Tag Archives: spons

Cara Ampuh Hilangkan Jamur pada Plafon Kamar Mandi


Jakarta

Jamur bisa saja tumbuh di plafon kamar mandi. Hal itu karena kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang memiliki kelembapan yang tinggi sehingga memicu pertumbuhan jamur.

Adanya jamur di plafon kamar mandi bisa berisiko pada kesehatan dan juga tidak enak dipandang. Maka dari itu, jamur tersebut harus dibersihkan.

Mengutip dari The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.


Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan

• Alat pelindung seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker

• Kuas berbulu lembut

• Keranjang plastik

• Tangga

• Spons

• Gelas dan sendok takar

• Botol semprotan

• Kain mikrofiber

• Pemutih klorin

• Sabun pencuci piring

Cara Menghilangkan Jamur dari Plafon Kamar Mandi

Jangan Lupa Gunakan Alat Pelindung

Saat menghilangkan jamur, sebaiknya kenakan pakaian yang jarang dipakai karena jika terkena noda pemutih dan dapat dicuci dengan air panas untuk menghilangkan spora jamur yang mungkin menyebar pada pakaian. Kenakan masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan untuk perlindungan lebih aman.

Campurkan Larutan Pembersih

Sebelum membersihkan jamur, kamu harus membuat larutan pembersih dulu. Gunakan ember plastik sebagai wadah untuk mencampurkan.

Campurkan satu sendok makan sabun pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam botol semprot. Sabun pencuci piring ampuh membantu membunuh jamur yang tumbuh di plafon kamar mandi.

Untuk meningkatkan sirkulasi udara saat membersih jamur di plafon kamar mandi, kamu bisa membuka jendela atau menghidupkan exhaust fan.

Semprot atau Lap Plafon Menggunakan Larutan Pembersih

Kemudian, gunakan tangga yang untuk menjangkau plafon yang berjamur. Semprotkan larutan pembersih, atau gunakan spons untuk menyeka area berjamur dengan larutan pembersih. Pastikan permukaan plafon basah, tetapi tidak terlalu berlebihan untuk mencegah kerusakan. Biarkan larutan pembersih mengering di udara.

Periksa Kembali Noda

Setelah plafon benar-benar kering, periksa noda jamur. Jika masih terlihat bintik-bintik gelap, kamu bisa ulangi proses pembersihan. Hal itu karena jika tidak benar-benar membunuh jamur pada plafon kamar mandi, jamur tersebut akan tumbuh kembali.

Cara Mencegah Jamur di Plafon Kamar Mandi

Setelah dibersihkan, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mencegah jamur tumbuh kembali.

– Selalu gunakan kipas kamar mandi (exhaust fan) saat mandi atau berendam untuk membantu mengurangi tingkat kelembapan.

– Buka jendela atau tambahkan kipas sirkulasi untuk meningkatkan sirkulasi udara.

– Bersihkan pancuran atau shower dan bak mandi secara teratur.

– Keringkan shower dengan handuk atau alat pembersih kaca setelah setiap penggunaan.

– Cuci tirai pancuran, pelapis, handuk, dan keset kamar mandi secara teratur.

– Gunakan cat antijamur untuk kamar mandi dengan pertumbuhan jamur yang konsisten.

– Tambahkan pelapis langit-langit, yang tidak berpori; pelapis tersebut tidak menyerap uap dan kelembapan dan tidak akan mendorong pertumbuhan jamur seperti langit-langit gipsum atau plester.

– Untuk kamar mandi tanpa jendela, pertimbangkan untuk menambahkan unit dehumidifier.

Demikian cara membasmi jamur membandel pada plafon kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

7 Area yang Bisa Dibersihkan Pakai Baking Soda


Jakarta

Baking soda merupakan salah satu bahan yang biasa dipakai untuk membuat kue. Ternyata bahan ini memiliki kegunaan lain yang tak kalah penting yakni bisa membersihkan noda di berbagai permukaan barang.

Bagi kamu yang masih bingung, di dalam baking soda terdapat zat tepung yang berfungsi sebagai penyerap bau dan abrasif ringan yang dapat menghilangkan kotoran yang menempel dengan cepat tanpa merusak permukaan. Maka dari itu, baking soda bisa dipakai pada makanan dan benda keras.

Lantas, benda apa saja yang bisa dibersihkan memakai baking soda?


Dilansir dari situs BHG, berikut beberapa kegunaan baking soda.

1. Membersihkan Shower

Kalau kamu sadari, barang-barang di kamar mandi sering terlihat kotor dengan noda-noda berwarna putih. Noda tersebut merupakan bekas dari sabun. Noda ini biasanya tidak mudah hilang apabila dibersihkan dengan sabun. Bahan yang ampuh untuk membersihkan noda ini adalah baking soda. Caranya cukup mudah yakni dengan mencampurkan sedikit baking soda dengan satu tetes sabun cuci piring di atas kain microfiber. Remas hingga muncul busa kemudian gosok dinding shower.

2. Mengatasi Pipa yang Mampet

Pipa yang mampet bisa diatasi tanpa bantuan tukang. Kamu bisa menggunakan baking soda yang sudah dilarutkan ke dalam air panas. Lalu air tersebut dituang ke dalam saluran yang pipanya tersumbat. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air panas untuk menghilangkan bau apeknya.

3. Mengepel Lantai

Jika di lantai kamu banyak noda membandel yang tidak bisa dihilangkan dengan cairan pembersih biasa. Coba campurkan ½ cangkir baking soda ke dalam ember berisi air panas. Lalu gunakan seperti mengepel lantai biasa.

4. Menghilangkan Panci Gosong

Noda minyak memang susah untuk dibersihkan. Ternyata baking soda dapat menghilangkan noda minyak dalam sekali dibersihkan. Caranya masukkan cuka ke dalam microwave hingga panas lalu tabur baking soda dan cuka tadi di panci. Tunggu selama 30 menit lalu lap dengan spons basah kemudian bilas hingga bersih.

5. Membersihkan Lantai Kamar Mandi

Jika lantai kamu mulai berbau tidak enak atau terlalu licin, itu pertanda kamu harus segera membersihkan kamar mandi. Jika tidak ada larutan pembersih, kamu bisa memakai baking soda. Caranya dengan campuran sabun cuci dengan baking soda. Lalu gosok lantai dengan sikat basah. Bilas semua permukaan lantai dengan air hangat. Lap dinding dan lantai dengan kain microfiber kering. Bersihkan tirai shower dengan kain microfiber lembap yang ditaburi soda kue kemudian bilas dengan air panas.

6. Menghilangkan Bau Sepatu

Kamu pasti menyadari jika sepatu pun bisa berbau. Penyebabnya karena berkembangnya bakteri setelah lama digunakan. Untuk menghilangkan bau di sepatu kamu, taburkan baking soda ke dalam sepatu secara merata dan diamkan semalaman.

7. Membersihkan Permukaan yang Dicat

Permukaan yang dicat membutuhkan perlakuan khusus untuk dibersihkan agar tidak merusak catnya. Taburkan baking soda di atas spons lembab dan gosok perlahan di atas permukaan yang terdapat noda kotor setelah itu lap dengan kain kering. Cara ini ampuh buat noda minyak, sidik jari,dan tinta.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Sering Jadi Sarang Debu, 6 Tempat Ini Harus Sering Dibersihkan!


Jakarta

Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Debu bukan hanya membuat ruangan kotor, melainkan membawa penyakit apabila tidak sering dibersihkan.

Partikel debu biasanya berasal dari luar yang masuk melalui celah-celah di rumah. Bisa juga karena terbawa angin atau menempel pada benda-benda yang berasal dari luar.

Namun, ada pula tempat-tempat langganan debu bersarang yang jarang kamu sadari. Dilansir Southern Living, berikut beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu di rumah.


1. Dipan Tempat Tidur

Dipan tempat tidur merupakan kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari kayu, besi, atau bahan lainnya. Sisi dipan biasanya tidak tertutupi dengan kain atau kasur. Tidak heran jika sisi-sisi ini mudah berdebu.

Namun, kamu perlu waspadai karena debu yang berkumpul di sisi-sisi dipan ini dapat mempengaruhi kualitas tidur penggunanya. Cara mencegahnya yakni dengan rajin membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Kamu bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu.

2. Gorden atau Tirai

Gorden dan tirai biasanya terbuat dari kain. Bahan seperti ini mudah sekali kotor dan debu mudah menempel di permukaannya. Kamu perlu rutin mengganti gorden dan mencucinya. Apabila bahan gorden bukan dari kain, kamu bisa membersihkannya setiap hari dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

3. Dinding

Meskipun dinding bentuknya vertikal, debu bisa menempel dan tidak jatuh ke bawah. Kamu juga bisa melihat keberadaan debu pada dinding yang tidak pernah dibersihkan, terutama di bagian atas. Cara membersihkannya cukup mudah, kamu bisa memakai kain mikrofiber atau kemoceng dengan gagang yang panjang.

4. Kusen Pintu dan Jendela

Kusen pintu dan jendela merupakan bagian frame atau bingkai dari keduanya. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Padahal kamu bisa lho membersihkan bagian ini dengan spons kering dan basah.

5. Ventilasi Udara

Debu masuk melalui ventilasi udara, tidak heran jika banyak debu yang menumpuk di sana. Pastikan untuk membersihkan ventilasi dengan kemoceng microfiber atau penyedot debu dengan sikat setidaknya sebulan sekali.

6. Bohlam

Menurut Departemen Energi AS, bohlam yang berdebu ternyata dapat mengurangi pencahayaan hingga 30%. Oleh karena itu, bohlam perlu sering dibersihkan.

Pada saat membersihkan bohlam lampu harus dalam keadaan mati, saluran listrik dicabut, dan menunggu bohlam hingga dingin. Bersihkan bohlam dengan mengusapnya menggunakan kain kering. Sementara untuk lampu gantung bisa disapu dengan kemoceng panjang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Mudah Bersihkan Jamur di Dinding



Jakarta

Rumah menjadi lebih lembap saat musim hujan. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur di dinding rumah.

Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur dapat tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan, lho. Kalau kamu menemui jamur tumbuh di rumah, segera dibersihkan ya.


Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

2. Cuka Putih

Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

3. Buat Ventilasi di Ruangan

Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

4. Larutan Pembersih

Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bagian Kamar Mandi yang Sering Lupa Dibersihkan, Bisa Jadi Sumber Penyakit


Jakarta

Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan agar tidak menjadi sumber penyakit. Terkadang, ada saja bagian-bagian di kamar mandi yang luput dibersihkan.

Umumnya, bagian kamar mandi yang dibersihkan adalah bagian-bagian yang kotor atau yang terlihat saja. Padahal, ada juga bagian-bagian lain yang harus dilakukan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini bagian-bagian yang sering lupa dibersihkan.


Belakang Toilet

Melansir dari The Spruce, bagian belakang toilet terkadang luput dibersihkan. Sebab, biasanya hanya bagian toiletnya saja yang dibersihkan.

Jika jarak antara dinding dengan toilet sangat sempit, kamu bisa membersihkan bagian itu menggunakan sikat gigi bekas. Kamu juga bisa membersihkannya dengan semprotan disinfektan dan lap mikrofiber.

Permukaan Benda

Bagian permukaan benda-benda yang ada di kamar mandi juga perlu dibersihkan, misalnya tombol flush toilet, keran wastafel, dan gagang pintu. Menurut global director of microbiology di Reckitt, Dr. Julie McKinney, kamu perlu membersihkan atau mendisinfeksi bagian-bagian itu sesering mungkin.

Tempat Sikat Gigi

Tempat sikat gigi juga harus dibersihkan. Untuk membersihkannya, kamu bisa lakukan dengan cara membilasnya secara teratur dengan air panas jika bagian bawahnya terlihat kotor. Kalau perlu, rendam tempat sikat gigi dengan disinfektan dua minggu sekali atau sebulan sekali, tergantung seberapa kotor tempatnya.

“Tempat ini sering kali menampung campuran sisa pasta gigi, air, dan bakteri sehingga menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi kuman,” tutur microbiologist dan Co-Founder Oura, Shaun Veran.

Bagian Bawah Wastafel

Dilansir dari Real Simple, bagian ini kerap kali luput saat membersihkan kamar mandi. Kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan spons dan sedikit cairan pembersih untuk membersihkan bagian itu.

“Yang ini juga tidak terlihat, tapi usapkan tangan kamu di bawah tepian wastafel, mungkin ada lapisan tipis residu,” kata pemilik Cleaning Estimate, Galia Ivanova.

Exhaust Fan Kamar Mandi

Bagian ini sering dilewati begitu saja karena posisinya yang cukup tinggi. Padahal kalau tidak dibersihkan bisa membuat debu numpuk sehingga menghambat aliran udara.

Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan penyedot debu dan mencuci penutup ventilasi dengan air sabun hangat. Kamu juga bisa mencucinya dengan merendam penutup ventilasi dengan larutan air dan cuka.

Setelah itu, bilas hingga bersih dan pastikan ventilasi benar-benar kering sebelum memasangnya kembali.

Di Sekitar Gagang Keran

Gagang keran menjadi salah bagian yang kerap dilupakan saat membersihkan kamar mandi. Kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan sikat gigi bekas yang dicelupkan ke dalam air sabun hangat.

Itulah beberapa bagian kamar mandi yang sering lupa dibersihkan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur pada Pintu Kayu yang Bikin Rusak


Jakarta

Pintu kayu kerap menjadi pilihan karena dapat memberikan kesan rumah yang hangat. Agar lebih tahan lama, kamu harus merawatnya dengan benar.

Sebab, pintu kayu rentan terkena jamur. Apalagi jika rumah kamu lembap, pertumbuhan jamur bisa semakin cepat.

Selain kondisi yang lembap, penyebab tumbuhnya jamur pada pintu kayu juga bisa terjadi karena adanya kebocoran rumah. Air hujan yang masuk ke dalam rumah bisa menyerap ke pintu kayu sehingga menyebabkan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan jamur.


Untuk membersihkan jamur dari pintu kayu agak sedikit berbeda. Jika pada pintu bahan uPVC, kaca, maupun aluminium kamu hanya perlu membersihkan permukaannya dengan campurat cairan detergen saja, tapi pada pintu kayu tidak bisa seperti itu.

Lalu bagaimana cara membersihkan pintu kayu? Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.

Cara Membersihkan Noda Jamur pada Pintu Kayu

Noda Ringan

Kalau untuk noda jamur yang tidak terlalu banyak, kamu bisa membersihkannya dengan cuka atau mencampurkan air sabun dengan air hangat dan bersihkan bagian pintu yang berjamur. Setelahnya pastikan pintu kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Noda Membandel

Kalau noda jamur cukup membandel, kamu bisa menggunakan cairan pemutih dengan rasio 1:10.

Langkah-langkah Membersihkan Jamur pada Pintu Kayu

Langkah Pertama

Pilih cairan pembersih yang cocok dan masukkan ke dalam botol semprot. Sebagai catatan, jangan campurkan cairan pemutih dengan detergen mengandung amonia karena bisa menghasilkan gas berbahaya.

Langkah Kedua

Gunakan pelindung, seperti masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan.

Langkah Ketiga

Semprotkan cairan pembersih ke area yang harus dibersihkan dan diamkan beberapa menit sebelum membersihkan area tersebut dengan lap basah atau sikat. Pastikan jamur hilang dan bersihkan sisa cairan.

Langkah Keempat

Bersihkan pintu dengan air bersih dan spons baru. Kemudian keringkan dengan lap bersih, dan keringkan pintu. Jika sudah kering masih ada sisa jamur, ulangi langkah-langkah pembersihan.

Itulah penyebab dan cara mengatasi jamur pada pintu kayu. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Keramik Kamar Mandi Menguning dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Lantai kamar mandi bisa saja menjadi kuning, berkerak, bernoda, maupun berjamur. Hal itu karena kamar mandi menjadi salah satu ruangan yang mengumpulkan banyak kotoran.

Hal yang paling sering terjadi adalah keramik kamar mandi yang menguning. Kok bisa ya? Nah, berikut ini beberapa alasan keramik kamar mandi yang menguning.

Penyebab Lantai Kamar Mandi Kuning

Dilansir dari Certified Stone Professionals, lantai atau keramik di kamar mandi menjadi kuning disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:


  • Pemakaian produk pembersih dan perlengkapan mandi berbahan kimia keras
  • Penggunaan sealer dan berbagai jenis lilin yang mungkin mengandung polimer
  • Pemilihan jenis ubin yang rentan menguning. Misalnya, ubin berwarna putih
  • Air yang mengandung zat besi
  • Paparan air kotor berlebih yang juga meningkatkan pertumbuhan jamur atau bakteri
  • Asap rokok
  • Semprotan aerosol
  • Sisa-sia minyak atau produk perawatan tubuh yang menumpuk

Cara Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Kuning

Dikutip dari laman Nobroker dan Cleanipedia, berikut adalah bahan-bahan dan langkah untuk membersihkan keramik kamar mandi yang kuning hingga berkerak:

1. Bersihkan dengan Cuka

Membersihkan ubin dinding dan lantai kamar mandi yang menguning bisa dengan cuka. Cuka mengandung asam yang bisa membantu menghilangkan jamur dan lumut tanpa merusak ubin.

Caranya mudah, kamu hanya perlu campurkan air dan cuka dalam jumlah yang sama. Lalu lap atau gosok pada bagian keramik kamar mandi.

2. Garam

Garam bisa membersihkan kerak lantai kamar mandi. Garam merupakan desinfektan yang sangat baik dalam membunuh kuman dan efektif dalam membersihkan noda air.

Caranya, kamu hanya perlu membasahi lantai kamar mandi lalu taburkan garam ke seluruh bagian. Tunggu selama satu atau dua jam, kemudian gosok dengan sikat atau spons.

3. Pakai Baking Soda (Soda Kue)

Soda kue juga bisa untuk membersihkan lantai kamar mandi yang menguning. Pasalnya, baking soda atau Sodium Bicarbonate bermanfaat untuk melawan noda.

Kamu bisa langsung pakai baking soda, atau kombinasikan dengan bahan lain seperti cuka.

Jika sudah dibuat jadi pasta, tinggal oleskan pada lantai kamar mandi lalu biarkan semalaman. Pastikan untuk menyebarkan baking soda pada lantai yang kering ya.

4. Pakai Cairan Asam Klorida

Asam klorida, atau dikenal juga sebagai asam muriatik, mampu menghilangkan noda lama dan membandel.

Kamu hanya perlu basahkan lantai kamar mandi, kemudian oleskan larutan asam ke area yang kotor atau menguning.

Gosok perlahan lalu lanjutkan ke area berikutnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, kuncinya adalah menjaga lantai kamar mandi tetap basah.

5. Cairan Pembersih Kamar Mandi

Noda kuning membandel di lantai kamar mandi juga bisa dibersihkan dengan pembersih kamar mandi.

Kamu hanya perlu menambahkan cairan pembersih dengan air, lalu pel atau gosok ke bagian lantai yang menguning.

6. Sikat dengan Perasaan Air Lemon

Campuran jus lemon dan boraks bisa memperbaiki penampilan ubin dan keran di kamar mandi. Bahkan, limescale (kerak kapur/kerak air/noda semen) juga bisa dibersihkan.

Kamu hanya perlu mengoleskannya ke area yang diinginkan. Selain itu, pemutih klorin juga bisa dipakai untuk menghilangkan perubahan warna keramik kamar mandi setelah menghilangkan kerak kapur.

7. Menggunakan Kaporit

Kaporit juga bisa dijadikan sebagai pembersih keramik kamar mandi yang menguning. Caranya, cukup siram air panas ke lantai kamar mandi, lalu tuangkan kaporit di atas lantai dengan merata.

Tunggu kaporit panas sekitar 30 menit. Lalu, sikat noda kuning dengan sikat WC. Lanjutkan dengan menyiramnya dengan air agar noda kuning mengelupas.

Supaya keramik kamar mandi tidak cepat menguning, disarankan untuk rutin membersihkan keramik kamar mandi 1-2 kali dalam seminggu.

Itu dia informasi mengenai tips dalam membersihkan keramik kamar mandi yang kotor dan menguning, beserta penyebabnya. Selamat mencoba!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Buat Masak, Garam Juga Ampuh Bersihkan Noda!


Jakarta

Garam adalah bumbu yang pasti selalu tersedia di setiap dapur dan peran penting untuk memperkaya cita rasa masakan. Namun, tahukah kamu jika garam juga ampuh untuk membersihkan berbagai hal di rumah?

Dilansir Better Homes and Gardens, garam merupakan bahan abrasif alami yang dapat membersihkan noda dan menyerap bau tak sedap. Selain itu, garam adalah bahan alami, tentu ramah lingkungan dan dapat menghemat pengeluaran kamu karena tak perlu beli cairan pembersih instan.

Jenis garam yang dapat dipakai untuk membersihkan beberapa benda di rumah adalah garam kosher. Garam in tidak mengandung mineral apa pun, melainkan hanya natrium klorida.


Garam kosher ini berbeda dengan garam laut. Pembeda yang paling mencolok adalah garam kosher teksturnya lebih kasar dari garam laut. Keduanya sama-sama berwarna putih dan berbentuk butiran, serta sama-sama bisa dimakan.

Barang yang Bisa Dibersihkan dengan Garam

1. Mug Kopi

Siapa di antara detikers yang sering minum kopi? Coba cek cangkir bagian dalamnya bersih atau tidak. Biasanya cangkir yang dipakai sebagai wadah kopi atau minuman berwarna, bagian dalamnya terdapat sisa warna. Noda tersebut sulit hilang jika hanya memakai sabun cuci piring.

Ternyata trik untuk menghilangkan noda tersebut adalah memakai garam. Caranya dengan menambahkan garam ke dasar cangkir dan taruh sedikit es serut di atasnya. Tutupi bagian atas cangkir kopi dengan lapisan plastik pembungkus.

Lalu letakkan tangan di atas plastik tersebut dan putar cangkir agak cepat. Apabila dirasa sudah lama diputar, coba bilas cangkir dengan air hangat. Lihat apakah warnanya berkurang.

2. Talenan

Talenan adalah salah satu barang dapur yang mudah rusak. Bekas potongan pisau kerap berbekas. Permukaannya yang tidak mulus itu sering kotor dari sisa-sisa makanan yang masuk ke sela-selanya. Tidak jarang, talenan jadi mudah berbau karena cara membersihkannya yang salah.

Coba dengan menaburkan garam dan ratakan seperti dipijat. Diamkan selama 10 menit. Setelah itu gosok permukaan dengan lemon yang telah dipotong menjadi dua. Saat menggosok, kamu boleh sambil memeras lemon. Terakhir, bilas dengan air panas. Pastikan tidak ada sisa garam yang tertinggal.

3. Setrika

Jika besi setrika kotor karena ada yang menempel atau berubah warna menjadi hitam, kamu bisa lho menghilangkannya.

Caranya atur setrika sampai terasa hangat. Sembari menunggu, siapkan selembar kertas atau koran yang atasnya telah ditaburkan garam. Setelah setrika panas, setrika dengan melingkar di atas garam dan kertas tadi. Matikan setrika dan biarkan dingin. Lalu, bersihkan permukaan besi dari bekas garam dengan menggunakan kain lembap.

4. Panci

Cara mencuci panci berminyak, kotor, atau berminyak bisa dengan garam. Caranya tutupi panci dengan garam dan biarkan selama 10 menit. Lalu, gosok bagian tepi panci yang kotor dengan spons. Terakhir, bilas dengan air hangat.

5. Pipa Tersumbat

Pipa tersumbat dapat diatasi dengan bahan yang ada di dapur. Caranya tuang setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam ke dalam saluran pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, tuangkan air mendidih ke dalam saluran pembuangan untuk membilas campuran tersebut.

6. Jamur dan Noda Bekas Air

Jika di rumah ada barang yang berjamur atau permukaannya terdapat sisa air, coba pakai garam sebagai pemutih alami. Cara bersihkannya dengan menaburkan garam pada area yang terkena noda, lalu tuangkan soda kue. Diamkan beberapa jam atau semalaman.

Cara kedua bisa dengan mencampurkan air lemon dan garam. Lalu gosokkan pada noda. Namun, kamu harus menjemur barang tersebut di bawah sinar matahari.

Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan dengan garam. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Habis Ngepel Malah Bau Amis? Ini Cara biar Lantai Bersih dan Wangi


Jakarta

Lantai yang bersih mencerminkan kondisi rumah yang higienis terawat. Nah, bagian rumah ini cepat sekali kotor, sehingga harus rajin dibersihkan dengan cara menyapu dan mengepel lantai.

Namun, kalau tidak dibersihkan dengan benar, lantai yang terlihat bersih bisa berbau, lho. Jika kamu mengalami hal yang sama, kamu perlu melakukan langkah-langkah ekstra agar lantai bersih maksimal.

Lalu, bagaimana cara mengepel lantai yang benar agar bau amis tak muncul bau amis? Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Cleanipedia.


Tips Pel Lantai Jadi Bersih dan Wangi

Inilah beberapa tips agar lantai tidak bau amis setelah dipel.

1. Jaga Kebersihan Kain Pel

Bau tak sedap pada lantai bisa saja muncul akibat kain pel yang sudah kotor. Kain pel yang tidak bersih tentu nggak bisa menjaga kebersihan lantai. Maka dari itu, pel yang kamu harus menjaga kebersihan pel.

Segera bilas kain pel lalu jemur hingga kering setelah digunakan. Cuci pel secara rutin dengan deterjen untuk menjaga agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Pel sebaiknya diganti setiap 3 bulan sekali.

Saat disimpan, pel sebaiknya diletakkan menghadap ke atas agar lebih cepat kering dan tidak lembab. Pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai Kamu.

2. Pel Lantai Menggunakan Air Bersih

Salah satu penyebab utama munculnya bau tak sedap pada lantai adalah penggunaan air yang kotor dan untuk mengepel lantai. Jadi, bila air yang Kamu gunakan untuk mengepel sudah butek dan berbau, segera ganti air tersebut dengan air yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat, sehingga kotoran yang menempel di lantai keramik bisa dibersihkan dengan lebih mudah.

3. Jaga Kebersihan Ember

Setelah digunakan, ember yang Kamu gunakan untuk mengepel sebaiknya segera dibilas, dibersihkan, dan dikeringkan. Lalu, kamu bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel.

Bila ember tak dibersihkan secara rutin, ember akan berkerak dan kotor di bagian dalamnya akibat sisa sabun dan kotoran yang tertinggal. Nah, ember bekas pel yang kotor ini juga bisa menyebabkan bau tak sedap pada air yang digunakan untuk mengepel, lalu pada akhirnya menyebabkan bau tak sedap pada lantai Kamu.

4. Gunakan Pel dengan Tepat

Lantai keramik sangat umum digunakan pada rumah di Indonesia karena jenis lantai ini juga lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Tapi bila lantai rumah Kamu terbuat dari jenis lantai lain, bersihkan lantai kamu dengan jenis pel yang tepat.

Selain itu, gunakan gerakan yang tepat saat membersihkan lantai sesuai dengan alat pel yang Kamu gunakan. Bila Kamu menggunakan pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

Cara mengepel lantai seperti ini membantu Kamu menjangkau seluruh permukaan lantai dengan lebih menyeluruh. Sedangkan bila Kamu menggunakan alat pel yang terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Bila lantai dibersihkan dengan lebih baik, bau tak sedap pun lebih mudah dicegah.

5. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

Lantai harus dibersihkan untuk mencegah secara rutin untuk mencegah berkembang biaknya kuman dan bakteri. Karena itu, pembersih lantai yang Kamu gunakan tak hanya harus mampu membersihkan kotoran, tapi juga membasmi kuman dan bakteri. Kamu juga dapat menggunakan pembersih lantai dengan pewangi agar lantai jadi bau harum dan segar.

Itulah tips mengepel lantai dengan benar agar tidak bau amis.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

14 Manfaat Baking Soda untuk Barang di Rumah, Lebih dari Sekedar Bahan Kue


Jakarta

Baking soda sering digunakan dalam pembuatan kue. Namun ternyata, manfaat baking soda tak sebatas itu.

Bahan serbaguna ini bisa digunakan untuk kepentingan lain seperti membersihkan dan menghilangkan bau benda-benda yang ada di rumah. Sehingga, baking soda bisa menjadi solusi praktis untuk masalah sehari-hari.

14 Manfaat Baking Soda, Tak Hanya untuk Kue!

Baking soda bisa digunakan untuk membersihkan berbagai peralatan dapur, wastafel, hingga toilet. Mengutip laman Dr Axe, Martha Stewart, dan Greener Ideal, berikut penjelasannya:


1. Membersihkan Panci dan Wajan

Baking soda bisa digunakan untuk membersihkan panci dan wajan tanpa merusaknya. Cukup rendam panci dan wajan dalam baking soda selama 15-20 menit.

2. Membersihkan Karpet

Banyak pembersih karpet yang mengandung bahan kimia yang membahayakan anak-anak atau hewan peliharaan. Jadi, baking soda bisa digunakan untuk membersihkan karpet dengan baik dan menetralkan bau. Caranya, taburkan baking soda pada karpet, biarkan selama 15-20 menit, kemudian vakum.

3. Membersihkan Oven

Jangan gunakan bahan kimia berbahaya untuk membersihkan oven. Gunakan satu sendok teh baking soda dan bersihkan dengan kain basah atau spons. Campuran ini akan membersihkan sisa makanan dan minyak dengan mudah.

4. Menghilangkan Bau Sepatu

Baking soda bisa membantu menghilangkan bau sepatu. Cukup taburkan baking soda ke dalam sepatu dan baunya bisa hilang dalam beberapa menit.

5. Membersihkan Peralatan Makan

Buat pasta yang terdiri dari tiga bagian baking soda dan satu bagian air. Gosokkan pasta ke peralatan makan lalu diamkan dalam mangkuk besar. Setelah 15 menit, bilas.

6. Penyegar Lemari

Tak hanya bermanfaat di dapur, baking soda juga bisa digunakan untuk menyegarkan lemari pakaian. Letakkan sekotak atau secangkir baking soda di dalam lemari. Ganti secara berkala agar lemari pakaian tetap beraroma segar.

7. Membersihkan Kompor

Bagian atas kompor bisa kotor karena sisa makanan atau lemak yang menempel. Bersihkan kotoran dari kompor dengan menggosoknya menggunakan pasta baking soda dan air. Namun, perlu diingat, beberapa bagian atas kompor, seperti yang terbuat dari kaca halus bisa jadi rentan tergores. Jadi, gunakan pembersih jenis lain untuk membersihkannya.

8. Menghilangkan Noda pada Wadah Penyimpanan Plastik

Wadah penyimpanan makanan bisa ternoda setelah beberapa kali digunakan. Jika setelah dicuci bekas makanan tidak hilang, isi wadah dengan sedikit baking soda dan air dan diamkan semalaman. Bilas pasta baking soda di pagi hari.

9. Pembersih Wastafel

Wastafel bisa dibersihkan dengan mudah menggunakan baking soda. Taburkan baking soda dalam jumlah banyak di wastafel dan gunakan kain microfiber atau spon basah untuk area yang terkena endapan. Bilas dengan air dingin.

Untuk peralatan dan perlengkapan seperti keran, taburkan baking soda ke kain basah. Lalu gosok keran dengan lembut.

10. Menghilangkan Bau Kasur

Membersihkan kasur begitu penting untuk kesehatan. Untuk menghilangkan bau kasur, taburkan baking soda di atasnya dan diamkan selama beberapa menit. Selanjutnya, bersihkan dengan vacum cleaner.

Jika ada noda yang perlu dihilangkan, semprotkan cuka pada noda, lalu tambahkan sedikit baking soda. Tutupi dengan handuk dan diamkan selama beberapa jam dan bersihkan dengan vacum cleaner.

11. Menghilangkan Noda pada Pakaian

Jika ada noda membandel pada pakaian, baking soda bisa digunakan untuk menghilangkannya. Rendam pakaian dalam air panas yang dicampur dengan baking soda selama beberapa jam atau semalaman.

12. Membersihkan Toilet

Mungkin banyak pembersih khusus toilet yang beredar di pasaran, tapi cara yang lebih alami dan ramah lingkungan untuk membersihkan toilet adalah dengan baking soda. Caranya, taburkan baking soda ke dalam toilet dan biarkan beberapa. Lalu, gosok dengan sikat toilet.

13. Membersihkan Mobil

Selanjutnya, baking soda dapat bermanfaat untuk membersihkan bagian-bagian mobil, seperti lampu mobil, jendela, dan jok vini. Cukup buat larutan baking soda.

Carnya, campurkan 1/4 cangkir baking soda dalam 1 liter air hangat. Oleskan ke bagian mobil yang kotor.

14. Menghilangkan Bau pada Saluran Air

Baking soda juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan bau pada saluran air dan mencegah bau asam dan basa yang tersisa.

Cukup tuangkan 1/2 cangkir soda kue ke saluran pembuangan. Lakukan bersamaan dengan mengalirkan air keran hangat.

Meski banyak manfaat yang bisa didapat, perlu diketahui bahwa tidak semua barang di rumah cocok dibersihkan dengan baking soda. Baking soda bersifat abrasif, jadi, tidak cocok untuk membersihkan permukaan kaca, peralatan masak aluminium, permukaan batu alam, barang berlapis emas, hingga perangkat elektronik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(elk/row)



Sumber : www.detik.com