Tag Archives: suasana

5 Aktivitas Seru Berakhir Pekan di M Bloc Space



Jakarta

M Bloc Space bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.

Tempat nongkrong kekinian di bilangan Jakarta Selatan memang sudah terhitung, tapi M Bloc Space bisa jadi satu dari pilihan tersebut. Ya, kawasan ini di akhir pekan akan jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat segala umur, utamanya muda-mudi.

Sedari siang hingga menjelang sore kawasan ini sudah mulai didatangi pengunjung. Tak hanya dari Jakarta saja, bahkan warga sekitaran Jakarta pun memilih destinasi akhir pekannya ke sini.


detikTravel menemui salah satu warga Bekasi yang hendak berkunjung ke M Bloc Space, Radian. Dia mengatakan tujuannya ke kawasan ini memang sebagai labuan tempat nongkrongnya. Ini bukan kali pertamanya datang ke sini, terkadang bersama teman-temannya dan kali ini dirinya datang bersama pasangannya.

“Iya datang ke sini biasanya di weekend karena suka banyak acara juga dan ya udah beberapa kali juga ke sini. Biasanya kalau sama temen ke sini ya pas ada acara musik, tapi sekarang karena sama pacar jadi nyari tempat nongkrong aja,” katanya saat ditemui detikTravel di depan M Bloc Space, Sabtu (20/7/2024).

Selain memang banyak tenant-tenant makanan, di area ini juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan seru yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Tak sedikit pula pengunjung yang datang sebagai pemburu konten, suasana yang instagramable membuat M Bloc Space jadi magnet bagi para content creator.

1. Galeri Museum Peruri

Saat memasuki area dalam M Bloc Space pengunjung akan melihat satu ruangan yang menyimpan beberapa mesin yang dipakai oleh Peruri kala mencetak uang. M Bloc Space dulunya merupakan Perum Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia).

Dan di ruang ini terdapat mesin pencetak uang, mesin potong, mesin hand press, mesin penghitung uang logam, dan timbangan jadul. Rata-rata umur mesin tersebut sudah lebih dari puluhan tahun. Contohnya mesin pemotong uang itu dipakai saat percetakan Oeang Republik Indonesia daerah Banten – Serang yang digunakan di tahun 1948 hingga 1949. Ataupun mesin penghitung logam buatan Jerman tahun 1937.

2. Acara Kreatif

Saat detikTravel berada di M Bloc Space tengah dihelat salah satu kegiatan yakni CraftopiArt, acara ini merupakan kampus yang diselenggarakan oleh Politeknik Nasional Jakarta jurusan MICE.

“Kegiatan ini dua hari, hari ini sama besok. Sebenarnya minggu ini tuh sesi pre event dari (main) event minggu depan bakal ada exhibition dari CraftopiArt,” kata Aryo salah satu penjual kerajinan di acara tersebut.

Kerajinan tangan yang dijajakan oleh Aryo adalah pernik manik dan rajut, produk manik-manik di booth-nya pun beragam mulai dari gelang hingga gantungan. Dan untuk produk rajutnya ada boneka-boneka, harga yang ia banderol pun beragam mulai Rp 15.000 hingga ratusan ribu.

3. Berburu Kuliner

Ya, tentu rasanya kurang afdol ketika nongkrong di suatu tempat tanpa menikmati kuliner. Di area luar M Bloc Space berderet berbagai kafe-kafe yang menyuguhkan berbagai hidangan makanan dan minuman.

Ada yang autentik Indonesia seperti Suwe Ora Jamu yang tentunya menjajakan jejamuan tradisional khas Indonesia. Kemudian jika ingin ngopi-ngopi santai pun ada cafe Titik Temu yang berada di samping pintu masuk M Bloc Space

4. Spot Foto Istagramble

Bagi muda-mudi yang datang ke sini pastinya akan mengabadikan diri mereka di beberapa spot di M Bloc Space, hampir semua spot di kawasan ini cakep untuk diabadikan. Mulai dari ruangan museum, lorong pintu masuk, di dalam M Bloc Market hingga pinggiran jalan raya.

5. Berbelanja

Di sini juga beragam produk yang bisa kamu bawa pulang, ada pakaian, souvenir hingga kebutuhan sehari-hari juga tersedia di sini. Deretan toko di area luar M Bloc Space terdapat beberapanya seperti Unionwell, Matalokal, Connectoon dan jika ingin membeli kebutuhan sehari-hari plus kudapan sehat bisa jajal di M Bloc Market yang berada di area dalam.

“Untuk M Bloc Space kalau weekend Jumat sampai Minggu bukanya dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB, kalau weekday bukanya dari jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB. Terus itu kalau untuk F&B (area luar M Bloc Space) itu sampai jam 24.00 WIB,” ujar petugas keamanan M Bloc Space, Diki.

Jadi buat kamu yang biasa nongkrong di M Bloc Space apa saja sih kegiatan serunya?

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Jogja Rasa Bandung di Kafe Rumah Rasa Kaliurang



Yogyakarta

Rumah Rasa Kaliurang adalah kafe estetik yang menawarkan pengalaman unik seolah memasuki negeri dongeng. Dengan vibes penuh taman bunga dan dominasi warna krem, kafe ini menjadi destinasi favorit bagi banyak orang.

Pengunjung seolah diajak mengingat kenangan pulang ke rumah nenek yang bikin betah. Jauh dari jalan raya, tentu ketenangan yang membawa damai dapat traveler temui di sini.

Ahmad, barista di Rumah Rasa, berbagi cerita tentang pesona kafe yang dimiliki oleh Ika, seorang pengusaha dari Yogyakarta.


Suasana dan Lokasi

Rumah Rasa Kaliurang berlokasi di Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di sekitar area Karang Pramuka Kaliurang, kafe ini bukan berada di pinggir jalan besar, tetapi sedikit masuk ke dalam, menjadikannya sebuah hidden gem yang patut dicari.

“Jalan menuju ke sini sudah mulus dan aksesnya mudah, walaupun agak meliuk liuk jalannya,” kata Ahmad.

Dari tempat duduk di kafe, pengunjung dapat menikmati latar belakang hutan-hutan penuh pepohonan hijau yang menambah kesan sejuk dan alami.

Konsep dan Desain

Konsep kafe ini homey, layaknya di kebun teras rumah sendiri. Kafe ini dikelilingi oleh banyak tanaman rimbun, namun tetap terpapar cahaya matahari yang cukup, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan.

“Orang sering menyebut suasananya ‘vibes Bandung banget’,” ungkap Ahmad.

Di tembok kafe, terdapat tulisan yang berbunyi, “Aku adalah warna, kamu adalah kata, kita adalah rasa,” yang menambah keunikan dan keindahan tempat ini.

Berkunjung kemari jangan lupakan untuk berfoto di setiap sudutnya yang estetik

Fasilitas Lengkap

Rumah Rasa Kaliurang menyediakan berbagai fasilitas lengkap seperti WiFi, toilet, mushola, rumah pohon, area outdoor dan indoor, serta parkir mobil dan motor. Dengan suasana yang mengingatkan pada kunjungan ke rumah nenek saat liburan, tempat ini benar-benar adem dan bikin betah.

“Kafe ini cocok untuk work from cafe, nongkrong, atau berkumpul bersama keluarga,” jelas Ahmad.

Menu dan Spesialisasi

Menu di Rumah Rasa didominasi oleh Western food, dengan andalan utama pizza. Ahmad menyebut Pizza lah yang paling dipesan oleh pengunjung. Keunikan lainnya adalah produksi keju sendiri bernama Keju Montkaas yang bisa dibeli untuk dibawa pulang

“Susunya kami ambil dari peternak sekitar,” tambahnya.

Meskipun harga makanan di sini sedikit tidak ramah kantong pelajar, pengalaman yang dirasakan akan luar biasa, dengan setiap sudut yang estetik dan cocok untuk berfoto.

Kanestayi Villa

Selain kafe, Rumah Rasa juga memiliki villa khusus untuk staycation bernama Kanestayi Villa, yang berarsitektur gaya peninggalan zaman Belanda. Villa ini menawarkan pengalaman menginap yang unik seperti di rumah.

Lokasi villanya tepat di samping kafe membuatnya menjadi pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan yang tenang dan indah.

Jam Operasional dan Pengalaman Pengunjung

Kafe ini buka dari Rabu hingga Sabtu pukul 09.30-19.30, dan pada hari Selasa dari pukul 14.00-19.30. Pengunjung yang datang biasanya untuk nongkrong atau bersama keluarga, dan saat long weekend atau liburan, kafe ini seringkali sampai close order karena penuh.

“Kami tutup pada Minggu dan Senin,” jelas Ahmad.

Dengan keindahan alamnya, suasana yang nyaman, dan berbagai fasilitas yang ditawarkan, Rumah Rasa Kaliurang benar-benar menghadirkan pengalaman seolah berada di negeri dongeng.

“Kami ingin pengunjung merasa seperti di rumah sendiri, tapi dengan sentuhan magis dari alam,” kata Ahmad.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sederhana namun Bikin Warga Bahagia



Jakarta

Taman Tangkuban Perahu yang berada di Jalan Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan bukanlah taman yang mewah. Tetapi, taman itu cukup nyaman buat warga sekitar.

Dari pantauan detikTravel, Rabu (10/7/2024), taman itu semakin sore semakin ramai. Tempatnya yang asri dan rindang serta terdapat fasilitas lain menjadi daya tariknya.

Di antara masyarakat yang datang ke taman yang luasnya kurang lebih 6.000 meter persegi itu ditumbuhi berbagai tanaman hias. Selain itu, terdapat dua lapangan, yakni lapangan basket dan futsal.


Kemudian, wahana permainan seperti perosotan dan wahana memanjat. Di tengah-tengah taman itu juga terdapat area untuk duduk melingkar. Tak jauh dari tengah taman ini juga ada jalur jalan kaki dengan media kerikil.

Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, JakselTaman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Sembari menikmati gorengan dari penjual di pinggiran taman, melihat keseriusan anak-anak yang tengah berlatih basket di lapangan. Sementara di lapangan yang lain, keseruan terlihat dari anak-anak yang tengah bermain bola dengan gelak tawa di tengah-tengah permain.

Salah satu masyarakat yang berkunjung ke tempat itu adalah Titin. Dia bukan merupakan warga sekitar Taman Tangkuban Perahu, melainkan warga Manggarai. Dia memutuskan mengunjungi Taman Tangkuban Perahu setelah pulang dari Pasar Rumput bersama kedua cucunya.

Ia memang kerap mengunjungi taman yang tersebar di Jakarta, namun ini jadi kali pertamanya datang ke Taman Tangkuban Perahu bersama kedua cucunya.

“Abis solat Ashar tadi beli cabe ke pasar, beli bumbu dapur sekalian ke sini ngajak main ke sini, ini baru pertama kali main, biasanya sih ke Taman Manggarai yang deket. Sering main ke taman sana sembari liat kereta kan anak-anak seneng,” kata Titin selagi menunggu kedua cucunya bermain.

Banyak juga anak-anak yang membawa sepeda ke dalam taman dan berkeliling taman menggunakan sepedanya, suasana seru ini bisa mereka nikmati ketika sore tiba. Dan menjelang malam biasanya masyarakat mulai kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, JakselLapangan futsal di Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Untuk jam buka taman ini setiap hari mulai dari pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Tak hanya sore saja yang ramai didatangi masyarakat, pagi hari pun menurut para pedagang di sana biasanya ramai tapi untuk anak-anak jarang karena harus sekolah.

“Biasanya pagi sama sore rame di sini tapi kalau pagi bocah jarang,” kata salah satu pedagang.

Untuk mencari kebahagiaan tak perlu mengeluarkan kocek yang besar seperti masyarakat sekitar Taman Tangkuban Perahu yang bahagia saat datang ke taman ini untuk menikmati sore dengan berbagai aktivitasnya. Walaupun sederhana tapi rasa bahagianya bisa terlihat dari raut wajah anak-anak yang bermain di sana.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Spot-spot Nongkrong Estetik di Taman Ismail Marzuki, Catat ya!



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) bisa menjadi pilihan sebagai tempat nongkrong hemat. Apa saja spotnya? Catat ya traveler!

Selain karena gratis, kawasan TIM juga memiliki spot-spot yang estetik untuk berfoto bersama teman-teman atau untuk selfie.

Letaknya berada di pinggir Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat. Biasanya masyarakat ramai mengunjungi tempat ini ketika sore hari.


Entah itu sehabis para pelajar usai sekolah ataupun pekerja di sekitar area itu yang hendak rehat sejenak untuk sekadar duduk-duduk santai.

Salah satu petugas keamanan yang berjaga di Taman Ismail Marzuki mengatakan, ketika sore hari tiba yang ditandai mulai banyaknya pedagang yang berjualan, di situlah waktu yang biasanya mulai banyak berdatang masyarakat untuk menikmati sore hari di Cikini.

Ketika detikTravel berada di Taman Ismail Marzuki dan waktu tepat menunjukkan sekitar pukul 15.45 WIB. Betul saja para pedagang pun mulai bermunculan di area depan Taman Ismail Marzuki.

Kemudian tak lama berselang, masyarakat yang entah keluar dari gedung-gedung di area Taman Ismail Marzuki atau sekelilingnya mulai menghampiri pinggiran jalan itu.

Selain pinggiran Jalan Cikini atau area depan Taman Ismail Marzuki, area mana saja sih yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh masyarakat, yuk simak beberapa pilihan spotnya.

1. Depan Patung Ismail Marzuki

Tempat ini biasa dijadikan area untuk duduk-duduk santai masyarakat yang hendak menunggu transportasi atau pun yang memang sengaja menjadikan area tersebut sebagai spot nongkrong mereka.

Selain itu, tepat tak jauh dari patung tersebut ada photo box yang bisa dicoba oleh masyarakat dengan latar belakang patung Ismail Marzuki.

2. Tangga Gedung Ali Sadikin

Sebelum masuk ke dalam gedung ini, kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk akses menuju ke Perpustakaan Jakarta. Nah anak tangga inilah yang biasanya juga dijadikan area nongkrong oleh masyarakat.

tempatnya teduh juga bersih, begitu nyaman untuk duduk-duduk sore sambil bercengkrama dengan teman-teman.

3. Kolam Planetarium

Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiTempat Nongkrong di Taman Ismail Marzuki Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Jika masuk ke outdoor di dalam area Taman Ismail Marzuki dan berada dekat Planetarium, kamu akan menemukan sebuah kolam yang cukup luas.

Di tempat ini pula terdapat area luas yang biasa dijadikan tempat duduk-duduk santai oleh masyarakat dan biasanya pula area ini dijadikan tempat untuk latihan menari oleh para pelajar.

Menurut petugas keamanan lainnya yang berada di Taman Ismail Marzuki, Mukti mengatakan untuk aktivitas nongkrong ini diperbolehkan selagi tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang sudah ada.

Kegiatan melanggar norma hingga membuang sampah sembarangan sudah tentu dilarang di sini. Sedangkan untuk waktu, terbilang begitu leluasa karena warga bisa nongkrong hingga malam.

“Kalau untuk jam operasional itu kita di Taman Ismail Marzuki itu di jam 07.00 pagi mungkin sudah bisa diakses untuk umum hanya saja belum bisa masuk ke area dalam venue, karena untuk venue sendiri dibuka ketika ada kegiatan paling yang bisa diakses itu area outdoor. Dan terkait untuk jam operasional itu sebenarnya kita ada di jam 09.00 sampai 22.00 WIB,” ungkap Mukti.

Jadi buat kamu yang nyari tempat nongkrong murah dan estetik bisa langsung datang ke Taman Ismail Marzuki. Selain nongkrong-nongkrong di Taman Ismail Marzuki, kamu juga bisa kunjungi Perpustakaan Jakarta.

Taman Ismail Marzuki dengan bangunan yang berkonsep minimalis ini cocok untuk dijadikan latar belakang foto yang keren.

4. Perpustakaan Jakarta

Rasanya seperti kurang afdol jika berkunjung Ke Taman Ismail Marzuki tanpa mengunjungi Perpustakaan Jakarta yang berada di Gedung Ali Sadikin.

Bukan hanya jadi tujuan tempat baca saja, banyak dari pengunjung yang datang ke sana juga menjadikan perpustakaan tersebut sebagai tempat berfoto karena areanya yang estetik, belum lagi suasana di dalam yang nyaman bikin betah buat nongkrong berlama-lama.

5. Tangga Kecil Dekat Masjid Amir Hamzah

Buat kamu yang belum tahu spot nongkrong estetik lainnya di Taman Ismail Marzuki, ini adalah salah satunya.

Tak terlalu jauh dari Masjid Amir Hamzah terdapat beberapa anak tangga yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk santai, tempat yang hening dan sejuk (sore hari) cocok banget buat kamu yang ingin suasana lebih tentram dibanding nongkrong di area depan Taman Ismail marzuki.

6. Foodcourt Gedung Ali Sadikin

Buat kamu yang ingin nongkrong dan sambil makan-makanan berat, tempat ini cocok banget deh. Berada di lantai satu, foodcourt ini bisa jadi pilihan kamu ketika ingin nongkrong tapi perut keroncongan.

Di sini terdapat berbagai pilihan makanannya mulai dari kudapan berat hingga cemilan, dan tentunya juga minuman. Tak jauh dari foodcourt juga terdapat kursi panjang yang dilengkapi dengan meja, bisa bengat buat menikmati makanan kalau kursi di depan foodcourt penuh.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Berwisata Religi yang Nyaman dan Sejuk di Masjid Istiqlal Jakarta



Jakarta

Masjid Istiqlal Jakarta merupakan masjid megah di Jakarta. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, masjid itu juga menjadi tujuan wisata religi.

Area halaman masih yang luas menjadi tempat pengunjung untuk beristirahat, mulai dari duduk-duduk, makan, hingga mengabadikan foto. Suasana yang nyaman dan asri membuat betah masyarakat yang berkunjung ke sini.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua semua terlihat senang ketika berada di masjid, hendak melaksanakan sholat ataupun beristirahat.


Salah satu pelancong yang datang ke Masjid Istiqlal ini adalah Marta. Bersama keluarganya, Marta sebetulnya akan menghabiskan akhir pekannya di Lapangan Banteng, namun karena jarak yang dekat dengan masjid dan telah mendekati waktu salat dzuhur, ia memutuskan untuk datang ke masjid ini.

“Karena berada di pusat kota jadi lebih enak ya jadi dekat ke Monas, terus ini juga lagi ada acara kan di Lapangan Banteng jadi istilahnya kalau main ke Istiqlal mainannya dekatlah kalau mau ke tempat wisata. Ya jadi sekalian ke sini walaupun tujuannya ke Lapangan Banteng,” kata Marta usai menunaikan sholat dzuhur, Sabtu (13/7/2024).

Ini sudah kali keempat Marta dan keluarganya berkunjung ke Masjid Istiqlal, Bagi Marta, masjid itu memiliki suasana yang nyaman mengingatkannya kepada suasana di Bandung yang sejuk.

Memang tak seperti di area Jakarta yang lain, saat detikTravel berada di halaman dalam masjid itu suasana seolah berubah sekejap. Berada di lingkungan Masjid Istiqlal udara terasa sejuk dan asri kendati di area luarnya sedang panas.

“Enak dingin ya, ademlah gitu jadi nggak kerasa kayak di Jakarta. Di Bandung kan dingin ya anginnya nah jadi senang lah nggak kerasa panas di sini,” ujar Marta.

Selain Marta yang menikmati kunjungannya di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini, Dina yang merupakan warga Cileungsi, Bogor mengajak anak-anaknya untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal. Tujuan mereka berlibur ke Jakarta memang untuk berwisata religi dan jujugannya adalah Masjid Istiqlal.

Agenda tersebut untuk mengisi waktu libur sekolah sang anak yang sebentar lagi usai. Sebari duduk santai, dia mengisahkan pengalaman perjalanan kali kepada detikTravel. Dia mengatakan rasa senang anaknya ketika berwisata religi ke tempat yang luas dan nyaman seperti Masjid Istiqlal ini.

“Cuma untuk liburan ini baru ke sini (Masjid Istiqlal) saya memang biasa kalo liburan suka wisata religi, ke mana aja pokoknya yang sambil main sambil ke masjid. Alhamdulilah di sini rame, nyaman, luas juga kan tempatnya,” ujar Dina.

“Anak saya senang kalau diajakin wisata kayak gini berwisata sambil beribadah gitu senang banget. Di sini selain solat ya paling makan, anak-anak kan sering minta jajan ya sambil main aja begini,” Dina menambahkan.

Masjid Istiqlal itu memang memiliki keindahan bangunan. Selain itu, area masjid yang luas dan fasilitas yang memadai membuat pengunjung bisa berlama-lama di sana dengan nyaman.

Pengunjung yang datang ke Masjid Istiqlal ini bukan hanya masyarakat Indonesia, banyak dari wisatawan mancanegara pun yang datang ke sini untuk melihat-lihat kemegahan Masjid Istiqlal. Bagi wisatawan yang tidak menggunakan busana yang sopan akan diarahkan ke ruang informasi untuk diberikan busana yang sopan agar bisa masuk ke area masjid.

Masjid Istiqlal boleh dikunjungi bagi para pengunjung setiap harinya mulai dari pukul 03.30 hingga 22.00 WIB. Dan untuk pengunjung yang datang untuk menunaikan sholat ataupun sekadar berkunjung, nantinya akan diarahkan ke dua pintu masuk masjid yakni pintu Al Fattah untuk laki-laki dan pintu Al Quddus untuk perempuan.

“Pokoknya masjid buka dari setengah empat subuh sampai jam sepuluh malam tapi jam sembilan sudah harus clear area,” kata salah satu petugas keamanan Masjid Istiqlal.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Kota Waduk Ria Rio di Jakarta Timur Pas untuk Menyongsong Petang



Jakarta

Di Jakarta Timur terdapat tempat yang asyik untuk menikmati sore, Taman Kota Waduk Ria Rio. Taman itu merupakan tempat favorit warga lokal menyambut petang.

detikTravel berkunjung ke Taman Kota Waduk Ria Rio pada Senin (15/7/2024) saat matahari mulai meredup. Area yang semula hanya terdapat beberapa orang, mulai banyak dikunjungi sekitar pukul 16.00 WIB.

Tampaknya, mereka mengetahui betul spot terbaik untuk mendapatkan sore paling indah. Di antara mereka ada yang duduk-duduk di pinggir waduk, ada pula yang menggelar tikar di area rerumputan yang luas.


Taman Kota Waduk Ria Rio tak sulit untuk ditemukan. Taman itu berada di pinggir jalan, serta tak terlalu jauh dari Halte Cempaka Putih. Lanskap gedung-gedung pencakar langit dan hamparan waduk jadi pemandangan indah yang disuguhkan Taman Kota Waduk Ria Rio ini.

Rafa bersama rekan-rekannya biasa menghabiskan waktu sepulang sekolah di taman ini. Dia dan rombongannya biasa nongkrong di Taman Kota Waduk Ria Rio dengan alasan enggak terlalu gerah saat sore di sini

“Pemandangannya bagus sih di sini, ya paling di sini juga nongkrong-nongkrong aja sama teman. Di sini enak anginnya sepoi-sepoi enak buat nyantai,” ujar Rafa.

Rafa mengatakan sudah sering datang ke sini, sudah lebih dari sepuluh kali.

Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. Taman ini sejuk dengan pohon baobab yang besar.Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Ada pula pengunjung yang baru pertama kali datang ke taman, Roni. Dia datang bersama istri dan anak.

Sebelumnya, dia hanya melihat dari jauh taman itu, yakni saat menuju Jalan Pulo Mas. Tertarik dengan adanya Taman Kota Ria Rio, dia pun mengajak istri dan anaknya ke sana di lain hari.

“Suasananya enak adem terus juga nggak terlalu rame juga sih. Waktu itu sih pernah lewat sekali saya bilang enak ‘ntar lah sama keluarga’ gitu akhirnya ke sini,” kata Roni, yang tengah duduk di rerumputan.

Selain hamparan rerumputan yang luas, kursi-kursi, dan view waduk serta udara yang sejuk. Taman Kota Ria Rio juga memiliki ciri khas tersendiri, yakni terdapat tiga pohon baobab.

Saat berada di taman ini, detikTravel melihat beberapa pengunjung yang tengah berfoto dengan latar belakang pohon tersebut.

Satu berada di dekat tempat parkir dan dua lainnya berada di tanah yang menggunung seperti bukit di pinggiran waduk. Biasanya dua pohon baobab yang berada di bukit tersebut yang menjadi incaran para pengunjung untuk berfoto duduk santai.

Taman Kota Waduk Ria Rio ini bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, dan jika ingin menggelar acara seperti kumpul-kumpul dengan lebih dari lima orang bisa menghubungi pengelola Taman Kota Waduk Ria Rio yakni PT Pulo Mas Jaya yang kantornya terletak tak jauh dari taman.

Pengelola Taman Waduk Kota Ria Rio, Dimas, menyebutkan fungsi awal dari area ini adalah untuk resapan air dengan bentuk seperti taman. Dari hal itu lah area ini banyak didatangi oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri dan sejuk.

Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. Taman ini sejuk dengan pohon baobab yang besar.Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Memang Taman Kota Waduk Ria Rio ini tujuan atau fungsi utamanya adalah sebagai resapan air yang digunakan sebagai pengendali banjir, itu sih tujuan sebenarnya. Makanya di create dalam bentuk taman sehingga ketika di sudah menjadi taman kan fungsinya jadi lebih banyak lagi bisa untuk tempat rekreasi,” katanya Dimas saat ditemui di kantor.

Taman Kota Waduk Ria Rio ini bisa dikunjungi setiap harinya mulai pukul enam pagi hingga enam sore. Untuk parkir pun pengunjung tak perlu khawatir karena taman ini memiliki tempat parkir yang luas dan juga tak dipungut biaya, selain itu di area parkir juga terdapat warung serta toilet umum.

“Kalau mengenai jam bukannya taman ini mulai buka jam 06.00 dan tutup jam 18.00 WIB, biasanya ramenya kalau hari biasa tuh sore ya itu sedang lah. Tapi kalau rame-ramenya itu weekend Sabtu-Minggu, ada yang olahraga, ada yang duduk-duduk aja menikmati danaunya,” kata Danru Keamanan yang sedang bertugas, Hanafi.

“Jam 18.00 sudah clear area, jam 17.45 kita udah kontrol ke dalam mengarahkan pengunjung supaya keluar,” kata Hanafi.

Alamat lengkap Taman Kota Waduk Ria Rio ini terletak di Jalan Pulo Mas Utara Blok E Nomor 1, Jakarta Timur. Cocok untuk kamu yang ingin lepas sejenak dari ruwetnya Ibu Kota dan menikmati udara sejuk dengan pemandangan gedung serta waduk di kawasan Jakarta Timur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



Jakarta

Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

“(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

“Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Situlembang, Destinasi Sejuk dan Asri di Jakpus



Jakarta

Taman kota bisa menjadi pilihan traveler untuk menghabiskan waktu bersama orang tercinta atau menyendiri untuk mengusir penat. Taman Situlembang di Jakarta Selatan memberikan momen tersebut.

Tak perlu mengeluarkan kocek besar, cukup dengan membeli makanan dan minuman di pinggir taman atau bahkan membawa perbekalan dari rumah, traveler sudah bisa menikmati sejuknya udara Jakarta. detikTravel pun berkunjung tepat saat sore tiba, Jumat (19/7/2024).

Saat tiba di taman, atraksi air mancur pun langsung menyambut, beruntung karena air mancur di tengah danau itu tak selalu beroperasi. Menurut petugas yang berjaga air mancur akan beroperasi dua jam sekali.


Benar saja tak lama berselang, air mancur pun terhenti. Sedikit mencari keringat dengan berkeliling beberapa kali mengitari taman yang kurang lebih 14.700 meter persegi ini cukup membuat nafas terengah-engah, selagi berjalan banyak masyarakat yang duduk santai di setiap area taman.

Duduk di pinggir danau pun menjadi spot yang menyenangkan bagi masyarakat, belum lagi terdapat kawanan bebek yang tengah berenang. Tapi hati-hati juga karena terdapat dua soang yang kerap ‘iseng’ mengejar pengunjung.

Pengunjung yang menjadi sasaran angsa itu adalah Liora dan Sheila. Sempat ketakutan mereka pun akhirnya tenang setelah soang-soang itu pergi. Kedua sahabat tersebut datang dari Depok ke Taman Situlembang memang untuk menikmati sore.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Waktu itu sih ngeliat di Instagram ada postingan taman ini viral terus kan saya sendiri juga suak taman jadi pengen lihat ke sini. Kita di sini dari jam setengah empat sih, suasananya enak nyaman karena di dalam perumahan juga sih,” katanya.

Selain cocok untuk duduk-duduk santai menghadap danau, suasana sejuk nan rimbun juga tercipta karena banyaknya pepohonan yang ada di Taman Situlembang. Berbagai pohon ada di taman ini seperti mahoni, buni, beringin, tabebuya, angsa hingga tanjung dan bunga-bunga indah yang ditanam di sisi danau.

Terlihat keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain di area taman, ada yang bermain dengan bebek hingga bermain di wahana anak seperti perosotan dan ayunan. Novian salah satu yang mengajak keluarganya untuk berkunjung ke Taman Situlembang.

Baginya berkunjung ke sini jika sore maupun pagi adalah waktu yang tepat untuk menikmati hari, belum lagi momen bersama keluarga bisa lebih seru ketika berkunjung ke taman.

“Kalau main di sini nyaman sih sejuk apalagi kalau pagi dan sore itu suasananya dapet sih untuk kita duduk-duduk santai bareng keluarga. Saya dari Matraman sengaja untuk datang ke sini karena untuk main-main sama keluarga atau kumpul-kumpul bareng kan enak di sini,” kata Novian sambil menggendong anaknya.

Momen nyaman pun dirasakan oleh Ahmad, duduk-duduk santai di sore hari dengan minuman dingin yang ia pesan adalah kenikmatan yang tak bisa dibeli. Bersama kedua temannya ia datang dari Kwitang untuk sekadar nongkrong menikmati matahari terbenam.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Datang ke sini udah sering sih buat nongkrong, di sini tuh udaranya seger, adem, terus banyak pohon. Biasanya di sini dari jam empat sampe sebelum Maghrib, ya gini aja nongkrong sambil ngopi,” katanya.

Taman Situ Lembaga ini menjadi tempat yang murah meriah juga mudah dicapai oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri tanpa harus mengeluarkan kocek tinggi. Setiap harinya banyak masyarakat yang datang ke Taman Situlembang ini terutama di pagi dan sore hari, masyarakat juga bisa datang ke sini setiap harinya mulai dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan, Secangkir Kopi dan Gorengan di Taman Ayodya



Jakarta

Sore hari selepas beraktivitas seharian, duduk santai menatap pepohonan nan hijau menjadi nikmat tersendiri. Tidak perlu pergi jauh, nyamannya duduk-duduk di Taman Ayodya.

Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito berada di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk memasukinya, traveler tak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Cukup Rp 2.000 untuk bayar parkir dan membeli jajanan yang dijual di pinggiran taman.

Petugas keamanan Taman Ayodya, Burhanudin, mengatakan tak perlu uang besar untuk nongkrong dan bersantai-santai di taman ini. Traveler hanya cukup dengan gorengan dan segelas kopi atau minuman segar sebagai pendampingnya.


“Nongkrong di sini mah nggak perlu mahal-mahal, cukup kopi sama gorengan aja udah pas,” kata dia saat dijumpai detikTravel, Selasa (23/7/2024).

Taman yang kurang lebih luasnya 8.000 meter persegi ini di tengahnya terdapat kolam dengan air mancur yang beroperasi setiap dua jam sekali, mulai dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Di pinggiran kolam juga kerap dijadikan spot untuk anak-anak memberi makan ikan.

Burhanudin juga menyampaikan perbedaan Taman Ayodia dan taman lainnya di Jakarta, jika taman yang lain ramai pengunjung saat pagi dan sore, maka Taman Ayodia akan ramai ketika sore dan malam. Walaupun sebetulnya jam operasional taman ini mulai dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi biasanya pengunjung nongkrong hingga jam 21.00 WIB.

Hal tersebut salah satunya karena dekat dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Burhanudin pun beberapa waktu ke belakang kerap memberitahu bahwa waktu berkunjung ke taman sudah usai, namun pemberitahuan itu tidak mempan.

Pada akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung yang ingin menikmati Taman Ayodia ini untuk tertib dan tidak melanggar aturan yang sudah tertera. Dan untungnya selama ia berjaga di sini, pengunjung yang datang ke taman hingga malam hari selalu mematuhi peraturan taman.

“Jadi pengunjung-pengunjung lama kita juga udah saling memahami gitu tertib,” ujarnya.

Banyaknya bangku-bangku juga membuat taman ini cocok dinikmati untuk bersantai-santai, adapun pengunjung yang duduk di rerumputan atau beton pinggir kolam. Cuaca sore hari yang terik mataharinya sudah redup membuat nongkrong di Taman Ayodia semakin sejuk.

Selain pengunjung anak muda, keluarga yang mengajak anaknya bermain ke Taman Ayodia pun cukup banyak. Di antaranya Puput, ia bersama suami dan anaknya memilih menikmati sore di taman ini karena suasana yang asri.

“Sering juga ke sini tapi sekarang kebetulan lagi ngajak anak main, kayak lebih seru aja buat ke taman dibanding ke tempat-tempat lain dan suasananya juga asri masih banyak pohon,” kata dia.

“Mungkin harus ditambah lagi kaya tempat bermain anak karena sekarang anak-anak yang nyari tempat bermain ke taman, bisa buat edukasi juga,” dia menambahkan.

Memang di Taman Ayodia ini tak ada wahana bermain untuk anak-anak, fasilitas yang ada di taman ini yakni beberapa alat kebugaran. Taman Ayodia juga cocok untuk olahraga sore ataupun pagi karena selain terdapat beberapa alat kebugaran juga ada track untuk jogging atau jalan santai.

Jika perut keroncongan pun tak perlu khawatir untuk mencari cemilan atau makanan berat sekaligus karena sekitaran Jalan Barito ini terkenal dengan sentra kuliner hits, ada ketan susu, nasi telur hingga sate taichan bisa jadi pilihannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com