Tag Archives: suasana

Spot Ngonten Baru Nih! Skydeck Sarinah dengan Pemandangan Gedung Tinggi Jakarta



Jakarta

Menjelang matahari terbenam merupakan waktu tepat untuk menyaksikan keindahannya kota. Salah satu spot baru yang asyik dikunjungi ada di Sarinah, Jakarta Pusat.

Skydeck Sarinah itulah nama spot baru ini. Spot ini ramai dijadikan spot santai untuk menikmati sore hari. Di Skydeck ini pengunjung umum bisa hadir tanpa ada syarat apapun atau minimun pembelian.

Dari pintu masuk Sarinah langsung saja naik menggunakan eskalator ke lantai tiga untuk tiba di Skydeck ini. detikTravel pun menyambangi kawasan ini sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (29/8) lalu.


Terpantau Skydeck Sarinah ini belum terlalu ramai pada jam-jam tersebut. Area yang cukup luas ini bisa dieksplor oleh pengunjung untuk dijadikan spot berfoto dan membuat konten video.

Salah satunya adalah Fernando yang merupakan konten kreator asal Yogyakarta, ia mengetahui Skydeck Sarinah ini pun dari media sosial. Maka dari itu selagi berkunjung ke Jakarta, Fernando langsung menentukan destinasi pertamanya ke area ini.

“Awalnya lihat di TikTok, viewnya bagus, city lightnya bagus sama sunset juga katanya. Makanya ke sini pengen ngebuktiin bener apa nggak, ternyata bener sih city viewnya keliatan (khasnya) Jakarta,” katanya saat dihampiri detikTravel.

Skydeck SarinahSkydeck Sarinah Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Angin yang berhembus membuat suasana menjadi sejuk ditambah matahari yang sudah tidak begitu menyengat. Skydeck Sarinah juga menyuguhkan panorama gedung-gedung yang megah.

Belum lagi sinar lampu yang menyala kala malam hari tiba, tak lupa pengunjung yang datang ke Skydeck ini mengabadikan momen dengan view gedung-gedung pencakar langit dan Jalan MH Thamrin.

Serupa dengan Fernandi, Rini yang datang bersama keluarganya yang tengah berkeliling Jakarta menggunakan transportasi umum menyebut tempat ini bagus untuk spot foto. Namun, warga asli Cibubur ini mengeluh soal kurangnya pepohonan.

“Bagus cuma mungkin kurang pohon ya agak gersang, maksudnya agak gersang gitu. Mungkin kalau tamannya agak sedikit diperbanyak, tapi bagus sih maksudnya backgroundnya ya,” ungkapnya.

Skydeck SarinahSkydeck Sarinah Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Skydeck Sarinah ini mulai ramai di jam-jam selepas magrib hingga malam. Rooftop Mal Sarinah bisa dikunjungi sejak pukul 10.00 hingga 21.20 WIB.

Untuk lebih menikmati suasana sore hari dengan nyaman, pengunjung bisa membeli makan atau minuman di gerai-gerai di dalam mal Sarinah.

Karena di area Skydeck ini tidak terdapat gerai makan atau minuman. Namun yang perlu diingat adalah untuk membuang sampah bekas makanan dan minuman ke tempat sampah yang sudah disediakan.

“Pengunjung boleh bawa makan ke sini, tapi harus produk dari dalam Sarinah ya, kalau itu boleh,” terang petugas keamanan di lokasi.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mampir ke Semesta Gallery, Melihat Karya Seni Sekaligus Spot Foto Estetik



Jakarta

Di Lebak Bulus, Jakarta Selatan ada salah satu ruang pamer seni bernama Semesta Gallery. Tak hanya menyuguhkan karya seni, tempat ini juga punya spot foto estetik.

Tak dipungkiri lagi, zaman sekarang ini media sosial begitu bervariasi, sehingga banyak medium untuk menyalurkan minat. Belum lagi bagi yang senang berfoto, tempat-tempat estetik pasti jadi tujuannya.

Berawal dari media sosial pula, detikTravel berkunjung ke galeri seni tersebut, Selasa (3/9/2024). Di bawah terik matahari, Semesta Gallery ini menyuguhkan suasana yang nyaman nan sejuk karena di sekelilingnya terdapat banyak pepohonan.


Kawasan ini juga cukup luas sehingga pengunjung banyak mengeksplor area-area sekitar Semesta Gallery ini untuk dijadikan latar belakang foto mereka. Shanaz berkunjung ke tempat ini memang sedang mencari ketenangan, sekaligus mencari nyaman secara pandangan matanya.

“Ke sini sih buat nyari suasana tenang aja karena kan tempat enak juga buat healing gitu, terus di sini kan ada galeri seninya jadi sekalian aja liat-liat. Di sini juga tempatnya enak banyak pohon, udaranya juga sejuk jadi enak banget,” ucapnya kepada detikTravel.

Semesta's GallerySemesta Gallery Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Di sela-sela aktivitasnya sebagai mahasiswa, ia sudah beberapa kali datang ke Semesta Galery ini hanya untuk sekadar melepas penat. Tak seperti kebanyakan yang datang ke sini bersama teman atau pasangan, Shanaz datang hanya seorang diri.

“Iya ke sini sendirian aja karena ya memang buat nyari ketenangan aja, kadang juga ke sini bareng teman kalau lagi pengen rame-rame,” ujarnya.

Semesta Gallery ini berada di Jalan Taman Sari No.77, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Saat berkunjung ke Semesta Gallery kebetulan sedang berlangsung pameran seni karya-karya Ria Pasaman yang merupakan ibu dari pemilik galeri ini yakni Andra Semesta.

Tak cuma terdapat galeri seni saja, bagi pengunjung yang lapar di Semesta Gallery juga terdapat cafe yang hidangannya bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Semesta Gallery ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai dari jam 10.00 hingga 17.00 WIB untuk Selasa sampai Kamis

Untuk Jumat hingga Minggu, Semesta Gallery ini buka dari pukul 09.00 hingg 18.00 WIB. Tidak ada pungutan biaya untuk pengunjung yang ingin datang ke tempat ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Santai Dulu Kawan, Rileks di Hutan Kota Ciganjur Ditemani Kicau Burung



Jakarta

Kawasan Ciganjur di Jakarta Selatan ternyata punya hutan kota yang nyaman untuk disinggahi. Kalian bisa santai bersama kawan sambil ditemani kicauan burung.

Apalagi suasana di sini begitu tenang dan sejuk karena ada banyak pepohonan. Hutan Kota Ciganjur yang berada di Jalan Banda ini berada tepat di pinggir jalan dan dekat dengan pemukiman warga.

Hutan kota ini pun bisa jadi alternatif rekreasi murah bersama keluarga. Luas Hutan Kota Ciganjur kurang lebih sekitar 1,13 hektar.


Di area ini juga terdapat kolam ikan, trek pejalan kaki, tempat duduk hingga dek dermaga. Semua bisa dinikmati oleh para pengunjung tanpa mengeluarkan sepeser pun biaya.

Saat detikTravel berkunjung ke sini, Rabu (11/9/2024), suasana yang paling menarik adalah suara kicau burung-burung yang silih bersahutan.

Hutan Kota CiganjurHutan Kota Ciganjur Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Tak seperti kawasan Jakarta Selatan lainnya yang terkenal modern serta penuh dengan hiruk pikuk. Ketika bertandang ke Hutan Kota Ciganjur, perubahannya begitu terasa.

Walaupun tak seramai hutan kota atau kawasan hijau di tengah kota, Hutan Kota Ciganjur memberikan suasana sejuk seperti di pedesaan. Suara-suara binatang seperti tonggeret pun masih bisa didengar.

Untuk sekadar berolahraga pun tempat ini cocok sebagai arenanya, lari pagi atau sore bisa jadi pilihan sembari menikmati suasana Jakarta Selatan yang berbeda. Selain kolam ikan, di Hutan Kota Ciganjur ini juga terdapat kandang ayam.

Warga sekitar kerap menjadikan kawasan ini sebagai tempat untuk mengajak anak-anak mereka berjalan-jalan, sekaligus memberi makan ikan.

Hutan Kota CiganjurIbu-ibu mengajak main anaknya di Hutan Kota Ciganjur Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Diah misalnya, selepas menjemput anaknya sekolah sambil menunggu matahari redup dan lekas pulang. Anak-anaknya selalu meminta untuk berjalan-jalan di hutan kota ini.

“Iya ini kebetulan baru pulang jemput anak terus mereka pengen ke sini, ya sering juga ke sini mereka senang juga karena bisa ngasih makan ikan,” ujarnya saat dihampiri detikTravel.

Di Hutan Kota Ciganjur ini juga tersedia pakan ikan yang bisa dibeli oleh pengunjung dengan harga Rp 3.000. Fasilitas di Hutan Kota Ciganjur juga cukup lengkap.

Fasilitas umumnya seperti terdapat toilet hingga mushola. Hutan Kota Ciganjur buka setiap hari mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Nongkrong di Kafe Betawi Jadul Tanah Abang, Tempatnya Fotogenik



Jakarta

Waroeng Daon Lontar, sebuah kafe bernuansa Betawi jadul, yang berada di Jl. Lontar Raya, Tanah Abang, Jakarta. Tempatnya nyaman dan harga makanan terjangkau.

Kafe yang baru merayakan ulang tahun pertamanya itu dibangun berdasarkan rekomendasi dari orang tuanya yang sangat menyukai nuansa jadul dan barang antik.

“Orang tua saya memang sangat menyukai barang-barang antik dan desain vintage. Mereka merekomendasikan untuk membuka kafe dengan tema ala jaman dahulu,” kata Waroeng Daon Lontar, Putera, saat berbincang dengan detikTravel, Minggu (15/9/2024).


Putera menceritakan bahwa desain kafe itu benar-benar dipengaruhi oleh selera dan keinginan orang tuanya.

“Desainnya pun merupakan ide dari orang tua saya. Orang tua saya benar-benar ingin menciptakan suasana yang membawa nuansa jadul,” kata Putera.

Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

Urusan menu makanan, Putera sempat berencana menyajikan makanan khas Betawi di kafe itu, seperti soto dan kerak telor. Tetapi, setelah mempertimbangkan waktu dan proses penyajiannya, ia memutuskan untuk menyediakan menu yang lebih umum dan praktis.

“Saya memang ingin menyajikan menu Betawi awalnya, tetapi proses penyajiannya memerlukan waktu yang lama. Jadi, saya memilih untuk menyajikan menu yang lebih sesuai dengan konsep kafe pada umumnya,” kata Putera.

Waroeng Daon Lontar pada mulanya dibuka untuk melayani tamu-tamu dari kantor advokat milik orang tua Putera.

“Awalnya, kafe itu hanya dibuat untuk melayani tamu kantor orang tua saya. Namun, semakin lama semakin banyak pengunjung, ditambah lagi banyak yang merekam video dan menjadi viral di FYP. Dari situ, saya mulai berinovasi untuk meningkatkan kualitas kafe ini,” ujar Putera.

Itu mencerminkan bahwa kafe tersebut tidak hanya menjadi tempat bersantap, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan bisnis keluarga mereka.

Perjalanan kafe ini tidak selalu mulus. Putera menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kafe ini dari sekadar tempat untuk tamu kantor menjadi destinasi populer di Tanah Abang.

“Saya tidak menyangka bahwa kafe ini akan berkembang seperti sekarang. Awalnya, kami hanya berencana untuk melayani kebutuhan tamu kantor. Namun, kami berhasil mengembangkan kafe ini dan kini mulai ramai dikunjungi,” kata Putera.

Tanggal 7 Agustus 2024 menandai satu tahun perayaan Waroeng Daon Lontar sejak grand opening pada 7 Agustus 2023.

Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

“Pada 7 Agustus bulan kemarin, Kami baru saja merayakan satu tahun kafe kami,” ujar Putera. Perayaan ini menjadi kesempatan untuk refleksi dan perencanaan masa depan kafe.

Dalam satu tahun terakhir, Putera berharap agar kafe ini terus ramai dikunjungi dan menjadi berkah. Putera juga berharap agar kafe ini dapat bertahan dan terus berkembang di masa depan.

“Saya berharap kafe ini tidak hanya ramai, tetapi juga membawa berkah. Semoga konsep Betawi jadul ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar dia.

Dengan suasana vintage yang kental dan desain yang unik, Waroeng Daon Lontar menjadi tempat yang menarik untuk menikmati makanan dan merasakan nostalgia masa lalu.

“Kafe ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari tempat makan lainnya. Kami ingin pengunjung merasakan suasana yang nyaman dan membawa pengunjung kembali ke masa lalu,” kata Putera.

Putera juga menekankan bahwa meskipun harga menu terjangkau, kualitas tetap menjadi prioritas utama.

“Kami ingin memastikan bahwa semua orang bisa menikmati makanan dengan harga yang wajar tanpa mengurangi kualitas dan suasana,” kata dia.

Itu menunjukkan komitmen Putera untuk menjaga standar pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Seiring dengan perkembangan zaman, Waroeng Daon Lontar berusaha untuk tetap relevan dengan menyesuaikan konsep kafe tanpa mengorbankan esensi Betawi jadul yang diusung.

“Meskipun zaman terus berkembang, kami berusaha untuk mempertahankan konsep Betawi jadul yang menjadi ciri khas kafe ini,” kata Putera.

Waroeng Daon Lontar menawarkan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan di tengah kesibukan Jakarta.

“Kami ingin pengunjung merasa seperti berada di masa lalu yang penuh kenangan, sambil menikmati makanan dan suasana yang nyaman di era modern,” kata Putera.

Itu menjadi kombinasi yang menarik antara nostalgia dan kenyamanan. Soal harga juga tak menguras kantong. Makanan dibanderol antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Meskipun harga dapat berubah sewaktu-waktu, kafe ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pengunjung.

Bagi anda yang ingin merasakan suasana Betawi jadul dan menikmati makanan dengan harga terjangkau, Waroeng Daon Lontar adalah pilihan yang tepat.

“Jika Anda ingin menikmati pengalaman makan yang unik dan merasakan nuansa masa lalu, Waroeng Daon Lontar adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi,” ujar Putera.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Waroeng Daon Lontar dan merasakan keunikan kafe ini. Dengan desain yang menarik dan konsep yang khas, kafe ini menawarkan pengalaman bersantap sambil bernostalgia di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Kampoeng Gallery, Kafe Antik di Jaksel Pas buat Long Weekend



Jakarta

Di tengah pesatnya perkembangan kafe kekinian yang mengutamakan gaya minimalis, terdapat sebuah kafe dengan tema barang antik bernama “Kampoeng Gallery”. Pas, buat mengisi long weekend-mu.

Kafe barang antik itu berada di pusat kota Jakarta Selatan, yakni di Kebayoran lama, pas di samping Stasiun Kebayoran. Traveler hanya perlu menuju pintu keluar dan berjalan sedikit maka akan terlihat suasana tempat nongkrong dengan tulisan ‘Kebayoran Vintage/Kampoeng Gallery’.

Berada di gang yang tersembunyi dengan papan nama kafe yang sederhana, kafe itu ternyata penuh warna. Dinding-dindingnya dipenuhi beraneka lukisan dan rak-rak yang diisi dengan buku-buku, pajangan, dan barang-barang antik.


Gagasan membuka Kampoeng Gallery ternyata merupakan pelampiasan hobi si pemilik Ivan Moningka. Dia senang mengoleksi barang bekas.

Kampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta SelatanIvan Moningka, pemilik Kampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

“Saya memiliki hobi sejak saya SMA dalam mengoleksi barang bekas dan saya suka sekali dengan musik. dari sinilah saya mencari kaset, piringan hitam, CD yang susah ditemukan di berbagai toko maupun koleksi orang lain,” kata Ivan dalam perbincangan dengan detikTravel beberapa waktu lalu.

“Saat saya hunting musik kesukaan saya, bertemulah dengan berbagai buku-buku, poster hingga benda-benda unik yang akhirnya saya jadikan koleksi,” dia menambahkan.

Menggali Nostalgia di Tengah Kota Modern

Kampoeng Gallery yang berada dekat di Pasar Kebayoran LamaKampoeng Gallery yang berada dekat di Pasar Kebayoran Lama (Yenny Mustika Sari/detikcom)

Ketika memasuki Kampoeng Gallery, traveler disambut dengan atmosfer yang akan membawa kembali ke masa lalu. Dekorasi yang menciptakan suasana vintage, seperti berbagai macam barang-barang antik, bangku-bangku dan meja yang sederhana.

Bahkan, Lukisan yang menghiasi dinding kafe menawarkan keindahan, menciptakan ruang yang nyaman, dan penuh dengan rasa seni yang mendalam dan juga rak buku yang dipenuhi dengan koleksi literatur klasik menambah kesan nostalgia.

Menjaga Tradisi di Tengah Tren Serba Modern

Kampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta SelatanKampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Di era maraknya kafe kekinian sering kali mengedepankan desain sleek dan high-tech, Kampoeng Gallery mengandalkan daya tarik barang antik. Bagaimana sebuah tempat dapat mempertahankan nilai-nilai dan gaya klasik di tengah dominasi tren kafe kekinian.

Dengan interior yang tidak hanya dipenuhi dengan koleksi barang-barang antiknya saja, Kampoeng Gallery memberikan adanya pengalaman yang menghubungkan visual nostalgia yang mendalam.

Memadukan sentuhan Klasik Kampoeng Gallery adalah contoh yang baik tentang bagaimana sebuah kafe dengan desain antik dapat mempertahankan tradisi bersaing di dunia modern.

Dengan menyatukan kebutuhan dan ekspektasi pengunjung seperti menu makan dan minuman yang bervariatif, terdapat colokan yang mendukung jika traveler ingin WFA menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional sambil tetap mempertahankan sentuhan klasik.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bukan di Swiss, Pemandangan Secantik Ini Ada di Banyumas



Banyumas

Percaya tidak, pemandangan secantik ini bukan di Swiss, tapi di Banyumas. Mari kita berkenalan lebih dekat dengan Menggala Ranch Banyumas.

Destinasi wisata ini menawarkan pengalaman berlibur yang lebih dekat dengan alam, dengan pemandangan hijau yang menyegarkan dan udara yang bersih.

Selain itu, terdapat berbagai aktivitas outdoor yang bisa dilakukan bersama keluarga, seperti berkuda, bersepeda, atau sekadar berjalan-jalan santai.


Destinasi ini juga sangat menarik karena menawarkan keindahan alam yang mempesona seperti di Swiss. Berikut ulasan tentang Menggala Ranch Banyumas:

Lokasi dan Rute Menuju ke Menggala Ranch Banyumas

Menggala Ranch terletak di Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi ini, kita bisa memulai dari Alun-Alun Kota Purwokerto.

Dari sana, arahkan kendaraan ke selatan menuju Jl Pengadilan, lalu lanjutkan ke Jl Bumiayu-Purwokerto. Setelah itu, ikuti Jl Curug Cipendok hingga sampai di tujuan. Meskipun jalannya sedikit menanjak, pemandangan yang indah sepanjang perjalanan membuatnya terasa menyenangkan.

Jam Buka Menggala Ranch

Menggala Ranch buka setiap hari dengan jam operasional yang berbeda untuk weekday dan weekend. Pada hari kerja, kita dapat mengunjungi tempat ini mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, sedangkan pada akhir pekan, waktu kunjung dimulai lebih awal, yaitu pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati semua fasilitas dan aktivitas di Menggala Ranch, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000, yang sudah termasuk pakan hewan.

Fasilitas Menggala Ranch

Tempat ini menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Terdapat toilet, area berteduh, tempat sampah, dan penjual jajan yang siap memenuhi kebutuhan kita selama berada di sana.

Selain itu, ada pula kolam ikan, kandang kambing, serta area bermain anak yang cocok untuk keluarga. Kita juga bisa membeli pakan hewan seperti rumput untuk domba dengan harga terjangkau.

Daya Tarik Menggala Ranch

Menggala Ranch menawarkan sejumlah daya tarik bagi para wisatawan. Apa saja itu?

1. Suasana Asri

Menggala Ranch dikelilingi oleh pemandangan hijau yang menenangkan, memberikan pengalaman berlibur yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Udara segar dan lingkungan yang sejuk sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam.

2. Interaksi dengan Hewan

Menggala Ranch, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (6/6/2024).Menggala Ranch, Banyumas Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Di sini, pengunjung, terutama anak-anak, dapat memberi makan domba, ikan, dan burung merpati. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif, memungkinkan anak-anak belajar tentang hewan dan cara merawatnya.

3. Fasilitas Ramah Keluarga

Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, area berteduh, dan tempat bermain anak. Ini menjadikan Menggala Ranch pilihan ideal untuk liburan keluarga, memberikan kenyamanan bagi semua anggota keluarga.

4. Kegiatan Edukatif

Selain memberi makan hewan, anak-anak dapat belajar tentang berbagai spesies hewan seperti domba, unggas, dan marmut. Pengalaman ini bisa memperkaya pengetahuan mereka tentang alam dan lingkungan.

5. Area Bermain Anak

Terdapat area khusus untuk bermain yang dirancang bagi anak-anak, menjadikannya tempat yang aman dan menyenangkan bagi mereka untuk beraktivitas. Dengan berbagai permainan, anak-anak bisa bersosialisasi dan bermain sambil mengeksplorasi.

6. Spot Foto yang Menarik

Meskipun spot foto terbatas, suasana alami dan kehadiran berbagai hewan membuatnya menjadi latar belakang yang menarik untuk mengabadikan momen bersama keluarga. Foto-foto di sini akan membawa kenangan indah dari liburan keluarga.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Ubud, Sawah Hijau nan Viral Ini Ada di Bandung



Bandung

Tak perlu jauh-jauh ke Ubud, Bali untuk menyaksikan pemandangan sawah nan hijau. Cukup ke Bandung saja, traveler bisa melihat pemandangan sawah seindah Ubud.

Pemandangan persawahan selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Objek wisata yang menampilkan persawahan biasanya terdapat di Ubud, Bali.

Namun kali ini traveler bisa menikmati pemandangan alam dengan sepuas-puasnya di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Area persawahan tersebut menunjukkan pemandangan yang menarik.


Di tengah-tengah sawah itu terdapat jalan setapak penghubung Kampung Cihamerang, Desa Batu Karut, dan Kampung Cisema, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Pada lokasi tersebut terdapat beberapa saung yang kerap digunakan warga untuk beristirahat kala tengah menanam padi. Sehingga suasana persawahan tetap asri dan sejuk.

Area persawahan tersebut kali ini telah menjadi primadona masyarakat. Hal tersebut terjadi kala beberapa warga mengunjungi lokasi tersebut dan mengunggahnya di sosial media. Bahkan masyarakat mengenal lokasi tersebut dengan nama Cisema Banjaran.

Banyak masyarakat bekunjung ke lokasi persawahan tersebut sambil berolahraga. Kemudian beberapa warga lainnya datang dengan menggunakan sepeda.

Beberapa masyarakat ada yang datang hanya menikmati beberapa kuliner hingga berswafoto. Mereka mayoritas datang bersama keluarga dan kerabatnya.

Kondisi ramainya wisata pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.Pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Warga Banjaran, Weni Maulani (47) mengatakan, sengaja mengunjungi lokasi tersebut pasca viral di sosial media. Dirinya datang bersama anak-anaknya sejak pagi hari.

“Iya sengaja dateng ke sini dari Banjaran. Saya dari jam 7 pagi sudah di sini,” ujar Weni, kepada detikJabar, Minggu (6/10/2024).

Weni mengaku mengetahui tempat tersebut sejak dahulu. Namun kata dia, semenjak tempat tersebut viral menjadi banyak dikunjungi orang-orang.

“Memang sudah tahu tempat ini. Cuma dulu mah belum seramai ini, karena udah viral jadi sudah ramai, banyak warung-warung juga,” katanya.

Pihaknya mengaku sangat menikmati area persawahan tersebut. Sehingga dirinya bisa menikmati kuliner dan pemandangan yang ada.

“Memang baru ke sini lagi. Tadi makan baso tahu aja. Saya pengen mah lebih diperbanyak gazebo-gazebonya. Jadi lebih tertata lagi lokasinya,” jelasnya.

Sementara itu, warga setempat, Dedi (42) mengungkapkan awalnya terdapat beberapa orang yang bersepeda ke lokasi tersebut. Kemudian orang tersebut langsung membuat video dan menggunggah ke sosial media.

“Ini mulai ramai itu awalnya sekitar sebulan yang lalu ada yang maen sepeda, terus di upload videonya ke sosial media. Setelah itu ramai, dan viral aja sekarang,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan area persawahan tersebut merupakan milik warga. Sehingga objek wisata tersebut tidak ditarif biaya apapun.

“Sawah milik warga, dan ini juga akses jalan warga. Jadi memang iya engga di tarif aja,” bebernya.

Dengan banyaknya masyarakat datang ke lokasi tersebut banyak warga yang terbantu. Pasalnya beberapa warga memutuskan untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah bisa membangun ekonomi masyarakat. Mohon dijaga kebersihannya. Terus kalau bisa jangan mengganggu sawahnya,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Depok Rasa Jepang, Ada Stasiun Yamanote Line



Jakarta

Siapa sangka, Depok memiliki spot nongkrong bernuansa stasiun kereta Yamanote Line di Jepang. Lokasinya di Loopline Cafe Depok.

Pelayan di kafe itu menjelaskan bahwa pemiliknya, Hernando Santoso, terinspirasi untuk menciptakan konsep unik ini setelah liburan di Jepang. Dia tidak bisa melupakan pengalaman naik kereta jalur Yamanote Line yang dioperasikan oleh East Japan Railway Company.

Kafe itu menonjolkan warna hijau cerah pada bangunannya dan mengusung konsep gerbong kereta. Ornamen dan asesoris kafe itu seolah mengajak pengunjung merasakan suasana seperti berada di dalam gerbong kereta Jepang.


Loopline Cafe berada di Jalan Dewi Sartika No. 6 Pancoran Mas Depok, dekat dengan Stasiun Depok Lama. detikTravel berkunjung pada 15 Oktober lalu. Cuma butuh waktu lima menit berkendara dari Stasiun Depok Lama untuk sampai di kafe itu.

Bangunan kafe tersebut terdiri dari dua lantai dengan warna khas hijau nyentrik serupa kereta Yamanote Line di Jepang dengan jalur melingkar yang menjadi simbol perjalanan yang menyenangkan di negeri sakura.

Loopline Cafe, DepokLoopline Cafe, Depok (Amalia Novia Putri/detikcom)

Meskipun dari luar tidak terlalu terlihat seperti gerbong kereta, ketika traveler melangkah masuk, mata akan merasakan atmosfer seperti berada di dalam stasiun gerbong kereta di Jepang, di mana dinding gerbong dihiasi dengan gagang pegangan tangan, meja, serta petunjuk peta kereta Shibuya yang semakin menambah kesan otentik dan mendukung pengalaman pengunjung.

Area di lantai dua outdoor-nya menawarkan tempat santai bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan KRL Bogor yang melintas dari rooftop, diiringi oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, sehingga menciptakan nuansa yang terasa sempurna dan menyenangkan bagi siapa pun yang datang untuk bersantai dan menikmati suasana yang mendukung.

Barista Eddo Loopline Coffee di depok mengatakan kafe tempatnya bekerja baru buka pada tanggal 18 Agustus 2024. Sejauh ini, kafe itu mampu menampung 20 orang di area bawah dan 15 orang di area lantai dua, dan biasanya ramai pada Sabtu dan Minggu, terutama pada sore hari.

Untuk menu unggulan menawarkan varian Butterscotch Latte seharga Rp 28.000. Rasanya manis dan nikmat, terbuat dari 100% espresso kopi Arabika yang berkualitas dan juga berbagai menu coklat panas.

Untuk teman nikmatnya, coba juga Gomadare Fries yang gurih dan lezat. Jangan lewatkan pula Vanilla Brulee yang manis dan lembut, mirip dengan vla vanila yang menggugah selera. Kombinasi ini pasti akan memuaskan lidah traveler.

Loopline Cafe, DepokLoopline Cafe, Depok (Amalia Novia Putri/detikcom)

Loopline Coffee buka dari pukul 07.00 sampai dengan 21.00 WIB, tak hanya buka di Depok, Loopline Cafe juga ada di PIK, Bekasi , Pluit. Menawarkan berbagai fasilitas yang membuat pengunjung betah, mulai dari lahan parkir yang luas untuk kenyamanan kendaraan, banyaknya tempat charger untuk memenuhi kebutuhan gadget, hingga ruangan ber-AC yang menciptakan suasana nyaman bagi para pekerja yang ingin bekerja di mana saja.

Selain itu, tempat ngopi ini juga menjual berbagai merchandise menarik seperti tas, baju, tumblr, dan stiker unik yang tidak tersedia di tempat lain, serta punch yang pasti akan menambah keseruan pengalaman berkunjung.

Jangan lupa abadikan momen berharga bersama keluarga, teman, dan pasangan selama berada di Loopline cafe, karena kapan lagi bisa menikmati suasana unik dan foto-foto di dalam gerbong yang terasa seperti gerbong kereta Yamanote di Depok.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Weekend di Denpasar, Mampirlah ke Kebun Tengah Kota yang Estetik Ini



Denpasar

Bron Cafe Renon bisa menjadi salah satu spot untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk keramaian Kota Denpasar, Bali. Singgah ke sana, traveler dapat menikmati kebun di tengah kota yang cukup rimbun.

Denpasar dikenal sebagai surganya tempat hangout. Namun di tengah keramaian, ada nuansa tenang yang tersaji di Bron Cafe Renon.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Masuk ke tempat tersebut, traveler akan melewati gerbang khas bali dengan ornamen ukiran kayu. Masuk lebih dalam, traveler akan menemui nuansa rimbun dari pepohonan dan arsitektur tradisional yang mengakar. Berbagai ornamen kayu dan tembikar yang mendominasi berbagai ornamen kafe menambah kesan autentik.


“Jadi kalau untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep yang ramah lingkungan Itu sih yang kita ambil. Jadi kita mengambil konsep bata sama kayu digabung biar cocok juga sama konsep kita yang kebun tengah kota gitu,” ujar Marketing Bron Cafe Putri Hayatunnufus saat ditemui detikTravel, Jumat (8/11/2024).

Tak hanya itu, ada pula area kolam ikan dan jalan setapak di atas kolam. Itu membuat suasana asri semakin kuat. Setelah melewati area kolam, traveler akan tiba di area taman semi terbuka. Terdiri dari area rerumputan, pepohonan, hingga beberapa tempat duduk santai.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, terdapat area outdoor hingga indoor di kafe tersebut. Karenanya, tempat itu layak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti nongkrong hingga bekerja dari kafe atau work from cafe.

Berbagai tanaman pun menghiasi tempat ini. Terlihat banyak pohon kamboja hingga beberapa pohon pakis Brazil menjulang tinggi.

“Jadi untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep kebun tengah kota. Itu karena kita berada di tengah kota yang juga ramai, habis itu mungkin panas, terus juga sibuk lah. Jadi kita ngambil konsep itu agar tamu-tamu yang ke sini merasa fresh. Apalagi ada tanaman, Terus di sini kan juga adem jadi biar mereka bisa refreshing, biar mereka lupa hiruk pikuk kayak gimana,” jelas Putri.

Selain itu, kafe tersebut juga ramah dengan berbagai kebutuhan pengunjung. Mereka menerapkan kebijakan pet friendly dan child friendly. Terdapat playground yang dapat menjadi spot hiburan bagi pengunjung cilik.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Tak sekedar menjadi cafe dan taman di tengah kota, Bron Cafe Renon juga terbuka untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Misalnya saja untuk kegiatan keluarga ataupun komunitas. Putri mengeklaim tempat itu dapat menampung sekitar 200 tamu sekaligus.

“Kalau untuk jadi pembedanya Kita ke Pet friendly karena kan jarang juga untuk cafe yang pet friendly. Juga service yang kita berikan sepenuh hati biar tamu juga merasa kangen. Terus ada banyak tempat yang bisa untuk coworking space Jadi kita ada tiga ruangan itu ruangan meeting juga bisa dipakai coworking space. Abis itu kalau mau ada Birthday, Intimate atau segala macam Itu bisa dipakai di sini,” tutur Putri.

Nantinya, Bron Cafe juga akan menjadi tuan rumah dari event Jelajah Lensa Bali yang diselenggarakan detikcom dengan berkolaborasi bersama Iqos pada Sabtu (9/11/2024). Dalam acara tersebut, traveler akan diajak menyelam lebih jauh tentang strategi membuat konten audio-visual yang menarik untuk sosial media.

Selain dapat nongkrong estetik, ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut pun rasanya dapat langsung diterapkan di tempat itu. Jadi, tertarik berkunjung dan ikutan?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cari Kafe Tepi Sawah di Kuta? Singgah Saja ke Stuja



Badung

Kawasan Kuta Bali merupakan kawasan padat wisata yang dipenuhi beragam spot nongkrong. Namun, mencari suasana nongkrong yang tenang pun bisa didapatkan jika traveler singgah ke Stuja Coffee.

Adapun Stuja merupakan jenama kafe yang telah memiliki dua cabang di Bali. Salah satu yang terkenal adalah Stuja di Pantai yang terletak di kawasan Sanur. Namun yang tak kalah menarik yang dapat traveler singgahi adalah cabang pertama Stuja di Jalan Merta Agung No.3-7, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Stuja Coffee BaliStuja Coffee Kerobokan, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dikenal juga sebagai Stuja Kerobokan, spot satu itu menawarkan pemandangan berbeda dari Stuja di pantai. Nuansanya begitu tenang dan memiliki panorama utama tepi sawah.


Sebelumnya, tempat itu dikenal berada di area luas pematang sawah. Namun sayangnya hamparan sawah tersebut kini tersisa beberapa petak saja. Kendati demikian, suasana tenang pun masih dapat traveler rasakan jika berkunjung ke sana.

Adapun kafe tersebut bertemakan semi industrialis dengan sentuhan kontainer di bagian depan. Memasuki bagian dalam, kafe tersebut memiliki ruang indoor maupun semi-outdoor. Dengan ruangan indoor banyak ditempati bagi para traveler yang wfh. Selain itu, ornamen kekinian hingga merchandise juga dijual di sini.

Stuja Coffee BaliWFC di Stuja Coffee Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Sementara di bagian outdoor, selain juga bisa digunakan untuk work from cafe, tempat itu juga asyik untuk nongkrong hingga menjadi arena bermain bagi anak-anak karena adanya playground.

“Kalau kita sebenarnya lebih ke simple, modern gitu sih. Kemudian juga kita tetap kayak meng-highlight itu reuse, reduce, recycle juga sih,” ujar Marketing Stuja Melissa saat ditemui detikTravel di lokasi pada Minggu (10/11/2024).

Selain itu di area semi-outdoor tersedia juga fasilitas photobox. Traveler dapat mengabadikan momen bahkan menempelkan hasil foto di tempat tersebut. Selain itu, tersedia juga mushola yang dapat digunakan untuk muslim traveler yang sedang singgah.

Traveler pun dapat menikmati suasana santai di sisa-sisa pematang sawah yang ada. Sentuhan kecil khas ubud pun mungkin dapat dirasakan di sana.

“Untuk pemilihan tempatnya karena memang tertarik dengan view sawahnya yg luas. Cuma seiring berjalannya waktu mulai banyak bangunan yang dibangun di dekat-dekat sini,” terang Melisa.

Tak ayal menurut Melisa, para pengunjung kafe pun didominasi oleh mereka yang mencari ketenangan, misalnya saja para pekerja yang ingin work from cafe hingga keluarga.

Di sisi lain, tersedia banyak menu baik makanan dan minuman di Stuja. Sementara Melisa menjelaskan bahwa pihaknya banyak menggunakan kopi lokal dalam sajian minumannya.

Stuja Coffee BaliStuja Coffee Bali (Weka Kanaka/detikcom)

Sedangkan yang menarik perhatian kami adalah Nasi Goreng Genyol. Hidangan itu adalah salah satu signature dari tempat tersebut yang menggunakan genyol atau lemak hewani. Tetapi berbeda dari genyol pada umumnya yang menggunakan lemak babi, pada genyol tersebut menggunakan lemak sapi.

Toping genyol yang tersaji cukup menggungah selera lantaran garing di luar namun lumer seketika menyentuh lidah.

Jika tertarik berkunjung, Stuja Kerobokan buka setiap hari pukul 8.00 – 22.00 Wita.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com