Tag Archives: spiritualitas

Mengenal Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival yang Keren dari Jember



Jember

Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival kembali hadir di Desa Wisata Adat Arjasa, Jember. Mari mengenal lebih dekat soal festival ini.

Festival tahunan yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 ini mengambil tema ‘From Local Vibes to Global Pride’. Festival ini berfokus pada pelestarian alam, budaya, dan spiritualitas setempat.

Melalui rangkaian acara yang melibatkan masyarakat lokal, festival ini akan mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif desa wisata adat Arjasa di Jember kepada dunia.


Event tahunan ini menggabungkan berbagai elemen kearifan lokal dalam kegiatan utama seperti Mendhak Tirta Menggala Hyang, Parade Budaya Hyang, serta Bazaar UMKM Kuliner dan Ekraf.

“Kami sangat bangga dengan adanya kolaborasi event Hyang Argopuro Festival bersama program Senandung Dewi dari Kemenparekraf RI. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan potensi Desa Wisata Adat Arjasa kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Adat Arjasa, Arjasa Sugianto kepada detikTravel, Selasa (17/9/2024).

Senandung Dewi-Hyang Argopuro FestivalSenandung Dewi-Hyang Argopuro Festival Foto: (dok. Istimewa)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bambang Rudianto menambahkan, festival ini merupakan bukti makin menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Jember.

“Festival ini masuk dalam program Senandung Dewi 2024 Kemenparekraf yang diluncurkan oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno, pada 1 Juli 2024,” imbuh Bambang.

Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival pun menjadi simbol kebangkitan pariwisata Kabupaten Jember. Event ini tak hanya menonjolkan budaya lokal, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Vicky Apriansyah optimis bahwa festival ini dapat memiliki dampak besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jember.

“Kami harap ke depannya semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang terlibat, dan festival ini terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan semangat 3G: Gercep, Geber, Gaspol,” ungkapnya.

Festival yang berlangsung di Lapangan Arjasa dan Ruang Terbuka Hijau Desa Wisata Adat Arjasa pada 14-15 September 2024 ini terbuka untuk masyarakat umum.

Para pengunjung festival dapat menikmati suasana khas desa adat Arjasa, sekaligus menyaksikan beragam acara budaya dan menikmati produk lokal dari bazaar UMKM setempat.

Desa Wisata Adat Arjasa merupakan desa wisata yang berfokus pada wisata budaya, dengan melestarikan budaya asli Kabupaten Jember yaitu Peradaban Hyang.

Peradaban ini memiliki konsep ‘Luhur Ambukaning Manggala Hyang’ yang menyatukan konsep alam dan mempertahankan budaya bagi para warganya.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Tanah Lot, Destinasi Khas Bali yang Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan



Jakarta

Tanah Lot sudah lama dikenal sebagai ikon wisata Bali yang ramai dikunjungi wisatawan. Pura yang berdiri kokoh di atas batu karang ini memadukan keindahan laut dengan nuansa spiritual yang kental.

Selain pesona alamnya, Tanah Lot juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Sejak abad ke-16, pura ini berfungsi sebagai tempat pemujaan roh penjaga laut bagi umat Hindu Bali dan masih aktif digunakan hingga sekarang.

Pengalaman lengkap mengunjungi Tanah Lot bisa didapatkan dengan mudah melalui Balinesia Travel. Agen ini menawarkan Paket Wisata Bali 3 Hari 2 Malam untuk 2-3 orang dengan harga mulai Rp 3 jutaan saja.


Dalam paket ini, Tanah Lot bukan satu-satunya pilihan destinasi. Anda juga bisa menikmati rangkaian destinasi lain yang dirancang agar liburan semakin berkesan. Itinerary ini memberi kesempatan merasakan keindahan alam sekaligus kekayaan budaya Bali.

Dengan layanan penjemputan, akomodasi nyaman, hingga kuliner khas yang telah disiapkan, paket ini menjadi pilihan tepat bagi para wisatawan. Pastikan Tanah Lot dan pengalaman bersama Balinesia Travel masuk dalam agenda perjalanan Anda!

(prf/ega)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengagumi Patung Yesus di Tana Toraja, Destinasi Spiritual yang Memukau



Makale

Bukan cuma Brasil saja yang punya patung tinggi Yesus (Christ the Redeemer) yang menjulang tinggi. Indonesia juga punya, Patung Yesus Buntu Burake atau dikenal Patung Yesus Kristus Memberkati yang ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makale, Tana Toraja.

Patung ini menjulang megah di Bukit Buntu Burake, yang terletak di atas Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan kini telah menjadi simbol destinasi wisata religi yang menawan. Dibuat dari material perunggu dan proses pembangunannya dimulai pada tahun 2013 melalui sebuah sayembara terbuka, dan rampung pada tahun 2015.

Patung Yesus Kristus Memberkati di Tana Toraja dirancang oleh seniman asal Yogyakarta, Supriadi, dengan dukungan dari Hardo Wardoyo Suwarto. Dengan tinggi sekitar 45 meter, patung itu menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.


Terletak di ketinggian kurang lebih 1.700 meter di atas permukaan laut, patung ini tampak menjulang megah dan menawarkan pemandangan menakjubkan Kota Makale serta hamparan pegunungan hijau di sekelilingnya. Lokasi pembangunannya dipilih karena memiliki makna simbolis yang kuat.

Patung itu menggambarkan sosok Yesus dengan kedua tangan terbuka lebar, seakan memberkati seluruh wilayah Toraja. Detail pahatannya yang halus memancarkan ekspresi damai dan kasih sayang, mencerminkan nilai-nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat Toraja, yang sebagian besar memeluk agama Kristen.

Selain menonjolkan keindahan arsitekturnya, tempat ini juga menawarkan pengalaman rohani yang menyentuh. Para pengunjung, baik peziarah maupun wisatawan, dapat berdoa, bermeditasi, atau sekadar menikmati ketenangan di pelataran patung, ditemani suasana alam yang hening dan udara pegunungan yang sejuk. Bagi banyak orang, ini menjadi tempat ideal untuk mencari kedamaian dan melakukan perenungan batin.

Salah satu daya tarik utama lainnya adalah jembatan kaca yang terletak di dasar patung, dengan panjang sekitar 100 meter. Dibangun pada awal tahun 2018, jembatan ini disebut sebagai yang terluas di Indonesia. Dibuat dari kaca tempered berstandar SNI, jembatan ini dirancang tahan terhadap tekanan angin dan beban berat, menawarkan sensasi menegangkan sekaligus panorama luar biasa Kota Makale dari ketinggian.

Bendera merah putih 77 meter di patung Yesus Tana TorajaBendera merah putih 77 meter di patung Yesus Tana Toraja. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)

Untuk mencapai lokasi patung, pengunjung perlu menapaki tangga berjumlah antara 500 hingga 7.777 anak tangga, tergantung jalur yang diambil. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang indah-mulai dari lereng hingga puncak bukit-yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan dengan udara segar khas pegunungan Toraja.

Popularitas destinasi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat libur Lebaran 2025, tercatat sebanyak 18.278 orang mengunjungi kawasan ini. Bahkan pada musim liburan sebelumnya, jumlah pengunjung sempat menembus 2.500 orang dalam satu hari.

Hal tersebut menunjukkan betapa besar daya tarik wisata spiritual sekaligus keindahan alam yang ditawarkan tempat ini. Harga tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per orang dewasa, dan kawasan ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WITA.

Lebih dari sekadar monumen, Patung Yesus Buntu Burake menjadi simbol baru dalam pengembangan wisata rohani di Indonesia. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2018 mengukuhkan posisinya sebagai destinasi nasional yang menggabungkan keindahan alam dan kekuatan spiritualitas secara harmonis.

Menariknya, tempat itu tidak hanya ramai dikunjungi oleh umat Kristen. Wisatawan dari berbagai latar belakang juga datang untuk menikmati keindahan alam dan suasana religius yang menyelimuti kawasan ini. Pada perayaan HUT RI ke-77, bendera merah putih sepanjang 77 meter dibentangkan di pelataran patung sebagai simbol harapan dan persatuan, mencerminkan nilai-nilai kebangsaan dan inklusivitas yang dijunjung tinggi di tempat ini.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com