Tag Archives: stasiun jakarta kota

4 Stasiun Kereta Api Bersejarah di Jakarta dan Depok



Jakarta

Kereta api menjadi salah satu transportasi tua di Indonesia. Empat stasiun kereta api di Jakarta dan Depok ini merupakan tinggalan Belanda.

Kehadiran kereta api di zaman penjajahan Belanda diprakarsai oleh Staatsspoorwegen (SS), sebuah perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda. Kini namanya telah berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Stasiun-stasiun yang ada di kawasan Jakarta atau Batavia ini ternyata menyimpan banyak sisi sejarah yang belum banyak terungkap. Yang bikin keren, stasiun ini terawat hingga kini dan tetap beroperasi.


Berikut 4 stasiun kereta api di Jakarta dan Depok dengan sejarahnya:

Stasiun Manggarai

Belanda mulai menjajah Indonesia sejak tahun 1619. Di bidang transportasi, Belanda memulai pembangunan stasiun secara bertahap, salah satunya Stasiun Manggarai.

Stasiun Manggarai sudah ada sejak abad ke-17. Tak langsung beroperasi sebagai stasiun, mulanya Stasiun Manggarai digunakan sebagai tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores.

Stasiun Manggarai dibongkar dan dibangun ulang oleh Ir. Van Gendt seorang arsitek Belanda dan resmi beroperasi pada 1 Mei 1918. Sebelumnya, stasiun itu berada di bawah pengelolaan Staatsspoorwegen yang kemudian jaringannya diperluas oleh Meester Cornelis.

Tak banyak bagian bangunan lama yang masih bertahan di sini. Menurut Pamela, seorang guide dari Wisata Kreatif Jakarta, mulanya Stasiun Manggarai berbentuk lapangan luas dengan luas 2.47 hektar dengan 12 jalur kereta api.

“Luasnya itu 2.47 hektar dan dikelilingi oleh 12 jalur kereta api yang kita lihat masih beroperasional sampai sekarang ya,” kata Pamela.

Stasiun Manggarai ini juga dijadikan salah satu saksi bisu pelariannya rahasia Ir. Soekarno dalam menjalankan perjalanan kereta luar biasa (KLB) saat memindahkan ibu kota ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946. Untuk menutupi perjalanan tersebut gerbong kereta barang telah disusun rapi berderet di jalur 1.

Saat jalan-jalan di masa kini, traveler tak boleh lewatkan kuliner legendaris di Stasiun Manggarai, yakni pisang goreng Mpok Nur. Berjualan sejak 2006, pisang goreng Mpok Nur selalu laris manis tak bersisa setiap buka.

Uniknya, tak buka setiap hari pisang goreng Mpok Nur hanya buka jika pisang-pisang tanduk yang dimilikinya telah masak dan siap di goreng. “Ini buka, 2 hari tutup, besoknya baru buka,” kata salah satu karyawan yang sedang menggoreng.

Rasa pisangnya yang manis dibalut dengan tepung krispi dan harganya yang murah, yakni Rp 4 ribu per potong membuat banyak orang menyukai kuliner khas ini.

Menurut salah satu karyawan itu, dalam sehari ia bisa menggoreng berpuluh-puluh kilo pisang tanduk dan menghabiskan tepung adonan hingga 6 baskom.

Stasiun Depok Lama

Tak hanya Stasiun Manggarai, Belanda memperluas jaringan kereta api yang salah satunya ialah Stasiun Depok Lama. Pengangkutan barang mulai dari hasil pertanian hingga tambang dan transportasi para pejabat tinggi dilakukan juga di Stasiun Depok Lama.

Keramaian Stasiun Depok Lama membuat banyak orang-orang Belanda yang singgah, tinggal, bahkan berbisnis di kawasan sekitar Stasiun Depok. Dari sinilah istilah ‘belanda depok’ muncul. Pasalnya banyak orang-orang asli Belanda yang menikah dengan pribumi pada situasi tersebut.

Di Stasiun Depok Lama juga menjadi tempat terciptanya kereta listrik asal Jerman di Indonesia yang membuat kereta uap menjadi tertinggal dan terlupakan di abad ke-19.

Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota sering juga dikenal sebagai Beos Batavia. Beos berasal dari nama Belanda, yakni Batavia En Omstreken yang memiliki makna Batavia dan sekitarnya.

Arsitektur bangunan di stasiun ini bernuansa klasik Eropa yang jika dibandingkan dengan stasiun-stasiun tua di Belanda memiliki beberapa kemiripan. Hanya saja, Stasiun Jakarta Kota lebih menunjukkan gaya klasik kuno. Atap yang tinggi dan material anti panas yang ada membuat sirkulasi udara di Stasiun Jakarta Kota terasa sejuk dengan angin semilir.

Stasiun ini dibangun pada pertengahan abad ke-19 selama 3-4 tahun. Meskipun sudah berumur ratusan tahun, stasiun itu masih beroperasi secara normal di era sekarang dengan 11 koridor.

Stasiun Jakarta Kota masuk sebagai salah satu stasiun heritage dan salah satu stasiun tua di Jakarta. Jika berada di kawasan Stasiun Jakarta Kota, traveler juga bisa sekalian mampir ke Galeri MRT untuk melihat sejarah serta benda-benda arkeologi yang ditemukan oleh MRT semasa pembangunannya secara gratis.

Menurut Pamela, di Stasiun Jakarta terdapat dua bunker peninggalan Belanda yang salah satunya berada di Stasiun Jakarta Kota.

“Di sini itu ada bunker di stasiun Jakarta yang aku ketahui itu di Stasiun Jakarta Kota sama Stasiun Tanjung Priok,” kata Pamela.

Namun demi keamanan, tak semua orang dapat izin untuk mengakses bunker itu.

Stasiun Tanjung Priok

Dibangun pada awal abad ke-19 tepatnya pada tahun 1914 oleh Ir. C. W Koch, Stasiun Tanjung Priok menjadi salah satu stasiun tertua di Jakarta.

Stasiun ini menjadi salah satu stasiun kebanggaan Pemerintah Hindia Belanda saat itu karena menjadi gerbang utama dari Batavia menuju kawasan Tanjung Priok yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu akses keluar masuk orang-orang Belanda saat itu.

Mulanya Stasiun Tanjung Priok dibangun di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priok namun karena semakin tingginya aktivitas stasiun dan pelabuhan pada akhir abad ke-18 dipindahkan ke lokasi Stasiun Tanjung Priok saat ini. Pada saat itu stasiun ini juga difungsikan untuk mengangkut kontainer-kontainer yang memuat bahan-bahan berat.

Peresmian Stasiun Tanjung Priok dilakukan bersamaan dengan perayaan 50 tahun Staatsspoorwegen beroperasi di Hindia Belanda tepatnya pada 6 April 1925 bersamaan pula dengan peluncuran KRL rute Tanjung Priok – Jatinegara.

Stasiun Tanjung Priok juga menjadi stasiun pertama yang dilalui jalur rel kereta api listrik. Sempat berhenti beroperasi pada tahun 1999 dan kembali dioperasikan pada 13 April 2009.

Bangunan Stasiun Tanjung Priok masih terasa lekat dengan kisah-kisah sejarah dan arsitektur khas art deco dengan atap atau overkapping melengkung yang instagramable.

Konon pada zaman dahulu juga terdapat beberapa resto, bar, hingga lantai dansa untuk menyambut orang-orang Belanda yang akan bepergian dari stasiun tersebut. Kini Stasiun Tanjung Priok ditetapkan sebagai Cagar Budaya Jakarta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Aktivitas Seru dan Jam Buka


Jakarta

Kota Tua termasuk wisata favorit di Jakarta. Kawasan ini kental dengan nilai sejarah, terlihat dari arsitektur sejumlah bangunannya. Di sisi lain, gedung-gedung bergaya vintage itu terbilang estetik dan kerap jadi spot foto para wisatawan.

Berbagai aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di Kota Tua, mulai dari mengunjungi museum, berkeliling dengan sepeda, hingga nongkrong di tempat bersejarah. Penasaran? Simak panduan berwisata ke Kota Tua Jakarta di bawah ini.

Aktivitas Seru di Kota Tua Jakarta

Berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Kota Tua Jakarta:


1. Belajar Sejarah di Museum

Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh sejumlah museum yang memperkenalkan banyak koleksi bersejarah. Kalau tertarik berwisata edukasi, maka museum-museum di kawasan ini boleh banget dikunjungi. Berikut beberapa museum di area Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. (Tripa Ramadhan)

Dilansir situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini patut didatangi jika ingin mengetahui sejarah panjang Kota Jakarta sejak masa prasejarah, kolonial, hingga masa kini. Bangunan museumnya sendiri telah dibangun sedari 1707.

Jika ingin mengenal sejarah bank sentral di Tanah Air, maka dapat mengunjungi museum satu ini. Selain itu, traveler bisa mengetahui perkembangan ekonomi serta mata uang Indonesia dari masa ke masa di sini.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi kesenian wayang yang ada di Indonesia. Mulai wayang yang terbuat dari kayu, kulit, boneka, dan bahan lainnya. Kabarnya terdapat lebih dari 6.800 buah koleksi wayang di sini lho.

Museum BahariMuseum Bahari (Almadinah Putri Brilian/detikcom)

Museum ini menampilkan koleksi kebaharian dan kenelayanan seluruh bangsa Indonesia bisa dilihat di museum ini. Koleksi yang ada berupa berbagai perahu tradisional, miniatur kapal, perlengkapan pelayaran, hingga alat navigasi kapal. Terdapat juga koleksi biota laut sampai tokoh-tokoh maritim Nusantara.

Kalau mau tahu informasi dan melihat koleksi aktivitas perbankan tempo dulu dan perkembangannya, kamu bisa datang ke museum ini. Ditampilkan berbagai koleksi operasional bank, seperti peti uang, mesin hitung uang, surat berharga, hingga mata uang kuno.

2. Membuat Gerabah di Museum Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaMuseum Seni Rupa dan Keramik Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Selain sejumlah museum sebelumnya, ada pula Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua. Sesuai namanya, museum ini menyimpan sejarah seni di Tanah Air hingga menampilkan berbagai koleksi keramik dan karya seni.

Menariknya, traveler dapat mengikuti pottery class di sana. Cukup mengeluarkan kocek Rp 50.000, kamu akan belajar membuat tembikar atau gerabah dengan bimbingan ahlinya. Nantinya, karya yang berhasil dibuat itu bisa traveler bawa pulang.

3. Nongkrong di Toko Merah

Ada kafe di Toko Merah Kota Tua JakartaToko Merah Kota Tua Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat bangunan berbata merah di kawasan Kota Tua yang berusia hampir tiga abad, yaitu Toko Merah. Dilansir Historia, gedung ini dibangun pada 1730. Setelahnya bangunan ini berganti-ganti pemilik.

Pada 1998, Toko Merah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung ini dimiliki oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak 2003. Usai sekian lama tidak difungsikan, Toko Merah kini menjadi kafe untuk nongkrong aesthetic bernuansa vintage bernama RODE Winkel.

RODE Winkel menawarkan aneka kopi dan menu makanan nusantara yang lezat. Kafe ini juga menyajikan berbagai pastry, camilan, dan minuman non kopi. Tempat nongkrong ini buka setiap hari dari jam 10.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-22.00 pada Sabtu-Minggu.

4. Berkeliling dengan Sepeda

Area Kota Tua Jakarta cukup luas, karena itu traveler dapat mengelilinginya dengan bersepeda. Pengunjung bisa menyewa sepeda ontel di sekitar kawasan tersebut dengan harga cukup terjangkau.

Kamu pun dapat berkeliling Kota Tua sesukamu tanpa lelah, bahkan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

5. Hunting Foto

Objek wisata baru di Kota Tua JakartaKali Besar Kota Tua Jakarta (detikcom)

Berfoto merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Kota Tua. Pasalnya, setiap sudut di kawasan ini bisa jadi spot foto Instagramable. Gedung-gedung kuno yang terawat memiliki vibes vintage yang estetik.

Jalan sedikit ke area Kali Besar Kota Tua terdapat bekas dermaga di masa lalu yang dominan berwarna putih jadi spot favorit berfoto pengunjung. Selain itu, bisa pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal pada abad ke-5 untuk melihat kapal dan perahu-perahu bersandar. Atau ke Jembatan Kota Intan yang dulunya untuk lalu lintas perahu dan dibangun pada 1628.

6. Wisata Kuliner

Kalau lapar setelah seharian bermain di Kota Tua Jakarta, kamu dapat mengunjungi restoran, kafe, serta tenant makanan yang terdapat di sana.

Bisa mampir ke Cafe Batavia ikonik yang bangunannya masih berdiri kokoh sejak 1805. Menu yang disuguhkan otentik makanan nusantara seperti Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

Terdapat Kedai Seni Djakarte yang gedungnya juga bergaya tempo dulu. Kamu dapat mencicipi aneka menu makanan berat, camilan, dan minuman. Kalau ingin mencoba berbagai pizza ala New York City, bisa datang ke NYPD Pizza.

Kawasan Kota Tua Jakarta terletak di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dari pusat kota Jakarta, tempat ini berjarak dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

Lokasi Kota Tua mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Bisa turun di Stasiun Jakarta Kota bagi pengguna KRL. Keluar dari stasiun maka traveler sudah berada di sekitar kawasan Kota Tua.

Jika naik Transjakarta maka kamu dapat berhenti di Halte Kota yang berlokasi di sebelah Stasiun Jakarta Kota. Bus Transjakarta yang melayani rute melewati atau ke kawasan ini, antara lain:

  • Koridor 1: Blok M – Kota
  • Koridor 1A: Pantai Maju – Balai Kota
  • Koridor 3H: Stasiun Pesing – Kota
  • Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
  • Koridor 12A: Kota – Kali Adem
  • Koridor 12B: Pluit – Senen

Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat memesan langsung menuju kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara bila menaiki kendaraan pribadi, traveler bisa mengandalkan online maps jika tidak tahu rutenya ya.

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

Untuk masuk ke kawasan Kota Tua tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu barulah akan dikenakan tiket jika mengunjungi sejumlah museum. Tapi tenang saja, tiket masuk museum rata-rata sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000-15.000 saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua, tepatnya Taman Fatahillah dapat diakses setiap hari mulai jam 06.00-22.00 WIB. Waktu operasional sejumlah museum lebih singkat lagi. Berikut jam buka beberapa museum di Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Indonesia: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Mandiri: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Seni Rupa dan Keramik: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bahari: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Wayang: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB).

Tips Berkunjung ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kalau tertarik mengunjungi kawasan Kota Tua, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti nih. Dilansir Jakarta Tourism, berikut tips berkunjung ke Kota Tua Jakarta:

  • Pastikan kondisi badan fit
  • Tentukan tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelum berangkat
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Datang di waktu pagi agar belum terlalu ramai
  • Tidak datang di waktu sore karena sejumlah museum sudah tutup
  • Gunakan sunblock karena cuaca panas menyengat di siang hari
  • Bawa payung dan alas duduk
  • Tidak buang sampah sembarangan.

Nah, itu tadi panduan lengkap berwisata ke Kota Tua Jakarta. Jadi, apakah kamu berminat mengunjungi kawasan wisata ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Dufan Naik KRL Beserta Rute Stasiunnya


Jakarta

Taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan) adalah salah satu destinasi liburan yang populer di Jakarta. Akses stasiun terdekat dari Dufan adalah Stasiun Ancol dengan jarak ±2,4 km. Simak panduan rutenya berikut ini.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Dufan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), penting untuk mengetahui stasiun yang terdekat untuk turun. Cari tahu rutenya di bawah ini.

Rute Ke Dufan Naik KRL

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun Twitter resmi KAI Commuter @CommuterLine (24/09/2024), ke Dufan naik KRL bisa turun di Stasiun Ancol.


Berikut adalah beberapa cara ke Dufan menggunakan KRL dari beberapa rute.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Jakarta Kota

  • Dari Stasiun Jakarta Kota, kita bisa menuju peron 7 untuk naik KRL tujuan akhir Stasiun Tanjung Priok untuk turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bogor

  • Dari Stasiun Bogor lalu pilih tujuan Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bekasi

  • Dari Stasiun Bekasi pilih kereta arah Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ini Cara Pergi ke Dufan Naik KRL Lengkap dengan Rutenya


Jakarta

Dunia Fantasi atau sering disebut Dufan merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Jakarta. Selain dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi, travelers juga bisa pergi ke Dufan naik KRL Commuter Line Jabodetabek.

Hadirnya KRL sangat membantu masyarakat yang ingin berpergian ke suatu tempat. Tak hanya warga Jakarta saja yang bisa ke Dufan, bagi kamu yang tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi juga bisa jalan-jalan ke Dufan dengan menaiki KRL.

Namun, masih banyak masyarakat yang kebingungan saat menggunakan KRL karena tidak tahu rutenya. Jangan khawatir, simak cara pergi ke dufan naik KRL lengkap dengan rutenya dalam artikel ini.


Cara Pergi ke Dufan Naik KRL

Untuk bisa sampai ke Dufan naik KRL, detikers bisa turun di Stasiun Ancol. Namun, jarak dari stasiun ke Dufan masih sekitar 2,6 km lagi, sehingga detikers bisa melanjutkan dengan transportasi umum lain seperti taksi atau ojek online.

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun X resmi KAI Commuter @CommuterLine (11/02/2025), berikut cara pergi ke Dufan naik KRL beserta rutenya.

1. Pergi ke Dufan dari Bogor

Bagi detikers yang ingin ke Dufan naik KRL dan berangkat dari Bogor, berikut caranya:

  • Dari Stasiun Bogor, naik KRL tujuan Bogor – Jakarta Kota
  • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

2. Pergi ke Dufan dari Bekasi

Jika travelers berangkat dari Bekasi, simak rute KRL menuju Dufan di bawah ini:

  • Dari Stasiun Bekasi, naik KRL tujuan Cikarang – Jatinegara
  • Turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit naik KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

3. Pergi ke Dufan dari Tangerang

Bagi kamu warga Tangerang yang ingin liburan ke Dufan, bisa menggunakan KRL Commuter Line dengan rute berikut ini:

  • Dari Stasiun Tangerang, naik KRL tujuan Tangerang – Duri
  • Turun di Stasiun Duri untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
  • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan naik rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

4. Pergi ke Dufan dari Parung Panjang

Masyarakat yang tinggal di sekitar Parung Panjang, Cisauk, dan Serpong, bisa mengandalkan KRL Commuter Line untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

  • Dari Stasiun Parung Panjang/Cisauk/Serpong, naik KRL rute Rangkasbitung – Tanah Abang
  • Turun di Stasiun Tanah Abang untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
  • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan menaiki rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

5. Pergi ke Dufan dari Nambo

Bagi warga yang tinggal di Nambo, Cibinong, atau Pondok Rajeg, juga bisa menggunakan KRL untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

  • Dari Stasiun Nambo/Cibinong/Pondok Rajeg, naik KRL tujuan Nambo – Jakarta Kota
  • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

Itu dia cara pergi ke Dufan dengan menaiki KRL Commuter Line. Semoga dapat membantu travelers yang ingin liburan di Dufan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Hemat Naik Kereta dari Tanjung Priok Temukan Berbagai Tujuan Wisata



Jakarta

Traveler yang tidak jauh dari Stasiun Tanjung Priok banyak nih tempat menarik yang bisa kamu jangkau dengan kereta. Tenang, pilihan destinasinya banyak yang murah kok.

detikcom telah merangkum, Jumat (1/8/2025) destinasi wisata yang bisa dijangkau bila naik dari Stasiun Tanjung Priok.

1. Kota Tua Jakarta dan sekitarnya

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu nanti tinggal turun di Stasiun Jakarta Kota.

2. Jakarta Aquarium

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta( Foto: Rifkianto Nugroho)

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jakarta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Traveler bisa naik menaiki KRL rute -Tanjung Priuk- Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Ancol.

4. BXSea

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

5. Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal. Foto: Rifkianto Nugroho

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlal tak jauh dari pintu keluar stasiun.

Tak jauh dari masjid, kamu bisa berjalan kaki sedikit menuju kawasan Monas, Taman Lapangan Benteng atau Perpustakaan Nasional.

6. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

(sym/ddn)



Sumber : travel.detik.com