonesia Mengabadikan Momen Kemerdekaan



Jakarta

Merayakan momen HUT ke-80 Republik Indonesia bisa nih dengan memilih latar destinasi yang epik, mulai dari bangunan bersejarah hingga landscape alam yang memukau. Mana nih favoritmu?

detikcom telah merangkum, Rabu (13/8/2025) tempat-tempat terbaik untuk mengabadikan momen HUT RI dengan latar merah putih di postingan sosial media mu.

1. Monumen Nasional

Pengunjung menaiki kereta wisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (12/7/2025).Pengunjung di Monumen Nasional (Monas) Foto: Ari Saputra

Monas yang selalu jadi destinasi favorit warga Jabodetabek bisa nih jadi latar foto untuk momen kemerdekaan nanti. Menara dengan emas raksasa di puncaknya ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno (dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975).


Monas juga sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan. Setiap elemen Monas memiliki filosofi kebangsaan, contohnya. puncaknya yang berbentuk lidah api berlapis emas memiliki ketinggian 17 meter yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala abadi.

2. Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi berada di Jl. Proklamasi No.10, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Tepat di area Taman Proklamasi.

Tugu ini dibangun untuk memperingati momen pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, yang dilakukan di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 (kini: Jl. Proklamasi No. 10).

Jadi di sini kamu bisa menemukan patung perunggu seukuran asli dari Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta saat membacakan proklamasi.

3. Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo.Wisata Gunung Bromo. Foto: Dok. Esti Widiyana/detikJatim)

Gunung Bromo berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyambut momen HUT RI ke-80 kamu bisa nih melihat pengibaran bendera merah putih dengan latar yang ciamik. Coba deh cari tahu jadwal pengibaran bendera atau kamu juga bisa membawa bendera sendiri lalu berfoto dengan latar indahnya Gunung Bromo.

4. Danau Toba

Keindahan Danau Toba bisa juga tempat untuk mengabadikan foto dengan latar Sang Saka Merah Putih.

5. Lawang Sewu

Lawang Sewu.Lawang Sewu. Foto: pariwisata.semarangkota.go.id

Bangunan 1.000 pintu yang jadi daya tarik Semarang ini dibangun pada tahun 1904 – 1907 yang awalnya berfungsi sebagai Kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda.

Fakta menarik nih, saat perjuangan kemerdekaan, bangunan ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara pemuda Indonesia dan tentara Jepang (peristiwa “Pertempuran 5 Hari di Semarang”). Jadi kamu menjadikan Lawang Sewu latar berfoto karena ada sejarah kemerdekaannya di sini.


6. Kota Tua

Kota Tua adalah kawasan pusat pemerintahan, perdagangan, dan militer pada masa kolonial Belanda, dikenal dengan nama Batavia. Sekarang Kota Tua jadi destinasi favorit dan ikonnya Jakarta.

Kamu bisa nih mengabadikan momen Kemerdekaan RI dengan latar arsitektur Kota Tua atau berkunjung ke museum-museumnya.

7. Ragam museum atau bangunan yang menceritakan kemerdekaan dan proklamasi

Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Rabu (16/8/2023)Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Rabu (16/8/2023) Foto: Museum Proklamasi/Sudrajat-detikcom

Merayakan momen HUT RI ke-80, kamu bisa datang ke berbagai museum yang menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan EI. Seperti Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Tugu Proklamasi, Rumah Rengasdengklok, Gedung Joang ’45 hingga Benteng Rotterdam.

8. Istana Merdeka Jakarta

Istana Merdeka Jakarta selalu menjadi lokasi upacara kenegaraan, termasuk Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Kamu bisa nih berfoto-foto setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan.

(sym/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Menengok Sejarah Kelam PKI di Monumen Kresek Madiun



Madiun

Monumen Kresek, sering disebut Monumen Keganasan PKI 1948, bukan sekadar objek wisata. Monumen itu dibangun untuk mengenang korban pemberontakan PKI di Madiun.

Di sebuah lapangan hijau seluas beberapa hektare di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, berdiri sebuah patung dan relief bisu berdiri sebagai pengingat peristiwa berdarah yang pernah mengguncang kota tersebut.

Dari arsip pemberitaan detikcom, peristiwa berdarah itu terjadi pada 18 September 1948, ketika PKI di bawah pimpinan Musso berhasil menguasai kota Madiun selama 13 hari.


Selama periode itu, terjadi kekerasan terhadap tokoh masyarakat, ulama, dan prajurit TNI. PKI berusaha menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mendirikan negara berdasarkan ideologi komunis.

Pemberontakan ini dipicu ketegangan politik dan ekonomi pasca-kemerdekaan, serta ketidakpuasan PKI terhadap kebijakan pemerintah, termasuk hasil Perjanjian Renville yang dianggap merugikan Indonesia.

Musso kembali dari pengasingan di Uni Soviet untuk memimpin pemberontakan, dengan tujuan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis dan mendirikan Republik Soviet Indonesia.

Pada dini hari 18 September, PKI mulai merebut gedung-gedung penting di Madiun, termasuk kantor pos, telekomunikasi, markas TNI, dan Radio Republik Indonesia (RRI) untuk menyebarkan propaganda.

Namun, perlawanan dari pasukan TNI yang dipimpin Kolonel A H Nasution berhasil membendung gerakan ini. Pada 30 September 1948, Madiun berhasil kembali direbut pemerintah.

Peristiwa ini menelan banyak korban jiwa. Sekitar 1.920 orang tewas, termasuk 17 tokoh masyarakat yang namanya diabadikan di Monumen Kresek. Salah satu korban adalah Kiai Husen, seorang ulama dan anggota DPRD Madiun, yang dibunuh secara kejam oleh Musso.

Saksi Bisu Kekejaman PKI di Madiun

Menurut jurnal Universitas PGRI Madiun berjudul Monumen Kresek Tempat Wisata Penuh Sejarah yang ditulis Salimah Yuniasih dkk, untuk memastikan tragedi ini tidak terlupakan, dibangunlah Monumen Kresek sebagai saksi bisu kekejaman PKI dan pengingat sejarah bagi publik.

Monumen ini mulai dibangun pada 1987. Peresmian dilakukan pada 10 Juni 1991 oleh Gubernur Jawa Timur kala itu, Soelarso. Berjarak sekitar 40 menit dari Kota Madiun, monumen ini berdiri di atas lahan seluas 3,3 hektare.

Pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Madiun untuk mencapai Monumen Kresek. Begitu memasuki kawasan monumen, mata langsung tertuju pada patung dramatis yang menampilkan dua sosok.

Satu dalam posisi seolah siap memenggal, dan yang satunya duduk, menunggu nasibnya. Patung ini menggambarkan Musso, pemimpin pemberontakan PKI, yang sedang menyiksa Kiai Husen, salah satu tokoh agama lokal yang menjadi korban.

Pengunjung harus menaiki tangga menuju patung ini, jumlahnya disusun secara simbolis, yaitu 17-8-45, yang merujuk pada tanggal 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Indonesia.

Di bagian atas monumen, terdapat relief yang menggambarkan kekejaman PKI selama pemberontakan. Adegan-adegan yang terukir memperlihatkan dengan jelas bagaimana para anggota PKI melakukan kekerasan terhadap warga sipil, tokoh masyarakat, dan prajurit TNI.

monumen kresek di madiunMonumen Kresek di Madiun Foto: Sugeng Harianto

Sementara di sisi kanan bagian bawah monumen, terdapat prasasti batu yang mengabadikan nama-nama prajurit TNI dan tokoh masyarakat yang gugur dalam pertempuran di Desa Kresek.

Salah satunya adalah Kolonel Inf Marhadi, prajurit berpangkat tertinggi yang gugur dalam pertempuran tersebut. Sebagai penghormatan, namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Madiun, dan patungnya juga dibangun di alun-alun kota.

Monumen ini bukan sekadar patung dan relief, setiap elemen menyimpan kisah heroik dan tragis yang menjadi pengingat akan keberingasan PKI, sekaligus menghormati pengorbanan mereka yang gugur dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan masyarakat Madiun.

Kini Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Monumen Kresek bukan hanya situs sejarah, tetapi menjelma destinasi wisata yang menyajikan keindahan alam dan fasilitas publik yang memadai. Terletak sekitar 8 km dari pusat Kota Madiun, monumen ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 40 menit perjalanan.

Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut patung besar yang menggambarkan sosok Musso yang sedang memenggal Kiai Husen, simbol dari kekejaman yang terjadi pada peristiwa Madiun 1948.

Monumen Kresek buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000 per orang, tergantung pada kebijakan yang berlaku.

Tersedia juga fasilitas seperti pendopo, taman bermain, balai pertemuan, kios kuliner, dan area parkir yang membuatnya cocok sebagai tujuan rekreasi keluarga dan acara komunitas.

Dengan kombinasi antara nilai sejarah, keindahan alam, dan fasilitas yang memadai, Monumen Kresek menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang ingin belajar tentang sejarah Indonesia sambil menikmati suasana yang tenang dan asri.

Monumen Kresek bukan sekedar patung atau area taman, ia adalah fragmen sejarah yang memaksa pengunjung untuk mengingat bahwa pembangunan ruang publik dan pendidikan sejarah bisa berjalan bersamaan.

Dengan pengelolaan yang tepat, peningkatan interpretasi sejarah, dan keterlibatan masyarakat lokal, monumen Kresek berpotensi menjadi contoh bagaimana situs trauma dapat bertransformasi menjadi ruang belajar, penghormatan, dan rekreasi bermakna.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com