Tag Archives: stasiun blok m bca

7 Taman Cantik di Jaksel yang Gratis dan Dekat Halte, Tempat Piknik-Nongkrong


Jakarta

Jakarta Selatan punya banyak ruang terbuka hijau seperti taman yang bisa diakses gratis. Kawasan tamannya ditata rapi cantik serta dilengkapi fasilitas penunjang sehingga menarik banyak pengunjung datang.

Di taman-taman ini, traveler dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari duduk-duduk santai, berfoto ria, berolahraga, bermain, hingga piknik seru bersama teman atau pasangan. Lantas, apa saja taman estetik yang gratis di Jakarta Selatan? Simak rekomendasinya di bawah ini.

Taman Gratis di Jakarta Selatan

Ada banyak taman indah di Jakarta Selatan yang tidak dikenai biaya tiket masuk alias gratis. Mengutip catatan detikcom, berikut deretannya:


1. Tebet Eco Park

Aktivitas pengunjung di Tebet Eco Park, Jakarta, saat Idul Adha 2023.Pengunjung piknik dan duduk santai di samping Infinity Link Bridge, Tebet Eco Park. Foto: Rumondang Naibaho/detikcom
  • Lokasi: Jl. Tebet Raya, Tebet
  • Jam Buka: Senin-Minggu, Sesi 1: 06.00-11.00 dan sesi 2: 13.00-18.00

Kalau ingin duduk-duduk santai di bawah pohon, piknik seru, hingga bermain di playground, Tebet Eco Park bisa jadi pilihan. Infinity Link Bridge setinggi 6 meter yang menghubungkan taman utara dan selatan menjadi spot foto favorit di tempat ini.

Taman di Tebet ini punya ruang hijau cukup luas yang ditata rapi dan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Di sekitar taman juga banyak ditemukan kafe, tempat makan, dan pedagang kaki lima yang bisa didatangi saat perut keroncongan.

Tebet Eco Park bisa dijangkau dengan KRL dan bus Transjakarta. Traveler dapat turun di Stasiun Tebet, keluar di Plaza Barat, dan lanjut menaiki Mikrotrans Jak-18. Kalau naik Transjakarta pilih koridor 7D, 9, 9A, atau 13F dan turun di Halte Tebet Eco Park. Dilanjutkan berjalan kaki atau bersepeda dengan jarak sekitar 300 meter ke area taman.

2. Taman Langsat

  • Lokasi: Jl. Barito, Kramat Pela, Kebayoran Baru
  • Jam Buka: Setiap hari, 06.30-17.00 WIB

Taman Langsat viral di media sosial sebagai lokasi piknik estetik dengan danau dipenuhi teratai cantik dan beberapa ekor bebek yang ke sana kemari.

Area taman ini juga cukup luas dan dikelilingi banyak pohon tinggi yang rindang. Traveler dapat memilih spot piknik di bawah pohon atau di pinggir danaunya.

Untuk ke sini dapat menaiki MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA. Keluar melalui pintu C ke arah Jalan Mahakam dan berjalan sekitar 9 menit untuk sampai di lokasi.

3. Taman One Satrio Kuningan

Warga menikmati suasana Imlek di One Satrio, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (23/1/2023).‘Taman Kota’ One Satrio di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Foto: Ari Saputra
  • Lokasi: Jl. Mega Kuningan Kav. E 1, Karet Kuningan, Setiabudi
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB

Kawasan Mega Kuningan punya area terbuka dengan taman dan banyak tenant yaitu One Satrio. Tempat ini dilengkapi jogging track hingga playground untuk anak.

Tidak seperti taman pada umumnya, area ini punya view gedung-gedung tinggi karena memang letaknya yang berada di tengah perkotaan. Cocok banget sebagai tempat rehat sejenak setelah seharian bekerja.

Taman One Satrio bisa dijangkau dengan bus Transjakarta, KRL, MRT, maupun LRT. Naik KRL turun di Stasiun Tebet lanjut naik bus Transjakarta koridor 6D. LRT turun di Stasiun Kuningan dan jalan sedikit menuju lokasi. Kalau naik MRT turun di Stasiun Istora Mandiri lalu keluar dari pintu B. Jalan kaki sedikit dengan melewati pintu 7 GBK.

4. Urban Forest Cipete

Urban Forest CipeteUrban Forest Cipete Foto: Putu Intan/detikcom
  • Lokasi: Jl. RS Fatmawati Raya, Cilandak
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00-22.00 WIB

Urban Forest Cipete memiliki ruang terbuka hijau yang mirip taman atau hutan kota. Kawasannya adem juga sejuk dengan pepohonan hijau yang rindang. Area rerumputannya bisa digelar alas duduk sebagai lokasi piknik.

Sejumlah kafe dengan menu bervariasi bisa ditemukan di sini. Ada El Profesor dengan steak wagyunya, pizza ala Italia dari Solo Pizza, hidangan Jepang di Kohai Izakaya, hingga gelato dari Rivareno.

Urban Forest Cipete dapat dijangkau menggunakan MRT dengan turun di Stasiun Cipete Raya. Keluar melalui pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya dan berjalan kaki sekitar 50 meter untuk sampai ke lokasi.

5. Taman Literasi Christina Martha Tiahahu

taman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina TiahahuTaman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru
  • Jam Buka: 24 Jam

Taman Literasi terletak di kawasan Blok M. Traveler dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada di sana.

Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai. Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini.

Kalau mau ke sini, bisa gunakan MRT atau bus Transjakarta. Naik bus yang menuju Blok M dan turun di Halte Kejaksaan Agung. Keluar dari halte dan jalan sedikit untuk sampai di taman. Jika naik Mrt, turun di Stasiun Blok M BCA dan Taman Literasi tepat berada di bawahnya.

6. Cibis Park

Ingin melepas penat dari hiruk-pikuk dan rutinitas kerja. Warga Jakarta Selatan bisa coba datangi CIBIS Park, tempatnya yang nyaman cocok untuk bersantai di akhir pekan.Cibis Park di Cilandak, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Lugas Pribady
  • Lokasi: Jl. TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu
  • Jam Buka: Setiap Hari, 08.00-22.00 WIB

Taman satu ini mirip One Satrio dengan dikelilingi banyak tenant makanan dan minuman yang menawarkan menu bervariasi. Pembedanya, terdapat kolam ikan koi di tengah Cibis Park. Traveler dapat memberi makan ikan dengan pakan yang dijual di sekitar kolam.

Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas olahraga seperti jogging di track yang tersedia, bersepatu roda, maupun pound fit. Sekadar duduk santai di pinggir kolam sambil menikmati Semilir angin juga bisa dipertimbangkan.

Untuk ke sini dapat menaiki bus Transjakarta rute Rambutan-Lebak Bulus lalu turun di Halte Ampera, terletak di depan Gedung TMT setelah lampu merah Cilandak. Jika naik KRL, turun di Stasiun Pasar Minggu lanjut gunakan Mikrotrans Jak 47 dan turun di depan Cibis Park.

7. Taman Ayodia

  • Lokasi: Jl. Lamandau III, Kramat Pela, Kebayoran Baru
  • Jam Buka: 24 Jam

Taman satu ini juga berada dekat dengan kawasan Blok M. Lokasinya bahkan bersebelahan persis dengan Taman Langsat, tetapi luas areanya lebih kecil.

Taman Ayodia cocok banget sebagai tempat bengong, nongkrong, serta ngobrol bersama teman maupun pacar. Di sekitar taman juga terdapat banyak kuliner sehingga traveler bisa sekalian jajan mengisi perut.

Tempat ini bisa dijangkau dengan menaiki MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA. Lanjut berjalan kaki sebentar untuk sampai di lokasi.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Berburu Kaset Bekas di Blok M Square: Nostalgia Zaman Tap Radio



Jakarta

Jelajahi Blok M Square, surga kaset bekas di Jakarta. Di sana sekaligus menjadi tempat bernostalgia di tengah kesibukan ibu kota.

Tepatnya di lantai bawah pusat perbelanjaan itu terdapat sebuah surga kecil bagi para kolektor kaset bekas. Tempat tersebut seolah menjadi mesin waktu yang membawa pengunjung kembali ke era kejayaan kaset pita, sebuah media yang kini digantikan oleh streaming digital.

Memasuki kawasan Blok M Square lantai basement, penjual kaset bekas di Blok M Square, traveler akan langsung disambut oleh jejeran rak kayu yang dipenuhi kaset-kaset dari berbagai genre dan era.


Dari musik pop Indonesia tahun 80-an hingga rock klasik Barat, semuanya tersusun rapi menunggu untuk ditemukan. Aroma khas plastik kaset yang usang bercampur dengan bau buku-buku lawas menciptakan suasana yang syahdu dan penuh kenangan. Para penjual di sini bukan sekadar pedagang biasa. Mereka adalah penjaga sejarah musik yang tahu detail tentang koleksi mereka.

“Disini banyak banget ka, kaka suka genre apa nanti saya carikan. Ada kaset piringan hitam maupun kaset kompak, ada Indonesia maupun luar negeri ini salah satu karya musisi Dian Pramana Poetra enak banget di dengarnya,” ujar salah satu penjual sambil menunjukkan sebuah kaset dengan sampul berwarna biru.

Kegiatan berburu kaset bekas di Blok M Square ibarat mencari harta karun. Setiap tumpukan kaset menyimpan kemungkinan untuk menemukan album-album langka atau bahkan rilisan yang sudah tidak diproduksi lagi. Beberapa pengunjung bahkan rela datang jauh-jauh dari luar kota demi berburu koleksi yang ternilai ini.

“Saya datang jauh dari Cikarang, saya pun pecinta lagu-lagu lawas kalo dirumah lagi santai, seneng aja dengernya, soalnya dirumah masih ada tap radio juga sebelum dibeli bisa didengarkan secara langsung,” kata Dendi, salah satu pembeli kaset.

Untuk berburu dan bernostalgia dengan kaset lawas di Blok M Square, traveler disarankan datang pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, karena beberapa gerai baru buka pada waktu tersebut. Akses ke lokasi ini juga sangat mudah.

Traveler bisa menggunakan MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA, kemudian berjalan menuju Little Tokyo. Lurus terus hingga menemukan Blok M Square. Masuklah melalui pintu UG yang dekat dengan jejeran stand makanan, lalu turun ke lantai 2 basement, dan traveler akan sampai di surga kaset lawas ini.

Bagi para pengunjung, harganya juga cukup terjangkau. Sebuah kaset bekas bisa dibeli dengan harga yang bervariatif tergantung pada kelangkaan dan kondisinya. Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan daftar album favorit Anda dan nikmati petualangan berburu kaset bekas yang penuh kejutan di Blok M Square. Siapa tahu, Anda akan pulang dengan menemukan kenangan manis yang selama ini traveler cari!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jejak Pahlawan Maluku di Ruang Literasi Blok M



Jakarta

Dari kisah heroik pejuang Maluku hingga semangat literasi anak muda, sebuah ruang baca di Blok M menghadirkan pertemuan sejarah dan modernitas dalam satu napas. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

taman itu terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 2, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Lokasinya strategis di kawasan Blok M yang dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Taman itu dirancang sebagai ruang publik yang menggabungkan nuansa hijau dengan kegiatan literasi. Ada juga fasilitas keren seperti perpustakaan terbuka, sampai kafe yang bikin taman ini hidup dengan berbagai aktivitas kreatif dan edukatif.


Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

“Di taman ini sering diselenggarakan acara, mulai dari workshop, ngobrolin buku, sampai pertunjukan seni atau konser ada di sini, biasanya ada di tengah taman pengunjung bisa duduk untuk menonton pertunjukan,” kata Muti, pemandu wisata dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan pada Kamis (25/9/2025).

Sejarah Penamaan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Berdasarkan penjelasan dari Muti, pemandu wisata Sudin Parekraf Jakarta Selatan, nama taman ini diambil dari sosok pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu. Dia adalah pahlawan yang berani melawan penjajahan Belanda.

Martha ditawan Belanda pada 1818. Saat ditawan Martha memilih tidak makan hingga akhirnya meninggal, dan jenazahnya bahkan dibuang ke laut.

Atas keberaniannya, pemerintah menetapkan Martha Christina Tiahahu sebagai pahlawan nasional pada 1969. Semangat juang Marta Tiahahu menjadi filosofi taman ini, diharapkan dengan adanya taman ini, generasi muda berani berkarya dan belajar lewat literasi.

Peresmian Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Dulu, taman ini bernama Taman Martha Tiahahu. Kemudian, saat kawasan Blok M direvitalisasi bersamaan dengan pembangunan Cakra Selaras Wahana (CSW), taman ini ikut direnovasi dan diresmikan pada 2021 oleh Gubernur Jakarta Anis Baswedan dengan nama barunya ‘Taman Literasi Martha Christina Tiahahu’.

Gubernur terpilih Jakarta Pramono Anung berencana membuka sejumlah taman di Jakarta 24 jam. Warga berharap taman nantinya tidak dijadikan tempat tidur tunawisma seperti di luar negeri.Taman Literasi Blok M (Andhika Prasetia)

“Taman ini sempat berganti nama, awalnya bernama Taman Martha Tiahahu terus diganti sama bapak Gubernur jadi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan harapan warga Jakarta bisa mengakses literasi walau sedang di Taman dan pembangunan taman ini berbarengan dengan CSW,” kata Muti.

Di taman ini mayoritas ada kafe kopi. Kopi yang paling mahal adalah kopi gajah dari hasil fermentasi gajah. Harga satu cangkir kopi mencapai Rp 50 ribu.

“Asal mula kopi itu berasal dari kambing yang menari-nari, awal mulanya ada pengembala kambing asal Ethiopia yang melihat kambingnya begitu semangat setelah memakan buah beri merah dari pohon kopi,” kata Muti.

Rute Menuju Taman Literasi

Berkunjung ke Taman Literasi, traveler bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut rute transportasi umum dan kendaraan pribadi yang berhasil detik travel dapatkan untuk detikers gunakan menuju Taman Literasi.

TransJakarta:

Jika traveler berangkat dari pusat kota Jakarta, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor 1, lalu turun di Halte Blok M, dan bisa berjalan kaki 450 meter menuju Taman Literasi. Jika traveler berangkat dari arah Tangerang Selatan, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor s21, lalu turun di Bus Stop Hotel Melawai dan berjalan 450 meter menuju Taman Literasi.

MRT:

Traveler bisa menggunakan MRT menuju Taman Literasi, lalu turun di Stasiun Blok M BCA, dan berjalan 350 meter menuju Taman Literasi.

Kalau detikers dari Jakarta Pusat menuju Taman Literasi menggunakan kendaraan pribadi, detikers dapat menempuh perjalanan sepanjang 8,9 km melalui jalur arteri dengan melintasi Jalan Jenderal Sudirman.

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu bukan hanya ruang hijau untuk bersantai, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya. Dengan perpaduan sejarah, literasi, dan aktivitas kreatif, taman ini menjadi destinasi publik yang patut dikunjungi di Jakarta Selatan.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker