Tag Archives: stasiun

7 Mal di Jakarta yang Terintegrasi dengan Transportasi Umum


Jakarta

Siapa bilang jalan-jalan ke mall harus ribet dengan kendaraan pribadi? Di kawasan Jakarta, banyak mal yang strategis dan mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Traveler pengguna TransJakarta, MRT, KRL, dan LRT sejumlah pusat perbelanjaan dapat diakses dengan nyaman tanpa perlu repot mencari parkir untuk kendaraan pribadi.

Berikut adalah beberapa mall di Jabodetabek yang bisa dijangkau dengan transportasi umum, cocok untuk traveler yang ingin menikmati hari tanpa ribet:


1. Cibubur junction

Mall yang berlokasi strategis di Jl. Jambore No.1, RT.8/RW.7, Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, menawarkan kemudahan akses bagi pengunjung berkat lokasinya yang dekat dengan berbagai moda transportasi umum, seperti halte TransJakarta Cibubur Junction yang terletak tepat di depannya.

Kemudahan juga dirasakan bagi traveler dari Depok yang ingin berbelanja atau sekadar menonton bioskop, traveler dapat memanfaatkan layanan BisKita TransDepok dan turun langsung di halte Cibubur Junction.

Selain itu, akses semakin praktis dengan hadirnya Stasiun LRT Harjamukti yang terintegrasi dengan jaringan kereta LRT, traveler dapat jalan dari pintu keluar selama 5 menit melalui jalur pejalan kaki menuju mall Cibubur Junction bertemu dengan lorong sebelah kanan akan sampai menuju mall Cibubur Junction.

2. Plaza Indonesia

Mall Plaza Indonesia, dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan mewah dan ikonik di ibu kota Jakarta, berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No.Kav.28-30, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat menawarkan keunggulan lokasi yang sangat strategis karena langsung terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, termasuk Halte TransJakarta Bundaran HI Astra.

Traveler bisa menaiki bus nomer 1 tujuan kota – Blok M dari halte TransJakarta Monumen Nasional lalu turun di halte TransJakarta Bundarah HI. Selain itu, terdapat juga stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI tepat berada di depan mall Plaza Indonesia.

Traveler bisa berfoto di area Halte TransJakarta Bundaran HI yang terletak di lantai 2, traveler dapat mengambil foto berlatar belakang Patung Selamat Datang, menciptakan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga berkesan dan penuh keunikan.

3. Points Mall Lebak Bulus

Points Mall berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menawarkan keunikan tersendiri karena terintegrasi langsung dengan Skybridge simpang temu MRT Lebak Bulus, traveler yang turun dari MRT akan disambut dengan pemandangan memukau berupa depo kereta MRT yang terparkir rapih, serta panorama di sepanjang perjalanan melintasi skybridge menuju Points Mall lantai 3.

Traveler juga dapat menikmati aktivitas menarik seperti melihat pemberhentian parkir kereta MRT, melihat kendaraan roda dua dan roda empat dari atas skybride, dan lalu lalang kereta MRT yang melintas, menjadikannya lokasi sempurna untuk mengabadikan momen berswafoto berlatar belakang kereta MRT, menciptakan pengalaman yang unik dan tak terlupakan sebelum memasuki pusat perbelanjaan ini.

4. Aeon Mall Tanjung Barat

AEON Mall Tanjung Barat yang terletak di kawasan strategis di Jl. Raya Tj. Barat No.163, RT.12/RW.4, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, traveler dapat berburu hidangan sushi viral khas Aeon di dalam mal. Di sini traveler dapat bersantai di Sky Garden, sebuah area rooftop yang berada di lantai 5 dengan pemandangan yang menenangkan di atas mall.

Traveler juga dapat duduk dan bersantai di Taman AEON Mall Tanjung Barat yang terletak di luar area mall, memberikan nuansa segar hijaunya pepohonan dan rileks untuk santai dan nongrong sejenak.

Traveler yang menggunakan transportasi umum dapat dengan mudah mengakses mall ini melalui KRL dan turun di Stasiun Tanjung Barat, lalu keluar melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang langsung terhubung dengan mall, menjadikan perjalanan menuju AEON Mall Tanjung Barat semakin praktis untuk berbelanja, bersantai, atau sekadar melepas penat di tempat yang nyaman.

5. Pondok Indah Mall

Mall yang menawarkan akses yang sangat mudah bagi traveler yang menggunakan transportasi umum, karena terintegrasi langsung dengan layanan TransJakarta nomor 8 dengan rute Lebak Bulus – Pasar Baru.

Traveler cukup turun di halte Pondok Indah dan dapat langsung memasuki area mall melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang nyaman, menghubungkan traveler ke dalam kompleks mall yang berada di antara PIM 1 dan PIM 2, memberikan pengalaman akses yang praktis sekaligus memudahkan pengunjung menikmati berbagai fasilitas premium yang tersedia di mall ini.

6. Emporium Pluit Mall

Dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan modern dengan berbagai fasilitas lengkap di Jakarta Utara, lokasinya yang sangat mudah diakses karena berada persis di depan Halte TransJakarta Penjaringan.

Traveler bisa naik turun di stasiun Jakarta Kota lalu disambung melalui halte Transjakarta kali besar barat naik nomer 1A Balai Kota – Pantai Maju kemudian turun di halte transjakarta Penjaringan tepat di depan Emporium Pluit Mall.

Hal ini menjadikan Emporium Pluit Mall pilihan favorit bagi traveler yang menggunakan transportasi umum, memungkinkan traveler untuk langsung masuk ke area mall tanpa perlu berjalan jauh.

Mal ini menawarkan berbagai macam tenant mulai dari toko fashion ternama, restoran dengan cita rasa lokal dan internasional, hingga fasilitas hiburan seperti bioskop yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.

7. Bintaro Exchange Mall

Menjelajahi akuarium BX Sea yang berada di dalam Bintaro Exchange Mall adalah pengalaman yang menarik, di mana traveler dapat melihat beragam ikan-ikan cantik yang memukau dan mendokumentasikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan. Mall ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi hangout bersama teman, keluarga, atau pasangan.

Untuk mencapai lokasi ini, traveler yang menggunakan KRL dapat turun di Stasiun Jurangmangu dan dengan mudah menuju Bintaro Exchange Mall melalui jembatan penghubung yang sudah dilengkapi tanda panah menuju Bintaro Exchange Mall.

Traveler melewati lorong panjang di dalam mall ini hanya memakan waktu sekitar lima menit, sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi pengunjung untuk sampai di akuarium BX Sea, menjadikannya destinasi rekreasi yang praktis dan seru di kawasan Mall Bintaro.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Itinerary Keliling Jakarta Seharian dengan Transportasi Umum



Jakarta

Traveler yang sedang mencari ide liburan untuk mengisi Natal dan tahun baru, detikTravel punya rekomendasinya, nih. Destinasi ini bisa digapai dengan naik transportasi umum.

Traveler mau liburan dengan tema apa nih? Memperkaya edukasi anak, me time atau seru-seruan bersama bestie? detikTravel telah menyusun rangkaian tempat yang bisa kamu kunjungi seharian di Jakarta dengan transportasi umum.

Pagi (08.00 WIB-12.00 WIB)

1. Monas

Destinasi pertama yang bisa kamu kunjungi untuk membuka petualangan kamu adalah Monumen Nasional alias Monas. Traveler bisa nih menikmati indahnya kota Jakarta dengan naik ke puncak Monas atau melihat-lihat di museumnya.


Untuk bisa naik ke Puncak Monas, harga tiketnya Rp 24 ribu untuk dewasa, Rp 13 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Operasionalnya mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Sedangkan harga tiket ke Museum Sejarahnya Rp 8.000 untuk orang dewasa, Rp5.000 untuk mahasiswa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Cara menuju Monas dengan transportasi umum adalah dengan naik Transjakarta dan berhenti di Halte Monas.

2. Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

Setelah puas bermain di Monas, kamu bisa lanjut ke Museum Nasional yang berada di seberangnya. Kamu harus tahu nih, Museum Nasional makin cantik dan kekinian lho. Dijamin berkeliling museum tidak membosankan!

Untuk harga tiket anak-anak (usia 3-12 tahun) Rp 15 ribu/orang, pengunjung dewasa Rp 25 ribu/orang, tikey Imersifa Rp 35 ribu dan untuk turis asing Rp 50 ribu per orangnya. Untuk jam operasionalnya Selasa-Kamis 08.00-16.00 WIB, Jumat-Minggu 08.00-20.00 WIB dan hari Senin tutup.

Di sini, kamu bisa menjelajahi koleksi arkeologi, etnografi, seni rupa, dan ragam pameran. Dan yang sedang digemari sekarang adalah pameran wajah nusantara. Di sini kamu bisa melihat dan mencari tahu keturunan suku menggunakan Augmented Reality, berdasarkan lukisan karya RM Pirngadie. Keren, kan?

Siang (12.00-15.00 WIB)

3. Kota Tua

Sebelum berkeliling Kota Tua, kamu bisa nih mencari makan siang di sekitaran sana. Banyak pilihan kok, mulai dari Cafe Batavia, Taman Fatahillah Food Court, Kedai Kopi Taman Fatahillah dan lainnya. Namun bila ingin makan hemat, banyak pedagang kaki lima yang bisa kamu temui di pinggiran Kota Tua kok.

Setelah makan siang, kamu bisa nih menikmati Kota Tua dengan mendatangi museum-museumnya. Ada Museum Keramik, museum Fatahilla, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

4. Ikut workshop di Museum Seni Rupa dan Keramik

Banyak cara untuk melepas penat keseharian. Salah satu caranya dengan mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta.Mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu kegiatan yang bisa kamu coba untuk me time adalah mengikuti workshop membuat gerabah di Mudeum Seni Rupa. Harganya Rp 50 ribu untuk sekali sesi dan kamu akan mendapatkan pemandu, tanah liat, serta box pembungkus agar bisa dibawa pulang.

Sore (15.00-18.00 WIB)

5. M Blok Space

Destinasi terakhir yang bisa kamu kunjungi adalah kawasan Blok M yang memang sedang hits di tengah anak muda. Menuju kawasa Blok M juga mudah dengan transporrasti umum kok.

Bila naik Transjakarta, kamu bisa turun di beberapa halte, diantaranya Halte CSW, Halte Kejaksaan, dan Halte Blok M.

Bila naik MRT, kamu turun saja di Stasiun MRT Blok M.

Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi adalah M Blok Space. Di sini tak hanya untuk kulineran di berbagai kedai saja, namun banyak pameran menarik yang bisa kamu lihat lho.

M Blok Space sering mengadakan bazaar atau pop-up market yang menampilkan berbagai produk kreatif karya lokal. Kadang juga ada konser mini atau live musik dari seniman lokal.

Kamu yang ingin menambahkan keahlian visa juga mengikuti ragam workshop kreatif dan cari saja jadwalnya di medsos M Blok Space ya.

6. Berburu kuliner viral

Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Setelah puas di M Blok Space, kita bergeser ke kawasan Blok M Square. Di sini kamu bisa menemui ragam makanan dan minuman viral.

Sebut saja Haka Dimsum, Claypot Popo, Uma Oma Cafe, Fitago Ya, Bakmi Tjo Kin, London Layers, Little Salt Bread, Kopi Tuku, Filosofi Cafe, Fumo Chicken Bar, RM Loklin dan banyak lainnya.

7. Taman Literasi

Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

Setelah seharian berkegiatan, kamu bisa nih menikmati sore di Taman Literasi. Banyak juga kafe-kafe yang bisa kamu pilih untuk lokasi ngobrol, bertemu teman atau sekedar me time.

Namun banyak kok kawasan gratis yang bisa kamu duduki di Taman Literasi. Biasanya yang sering dilakukan di sini adalah duduk menghadap ke arah jalur MRT. Bila kamu beruntung, bisa mendapatkan pemandangan kereta MRT lewat dengan latar ciamik langit Jakarta berwarna jingga.

Malam (19.00-20.00 WIB)

8. Makan gultik

Gultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per HariGultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per Hari (Andi Annisa DR/detikcom)

Menutup hari ini kamu bisa menikmati kuliner gultik yang begitu identik dengan kawasan Blok M. Beberapa rekomendasi diantaranya Gultik Agus Budi (Bulungan), Gultik Barito (Depan Gereja Barito), Gultik Sticker, Gultik Mas Tri, Gultik Pak Roni dan Gultik Mas Adit.

Harga kuliner hits ini mulai Rp 10 ribuan.

(sym/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Kecil-kecil Tua, Stasiun Solo Kota Warisan Belanda



Solo

Sebuah bangunan kecil di Solo jadi cagar budaya peninggalan Belanda. Lokasinya di Sangkrah, Pasar Kliwon, namanya Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo.

Kota Solo saat ini memiliki lima stasiun, yaitu Stasiun Purwosari, Stasiun Balapan, Stasiun Jebres, Stasiun Solo Kota, dan Stasiun Kadipiro yang baru berdiri sejak 2019. Di antara empat stasiun yang didirikan oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Stasiun Solo Kota adalah stasiun yang paling muda.

Hal itu dijelaskan Ketua Solo Societeit, Dani Saptoni. Ia mengatakan, Stasiun Solo Kota diresmikan pada 1922, paling muda di antara 4 stasiun lawas lainnya.


“Dibangun paling akhir di antara beberapa stasiun kereta api lain di Kota Solo, yang lain dibangun sebelum abad 20. Yang di Sangkrah ini dibangun tahun 1919. 1922 itu kayaknya peresmiannya, tapi mulai pembangunannya 1919 atau 1920,” kata Dani saat dihubungi detikJateng, Kamis (23/11/2023).

Potret Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo Kota yang masih terjaga keasliannya meski sudah berdiri 100 tahun silam.Potret Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo Kota yang masih terjaga keasliannya meski sudah berdiri 100 tahun silam. Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Solo

Dani menjelaskan, pembangunan Stasiun Solo Kota ini dulunya digadang sebagai penunjang transportasi murah dan mudah untuk mengangkut berbagai hasil bumi. Stasiun ini dibangun perusahaan maskapai kereta api Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) agar kereta melewati pusat-pusat perdagangan dan transportasi.

“Program tahunan negara bagian selatan, yaitu daerah Wonogiri. Mobilitas penduduk di sana dipermudah untuk jalur perdagangan. Tapi sebetulnya kan di situ sebelum ada stasiun kereta api uap itu kan sudah ada trem kuda,” terangnya.

Trem kuda merupakan sarana transportasi yang berbentuk seperti gerbong kereta yang ditarik kuda. Menurut Dani, trem kuda ini dulu populer di era Hindia Belanda. Kemudian penamaan Solo Kota diambil karena letak stasiun yang berada di jantung Kota Solo, yang saat itu masih dalam kekuasaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pria yang kerap menelusuri sejarah melalui Solo Societeit itu mengatakan, jalur kereta di Stasiun Solo Kota ini dominan ke arah Wonogiri. Tapi dulunya sempat dibuka jalur Solo-Boyolali. Seiring perkembangan zaman, beberapa jalur banyak yang kemudian terputus karena ada pembangunan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.

“Makanya sekarang kan hanya ada Kereta Bathara Kresna yang masih beroperasional,” ujar Dani.

Kereta Bathara Kresna melintas dari Purwosari menuju Wonogiri. Sesekali Stasiun Solo Kota juga melayani rute Sepur Kluthuk Jaladara yang akan membawa penumpang melewati Jalan Slamet Riyadi dengan kereta uap yang antik.

“Menarik karena keberadaannya ini bukan untuk mobilitas luar kota, jadi jarang orang yang tahu. Makanya lebih ke wisata heritage, berbeda dengan Stasiun Purwosari, Balapan, Jebres yang ada pengunjung luar kota,” jelasnya.

Sebagai salah satu cagar budaya di Kota Solo yang berada di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Stasiun Solo Kota masih mempertahankan keasliannya. Hanya beberapa ornamen yang diubah, seperti stasiun-stasiun lawas lainnya di Kota Solo.

“Itu dominan bangunan lama masih dipertahankan. Ada beberapa ornamen yang memang diubah karena kebutuhan zaman tentu saja,” tutur Dani.

Hal itu dibenarkan Manager Humas Daop 6 Jogja, Krisbiyantoro. Ia mengatakan, Stasiun Solo Kota termasuk ke dalam kategori bangunan heritage cagar budaya yang dilindungi, sehingga bangunannya masih asli dan masih dirawat untuk menjaga kelestariannya.

“Sampai saat ini kami mengatakan bangunan Stasiun Solo Kota itu masih asli, dan belum ada wacana untuk berubah karena harus dilindungi keasliannya. Bahkan sistem persinyalannya pun masih jadul, pakai mekanik, yang ditarik pakai tangan,” ungkapnya saat dihubungi detikJateng.

***

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


Jakarta

Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


1. Stasiun KA Jakarta Kota

Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Jam buka: 24 jam.

Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

3. Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

4. Taman Fatahillah

Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

5. Toko Merah

Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

6. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Umum: Rp 5 ribu
  • Pelajar/mahasiswa: gratis

Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

7. Museum Bank Mandiri

museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
  • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
  • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

9. Museum Bahari

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
  • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

10. Magic Art 3D Museum Jakarta

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 10.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
  • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

11. Museum Wayang

Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

12. Kawasan Kali Besar

Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

13. Jembatan Kota Intan

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

14. Pasar Petak Sembilan Glodok

Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 06.00-15.30 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

15. Vihara Jin De Yuan

Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Aktivitas Seru dan Jam Buka


Jakarta

Kota Tua termasuk wisata favorit di Jakarta. Kawasan ini kental dengan nilai sejarah, terlihat dari arsitektur sejumlah bangunannya. Di sisi lain, gedung-gedung bergaya vintage itu terbilang estetik dan kerap jadi spot foto para wisatawan.

Berbagai aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di Kota Tua, mulai dari mengunjungi museum, berkeliling dengan sepeda, hingga nongkrong di tempat bersejarah. Penasaran? Simak panduan berwisata ke Kota Tua Jakarta di bawah ini.

Aktivitas Seru di Kota Tua Jakarta

Berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Kota Tua Jakarta:


1. Belajar Sejarah di Museum

Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh sejumlah museum yang memperkenalkan banyak koleksi bersejarah. Kalau tertarik berwisata edukasi, maka museum-museum di kawasan ini boleh banget dikunjungi. Berikut beberapa museum di area Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. (Tripa Ramadhan)

Dilansir situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini patut didatangi jika ingin mengetahui sejarah panjang Kota Jakarta sejak masa prasejarah, kolonial, hingga masa kini. Bangunan museumnya sendiri telah dibangun sedari 1707.

Jika ingin mengenal sejarah bank sentral di Tanah Air, maka dapat mengunjungi museum satu ini. Selain itu, traveler bisa mengetahui perkembangan ekonomi serta mata uang Indonesia dari masa ke masa di sini.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi kesenian wayang yang ada di Indonesia. Mulai wayang yang terbuat dari kayu, kulit, boneka, dan bahan lainnya. Kabarnya terdapat lebih dari 6.800 buah koleksi wayang di sini lho.

Museum BahariMuseum Bahari (Almadinah Putri Brilian/detikcom)

Museum ini menampilkan koleksi kebaharian dan kenelayanan seluruh bangsa Indonesia bisa dilihat di museum ini. Koleksi yang ada berupa berbagai perahu tradisional, miniatur kapal, perlengkapan pelayaran, hingga alat navigasi kapal. Terdapat juga koleksi biota laut sampai tokoh-tokoh maritim Nusantara.

Kalau mau tahu informasi dan melihat koleksi aktivitas perbankan tempo dulu dan perkembangannya, kamu bisa datang ke museum ini. Ditampilkan berbagai koleksi operasional bank, seperti peti uang, mesin hitung uang, surat berharga, hingga mata uang kuno.

2. Membuat Gerabah di Museum Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaMuseum Seni Rupa dan Keramik Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Selain sejumlah museum sebelumnya, ada pula Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua. Sesuai namanya, museum ini menyimpan sejarah seni di Tanah Air hingga menampilkan berbagai koleksi keramik dan karya seni.

Menariknya, traveler dapat mengikuti pottery class di sana. Cukup mengeluarkan kocek Rp 50.000, kamu akan belajar membuat tembikar atau gerabah dengan bimbingan ahlinya. Nantinya, karya yang berhasil dibuat itu bisa traveler bawa pulang.

3. Nongkrong di Toko Merah

Ada kafe di Toko Merah Kota Tua JakartaToko Merah Kota Tua Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat bangunan berbata merah di kawasan Kota Tua yang berusia hampir tiga abad, yaitu Toko Merah. Dilansir Historia, gedung ini dibangun pada 1730. Setelahnya bangunan ini berganti-ganti pemilik.

Pada 1998, Toko Merah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung ini dimiliki oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak 2003. Usai sekian lama tidak difungsikan, Toko Merah kini menjadi kafe untuk nongkrong aesthetic bernuansa vintage bernama RODE Winkel.

RODE Winkel menawarkan aneka kopi dan menu makanan nusantara yang lezat. Kafe ini juga menyajikan berbagai pastry, camilan, dan minuman non kopi. Tempat nongkrong ini buka setiap hari dari jam 10.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-22.00 pada Sabtu-Minggu.

4. Berkeliling dengan Sepeda

Area Kota Tua Jakarta cukup luas, karena itu traveler dapat mengelilinginya dengan bersepeda. Pengunjung bisa menyewa sepeda ontel di sekitar kawasan tersebut dengan harga cukup terjangkau.

Kamu pun dapat berkeliling Kota Tua sesukamu tanpa lelah, bahkan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

5. Hunting Foto

Objek wisata baru di Kota Tua JakartaKali Besar Kota Tua Jakarta (detikcom)

Berfoto merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Kota Tua. Pasalnya, setiap sudut di kawasan ini bisa jadi spot foto Instagramable. Gedung-gedung kuno yang terawat memiliki vibes vintage yang estetik.

Jalan sedikit ke area Kali Besar Kota Tua terdapat bekas dermaga di masa lalu yang dominan berwarna putih jadi spot favorit berfoto pengunjung. Selain itu, bisa pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal pada abad ke-5 untuk melihat kapal dan perahu-perahu bersandar. Atau ke Jembatan Kota Intan yang dulunya untuk lalu lintas perahu dan dibangun pada 1628.

6. Wisata Kuliner

Kalau lapar setelah seharian bermain di Kota Tua Jakarta, kamu dapat mengunjungi restoran, kafe, serta tenant makanan yang terdapat di sana.

Bisa mampir ke Cafe Batavia ikonik yang bangunannya masih berdiri kokoh sejak 1805. Menu yang disuguhkan otentik makanan nusantara seperti Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

Terdapat Kedai Seni Djakarte yang gedungnya juga bergaya tempo dulu. Kamu dapat mencicipi aneka menu makanan berat, camilan, dan minuman. Kalau ingin mencoba berbagai pizza ala New York City, bisa datang ke NYPD Pizza.

Kawasan Kota Tua Jakarta terletak di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dari pusat kota Jakarta, tempat ini berjarak dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

Lokasi Kota Tua mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Bisa turun di Stasiun Jakarta Kota bagi pengguna KRL. Keluar dari stasiun maka traveler sudah berada di sekitar kawasan Kota Tua.

Jika naik Transjakarta maka kamu dapat berhenti di Halte Kota yang berlokasi di sebelah Stasiun Jakarta Kota. Bus Transjakarta yang melayani rute melewati atau ke kawasan ini, antara lain:

  • Koridor 1: Blok M – Kota
  • Koridor 1A: Pantai Maju – Balai Kota
  • Koridor 3H: Stasiun Pesing – Kota
  • Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
  • Koridor 12A: Kota – Kali Adem
  • Koridor 12B: Pluit – Senen

Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat memesan langsung menuju kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara bila menaiki kendaraan pribadi, traveler bisa mengandalkan online maps jika tidak tahu rutenya ya.

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

Untuk masuk ke kawasan Kota Tua tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu barulah akan dikenakan tiket jika mengunjungi sejumlah museum. Tapi tenang saja, tiket masuk museum rata-rata sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000-15.000 saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua, tepatnya Taman Fatahillah dapat diakses setiap hari mulai jam 06.00-22.00 WIB. Waktu operasional sejumlah museum lebih singkat lagi. Berikut jam buka beberapa museum di Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Indonesia: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Mandiri: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Seni Rupa dan Keramik: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bahari: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Wayang: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB).

Tips Berkunjung ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kalau tertarik mengunjungi kawasan Kota Tua, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti nih. Dilansir Jakarta Tourism, berikut tips berkunjung ke Kota Tua Jakarta:

  • Pastikan kondisi badan fit
  • Tentukan tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelum berangkat
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Datang di waktu pagi agar belum terlalu ramai
  • Tidak datang di waktu sore karena sejumlah museum sudah tutup
  • Gunakan sunblock karena cuaca panas menyengat di siang hari
  • Bawa payung dan alas duduk
  • Tidak buang sampah sembarangan.

Nah, itu tadi panduan lengkap berwisata ke Kota Tua Jakarta. Jadi, apakah kamu berminat mengunjungi kawasan wisata ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Gereja Ayam Pasar Baru Tempat Ibadah Kelas Menengah-Bawah di Era Kolonial Belanda



Jakarta

Di era kolonial Belanda, warga kelas menengah dan bawah pemeluk protestan tidak leluasa beribadah. Salah satu gereja yang membuka pintu untuk kelompok itu adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’.

Sekretaris Pengurus ‘Gereja Ayam’, Yosie, menjelaskan kepada detikTravel, Kamis (29/8/2024) gereja itu dulu merupakan kapel kecil. Kapel itu dibangun pada tahun 1900.

“Dulu gereja itu di zaman Belanda untuk golongan menengah ke atas di Gereja Immanuel yang di depan (Stasiun) Gambir itu untuk golongan menengah ke atas. Tapi kalau untuk golongan menengah ke bawah itu ya di sini,” kata Yosie.


Seiring berjalannya waktu, jemaat yang beribadah di kapel itu semakin banyak. Kapel tersebut kemudian digeser, dari yang awalnya berada di area belakang gereja, kini ke tempat saat ini berdiri di Jalan Samanhudi No.12, Jakarta Pusat.

“Mulanya ini nggak di sini, letaknya di belakang gedung ini mulanya hanya sebuah kapel. Tapi karena makin lama makin banyak orangnya jadi pindah ke sini dibuatnya 1913,” kata Yosie.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bangunan gereja yang bergaya campuran Italia dan Portugis ini disebut Neo Romani yang dibangun oleh arsitek Belanda bernama Ed Cuypers dan Hulswit. Penamaan ‘Gereja Ayam’ sendiri tercetus dari sebutan masyarakat sekitar, karena di atas gereja ini terdapat ornamen berbentuk ayam.

Yosie mengatakan ornamen tersebut merupakan alat penunjuk arah angin yang dirancang pada saat itu. Sayangnya, penunjuk arah angin berbentuk ayam ini sudah tidak berfungsi lagi. Kini ornamen ayam tersebut sudah menjadi ikon gereja ini.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ini dikenalnya dengan ‘Gereja Ayam’ itu kan kita di atas itu ada ayam. Zaman dahulu ayam itu dipergunakan sebagai alat penunjuk arah mata angin, tapi di dalam lingkungan masyarakat sekitar sini karena lihat ada ayam di atas situ jadi dikenal ini dengan ‘Gereja Ayam’,” kata Yosie.

Peninggalan-peninggalan masa lampau di ‘Gereja Ayam’ ini masih terjaga, bahkan bangku-bangku di dalam gereja masih bangku dari tahun 1913. Terdapat pula Alkitab berbahasa Belanda pemberian ratu Belanda, Sophian Fredrika Mathilda pada tahun 1855.

Adapun bejana baptis yang sudah berumur lebih dari 300 tahun. Tampak bangun dari luar pun tak ada yang berubah signifikan dari pertama dibangun, ‘Gereja Ayam’ juga sudah ditetapkan menjadi cagar budaya pada tahun 2015.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Beach City International Stadium Naik Angkutan Umum


Jakarta

Beach City International Stadium sering dikunjungi ketika digunakan sebagai tempat konser atau event lainnya. Gedung ini berada di dalam kawasan Ancol dan dekat dengan berbagai tempat wisata seperti Pantai Ancol, Sea World, Dufan, dan Atlantis.

Saat diadakan konser, kawasan ini biasanya macet, sehingga lebih baik menggunakan angkutan umum, seperti TransJakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), atau Mass Rapid Transit (MRT). Simak cara ke Beach City International Stadium naik angkutan umum berikut ini.

Cara ke Beach City International Stadium

Cara ke Beach City International Stadium paling mudah adalah mencari angkutan umum dengan tujuan Ancol. Berikut ini beberapa cara yang bisa dipilih:


1. Naik TransJakarta

Dilihat dari situs TransJakarta, bus yang bisa turun di Ancol adalah Koridor 5 (rute Kampung Melayu-Ancol) atau Koridor 5D (rute Cililitan-Ancol). Jika detikers dari arah lain, maka dapat naik koridor lain terlebih dahulu dan transit ke salah satu halte yang dilewati Koridor 5.

Koridor 5

Adapun halte yang dilewati TransJakarta Koridor 5 adalah Kampung Melayu – Jatinegara – Bali Mester – Matraman Baru – Kesatrian – Tegalan – Matraman – Paseban – Salemba – Kramat Sentiong – Pal Putih – Senen Sentral – Lapangan Banteng – Pasar Baru Timur – Jembatan Merah – Gunung Sahari – Pademangan – Ancol.

Koridor 5D

Sementara Koridor 5D adalah perpanjangan dari Koridor 5. Bedanya, Koridor 5D dimulai dari Cililitan, kemudian rutenya sama dengan Koridor 5 setelah sampai di Kampung Melayu. Rutenya adalah sebagai berikut: Cililitan – Cawang Cililitan – Cawang Sentral – BNN – Cawang – Cawang Baru – Gelanggang Remaja – Bidara Cina – Kampung Melayu – dan seterusnya sama dengan Koridor 5.

Koridor Lain

  • Koridor 7C (Cibubur – Cawang Sentral) transit di Halte Cawang Cililitan
  • Koridor 7P (Pondok Kelapa – Cawang Sentral) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) transit di Halte Cawang Sentral atau Cawang
  • Koridor 9A (Cililitan – Grogol) transit di Halte Cawang Sentral atau Cawang
  • Koridor 9C (Pinang Ranti – Bundaran Senayan) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 9N (Pinang Ranti – Simpang Cawang) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 10 (Tanjung Priok – Pgc) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 4 (Pulo Gadung – Galunggung) transit di Halte Matraman
  • Koridor 6H (Senen – Lebak Bulus) transit di Halte Senen Sentral
  • Koridor 12 (Pluit – Tanjung Priok) transit di Halte Jembatan Merah atau Gunung Sahari

2. Naik KRL

Dikutip dari situs resmi Ancol, cara ke Beach City International Stadium selanjutnya adalah dengan naik Commuter Line atau KRL dengan pemberhentian Stasiun Ancol. Berikut langkah-langkahnya:

Dari Bogor atau Depok

  • Naik KRL dari Stasiun Bogor/Depok dengan rute ke Stasiun Gondangdia.
  • Dari Gondangdia, pindah ke KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

Dari Bekasi atau Stasiun Jatinegara

  • Naik KRL dari Bekasi dengan rute ke Stasiun Jatinegara.
  • Di Jatinegara, pindah KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

Dari Tangerang atau Serpong

  • Naik KRL dari Tangerang/Serpong dengan rute Stasiun Tanah Abang.
  • Di Tanah Abang, pindah ke KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

3. Cara ke Ancol Naik MRT

Cara terakhir, detikers bisa naik kereta MRT dengan pemberhentian di Stasiun Ancol. Berikut langkah-langkahnya:

Dari Lebak Bulus atau Stasiun Terdekat

  • Naik MRT dari Lebak Bulus atau stasiun terdekatnya sampai Stasiun Blok M.
  • Di Blok M, pindah jalur ke MRT jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Dukuh Atas.
  • Di Stasiun Dukuh Atas, lanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Ancol.

Dari Bundaran HI atau Stasiun Terdekat

  • Naik MRT dari Bundaran HI atau stasiun terdekatnya sampai Stasiun Dukuh Atas.
  • Di Stasiun Dukuh Atas, lanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Ancol.

4. Setelah Sampai di Halte dan Stasiun Ancol

Setelah sampai di Halte Ancol maupun Stasiun Ancol, detikers bisa menuju ke Beach City International Stadium menggunakan shuttle bus yang disediakan khusus untuk berkeliling di kawasan Ancol. Selain itu, ada beberapa mikrolet yang bisa kamu tumpangi.

Nah, itulah tadi berbagai cara ke Beach City International Stadium yang biasa digunakan sebagai tempat konser. Kamu bisa naik angkutan umum seperti TransJakarta, KRL, maupun MRT.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

7 Taman Cantik di Jaksel yang Gratis dan Dekat Halte, Tempat Piknik-Nongkrong


Jakarta

Jakarta Selatan punya banyak ruang terbuka hijau seperti taman yang bisa diakses gratis. Kawasan tamannya ditata rapi cantik serta dilengkapi fasilitas penunjang sehingga menarik banyak pengunjung datang.

Di taman-taman ini, traveler dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari duduk-duduk santai, berfoto ria, berolahraga, bermain, hingga piknik seru bersama teman atau pasangan. Lantas, apa saja taman estetik yang gratis di Jakarta Selatan? Simak rekomendasinya di bawah ini.

Taman Gratis di Jakarta Selatan

Ada banyak taman indah di Jakarta Selatan yang tidak dikenai biaya tiket masuk alias gratis. Mengutip catatan detikcom, berikut deretannya:


1. Tebet Eco Park

Aktivitas pengunjung di Tebet Eco Park, Jakarta, saat Idul Adha 2023.Pengunjung piknik dan duduk santai di samping Infinity Link Bridge, Tebet Eco Park. Foto: Rumondang Naibaho/detikcom
  • Lokasi: Jl. Tebet Raya, Tebet
  • Jam Buka: Senin-Minggu, Sesi 1: 06.00-11.00 dan sesi 2: 13.00-18.00

Kalau ingin duduk-duduk santai di bawah pohon, piknik seru, hingga bermain di playground, Tebet Eco Park bisa jadi pilihan. Infinity Link Bridge setinggi 6 meter yang menghubungkan taman utara dan selatan menjadi spot foto favorit di tempat ini.

Taman di Tebet ini punya ruang hijau cukup luas yang ditata rapi dan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Di sekitar taman juga banyak ditemukan kafe, tempat makan, dan pedagang kaki lima yang bisa didatangi saat perut keroncongan.

Tebet Eco Park bisa dijangkau dengan KRL dan bus Transjakarta. Traveler dapat turun di Stasiun Tebet, keluar di Plaza Barat, dan lanjut menaiki Mikrotrans Jak-18. Kalau naik Transjakarta pilih koridor 7D, 9, 9A, atau 13F dan turun di Halte Tebet Eco Park. Dilanjutkan berjalan kaki atau bersepeda dengan jarak sekitar 300 meter ke area taman.

2. Taman Langsat

  • Lokasi: Jl. Barito, Kramat Pela, Kebayoran Baru
  • Jam Buka: Setiap hari, 06.30-17.00 WIB

Taman Langsat viral di media sosial sebagai lokasi piknik estetik dengan danau dipenuhi teratai cantik dan beberapa ekor bebek yang ke sana kemari.

Area taman ini juga cukup luas dan dikelilingi banyak pohon tinggi yang rindang. Traveler dapat memilih spot piknik di bawah pohon atau di pinggir danaunya.

Untuk ke sini dapat menaiki MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA. Keluar melalui pintu C ke arah Jalan Mahakam dan berjalan sekitar 9 menit untuk sampai di lokasi.

3. Taman One Satrio Kuningan

Warga menikmati suasana Imlek di One Satrio, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (23/1/2023).‘Taman Kota’ One Satrio di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Foto: Ari Saputra
  • Lokasi: Jl. Mega Kuningan Kav. E 1, Karet Kuningan, Setiabudi
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB

Kawasan Mega Kuningan punya area terbuka dengan taman dan banyak tenant yaitu One Satrio. Tempat ini dilengkapi jogging track hingga playground untuk anak.

Tidak seperti taman pada umumnya, area ini punya view gedung-gedung tinggi karena memang letaknya yang berada di tengah perkotaan. Cocok banget sebagai tempat rehat sejenak setelah seharian bekerja.

Taman One Satrio bisa dijangkau dengan bus Transjakarta, KRL, MRT, maupun LRT. Naik KRL turun di Stasiun Tebet lanjut naik bus Transjakarta koridor 6D. LRT turun di Stasiun Kuningan dan jalan sedikit menuju lokasi. Kalau naik MRT turun di Stasiun Istora Mandiri lalu keluar dari pintu B. Jalan kaki sedikit dengan melewati pintu 7 GBK.

4. Urban Forest Cipete

Urban Forest CipeteUrban Forest Cipete Foto: Putu Intan/detikcom
  • Lokasi: Jl. RS Fatmawati Raya, Cilandak
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00-22.00 WIB

Urban Forest Cipete memiliki ruang terbuka hijau yang mirip taman atau hutan kota. Kawasannya adem juga sejuk dengan pepohonan hijau yang rindang. Area rerumputannya bisa digelar alas duduk sebagai lokasi piknik.

Sejumlah kafe dengan menu bervariasi bisa ditemukan di sini. Ada El Profesor dengan steak wagyunya, pizza ala Italia dari Solo Pizza, hidangan Jepang di Kohai Izakaya, hingga gelato dari Rivareno.

Urban Forest Cipete dapat dijangkau menggunakan MRT dengan turun di Stasiun Cipete Raya. Keluar melalui pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya dan berjalan kaki sekitar 50 meter untuk sampai ke lokasi.

5. Taman Literasi Christina Martha Tiahahu

taman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina TiahahuTaman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru
  • Jam Buka: 24 Jam

Taman Literasi terletak di kawasan Blok M. Traveler dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada di sana.

Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai. Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini.

Kalau mau ke sini, bisa gunakan MRT atau bus Transjakarta. Naik bus yang menuju Blok M dan turun di Halte Kejaksaan Agung. Keluar dari halte dan jalan sedikit untuk sampai di taman. Jika naik Mrt, turun di Stasiun Blok M BCA dan Taman Literasi tepat berada di bawahnya.

6. Cibis Park

Ingin melepas penat dari hiruk-pikuk dan rutinitas kerja. Warga Jakarta Selatan bisa coba datangi CIBIS Park, tempatnya yang nyaman cocok untuk bersantai di akhir pekan.Cibis Park di Cilandak, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Lugas Pribady
  • Lokasi: Jl. TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu
  • Jam Buka: Setiap Hari, 08.00-22.00 WIB

Taman satu ini mirip One Satrio dengan dikelilingi banyak tenant makanan dan minuman yang menawarkan menu bervariasi. Pembedanya, terdapat kolam ikan koi di tengah Cibis Park. Traveler dapat memberi makan ikan dengan pakan yang dijual di sekitar kolam.

Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas olahraga seperti jogging di track yang tersedia, bersepatu roda, maupun pound fit. Sekadar duduk santai di pinggir kolam sambil menikmati Semilir angin juga bisa dipertimbangkan.

Untuk ke sini dapat menaiki bus Transjakarta rute Rambutan-Lebak Bulus lalu turun di Halte Ampera, terletak di depan Gedung TMT setelah lampu merah Cilandak. Jika naik KRL, turun di Stasiun Pasar Minggu lanjut gunakan Mikrotrans Jak 47 dan turun di depan Cibis Park.

7. Taman Ayodia

  • Lokasi: Jl. Lamandau III, Kramat Pela, Kebayoran Baru
  • Jam Buka: 24 Jam

Taman satu ini juga berada dekat dengan kawasan Blok M. Lokasinya bahkan bersebelahan persis dengan Taman Langsat, tetapi luas areanya lebih kecil.

Taman Ayodia cocok banget sebagai tempat bengong, nongkrong, serta ngobrol bersama teman maupun pacar. Di sekitar taman juga terdapat banyak kuliner sehingga traveler bisa sekalian jajan mengisi perut.

Tempat ini bisa dijangkau dengan menaiki MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA. Lanjut berjalan kaki sebentar untuk sampai di lokasi.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka dan Harga Tiket


Jakarta

Buat detikers yang sedang berada di Jakarta saat liburan, ada banyak pilihan tempat wisata kekinian yang menarik dikunjungi. Ada tempat nongkrong, taman, hingga wisata alam.

Simak 25 tempat wisata Jakarta berikut ini, lengkap dengan lokasi, jam buka, dan harga tiketnya.

Rekomendasi Wisata Jakarta Kekinian

Berikut ini rekomendasi 25 tempat wisata Jakarta kekinian yang bisa kalian kunjungi:


1. Pos Bloc

Usai diresmikan, Pos Bloc fase 2 makin nyaman untuk nongkrong lho. Nih foto-fotonya.Pos Bloc. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Senin-Jumat 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu 07.00-21.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Pos Bloc memiliki tempat yang estetik dan cocok buat nongkrong. Tempat ini memanfaatkan Gedung Filateli Jakarta yang diubah fungsinya menjadi ruang kreatif publik. Pos Bloc juga menjadi pusat UMKM dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, musik, film, fashion, hingga kriya.

2. M Bloc Space

M Bloc MarketM Bloc. (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Panglima Polim Nomor 37, RW 1, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.
  • Jam buka: 10.00-23.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

M Bloc memanfaatkan bangunan bekas pabrik uang kertas dan percetakan uang di area Blok M yang terbengkalai. Kini M Bloc menjadi destinasi hits Jakarta yang keren.

Kawasan ini dipenuhi dengan mural dan karya seni lainnya. Di sini juga terdapat toko, kafe, restoran, hingga toko pernak-pernik. Event-event besar sering diadakan di sini, seperti pameran, talk show hingga live music.

3. SKYE Bar

SKYE bar.SKYE bar. (dok. Instagram @skye_56)
  • Lokasi: Menara BCA Thamrin, Jalan MH Thamrin No 1, RT. 1 / RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat
  • Jam buka: 17.00-01.00 WIB
  • Harga makanan: mulai dari Rp 65 ribu

Jika mencari tempat makan malam di ketinggian, traveler bisa datang ke SKYE Bar yang berada di atap gedung Menara BCA Thamrin. Jadi kalian bisa makan malam sambil menikmati pemandangan ibu kota.

4. Trans Studio Cibubur

Sudah punya rekomendasi tempat berlibur di saat libur sekolah ini. Trans Studio Cibubur bisa jadi tujuan untuk memanjakan anak anda.Trans Studio Cibubur. (Pradita Utama/detikcom)
  • Lokasi: Lantai 3 Trans Studio Mall Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur No 230 A, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
  • Jam buka: 11.00-17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: mulai Rp 195 ribu

Tak jauh dari Jakarta, ada Trans Studio Cibubur yang merupakan tempat seru untuk dikunjungi bersama keluarga, terutama anak-anak. Berdasarkan situs Trans Entertainment, Trans Studio Cibubur dibagi dalam beberapa zona, yaitu Adventure Zone, Sci-fi City, Lagoon, Trans Central Studio dan Beach Walk.

Selain berbagai zona dengan beraneka wahana permainan, Trans Studio Cibubur juga memiliki wahana indoor skydiving pertama di Indonesia. Kalau di sini, traveler tak perlu takut hujan, karena lokasinya indoor.

5. Aloha PIK 2

Aloha PIKAloha PIK (Dadan Kuswaraharja/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB (weekday), 07.00-24.00 WIB (weekend)
  • Harga tiket masuk: gratis

Tempat wisata hits lainnya ada di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), salah satunya Aloha yang merupakan tempat jajan kekinian. Ada banyak tenant makanan dan minuman, seperti aneka seafood, pizza, steak, aneka sate, es krim, croissant, dan kopi.

Tempat ini berkonsep ala Hawaii. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pasir putih di pantai utara. Dekorasi bangunannya juga serasa di pantai tropis, dengan elemen kayu, jerami, bambu, rotan, dan juga open space balcony.

Meski masuknya gratis, terdapat arena playground anak yang berbayar. Harga tiketnya Rp 158 ribu per anak dan Rp 80 ribu untuk pendamping.

6. La Riviera

Mau menikmati suasana ala Eropa, tapi tak ingin jauh-jauh? Coba ke La Riviera di PIK2.La Riviera di PIK2. (Pradita Utama/detikcom)
  • Lokasi: kawasan Teluknaga, Jalan Otista, Kabupaten Tangerang, Banten
  • Jam buka: 24 jam
  • Harga tiket masuk: gratis

Tempat wisata hits lainnya adalah La Riviera yang juga berada di PIK 2. Tempat ini menarik karena bangunan-bangunannya bernuansa Amsterdam. Terdapat sungai kecil yang seakan-akan melintasi tengah kota. Lampu-lampu kuning di malam hari semakin membuat suasana serasa di Eropa.

7. TWA Mangrove Angke Kapuk

mangroveTWA Mangrove Angke Kapuk. (Wahyu/detikTravel)
  • Lokasi: Kamal Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
  • Jam buka: 08.00-17.30 WIB (weekday) dan 07.00-17.30 WIB (weekend)
  • Harga tiket masuk: Rp 30 ribu (weekday) dan Rp 35 ribu (weekend)

Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk memiliki luas 99,82 hektare. Mulai direstorasi pada 1998, tempat ini diresmikan 25 Januari 2010. Bukan sekadar tempat wisata, tempat ini adalah cagar alam yang melestarikan ekosistem mangrove yang kaya.

Traveler bisa menikmati keindahan alam seperti pohon api-api (Avicennia marina), bakau (Rhizophora mucronata), 73 spesies burung, 19 reptilia, dan mamalia penghuni kawasan ini.

8. Taman Ismail Marzuki (TIM)

Pameran Seni 'Memoar Para Perupa TIM'Pameran Seni di TIM. (Tia Agnes/ detikcom)
  • Lokasi: di Jalan Cikini Raya Nomor 73, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  • Jam buka: 09.00-20.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis (kecuali event tertentu)

Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah salah satu pusat kesenian dan kebudayaan di Jakarta. Tempat ini sering menjadi lokasi penyelenggaraan acara kesenian dan kebudayaan. Terdapat berbagai fasilitas yang menarik untuk dikunjungi saat kalian berada di TIM.

9. Taman Suropati

Dua orang pengunjung membaca buku di perpustakaan mini Taman Suropati, Jakarta, Sabtu (8/1/2022). Jakarta ditetapkan sebagai 'City of Literature' atau Kota Sastra Dunia dari 49 kota lain di dunia yang tergabung dalam jaringan kota kreatif jaringan kota kreatif dunia atau 'UNESCO's Creative City Network tahun 2021' oleh Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.Dua orang pengunjung membaca buku di perpustakaan mini Taman Suropati, Jakarta. (M Risyal Hidayat/Antara)
  • Lokasi: Jalan Taman Suropati No. 5, RT.5/RW.5, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat
  • Jam buka: 07.00-17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Taman Suropati awalnya bernama Burgemeester Bisschopplein (lapangan wali kota Bishop) pada saat dibangun di awal abad ke-20. Saat itu Wali Kota Jakarta bernama GJ Bisschop.

Nama Suropati diambil dari salah satu pahlawan nasional bernama Untung Suropati. Ia turut berjasa melawan pemberontakan melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

Di taman ini terdapat Monumen ASEAN yang merupakan tanda persahabatan dengan negara anggota ASEAN. Ada juga air mancur dengan pepohonan hijau yang menambah keindahan taman ini. Kalian juga bisa berolahraga, memberi makan burung, dan berfoto-foto.

10. Taman Menteng

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
  • Lokasi: Jalan HOS Cokroaminoto, RT 03 RW 05, Menteng, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat,
  • Jam buka: 05.00-22.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Taman Menteng didesain oleh arsitek Belanda bernama Thomas Karsten dengan konsep ‘kota taman’ yang modern. Terdapat 23 taman kecil di area ini yang bisa digunakan warga bersantai.

Tempat ini memiliki jogging track, rumah kaca, playground anak, perpustakaan anak, lapangan olahraga, spot mural, kolam air mancur, dan area street food. Taman Menteng juga sering dipakai berbagai acara, seperti acara musik, pameran seni, dan ngabuburit.

11. Tebet Eco Park

Tebet Eco ParkTebet Eco Park. (dok. Tebet Eco Park)
  • Lokasi: Jl. Tebet Timur Raya No.19, Tebet, Jakarta Selatan.
  • Jam buka: 06.00-18.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Tebet Eco Park baru diresmikan pada 2022. Di sini traveler bisa bersantai di bawah pepohonan rindang, mengajak anak bermain di playground, atau duduk di sekitar danau buatan.

Terdapat Infinity Link Bridge atau jembatan setinggi 6 meter yang menghubungkan taman utara dan selatan. Jembatan ini sering digunakan sebagai spot foto favorit di Tebet Eco Park.

12. Taman Cattleya

Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Taman Cattleya. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Letjen S. Parman Nomor 99, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat
  • Jam buka: 24 jam
  • Harga tiket masuk: gratis

Selanjutnya ada Taman Cattleya yang berhadapan dengan Mall Taman Anggrek. Sebelum atau setelah berbelanja di mall, traveler bisa mampir ke taman ini. Taman Cattleya cukup luas dan memiliki banyak pohon rindang, sehingga cocok untuk menyegarkan pikiran.

13. Hutan Kota GBK

Warga mengunjungi Hutan Kota GBK, Jakarta, Selasa (25/4/2023) di hari terakhir cuti bersama.Warga mengunjungi Hutan Kota GBK, Jakarta, Selasa (25/4/2023). (Andhika Prasetia/detikcom)
  • Lokasi: Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat
  • Jam buka: sesi pagi 06.00-10.00 WIB, sesi sore 15.00-18.00 WIB (Senin tutup)
  • Harga tiket masuk: gratis

Taman lain yang bisa dikunjungi adalah Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) yang merupakan area hijau multifungsi. Setelah berolahraga, traveler bisa mampir ke hutan kota ini untuk beristirahat dan menghirup udara sejuk di tengah-tengah kota yang padat ini.

14. Moja Museum

Museum MOJA di GBK.Museum MOJA di GBK. (dok Instagram @mojamuseum)
  • Lokasi: Kompleks Gelora Bung Karno, Jalan Pintu Satu Senayan, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat
  • Jam buka: 11.00 – 19.30 WIB
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 125 ribu.

Masih di kompleks GBK, terdapat Moja Museum yang merupakan salah satu wisata di Jakarta Pusat. Museum ini berkonsep kekinian dengan 14 ruangan yang bisa dijelajahi dengan menggunakan sepatu roda.

15. Museum MACAN

Pameran Seni Present Continous di Museum MACANPameran Seni Present Continous di Museum MACAN. (dok. Museum MACAN)
  • Lokasi: AKR Tower Level M, Jl. Panjang No.5, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat
  • Jam buka: 10.00-18.00 WIB (Senin tutup)
  • Harga tiket masuk: Rp 70 ribu – Rp 90 ribu

Museum Macan bukan museum binatang. Nama ini berasal dari akronim Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Di dalamnya terdapat berbagai karya seni modern dan kontemporer yang enak dipandang.

16. Museum Bahari

Museum Bahari di Jakarta Utara sedang menggelar pameran miniatur kapal-kapal monumental yang bersejarah. Pameran ini diserbu para pelajar.Museum Bahari di Jakarta Utara. (Pradita Utama/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Ps. Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara
  • Jam buka: 08.00-15.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu (pelajar/mahasiswa), Rp 10 ribu (umum weekday), Rp 15 ribu (umum weekend), Rp 50 ribu (mancanegara)

Berdasarkan situs Dinas Kebudayaan Jakarta, Museum Bahari sebelumnya adalah gudang untuk menyimpan rempah-rempah. Pemerintah lalu menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977. Di museum ini, traveler bisa mengenal lautan dan melihat berbagai benda kelautan dari masa kolonial.

17. Wisata Kota Tua

Pada hari kedua libur Idulfitri 1445 Hijriah, Kamis (11/4/2024), Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Jakarta mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua hingga pukul 12.00 WIB mencapai 1.463 orang.Kota Tua Jakarta. (Grandyos Zafna/detikcom)
  • Lokasi: Kota Tua, Mangga Besar, Taman Sari, Kota Jakarta Barat.
  • Jam buka: objek wisata memiliki jam operasional berbeda-beda

Kota Tua termasuk salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Tempat ini menyimpan banyak sejarah berdirinya Jakarta atau yang dulunya bernama Batavia.

Peninggalannya antara lain Stasiun Kota dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Di kawasan ini, banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, seperti Museum Fatahillah, Toko Merah, Museum Bank Indonesia, serta Museum Seni Rupa dan Keramik.

18. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. (Grandyos Zafna/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur
  • Jam buka: 06.00-20.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah menjadi tempat wisata terkenal sejak lama. Kini TMII telah direvitalisasi sehingga menjadi lebih rapi dan cocok untuk segala umur.

Sesuai namanya, tempat ini merupakan gambaran kecil dari Indonesia yang begitu luas. Hal ini digambarkan dengan ragam rumah adat, flora, dan faunanya. Ada juga pertunjukan Air Mancur Menari di Danau Archipelago, Teater Keong Mas dengan film animasi bertema Tanah Air.

19. Taman Impian Jaya Ancol

Sejumlah pengunjung memadati Pantai Lagoon Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (29/6/2024). Memasuki musim libur anak sekolah seperti yang terjadi pada saat ini, kawasan Pantai Ancol diserbu pengunjung.Sejumlah pengunjung memadati Pantai Lagoon Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (29/6/2024). (Grandyos Zafna/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Lodan Timur No. 7, Pademangan, Jakarta Utara
  • Jam buka: Senin-Jumat 06.00-20.00 WIB, Sabtu-Minggu 06.00-21.00 WIB
  • Harga tiket masuk: mulai Rp 30 ribu

Kawasan Ancol selalu menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi. Di kawasan ini terdapat beraneka tempat wisata, mulai dari pantai berpasir, naik perahu untuk mengelilingi Pantai Ancol.

Tempat wisata lainnya seperti Dufan, Sea World, Atlantis, Jakarta Birdland, Ocean Dream Samudra, dan Faunaland. Traveler dapat menikmati pemandangan Ancol dari ketinggian dengan naik wahana gondola.

20. Pulau Tidung

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. (Johanes Randy/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu Selatan
  • Jam buka: 24 jam

Pulau Tidung berada di Kepulauan Seribu Selatan. Terdapat dua pulau di tempat ini, yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung Besar adalah pulau berpenduduk, sedangkan Pulau Tidung Kecil menjadi kawasan konservasi alam.

Di pulau ini, traveler bisa menikmati pesona alam yang indah, melewati Jembatan Cinta yang menghubungkan dua pulau. Di pulau ini juga telah tersedia banyak penginapan, sarana kesehatan, tempat makan, serta wahana permainan air.

21. Setu Babakan

Area danau Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan sudah kembali dibukauntuk umum sejak Sabtu, 23 Oktober lalu. Wisata kedaerahan budaya Betawi yang berlokasidi Jl. RM. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel, ini sudah kembali ramai pengunjung.Area danau Perkampungan Budaya Betawi, Jaksel. (Tiara Rosana/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Moch Kahfi II, RT 13/RW 08, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan
  • Jam buka: 08.00-17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Berada tak jauh dari Ragunan, terdapat tempat wisata favorit, yaitu Setu Babakan. Traveler bisa menikmati pemandangan danau yang luas sambil bersantai. Kalian juga bisa sambil mempelajari kebudayaan Betawi, serta berwisata kuliner khas Betawi.

22. Jakarta Aquarium Safari

Menyambut Tahun Baru Imlek 2573 yang jatuh pada 1 Februari mendatang, Jakarta Aquarium dan Safari menggelar atraksi liong bawah air. Penasaran?Atraksi di Jakarta Aquarium dan Safari. (Agung Pambudhy/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Letjen S. Parman No.106, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat
  • Jam buka: 09.00-21.00 WIB
  • Harga tiket masuk: antara Rp 125 ribu hingga Rp 225 ribu

Tempat wisata hits lainnya adalah Jakarta Aquarium Safari yang memiliki koleksi lebih dari 3.500 spesies satwa akuatik dan nonakuatik. Traveler juga bisa menikmati berbagai hiburan seperti pertunjukan mermaid, edukasi satwa, dan 5D simulator.

23. Senayan Park

Senayan Park Mall atau SPARK MallSenayan Park Mall atau SPARK Mall (Rifkianto Nugroho/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Gerbang Pemuda, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat
  • Jam buka: 15.00-20.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Salah satu mal yang bisa dikunjungi adalah Senayan Park yang berada di pusat Jakarta. Mal ini cocok buat kalian yang suka berbelanja dan kuliner. Senayan Park memiliki skywalk yang estetik sehingga membuatnya hits.

24. Mal Sarinah

Plaza Sarinah kembali dibuka untuk umum mulai hari ini, Senin (21/3). Pusat perbelanjaan pertama di Indonesia ini sebelumnya ditutup lantaran direnovasi sejak Juni 2020.Plaza Sarinah. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
  • Lokasi: Jalan MH Thamrin 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
  • Jam buka: 08.00-22.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Mal Sarinah adalah mal tertua di Indonesia yang didirikan di era Sukarno. Sarinah direstorasi menjadi mal kekinian yang berada di jalan utama Jakarta, yaitu Jl MH Thamrin. Sejak dibuka kembali pada 22 Maret 2022, Sarinah menjadi tempat nongkrong favorit anak muda, terutama saat akhir pekan.

25. Masjid Istiqlal

Masjid IstiqlalMasjid Istiqlal. (dok. Waskita Karya)
  • Lokasi: Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat.
  • Jam buka: 03.30-22.00 WIB
  • Harga tiket masuk: gratis

Terakhir, buat traveler yang beragama Islam bisa mampir ke Masjid Istiqlal yang merupakan masjid nasional. Tempat ibadah ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Selain melaksanakan shalat, traveler bisa sambil berfoto-foto di spot yang menarik.

Itulah tadi 25 tempat wisata Jakarta kekinian yang bisa dikunjungi saat liburan. Jangan lupa cek lagi waktu operasional dan harga tiket terbarunya lewat situs atau akun Instagram resminya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Hemat Naik Kereta dari Tanjung Priok Temukan Berbagai Tujuan Wisata



Jakarta

Traveler yang tidak jauh dari Stasiun Tanjung Priok banyak nih tempat menarik yang bisa kamu jangkau dengan kereta. Tenang, pilihan destinasinya banyak yang murah kok.

detikcom telah merangkum, Jumat (1/8/2025) destinasi wisata yang bisa dijangkau bila naik dari Stasiun Tanjung Priok.

1. Kota Tua Jakarta dan sekitarnya

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu nanti tinggal turun di Stasiun Jakarta Kota.

2. Jakarta Aquarium

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta( Foto: Rifkianto Nugroho)

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jakarta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Traveler bisa naik menaiki KRL rute -Tanjung Priuk- Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Ancol.

4. BXSea

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

5. Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal. Foto: Rifkianto Nugroho

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlal tak jauh dari pintu keluar stasiun.

Tak jauh dari masjid, kamu bisa berjalan kaki sedikit menuju kawasan Monas, Taman Lapangan Benteng atau Perpustakaan Nasional.

6. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

(sym/ddn)



Sumber : travel.detik.com