Tag Archives: spons

Cara Menambal Keramik Pecah dengan Rapi


Jakarta

Keramik adalah salah satu pelindung lantai yang memiliki ketahanan yang cukup kuat. Kekurangannya adalah apabila pemasangannya asal-asalan, permukaannya bisa pecah dan retak.

Kondisi keramik lantai yang sudah pecah atau retak agak sulit diperbaiki karena tidak mudah untuk dibongkar. Mau tidak mau harus ada cara lain yang lebih efektif untuk memperbaiki keramik lantai yang pecah.

Salah satunya adalah dengan cara ditambal apabila bagian pecahannya masih berada di tempat atau retakannya tidak begitu dalam.


Dilansir Family Handyman berikut cara menambal keramik lantai yang pecah.

1. Bersihkan Permukaan Keramik yang Pecah

Mulai dengan membersihkan area yang akan diperbaiki. Hal ini penting terutama jika retakan sudah ada cukup lama dan kotor. Untuk area yang pecah atau retak dengan tepi tajam, bagian yang tajam tersebut perlu diampelas terlebih dahulu dengan amplas halus.

Cara membersihkannya bisa dengan sikat yang lembap dan lembut serta sabun cuci piring. Apabila ada genangan air, keringkan memakai tisu kertas. Setelah area tersebut bersih dan kering, keramik siap untuk ditambal.

2. Tambahkan Nat

Untuk ubin yang berwarna-warni dengan permukaan yang tidak mengkilap, cara menyamarkan retakan atau pecahannya bisa dengan menambal menggunakan nat. Hasilnya nanti permukaannya akan mulus. Nat yang dipakai harus memiliki warna yang sama atau mendekati dengan warna keramik yang pecah atau retak.

Biarkan nat mengering. Biasanya membutuhkan waktu 20-30 menit. Bersihkan sisa residu dengan spons nat.

3. Cat

Sebenarnya cat bukan solusi permanen untuk mengatasi pecahan pada ubin. Cara ini hanya bisa dipakai untuk retakan pada ubin yang kondisinya tidak begitu dalam.
Pilih cat berbahan dasar air yang sesuai dengan warna ubin atau beli cat khusus ubin keramik. Oleskan cat ke area keramik yang rusak memakai kuas. Pastikan cat mengisi rongga yang ada di keramik. Setelah cat mengering, aplikasikan lapisan akrilik bening berbahan dasar air agar menutupi rongganya. Kemudian, pilih hasil akhir permukaan yang sesuai, seperti matte, satin, atau gloss.

4. Cat Epoksi

Untuk retak yang cukup dalam, bisa memakai cat epoksi. Caranya dengan mengisi retakan atau serpihan. Terus tuang cat poksi dan pengampelas hingga area yang rusak rata dengan permukaan ubin. Terakhir, cat dan finishing area yang baru diperbaiki tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Black Mold Bisa Muncul di Dinding Kamar Mandi, Ini Cara Atasinya!


Jakarta

Jamur hitam atau black mold dapat muncul di dalam rumah, salah satunya di area kamar mandi. Disebut black mold karena jamur tersebut punya warna hitam.

Munculnya black mold di kamar mandi tak bisa dianggap sepele. Hal tersebut menandakan kalau sirkulasi udara sangat buruk dan terjadi kelembapan yang berlebih.

Dilansir situs Real Simple, membersihkan black mold juga tidak bisa sembarangan. Apabila tak sengaja menghirup jamur hitam bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Jika menyentuhnya dengan tangan kosong dapat memicu alergi.


Apabila kamu melihat ada noda hitam di dinding kamar mandi, bisa jadi pertanda bahwa terdapat black mold. Sebaiknya segera diatasi sebelum jamur tersebut makin melebar ke seluruh ruangan.

Ingin tahu cara mengatasi black mold yang ada di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Atasi Black Mold di Kamar Mandi

Membasmi black mold di kamar mandi bisa menggunakan sejumlah bahan yang mudah didapat, seperti pemutih atau soda kue. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Pemutih

  • Tuang 1-2 cangkir pemutih ke dalam wadah berisi air
  • Celupkan spons ke dalam wadah, lalu oleskan spons pada bagian dinding yang terdapat jamur hitam
  • Ambil sejumlah bola kapas dan celupkan ke dalam larutan tersebut, lalu tempelkan di atas jamur hitam
  • Diamkan selama 15 menit, lalu angkat bola kapas dan gosok jamur hitam dengan sikat
  • Bilas dengan air bersih dan biarkan mengering
  • Jika masih menemukan black mold, ulangi langkah ini sampai benar-benar hilang.

2. Soda Kue

  • Tuang 1/2 cangkir soda kue ke dalam wadah, lalu campurkan dengan 3-4 sendok makan air. Jumlah takaran air bisa disesuaikan hingga menjadi pasta kental
  • Lalu, oleskan pasta soda kue ke area yang terdapat black mold di kamar mandi
  • Diamkan selama 30 menit agar soda kue bereaksi terhadap jamur hitam
  • Setelah itu, gosok dengan sikat dan bilas menggunakan air bersih.

3. Cuka Putih

  • Tuang 4-5 sendok makan cuka putih ke dalam botol semprot, lalu campur dengan air secukupnya
  • Lalu kocok botol semprot hingga air dan cuka putih tercampur rata
  • Semprotkan larutan cuka pada permukaan dinding yang terkena black mold
  • Diamkan selama 1 jam agar cuka putih bereaksi terhadap jamur hitam
  • Setelah itu, semprot kembali jamur hitam dengan larutan cuka putih dan sikat sampai bersih
  • Bilas dengan air bersih agar jamur hitam ikut larut.

Sebagai catatan, gunakan masker, sarung tangan karet, dan pelindung mata saat membersihkan black mold di kamar mandi. Selain itu, nyalakan kipas angin atau buka pintu kamar mandi dan jendela untuk meningkatkan ventilasi udara.

Meski black mold sudah berhasil diatasi, tapi seiring waktu bisa muncul kembali. Hal ini dapat terjadi karena tingkat kelembapan yang tinggi di kamar mandi.

Untuk mencegah jamur hitam muncul lagi, kamu perlu memiliki ventilasi udara yang baik dan suhunya diusahakan tetap normal. Solusinya adalah dengan memasang exhaust fan di kamar mandi untuk menghilangkan udara lembap, bau tidak sedap, serta mengeluarkan hawa panas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Bagian Dapur yang Paling Kotor dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Dapur merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan. Karena sering digunakan, ada beberapa bagian yang di dapur yang sangat kotor.

Bagian-bagian tersebut tentunya harus dibersihkan secara rutin agar aman digunakan. Lantas, bagian dapur apa saja yang sangat kotor?

Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Gagang Pintu dan Touch Pad

microwavemicrowave Foto: iStock

Setiap gagang, baik gagang pintu, lemari dapur, oven, maupun microwave rentan kotor karena sering dipegang setiap kali digunakan. Touch pad pada microwave pun demikian.

Maka dari itu, bagian-bagian itu perlu dibersihkan karena sering kali dilewatkan begitu saja. Bersihkan bagian-bagian tersebut dengan semprotan pembersih yang mengandung disinfektan dan lap dengan kain bersih.

2. Wastafel

wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

Walaupun air sering mengalir dan membuat wastafe tampak bersih, tapi bisa saja masih ada mikroba di permukaannya, terutama di celah-celah tempat wastafel yang terhubung dengan meja dapur, di sekitar saluran pembuangan, dan saringan sampah. Sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan masak, cuci piring, atau setidaknya sehari sekali.

Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai. Jangan lupa bersihkan juga keran dan area meja dekat wastafel.

Untuk membuat wastafel wangi, bisa juga menaruh kulit lemon bersamaan es batu di dekat saluran pembuangan wastafel lalu nyalakan air.

“Lemon akan menyegarkan wastafel Anda sementara es membantu membersihkan kerak ringan pada bilah wastafel,” ujar ahli kebersihan dan COO Sparkly Maid San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari The Spruce, Selasa (5/8/2025).

3. Talenan

5 Cara Membersihkan Talenan Kayu Agar Awet dan Tak Mudah BerjamurTalenan kayu. Foto: iStock

Talenan, apalagi yang terbuat dari kayu, bisa jadi sarang bakteri di celah-celah kecil. Sebaiknya siapkan talenan terpisah, satu untuk buat potong buah dan sayur lalu satu lagi untuk potong daging. Hal ini untuk mengurangi kontaminasi silang selama persiapan memasak.

Untuk mencegah bakteri tumbuh, sebaiknya cuci talenan setiap penggunaan dengan air sabun panas lalu bilas hingga bersih pakai air panas. Selanjutnya, keringkan dengan lap bersih, jangan didiamkan hingga kering karena bakteri suka di tempat yang lembap dan hangat.

4. Meja Dapur

Meja dapur kuarsaMeja dapur. Foto: (Foto: iStock/hikesterson)

Meja dapur juga bisa jadi salah satu bagian yang paling kotor. Sebab, kadang-kadang meja dapur dipakai untuk menaruh tas belanja dan juga untuk menyiapkan makanan.

Bersihkan meja dapur dengan semprotan disinfektan sehari sekali atau sebelum menyiapkan makanan. Hindari bersihkan pakai spons atau lap bekas karena bisa jadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman.

5. Spons, Sikat, dan Lap

Blue whale sponge isolated on white background. Top viewIlustrasi spons. Foto: Istock

Barang-barang tersebut termasuk dalam bagian dapur yang paling kotor. Kalau kalian menggunakan barang-barang itu, sebaiknya cuci dengan air panas setelah melakukan pembersihan.

Itulah beberapa bagian dapur yang paling kotor.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bulu Kucing Menempel di Mana-mana? Begini Cara Bersihkan Paling Efektif


Jakarta

Salah satu risiko jika memelihara kucing di rumah adalah bulunya yang mudah berserakan dan menempel di mana saja, termasuk perabotan.

Bagi pemilik kucing, bulu kucing bukan masalah besar karena sudah terbiasa. Namun, jika sedang kedatangan tamu, bulu kucing bisa jadi mengganggu tampilan rumah dan kebersihan. Bulu juga bisa memicu alergi bagi tamu yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Bulu kucing sebenarnya mudah dibersihkan, tetapi karena kucing aktif bergerak jadi bulu tersebut seperti tidak ada habisnya dan terus berjatuhan di setiap sudut rumah.


Dilansir Home Made Simple, pemilik kucing disarankan untuk memiliki beberapa benda yang aman dari bulu, bau, hingga cakaran kucing. Untuk lebih jelasnya berikut cara membersihkan bulu kucing yang menempel di rumah dengan mudah.

Cara Membersihkan Bulu Kucing yang Menempel di Perabotan

1. Pasang Kain Penutup yang Mudah Dipasang-Lepas

Beberapa spot yang kerap didatangi kucing adalah sofa, kursi, bantal, hingga kasur. Perabotan tersebut kerap ditutupi kain sehingga saat bulunya rontok, mudah sekali menempel.

Apabila pemilik rumah tidak memiliki banyak waktu untuk membersihkannya, bisa memakai kain penutup yang mudah dipasang dan lepas sehingga yang dibersihkan hanya kain penutupnya saja.

2. Siapkan Alat Perontok Bulu

Alat perontok bulu bukan untuk merontokkan bulu pada kucing, melainkan bulu yang menempel pada barang di rumah. Beberapa alat yang harus dimiliki adalah lembaran pengering, batu apung, rol serat, dan lakban.

Lembaran pengering cocok untuk membersihkan bulu yang menempel pada karpet dan furniture, batu apung untuk karpet, dan rol serat atau lakban untuk benda yang ditutupi bahan kain.

3. Siapkan Alat Penyedot Debu

Membersihkan bulu kucing yang menempel dengan alat penyedot debu ternyata tidak semudah yang dikira. Sebab, bulu yang menempel pada kain terkadang terdapat muatan listrik statis sehingga dapat menempel.

Cara membersihkan yang lebih mudah adalah permukaan perabotan disemprotkan air terlebih dahulu. Kemudian, bulu yang sudah berat akibat air tersebut bisa lebih mudah dibersihkan dengan penyedot debu.

Jika mencium bau bulu kucing yang tidak sedap di karpet, taburkan sedikit soda kue ke karpet setelah menyapu, dan sebelum menggunakan penyedot debu.

4. Pakai Sarung Tangan atau Spons Basah

Sarung tangan karet lembap atau spons basah bisa menjadi metode efektif untuk mengumpulkan bulu kucing dari permukaan kain.

5. Memastikan Ruangan Tetap Lembap

Menggunakan alat yang membuat udara di dalam rumah tetap lembap dan tidak kering terbukti dapat mencegah bulu kucing menempel pada permukaan kain.

Itulah 5 cara untuk membersihkan bulu kucing yang menempel pada perabotan, semoga bermanfaat dan efektif!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Mudah Hilangkan Lumut di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka!


Jakarta

Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sering terdapat lumut. Selain mengganggu penampilan, adanya lumut di kamar mandi juga membuat lantai licin sehingga membahayakan penghuni rumah.

Dikutip dari Bathroom City, lumut bisa muncul di kamar mandi karena suhu lembap yang sangat tinggi. Penyebab lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang sempurna bagi lumut dan jamur untuk tumbuh.

Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata tidak sulit. Ada sejumlah bahan yang diklaim ampuh membasmi lumut. Apa saja bahan tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

1. Cuka Putih

Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata bisa digunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi, lho. Cuka putih dapat dipakai untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai, pancuran air (shower), saluran pembuangan, atau kloset.

Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosoknya dengan sikat berbulu. Jika sudah, bilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

2. Cairan Pemutih

Tak hanya untuk mencuci pakaian, cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lumut. Cara pakainya cukup dengan mencampur larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Kemudian, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Jika lumut sudah hilang, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

Penggunaan cairan pemutih dan air disebut sangat efektif untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya agar udara dapat mengalir lancar.

3. Boraks

Jika dua cara di atas masih belum efektif membasmi lumut di kamar mandi, kamu dapat menggunakan boraks. Bahan yang satu ini disebut ampuh membersihkan lumut.

Untuk cara penggunaannya, campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

Kemudian, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

3 Bahan Dapur yang Ampuh Bersihkan Noda Membandel di Kompor


Jakarta

Setelah memasak di dapur, sering ditemukan ada banyak sisa makanan dan bekas minyak yang menempel di kompor. Jika tidak segera dibersihkan, noda yang menempel bisa menjadi kerak dan semakin sulit dihilangkan.

Namun, masih banyak pemilik rumah yang malas membersihkan kompor setelah memasak. Padahal, kamu bisa menggunakan bahan sederhana yang ada di dapur untuk membersihkan kompor agar kinclong lagi.

Penasaran, apa saja bahan dapur yang dapat digunakan untuk membersihkan noda membandel di kompor? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Bahan Dapur yang Ampuh Membersihkan Noda di Kompor

Dilansir situs Homes and Gardens, berikut sejumlah bahan dapur yang bisa digunakan untuk membersihkan noda di kompor.

1. Cuka Putih

Cuka putih disebut ampuh untuk membersihkan noda membandel di kompor karena mengandung zat asam yang dapat melarutkan endapan mineral, minyak, dan kotoran.

Cara penggunaannya juga mudah, cukup campurkan cuka putih dengan air bersih, lalu tuang ke dalam botol semprot. Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprot ke bagian kompor yang terdapat noda.

Diamkan selama 5-10 menit agar cuka putih bereaksi. Setelah itu, lap dengan kain microfiber hingga tidak ada lagi kotoran yang menempel.

2. Air Lemon

Selain cuka, air lemon juga bisa dipakai untuk mengangkat noda membandel di kompor. Sebab, lemon mengandung tingkat keasaman tinggi dan memiliki sifat antibakteri, sehingga cocok digunakan sebagai cairan pembersih alami.

Untuk cara pakainya, peras 2-3 buah lemon untuk mendapatkan airnya, lalu tuang ke dalam botol semprot. Tambahkan air bersih secukupnya, kemudian kocok botol hingga lemon larut dalam air.

Semprot air lemon ke kompor yang terdapat kotoran dan noda membandel. Setelah itu, lap dengan kain microfiber hingga bersih dan seluruh noda terangkat.

Kandungan air lemon juga dapat mencerahkan meja dapur dan permukaan lainnya sehingga terlihat kinclong. Namun, hindari menggunakan air lemon pada meja dapur marmer atau batu alam karena tingkat asamnya bisa mengikis batu atau meninggalkan noda.

Selain membasmi kotoran, lemon juga bermanfaat untuk menghilangkan bau tak sedap di dapur. Caranya dengan menuangkan 2-3 tetes minyak esensial lemon ke bola kapas, lalu letakkan di sudut dapur yang tercium bau tak sedap.

3. Soda Kue

Soda kue atau disebut baking soda bisa menjadi opsi alternatif untuk membersihkan noda di kompor. Cara pakainya cukup mencampur soda kue dan air secukupnya, lalu aduk sampai merata hingga membentuk pasta. Kemudian, oleskan pasta soda kue ke kompor secara menyeluruh terutama di bagian yang banyak noda.

Cara lainnya adalah dengan menaburkan soda kue pada spons basah untuk membersihkan permukaan kompor. Langkah ini bisa dilakukan jika kamu khawatir kompor akan tergores atau baret saat dibersihkan.

Demikian tiga bahan dapur yang ampuh bersihkan noda membandel di kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Penyebab Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel Berkali-kali


Jakarta

Lantai rumah perlu dipel secara rutin agar tidak lengket dan terasa wangi. Namun terkadang muncul aroma bau amis dari lantai walau sudah dipel sampai berkali-kali.

Jika lantai masih tercium bau amis yang bikin tidak nyaman, mungkin jadi pertanda kalau lantai sebenarnya masih kotor. Lantas, apa yang menyebabkan lantai masih bau meski sudah dipel? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

Dilansir situs Cleanpedia, berikut sejumlah faktor yang menyebabkan lantai tetap bau amis meski sudah dipel berkali-kali.


1. Kain Pel Kotor

Kain pel yang sudah kotor tentu tidak akan mampu membersihkan lantai secara optimal. Maka tak heran lantai masih tercium bau amis walau sudah dipel berulang kali.

Untuk itu, kamu perlu mencuci kain pel secara berkala agar tetap bersih dan wangi. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin menggunakan detergen, lalu dijemur di bawah matahari sampai kering.

2. Air Pel Kotor

Meski kain pel sudah rutin dicuci, tapi percuma saja jika kamu menggunakan air pel yang kotor dan bau. Selain mengeluarkan bau tak sedap, mengepel lantai dengan air kotor justru menambah kuman dan bakteri yang dapat membahayakan penghuni rumah.

Agar tetap bersih dan sehat, kamu bisa menggunakan air hangat untuk mengepel lantai. Tambahkan juga cairan pembersih lantai agar wangi dan kinclong.

3. Ember Pel Sudah Kotor

Ternyata ember pel yang sudah kotor juga bisa menyebabkan lantai bau amis. Sebab, banyak kotoran, sisa makanan, dan debu yang menggenang di bawah ember pel. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka kain pel justru menyerap kotoran tersebut dan akhirnya menempel di permukaan lantai.

4. Cara Mengepel yang Salah

Mengepel lantai secara asal-asalan juga bisa menimbulkan bau tidak sedap. Ternyata, teknik mengepel juga dipengaruhi oleh alat pel yang digunakan.

Untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka ‘8’. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, sehingga hanya menggunakan air biasa. Ditambah lagi kain dan ember pel yang sudah kotor, maka tak heran lantai tercium bau amis yang bikin tidak nyaman.

Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera kamu, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

Demikian lima penyebab lantai tercium bau amis meski sudah dipel berulang kali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Hal yang Wajib Dibersihkan di Kamar Mandi, Jangan Sampai Terlewat!


Jakarta

Kamar mandi cepat sekali kotor sehingga harus dibersihkan secara rutin. Penghuni sebaiknya membersihkan seluruh kamar mandi seminggu sekali.

Kebersihan kamar mandi perlu dijaga agar penghuni rumah merasa nyaman menggunakannya. Tak hanya itu, kamar mandi yang bersih juga baik buat kesehatan penghuni.

Apa saja yang perlu dibersihkan di kamar mandi setiap minggu? Simak penjelasannya berikut ini.


Tips Membersihkan Kamar Mandi

Inilah beberapa hal yang perlu dibersihkan di kamar mandi, dikutip dari The Spruce.

1. Bersihkan Permukaan

Bersihkan lantai, tembok, dan tirai untuk menghilangkan noda dan jamur di permukaan kamar mandi. Lalu, jangan lupa membuang rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air.

2. Bersihkan Kloset

Selain itu, bersihkan kloset secara menyeluruh pada bagian luar dan dalamnya. Gunakan sikat dan cairan pembersih untuk membersihkan bagian dalam kloset. Lalu, pakai tisu basah disinfektan atau spons dan cairan pembersih buat bagian luar kloset.

3. Bersihkan Wastafel

Area wastafel juga harus dibersihkan. Singkirkan barang-barang di atasnya terlebih dahulu, lalu gunakan cairan pembersih. Bilas wastafel dengan bersih dan keringkan.

4. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar

Jangan lupa bersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Benda ini sering disentuh sehingga bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

5. Bersihkan Cermin

Pastikan cermin bersih dan kinclong agar kamar mandi terlihat terawat. Gunakan cairan pembersih dan kain mikrofiber untuk membersihkan cermin.

6. Buang Sampah

Supaya kamar mandi nggak bau, biasakan untuk membuang sampah setiap minggu. Setelah buang sampah, pasang kantong plastik baru ke tempat sampah.

7. Cuci Keset

Keset rawan menjadi tempat bersarangnya kuman. Penghuni perlu mencuci keset setidaknya seminggu sekali, lalu jemur sampai kering.

Itulah tips membersihkan kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Lantai Keramik Kamar Mandi Menguning? Ini Penyebab dan Cara Bersihkannya


Jakarta

Kamar mandi adalah ruangan yang cepat kotor. Lantai keramik kamar mandi pun lama-lama bisa berubah warna menjadi kuning karena kotor.

Kondisi lantai seperti itu merusak estetika kamar mandi. Oleh karena itu, pemilik sebaiknya cari tahu penyebab keramik menguning dan cara membersihkannya.

Lantas, kenapa lantai keramik kamar mandi berwarna kuning ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Lantai Keramik Menguning

Dikutip dari Certified Stone Professionals, lantai keramik kamar mandi menjadi kuning karena beberapa faktor berikut ini.

  • Air yang mengandung zat besi
  • Asap rokok
  • Semprotan aerosol
  • Produk pembersih dan perlengkapan mandi berbahan kimia keras
  • Penumpukan sisa minyak atau produk perawatan tubuh
  • Paparan air kotor berlebih yang meningkatkan pertumbuhan jamur atau bakteri
  • Pemilihan jenis ubin yang rentan menguning seperti ubin berwarna putih
  • Penggunaan sealer dan berbagai jenis lilin yang mengandung polimer

Cara Bersihkan Lantai Keramik Menguning

Jika lantai keramik kamar mandi berubah warna jadi kuning, penghuni dapat membersihkannya dengan cara berikut ini seperti yang dikutip dari Nobroker dan Cleanipedia.

1. Perasan Air Lemon

Penghuni dapat memperbaiki penampilan ubin menggunakan campuran jus lemon dan boraks. Caranya cukup dengan mengoleskannya ke area yang bermasalah.

2. Cairan Pembersih Kamar Mandi

Cairan pembersih kamar mandi ampuh untuk membersihkan noda kuning membandel pada lantai keramik. Campurkan cairan pembersih dengan air, lalu pel atau gosok ke bagian lantai yang menguning.

3. Cairan Asam Klorida

Asam klorida atau asam muriatik mampu menghilangkan noda kuning yang membandel. Caranya dengan membasahi lantai kamar mandi dan oleskan larutan asam ke keramik yang kuning. Lalu, gosok permukaan keramik secara perlahan.

4. Baking Soda

Selain itu, soda kue juga bahan yang dapat membersihkan lantai kamar mandi menguning. Penghuni bisa langsung pakai baking soda atau campurkan dengan bahan lain seperti cuka. Buatlah pasta dengan bahan itu, lalu oleskan pada lantai yang kering semalaman.

5. Garam

Garam adalah bahan yang efektif untuk membersihkan noda air. Penghuni perlu membasahi dan menaburkan garam pada lantai. Tunggu selama satu atau dua jam, lalu gosok lantai menggunakan spons.

6. Cuka

Campurkan air dan cuka dengan perbandingan yang sama. Kemudian, lap atau gosok bagian keramik yang menguning dengan cairan tersebut.

7. Kaporit

Jika ingin menggunakan kaporit, siram air panas ke lantai kamar mandi, lalu tuang kaporit secara merata. Tunggu kaporit panas selama kurang lebih 30 menit. Lalu, sikat noda kuning dengan sikat. Terakhir, siram air agar noda kuning rontok.

Itulah penyebab dan cara membersihkan lantai keramik kamar mandi yang menguning. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah, Tempat Sampah Juga Perlu Dibersihkan Lho! Begini Caranya


Jakarta

Mungkin banyak yang mengira tempat sampah tidak perlu dibersihkan. Nyatanya, benda tersebut juga perlu dibersihkan lho sama seperti barang-barang lainnya.

Walaupun digunakan untuk menampung sampah, tempat sampah tetap perlu dibersihkan agar tidak bau. Selain itu, tempat sampah yang kotor juga bisa mengundang tamu yang tak diinginkan, seperti serangga bahkan tikus.

Dilansir dari Real Simple, Rabu (3/9/2025), berikut ini cara membersihkan tempat sampah, mulai dari tempat sampah di kamar mandi hingga di luar rumah.


Tempat Sampah Kamar Mandi

Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Ilustrasi tempat sampah kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

Tempat sampah terkadang ada di kamar mandi untuk membuang tisu maupun pembalut. Biasanya, ukuran tempat sampah tersebut kecil.

“Biasanya, tempat sampah kamar mandi berukuran cukup kecil sehingga bisa dibersihkan dengan kain lembap atau spons dan pembersih serbaguna. Namun, jika ada residu lengket, Anda mungkin perlu membilasnya dengan air hangat terlebih dahulu,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple.

Tempat sampah di kamar mandi perlu didisinfeksi apabila penghuni rumah sakit. Biarkan disinfektan selama beberapa lama sebelum dilap bersih. Hati-hati ya kalau tempat sampahnya terbuat dari logam ketika disemprot disinfeksi karena bisa berkarat.

Tempat Sampah Dapur

In de zorgIlustrasi tempat sampah dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

Tempat sampah di dapur wajib dibersihkan karena ada sisa-sisa makanan yang bisa saja mengundang serangga. Sebelum dibersihkan, pastikan sampah sudah kosong.

Cara membersihkannya dengan menyemprotkan cairan pembersih terutama bagian dalamnya.

“Gunakan larutan pembersih serbaguna baik di dalam maupun di luar kaleng menggunakan kain, sabut gosok, atau sikat gosok untuk menggosok permukaan secara menyeluruh, dengan fokus ekstra pada residu yang lengket,” kata Murphy.

Setelah kotoran terangkat, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan pada botol. Ini akan membuatnya ekstra bersih sekaligus menghilangkan sumber bau.

“Terakhir, biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah bersih,” tambah Murphy.

Tempat Sampah di Luar Rumah

Kalau ada tempat sampah yang ditaruh di luar rumah, ini juga harus dibersihkan. Membersihkan tempat sampah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena biasanya sangat kotor dan terpapar cuaca. Belum lagi, ukurannya lebih besar dibandingkan tempat sampah di dapur maupun kamar mandi.

“Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Pakai larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar tempat sampah, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

Setelah itu, bilas tempat sampah secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan cairan pembersih. Setelah dibilas, semprotkan disinfektan dan biarkan sesuai waktu yang disarankan dan biarkan kering dengan sendirinya.

Itulah cara membersihkan tempat sampah. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com